.
.
.
.
.
IM – POV
Disini kami sekarang, bukan. Buakan di hotel Lavender tempat biasa kami memadu kasih, tapi disini. Di taman kota.
Angin malam benar-benar melengkapi suasana hati kami yang dingin.
"Kita ahiri semuanya" Aku beranjak dari bangku taman tempat ku duduk
"Jangan seenaknya sendiri " Dia berujar dingin mengikuti langkah ku
"Kalau kau bisa seenaknya sendiri ..., kenapa aku tidak?" Aku tersenyum meremehkan sambil berjalan pergi
"Kanapa kau keras kepala sekail !" BI mulai emosi dan menarik pergelangan tanganku
"Lepas Saeng..., kau menyakiti Hyung. " Aku memberanikan diri
"AKU BUKAN DONGSAENG MU !" dia makin emosi
"Aku lelah berdebat dengan mu Kim Hanbin , lepaskan aku..!" kutarik tangan ku kasar
"Tak peduli apapun alasanya. Kau tetap kekasihku. Hubungan kita tidak berahir, dan tidak akan pernah berahir." Dia berujar dingin
"Terserah apa katamu. Mulai detik ini kita berahir. Aku kakak mu dan kau adalah adikku. Jangan ganggu aku lagi !" Tak ku hiraukan makian dan teriakan darinya
"Shiiit...kembali brengsek !" kudengar ia makin mengamuk
Sebenarnya aku tak tega, aku bahkan tak sanggup hidup tanpanya. Namun aku hanya ingin merubah semuanya. Semua kesalahan yang telah terbuat dan kehancuran yang telah melintas.
.
.
.
BI – POV
Sial, sekarang apa yang harus aku lakukan. Changkyun benar-benar brengsek. Bagaimana bisa dia membuang ku seperti ini.
"Maaf tuan, kedai kami sebentar lagi akan tutup..." kudengar suara pelayan kedai menegurku dengan halus.
Yah walau setengah tidak sadar tapi aku masih mampu membaca sekitar.
"Heem" Gumamku berlalu pergi membawa dua botol minumanku yang belum habis.
Aku merasa melayang , badanku serasa terbang saat berjalan , ku rasa aku benar-benar sudah mabuk. Tak kuhiraukan umpatan pejalan kaki yang kutabrak kanan dan kiri.
Sampai aku merasa berguling dan meluncur bagai roket.
Wuuuzzzzz
.
.
.
Normal – POV
Drrrrrtttttttt...
Drrrrtttttttttt...
Sebuah panggilan mengusik istirahat namja tampan yang sedang meringkuk didalam buntalan selimut.
"Aiiisshhhh Jinnjaaa." Dengan kesal pemuda yang ternyata adalah Jinhwan menjawab panggilan teleponya
"Ye..." Dengan jengkel dan tidak sopan Jinhwan mengangkat telepon
("...")
"Mwoooo? A-a-apa? Di-dimana?" Jawabnya terkejut
("...")
"Ah baik pak, terimakasih saya segera kesana . " Ahir jinhwan
Tanpa berlama-lama Jinhwan menyabet jaket dan masker menuju lokasi penelpon.
.
.
Sesampainya di tempat , jinhwan berlari memasuki kantor polisi di dekat kawasan elite.
"Selamat malam pak, hos...hos...hos..., saya kerabat Kim Hanbin ...hos...hos." Jinhwan berujar sambil mengatur nafas.
"O..., ya. Ke arah sini nak." Jinhwan mengikuti langkah polisi yang memandunya.
"Kami menemukan dia tergelundung di tangga trotoar, memang tak parah mengingat tangganya Cuma 4 tingkat. Namun kau harus tetap membersihkan lagi lukanya. " Jelas pak polisi yang menolong Hanbin
"Terimakasih Pak. Maaf atas kekacauan yang dibuat teman saya." Jinhwan menunduk sopan
"Yah, aku tahu jiwa muda memang selalu bergejolak. Tadi ada seorang kakek yang bilang melihat mayat. Maka kami kesana untuk evakuasi. Dan yah, yang kudapat adalah seorang idol tengah terkapar karna tergelincir...Astaga" Polisi setengah baya itu memegangi kepalanya
"Hehehe... maafkan dia pak." Jinhwan seakan sangat malu
"Hah, baiklah ini sudah hampir pagi anak muda. Bawa rekan mu pulang dan bilang padanya untuk tidak membuat kekacauan. Kalian ini kan public figure, tolong beri contoh yang baik di masyarakat." Nasehat polisi
"Baik pak,saya mengerti. Maafkan kami... kalau begitu, saya undur diri. Terimkasih banyak." Pamit jinhwan menyeret tubuh terpejam BI berlalu pulang.
.
.
.
Sesampainya di dorm Jinhwan membanting tubuh BI.
"Hah, Sialan, kau membuat ku malu setengah mati " Maki Jinhwan pada Hanbin yang belum sadar.
Klontaaaaang...
Terdengar suara berisik dari dapur dan jinhwan pun mendengar itu.
Dengan gerak kaku pemuda yang kerap di sapa Jinan itu menggerakkan lehernya untuk menegok ke belakang.
Dengan komat kamit gaya tidak cool nya , jinhwan mulai melangkah ke sumber suara.
"Tuhan lindungi aku, berkahi aku, amankan aku, jika ingin menghukum, hukum saja leader babo ku...hgkjluyfhhkjioiolkllllll" Dumel nya tak jelas
Brugggggg...
Klontaaaaaaaaang...
"Puwaaaaaaa..."
"Aaaaaaaaaaa..."
Teriak tak jelas mulai sahut menyahut dari dua insan berbeda tinggi badan saaat mereka bertabrakan ketika saling mengintip.
"Oh Astaga..., bibirku..." Ratap seseorang yang lebih tinggi
"Kau membuat ku terkejut Chef..." Jinhwan menegur Yoyo yang menjatuhkan pancinya.
"Kau lebih membuat panciku terkejut hyung,..." Yoyo tak ingin mengalah rupanya.
"Arrggkkk..., dahiku." Jinan mengelus jidatnya.
"Untung hanya bibir ku yang kena jidatmu..., bagai mana kalau panci itu..!" Tunjuk Yunyheong pada panci yang tergeletak dilantai kemudian memunggutnya.
"Bukan bibir mu, tapi gigimu, ini sakit sekali kau tahu." Rutuk Jinan
"Setidak nya bukan gigi Jiwon..." Jawab yunyeong acuh.
Jinhwan mulai ngeri membayangkan gigi Bobby yang hinggap di keningnya.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Jinhwan mengalihkan pembicaraan.
"Aku? Aku masak..." Jawab Yoyo polos
"Pagi pagi begini? " Tanya Jinhwan kaget. Ayolah ini masih pukul 04.00 pagi. Dan para member bangun pada pukul 08.00 pagi.
"Tentu saja hyung, ini sudah kebiasaan . Dan Hyung, apa yang kau lakukan? " Tanya balik Yoyo
"Hah, kau tahu Leader kita yang tampan itu ? Dia hampir menjadi mayat " Jawab Jinhwan Horror
"Mwo? Maksut hyung?" Yoyo bingung
"Tanya padanya saja, akau ingin istirahat." Jinhwan tak mengubris chef di IKON itu dan memasuki kamarnya
Yoyo hanya bisa melongo menyaksikan tubuh kaku Hanbin diatas sofa yang entah masih bernafas atau tidak (eh?)
.
.
.
Siang menjelang, namun nampak aneh bagi para member Ikon karna ulah sang Leader yang hanya mengurung diri di kamar.
"Hyung" Chanu menoel noel lengan June yang tengah memasang wajah bengong serta blo'on
"Aiiissh panas sekali" Donghyuk mengibar ngibaskan celemek Yoyo di depan mukanya (Tak ada kipar eoh)
"Hyuuung, June hyung kenapa?" Bisik Chanu pada Donghyuk
"Dia Syok" Jawab Donghyuk
"Syok kenapa hyung?" Tanya Chanu polos
"Kau tahu-..." Perkataan Donghyuk terpotong
"Tidak" Chanu menyela
"Yak ! Dengarkan dulu (Pletak)" Donghyuk kesal
"Wataaauuuuu" Chanu memegangi kepalanya yang kena jitak
"IM Changkyun-.., "
"Dia manis" Sela Chanu lagi
"Yak , jangan potong omongoan ku !" Donghyuk menjewer Chanu
"Aaaauuu, ne ne . Ada apa dengan Changkyunii?" Chanu melepas tangan Donghyuk
"IM Changkyun, yang manis itu, yang baik itu , yang montok itu. Dia adalah kakak kandung Hanbin hyung " Donghyok menjelaskan dengan nada lambat yang mampu membuat bola mata Chanu membulat sempurna
"MWOOOOOO!" Teriak chanu
"Aiiisshhh, kau mau membuat telingaku tuli eoh ! (Plak)" Kali ini Donghyuk menggeplak kepala Chanu
"Auuuu hyung, Yang benar saja ! Hyung jangan menyebar gosip !" Chanu seakan tak percaya.
"Kau tak percaya pada ku? Aku bahkan mendengarnya dengan telingaku sendiri." Donghyuk berujar sok misterius
"Oh ya? Benarkah ! Ceritakan hyung ! ceritakan !" Chanu nampak antusias.
"Hah, baiklah. Jadi tadi pagi saat disuruh Jinan hyung mengambil baju kotor di kamar nya, aku melihat June menguping. Lalu aku ikut saja menguping di depan pintu, siapa tahu ada bahan gosip untuk di jual ke member Winner. Dan setelah itu.., BOM . Hanbin hyung bercerita pada Bobby hyung kenapa dia sampai teler di jalan." Donghyuk bercerita dengan dramatis nya
"La-la-lalu June hyung jadi seperti itu?"Tunjuk Chanu pada June yang masih bengong songong
"Ne" Angguk Donghyuk mantap
"Wah, bukankah ini bagus hyung. Dengan begitu, peluang kita mendapatkan IM akan semakin besar." Changkyun menaik turunkan alisnya
"Berani coba? Silahkan coba kalau mau punya adik ipar seperti Hanbin hyung. Pasti sebelum malam pertama kepalamu sudah hancur." Sindir Donghyuk pedas
"Aiiish..., Sial" Chanu baru menyadari kenapa June menjadi seperti itu.
"Lalu bagaimana hyung?" Tanya Chanu lemas
"Apanya yang bagaimana?" Tanya Donghyuk babo
"Cara mendapatkan IM lagi huweeeee. Ini akan lebih sulit dari sebelumya" Chanu mengusap kasar wajahnya
"Terserah kau saja" Jawab Donghyuk acuh
"Kau mau kemana hyung?" Tanya Chanu spontan saat melihat Donghyuk meninggalkanya dengan June yang melongo masih kesurupan.
"Tentu saja merawat Hanbin hyung, dia kan sedang tidak enak badan. Siapa tahu dengan berbuat baik padanya aku akan di jodohkan dengan kakak semata wayangnya itu. Oh my sweety Changkyuniii I'm Coming.." Jawab Donghyuk ngawur tanpa perasaan
"YAK! Dasar tukang tikung !" Chanu tak terima, apa-apaaan itu. Modus pada BI untuk kepentingan diri sendiri. Bukankah mereka adalah 'Trio Rusuh' yang selalu berbagi satu sama lain (?)
Hey ingatkan Chanu dia pernah memacari IM untuk dirinya sendiri.
Hahaha
.
.
.
"Benarkah Hanbin bicara begitu padamu?" Jinhwan tak yakin
"Sumpah hyung. Saat aku memapahnya kekamar, Hanbin bilang begitu. Walau dia mabuk. Tapi aku tahu dia berkata jujur. Dia bahkan menagis." Bobby meyakinkan
"Pantas saja sampai seperti itu." Jinhwan mengusap muka kasar mengingat betapa memalukanya saat tengah malam BI mabuk di jalan
Tanpa berkomentar, Jinhwan menlanjutkan kegiatanya memasukkan pakaian kotor ke mesin cuci. Mereka sedang ada di ruang cuci kalau kalian ingin tahu.
"Sejak awal, Aku memang kurang setuju kalau Hanbin berpacaran dengan Changkyuni. Hanbin itu kan sangat kasar, sedangkan changkyun, dia manis sekali." Bobby menerawang sambil memejamkan mata dan memeluk tanganya sendiri
"Euuuhh menjijikkan, hapus air liur mu itu !" Maki Jinhwan
"Aiiishh hyung, kau ini. Memang benarkan yang ku katakan? Changkyun itu, tidak pantas dengan Hanbin, tapi pantasnya dengan aku , Wataaaauuuu" Bobby memegangi kepalanya yang kena seplak Jinhwan
"Kau ingin wajah mu hancur seperti wajahku dulu?!" Pertanyaan sekaligus pernyataan Jinhwan membuat Bobby kecewa
"Hyuuung, mereka kan kakak-adik. Jadi sah-sah saja kan kalau aku merebut IM" Bobby melotot
"Kau belum merebutnya saja Hanbin sudah seperti itu. Apa lagi kalau sampai Changkyun dimiliki orang lain. Bisa bisa korban bertebaran dimana mana." Jinhwan memberi penjelasan
"O-mo-na" Bobby mengeja dengan wajah horror. Membayangkan BI membantai siapa saja yang berani menyentuh IM-nya
"Aku sangat mengenal Hanbin , sudah bertahun tahun aku hidup dengan nya. Bahkan sudah ku anggap sebagai adikku sendiri. Hanbin bukan orang yang mudah menerima kenyataan. Dia keras, nekat dan bodoh. Aku justru khawatir dengan Changkyun." Jinhwan menerawang.
.
.
.
Normal – POV
Pagi hari dorm Monsta nampak riuh..., ya seperti biasanya
Ada yang sibuk menyiapkan makanan...(itu sudah pasti kihyun)
Ada yang sibuk merusuh di dapur ...(itu Minhyuk yang bergelayut di pinggang Kihyun)
Ada yang sibuk melamun...(itu Canghyun yang hanya mengaduk aduk susu nya)
Ada yang sibuk mencari ulat...(itu Leader Hyunwoo yang menyirami tanaman )
Ada yang sibuk tertawa sendiri...(itu Jooheon yang mengutak atik ponselnya)
Ada yang sibuk berebut kaos kaki...(itu Hyungwoon dan Wonho sedang tarik ulur kaos kaki yang entah milik siapa sebenarnya)
"Sampai kapan kau seperti ini?" Tanya kihyun jengah dengan Minhyuk yang terus memeluk pinggangnya dari belakang
"Sampai ahir hayatku." Jawab Minhyuk ngelantur dan meremat sesuatu di antara selangkangan kihyun dengan tangan kiri, sedangkan yang sebelah kanan mengelus-elus dada montok Kihyun.
"Aaawwwwww...aiiissshhhh" Minhyuk mengangkat satu kaki nya yang diinjak Kihyun sambil meraung.
"Jangan manja Hyuk-ah !. Shownu Hyung sarapan siap, berhenti menyiksa ulat !. Joo letakkan ponsel mu dan cepat kemari !. Kalian berhenti berebut, nanti kaos kakinya melar !. Kyuniii habiskan susunya, jangan melamun saja!" Tegur kihyun menyadarkan membernya yang kebanyakan miring sambil menyusul IM yang sudah siap di meja makan.
Lantas membuat Minhyuk cemberut namun dengan cepat duduk di sebelah kakasihnya yang menyiapkan piring.
Shownu mencuci tanganya dan bergabung di meja makan
Jooheon menaruh Ponselnya dengan tidak rela di dekat TV
Hungwoon dan Wonho membanting kaos kaki melar itu dan menuju meja makan
Sedangkan Changkyun?
Oh... dia sepertinya tak mendengar perintah sang Umma. Masih tetap mengaduk susu di atas meja makan.
Makan pagi dimulai dengan doa yang dipimpin sang Appa dan acara suap-supan sang Umma dengan anak yang merangkap sebagai kekasihnya (read Minhyuk).
Namun fokus kihyun terganggu saat mendapati sang anak bungsu yang sedari tadi tak juga menyantap makananya.
"Changkyuniii." Kihyun memanggil
"..." Tak ada jawaban
"Changkyuniiii ." Kihyun mengulang
"..." Dan tetap tak ada jawaban
"Changkyun, IM changkyun !" suara kihyun mulai terdengar seram di telinga para member. Baiklah, mungkin kesabaranya sudah mulai habis.
"Ssttt...pusstttt..." Jooheon menyenggol lengan IM yang duduk di sebelahnya sambil melirik sang umma takut.
"Eheeemm...ehhheeeemm..." Shownu iku membantu namun naas, si-maknae tak sanggup mendengar deheman sang Appa.
"I-M...I-M..." Wonho berbisik patah patah dari kursi seberang
"Maknae-ya..." Hyungwoon menendang kaki IM yang duduk diantara dirinya dan Jooheon
Namun usaha mereka terlihat sia-sia tatkala kihyun beranjak dari kursinya untuk menghampiri Changkyun.
Tatapan waswas dapat terlihat dari mata para member kecuali satu orang, siapa lagi kalau bukan si-biang kerok Lee Minhyuk.
Minhyuk terlihat senang saat akan ada teman yang senasib dengan nya. Senasib kena injak dan changkyun mungkin akan kena gampar, begitu batinya. Dia akan senang kalu ada member yang jadi korban amarah sang umma.
Sambil memasang senyum miring di wajahnya, Minhyuk makin semangat menyaksikan langkah kihyun yang menghampiri IM. Namun senyum itu luntur karena..,
"Kyuniii, ada apa urri maknae-ya?" Tanya kihyun kalem tak sesuai harapan Minhyuk
Wao... bagus sekali, tadi kakinya di injak. Dan sekarang dia dicueki karena maknae tercinta ini...,
Sebenarnya siapa kekasihnya disini? Begitulah batin seorang Lee Minhyuk
"Aaahhh..., " IM tersadar dari lamunanya
"Wae? ada masalah maknae-ya?" Tanya Kihyun dengan senyum hangatnya
"Um...uh..." Changkyun terlihat kelabakan antara malu karena menahan tangis
Kihyun yang menyadari ada kejanggalan pada anak bungsunya, segera memberi isyarat pada Hyungwoon untuk pindah posisi.
Dengan tak rela ahirnya hyungwoon berpindah duduk diantara Minhyuk dan Wonho, ingat dia masih jengkel dengan wonho.
"Yak...yak...yak... apa apaan ini !" Minhyuk seakan tak terima akan keputusan kekasihnya
"Ssstttttt..." Shownu menunjukkan jarinya didepan bibir memberi isyarat agar Minhyuk diam
"Kyunii, jika ada masalah, bicara pada umma ne.." Kihyun mengelus kepala IM
"Umma... itu...a...aku-" perkataan IM terputus.
"Ummaaaaaa...," Suara berat Jooheon mengalihkan perhatianya
"Ne..." Ucap kihyun datar
"Mereka berebut kacang..." Tunjuk Jooheon pada kedua orang yang sedang adu sumpit memperebutkan kacang panjang, benar-benar persisi seperti saat mereka berebut kaos kaki tadi pagi (Read Hyungwoon-Wonho)
"YA TUHAN KALIAN BERDUA HENTIKAAAAAAANNNNN...!" Teriak Kihyun keras
Dan yaaaaaah..., acara makan pagi di dorm Monsta X berjalan dengan meriah, Aniia...
.
.
.
.
.
Normal-POV
"Euuunngghhh...aaahh..." Erangan keluar dari mulut pemuda yang masih memejamkan mata.
Dan namja satunya, yang menjadi tersangka lenguhan itu pun masih setia meremati pantat seseorang yang tadinya tertidur pulas.
"Kukiiiiii ,ayo bangun, bangun chagiiii..., jangan tidur terus..., nanti hyungii jadi ingin meniduri mu lho " Kim Taehyung pelaku pelecahan seksual itu terus meremat pantat dan tangan satunya sudah bergerilya di depan meraba bagian selangkangan jungkook yang tidur tengkurap.
"Aiiissh hyuuuung...aaaaaah..." Jungkook mendesah sambil membalik badanya
"Bangun chagiiii..., ini sudah sangat siang..., kau bahkan melewatkan sarapan. Apa kau tak lapar?" Tanya V bertubi tubi sambil mengecupi wajah setengah merajuk Jungkook.
Awalnya hanya mengecup, namun kecupan tak mungkin bisa membuat alien di BTS itu puas. Dengan lembut ia mencium mata, hidung kemudian bibir milik maknae. Bukan hanya mengecup, tapi mulai menjilat, melumat dan menyedot bibir plum kebanggaan golden maknae.
Berangsur angsur jungkook mendapat kesadaran , dia mengedip ngedipkan matanya polos
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
Empat detik...
"Berhenti bersikap tak jelas dan MENYINGKIR DARI TUBUHKU HYUUUUUUUUNG..!"
Buuuughhhh...
Bruuuaaakkkk...
Grooobraaaakkkkk...
.
.
Baiklah kita tinggalkan pasangan Tanpa status itu dan beralih di ruang tengah
Tampak dua namja sedang menontot TV dengan saling menyender .
Buuuughhhh...
Bruuuaaakkkk...
Grooobraaaakkkkk...
Kedua nya terdiam dan saling tatap
"Kau mendengar sesuatu?" Tanya seseorang yang menjatuhkan kepalanya pada pelukan pria berambut cepak
"Tidak..." Jawab sang lawan bicara yang ternyata Namjoon
Jin, namja yang menyandar pada Namjoon pun tak banyak bicara dan menyuapi sang kekasih dengan keripik kentang.
Mereka melanjutkan acara menghayati Telenovela sebelum...
"Jin hyuuuuung, dimana alat pencukurnya! " Hoseok atau yang biasa di panggil Jhope pun datang dari kamar mandi dengan busa gel yang masih tersangkut di dagunya.
"Astaga ya Tuhan. Hopiii apa-apan kau ini !" Kaget Jin melihat Jhope yang sudah mirip dengan Santa Claus
"Euuuuwww Menjijik kan." Maki Namjoon.
"Mana pencukurnya hyung?" Jhope seakan tak peduli.
"Hah, hyung tidak tahu." Jin menghela nafas jengkel dengan kelakuan membernya
"Leadernim." Jhope mencoba merayu leader
"Terahir Yoongi yang pakai." jawab Rapmon acuh
.
.
Tanpa basa basi Jhope memasuki kamar Suga
Braaaaaaaakkkkk...,
"Hyuuuuuung diman- OMMO!. APA YANG KAU LAKUKAN PADA ANAK KECIL HYUUUUNG ?" Mata Hoseok membola
Mera saling diam , menatap satu sama lain, sampai...,
"JIN HYUUUUUUUUUNNGG...!" Teriak Hoseok panik
Glodak...,
Praaaaanngkkkk...,
Suga dan Woozi hanya bisa melongo melihat Jhope yang berlari keluar kamar mereka mengabaikan guci kesayangan suga yang sempat di tendang Jhope .
Baiklah, mungkin terlihat lebai memang jika mendengar teriakan manusia absurt barusan. Namun bukan Jhope yang keterlaulan. Mungkin kau juga akan berteriak ketika melihat keadaan kamar suga sekarang.
Kursi yang terjungkal...
Meja berantakan...
Dan kertas berserakan...
Namun tunggu, bukan itu yang membuat Jhope berteriak kesetanan. Namun sesosok manusia diatas meja yang kini sedang ditindih suga dengan keadaan mengangkang, baju kebesaran yang kancingnya sudah terbuka, dan celana yang entah tandas kemana.
Lalu jangan lupakan posisi yang tentu tak terlewat mata jhope yaitu woozi mendongakkan kepalanya, sedangkan suga menjilati dada bocah pendek itu.
.
.
.
Krriiiiiikkk...
Krrriiiiiiikkkkk...
Krrrrriiiiiikkkkkk...
Suasana di ruang tengah begitu sunyi sebelum Rapmon membuka suara
"Jadi, apa yang akan kau jelaskan untuk kesalah pahaman ini hyung? "
"..." Tak ada jawaban, suga masih tetap pada wajah datarnya tanpa memperdulikan semua mata yang tertuju padanya
"Yoongi." Jin mulai bersuara
"Bocah sialan itu menghancurkan guci ku." Suga menatap Jhope sengit yang kini bersembunyi dibalik badan Jimin.
"Kami tidak sedang membahas itu,Tapi apa yang sudah kau lakukan pada bocah Lee itu." Rapmon berujar dingin melirik woozi yang merungsek di pelukan jungkook.
"Lalu bagai mana dengan guci ku...!" Suga kembali bertanya tegas
"Kita bahas nanti...!" Rapmon tak kalah tegas
"Yoongi Hyung...? Apa benar kau sudah melecehkan Woozi hyung?" Jungkook makin mengeratkan pelukanya pada woozi
"Kukii diamlah." Jin memerintah
"Sudah kubilang ini salah faham, kenapa kalian BEBAL SEKALI...!" Suga terlihat emosi
"Hyu...hyung...hyungdeul kumohon jangan marah... i...i...ini... ini benar benar salah faham. Aku terjatuh dari kursi dan ...dan Yoongi hyung memeriksa dadaku yang terbentur...se...se...seperti itu. Sungguh...ka...kami...kami tak melakukan apa pun...umh..." Woozi nampak kesulitan mencari alasan.
"Mwooooo...! Tidak... tidak hyung..., tadi aku benar benar meilhat Yoongi hyung mengemut dada wo- Waaaaattaaaaauuuuhhhhhh." Teriak Jhope saat botol air mineral bekas Jin melayang mengenai hidung nya
"OMMOOO Hopiii hyung!" Jimin nampak terkejut saat Suga melempar botol yang masih terisi air tepat ke wajah Jhope
"Aaaahhhh..." Jhope hanya bisa merintih dan memegangi wajahnya saat merasakan darah segar keluar dari hidungnya
Woozi terkejut, begitu juga dengan yang lain. Jin tanpa basa basi langsung menggiring Jhope ke dalam kamar dan mengobati membernya itu.
"Kukiii, antar teman mu pulang." Perintah Rapmon masih dengan memandang tajam Suga
"A...a...apa...hyung. Ta...tapi..." Woozi terlihat salah tingkah menahan tangis
"Tolong jangan kembali sebelum suasana menjadi tenang wooziya." Rapmon memandang teduh member seventeen itu
Brrrraaaaakkkkkk...
Dan dentuman keras dari pintu kamar yang dibanting suga menjadi ahir dari perbincangan member BTS disertai Rapmon yang menyusul Jin ke kamar Jhope.
"Biar ku antar." Taehyung berkata dingin sambil menyambar kunci mobil
"Hyung, aku ambilkan baju dan celanaku dulu ya." Jungkook bergegas mengambilkan woozi pakaian yang layak. Ayolah baju kebesaran milik suga membuatnya seperti penggoda iman. Dan jangan lupakan celana kependekan yang membuat kesan seperti woozi tak memakai bawahan.
.
.
.
Didalam mobil Taehyung hanya bisa menahan emosi menyaksikan sang pujaan hati yang tengah menenangkan woozi.
Bagaimana tidak cemburu saat kau mengantar dan mereka duduk di belakang seakan-akan kau adalah supirnya.
Lalu posisi itu, aiiisshhh apa-apan itu...
Begitu batin Alien BTS ini.
"Kokiii...a...aku... aku tak mau pulang." Woozi masih merengek dalam pelukan jungkook
"Hyung, kau tahukan keadaan sangat buruk." Jawab Jungkook membelai rambut halus woozi
"Tapi aku takut kukiii." Woozi memejamkan mata , bayangan Mingyu yang tersenyum menyeramkan terlukis di benaknya.
Woozi makin mengeratkan pelukanya , kepalanya kian merungsep pada perpotongan leher jungkook. Ia benar baner takut rupanya.
Hingga tanpa sadar meremat kemeja jungkook sampai menembus dada bocah Jeon itu dan membuat Jeon Jungkook melenguh.
"Eeennngggh, Jihooniii hyunggg eng..." Tangan Jungkook yang mengganggur meremat paha woozi dan membuat nya tersadar
"Ah, mi...miane." Woozi bergeser menjauhkan badanya dari Jungkook. Merenungi kesalahan saat sekilas mendapat tatapan tajam Taehyung yang terpantul dari kaca depan mobil.
Ia benar benar tak sadar bahwa tadi wajah Jungkook sangat dekat denganya. Bahkan bibir Jungkook hampir menyetuh telinganya.
Jungkook hanya tersenyum dan memegang tangan woozi untuk digenggam kemudian diremat halus tangan kecil itu. Sesekali ia juga menciumi punggung tangan mungil Woozi.
Pemandangan menyenangkan yang jungkook terima tentu tak luput oleh mata elang seorang Kim Taehyung.
Menggeram..., dan menancap gas sekencang mungkin agar cepat sampai tujuan itulah yang Taehyung lakukan.
-Tbc-
