Us
.
.
.
.
.
Cast : Yunho, Jaejoong, Changmin, dll
Genre : Romance, Drama, Slice of Life, YAOI
Rate : T
Happy Reading...
.
.
.
.
.
.
Aku melangkahkan kakiku menuju sebuah gedung berlantai empat puluh. Saat masuk ke dalam sana aku di sapa oleh bagian keamanan dengan ramah karena dia tahu aku sering berkunjung kemari.
"Yunho ada di ruangannya?"
Aku bertanya pada resepsionis di depanku dan dia tersenyum manis padaku.
"Ada, Yunho sshi dan Changmin sajangnim sedang meeting. Tadi Changmin sajangnim bilang Jaejoong sshi bisa menunggu di ruangannya"
"Ah... Begitu, terima kasih"
Aku tersenyum setelahnya, dia balas tersenyum dan aku meninggalkannya. Dia adalah Yoona, yeoja cantik itu memang ramah padaku. Senang sekali meminta resep masakan agar kekasihnya bisa bangga padanya.
Aku memasuki lift dan menekan angka tiga puluh tujuh, tempat dimana ruangan kekasihku berada.
Ting!
Pintu lift terbuka, aku langsung berjalan dan tatapan sinis aku dapatkan dari resepsionis yang ada di lantai itu. Ahra, yeoja yang iri karena aku adalah kekasih Yunho. Tanpa menyapanya aku berjalan saja menuju ruangan Changmin. Saat aku hampir menyentuh knop pintu, suara Ahra menggangguku.
"Changmin sajangnim tidak ada di tempat" Ucapnya dengan nada sinis
"Aku tahu kok, Yoona mengatakan aku bisa menunggu mereka di dalam ruangan ChangmiNNIE" Ucapku menekankan kata Changmin agar dia sadar Changmin selalu ada dipihakku
Ceklek
"Lho hyung? Kenapa belum masuk ke ruangan sajangnim menyebalkan itu?"
Itu adalah suara sekretaris Changmin, Cho Kyuhyun namanya. Namja manis berambut ikal yang senang sekali berdebat dengan Changmin karena mereka tidak pernah sependapat. Tapi Changmin tidak membiarkan namja itu untuk keluar dari pekerjaannya walaupun Kyuhyun sudah memohon padanya. Hmmmm... Aneh~~
"Biasa ada yang mengganggu" Ucapku kemudian melirik sinis ke arah Ahra
"Oh... Tidak sadar posisi, pekerjaan seperti itu saja berharap menjadi kekasih Yunho hyung? mimpi"
Satu hal yang aku suka dari Kyuhyun adalah mulutnya yang suka berbicara pedas menyakitkan seperti seblak level tertinggi. Aku sih senang saja melihat Ahra yang kini mengerucutkan bibirnya dan pergi dari hadapan kami.
"Mau kemana kau?"
"Makan siang, sudah hampir jam dua belas"
"Oke"
"Aku pergi dulu hyung"
"Ya"
Akhirnya setelah Kyuhyun pergi, aku memasuki ruangan Changmin. Kenapa ruangan Changmin? Karena ruangan kekasihku ada di dalam ruangan Changmin.
Changmin duduk di membelakangi jendela sedangkan Yunho duduk di pojok ruangan dekat pintu, dia paling tidak suka terkenal sinar matahari makanya memilih tempat itu. Ih... Seperti vampir ya? Si mager itu memang punya banyak sifay aneh kok.
Aku duduk di sofa yang ada tepat di tengah ruangan. Duduk di salah satu sofa panjang dan menaruh tempat makan yang aku bawa di meja tengah sembari menunggu kehadiran Yunho.
Dan tidak lama Yunho datang dengan seseorang yang tidak lain adalah bosnya, Changmin. Aku mengerutkan keningku.
"Lho? Jae hyung?" Changmin menatapku dengan bingung
"Changmin? Kenapa kemari?" Aku bertanya balik
"Ini kan ruanganku" Jawab Changmin
"Iya aku tahu, tapi Yunho bilang kau akan pergi dengan klienmu setelah meeting selesai"
Aku melirik ke arah Yunho yang sekarang sudah membuka kotak makan siang yang aku bawa dan memakannya dengan lahap.
"Huh? Tidak, aku tidak bilang begitu. Malah Yunho hyung yang bilang kau tidak datang kemari"
"Yun?"
"Yak! Yunho hyung! Kau pasti sengaja melakukannya agar Jae hyung tidak berbagi bekal penuh cinta itu denganku kan!"
"..."
Yunho tidak membalas Changmin, dia tetap melanjutkan makannya tanpa terganggu seakan Changmin tidak ada di hadapannya.
"Kau sengaja melakukannya?"
Tanpa dosa dan beban sedikit pun Yunho menganggukkan kepalanya dan terus memakan bekal makan siangnya. Aku menggelengkan kepalaku.
"Berbagilah denganku!"
"Tidak"
"Lalu aku makan siang dengan apa!"
CEKLEK
"Yak! Kau berisik sekali, kalau mau makan kan tinggal beli!"
Itu suara Kyuhyun yang masuk dengan tampang garang nan kesalnya.
"Yak! Kenapa kau membentak bosmu sendiri!"
"Bos my ass!"
Dan...
Mereka pasti akan memulai adu argumen setelah itu. Pusing aku jika melihat kedua makhluk yang ada di depanku. Sebenarnya Kyuhyun suda berulang kali mengajukan pengunduran diri tapi Changmin tidak memperbolehkannya, merobek surat pengunduran diri Kyuhyun atau pun menyembunykan surat pengunduran diri itu. Tapi sekalu saja mencari masalah dengan Kyuhyun.
"Kenapa kau melakukannya Yun, kasihan Changmin" Ucapku
"Biar"
"Yun..."
"Dia menyentuh pinggangmu kemarin"
Astaga...
Jadi karena itu...
Kemarin Changmin datang untuk menjenguk Yunho, aku yang sedang masak dikagetkan oleh Changmin yang menyentuh pinggangnya. Saat aku berniat memukulnya, sebuah boneka beruang mendarat pada wajah Changmin. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Yunho yang menatap garang pada Changmin yang telah menyentuh pinggangku.
Dia memang begitu posesif padaku, dia akan memperlihatkan kecemburuannya jika ada seseorang yang mendekatiku. Tapi aku suka, karena dengan begitu aku tahu jika dia sangat mencintaiku. Hehehehe...
CUP
"Yu-yun!"
Aku terpekik kaget saat Yunho mengecup bibirku, heol!
"Vanilla"
Aku menyentuh bibirku, sebelum pergi kemari aku memang makan tiga cup es krim rasa vanilla kesukaanku.
"Ak-aku harus segera ke tempat kerja" Ucapku gugup
"Sebentar, aku antar" Yunho menyuapkan makanan kesukaannya itu ke dalam mulutnya, hanya tinggal beberapa suap lagi dia akan menghabiskan makan siangnya
"YAK! Kalau begitu biarkan aku keluar dari perusahaanmu yang menyebalkan ini pabbo!"
"Enak saja!"
"Kau menyebalkan!"
"Kau yang menyebalkan!"
Oh...
Aku melupakan dua orang yang masih bertengkar itu, aku menatap malas pada kedua namja yang usianya tidak terpaut jauh itu.
"Berhentilah! Kalian makan siang bersama saja" Ucapku
"Dengannya? Tidak sudi" Ucap Kyuhyun
"Aku juga tidak mau!"
"Aku akan bilang pada Seunghyun hyung untuk memberikan kalian diskon. Bagaimana?"
"OKE"
Tuh kan...
Kalau masalah diskon Kyuhyun memang paling semangat sementara Changmin ingin makan banyak, enak tapi dengan harga yang murah. Bos macam apa sih yang makan menunggu diskon?
"Aku tidak mau semobil dengan mereka" Ucap Yunho
"Kenapa?" Aku menatapnya dengan bingung
"Berisik"
"Ah... Hmm... Oke?"
CUP
"Vanilla-nya enak"
Namja-ku itu kembali mengecup bibirku dan meninggalkanku dan jantungku yang masih berdebar tidak karuan serta Changmin dan Kyuhyun yang masih beradu argumen. Tapi tidak lama aku melirik ke arah meja.
Astaga! Si mager ini benar - benar!
Paling tidak dia kan bisa bereskan dulu bekas makan siangnya!
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
.
Fluff ya~~
Puasa...
Annyeong~~
Hmmm...
Harusnya chap ini update kemaren tapi ketikannya hilang, padahal udah di save. Tapi ya sudah lah, Cho ketik ulang walaupun agak berbeda ari ketikan yang pertama. Untuk Chap selanjutnya... Ditunggu ya~~
.
.
.
.
.
.
.
Senin, 21 Mei 2018
