Memory 02:

Assassin yang masih tetap di Jepang adalah Kirigaya Satoru, Kazuto dan Koichirou Yuuki. Mereka memiliki atribut yang berbeda meski mereka Assassin.

Kirigaya Satoru memiliki emblem Assassin di hoodienya berwarna putih bergaris merah, dan seragamnya berlogo Templar dan berwarna Hitam mencolok. Mirip seperti Shay Patrick Cormac saat dia membelot ke Templar. Dia memiliki kemampuan khusus, yaitu Eagle Vision.

Sementara Kirigaya Kazuto memiliki emblem Assassin yang full hitam, baik hoodienya maupun outfitnya meski di belakang leher, ada bulu berwarna silver dan dua pedang yang berada di punggungnya. Kazuto memiliki kemampuan khusus, yaitu Eavesdrop.

Yang terakhir adalah Koichirou Yuuki. Dia memiliki emblem Assasin yang full merah, baik hoodienya maupun outfitnya. Bedanya, dia mengenakan pedang dan pisau katana di sarung kanan dan kiri. Selain itu, dia memiliki kemampuan khusus, yaitu Stealth tanpa ketahuan.

Kazuto terbangun, dan dia berada di rumah sakit bersama dengan Asuna yang sedang tidur lelap di sampingnya. Dia tersenyum dan mengelus kepala Asuna yang terlihat kelelahan. Dia juga mengintip, dan tangannya dipegang oleh kekasihnya tersebut. Sesaat itulah, dia kedatangan tamu banyak sekali. Ada adiknya Suguha, Rika, Keiko, Klein, Agil, Shino dan lain-lain. Selain itu, muncul 2 orang yang dia kenal selama ini, yaitu Satoru dan Koichirou.

"Kau sudah baikan, rupanya, Kirito?" Tanya Shino.

"Tentu saja. Lagipula, aku mungkin kelelahan saja. Jadi, kalian tidak perlu sampai menjengukku," kata Kazuto tersenyum.

"Tetapi Kirito, apa kau baik-baik? Kita semua mengkhawatirkan soal kondisimu," kata Shino.

"Betul kata Shino-san. Kalau saja Kirito-san tidak jaga kondisi, bisa-bisa Asuna-san khawatir." Kata Keiko menghela napas.

"Kirito orangnya kuat! Jadi, tidak perlu khawatir. Benar kan?" kata Klein.

"Tentu saja! Papa kan hebat dalam pertarungan!" kata Yui yang dispeaker oleh Suguha.

Tetapi, Satoru dan Koichirou hanya terdiam sejenak.

"Arno Dorian."

Semua orang menolehnya dengan tatapan bingung.

"Arno Dorian? Siapa itu? Dan kau ini siapa?" Tanya Klein.

"Kazuto, apa yang kau ketahui tentang Revolusi Prancis?" Tanya Koichirou.

"Etto…aku tahunya Cuma Napoleon Bonaparte, sang Kaisar Prancis. Memangnya kenapa?" Tanya Kazuto.

Kazuto menatap Satoru dan Koichirou dengan kebingungan. Dia tidak paham pembicaraan karena mereka berdua berada di dunia yang beda.

"Kalian paham tentang Animus 2.0?" Tanya Satoru.

"Aku hanya tahu namanya saja. Katanya, server tersebut dikembangkan oleh pihak Abstergo Entertainment dan tidak bisa dibajak. Memangnya kenapa?" Tanya Shino.

Saat itulah, Asuna terbangun dan melihat Kazuto. Raut wajahnya malu, dan langsung memeluk Kazuto.

"Syukurlah kau selamat, Kirito-kun. Aku khawatir kalau kau tidak—" dia tidak meneruskan kata-katanya.

"Asuna, aku baik-baik saja. Kita sudah janji untuk terus bersama kan?" kata Kazuto tersenyum dan memegang tangannya Asuna.

Seketika, ruangannya menjadi hangat dan iri hati. Termasuk para cewek dan cowok yang lagi jomblo. Anehnya, Satoru dan Koichirou berjalan dan berbisik ke telinga Kazuto.

"Kazuto. Templar bergerak. Kau harus memakai Animus 2.0 di masa Revolusi Prancis."

Reaksinya terkejut, dan ketakutan mendengar pernyataan Mentornya sekaligus kakaknya tersebut. Kazuto tidak menyangka bahwa Templar telah melakukan selangkah lebih awal untuk menemukan manuscript dan box di sana. Dia ingin mengatakan sesuatu kepada Asuna sebelum terlambat.

"Minna-san, bolehkah aku bicara berempat? Aku, Asuna, Koichirou, dan dia?" Tanya Kazuto.

"Aku Tanya Kirito. Dia itu siapa?" Tanya Klein sekali lagi.

"Dia adalah Kirigaya Satoru, kakak Kazuto." Kata Koichirou tersenyum.

Mereka terkejut, dan Koichirou menutup dan mengunci pintunya. Dia pun memperlihatkan ekspresi serius.

"Dia adalah Mentor Assassin. Selain itu, aku dan Kazuto adalah member sekaligus penerus Assassin. Asuna, yang barusan kau hadapi adalah Templar Order. Kali ini, aku akan jelaskan semuanya kepadamu supaya kau tidak shock." Kata Koichirou menjelaskan.

Next