Author : Ha..halo ini update ku, chapter ke 5. Yah, aku mengeluarkan sedikit OC monster karena hampir sama tempat tinggalnya XD dan ada sedikit misteri (sedikit...) mohon review nya ya ^^

I don't own grand chase and KOG

Chapter 5 : The Hell Hound Cerberus

Keesokan harinya…

.

.

Pagi yang begitu merah, angin sepoi-sepoi bertiup di sekitar rumah Rufus dan ayahnya. Cahaya bulan (anggap ini matahari di underworld ) bersinar, dan menyinari melewati celah-celah kecil pada kamar di mana Rufus tidur.

Karena sinar yang menyilaukan mengenai wajah Rufus, ia pun terbangun. Ia mengusik matanya yang sepet, dan melihat sekelilingnya. "Ini… bukan kamar ku.","Di mana aku?" tanya nya pada dirinya sendiri.

Lalu seseorang masuk ke dalam kamar tersebut, respon Rufus kaget mengetahuinya dan bersembunyi di dalam selimut karena takut akan monster yang akan muncul lagi. "Rufus! Kau sudah bangun !?" teriak seseorang dan langsung melompat ke atas tempat tidur. Rufus terkena tekanan orang itu, lalu ia melihat seseorang yang menindihnya ternyata adalah ayahnya.

"A…ayah?! Apa yang ayah lakukan. Uff… berat sekali…." Katanya terengah-engah. "Ups… maafkan ayah ya. Ahaha.. ternyata kau sudah sadar ya setelah kejadian kemarin." Kata ayahnya lega sambil mengelus-elus kepala Rufus. "Kejadian kemarin? Memangnya ada apa dengan kemarin?" tanya Rufus terbingung-bingung.

"Lho…lho… kau tidak ingat kejadian kemarin?" tanya ayahnya memastikan. "Tidak.. yang kuingat hanya ayah sedang pergi, dan aku bermain dengan Rexion." Jawabnya dengan pasti. "Baiklah… ya sudah kalau begitu kamu tetap tidur dan istirahat saja dulu ya. Ayah akan ke dapur untuk membuat makanan dulu." Kata nya lalu turun dari kasur dan berjalan keluar kamarnya.

"Maaf ayah, aku harus berbohong. Aku tidak mau ayah marah karena aku telah menggunakan senjata ayah." Kata Rufus bersalah lalu tertidur.

Sementara di dapur…

"Hmm… ayah tahu kau sebenarnya menyembunyikan kejadian kemarin. Tapi ini sungguh di luar dugaan, senjata itu tidak menolak demon biasa. Aneh sekali…" kata nya sambil memotong daging hydra kecil.

"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Rufus kemarin?" tanya seekor naga. "Oh.. kau Rexion. Hmm… yah, bagaimana cara menjelaskannya ya? Yah intinya Rufus membunuh monster itu." Katanya menjelaskan. Rexion yang mendengar perkataan 'dia', tidak percaya dengan yang ia dengar, "ti..tidak mungkin. Bagaimana cara ia membunuh monster itu?!", "Hmm… aku juga sebenarnya tidak percaya melihat kejadian itu, tapi kejadian itu nyata." Rexion pun terdiam.

Sementara di kamar ayahnya di mana Rufus tidur…

"Aku bosan, aku ingin keluar dulu ah…" katanya lalu ia turun dari tempat tidurnya dan hendak keluar kamar ayahnya, sebelum ia menyentuh pintu tiba-tiba "Ugh… badan ku.. sakit sekali…" katanya sambil memegang badan. Lalu ia berjalan lagi sampai keluar dari rumah.

"Hmm… aku ingin melakukan sesuatu hal yang menarik, tapi apa? Huft…" gumamnya, tiba-tiba terdengar suara anjing di sekitar dekat pohon itu, lalu Rufus berjalan mendekati pohon itu. "Whoa… hewan apa ini? Kepala tiga?" Katanya kebingungan, lalu duduk dekat dengan anjing itu. "Bark..bark..bark…" , Rufus kaget mendengr gonggongan itu.

"Whoa… kau ini makhluk apa? Hmm…anak an-jing ya ?" kata Rufus menebak-nebak. "iya lah masa kucing dasar kau bodoh." Kata anak anjing itu menjawab. "ouh…Eh ?! kau bisa bicara ?" tanya Rufus penasaran sekaligus kaget. "Tentu saja, nak. Aku ini anjing istimewa tahu." Jawab anak anjing itu.

"Istimewa? Apa karena kepala mu yang ada tiga dalam satu badan itu?"

"Yah, bisa di bilang begitu. Tapi ada yang lebih istimewa selain di lihat dari fisik."

"Ada yang lebih istimewa selain dari fisik? Apa itu?"

"Sigh… kau ini ternyata masih lugu dan polos ya. Kau punya orang tua?"

"Iya, aku punya ayah. Ada apa memangnya?"

"Apa ayahmu pernah memberitahu ke istimewaan ku? Dan juga siapa ayah mu itu?"

"Ayahku tidak pernah memberitahu apa-apa tentangmu, dan ayahku adalah seorang bounty hunter."

Anak anjing itu sempat shock mendengar kata-kata yang baru saja di ucap Rufus. "Ada apa? Kenapa kamu diam saja?" tanya Rufus pada anak anjing itu. "Err… tidak ada apa-apa. Oups… maaf ya aku harus pergi sekarang. Mengenai yang barusan, kita bicarakan lain kali saja." Katanya sambil berlari pergi.

"Kok… sigh, ya sudah baik aku kembali ke rumah saja." Katanya, lalu bangkit dan berjalan ke rumahnya. Setelah sampai di rumahnya, "dari mana saja kamu Rufus ? " tanya sang ayah pada Rufus. "A…ku habis jalan-jalan keluar sebentar." Jawabnya. "Ouh… begitukah? Bagus, ayah takut kamu ada apa-apa." Jawabnya dengan lega.

"Oh iya, ayah tadi aku bertemu dengan anak anjing yang aneh." Kata Rufus, "anak anjing yang aneh?" katanya dengan kebingungan. "Iya, anak anjing tapi berkepala tiga." Jawab Rufus.

"A..anak anjing berkepala tiga?!" jawab ayahnya dengan sedikit terkejut. "Iya… aneh kan?" kata Rufus. Ayahnya hanya terdiam, "ayah? Ada apa ayah?" tanya Rufus penasaran. "anak anjing berkepala tiga, jangan bilang…".

"AYAH !" teriak Rufus, "Whoaa… kenapa kamu teriak-teriak?" tanya nya sambil menutup sebelah telinganya. "Kenapa ayah terdiam saja? Apa ada sesuatu ?" tanya Rufus dengan cemas. "Ngg… ayah baik-baik saja kok. Ayah ingin keluar sebentar ya, tolong jaga rumah." Katanya lalu langsung pergi keluar. Rufus hanya terdiam melihat ayahnya pergi, "sebenarnya ada apa dengan ayah?"

Sementara itu…

"apa yang sebenarnya makhluk itu lakukan di sekitar sini? Apa mungkin ada jiwa yang kabur?" gumamnya.

.

.

.

Di suatu tempat, tepatnya di sebuah gerbang underworld.

"Huft… lelahnya dalam wujud anak anjing ini, harus berlari dari jarak yang sangat jauh untuk kembali ke sini." Keluh anak anjing itu. Lalu ia berjalan kea rah gerbang itu, "tunggu! Berhenti kau di sana!" teriak seseorang. Anak anjing itu menoleh kebelakang dan langsung tersenyum.

"wah..wah… kukira siapa yang memanggil, ternyata kau Bounty hunter." Jawab anak anjing itu. "Cih… tidak perlu basa-basi, sekarang apa tujuan mu tadi ke tempat kawasan dekat rumahku? Cerberus." Tanya nya pada anak anjing itu dengan nada sedikit kesal.

"Fufufu… " lalu anak anjing itu berubah menjadi anjing berukuran besar dua kali lipat. "… tujuan ku ke kawasan mu karena aku merasakan hawa yang sangat mengerikan dan aneh." Jawab Cerberus. "Hawa mengerikan dan aneh? Apa maksudmu?" bentaknya pada Cerberus. "Khe… hawa yang akan menjadi seorang bounty hunter yang memiliki blue flame di tangan kirinya, dan akan bersama seorang anak."

"Bounty hunter yang memiliki blue flame dan bersama seorang anak?!" kagetnya tak percaya. "Iya… "jawab Cerberus dengan senyum sinis,"… dan Bounty hunter bersama dengan anak itu, akan mengincar jiwa anak dari keluarga crimson river." Ia pun hanya terdiam mendengar perkataan Cerberus.

"Apa benar, anak mu itu pernah menyentuh soul airbiter?" tanya Cerberus pada dia. "Khe.. dari mana kau tahu mengenai itu?!" respon dia dengan nada sedikit kesal. "Hmm… sudah kuduga, memang sepertinya ada yang aneh dari anak itu." Jawab Cerberus, "apa maksudmu ? Ada apa dengan anak saya?!", Cerberus menjawab, "tidak ada apa-apa, sekarang aku harus menjaga gerbang ini, sebelum jiwa-jiwa yang tidak tahu diri keluar." Kata Cerberus lalu ia masuk ke dalan gerbang underworld.

"Sebenarnya, siapa bounty hunter yang ia maksud dan apa hubungannya dengan Rufus?" kata nya terbingung-bingung. Lalu berjalan pulang.

Sementara itu, di sebuah ruangan di balik gerbang underworld…

"Khe…khe…khe… tak kusangka, ternyata akan ada penerus bounty hunter. Tapi…."

Cerberus pun diam sejenak, lalu ia menghela nafas dan berkata, "… bounty hunter itu akan membenci 'dia' termasuk anak blue flame itu."

Setelah kembali ke rumah…

"Ayah sudah pulang!" teriak Rufus dan berlari ke arah ayahnya, "ayah sebenarnya ada apa dengan anak anjing itu?" tanya Rufus pada ayahnya. Ia menjawab "sebenarnya, umm… kau ingin tahu kan ke istimewaan anak anjing itu?", Rufus menjawab "tentu saja, aku penasaran ayah."

"Anak anjing yang kau temui itu sebenarnya adalah makhluk atau monster penjaga gerbang underworld." Katanya pada Rufus, "namanya Cerberus, anjing neraka berkepala tiga. Dia jadi anak anjing hanya ingin menyamar, aslinya sangat besar."

"Hee?! Jadi keistimewaannya itu? Kerennn…." Kagum Rufus, "aku ingin melihatnya."

"Tidak boleh…" jawab nya dengan singkat. Rufus menjawab dengan rasa kecewa "kenapa ayah? Aku kan ingin tahu…", "Terlalu berbahaya Rufus. Anjing neraka itu adalah makhluk peliharan Hades. Dia mirip seperti clan Haros. Dia menjaga dan mengurung jiwa yang berdosa."

"Hmph… padahal aku ingin tahu seperti apa anjingnya." Ketus Rufus. "Sudahlah, jangan begitu. Saat kau jadi bounty hunter nanti, kau akan bisa melihat anjing itu."

"Begitukah?! Baiklah!" teriak Rufus dengan gembira lalu berlari kea rah kamar nya.

Sementara itu 'dia' masih berpikiran mengenai ucapan-ucapan yang di katakan Cerberus, "Bukannya bounty hunter hanya aku? Dan juga memiliki blue flame. Tapi….", "siapa bounty hunter yang di maksud oleh Cerberus, penerus bounty hunter? Dengan seorang anak? Ugh… aku bingung.

Sementar di kamar Rufus…

Rufus berdiri di dekat pintu, sambil menundukan kepalanya. Lalu ia teringat akan kejadian kemarin. "Rasanya, kejadian itu… seperti bukan aku yang membunuhnya. Tapi… aneh." Lalu ia mengangkat kepalanya, "sebenarnya apa yang terjadi dengan ku?"