Disclaimer: All character belong to Tite Kubo. But this story purely mine. I don't take any profit from this work. It's just because I love it.
Warning: AU, miss-typo, ficlet collections, for #NulisRandom2015
.
Frühling;
.
.
—Spring
.
.
Chapter 6: Scandal
.
.
Dan hari-hari selanjutnya Ichigo gunakan untuk menumpukan atensi pada sosok mungil itu. Ketika ia datang di waktu-waktu tanggung sebelum istirahat, ketika ia memelototi para pria yang menatapnya penuh minat, ketika ia berjalan beriringan bersama Kuchiki Byakuya—kakak kandungnya sekaligus pemimpin utama perusahaan ini—dengan penuh senyum dan perilaku manja, juga ketika ia berlari-lari kecil untuk mencapai lift saat jam pulang sudah hampir berdentang.
Gadis itu, Rukia, pasti akan selalu datang ke kantornya, entah untuk apa. Mungkin hanya mendapat imbauan dari kakaknya. Dan jika dulu ia tak pernah melihatnya, itu karena memang Rukia jarang berkeliaran di sekitar kantor. Ia hanya akan datang dan mendekam di ruangan kakaknya. Namun, sekarang, Ichigo merasa matanya tak dapat lepas dari sosok itu. Seminim mungkin sosok itu terlihat, rasanya tak akan pernah ia lewatkan.
Ia tak tahu apa pekerjaan Rukia yang sebenarnya, karena ia tahu gadis itu tak benar-benar mengabdi pada kantor ini. Ada hal-hal di luar nalarnya yang mengatakan bahwa gadis itu memiliki kesibukan lain—yang mungkin bisa mengejutkannya.
Mau tak mau, Ichigo memasang ekspektasi tinggi untuk hal itu.
Suatu waktu, di sebuah hari yang beku di musim semi itu, Ichigo mendapat proyek yang menugaskannya untuk melapor pada Sang Atasan—Kuchiki Byakuya.
Ichigo tak terlalu sering berhadapan langsung dengan Byakuya. Pria itu memang tipe pria yang tak mudah akrab dengan bawahannya, wajahnya selalu dipahat dingin dan misterius. Hanya saja, Ichigo sering mendengar kasak-kusuk gadis-gadis di divisinya yang menggandrungi sifat atasannya itu. Entah apa yang dilihat para gadis dari wajah dingin itu, ia masih tak mengerti.
Maka, ketika ia telah berdiri di depan ruangan Byakuya dan telah bersiap untuk memutar kenop pintunya, terselip sedikit segan. Yang kemudian ia tepis jauh-jauh, toh ini adalah pekerjaan. Ia harus profesional dalam menjalaninya.
Namun, sebuah hal terjadi ketika pada akhirnya ia membuka pintu tersebut. Hal-hal yang membuat otaknya berpikir sekali lagi, kepada asumsi serta perspektif yang selama ini ia bangun terhadap seorang Kuchiki Byakuya.
Di sana, di ruangan itu, ia melihat Kuchiki Byakuya tengah bersama dengan seorang gadis mungil. Gadis yang beberapa waktu ini memenuhi segala pikiran-pikirannya.
Kuchiki Rukia.
Sedang berciuman.
.
.
tbc
a/n: thanks to Azura Kuchiki (eh kemarin ada kesalahan Mou-chan, harusnya tbc malah aku tulis end ;p tapi udh diedit, kok), Kyuugo (halo Kyuugo-san, makasih udah mampir lagi :) hehe kalau update langsung 30 takut reader-nya yang puyeng duluan hehew. Btw makasih ya udah suka xD), nchie ainie (btw ainie-san, maaf kemarin pas aku cek ternyata namamu gak muncul di a/n :( karena aku lupa hapus titiknya jadi gak kebaca pas di-publish. Gomen, ya^^), Minnie TpOOh (halo Kak Rumie hehe, iya ini diusahakan update setiap hari kok :D), stefymayu yeniferangelina (hai lagi kak stef, makasih udh mampir setiap hari ya. Insya Allah diapdet setiap hari buat suntikan semangat kak stef deh ;p /apah/), Ella mabby chan (halo Ella-san, iya nih pendek-pendek huhu. Tapi untuk chapter yang words-nya 300an ke bawah aku langsung aku update 2 chapter. Semoga masih bisa dinikmati ya^^)
Mind to give some review and concrit again? ;pThancu.
LastMelodya
