'Like Him? Crazy..'

Cast : Sungmin, Kyuhyun, Siwon, Donghae, Eunhyuk, Ryeowook, Kibum, Kangin, Leeteuk, and SHINee.

Summary : Keinginan membuatnya terpaksa menempuh jalan yang tidak masuk akal. Namun, perasaannya mulai berputar haluan saat dirinya mulai terbiasa dengan seseorang.

Warning!

This is Ffn GS, full typo, OOC, Gaje bin Ajaib!

.

"Sung-Min?!"

Kyuhyun terkejut saat Sungmin menciumnya duluan, namun karna rasa cintanya pada 'namja' manis itu, Kyuhyun pun ingin menambah intensitas atas ciuman mereka. Sungmin terdiam sambil menundukan kepalanya, menyembunyikan wajahnya agar kedua bola matanya tidak memandang wajah Kyuhyun.

"Mianhae, aku.."

"Sudah lah, kita baru beberapa menit disini tapi kau sudah mengatakan maaf lebih dari seribu kali. Aku bosan.."

"Kau berlebihan Cho!"

"Tapi, aku benar kan?"

Sungmin kembali diam tidak ingin perang mulut dengan Kyuhyun sekarang, karna ia sendiri masih lelah. Lelah fisik dan lelah batin. Kyuhyun menatap arlojinya.

"Sudah jam 21.45 pm. Ayo pulang, kau tidak ingin tidur diluar kan?"

Sungmin mengangguk lalu mengikuti Kyuhyun dari belakang. Mereka berdua hanya diam sambil berjalan menuju jalan raya. Kyuhyun dengan sigap memberhentikan sebuah taxi yang akan mengantarkan mereka ke KyungHaa.

Lagi-lagi mereka hanya diam sambil berpikir panjang. Sungmin masih belum berani menatap Kyuhyun yang berada disebelahnya sekarang. Yeoja itu takut kalau namja yang tidur sekamar dengannya ini akan marah padanya karna tidak mau pernah jujur dengannya selama ini, padahal Kyuhyun sudah sangat terbuka dengannya.

30 menit kemudian..

Taxi itu berhenti tepat didepan gerbang asrama berwarna hitam kokoh itu. Kyuhyun membayar tarif taxinya lalu segera keluar dari taxi, begitu juga dengan Sungmin yang sedari tadi hanya membuntutinya.

"Kenapa kau diam saja, Min?"

Suara Kyuhyun benar-benar datar seperti orang yang baru saja bangun tidur, Sungmin mendonga menatap sepasang mata indah Kyuhyun yang terbingkai dengan kacamata bening berframe hitam metallic.

"Apa kau tidak marah padaku?"

Suara Sungmin sedikit bergetar, mungkin yeoja itu masih merasa bersalah. Kyuhyun menggeleng tanpa melihat wajah Sungmin lagi. Mereka berdua sedang berjalan menuju kamar asrama mereka yang berada dilantai sebelas itu.

"Aku mau mandi dulu."

Sungmin kembali mengangguk lalu membiarkan Kyuhyun mandi duluan padahal ia sudah ingin sekali mandi dan berendam diair hangat sambil menangis. Sungguh Sungmin sudah tidak kuat lagi untuk menahan lelehan airmatanya.

Kyuhyun berhenti tepat didepan Sungmin yang sedang melamun ditepian ranjang. Kyuhyun melirik 'namja' itu dengan sebelah alis yang terangkat. Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk mandi.

"Kau kenapa?"

Sungmin mendonga, tatapan mata Kyuhyun begitu mengintimidasinya sehingga yeoja itu hanya bisa diam tanpa bersuara sedikit pun bergerak saja tidak.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kyuhyun sekali lagi.

Sungmin masih saja diam.

'Pluk..

"Kau mandi saja dulu. Selesaikan urusanmu. Aku mau keluar sebentar."

Sungmin menurut dengan apa yang dikatakan Kyuhyun barusan. Sungmin pun merendam tubuhnya yang masih menggunakan seragam lengkap. Yeoja itu melamun, tapi kedua matanya mengeluarkan segumpal kecil air bening yang kini tercampur dengan air hangat yang menenggelamkan setengah tubuh yeoja itu.

.

"Hyung! Apa kau belum tidur?"

Kyuhyun mengetok-ngetok pintu kamar asrama Donghae. Namja itu pun akhirnya keluar dengan tampang kusut. Kyuhyun sempat kaget dibuatnya.

"Kau habis bergulat dengan Minho ya, Hyung?"

"Aku bahkan sedang mimpi indah dengan my chagi. Kau kenapa mengganggu malam-malam begini? Tidurlah~ bocah tidak boleh larut malam tidurnya."

"Tutup mulutmu, Hyung. Atau kau akan ku buang dari lantai sebelas ini.."

"Tidak terimakasih."

Donghae langsung sadar sepenuhnya. Bercanda dengan Kyuhyun sama saja dengan mencari mati. Keduanya hanya diam diambang pintu asrama Donghae. Kyuhyun tiba-tiba saja melamun, Donghae yang hanya berdiri sambil menunggu Kyuhyun selesai melamun akhirnya menyerah juga.

"Mau masuk?"

"Tidak. Kita bicara dicafe saja."

Donghae melirik jam yang tergantung didinding kamarnya. Donghae melihat sekilas Minho yang sedang tertidur dengan nyenyaknya tanpa ada seorang pun yang mengganggunya. Donghae iri.

"Kau gila! Ini sudah jam 22.25 pm, kita akan dimarahi seonsaengnim kalau keluar asrama semalam ini."

"Tidak akan ada yang berani."

"Ahh.. aku lupa siapa kau."

Donghae masuk sejenak kedalam kamarnya untuk mengganti pakainya lalu dengan segera menemui Kyuhyun yang masih betah berdiri diambang pintu.

.

At cafeteria..

"Kau masih menggunakan seragam. Kau darimana?"

Donghae bertanya setelah mereka berdua memesan dua coffe ekspresso dan sweet potato chess ukuran medium. Kyuhyun melirik sekilas seragam sekolah yang dipakainya dan ternyata masih lengkap melekat ditubuhnya, namun Kyuhyun sudah tidak memakai blazernya lagi.

"Itulah yang mau aku ceritakan."

Donghae mengangguk dengan sisa tenaga yang ia punya, "Hyung dengarkan aku baik-baik yaa. Kali ini aku ingin bicara serius."

"Kau selalu saja serius, Cho."

"Diamlah.."

"Baik =_="

"Saat pulang sekolah siang tadi, Siwon menunggu kepulangan Sungmin didepan kamar asrama kami. Siwon mengajak Sungmin berbelanja lalu…."

.

"Lalu sekarang kau akan berpikiran seperti apa lagi? Apa kau pikir Sungmin gay?"

Kyuhyun menggeleng dengan wajah suram. Namja itu melepas kacamatanya dengan kasar lalu mengacak-acak rambutnya, tanda kalau ia sedang frustasi berat.

"Sebenarnya aku bingung juga karna Sungmin tidak bilang kalau dia gay."

"Orang yang seperti apa yang akan mengakui itu, Cho Kyuhyun. Kau ini ada-ada saja!"

"Kau mengejekku?"

"Bukan, itu kenyataannya."

"Lalu aku harus bagaimana?"

Donghae diam sambil berpose seperti pemikir politik. Benar-benar tidak cocok dengan wajahnya yang polos. Kyuhyun yakin kalau kali ini tidak akan ada jalan keluarnya.

"Kau meninggalkan Sungmin sendirian dikamar asrama?"

"Hmm, memang kenapa?"

"Kau gila! Kau ingin membiarkannya bunuh diri?! Cepat susul dia, Cho Kyuhyun!"

Kyuhyun yang panik pun hanya menuruti perkataan Donghae tanpa tahu maksud dari namja itu.

"Ahaha.. tidak ku sangka dia akan termakan omonganku. Aku mengantuk, lagian mana mungkin Sungmin segila itu, dia tidak akan sebodoh itu. Tapi, kalau benar bagaimana?! HEY! Cho Kyuhyun tunggu aku!"

Donghae pun berlari mengejar Kyuhyun yang sudah lari duluan menuju kamar asramanya. Dengan tampang resah, Kyuhyun berlari dan terus berlari hingga akhirnya ia sampai juga didepan pintu kamar asrmanya.

Kyuhyun menutup matanya sejenak dengan kedua tangannya yang bergetar memegang knop pintu yang tiba-tiba terasa dingin itu. Kyuhyun sibuk membatin.

"Jangan lakukan apapun, Lee Sungmin aku mohon. Kalau tidak.. aku juga bisa mati."

Kyuhyun membuka pintu kamarnya dengan wajah pucat. Sekilas ia berkhayal menyeramkan tentang Sungmin yang akan bunuh diri didalam kamar mandi atau ditempat tidur sambil memegang sebotol obat, atau bahkan meloncat dari balkon kamar mereka.

Namun.. orang yang Kyuhyun cari tak kunjung jua ia temui. Keringat dingin semakin bertambah membasahi wajah pucat pasi Kyuhyun. Namja itu tampak seperti hantu yang sedang gentayangan mencari mangsa.

'Brakk..

"Bagaimana Kyu? Dimana Sungmin?"

Kyuhyun menggeleng dengan wajah pasrah, "Aku tidak tahu dia dimana hyung." untuk kali pertamanya Kyuhyun menangis dihadapan Donghae.

"Yak! Kau menangis? Didepanku?"

"Diam atau kubuang kau!"

'Dia.. dia adalah yang paling muda. Tapi, kenapa dia yang paling kurang ajar!' batin Donghae dengan wajah merengut.

'Ceklek..

"SUNGMIN!"

Kedua namja itu berlari kearah Sungmin yang kaget dengan sambutan kedua namja itu. Mereka berdua memeluk Sungmin dengan erat sampai-sampai kantung belanjaan Sungmin terjatuh dan isinya berhamburan dilantai.

"Ahh.. se-sak."

Kedua namja itu melepaskan pelukan mereka. Keduanya menghela nafas lega.

"Kalian kenapa?" Sungmin masih bingung dengan tingkah kedua namja yang sekarang berdiri dihadapannya sambil tersenyum aneh.

"Bukan apa-apa. Kalau begitu aku ke kamar ku dulu. Kebelet.."

Donghae dengan segera pergi ke kamarnya. Matanya tidak bisa diajaknya berkompromi lagi. Donghae pun tertidur setelah mengganti pakaiannya. Sungmin dan Kyuhyun masih terdiam diambang pintu.

"Sebenarnya kalian kenapa?"

Kyuhyun menggeleng, "Kau tidur saja. Aku mau kebalkon dulu."

"Tapi, Kyu! Besok kita masih ujian."

"Aku tidak peduli. Kepalaku sakit seperti mau pecah."

"Mau aku belikan obat?"

"Tidak perlu. Kau tidur saja."

"Tidak. Aku ikut denganmu."

"Kemana?"

"Kemanapun kau pergi."

"Terserahmu sajalah."

'Sreett..

'Brugh..

Kyuhyun duduk dibangku panjang yang ada dibalkon asramanya. Namja itu melepas kacamatanya lalu menutupi wajahnya dengan lengan tangannya kemudian memejamkan kedua matanya. Kyuhyun tidak tidur. Sungmin hanya diam sambil memerhatikan lekuk wajah Kyuhyun.

Tinggi, putih, tampan, pintar, dan misterius membuat Sungmin terlena dengan namja yang ada dihadapannya ini sekarang. Sungmin benar-benar gila. Tapi, detik berikutnya yeoja itu kembali teringat akan kejadiannya tadi sore menjelang malam di taman kota bersama Siwon.

Sebentar lagi namja itu akan meninggalkannya bersama dengan mimpi-mimpi indah yang selama ini ia bayangkan. Kepala Sungmin terasa pening, mungkin anemianya kambuh lagi. Tidak lama kemudian, yeoja itu pun tertidur dengan kepala yang bersender pada dinding balkon.

Kyuhyun membuka matanya saat dirinya tidak mendengar suara Sungmin yang mengatakan sepatah katapun. Kyuhyun melirik ke samping kanan, Sungmin tertidur dengan wajah yang damai. Kyuhyun segera bangkit lalu menidurkan Sungmin diatas ranjang tidur yeoja itu.

Karena merasa gerah, Kyuhyun akhirnya mandi setelah menutup kembali pintu balkon. Setengah jam kemudian, Kyuhyun keluar dari dalam kamar mandi. Kyuhyun cukup lama berada dalam kamar mandi. Yang dilakukan namja itu hanya duduk dipinggiran bathup tanpa melakukan apapun. Namja itu sedang merenungkan nasib dan perasaannya.

Kyuhyun tidak yakin kalau dia gay.. tapi, Kyuhyun yakin kalau dia sangat amat sangat menyukai Sungmin. Jadi statusnya dia sekarang apa gay? Atau normal?

Kyuhyun mematut wajahnya didepan cermin setelah ia selesai dengan ritual mandinya. Kyuhyun menatapi seluruh tubuhnya yang tidak tertutupi dengan sehelai benang pun. Kyuhyun diam, apa dia nafsu dengan dirinya sendiri? Tapi, yang ada Kyuhyun malah malu setelah memperhatikan dirinya sendiri.

Dengan segera Kyuhyun memakai pakaiannya lalu keluar dari kamar mandi sebelum hal aneh akan terjadi lagi. Saat Kyuhyun keluar kamar mandi.

'Srekk..

Sebuah kantung plastic berwarna hitam tidak sengaja terinjak olehnya. Kyuhyun memungutnya.

"Belanjaan Sungmin."

Kyuhyun memungutinya satu per satu, hingga..

"Mwo! Apa ini?!"

Kyuhyun tidak sengaja menemukan sebungkus pembalut baru. Kyuhyun kembali diam, dipegangnya barang yang cukup tabu untuk ukuran namja sepertinya. Setelah ia memungut benda keramat milik yeoja itu, Kyuhyun melirik Sungmin yang masih tertidur walaupun wajahnya sudah tak sedamai yang tadi.

Kyuhyun terduduk dipinggiran ranjang tidurnya. Karna merasa tidak puas, Kyuhyun menyalakan lampu utama kamar mereka yang semula hanya diterangi dengan lampu tidur. Kyuhyun dapat membaca dengan jelas kalau benda itu memang benar-benar pembalut. Kyuhyun ingin pingsan.

"Si-siapa yang punya benda ini?"

.

03.00 am..

Kyuhyun masih saja terjaga dengan benda keramat ditangannya. Kyuhyun menyenderkan tubuhnya didinding sambil menatap Sungmin, pembalut, Sungmin, pembalut, dan begitu terus sampai yeoja itu akhirnya terbangun.

"Kyu.."

Suara Sungmin terdengar parau karna ia baru saja terbangun dari tidurnya. Kyuhyun hanya diam, tidak menanggapi panggilan Sungmin. Sungmin yang belum sadar betul pun hanya diam sambil mengucek mata bulatnya dengan punggung tangannya.

"Sekarang jam berapa Kyu?"

"Jam 3 pagi." jawab Kyuhyun singkat.

"Oh. Kau tidak tidur semalam?"

Mata Sungmin masih saja sayu, "Tidak."

"Wae, Kyu?"

Kyuhyun diam dan malah berdiri disamping Sungmin sambil menyodorkan sekantung plastik pada Sungmin. Sungmin hanya diam sambil mendongakan kepalanya, bingung.

"Apa ini?"

"Seharusnya aku yang bertanya. Apa ini? Kau kenal benda itu?"

Sungmin yang tidak mengerti dengan arah pembicaraan Kyuhyun pun, dengan tampang polos membuka kantung plastik itu dengan perlahan. Sungmin terkejut dengan benda keramat yang sekarang berada digenggamannya.

Sungmin menutup matanya lalu membukannya dengan wajah gugup. Sungmin benar-benar tidak berani menatap wajah Kyuhyun barang sedetik pun. Malu, takut, dan gugup semua bercampur menjadi satu. Apakah ini akhir dari segalanya?

"Kyu.. aku bisa jelaskan ini semua padamu. Tapi.."

"Tapi apa? Kau menipuku dan semua orang yang ada disini!"

Kyuhyun berkata datar. Kyuhyun tidak percaya dengan kenyataan yang sekarang ia hadapi. Ujian akhir semester saja belum usai, tapi Kyuhyun sudah mempunyai masalah baru. Sepertinya kepalanya akan benar-benar meledak.

"Bukan, Kyu! Dengarkan aku dulu!"

"Kau bukan Sungmin yang selama ini aku kenal. Kau penipu!"

'Blam..

Sebenarnya Kyuhyun bingung harus senang atau malahan kecewa dengan kenyataannya yang sebenarnya. Kyuhyun memang cukup senang dengan status Sungmin yang ternyata adalah yeoja, tapi Kyuhyun merasa kecewa dengan kebohongan Sungmin. Apa Sungmin melakukan ini semua karna Siwon? Kau bermasalah dengan orang yang salah Lee Sungmin!

"Bagaimana ini?! Kyu! Tunggu aku.."

.

Matahari belum siap menyinari dunia, tapi sepasang yeoja dan namja itu malah berlari-larian tak tentu arah. Sampai pada akhirnya Sungmin tahu kalau Kyuhyun sedang menuju atap sekolah yang ternyata kuncinya dipegang oleh Kyuhyun.

Atap sekolah adalah tempat favorite Kyuhyun jika ia sedang ingin sendirian, maka dari itu namja berkacamata itu punya kunci atap sekolah milik orang tuanya itu. Sungmin memaksa masuk dengan kedua tangan yang menahan pintu atap sekolah yang didorong kuat oleh Kyuhyun agar Sungmin tidak bisa masuk.

"Kyu! Dengar kan aku dulu.. kau harus tahu apa alasanku melakukan ini semua."

"Diam kau. Apa kau ingin kubunuh sekarang juga?! Aku muak dengan penipu sepertimu."

"Baik! Kau boleh memanggilku penipu atau bahkan jika kau ingin membunuhku sekali pun.. tapi, tolong dengarkan penjelasanku dulu!"

"Ti-dak."

'Brak..

"Akhhhh!"

Sungmin terjatuh, bokongnya menghantam kuat lantai marmer yang dingin itu. Kyuhyun yang khawatir dengan keadaan Sungmin pun akhirnya membukakan pintu atap sekolah.

Kyuhyun menatap sedih Sungmin yang sedang meringis menahan sakit pada bokongnya yang keram karna ulahnya tadi. Kyuhyun mengulurkan tangannya dengan wajah tanpa ekspresi. Sungmin menyambutnya dengan senyum bahagia. Mungkin Kyuhyun akan memaafkannya.

.

Disini.. pagi ini masih dingin, matahari saja belum berani menampakan sinarnya yang terang dan menyengat kulit itu. Kyuhyun duduk dibangku panjang yang biasanya terdapat disisi kolam renang, di belakangnya Sungmin duduk sambil memijit-mijit pelan bokongnya yang masih sakit.

"Apa sakit?"

Kyuhyun bertanya tanpa menolehkan kepalanya, namja itu malah menundukan kepalanya. Sungmin menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun yang sedang duduk dibelakangnya sambil membelakangi.

"Kau mau coba?"

"Kenapa jadi kau yang marah?!"

Akhirnya Kyuhyun menoleh jua. Mata obsidiannya menatap lekat mata bulat indah Sungmin. Sungmin terdiam sejenak.

"Bukan begitu. Biar aku jelaskan sampai mati, kau juga tidak akan tahu bagaimana rasanya," jawab Sungmin polos.

"Aku sudah pernah merasakannya."

"Kau pasti sedang berbohong."

"Waktu SMP aku pernah kesini. Donghae hyung yang melakukannya. Aku tersentak lebih keras dibandingkan kau."

"Tetap saja sakit."

"Aku sampai dirawat seminggu lebih karna tulang ekorku retak karna terbentur terlalu keras dengan ubin."

"Sampai segitunya?"

"Kau mau coba?"

"Tidak, terimakasih."

"Sama-sama."

"Apanya?"

"Lupakan.."

Hening..

Kriikk.. kriikk.. kriikk..

"Kyu~ kau marah padaku?"

"Menurutmu?"

"Aku tidak tahu, makanya bertanya."

"Kalau begitu kau bodoh!"

"Jaga ucapanmu! Bagaimanapun juga aku lebih tua satu bulan dua hari darimu.."

"Kau menghitungnya?"

"Tidak juga.."

Hening…

"Kyu.. kau masih mau berteman denganku kan?"

"Menurutmu?"

"Aku tidak tahu, makanya bertanya! Kenapa kau suka sekali sih menyiksaku dengan kata-kata bodohmu itu?"

"Kau yang bodoh!"

"Hah.."

Hening lagi..

"Kau kenapa melakukan ini semua? Dan lagi.. bisakah kau konfirmasi semua ini?"

"Aku.. aku memang yeoja, Kyu. Aku melakukan ini semua karna.. karna.."

"Apa ada hubungannya dengan Siwon?"

"Hmm.. aku.. aku begini, maksudku aku mendaftar dan menjadi siswa disini juga karna aku ingin dekat dengan Siwon. Aku sudah mencintainya sejak saat kami kelas satu SMP.

Dulu sewaktu aku TK, aku berteman dengannya karna dia pernah menolongku yang hampir masuk kedalam jurang karna belajar menggunakan sepeda roda dua."

Setelah kejadian itu, aku dan Siwon berteman cukup baik. Tapi, ternyata Siwon yang masih kecil lupa ingatan karna sebuah kecelakaan bersama hyung-nya.. dan ternyata Siwon lupa akan hal itu semua. Sampai waktu itu, kami kembali bertemu di SMP, eomma-nya yang memberitahukan hal itu padaku setelah aku bertanya dan memastikannya sendiri."

"Jadi kesimpulannya kau kemari karna namja itu? Sekarang namja itu sudah menyakitimu, kau mau apa?"

"Aku ingin mati saja."

"Mwo! Kalau kau mati akan ku bunuh kau.."

"Bunuh saja, aku juga ingin mati."

"Jaga ucapanmu!"

"Hiks.. aku, aku benar-benar hancur sekarang. Aku tidak tahu lagi bagaimana dengan masa depanku. Aku bisa gila!"

Kyuhyun diam tidak berminat mengganggu Sungmin yang sedang merutuki kebodohan dan kenekatannya selama ini. Setelah stress Sungmin mereda, Kyuhyun pun mengambil alih pembicaraan mereka.

"Kau mau berjanji sesuatu padaku?"

"Apa itu?"

"Janji?!"

"Hmm, aku berjanji."

"Kalau kau mengingkarinya akan kubunuh kau!"

"Terserahmu saja lah."

"Sekolah ini adalah milik keluargaku."

"Kau bercanda lagi. Aku ingin yang serius!"

"Kalau kau menyela lagi, akan ku lempar kau dari sini."

"Ba-baiklah."

"Appa dan eomma-ku sedang sibuk meresmikan sekolah baru yang mereka dirikan di Taiwan. Sekolah ini yang menjalankannya adalah noona dan Kangin seonsaengnim teman sekaligus orang kepercayaan appa. Aku sebenarnya tidak ingin mengatakan ini.."

"Tapi, kau mengatakannya juga.."

"Ehemm.."

"I-iya, maaf."

"Aku bisa membantumu pindah ke asrama yeoja tapi dengan satu syarat. Kau harus bisa bertahan sampai kelas sebelas. Karna dalam waktu dekat ini Appa dan eomma-ku akan datang memantau sekolah ini. Kau bisa saja mati dan terkena tuntutan perihal ini semua. Kau mengertikan?"

"Ya, aku mengerti. Jadi, saat masuk semester lima aku baru bisa pindah ke asrama yeoja?"

"Ya, seperti itu."

"Terserah saja. Aku menyerahkan ini semua padamu, Kyu."

"Bagus."

Dan kemudian..

Hening Lagi dan Lagi..

"Min, ada yang ingin aku katakan padamu."

"Apa?"

"Apa kau masih punya perasaan pada Siwon?"

"Sedikit. Kenapa?"

"Apa kau menyukai seseorang selain Siwon?"

"Ada. Donghae!"

"Jujur sekali."

Kali ini, seperti ada persimpangan dikepala Kyuhyun. Ingin sekali rasanya ia menggetok kepala namja gadungan itu sekarang juga.

"Aku hanya menyukainya karna wajahnya mirip dengan Sungjin, namdongsaeng-ku."

"Hmm, yang wajahnya aneh itu yaa?"

"Enak saja. Dia tampan tahu!"

"Tampanan juga aku."

"Hmm, kau lah yang paling the best sedunia,Kyu."

"Kau berlebihan."

Kyuhyun menepuk bahu Sungmin sambil tersenyum salah tingkah.

"Hmm, aku mengaku salah."

"Kau mau aku lempar dari sini?!"

"Ishh.."

"Min.."

"Apa?"

"Min.."

"Apa?"

"Lee Sungmin?"

"APA! Kau mau ku tendang, hah?! Aku lelah Cho Kyuhyun."

"Saranghae.."

"Apanya?"

"Kau! Saranghae.."

Kyuhyun menyatukan tangannya seperti love diatas kepalanya sembari tersenyum manis.

"Hah?!"

"Apa kau tuli?"

Kini, Kyuhyun tengah memasang tanduknya karna merasa kesal dengan respon Sungmin.

'Kya~ Hentikan!' batin Sungmin sengsara.

"Aku suka kau. Apa kau sudah dengar?"

"Belum."

"Haish.. lupakan."

"Apa kau mau menciumku?"

"Kenapa begitu?"

"Biasanya, kalau orang sama-sama sedang jatuh cinta akan melakukan itu.."

"Tapi, hanya aku yang jatuh cinta padamu."

"Aku juga.."

"DENGAN SIAPA?!"

"NEO.."

Kyuhyun membulatkan kedua matanya. Lucu.

"Kenapa wajahmu aneh sekali, Kyu?"

"Apa kau bilang barusan?"

"Kenapa wajahmu aneh sekali?"

"Bukan.. yang sebelumnya."

"Hmm.. hmm.. aku juga sedang suka seseorang. Dan itu Kau!"

"Apa?!"

"Kau tuli?!"

"Mau ku lempar?"

"Begini lagi."

Akhirnya, Sungmin pun mempasrahkan diri. Terserah apa maunya Kyuhyun!

Namja itu mulai menggenggam tangan Sungmin. Ditatapnya dengan serius wajah Sungmin yang sebenarnya sedang melongo karna tidak enak ditatap Kyuhyun secara intens seperti ini. Sungmin ngeFLY sekaligus gugup.

"Kenapa menatapku seperti itu?"Kyuhyun bertanya dengan wajah kikuk. Dia juga sama gugupnya dengan Sungmin.

"Kau ileran yaa?"Kyuhyun kembali bertanya asal.

"Hah? Apa ada bekasnya?"tanya Sungmin seperti kebakaran jenggot.

"Kau ileran yaa?"

"Hahh~~ terkadang." Sungmin menghela nafas pasrah.

"Kalau begitu kita sama."

"Apanya?"

"Suka ngiler kalau tidur."

"Aku tidak mendengkur."elak Sungmin.

"Memang aku mendengkur?"

"Tidak.."

"Lalu?"

"Kalau kau tidur saja baru mendengkur," jawab Sungmin polos.

"Kepalamu mau aku benturkan ke tembok? Kenapa kau membuatku kesal?!"

"Karna kau imut, Kyu.."

"Jangan memulai."

"Aku sungguhan!" Sungmin tersenyum sambil memegang bahu Kyuhyun dengan kedua tangannya.

"Kalau begitu foto aku."

Kyuhyun memasang tampang imutnya yang sebenarnya sangat gagal itu. dia tidak imut karna dia tampan!

"Jangan dengan pose seperti itu."

"Kenapa?"

"Kau menggelikan~" ejek Sungmin sambil mengibaskan tangannya didepan wajah polos Kyuhyun.

"Kau mau aku tampar?"

"Tidak, terimakasih."

"Sama-sama."

"Apanya?"

"Lupakan, Lee Sungmin."

"Kyu…"

"Hmm.."

"Saranghae.."

"What?Jeongmall? Jinjja?"

"Sepertinya itu bait lagu, Kyu.."

"Memang. Kau pikir aku berbakat?"

"Saranghae, Cho Kyuhyun."

"Na do, Lee Sungmin."

'Chup..

Pertengkaran bag anak TK itu diakhiri dengan sebuah kecupan hangat yang diiringi dengan terbitnya matahari dari ufuk timur. Semuanya terlihat jelas. Bulir-bulir airmata Sungmin tidak akan pernah terlihat lagi karna ulah Siwon yang tanpa sengaja menyakiti hatinya.

Sekarang Sungmin sudah memiliki Kyuhyun yang akan selalu menjaganya dan melindunginya. Setidaknya Sungmin lega sekarang. Kesalahannya yang dulu tidak sepenuhnya salah. Jika cintanya akan berhujung dengan kebahagiaannya bersama Kyuhyun, Sungmin tidak akan mungkin menangisi Siwon sampai tubuhnya mengerut di bathup waktu itu.

Tapi, kalau tidak begini maka hidup seorang Cho Kyuhyun tidak akan berarti apa-apa untuk Lee Sungmin seorang yeoja nekat yang ingin mendapatkan cintanya. Ternyata cinta Sungmin hanya untuk Kyuhyun begitu pula sebaliknya.

Sekarang.. sebaiknya kita tidak mengganggu kegiatan mereka yang sedang melakukan skin ship itu. Mari melihat matahari terbit saja sebelum Cho Kyuhyun menendangmu karna berusaha menjadi seorang pengganggu.

Sampai disini dulu..

Bye.. bye..

FIN?

or

TBC?