THE BOY BESIDE ME
(Chapter 6)
KYUMIN FANFICTION
Rated : T+ (because there's explicit words)
Main Cast : Cho Kyuhyun x Lee Sungmin (KyuMin)
Author : Cat13 (LeeJunRa1001/past)
Genre : Romance / Drama
Warn! : YAOI Fanfiction. OOC. AU. Typo(s). Bad EYD
.
.
.
.
.
.
enJOY reading!
Sungmin mematut dirinya lewat cermin. Namja manis itu mengenakan jeans warna denim dan jaket kulit cokelat yang terlihat kebesaran, dirinya sedang merapihkan rambut hitamnya yang sedikit acak-acakkan Ia kadang mendecih kesal karena rambutnya sulit diatur.
"Kenapa aku seperti perempuan saja sih?"
Sungmin menghentikan kegiatan dandannya. Begegas Ia memakai kacamata frame hitam besar miliknya dan topi bewarna merah hitam. Lalu memakai sepatu vans berwarna cokelat dan membuka pintu kamar apartemennya.
Namun baru saja Sungmin membuka lebar pintu. Sosok Kyuhyun berdiri tepat di depan pintu, nyaris saja membuatnya ingin meninju wajah itu karena saking terkejutnya.
"Kenapa kau tidak memencet bel saja?" Sungmin menghela napas pelan, sambil membenarkan letak frame kacamatanya.
"Huh? Lagipula aku baru saja keluar," Kyuhyun berujar santai sambil melipat lengan kemejanya. "Kajja. Ayo kita berangkat."
Sungmin mengangguk lalu mengikuti Kyuhyun dari belakang. Kyuhyun hari ini tampak modis, lelaki tampan itu mengenakan kemeja berwarna biru susu dan scraf putih yang dibiarkan melonggar. Kaki jenjangnya di baluti celana bahan putih dan sepatu kulit berwarna cokelat menutupi alasnya.
Berbeda sekali dengan Sungmin yang terlihat 'kuno', tapi inilah ciri khas dirinya sang fashion terorrist.
Di lift Kyuhyun memerhatikan Sungmin lekat. Obisidian itu membuat Sungmin resah. Apakah ada yang salah padanya?
"Gaya pakaianmu belum berubah juga ya..." gumam Kyuhyun "Jaket kulit macam apa itu? Memangnya kau seorang anggota geng motor?"
"Yang penting aku nyaman," Sungmin berujar cuek. Kyuhyun tertawa lepas.
Pintu lift terbuka, dua orang pasangan yeoja-namja masuk kedalam.
Kyuhyun dan Sungmin pun akhirnya tidak membuka suara lagi.
.
.
.
.
Sungmin menekan tombol bel di hadapannya. Kemudian terdengar suara muncul dari alat interkom.
.."Katakan kodenya!"..
Sungmin menarik nafas dalam, "Sweet Cotton Candy~ Si manis yang membuat hari-harimu berwarna." jawabnya dengan nada yang sedikit manja.
Kyuhyun takjub melihat tingkah Sungmin, Ia mencoba menahan senyumnya.
Pintu berwarna hitam itu terbuka. Heechul tersenyum cerah di baliknya, penampilannya hari ini tampak lebih rapih daripada hari sebelumnya. Rambut panjangnya di kuncir atas.
Namun senyum cerah seorang Kim Heechul luntur seketika setelah melihat orang lain di samping Sungmin.
"Yaa! Untuk apa kau kesini?" Heehul mendengus sinis.
Kyuhyun menaikkan satu alisnya, "Terserah diriku. Karena aku adalah kepala editor Sungmin."
"Cih!" Heechul menarik Sungmin mendekat kepadanya. "Kau menyandra Cotton Candy huh? Agar kau dapat merusak kehidupanku? Dasar lelaki mata keranjang."
Kyuhyun melongo tak terima, "Kau bilang apa?!" amarahnya tiba-tiba memuncak.
Melihat kondisi yang mulai kacau. Sungmin bertindak untuk menghentikan mereka, dengan lembut Ia mendorong Heechul masuk ke dalam apartemennya.
"Cotton Candy~ Aku harus mengusir iblis keranjang itu!" Heechul mencoba untuk menghindar. Kyuhyun pun akhirnya masuk kedalam apartemennya yang membuat Heechul semakin meledak.
"A-aduuh.. Su-sudah.." Sungmin kewalahan dan mendorong Heechul duduk di sofanya. "Kalian ingin minum apa, huum?" tawarnya lembut.
"Green Tea."
"Caramel Macchiato."
"Ya! Dasar kau rakus. Meminta tipe yang berbeda!" Heechul menyembur galak, namun Kyuhyun hanya bersikap santai.
Sungmin menghela napas berat. Ia berjalan menuju dapur milik Heechul, membuat minuman dan kudapan untuk mereka.
Jadi yang mana sebenarnya tamu dan tuan rumah?
Heechul menjaga jarak dari Kyuhyun sejauh lima meter. Tatapan Heechul sangat seram menatap namja berambut ikal tersebut.
"Jangan sampai kau menyentuh milikku lagi!" desis Heechul sinis.
Kyuhyun melotot kaget. "Hah?! Itu sebuah ketidaksengajaan! Mana mau aku dengan lelaki sinting sepertimu?!" Ia pun ikut meledak.
"Cih!" decih Heechul. "Tapi kau memang seorang yang mesum dan mata keranjang." Lelaki flamboyan itu mengadahkan dagunya kearah dapur dimana Sungmin ada disana lalu tersenyum jahat, "Dasar rubah jelek yang sedang menjebak kelinci."
Namun, Kyuhyun tersenyum miring. "Menjebaknya untuk mengulang kembali kenangan si kelinci bersama si rubah.."
"Kau benar-benar rubah jelek yang licik.."
Sungmin pun keluar dari dapur membawa kudapan dan beberapa cangkir minuman. Seketika Ia merinding melihat keadaan ruangan yang sangat suram, jika ini sebuah kartun akan terlihat kilat yang beradu dari mata Kyuhyun dan Heechul.
"ano... Minuman kalian sudah datang.." Sungmin mencoba tenang, lalu nampan yang dibawanya di taruh dengan sedikit bantingan agar perhatian Kyuhyun dan Heechul terpecah.
"Terimakasih." Kyuhyun tersenyum lembut lalu mendekati Sungmin perlahan. Heechul terlihat tidak terima, segera saja lelaki flamboyan itu mengambil sebuah kertas dan menggulungnya asal.
Ppaak!
Dan dipukulah Kyuhyun tepat di kepala dengan cukup keras.
"Menjauhlah dari Cotton Candy! Dasar kau Bangsat Mesum!" Heechul menggeram galak, lalu menyilangkan kedua tangannya di dada.
Kyuhyun meringis kesakitan, kepalanya terasa sangat nyeri. "Haisshh... dasar kau Otak Kotor!"
"Ya! Apa kau bilang?" Heechul segera memberi aba-aba untuk memukul Kyuhyun kembali, namun Sungmin langsung mencegah dan mengambil gulungan kertas dari genggaman pria tersebut.
"Aaah! Sudah-sudah lebih baik kalian minum dulu dan berbincang layaknya orang biasa.. oke?"
Heechul menghirup napas dalam, mencoba tenang. Pemuda flamboyan itu mengambil green teanya dan meminumnya perlahan dengan gerakan anggun.
Sungmin menghela napas lega, Ia pun duduk di sofa hitam sebrang Heechul bersebelahan dengan Kyuhyun yang kini sedang menikmati kopinya.
"Rasanya seperti memisahkan kucing dan anjing yang sedang bertengkar.."
Heechul pun meletakkan cangkirnya perlahan, mata besarnya memandang Kyuhyun dan Sungmin seksama. "Jadi teks ku belum sempurna setelah kuberikan ke Sungmin, begitu?"
Sungmin melotot kaget, kenapa Heechul bisa berubah total menjadi normal begini? Sungguh keajaiban!
Kyuhyun mengangguk, "Ya. Kau belum melengkapinya pada bab kelima belas. Jadi, perilisan bukumu diundur menjadi dua minggu dari rencana sebelumnya."
"Oh Yaampun.. Jelas-jelas aku sudah melengkapinya kok!" Heechul mengibas rambutnya kesal, matanya melirik kearah Sungmin. "Bagaimana kalau kita menghukum seseorang yang jelas-jelas melakukan kesalahan ini?" ucapnya dengan seringai menyeramkan.
"Maksudmu?" alis Kyuhyun terangkat sebelah.
"Kudengar kau seorang yang keras terhadapa karyawannya bukan?" Heechul berdiri lalu mengelilingi meja, seperti sedang mengintrograsi seorang tersangka. "Aahh tapi sepertinya kau tidak tega untuk menghukumnya memerahinya saja tidak mampu. Tapi... bagaimana kalau dengan hukuman yang sangat berbeda?" monolognya tidak jelas.
Kyuhyun semakin bingung apa yang dimaksudkan Heechul. "Hey.. Hey.. apa kau meminum alkohol sebelumnya?"
Sedangkan Sungmin yang terus di pandang Heechul dengan tatapan nakal hanya bisa diam dan berdoa. Jadi Pria nyentrik itu menyuruh Kyuhyun untuk menghukumnya? Ia benar-benar tidak mengerti.
"Suatu hukuman yang sangat menguntungkan bagi kalian. Memberikan kesan percintaan menjadi begitu liar dan kasar.." Heechul berhenti melangkah dan secara mengejutkan lelaki itu melompat ke balik sofa mencari-cari sesuatu disana.
Kyuhyun dan Sungmin hanya bisa melongo melihat tingkah ajaib Pria bermarga Kim tersebut.
Tak beberapa lama, Heechul sudah mendapatkan apa yang dicarinya, dan disembunyikannya di balik tubuhnya. "Tadaaa!" Pria itu mengeluarkan sebuah dildo panjang terbuat dari karet, rantai yang menjuntai panjang dan cambuk kulit. "Kyuhyun gunakanlah benda ini kepada Sungmin! Hukum dia!"
"HIIIYYYY!" Sungmin menjerit histeris, pemuda manis itu memeluk dirinya berusaha melindungi diri.
Sedangkan Kyuhyun, jelas sekali ada perapatan urat di dahinya. Pemuda Cho itu segera mengambil bantal terdekat di sofa dan melemparkannya keras tepat ke wajah rupawan Heechul.
Bbakk!
"Dasar kau sinting penggila BDSM!"
.
.
.
.
Kini Kyuhyun dan Sungmin sedang sibuk bekerja. Mereka berencana akan menyelesaikannya di Apartemen Pria flamboyan ini. Sudah delapan jam mereka berada di rumahnya.
Sungmin sibuk mengetik ulang skrip yang sudah diedit oleh mereka. Sedangkan Kyuhyun terus mengecek dan mengedit skrip mentahan karangan Heechul.
"Sungmin.." Kyuhyun menurunkan frame kacamata bacanya, lalu mendekati Sungmin. "Yang ini sudah memasuki bab baru. Jadi sajak yang disini masukkan saja ke pembukaannya."
Sungmin mengangguk mengerti lalu mengetik ulang apa yang Kyuhyun perintahkan. Kadang Kyuhyun mendiktekan kalimat-kalimat yang Sungmin lupakan.
Sedangkan Heechul, lelaki itu berada di ruang kerjanya yang berhadapan langsung dengan ruang tamu dimana Kyuhyun dan Sungmin sibuk bekerja.
Lelaki cantik itu masih mengompresi wajahnya dengan kantung es akibat insiden lemparan bantal Kyuhyun sambil memperhatikan kedua editornya.
Kyuhyun yang dewasa dan penyayang. Sungmin yang manis dan tekun.
Heechul tiba-tiba tersenyum melihat kedekatan mereka berdua. "Mereka sungguh serasi. Tidak lama mereka akan mewujudkan impiannya satu persatu.." gumamnya setengah berbisik.
.
.
.
.
Pukul 10 malam waktu Seoul.
Kyuhyun dan Sungmin baru saja selesai dengan kegiatan hari ini. Mereka berdua terjebak kemacetan. Sungmin menyandarkan tubuhnya lelah sedang Kyuhyun tatapannya masih fokus kedepan.
Sungmin hampir saja memejamkan matanya. Ia benar-benar merasa kelelahan sekarang, Ia ingin cepat-cepat pulang dan tidur dengan nyaman.
Kyuhyun dengan gerakan usil menyentil hidung Sungmin, membuat pemuda manis itu membuka lebar matanya lagi. "Jangan sampai kau tertidur, aku tidak bisa membopong tubuh gendutmu."
Sungmin hanya mendengus kesal, Ia tidak bisa memaki karena kondisinya yang cukup lelah. "Berisik sekali mulut bawelmu, Cho."
Kyuhyun hanya bisa tertawa geli melihat reaksi datar Sungmin yang sangat imut. Tangan besarnya tergerak untuk mengacak-acak surai hitam si lelaki manis.
"Aish, sudah hentikan!" Sungmin menepis tangan Kyuhyun kasar dan mengambil smartphonenya mencoba menghilangkan rasa kantuk dengan membaca buku digital.
Tiba-tiba smartphone Kyuhyun berdering, segera saja pemuda berkulit pucat itu mengangkat teleponnya tanpa memperhatikan nama kontaknya.
"Yeoboseyeo?"
Sungmin melirik kearah Kyuhyun, penasaran siapa yang meneleponnya.
"Aah.. Leeteuk-hyung. Kenapa?"
Dalam hati Sungmin merasa lega.
"Aku sedang di perjalanan pulang bersama Sungmin." Kyuhyun melirik sekilas kearah Sungmin. "Hm? Tidak. Kami baru saja pulang dari rumah Kim Heechul-shii."
Apakah Leeteuk mengira mereka melakukan yang tidak-tidak?
"Apa? Kau mengajak kami ketempat itu?" Kyuhyun melirik lagi kearah Sungmin. "Baiklah tapi hanya sebentar saja ya. Sungmin benar-benar kelelahan. Ne, Annyeong."
Lalu dengan tiba-tiba, Kyuhyun memutar arah keluar dari kemacetan. Menuju ke pusat kota Gangnam.
Sungmin melotot kaget, Ia memukul lengan Kyuhyun lumayan keras. "Ya! Jangan melakukan hal seenaknya. Kita harus pulang. Kenapa kau malah memutar balik?"
"Berisik." Kyuhyun tetap fokus menyetir, "Kau harus ikut denganku. Lagipula Leeteuk-hyung meminta kita untuk mengunjunginya."
"Apa rumah Leeteuk-hyung berada di Gangnam? Kenapa dia meminta kita untuk mengunjunginya?"
Kyuhyun tersenyum kecil, "Tidak. Tapi nanti kau juga tahu."
.
.
.
.
Sungmin berharap-harap cemas, kini mobil Kyuhyun melaju di jalan menuju tempat hiburan malam. Sungmin bahkan dapat menangkap jelas dentuman-dentuman musik di setiap gendung kelab malam di setiap sektor. Banyak sekali orang-orang dari kalangan laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda di sekitar kompleks hiburan malam ini, untuk mencari kesenangan.
"Semoga saja tujuan Kyuhyun bukan ke tempat seperti ini.."
Kyuhyun membanting setirnya masuk kedalam basement salah satu gedung hiburan malam yang paling besar disana. Langsung memarkirkan mobilnya. Sungmin masih shock dengan apa yang barusan terjadi, tangannya mencoba menahan Kyuhyun yang hendak keluar dari mobil.
"Kau tidak salah datang ketempat seperti ini?" Sungmin memandang Kyuhyun ragu, setahunya pemuda kelahiran februari itu tidak menyukai hal-hal yang seperti ini... namun itu dulu.
"Tidak. Kita memang akan bertemu Leeteuk-hyung disini." jawab Kyuhyun lalu melepas sabuk pengaman dari Sungmin. "Ayo turun, Leeteuk-hyung sudah menunggu di dalam."
"Tu-tunggu.." Sungmin masih enggan menuruti perintah Kyuhyun. "Kau tahu seperti apa tempat ini... sangat berbahaya untuk dimasuki bukan?"
Kyuhyun tertawa gemas melihat ekspresi ketakutan Sungmin. "Tenang saja, ada aku. Lagipula kita hanya berbincang dengannya sebentar saja setelah itu pulang. Mengerti?" ucapnya lembut sambil mengelus-elus rambut Sungmin.
"Oh Ayolah.. Cho. Apa yang terjadi kepadamu selama ini?"
Sungmin pun akhirnya pasrah dan turun dari mobil, di ikuti oleh Kyuhyun. Sungmin terkesiap saat pinggulnya tiba-tiba dirangkul oleh Kyuhyun seenaknya.
"A-apa yang kau lakukan? Le-lepaskan!" Sungmin berusaha memberontak, jantungnya tiba-tiba susah diatur untuk tidak berdegup kencang saat ini.
"Ssshh... Anggap saja kita seperti partner oke? Disini sangat berbahaya untuk amatur sepertimu. Teruslah berada di sampingku." Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Sungmin.
"Si-sialan kau.." Sungmin mengumpat kecil. Ia pikir dia seorang gigolo yang hanya di anggap partner? Dan, sialan posisi mereka sangat intim dan menempel seperti ini, Sungmin terus berusaha untuk menenangkan jantung sehatnya agar tidak terus berdetak cepat karena Kyuhyun.
Mereka berjalan memasuki koridor yang penerangan lampunya kurang. Sungmin hampir saja menjerit begitu banyak pasangan yang sedang bercumbu disana bahkan tak segan-segan mereka mendesah sambil memainkan tubuh mereka.
Mungkin saja pemuda itu mendapat banyak dosa sehingga diberilah balasan seperti ini. Ia juga melanggar janjinya untuk tidak ikut campur dengan-persetan-dunia malam. Sungmin harus segera pergi ke gereja besok pagi dan meminta ampunan kepada Tuhan atas kesalahan yang Ia perbuat.
Setelah melewati koridor neraka itu. Mereka memasuki hall besar dengan gemerlap lampu warna-warni yang menghiasi ruangan, dentuman musik semakin jelas dan keras, banyak orang yang berpesta pora di dalam menikmati alunan musik dari permainan handal sang DJ klub bersama ribuan botol minuman keras dan partner bertubuh seksi.
Sungmin mencoba menutup matanya untuk tidak melihat lebih banyak dosa di malam ini. Ia bahkan menyadari bahwa banyak pasang mata yang memandang mereka dengan tatapan 'lapar'.
Kyuhyun membawa Sungmin menaiki lift, menuju lantai atas gedung. Sungmin menghela napas lega, akhirnya Ia menjauh juga dari hall yang sama nerakanya itu.
"Yang ini kau harus lebih berhati-hati.." Kyuhyun tiba-tiba berucap.
"Maksudmu?"
"Kita menuju ke sebuah klub terpisah dan eksklusif untuk orang pecinta sesama jenis." Kyuhyun menoleh dan memperhatikan Sungmin. "Dan Leeteuk-hyung berada disana bersama Kangin-hyung."
Sungmin melotot sekaget-kagetnya. Jadi mereka menghabiskan waktu bersama di tempat laknat seperti ini?!
"Teruslah bersama ku, Sungmin. Jika kau merasa terancam oleh lelaki lain datanglah padaku dan jika Ia masih mengancammu juga cumbulah aku."
Ini sebuah kata-kata perlindungan atau modus, hah?!
Pintu lift pun terbuka. Kyuhyun lalu menarik Sungmin keluar. Sungmin berusaha untuk tidak gugup dan takut menghadapi pintu besar yang menyambut di depannya. Namun, datanglah dua sosok bodyguard berbadan perkasa mencegah mereka untuk masuk.
"Tunjukkan kartu kalian."
Sungmin meringkuk ketakutan. Bisakah bodyguard monster itu berbicara lembut?
Kyuhyun dengan santai mengeluarkan sebuah kartu bewarna platinum dari sakunya. "Cho Kyuhyun. VVIP Member." ucapnya sambil menunjukkan kartu tersebut di hadapan wajah salah satu bodyguard. "Dan, VVIP Member mempunyai wewenang membawa partner dari luar."
"Tu-tunggu.. VVIP Member? Berarti Kyuhyun.."
Bodyguard itu pun mengangguk mantap lalu menyuruh temannya untuk membuka pintu besar menuju klub eksklusif tersebut, mempersilahkan Kyuhyun dan Sungmin masuk kedalamnya.
Sungmin memandang seksama pemandangan di dalam klub. Sama seperti yang terjadi di hall namun tidak sesak dan kondisinya sangat berbeda seperti dibawah.
Jika di hall utama kalian biasa melihat pasangan laki-laki dan perempuan saling bercumbu, tapi jangan harap di ruangan ini karena laki-laki bersama laki-laki dan perempuan bersama perempuan.
"Kyu.. apa kau sering mengunjungi tempat ini?" Sungmin bertanya dalam kalut, menggenggam erat tangan Kyuhyun yang merangkul di pinggulnya.
"Tidak sering-sering. Hanya saat aku berada dalam masalah dan butuh pelampiasan." Kyuhyun menjawab dengan lancar, Ia menoleh kearah Sungmin dan tersenyum miring. Kyuhyun mendekati bibirnya menempel dipermukaan telinga Sungmin, membuat puluhan pasang mata cemburu dan kesal. "Ingat perkataanku tadi, okay?" bisiknya seduktif
Sungmin meneguk ludahnya kalut. Wajahnya memerah dan tempo jantungnya semakin cepat. "N-ne.."
"Good Boy." Kyuhyun mengelus lembut pucuk kepala Sungmin dan memberinya sebuah kecupan lembut, setelah itu membawanya masuk semakin dalam. Mencari dimana Leeteuk dan Kangin berada.
Sungmin hanya bisa mengikuti seperti robot. Tetapi, dalam hatinya Ia ingin menangis. Apakah selama ini Kyuhyun begitu hancur hingga menjadi seperti ini? Membayangkan Kyuhyun berhubungan dengan orang lain saja Ia tidak sanggup. Mungkin memang Tuhan memberikan bukti sebagai akibat dosa yang selama ini Ia perbuat.
Meninggalkan Kyuhyun tanpa alasan.
"Oh Ya Ampun. Apa yang kalian lakukan?" Kyuhyun tertawa melihat pemandangan di depannya, Kangin sedang berusaha mencumbu dada berisi Leeteuk. Tangannya tergerak untuk menutupi kedua mata Sungmin agar tidak melihat adegan dari kedua pasangan yang terkenal kalem di kantor.
"Wooaah~!" Kangin terlonjak kaget dan segera menutupi tubuh Leeteuk yang setengah telanjang dengan jaketnya. "Kenapa kau tidak permisi dulu? Aish, dasar setan kecil." lelaki bertubuh atletis itu mengumpati Kyuhyun yang datang mengganggu kesenangannya.
"Haruskah?" Kyuhyun tersenyum miring lalu melepas tangannya dari wajah Sungmin. "Untung saja Sungmin tidak melihat adegan jorok kalian."
"Cih, seperti kau tidak saja." Kangin mendecih kesal lalu memasang senyum ramah kepada Sungmin. "Halo, Sungmin-ah. Baru pertama kali masuk ketempat seperti ini hm?"
"A-aah.. Begitulah." Sungmin berucap gugup. Lalu duduk di samping Leeteuk yang kini sedang merapihkan pakaiannya.
"Ah rupanya benar ini Sungmin. Kukira Kyuhyun cuma berbohong." Leeteuk tertawa lalu merangkul pundak pemuda manis itu erat. Sungmin membalas dengan tawaan canggung.
Kangin tertawa lepas lalu menyenggol pundak Kyuhyun keras. "Hey, setan kecil. Tadi Ren mencarimu lho, Ia pikir kau ikut bersama kami. Dan Ia bilang Ia rindu bermain denganmu." ucapnya blak-blakkan lalu meneguk sedikit vodka di gelasnya. "Haish dasar kau ini setan kecil yang suka bermain-main dengan siluman."
"H-hyung kupikir kau sudah mulai mabuk.." Kyuhyun berujar canggung lalu menepuk-nepuk pundak Kangin pelan. Ia bisa merasakan mimik wajah Sungmin yang mulai berubah, Kyuhyun sepertinya mendapat kesalahan terbesar.
"Aish, Kangin-ah. Kau tidak melihat disini ada Sungmin? Kau ini benar-benar mulut ember.." Leeteuk geleng-geleng kepala. "Jaga omonganmu, dasar."
"Galak sekali sih kau, sweety." Kangin bermonolog lambat, sepertinya Ia memang sudah mabuk wajahnya pun terlihat memerah dan gerakannya linglung. "Kau benar-benar harus dihukum malam ini.. hik."
Kyuhyun memandang Sungmin khawatir, tangannya terulur untuk menyentuh Sungmin. Namun tiba-tiba Sungmin berdiri dan menghadap kearah Leeteuk.
"Leeteuk-hyung dimana letak toilet nya?" tanya Sungmin dengan suara datar.
"Ada di dekat bar, Sungmin-ah. Hati-hati ne.." jawab Leeteuk dan setelah itu Sungmin bergegas pergi menuju toilet.
"Oh Tidak, Sungmin!" Kyuhyun mendecak keras, Ia begitu panik. Pemuda bermata obisidian itu bergegas untuk mengejar Sungmin, namun gerakannya secara langsung di tahan oleh Kangin.
"Kangin-hyung! Bisa kau lepaskan?" Kyuhyun benar-benar meledak, Ia benar-benar panik sekarang. Namun, melawan seorang Kangin yang sedang mabuk bukanlah hal yang mudah.
"Biarkan dia mencari partnernya sendiri, kau disini saja bersama kami."
Kyuhyun mau tidak mau duduk kembali. Ia terus memandang sekeliling dengan perasaan yang campur aduk. Bisa bahaya jika Sungmin berpisah darinya di tempat seperti ini.
.
.
.
.
Sungmin menghela napas lega, Ia kini jauh dari Kyuhyun. Pemuda manis itu mengeratkan topinya agar tidak dilihat oleh banyak orang, lalu mendudukkan dirinya di kursi bar.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya bartender pria dengan pakaian yang begitu rapih.
"Hhmm... Minuman apa saja yang bisa menghilangkan stress ku."
"Bagaiman dengan whisky?"
"Aah.. baiklah." Sungmin mengangguk pelan.
Lalu sang bartender pergi menuju rak-rak disekitar bar mengambil satu botol whisky dan gelas kecil berisi es batu. "Ini pesananmu, Tuan. Jika kau meminta lagi bilang saja oke?"
Sungmin mengangguk lagi, lalu sang bartender pergi begitu saja. Dengan seksama Sungmin menyentuh botol whisky yang terisi penuh itu, lalu membuka tutupnya. Ini baru pertama kalinya Ia menikmati minuman keras selain wine, sampanye dan arak tradisional.
Setelah dituangkan cairan kuning keemasan itu kedalam gelas, Sungmin segera meneguknya tandas. Bau menyengat menguar dan kepalanya sedikit linglung, mungkin Ia mendapatkan whisky dengan kadar alkohol yang lumayan tinggi.
"Lihat, ada yang sedang gundah gulana disini."
Sungmin serentak menoleh ke seorang pria dengan penampilan macho dan gotik di sampingnya. Matanya menyipit melihat lebih jelas siapa sosok itu, "Siapa kau?"
Sosok itu hanya tersenyum ramah lalu merapatkan dirinya dengan Sungmin, lalu memanggil bartender untuk meminta pesanan.
Sungmin pun cuek, dan melanjutkan lagi kegiatan meminumnya. Badannya semakin panas karena efek alkohol, Sungmin terpaksa melepas topi dan jaket kulitnya. Kulit putih mulusnya berkeringat, t-shirt hitam miliknya sedikit basah.
Pria gotik itu menatap Sungmin intens, dengan lancang Ia merangkulkan tangannya ke pinggang Sungmin. "So beautiful... Siapa namamu, manis?"
"Cih," Sungmin mendecih sinis dan terus melanjutkan kegiatan minumnya. "Kau saja tidak memberitahu namamu, benar-benar tidak sopan."
"Oh.. Oh... Baiklah. Namaku Kim Jungmo." Pria yang bernama Jungmo itu mendekatkan wajahnya keleher Sungmin. "Lalu siapa namamu?"
"Lee Sungmin, senang berkenalan denganmu Jungmo." ucap Sungmin datar sambil memainkan gelas miliknya.
"Ahh.. Lee Sungmin. Nama yang indah." ucapan Jungmo berhenti ketika seorang bartender datang membawa pesanannya. "Kau mempunyai masalah? Coba ceritakan padaku."
Sungmin tersenyum kecut, "Aku mempunyai orang yang paling kucintai namun aku meninggalkanya karena sebuah keterpaksaan.." Sungmin berhenti berbicara lalu meneguk kembali whisky nya. "Setelah aku kembali dan tak sengaja menemuinya... dia ternyata berubah.. dia mencintai yang dulu dia benci. Tapi dia berubah karena kesalahanku... aku memang bodoh bukan?"
Jungmo menggeleng pelan, lalu mengelus-elus pipi Sungmin dengan lembut. "Kau tidak bodoh, Sungmin. Justru dia yang bodoh karena tidak bersikap dewasa karena kewajibanmu, kau bilang meninggalkannya karena keterpaksaan, bukan?"
"Kau benar.." Sungmin mengangguk lalu menuangkan kembali whisky nya. Jungmo dengan segelas cocktail mengajak Sungmin untuk bersulang.
"Lupakanlah orang bodoh itu." ujar Jungmo setelah bersulang, lalu meminum cocktail nya sedikit. "Kau bisa bersamaku, Sungmin. Aku tidak mungkin melakukan hal-hal bodoh seperti orang itu."
Sungmin menghentikan minumnya, dahinya mengkerut bingung. "Tu-tunggu? Kau berusaha menggodaku, ya?"
Jungmo tertawa hambar. Ia semakin merapatkan dirinya kepada Sungmin, "Tidak, sayang maksudku Sungmin. Aku ingin menawarkan kebahagiaan untukmu dan aku tidak bodoh sepertinya."
"Menjauh dariku.." Sungmin berujar lirih, Ia dalam keadaan setengah sadar sekarang Ia tidak bisa melawan. Pelukan Jungmo terhadap Sungmin semakin mengerat, Sungmin dapat merasakan tangan Jungmo yang mencoba menyentuh bokongnya.
Ini pelecehan!
"Lepaskan!"
Jungmo tersenyum licik, tangannya semakin berani untuk mengerjai Sungmin. "Kau tidak mau bermain bersamaku, hum?"
Sungmin benar-benar menyesali perbuatannya, harusnya Ia menuruti perintah Kyuhyun. Tempat ini sangat berbahaya. Ia pun juga tidak bisa melakukan apa-apa karena pengaruh alkoholnya.
Sungmin hanya bisa meminta bantuan kepada Tuhan agar ada seseorang yang datang membantunya.
"Apa kau tuli? Sudah berapa kali pria itu minta dilepaskan, huh?"
Terdengar suara bass yang lembut yang terdengar familiar bagi Sungmin. Ia juga mendengar suara hantaman seseorang meninju keras sesuatu dan suara tersungkur. Sungmin tidak bisa melihat jelas apa yang terjadi, pandangannya kabur dan buram. Namun Ia bisa mendengar suara gaduh di sekitarnya.
"Sungmin!" suara bass merdu itu menyerukan namanya. Sungmin juga merasakan tubuhnya terangkat ke udara, rasanya sangat ringan. "Sungmin! Gwenchannayo?" Suara itu menyeru kembali terdengar nada khawatir di dalamnya.
"Huumm.." Sungmin bergumam tidak jelas. Tangannya terangkat menyentuh wajah yang terlihat buram itu. Kulit tangannya menyentuh lembut tekstur permukaan wajah yang sedikit kasar karena jerawat namun Sungmin sangat menyukainya.
"Sungmin. Kau mabuk, kita pulang oke?" suara itu menyahut lagi, lalu menyentuh ibu jari Sungmin dengan lembut. "Maafkan aku, Maafkan aku."
Sungmin menyunggingkan senyum polosnya. "Cho Kyuhyun. Pabo."
Dan, dunia Sungmin tampak gelap sekarang.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
DON'T FORGET LEAVE A REVIEW FOR THIS FANFICTION.
WE NEED YOUR PARTICIPATE :)
KEEP CALM AND SUPPORT KYUMIN
.
(A/N) : Maafkan Author yang telat publish selama seminggu, mianhae. T_T Mana chapter kemarin banyak typonya gara gara lupa ngedit ulang ;_;
Oh ya, buat Guest yang gak mencantumkan namanya terimakasih atas kritik anda maaf bila ceritanya tidak berkenan dan tak masuk akal bagi anda tapi kritikan anda kami terima dengan lapang dada dan akan menjadi evaluasi menulis untuk kedepannya, sekali lagi kami mengucapkan mohon maaf dan terimakasih sudah memperhatikan kesalahan-kesalahan di ff ini ^^
Thanks buat readerdul yang masih setia mengikuti "The Boys Beside Me"! Dan yang masih bingung gimana nasibnya KyuMin huehehehehe~ *grin*
Ingat : Sebentar lagi bulan Mei lho! *kabuuur*
KUNJUNGI BLOG KAMI YAH TINGGAL LIRIK DI PROFIL. ADA FF NC BARU SIS/GAN KKK~
