Negara Iblis. Suatu Negara diluar 5 negara besar yang memiliki kekuatan militer penuh kekuatan, yang disokong kegelapan. Negara ini terletak di semenanjung Yuhi, bagian ujung timur Negara petir. Memiliki dinding-dinding raksasa yang mengelilingi negaranya, serta 5 kota besar yang menyokong 5 sektor perkembangan Negara. Memiliki 1 kota pusat yang dikelilingi 3 lapis dinding tebal yang dijaga pasukan penjaga ibukota yang dipenuhi aura kematian.

Negara Iblis memang kelam. Tanpa aura kehidupan dan memiliki suasana yang mengerikan. Malam harinya selalu dihiasi kabut, karena berjuta-juta pohon raksasa dari hutan primer menghiasi gedung-gedung kelam kota. Siang harinya selalu dirasakan hawa dan iklim dingin, bukan dingin penuh kesejukan yang menenangkan hati, tetapi dingin mencekam yang selalu menusuk tulang dan membuat perasaan bergetar ketakutan.

Walaupun dipenuhi aroma mengerikan, sesuai dengan namanya, Negara Iblis sangat amat maju. Fkctor utama kemajuan dari Negara ini adalah pariwisata budayanya, di mana para pengunjung atau turis sering pergi ke kota Akki, Ibukota Negara Iblis, untuk memakai jasa-jasa para peramal di sana. Wisata peramalan di Negara Iblis sudah terkenal di seluruh dunia Shinobi, dan hanya yang paling beruntung saja yang bisa diramal oleh sang Ratu.

.

.

.

Naruto menatap datar Ratu tersebut. Perjamuan yang mewah itu mengantarkannya menatap mata indah itu. Wajah tanpa ekspresi bagai boneka hidup, dengan rambut pirang pucat yang sesuai dengan mimik sang Ratu. Ratu Shion, di perjamuan mewah kunjungan Uzukage itu, berhasil membuat sang pemimpin muda terpana.

Naruto by Masashi Kishimoto

The Uzukage by Doni Ren and Icha Ren

This Story for Naruto Lovers, and for Anella Gathra

Pairing : NaruShion

Rate : T+

Genre : Adventure, Romance

Warning : Typo, Abal abal, Gajeness, Kacau, Tata Kata Aneh Aneh, OOC, DLL

Normal POV

Naruto POV

Shion POV

Strong n Smart!Naru

Older!Naru

Older!Shion

.

.

.

"Tanpa berpikir panjang, kau akan jatuh ke jurang kehancuran"

Sang Ratu Negeri Iblis, Shion

Chapter 6

Battle Area Naruto Vs Seven-Sword Shinobi Kirigakure, 17 Oktober

Naruto POV

Tersudutkan. Satu kata yang tidak pernah aku dapatkan dalam sejarah pertarungan yang telah aku lakukan. Berada dalam situasi yang membuatku benar-benar tidak percaya pada kemampuanku sendiri. Frustasi akan keadaan yang ada, dan hanya bisa mendengar semiliran angin yang sepertinya kasihan dengan wajah kemuramanku.

"Segelnya lepas."

Aku melirik ke arah Zabuza dan dia memandang kedua tangannya seperti orang bodoh. Aku kembali menatap langit dan kenangan bersama Shion kembali menghampiri kepalaku. Ah, kenapa aku mengenang sang Ratu saja, kenapa aku juga tidak memikirkan desaku? Padahal di sisi yang sama, Shion dan Uzushiogakure berada dalam situasi berbahaya.

"Pendapat anda, Yondaime Uzukage?"

Mangetsu memberikan pertanyaan tidak penting kepadaku. Apa yang ingin dia dengar? Ingin benar-benar merendahkan atas kegagalanku. Tidak.

Aku belum gagal.

"Apa Yagura-sama bilang jika racun yang membuat tubuhnya lumpuh bisa membuat mulutnya tidak bisa berbicara juga?"

"Mungkin tidak seperti itu, Jinpachi. Racun itu hanya untuk menghentikan pergerakannya. Mungkin Kage muda ini sudah tidak dapat bekata apa-apa lagi…dia gagal sebagai pemimpin."

Mendengar kata kegagalan sebagai pemimpin dari mulut Ringo membuatku geram. Angin kembali menerpa tubuhku. Sepertinya mentertawakan apa yang ada di hatiku.

"Tunggu apa lagi, si Uzumaki ini telah membuatku gosong seperti masakan Jinin-"

"Hei topeng sialaan, Ringo yang membuatmu gosong, dan kenapa kau mengomentari masakanku heh?"

"Itu salahmu karena terlalu bodoh, Kushimaru."

"Apa katamu Ringo?! Kau perlu kuajarkan menggunakan pedang Kiba-mu hah?!"

"Heh, aku tidak perlu diajarkan ninja psikopat tolol sepertimu."

"Hehehe, aku setuju. Aku setuju dengan Ringo."

"Sialan kalian berdua-"

"Cukup!"

Aku melirik ke arah Zabuza. Aku dapat melihat guratan di dahinya. Juga sinar matanya. Suatu ekspresi kepuasan akan kemenangan. Dia terlihat tersenyum dari balik perban di mulutnya itu.

"Bagaimana Yondaime Uzukage, sebenarnya aku ingin mencincangmu. Tetapi melihat keadaanmu yang menyedihkan, khekhekhe…" Zabuza menghempaskan pedangnya di dekat telingaku. Aku dapat mendengar dentuman suara dan merasakan butiran-butiran tanah mengenai daun telingaku.

"Aku tak akan memenggal kepalamu dengan keadaan yang menyedihkan itu. Sebenarnya aku ingin membunuhmu dalam pertarungan sejati antar pria, apalagi kau baru menikah, khekhekhe…"

"Aku masih bisa."

Hening.

Jawabanku membuat semuanya hening. 7 ninja pedang Kiri itu terdiam. Mereka menatapku dengan sinar mata keterkejutan. Semilir angin kembali menghampiriku, menggelitik kesejukan di sekitar tubuhku, seperti mendukung untuk terus menjadikan totalitas kekuatan sang Uzukage.

"Kau bilang apa-"

"Aku masih bisa."

Mereka benar-benar tergerak. Tergerak dengan raut wajah terkejut. Aku tersenyum tipis. Tidak dapat menahannya.

Jangan salah, kalian harus ingat. Kalian sedang berhadapan dengan seorang ninja yang telah berhasil menjadi Uzukage saat masih muda. Kalian sedang berhadapan dengan seorang Uzukage yang disegani oleh 5 desa besar. Kalian sedang berhadapan dengan seorang Uzukage yang digelari prodigy Uzumaki. Kalian sedang berhadapan dengan seorang Uzukage yang telah berjanji menjaga desa dan istrinya.

Dan kalian berhadapan dengan seorang Uzukage yang baru menikah, yang akan mengamuk ketika acara bahagianya dikacaukan, bahkan oleh seekor semut sekalipun!

"Kalian tahu kenapa aku disegani oleh 5 Kage lainnya dan rakyatku merasakan kenyamanan bila di dekatku?"

"Karena kau kuat heh? Pasti karakter pertama di cerita-cerita hero mengatakan dirinya seperti itu."

Aku tersenyum tipis memandang Kisame. Dengan segenap kekuatan, aku memacu semangatku agar bisa berdiri. Berdiri tegak di depan 7 ninja bayaran tersebut.

"Kuat dari diri sendiri bukan alasan utama seseorang menjadi kuat…" aku membayangkan wajah para Uzumaki yang tersenyum bahagia, wajah penuh dukungan dari Yahiko, ekspresi formal ala Konan, muka mesum Nagato, Sara yang selalu ceria, Karin yang cerewet, para dewan Uzu, para pendeta, dan dia. Dia yang membuatku selalu berdiri di atap kantor jam 1 dini hari dan memandang rembulan malam dengan wajah bodoh. Dia yang selalu membuatku mimpi "aneh" di malam hari. Dia yang selalu menghantui pikiranku, membuat konsentrasiku dalam mengatur segala aspek desa menjadi kacau.

Dan sekarang, jika dia dan aku yang bahkan belum sehari menikah harus dipisahkan. Apakah itu tidak bisa dirasakan sebagai perasaan yang amat sangat sedih. Suatu bayangan yang benar-benar menyakitkan?

"Tetapi," saatnya menunjukkan taring yang muncul dari pusaran Uzumaki, yakni kekuatan sang Kage "…Kekuatan yang membuatku disegani dan memberikan rasa aman dan nyaman adalah… KARENA ADA ORANG-ORANG KUAT DI SEKELILINGKU!"

Aku dengan sekuat tenaga melawan efek racun itu. Sarafku terasa sakit. Sakit yang benar-benar ingin membunuhku. Tapi itu kulawan, kulawan agar gelar Kage bukanlah suatu gelar bodoh yang kudapatkan karena ayahku ingin mewarisinya kepadaku. Tetapi gelar Kage ini adalah benar-benar bukti de facto bahwa aku harus menjaga rakyatku dan orang-orang yang kusayangi!

Aku membuang segala keputusasaanku, segala pemikiran negatif yang menjalar di kepalaku. Jika aku tak berdiri dan hanya kalah karena racun ini, maka aku tak akan mampu tersenyum sombong di depan sang Ratu Negara Iblis sambil menasehatinya tentang ilmu kepemimpinan!

Sumi-Kyo nomor 7, Hayaide, aku panggilkan kekuatan itu untukku!

"Yondaime Uzukage, sampai mengeluarkan Sumi-Kyo. Kau terdesak heh? Apa musuhmu terlalu kuat untuk kau lawan dengan rantai-rantai Fuin-mu?" Hayaide bertanya dengan senyuman mengerikan di mulutnya. Cheetah dengan kulit kuning jingga dan corak hitam itu memberikanku tatapan aneh.

"Maaf Hayaide, memanggilmu dalam situasi ini, semua tubuhku terasa sakit. Aku melawannya agar saraf-sarafku yang telah dilumpuhkan dengan racun bisa kembali memfungsikan dirinya."

"Jadi, kau ingin aku memaksakan sarafmu dengan menambah kecepatanmu?"

Aku menggerakkan handseal, mentransfer chakraku ke Hayaide yang masih berada di mindscape-ku dan dia merealisasikannya di dalam tubuhku. Sumi-Kyo adalah sepuluh kekuatan yang digambarkan dalam 10 binatang yang mewakili kekuatan mereka masing-masing. Sumi-Kyo merupakan gabungan Fuinjutsu-Ninjutsu yang disatukan dalam arah hubungan timbal balik; di mana 10 binatang itu adalah 10 binatang peliharaan Rikodou Sannin, hasil dari pecahan buah yang dimakan Kaguya dan bukan menjadi bagian dari Juubi. 10 kekuatan yang disegel dengan Fuinjutsu itu tidak diturunkan untuk para Uchiha maupun Senju, tetapi untuk para Uzumaki.

"Perubahan chakra ini, i-ini adalah…"

Terlambat untuk kalian menyadarinya.

"CEPAT BUNUH DIA! UZUKAGE SIALAN ITU SUDAH MENGELUARKAN KEKUATAN YANG PALING DITAKUTKAN, BAHKAN 5 KAGE SEKALIPUN MENGATAKAN KEKUATAN INI SANGAT MENGERIKAN!"

Tampaknya tempat ini akan menjadi puing-puing kehancuran…


Normal POV

Bagai Cheetah yang lapar memburu mangsa. Uzumaki Naruto, Yondaime Uzukage termuda yang dijuluki sang Prodigy Uzumaki menghempaskan tubuh Jinpachi Munashi yang berteriak tidak karuan hanya dengan pukulan ke arah bawah tangan kanannya. Tubuh pemegang pedang Shibaki itu terhempas ke tanah, terseret beberapa meter dari areal jatuh tubuhnya, dan meninggalkan bekas seretan tubuhnya yang tercetak jelas. Pedangnya terlempar 8 meter dari tubuhnya. Mata Ringo yang biasa tenang dan kalem terbuka lebar. Dia segera memutar pedang Kibanya ke langit dan siap dengan jutsu Raiton: Ikazuchi no Kiba-nya. Namun gerakan Naruto yang lebih cepat dari petirnya menerjang kepala Ringo hingga tubuh sang pemegang petir Kiba tersebut terhempas ke kanan dan terbenam di dalam tanah dalam posisi samping. Darah segar mengucur dari telinga kiri Ringo yang baru saja ditendang oleh Naruto.

"A-apa-apaan serangan brutal itu, Kushimaru-san, Jinin-san. Kita bertiga harus menyerang dia secara-"

"Kalian terlalu banyak berbicara…"

Naruto sudah berada di belakang ketiganya dan mengangkat tangannya yang dipenuhi chakra Uzumaki. Mangetsu sempat membuat pedang Hiramekarei-nya membesar dengan chakranya dan menahan pukulan Naruto ke arahnya. Jinin melayangkan palunya ke kepala Naruto. Naruto melompat ke belakang dengan sekali lompatan, dan secara tiba-tiba serta berkecepatan tinggi, Uzukage muda itu kembali melompat ke depan mengarahkan pukulannya dari atas menuju ubun-ubun kepala Mangetsu. Tiga ninja Kirigakure itu kini berada dalam posisi hampir sejajar, hanya Kushimaru yang berada dua tapak lebih depan dari Mangetsu dan Jinin. Dia segera melemparkan pedang Nuibari-nya yang sudah dijaga dengan benang menuju paha kiri sang Uzukage. Naruto melirik sekilas pedang Kushimaru dan secara cepat dia melirik ke arah Jinin yang mengkombinasikan pedang Kabutowari (kapak tumpul) dan palu-nya. Mangetsu segera menghilang dengan tubuh airnya dan bergerak cepat ke belakang Naruto. 2 serangan dari kiri dan kanan, serta gerakan penyerangan Mangetsu membuat posisi Naruto berubah terpojok.

"MATI KAU, UZUMAKI SIALAAAAN!" teriak ketiganya penuh amarah. Naruto tersenyum tipis. Dia tiba-tiba memutar tubuhnya seperti bor dan dengan bersamaan mengangkat kaki kirinya dan memindahkan arah tusukan pedang Nuibari dengan sentuhan telapak kaki kirinya. Pedang itu melesat ke arah tubuh Mangetsu yang perlahan-lahan berubah menjadi bentuk manusia. Naruto bergerak cepat menggenggam gagang pedang Hiramekarei dan melayangkannya ke arah Jinin.

TRAAANG! Dua pedang berbahaya bertemu. Kabutowari dan Hiramekarei beradu dengan dentingan yang ganas. Mangetsu tidak dapat bergerak cepat mengambil pedangnya karena kakinya tertusuk ujung tajam pedang Nuibari saat dia ingin mengubah wujud airnya kembali menjadi wujud manusia, agar tadi bisa menangkap tubuh sang Uzukage dari belakang.

"Kenapa Kabutowari-ku tidak bisa menghancurkan pertahanan pedang jelek ini?!" Jinin benar-benar geram. Sementara Mangetsu yang masih meringis kesakitan tiba-tiba berteriak protes tidak terima akan kata-kata Jinin. Pedang penghancur segala jenis pertahanan yang dibanggakan Jinin kini bisa ditahan dengan mudah oleh Hiramekarei yang berada dalam pegangan Naruto.

"Hiramekarei bisa bertransform menjadi serangan dan pertahanan terkuat, asalkan semakin chakra yang dia terima ke besi-besinya semakin besar. Aku sudah memberikan beberapa chakraku kepada pedang baik ini." Naruto dengan cepat menoleh ke belakang saat Kisame dan Zabuza tiba-tiba menyerangnya dari arah samping kiri dan mengayunkan dengan cepat pedang mereka ke tubuhnya. Naruto melepaskan genggaman pedang Hiramekarei-nya dan melompat cepat ke belakang. Kisame dan Zabuza melesatkan pedangnya membabi buta seperti anak kecil, tetapi tetap tidak mampu mengimbangi kecepatan lompatan Naruto yang luar biasa cepatnya.

"Ada ide lebih bagus?" Naruto memandang tajam keduanya, dan dia menggerakkan handseal.

"Uzumaki memang punya chakra yang mantap!" kata Kisame dengan nada senang. Dia kembali melompat ke arah Naruto sambil menjulurkan Samehada-nya dengan wajah bahagia

"HAHAHA! AYO SAMEHADAAA!"

Naruto menghembuskan napasnya perlahan. "Fuinjutsu: Yon Hashira Jinja no Uzu."

Trak, trak, trak, trak. Empat tiang setinggi 8 meter berwarna putih dengan ukiran spiral yang rumit tiba-tiba muncul di 4 sudut areal yang mengelilingi 7 ninja pedang Kiri. Dari bagian atas 4 tiang tersebut muncul sinar gradient merah yang saling berhubungan dan mulai membentuk sebuah Kekkai, begitu pula dengan sisi-sisinya. Zabuza segera berlari cepat ke belakang dan mengangkat tubuh Ringo yang masih lemas dan membawanya cepat ke luar Kekkai. Sementara Kisame memegang tangannya yang bergetar akibat Samehada-nya menghantam dinding Kekkai di depannya yang juga tepat berada di depan Naruto. Sang Uzukage tersenyum. Tetapi matanya menatap tajam pergerakan Zabuza yang begitu cepat dan cekatan.

'Dia lebih cepat keluar daripada pembentukan Kekkai-ku.' Naruto melesat cepat ke arah Zabuza dan langsung berada 3 langkah di depan sang pemegang Kubiribocho tersebut. Zabuza melempar tubuh Ringo dan menahan tendangan kaki kanan Naruto dengan pedang pemenggalnya. Naruto memutar tubuhnya ke kiri dan melakukan tendangan berputar ke arah leher kanan Zabuza. Zabuza menahan tendangan kaki kanan Naruto dengan menangkap kaki sang Uzukage dengan genggaman tangan kirinya. Kedua mata ninja itu saling bertatapan tajam. Naruto langsung mengambil kesempatan tersebut dan melesatkan tendangan lurus kaki kirinya ke wajah Zabuza dan membuat lead 7 ninja pedang Kiri itu terlempar ke tempat di mana tubuh Ringo terkapar. Debu berterbangan di mana-mana. Sang Uzukage memenangkan adu Taijutsu singkat tersebut.

"Keh, kau lebih cepat daripada yang tadi. Tapi aku terkejut kau tidak menggunakan sunhsin-mu, Uzukage…" Zabuza bangkit perlahan dan menggosok pelan pipinya yang memar. Matanya melirik sekilas 5 temannya yang kini berada kebingungan di Kekkai merah gradient Naruto.

"Kecepetan dari Hayaide hampir menyamai cepatnya perpindahan tubuhku ke fuin shunshin cahayaku. Jadi aku tidak perlu menggunakannya." Naruto menggerakkan handsealnya dengan tatapan tajam ke arah Zabuza. Mata kirinya tertutup helaian rambut merah depannya, hanya terlihat pendaran mata kanannya yang begitu sangat tajam.

"Fuinjutsu: Jigoku no Randorensa."

SRAAAK! SRAAAK!

Puluhan rantai langsung keluar dari tanah di hadapan Zabuza dan mengikat cepat pria dengan perban di mulutnya tersebut tanpa ampun. Tanah-tanah akibat munculnya rantai-rantai pengikat Naruto berjatuhan perlahan, menimbulkan ketukan suara yang menemani kemenangan sang Uzukage.

Asap dan debu yang memenuhi areal pertarungan itu perlahan-lahan menghilang. Zabuza Momochi terikat di udara oleh rantai-rantai besi Naruto. Pedang pemenggalnya tergeletak hampa di tanah. 5 ninja pedang Kirigakure menatap tidak percaya dari dalam Kekkai. Mereka ber-7 dikalahkan oleh seseorang yang tadi sudah mengalami keputusasaan dan diracun oleh racun pelumpuh.

Tetapi Uzumaki Naruto memang pantas menyandang gelar "Uzukage".

"Nah, aku tidak bisa berlama-lama di sini." Naruto menutup mata kanannya kesakitan. Chakranya yang dibagi untuk merealisasikan kekuatan Sumi-Kyo ke-7nya dan menahan rasa sakit akibat racun di tubuhnya membuat chakranya cepat terkuras. Naruto bersyukur dilahirkan sebagai seorang Uzumaki yang memang memiliki stamina dan chakra yang besar.

"Aku akan mengadili kalian setelah memastikan keadaan desaku…" kata Naruto singkat dengan wajah tenang. Dia menutup matanya perlahan. Mencoba memeriksa Fuin-fuin yang belum diperiksa di desanya.

2 menit

3 menit

8 menit

10 menit

15 menit

30 menit. Sudah lebih dari 450 Fuin yang dijelajahnya dengan cepat. Hasilnya nihil. Dia tetap tidak bisa memliki koneksi ke desanya.

'Pasti yang menghapusnya adalah Uzumaki,' Naruto menggigit bibirnya pelan. Mata safirnya sedikit bergetar gelisah, tapi ketenangan yang tadi sedikit kacau masih dapat dia pertahankan.

'Hanya Uzumaki yang tahu Fuin itu, dengan mendeteksinya memakai Kenshutsu Uzumaki no Jutsu. Tidak mungkin.' Naruto menatap 7 ninja Kiri bergantian

'Ada pengkhianat di Uzushiogakure!'


Shion POV

"Jadi, kau adalah Uzukage keempat yang terkenal itu?"

"Hm, ya. Ada apa Ratu. Kau tertarik oleh ketampananku?"

"Menjijikkan. Kita baru pertama bertemu, dan tidak mungkin aku jatuh cinta kepada seorang pemuda yang nanti akan menjadi perjaka tua."

"Nani'?! Kau meramalku? Kau tadi meramalku kan?!"

Aku tidak dapat menahan wajah datarku. Rasanya ingin tertawa keras-keras di depan Uzukage bodoh itu. Uzumaki Naruto, Uzukage keempat Uzushiogakure. Penuh wibawa, tenang, sopan, ahli dalam mengendalikan situasi bawahannya, sangat cocok menjadi pemimpin ideal di usianya yang relatif muda. Tetapi siapa sangka Uzukage yang disegani 5 desa besar dan disebut-sebut sebagai prodigy Uzumaki, sang pengantar era emas Uzushiogakure, memiliki sifat kekanak-kanakan, agak bodoh di depan wanita, dan aku yakin, pasti MESUM!

"Heh. Aku terkejut saja. Kau memang masih muda. Untuk di usiamu, kau sudah diberikan beban seberat ini sebagai pemimpin. Seharusnya untuk pria seusiamu adalah waktunya untuk bersenang-senang dengan teman-teman prianya dan mengintip para wanita mandi."

"Aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu. Kami para Uzumaki, apalagi aku sebagai pemimpin di sana, sudah dibekali tata karma tinggi dan sopan yang menjaga sikap dan moral kami dari hal-hal yang buruk."

"Aku tak percaya."

"Kau juga kan?"

Aku sedikit terkejut mendengarnya mengatakan kalimat tersebut. Kutatap wajah itu. Aku benar-benar terkejut. Dia tersenyum kepadaku. Bukan senyuman bodoh atau angkuh, ataupun mengejek. Tetapi senyuman yang menyejukkan, yang aku yakini, bisa membuat wanita di manapun dan siapapun akan berteriak gila.

Sebuah senyuman penuh pengertian, hangat, dan menenangkan. Senyuman manis yang benar-benar membuat jantungku berdetak kencang.

"Kau juga Ratu, di usiamu yang semuda ini, kau telah memegang Negeri Iblis di genggaman tanganmu. Kau memimpin orang-orang kelam di negeri seram ini dengan segala arahanmu. Gerakan Negeri ini ada di keputusanmu. Apa yang kau pikirkan dan arahkan, maka akan juga menggerakkan Negeri ini. Bukankah kau memegang tanggung jawab yang besar di pundakmu. Heh…" dia menatap ke arah depan. Aku mengikuti arah pandangan mata safirnya. Kami berdua sedang menatap rembulan malam yang perlahan-lahan terlihat dari balik awan.

"Untuk gadis seusiamu, seharusnya kau bergosip ria bersama teman-teman wanitamu ataupun berbelanja benda-benda tidak penting untuk kesenanganmu, bukankah begitu…"

Aku menoleh ke arahnya. Jujur saja, mendengar pendapatnya tentang sifat wanita membuatku kesal. Aku ingin menyanggah omongannya soal para wanita, karena tidak semua wanita melakukan hal yang telah dikatakan oleh Uzukage muda itu.

Aku tidak bisa menahan napasku yang begitu berat. Aku juga dapat merasakan napasnya di dekat hidungku. Entah kenapa , sengaja atau tidak, Uzukage hentai dan bodoh ini mendekatkan wajahnya ke wajahku, dan mata safir birunya yang penuh cahaya semangat dan diseimbangkan dengan ketenangan yang menghanyutkan menatapku tanpa perasaan bersalah.

"…Bukankah begitu, Shion-sama?"

Sekelebat aku dapat melihat mata itu lagi. Tapi di tempat dan waktu yang berbeda.

Aku tahu satu hal dari pandangan sekilas itu.

Mata itu, senyuman penuh kesejukan itu, dan napas harum yang menerpa hidungku dengan lembut, akan kurasakan kembali saat dia memegang tanganku sebagai seorang Suami.

.

.

.

Gelap. Dan kurasakan tubuhku dilempar. Apa yang terjadi?

Apakah aku tadi tertidur? Kepalaku pusing. Tubuhku sakit. Aku dapat mendengar suara-suara aneh seperti ledakan dan teriakan ketakutan. Suara keras yang penuh keputusasaan.

"Sudah bangun, Ratu? Seharusnya kau tidak tidur saat rakyat suamimu akan punah un, haha…"

"Diam Deidara. Cara berbicaramu yang selalu diakhiri un itu membuatku muak. Sama seperti menunggu pembantaian para rambut merah itu. Bahkan 5 desa besar tidak bisa menggunakan waktu secara efisien untuk menghabisi para Uzumaki bodoh itu."

"Kau juga rambut merah, Sasori-danna un."

"Sudah kubilang jangan berbicara dengan akhiran aneh itu. Apa orang Iwa mempunyai istilah itu di kamus mereka."

"Danna, kau mau kuledakkan bersama desa pasir menyedihkanmu itu un?!"

"Heheh, coba saja. Aku juga ingin memotongmu dengan cakar-cakar bonekaku…"

Aku tidak mengerti pembicaraan mereka. Kepalaku benar-benar terasa pusing. Sangat amat pusing. Aku tidak mampu membuka mataku, dan rasanya kegelapan menelanku kembali.

Naruto…

Di mana kau anata?


Naruto POV

Sudah hampir mendekati 45 menit, dan aku tidak bisa menemukan fuin shunshin cahayaku di desa yang berfungsi, atau bisa dikatakan masih ada. Jika aku berlama di sini, maka akan semakin memboroskan waktu dan membuat kerugian memontum yang besar. Aku pun memutuskan untuk pergi ke desa dengan cara biasa, yakni berlari. Berlari sekuat tenaga, walaupun rasa sakit di saraf-saraf akan membunuhku, aku tidak peduli.

Hayaide, masih bisa menolongku sebentar lagi?"

"Tentu saja aku bisa, Yondaime Uzukage. Tetapi apa keputusanmu?"

"Aku akan menggunakan kecepatan ini untuk berlari menuju desa. Sunshinku, hampir semuanya kemungkinan dihilangkan."

"Hm? Aneh, jadi…"

"Ya Hayaide, ada pengkhianat di Uzu."

"Apa kau yakin dengan keadaanmu. Jika kau memaksakan stamina dan chakramu untuk merealisasikan kecepatanku di tubuhmu yang terpengaruh akibat racun itu, kau bisa memutuskan jaringan saraf di tubuhmu,"

Aku tidak ingin berbicara, kutunggu Hayaide menghabiskan omongannya.

"Dan jika itu terjadi, kau bisa mati Yondaime Uzukage."

"Lebih baik aku mati, daripada hidup diantara mayat rakyatku, Cepat. Dan juga…"

Yah, harus kukatakan dengan pasti ke Cheetah ini "…Aku tak sanggup jika Shion tidak berdiri di sampingku, Hayaide…"

"Jadi, semangat itu berdiri di atas tanggung jawab seorang pemimpin kepada rakyatnya dan cinta buta seorang suami kepada istrinya heh?"

Kau benar, Sumi-Kyo ke-7. Kau benar.

"Tepat seperti yang kau katakan." Aku tersenyum. Hayaide hanya mengangguk di dalam pikiranku dan dia siap, begitu pula diriku. Harus siap dengan segala konsekuensi akibat pemaksaan ini.

"Baiklah Hayaide, mohon bantuan-"

Tunggu dulu! Ini…a-ada yang datang! Aku dapat merasakan dua chakra bergerak cepat ke areal ini. Kekuatan chakra yang tidak biasa. Kekuatan chakra yang sepertinya, meiliki jenis dan kesetaraan yang hampir sepertiku. Chakra yang menandakan dia adalah seorang pemimpin juga. Aku dapat mendengar dua pasang kaki menghentakkan tubuhnya ke tanah di samping kiriku.

"Kau bisa melihatnya, Raikage. Dalam keadaan diracuni, Kage muda ini masih bisa membuat 7 ninja brutal Kirigakure tak berdaya."

"Haah, itulah kenapa aku menganggap orang-orang Kirigakure sangat amat lemah. Tetapi, dengan begini, cerita pertarunganmu belum selesai kan, Yondaime Uzukage-sama. Kami ingin sedikit bermain-main denganmu. Bukan begitu, Sandaime Kazekage-danna?"

Sandaime Raikage?!

Dan sang pengendali pasir besi, monster dingin dari Suna…

Dia menatapku dengan tatapan dinginnya yang menusuk, yang membuat hatiku bergetar.

Dari sekian banyak orang, aku paling berharap untuk tidak melawannya.

Satu-satunya Kage yang kusegani selain ayahku, Sandaime Kazekage-danna. Aku teringat kata-katanya sebelum dia meninggalkan acara pernikahanku, dan tampaknya pertarungan melawan dirinya menjadi nyata di hadapanku!

TBC

Next Chap: Chap 7.

Yondaime Uzukage Vs 2 Kage's with 7-sword Shinobi Kirigakure, Full Fights, Tactics and Strategies

Information Jutsu:

Uzumaki Naruto (The Forth Uzukage)

Fuinjutsu: Jesucha Taishi. Jutsu segel Naruto yang mengikat saraf motorik lawan sehingga tidak bisa digerakkan. Naruto tinggal mengeluarkan handseal dan chakra untuk Fuinjutsunya ini, dan tanpa tanda sihir ataupun simbol fuin, gerakan lawan akan terhenti seketika tanpa sebab. Jesucha Taishi hanya bisa Naruto lakukan pada lawan yang berada dekat dengannya. Tidak bisa digunakan untuk menyegel gerakan lawan pada jarak yang jauh.

Fuinjutsu: Jigoku no Randorensa. Fuinjutsu yang bisa mengeluarkan puluhan rantai khas Uzumaki dari dalam tanah. Berfungsi mengikat dan menghentikan pergerakan lawan.

Fuinjutsu: Yon Hashira Jinja no Uzu. Fuinjutsu class A, bertipe Kekkai. Jutsu ini mendatangkan 4 tiang kuil Uzu yang jatuh dari langit dan berada dalam posisi 4 sudut persegi. Dari tiang-tiang tersebut akan muncul cahaya gradien merah sebagai dinding Kekkai yang sulit dihancurkan.

Kenshutsu Uzumaki no Jutsu. Jutsu pendeteksi Fuin-fuin khas Uzumaki. Hanya bisa dilakukan oleh seorang Uzumaki, dan merupakan kemampuan dasar mereka.

Hikari Shunshin (Shunshin Cahaya). Shunshin khusus yang membuat tubuh Naruto hilang dengan percikan cahaya lembut. Sangat cepat dan merupakan andalan pergerakan Naruto dalam pertarungan. Shunshin ini juga memiliki Fuin khusus (seperti Hiraishin) yang Naruto sering tandai dengan telapak kakinya sehingga membuat kejutan untuk musuhnya. Hikari Shunshin (Shunshin cahaya) adalah Shunshin no jutsu yang simpel, elegan dengan cahayanya, dan berbahaya.

Sumi-Kyo. Sering disebut kekuatan 10 langkah. Sumi-Kyo sebenarnya jutsu tingkat tinggi Uzumaki, di mana mereka menyimpan 10 hewan peliharaan non-Bijuu Rikudou Sannin. 10 hewan yang ditanam di tubuh Uzumaki dan diwariskan secara turun menurun dengan pengendalian kekuatan dan pelatihan merealisasikan kekuatan hewan-hewan itu ke tubuh pengguna, membuat pengguna mengalirkan chakra ke hewan-hewan tersebut dan melepaskan hewan-hewan itu dengan Fuin sehingga bisa membantu pengguna jutsu ini. Sumi-Kyo adalah jutsu Fuinjutsu-Ninjutsu dengan arah fungsi hubungan timbal-balik. Saat ini Naruto baru mengeluarkan Sumi-Kyo ke-7nya, Hayaide, seekor Cheetah dengan kekuatannya pada kecepatan.

Author Note:

Yo semua, kembali bertemu kalian. Apa kabar? yap, di hari minggu ini kembali saya menerbitkan TU bagian ke 6. Terima kasih atas saran dan reviewnya, untuk saran di battle scene, saya mencoba menggunakan Normal POV. Tanpa basa-basi, saya akan langsung melesat ke membalas reviews

Hime-chan: Yap, hubungan mereka memang akan ke tahap selanjutnya. Tapi untuk punya *ekhem* anak, itu masih dipertanyakan Hime-chan. terima kasih.

nanami: Terima kasih atas sarannya nanami. Saya sudah mencoba. sip.

heck: Terima kasih atas sarannya heck

Prince of BlueSapphire: Oke gan. sip.

riki. henera: Yap, terima kasih

narutouzumaki47: Oke gan. sip

AdiKyo: Haha, akan saya usahakan panjang. oke sip.

fero: Oke fero. terima kasih

Yadi: Oke gan

Guest: ? maksudnya gan?

guest: Thanks gan

Nadia kara annabele: Untuk harapan, bisa kita lihat di cerita selanjutnya Nadia-chan, walaupun sangat berat untuk Naruto dan Shion. thanks.

The Black Water: Maksudnya gan? menggunakan Normal POV?

hendrawan. putra. 948: Oke, list kamu sudah saya kasihkan di atas bro

B-zetterian: Thanks gan, thanks.

milf: Haha, ajib. eng, nama akun anonymous ente ngeri gan.

David394: Oke gan. memang feel untuk battle sangat susah didapatkan. terima kasih atas reviewnya

gembong291: Oke gan sarannya, sudah saya coba.

uzumaki reverend: Yap, saya juga merasa begitu bro. thanks

MATA: Haha, saya harap juga begitu. thanks

uzukage: Sip, tetap lanjut bro

QioQio. P: Ah, typo nama Ringo k Gan? saya baru sadar. yap, memang berbeda karena feel dalam battle yang saya gambarkan di chap lalu kurang kena. oke, salamnya akan saya sampaikan.

Woodland: sudah ada di list informasi jutsu gan. thanks

Aldrin: Untuk itu, mungkin Naruto memang harus punya stratgei lain bro. Fuin-nya di Uzu sudah dihapus oleh 'seorang' Uzumaki.

Mister X: Kita lihat aja gan.

Dragon's Saga: Untuk kesadisan dan kekerasan di fic adv-action memang ada gan. Tapi Tu lebih aman menurut saya. Fic TBT saya, lebih menampilkan adegan kekerasan. Fic dengan Rate M lebih ke arah 'kedewasaan total, tanpa sensor' seperti adegan Lemon yang jelas, ataupun Gore di mana-mana yang dideskripsikan secara detail. Mohon maaf jika salah. Thanks.

gultymorere: Dan memang ada gan. Thanks

The KidSNo OppAi: Oke bro

Blu Kira: Oke, sudah saya coba di battle scene bro

Ae Hatake: Yap, dan untuk kesucian, saya juga setuju dengan anda bro XD

t2: Oke, thanks gan

yudhabagusdwi: Oke, thanks gan

dandidandi185: Haha, saya tetap TU tetap dalam rate aman bro

herovillagermc: Tidak akan bro, mungkin sedikit*smirk*

little. zoo. 5: Oke bro

Tenshisha Hikari: Yap, mungkin bisa dikatakan begitu. Tapi optimistis Naruto memang kuat di fic ini. Sangat amat kuat, walaupun keputusasaan pernah menderanya.

Zaldy844: Dan itu masih belum diketahui gan.

Grand560: Belum tahu gan. Kita juga belum tahu apakah Naruto kalah atau menang.

Oke, sekian chap ini. Masih pendek juga, hanya 3500 words lebih, dan terima kasih telah membaca. Terima kasih atas review, saran dan kritik serta semangatnya.

Please Review

Tertanda. Doni Ren