Different Prince chapter 6

Cast : Zhoumi

Henry Lau

Lee Donghae

Choi Siwon

Hangeng

Kim Heechul

Cameo : Tiffany Hwang

Jessica Jung

Kim Youngwoon

Park Jungsoo

Genre : Romance, Yaoi, GS for Heechul & Jungsoo

"Appa tak menerima interupsi. Setelah ini kau harus menjemput Jessica.." Hangeng memutuskan dengan mutlak.

Zhoumi hanya bisa menelan rasa kesalnya bulat-bulat. Kadang dia membenci sikap tegas sang ayah di saat seperti ini.

Normal PoV

"Henry ? Kau dimana ?" teriak Donghae saat masuk ke apartemen Henry.

"Di kamar, hyung...!"

Donghae buru-buru menyusul Henry ke kamar. Sebenarnya apa yang membuatnya tergesa-gesa seperti itu ?

"Ada apa, hyung ?" tanya Henry.

Donghae mengerutkan kening saat melihat keadaan kamar Henry. Kamar yang biasanya rapi dan nyaman sekarang berubah berantakan bak habis diterpa angin tornado.

"Kau sedang apa ?" tanya Donghae.

Henry tak menjawab, ia hanya menunjuk koper besar yang terbuka lebar.

"Menyiapkan baju untuk di Cina ?" Donghae mencoba menebak. Dan Henry mengangguk cepat, menandakan jawaban Donghae tepat.

"Menyiapkan baju kenapa harus membuat berantakan seluruh kamar ?" pikir Donghae.

"Oh iya, tadi kenapa hyung terburu-buru ?"

Donghae menjentikkan jarinya, teringat tujuan awalnya dia datang ke kamar Henry. "Tadi Siwon telepon, dia bilang kita harus menemui Tan Sajangnim."

"Me, menemui Tan Sajangnim ?" Henry terlihat gugup.

Donghae hanya tersenyum samar melihat kegugupan Henry. "Iya. Tan Sajangnim mungkin ingin membicarakan jadwalmu di Cina nanti."

"Oh, begitu ya..." gumam Henry. Wajahnya kembali tertunduk lesu.

"Ayo semangat, Henry..." Donghae menepuk-nepuk punggung Henry.

"Ne, hyung..." jawab Henry.

Normal PoV end

Zhoumi PoV

Aku memandangi tumpukan paper bag berlabel butik-butik kelas atas itu. Siku tanganku hampir tidak bisa ditekuk karena terlalu lama mengangkat tumpukan tas ini.

"Apa dia mau memakai semua baju ini ?" gumamku pelan.

"Gege, ayo kita ke butik sebelah sana." Jessica muncul dari ruang ganti, dan sudah membawa tas belanja yang lain lagi.

"Aku tunggu di mobil saja ya, aku lelah." sahutku. Memang benar aku sudah sangat lelah, bayangkan saja kau membawa tas belanja sebanyak ini sendirian.

"Aniyaa.. Tan ahjussi bilang kau mau menemaniku..." Jessica mulai merajuk. "Sebentar lagi selesai kok..." lanjutnya.

"Kau sudah mengatakan hal yang sama setengah jam yang lalu, nona." sindirku.

"Ayolah, gege... Ini benar-benar terakhir kok..." Jessica mulai menarik-narik lengan jasku.

"Aiisshh.. baiklah baiklah...!"

Yeoja itu memang tak terkalahkan.

.

.

.

"Kemana saja kau, Tan Zhoumi ?" aku baru saja meregangkan ototku, appa tiba-tiba masuk ke ruanganku. "Apa kau lupa ada meeting sore ini ?" lanjutnya.

"Silahkan tanyakan pada menantu kesayangan appa. Dia belanja seakan tak ada hari esok." aku berusaha menahan kesal.

Bagaimana aku tidak kesal, semua badanku sakit karena berdiri dari pagi, sekarang aku disalahkan karena telat menghadiri meeting.

"Kau kan bisa mengajaknya cepat pulang." elak appa lagi. Aku hanya menghela napas kasar.

"Sekarang apa appa bisa menolak keinginan eomma belanja dan mengajaknya cepat pulang ?" tanyaku sambil melirik ke arah appa. Sedangkan appa terlihat salah tingkah.

"Aku lelah, aku mau istirahat." aku melangkah keluar ruangan.

Tadinya aku ingin istirahat di ruanganku, tapi appa malah datang menyusul. Sepertinya pulang ke rumah ide yang tidak buruk.

Zhoumi PoV end

Henry PoV

Aku memandang tiket keberangkatanku. Sebentar lagi aku dan Donghae hyung akan berangkat ke Cina, entah kapan kami akan kembali ke Korea.

"Henry ? Kau sudah siap ?" Donghae hyung datang menyusul dengan membawa dua gelas minuman.

"Ne. Hyung sudah selesai menelpon eomma hyung ?" aku menerima minuman dari Donghae hyung.

"Sudah. Eomma kaget saat kubilang akan berangkat hari ini. Bahkan beliau ingin menyusulku ke bandara sekarang, padahal sebentar lagi kita berangkat." jawab Donghae hyung.

"Hahaha.. senangnya punya eomma seperti eomma hyung." sahutku.

"Tapi kau juga sudah kabarkan orang tuamu ? Orang tuamu sedang di Kanada kan ?"

Aku mengangguk. "Aku mengabarkan orang tuaku setelah mendengar keputusan Tan Sajangnim malam itu. Mereka bilang bulan depan akan kembali ke Korea, sedangkan kita tidak tahu kapan akan kembali kesini..." aku tersenyum miris.

"Kupikir Tan Sajangnim tidak akan selamanya menyuruh kita tinggal di Cina." Donghae hyung terdiam sejenak, menyesap minumannya. "Sekarang namamu cukup diperhitungkan di dunia modeling Korea. Aku yakin sekarang Tan Sajangnim sedang kerepotan menghadapi para wartawan." lanjutnya.

"Memang keberangkatanku tidak wajar kan.." aku mengerucutkan bibirku. Donghae tertawa pelan, lalu mencubit pipiku.

"Ish, kenapa kau suka sekali mencubitku sih, hyung ?" aku mengelus pipiku yang sedikit perih.

"Salahkan pipimu yang bulat minta dicubit itu. Sudahlah, ayo kita siap-siap. Kita harus segera masuk ke pesawat." Donghae hyung berdiri dan memeriksa bawaannya.

"CHINA, I'M COMING...!" aku hanya tersenyum melihat sifat kekanakan Donghae hyung.

"Gege, aku berangkat... Jangan selingkuh ya..." bisikku pada udara sekitar, berharap suaraku tersampaikan pada Mimi ge.

Henry PoV end

~To Be Continued

Author's Note~~

Chapter 6 updatee... ^^v

ceritanya makin kesini makin absurd ya. hahaha...

Mohon dimaklumkan, aku masih calon penulis yg baru belajar. Soal ide cerita juga mohon maaf kalo ada sedikit kemiripan dengan cerita lain. Hehehe... ^^

Bales review dulu ya~~

Tyahra Lau : Hahaha, iya. Tunggu waktu aja chullie eomma berubah jadi evil eomma... XD

Gomawo reviewnya pembaca setia... ^^~

Rnine 21 : Disini Hae aku bikin manja, kalo nanti Henrynya rada 'miring' bisa berantakan rumahnya... XD

Nanti deh aku bikin Henry jadi gila #plaakk

Gomawo reviewnya pembaca setia... ^^~

Terharu deh sama Tyahra Lau & Rnine 21, kalian selalu sempetin buat review ff absurdku ini... *lap ingus pake kaos teukie oppa*

Jangan bosen2 review ya chingu... ^^

Segitu aja deh bawelannya aku, mohon review kalian ya, karena review kalian penyemangatku buat terus update. Gamsahamnida... ^^~

With love,

Teuki's Angel (Min Hyorin)