Rating : T

Genre : Romance/Drama

Cast : Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin

Warning : Fanfic ini milik saya ! happy reading ^^


.

.

.

.

"dasar gila."

Sungmin menghentikan kunyahannya, "huh? Maksudnya?"

Kyuhyun ikut menghentikan pergerakan tangannya yang tengah mengupas buah, menatap sungmin dengan poker facenya. "senyum-senyum sendiri, apa namanya kalau bukan gila?"

"Yaak…ish sembarangan! Aku senang saja kalau kamu menjengukku disini." Sebal sungmin. Dengan iseng dia melepas kacamata kyuhyun dengan cepat, dan membuat kyuhyun hampir memekik kaget.

"yak! Kembalikan!"

Namja manis itu justru menjulurkan lidahnya. "shireooo! Siapa suruh bilang aku gila."

"ck, hei aku serius, penglihatanku buram." Kata kyuhyun sambil berusaha menggapai tangan sungmin, dengan sigap sungmin menahan tangan kyuhyun.

"hei cepatlah sungmin."

"diamlah, aku berusaha mengamati wajah tanpa kacamatamu."

Kyuhyun diam dan kembali duduk dikursinya dengan wajah dongkol. Sungmin mengamati wajah kyuhyun dengan intens. Astagaaaa ! tampan sekali sih T^T, pikir sungmin. Tangannya terangkat untuk mengacak-acak rambut kyuhyun yang tersisir rapi (PS: kalo ada yang gak bisa bayangin penampilan culun kyuhyun, bayangin aja penampilan culun Ryeowook di film attack on the pin-up boys).

"yak kamu sedang apa sih?." Demi squidward yang tidak pernah memakai celana, kalau disini ada golok, maka kyuhyun akan segera menebas leher sungmin sekarang juga. Dia sudah cukup dongkol hari ini. Dimulai dari hukuman dari guru Kim, pertengkarannya dengan Mino di lapangan, dan sekarang sungmin harus menambah nilai plus dalam daftar kejengkelan hari ini.

"tampan."

Kyuhyun tersentak dari lamunanya, "huh?"

"sebenarnya kamu ini sangat tampan kyu, hanya saja kacamata dan tata rambut upay itu mengganggu."

Sedikit senyuman tergores dibibir kyuhyun. 'aku kan memang tampan,' pikirnya narsis.

"kyuhyun ada yang ingin aku katakan padamu." Sungmin kembali memakaikan kacamata kyuhyun kepada si pemilik.

"apa?"

"kamu tahu, pertama kali aku bertemu denganmu aku merasa ada sesuatu yang aneh."

"….."

"pas lihat kamu sering dibully, aku merasa ingin selalu disampingmu dan melindungimu."

"…"

"aku rasa ini terdengar sangat konyol, tapi ini waktu yang tepat untuk memberitahumu."

"..."

Sungmin dapat merasakan pipinya memanas. Oh saus tar tar, dia terlihat seperti wanita sekarang.

"kyu, kamu tahukan apa maksudku?"

"maksudmu, kamu penggemarku, begitu?"

"Yaak…bukan itu! Dasar tidak peka!" dengus sungmin sebal. Padahal dia sudah susah payah membangun suasana romantis didetik-detik pernyataan perasaanya. Tapi oh yang benar saja, penggemar? Plis -_-.

"langsung ke pointnya sungmin!"

"ayo coba tebak dulu."

Kyuhyun menatapnya dengan wajah malas. "kamu ingin menjadi…bodygardku?"

"-_-"

"pembantuku?"

"-_-"

"pelayanku?"

"-_-"

"kakekku? Nenekku? Ibuku? Ayahku? Kakakku? Adikku?"

"plis kyu, tolong yang lebih logis sedikit."

"ooooohh….anakku?! Astaga!"

O_O anak? Ayolah, apa kyuhyun benar-benar anak kebanggaan sekolah? Kenapa otaknya cetek sekali!

"bukan itu Cho Kyuhyun jeleeekk."

"lalu apa? Langsung ke pointnya saja!" kata kyuhyun sebal. Mukanya sudah sangat masam sekarang.

"AKU MENCINTAIMU BODOH!" pekik sungmin kesal. Kalimat sesederhana itu masa sulit sekali ditebak sih. Otak kyuhyun itu benar-benar cetek sepertinya.

Kyuhyun terdiam. Ia menatap sungmin dengan wajah dinginnya.

"jadi bagaimana? Kamu mau jadi ekhm ya ekhm jadi teman spesialku?" tanya sungmin malu malu kucing.

"…."

"kyu bagaimana?"

Kyuhyun tidak membalas perkataan sungmin sama sekali. Jelas itu membuat sungmin gugup. Apalagi namja tinggi itu memandanginya sangat intens.

"hei, kamu cukup jawab 'tidak' atau 'iy–"

" –iya."

"a-apa?"

"aku bilang, iya."

Sungmin berusaha keras menahan senyumnya, "maksudmu, kamu.."

"iya, aku mau." Jawab kyuhyun datar.

Sebenarnya sungmin sedikit ragu dengan jawaban kyuhyun. Orang itu menjawab 'iya' tapi dengan muka yang terpaksa dan sangat datar. Apalagi tidak ada senyuman sedikit pun dari bibir tebalnya. Tapi karna sungmin tipe orang yang positive thinking, jadi dia mengira kalau memang wajah kyuhyun yang dari dasarnya tidak punya banyak ekspresi, jadi ekspresinya seperti itu.

Senyum mengembang dengan lebar, kelewat lebar malah.

Sungmin mengangkat tangannya keatas pertanda senang, masa bodo dengan jarum infuse yang masih menempel dilengannya. "kyakya! Kupikir kamu menolakku, tapi ternyata aku diterima, kyaaaa aku senang sekali." Pemuda itu beralih memeluk pemuda tinggi disampingnya.

"nah, karna aku yang menyatakan perasaanku duluan, maka aku lah yang menjadi seme dihubungan ini." Final sungmin.

Air muka kyuhyun berubah, "enak saja! Aku tetap seme disini."

"apa? Hei seme itu dimana-mana kuat agar bisa melindungi ukenya, lihat dirimu! Kurus, kering, jelek, culun, lemah, lesu, lunglai, bahkan melindungi diri saja tidak bisa." Sindir sungmin habis-habisan.

Jleb

Kyuhyun? Yah bisa dilihat bagaimana mukanya yang pias. Jujur, dia agak tersinggung dengan ucapan sungmin yang –dengan sangat terpaksa ia akui– semuanya benar.

"aku seme, atau aku berubah pikiran untuk menjadikanmu kekasihku." Belanya tak mau kalah.

Dan pernyataan itu berhasil membuat sungmin terdiam. Hah, melawan pun tidak akan ada artinya bukan? Sungmin harus merelakan posisi semenya –dengan terpaksa– direbut oleh si otak cetek yang sialnya adalah –mulai hari ini– kekasihnya.

.

.

.

.

CEKLEK

Sunjin menoleh kearah pintu. Nampak seorang pria paruh baya tegap dengan balutan jas kantor yang elegan. Mata sungjin teralih pada koper besar yang diseret oleh pria itu.

"appa, baru pulang?"

"oh sungjin! Ne, tapi lusa appa akan pergi lagi, appa diundang ke London untuk pertemuan, setelah itu akan ke Belgia, jadi mungkin 2 minggu appa tidak di rumah." Pria itu sedikit melonggarkan ikatan dasinya. Matanya sedikit memperlihatkan keheranan saat melihat penampilan sungjin yang rapi.

"ingin kemana?"

"ke rumah sakit, appa." Ujar sungjin sembari mengikat tali sepatunya. Setelah selesai, dia berdiri menghadap tubuh tegap ayahnya. "Sungmin hyung masuk rumah sakit kemarin, dan sekarang aku ingin menjemputnya karna hari ini dia boleh pulang, appa mau ikut?"

Sorot mata itu berubah dingin, dia membalikkan tubuhnya bermaksud menuju kamarnya, "apa peduliku?" kakinya mulai melangkah.

"kenapa? Dia itu juga anakmu." Langkah itu berhenti ketika mendengar perkataan putra bungsunya itu.

"sejak kematian Sungrin, anak sialan itu bukan lagi anakku."

"sampai kapan pun, anakku hanya dua, kau dan Sungrin." Lanjutnya sebelum tubuh itu masuk ke kamar.

Sungjin menatap nanar punggung ayahnya yang mulai menghilang. Ini sudah bertahun-tahun, apa sebesar itu benci kedua orangtuanya pada Sungmin?

"bukankah dari dulu kau memang tidak menganggapnya anakmu, appa?"


.

Sungmin berlari tergesa-gesa mencari namja berkacamata yang sejak kemarin adalah kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.

Matanya menangkap sosok namja yang tengah berjalan dikoridor dengan mata yang tertuju pada buku yang entah apa itu."Yaaakk Kyupil!"

Kyuhyun tidak mengubris.

"Kyupil! Tunggu aku, hei!" pekiknya keras. Sungmin merutuki kaki Kyuhyun yang panjang hingga langkahnya besar-besar.

Dengan cepat dia berlari menyusul kyuhyun dan berdiri didepannya, hingga Kyuhyun menghentikan langkahnya."Yaaaaaaaaakkk tuli! Aku panggil berkali-kali tidak nengok-nengok."

Namja tampan itu justru terbengong-bengong sambil celingak-celinguk tak jelas, "kamu memanggilku?"

"oh tidak! Aku memanggil dewa kegelapan!." Jawab sungmin ketus. Bicara dengan Kyuhyun memang harus mengeluarkan tenaga dalam.

Kyuhyun memutar matanya malas, "oh" Dan namja itu kembali melanjutkan langkahnya.

"yak! Kamu ini ngeselin banget sih, kyupiiiiilll!."

"kyupil Siapa?"

Sungmin mengambil nafas dalam-dalam, mencoba bersikap selembut mungkin,"tentu saja itu kamu, kyupilku sayang~."

"namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun, bukan kyupil."

"itukan nama panggilanmu dariku, sayang." Sungmin mengeluarkan tatapan berbinarnya.

"berhenti bilang 'sayang', terdengar menjijikan jika kamu yang ucapkan."

Sungmin mengerucutkan bibirnya, "ish dasar muka datar! Kamu ini kekasihku bukan sih? Jangan salahkan aku, jika aku mencari seme baru." Oh ngambek rupanya.

"terserahmu saja lah."

Mata sungmin membulat. Terserah? Oh tuhan, mengapa ada orang macam kyuhyun? Jika kyuhyun bukan kekasihnya, maka kyuhyun sudah berakhir dengan kepala botak karna sungmin jambak.

"baik!"

SREET

Dengan gerakan tiba-tiba sungmin menarik seseorang yang kebetulan berjalan disampingnya itu dan menggandeng tangannya, jelas itu membuat orang itu terjengkit kaget.

"kyupil! Lihat ini!" kyuhyun menoleh kebelakang. Matanya membulat saat melihat sungmin menggandeng tangan pria lain. Apa sungmin benar-benar berniat mencari seme baru?

"hahaha bagaimana? Ayo kenalkan ini calon seme baruku."goda sungmin. Dia tidak sungguh-sungguh untuk mencari seme baru, itu hanya sekedar menggoda kyuhyun. Kkk~

Orang itu kaget mendengar perkataan sungmin. Seme?, "maaf tapi aku–"

"hei kamu kan masih menjadi kekasihku."

"siapa peduli? Habis kamu datar banget jadi orang."

"permisi, aku –." Lagi lagi omongan orang itu terputus.

"mana bisa seperti itu?! Putuskan aku dulu baru cari yang lain." jengkel kyuhyun.

"terserah aku dong, lagipula dia masih jauh lebih baik daripada dirimu!."

"maaf mengganggu, tapi aku –."

"YAAAK! Kamu berkata seolah kamu mengenalnya saja."

"eh? Yak ! aku memang mengenal –."

"YAAAAAAKKKK !." teriak orang itu kesal. Sontak kyuhyun dan sungmin langsung terdiam.

"ekhm, maaf karna mengganggu acara bertengkar kalian, tapi biarkan aku perkenalkan diriku dulu." Ujar orang itu.

"oh ya silahkan, agar si kyupil jelek ini tahu kalau kau yang terbaik." Kata sungmin senang.

Kyuhyun menatap orang itu malas. Sungguh membuang-buang waktu.

"Amber imnida, aku dari kelas 10C, dan aku seorang WANITA."

TWITCH

Perempatan muncul dikening sungmin. Wanita? Oke, sungmin harus sesegera mungkin mencari tempat sampah terdekat untuk membuang mukanya. Malu!

"Pfffftttt….bwakakakakakkak." kyuhyun terpingkal geli mendengarnya, apalagi melihat muka sungmin yang masam.

"k-kau wanita? Tapi bagaimana bisa? Penampilanmu seperti…"

"apa ada masalah jika wanita berpenampilan seperti ini? Lagipula apa matamu buta? Jelas-jelas aku pakai rok, masih saja dianggap pria." Cetus amber kesal dan segera beranjak dari sana.

"ahahaha, makanya jangan sok kenal, dasar kelici jelek bwakakakak." kyuhyun memegangi perutnya yang terasa geli.

Sungmin tidak membalas. Oh Tuhan, dia malu sekali T^T. dia juga sanagt kesal mendengar suara tawa nista Kyuhyun yang menertawakannya. Astaga! Ingin sekali sungmin menjahit bibir seksi itu.

Tiba-tiba hening.

Sungmin mengangkat kepalanya saat tidak mendengar tawa kyuhyun lagi. Alisnya mengerut saat melihat kyuhyun yang tegang ditempatnya.

"kyu kamu kenapa?"

"yoona." Lirih kyuhyun. Matanya tetap menatap satu objek. Mata sungmin mengikuti arah pandangan mata kyuhyun. Dan disana, terlihat yoona yang diseret paksa oleh mino menuju belakang sekolah. Jadi dari tadi kyuhyun melihat yoona dan mino? Kenapa sebegitu seriusnya?

Belum otaknya memproses apa yang terjadi, seketika tubuh kyuhyun berlari dengan cepat kearah yoona dan mino, meninggalkan sungmin dengan sejuta pertanyaan.

.

.

.

TBC


makin ngawur ya? -_-

maaf banget readersdeul. maaf ya kalau makin ngawur.

maaf juga karna beki lama update, beki banyak tugas yang mencekik T^T.

dan gomawo untuk readersdeul semua. maaf kalau reviewnya gak bisa beki bales satu-satu. makasih juga buat silent readers, makasih yang udah review dan baca ff ini. *bow*

sampai jumpa di chap depan ! bye~ ^^