A Beautiful Gift From God
Disclaimer : Bleach Akan Selalu Menjadi Milik Tite Kubo
Alone In Japanesse Version by Aqua Timez (Ost Bleach Anime)
Winter Child in English Version by Suzy Miss A (Ost Dream High Korean Drama)
..
..
Rated : T
Genre : Romance/Hurt/Comfort
Pairing : Ulquiorra Schiffer and Orihime Inoue
Warning : Ceritanya OOC, Ga Jelas, Ga Nyambung, Aneh, Parah,
Yang Paling Parah Characternya OOC Semua
..
..
Apa yang akan di lakukan Tesla untuk dapat menyenangkan hati Ulquiorra? Apakah Orihime mau membantu Tesla? Apakah Orihime mulai menyukai Ulquiorra?
..
..
If you not like this story, please click back button.
O
O
O
Yonde Kudasai Minna
O
O
O
Chapter 5 : When You Sad, I Will Make You Happy
30th of November 2010
Langit malam semakin gelap. Semakin lagi tak terlihat tanda-tanda adanya aktivitas para penghuni langit. Kecuali bulan yang dengan setia menerangi dunia. Tanda malam semakin larut. Waktu sekarang sudah menunjukkan pukul 10.00 malam. Langit pun tetap menampilkan gradasi hitam.
Mobil Mercedes hitam terus melaju di kegelapan malam. Menelusuri jalanan yang mulai sepi. Menembus angin malam yang hari ini terasa cukup dingin. Beberapa kilat pun nampak, menambah suasana yang semakin mencekam.
Ckiittt…
Mobil ini akhirnya berhenti di sebuah pemakaman. Pemakaman yang langsung menyambut dengan kabut yang begitu pekat. Tidak dapat di terawang dengan mudah apa yang ada di dalam sana.
Tap… tap… tap…
Beberapa langkah kaki manusia pun terdengar, mencoba mewarnai dan menambah suara lain di pemakaman ini. Entah apa yang akan di lakukan orang ini dan beberapa teman di belakangnya, di tengah kuburan seperti ini, dan pada malam hari.
"Kita bertemu lagi, Szayel Aporro Granz."
Orang yang turun dari mobil tadi pun menemukan seorang lelaki berambut pink, tepat berada di hadapannya. Mengeluarkan senyuman yang sedikit 'menyeramkan'. Entah apa artinya. Tidak ada yang dapat mengetahuinya.
"Tentu saja, bos besar yang terhormat."
Seorang anak kecil berumur delapan tahun dan seorang lelaki yang berumur 25 tahun sedang berada di depan halaman apartemen sederhana. Alasannya sudah jelas, untuk menemui Orihime Inoue.
"Apa benar ini rumahnya, Om Nnoi?" tanya anak kecil tersebut, yang di ketahui adalah Tesla Sousuke. Lelaki tinggi di sebelahnya mengangguk.
"Ya, ini adalah rumahnya Orihime Inoue, Tuan Muda," balas sang supir keluarga Schiffer atau keluarga Sousuke, entahlah mana yang benar.
"Aya… aya… ayo kita masuk Om Nnoi," seru Tesla sambil memegang tangan lelaki berambut hitam di sebelahnya dan menariknya masuk. Nnoitra sendiri hanya tersenyum melihat tingkah polos sang tuan muda.
Akhirnya mereka berdua sampai di depan pintu apartemen milik Orihime. Lelaki kecil berambut dirty blonde itu pun langsung mengetuk pintu.
"Hime nee-san…" Tesla langsung berteriak. Tidak peduli dengan ketenangan orang lain yang dapat terganggu karena teriakkannya.
"Jangan teriak terlalu nyaring, Tuan Muda, nanti tetangga apartemen ini marah loh," Nnoitra pun memperingkatkan dan menasehati sang Tuan Muda. Tesla yang mendengar nasehat Nnoitra pun memasang wajah polos tanpa dosa.
"Tidak apa-apa Om Nnoi, nanti jika mereka marah, aku akan langsung mengeluarkan puppy-eyes-no-jutsu ku. Mereka pasti akan langsung luluh," jawab Tesla yang langsung di hadiahi wajah heran dari Nnoitra.
Tapi apa yang di katakan Tesla memang benar. Nnoitra mengakui hal ini. Karena pada dasarnya, wajah imut Tesla sudah membuat para ibu-ibu pingsan. Mereka semua rata-rata terkena overdosis keimuttan wajah Tesla. Sampai-sampai ada penyakit The Cuttiest Tesla Syndrome. Di tambah juga akan wajah Tesla yang ganteng. Mereka ingin sekali mengambil Tesla, namun sudah kehendak Tuhan, Tesla harus menjadi anak dari pasangan Aizen Sousuke dan Retsu Sousuke.
Di dalam apartemen Orihime sendiri, Orihime sedang fokus mengerjakan tugas kimianya. Tugas yang sangat banyak membuat otaknya serasa memberontak, ingin keluar dari kepala gadis berambut senja ini.
"Hime nee-san…"
'Siapa sih malam-malam begini,' gerutu Orihime dalam hati.
Orihime pun memutuskan melangkahkan kedua kakinya menuju pintu luar. Dan sambil mengeruttu tentunya. Jelas saja kita akan kesal, lagi stress pikirin tugas sekolah, malah ada tamu tidak di undang yang seenaknya.
Cklekkk…
"Siapa sih malam-malam begini!"
"Konban wa Hime nee-san."
Orihime pun langsung memasang wajah angker. Ternyata yang datang si perusuh kecil, adik dari si lelaki berwajah sok dingin dan seperti mayat berjalan. Dan setan kecil ini di temani sama sendok berjalan yang mata sebelahnya di tutup kayak bajak laut. Orang-orang yang abstrak, pikirnya.
"Ada apa kamu malam-malam ke sini, Setan Kecil?" tanya Orihime dengan nada tidak bersahabat. Tesla yang mendengarnya malah ketawa-ketawa tidak jelas. Tesla ini terlalu polos apa memang aneh.
"Hahaha… Hime nee-san kalau lagi marah jadi tambah imut ya, Om Nnoi. Aku saja sampai terpesona," ucap Tesla yang mendapat anggukkan tanda setuju dari Nnoitra. Pelayan yang setia.
Telinga Orihime yang mendapat sinyal pujian seperti itu pun mendadak menjadi panas. Bukan karena Orihime senang dengan pujian sang anak kecil bermata cokelat ini, tapi karena menahan amarah. Dasar cari gara-gara pikirnya.
"Tahu apa kamu soal seperti itu, Anak Kecil," Orihime mundur beberapa langkah, dan bersiap memegang knop pintu. Sebelum Orihime berhasil menutupnya, tangan kurus dan panjang Nnoitra menahannya.
"Sabar dulu, nona Inoue, lagian biasanya anak kecil tidak pernah bohong," Nnoitra pun membela sang tuan muda. Tapi memang benar kan, anak kecil itu jarang sekali berbohong.
"Tapi tidak untuk anak seperti ini. Apalagi adik dari si orang asing itu!" Orihime pun mengeluarkan amarahnya.
'Kenapa sih mereka ini selalu saja menganggu kehidupanku!' Orihime pun menggerutu dalam hati.
Suasana pun menjadi hening. Orihime sendiri saat ini sedang berusaha menahan amarahnya agar tidak melesat keluar. Bisa-bisa nanti dia di marahi tetangga yang lain. Dan, Orihime malas mencari masalah dengan Tesla, karena masalahnya pasti tidak akan selesai.
Orihime mengedarkan pandanggannya ke segala arah dan Orihime tidak menemukan adanya Tesla di sekitarnya.
'Kemana anak itu?' tanya Orihime dalam hati.
Orihime pun kembali mengedarkan pandanggannya ke segala arah, mencari sosok anak kecil berambut dirty blonde. Tak lama kemudian, kedua bola mata abu-abu Orihime menangkap kehadiran Tesla yang sedang berlari dengan cepat ke arahnya.
"Hahh… hahh…" napas Tesla pun terengah-engah karena dia berlari dengan sangat cepat. Nnoitra yang melihat tuan mudanya kelelahan, langsung panik seketika.
"Tuan Muda, Anda tidak apa-apa?" Tesla yang mendengar pertanyaan Nnoitra menampilkan wajah yang semakin panik. Nnoitra pun semakin menjadi bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.
"Ada apa Tuan Muda, tolong katakan pada saya?" Nnoitra sekali lagi menanyakan tentang keadaan sang Tuan Muda berusia 8 tahun ini. Tesla yang semula menundukkan kepalanya sambil memegang kedua lututnya, langsung mengangkat wajahnya. Kedua bola mata cokelatnya memandang Orihime dengan tatapan takut dan rasa khawatir yang besar.
"Hime nee-san, tolong Tesla. Ini penting sekali."
Orihime dapat menangkap rasa takut yang luar biasa, yang di pancarkan dari kedua bola mata Tesla. Orihime seakan ingin sekali menelusuri lebih dalam arti dari tatapan itu. Tapi yang di tangkapnya benar-benar rasa cemas yang begitu besar. Sifat Orihime yang dingin pun lama-lama mencair.
"A-Ada apa Tesla? Apa ada yang bisa nee-san bantu?" Tesla yang mendengar pertanyaan Orihime memasang wajah semakin cemas.
'Ada apa sebenarnya?' tanya Orihime dalam hati.
"Tuan muda, katakan saja apa keinginan anda. Saya dan nona Inoue akan siap membantu anda," Nnoitra pun mengambil posisi jongkok dan dengan tanggan panjangnya, mengelus kepala Tesla.
"I-Itu… aku tadi mendapat kabar…" Tesla menghela napas sejenak sebelum melanjutkan penjelasannya, "Ulquiorra nii-san, jatuh dari tangga."
Telapak tangan Orihime pun sekarang berada di depan mulutnya. Nnoitra sendiri memasang wajah kaget. Bagaimana bisa?
"Hime nee-san, tolong ke rumah ya, bantu aku," Tesla memeluk pinggang Orihime dan menangis tersedu-sedu. Orihime pun merasa sekarang bukan waktunya memasang wajah dingin dan menolak ajakkan ini dengan kasar. Dia harus membantu Ulquiorra, walaupun gadis berambut senja ini sangat membenci Ulquiorra.
"Hufftt… baiklah."
Mobil Mercedes hitam pun melaju menembus kegelapan malam. Kabut semakin menguasai keadaan dan suasana kota. Menambah aura yang mencekam. Sanggup membuat semua bulu kuduk manusia berdiri.
"Bagaimana bisa Tuan Ulquiorra jatuh dari tangga?" suara berat Nnoitra pun memecah keheningan yang tadi menyelimuti penghuni mobil Mercedes milik keluarga Sousuke. Orihime dan Tesla hanya diam dan tidak menanggapi apa yang di katakan Nnoitra.
Orihime pun saat ini hanya bisa diam. Orihime yang biasanya pasti akan langsung ribut ketika di paksa mengikuti keluarga si Mayat Berjalan, kali ini hanya memasang wajah yang tidak dapat di tebak. Namun jika kita menelusuri lebih dalam dari arti tatapan Orihime, tersimpan ketakutan dan kekhawatiran yang besar. Orihime selalu memusatkan pikirannya pada satu kalimat.
'Apakah si Mayat Berjalan baik-baik saja?'
Gadis berambut senja ini sama sekali tidak menyangka bahwa dia akan peduli dengan lelaki stoic itu. Dia sama sekali tidak membayangkan akan menghwatirkan Ulquiorra sampai begini. Tapi pada dasarnya seorang perempuan di lahirkan memilikki rasa kepeduliaan yang besar. Seberapa pun besarnya rasa benci kita kepada seseorang, kaum perempuan pun akan tetap peduli dan khawatir jika musuh mereka itu sedang menderita. Lagian hanya manusia tidak berhati saja yang akan tetap tidak peduli.
Kedua bola mata kelabu Orihime memandang Tesla yang berada di sebelahnya. Orihime dapat menangkap dan merasakan aura kekhawatiran yang besar yang sedang melingkupi lelaki mungil itu. Tidak ada kata main-main yang di tunjukkan Tesla sekarang ini. Orihime pun merasa kasihan kepada Tesla.
'Bagaimana jika si Schiffer itu mati? Siapa yang nanti akan menjaga anak ini? Aku sih terima saja dia mati dengan cara yang tragis, tapi aku tidak tega kepada anak ini," Orihime pun memasang wajah sendu, seakan merasakan apa yang di rasakan Tesla. Orihime sangat tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang kakak.
Suasana pun hening. Hanya suara mobil dan motor yang melintasi jalan. Tidak ada salah satu dari ke tiga orang ini yang berniat menggerakkan bibir mereka. Seakan ada penghalang yang tidak mengizinkan suara mereka keluar, menghapus kesunyiaan malam.
"Tenanglah anak kecil, Kakakmu pasti baik-baik saja."
Orihime akhirnya mengeluarkan suara dan menembus keheningan. Wajah Tesla yang semula tertunduk dan menampilkan mimik yang sedih, mengangkat wajahnya. Menatap kedua bola mata kelabu Orihime. Dan Tesla saat ini dapat menangkap semangat yang keluar dari arti tatapan Orihime itu. Dan semangat itu di berikan hanya untuknya.
Bibir Tesla pun melengkung. Menampilkan senyum yang sangat manis.
"Hontou ni arigatou Hime nee-chan…." Tesla tersenyum sumringah. Mau tak mau, Orihime pun tersenyum, walaupun tipis.
"Hey sejak kapan kamu mengubah nama pangilanku menjadi 'nee-chan'?"
"Hehehe… tentu saja tidak apa-apa Hime nee-chan…"
"Dasar!"
Nnoitra yang sedang mengendarakan mobil pun tersenyum. Tersenyum melihat keakraban yang terjadi antara Tuan Mudanya dan Orihime, sedikit demi sedikit dan lama-lama akan menjadi bukit.
Jalanan kota Karakura hari ini sangatlah sepi. Tanda-tanda kehidupan sudah sulit untuk di temukan. Namun itu tidak menghalangi seorang lelaki berambut biru terang berjalan menelusuri jalan kota sendirian. Tidak ada sama sekali rasa takut dan khawatir yang terpancar dari kedua bola mata biru safirnya.
Grimmjow terus berjalan dan berjalan. Masuk dan semakin masuk ke dalam daerah yang di tumbuhi banyak sekali pepohonan. Menambah aura mencekam yang siap mencekik siapa saja. Sampai akhirnya dia memasukki sebuah rumah kecil yang cukup menyeramkan. Entah tempat ini di sebut sebuah rumah apa tidak, karena dari bentuknya saja sudah tidak meyakinkan.
Kriieettt…
Suara pintu terbuka pun menjadi suara pertama yang menghiasi rumah kecil ini. Rumah yang sudah tua termakan zaman ini hanya menyambut Grimmjow dengan suasana rumah yang gelap, tanpa adanya cahaya sedikitpun yang menemani. Kedua kaki panjang Grimmjow terus saja berjalan masuk dan tentu saja menutup pintu sebelum menelusuri keadaan rumah lebih jauh.
Cklekkk…
Jari Grimmjow pun menekan saklar lampu untuk menyalakan lampu. Setelah mendapat penerangan, dapat di lihat berbagai macam barang. Tapi bukan barang sembarang barang. Barang-barang yang terdapat di rumah ini semuanya…
Milik perempuan.
Semua yang terdapat di rumah ini adalah milik perempuan. Terdapat beberapa lemari kaca yang di dalamnya di hiasi dengan aksesoris wanita. Diantaranya seperti tas, boneka, baju, sepatu, kalung, dan masih banyak lagi. Dan barang-barang di sini di dominasi dengan warna hijau.
Neliel Ichimaru.
Barang-barang ini semuanya milik Neliel, kekasih yang selalu dan akan selalu di kasihinya.
Rumah ini memang ada untuk menyimpan semua barang milik Neliel. Grimmjow mengumpulkan semua barang milik Neliel, baik itu dari kedua orang tuanya, Orihime, dari kamar Neliel sendiri, dan yang Grimmjow berikan. Ketika Grimmjow sedang merasa jenuh dan stress, dia selalu mengunjungi tempat ini.
"Tahukah kamu, Neliel, aku masih merawat semua barangmu. Tahukah kamu, aku bahkan harus sembah sujud di hadapan kedua orang tuamu untuk mendapatkan semua barang ini."
Grimmjow pun hanya bisa tersenyum miris. Semua kenangan kembali berputar dengan indah di otak Grimmjow. Menghantarkan film pendek yang sanggup membuatnya tersenyum dan sedih.
"Tahukah kamu Neliel, aku sangat merindukanmu. Tahukah kamu bahwa aku merindukan kehangatan belaian tanganmu, suaramu yang agak sedikit jelek itu, dan aku sangat kangen dengan senyummu, Neliel."
"Tahukah kamu, Neliel, kalau aku sekarang sangat kesepian tanpa dirimu, aku seakan ingin mati saja. Tahukah kamu semua perasaanku ini?"
Toki ni kono sekai wa, ue wo muite, aruku ni wa sukoshi mabusushiguru ne, shizumu you ni me wo fuserutu to, kawaita simen ga namida wo susuru
Sekarang wajah ganteng Grimmjow hanya bisa menunduk. Berusaha mencoba menahan air mata yang sekarang sudah menggenang di pelupuk matanya. Dia tahu lelaki tidak boleh menangis, karena itu adalah hal yang tabu. Tapi dia juga manusia yang memilikki perasaan. Dan dia sendiri percaya kalau semua orang pasti akan menangis jika di tinggal pergi oleh orang yang di kasihi.
"Neliel, perlukah aku membunuh orang yang sudah membunuhmu. Apakah aku perlu membalaskan rasa sakitmu ketika kamu mati kepadanya. Apakah aku perlu melakukan ini?"
Grimmjow terus saja menundukkan wajahnya. Entah apa yang di pikirkannya saat ini. Tidak ada yang tahu.
"Jika kamu mau, aku akan membunuhnya dan membalaskan rasa sakitmu. Dia harus merasakan apa yang kamu rasakan!"
"Di mana tuan Ulquiorra?"
Orihime, Tesla, dan Nnoitra sekarang sudah berada di rumah Ulquiorra. Nnoitra yang tiba langsung menanyakan kabar sang tuan kepada salah satu pembantu yang sekarang berada di hadapannya.
"Ulquiorra-sama sekarang berada di kamarnya. Kondisinya sangat memprihatinkan," jawab salah satu pembantu yang di ketahui bernama Sun-Sun sambil menunduk. Menunjukkan bahwa dia kasihan kepada sang tuan rumah.
"Benarkah itu? Apakah dia terluka? Apakah dia baik-baik saja?" Orihime dengan tiba-tiba langsung menghujani perempuan di depannya dengan berbagai pertanyaan yang langsung di sambut wajah bingung oleh Sun-Sun, Nnoitra, dan terutama Tesla.
'Wah, Hime nee-chan ternyata memang menyukai onii-san. Kesempatan bagus untuk menyatukan mereka berdua, hihihi…' Tesla memasang senyum kemenangan di bibirnya. Senang adalah hal yang sangat di rasakan Tesla saat ini.
"Baiklah, terima kasih atas informasinya," kata Nnoitra dan mulai beranjak meninggalkan ruang bawah dan bersiap menuju kamar Ulquiorra, "oh ya, tolong buatkan minum untuk nona Inoue."
"Hai," balas Sun-Sun dan langsung beranjak menuju dapur.
Nnoitra, Orihime, dan Tesla langsung beranjak menuju lantai atas, lebih tepatnya seperti berlari. Karena mereka sekarang memilikki perasaan yang sama, yaitu khawatir. Dan target mereka juga sama, yaitu Ulquiorra Schiffer. Jadi mereka memilikki satu motto dan tujuan yang sama. Langka sekali kan Orihime juga terlibat.
Akhirnya mereka sampai di depan pintu berwarna hijau, tanda pemilik kamar Ulquiorra.
Braakk…
"Tuan Ulquiorra, apakah Anda baik-baik saja?"
"Ada apa denganmu, Nnoitra, kau mengangguku saja!"
Nnoitra membuka pintu dengan kasar dan langsung menanyakan kabar sang tuan. Tapi yang di tangkapnya adalah sang tuan sedang duduk di kursi dekat perapian sambil membaca buku. Otomatis, sang supir pun diam tanpa kata.
"Aku tanya sekali lagi, ada apa, Nnoitra?" Ulquiorra menutup bukunya dan menanyakan sekali lagi pertanyaan yang sama kepada Nnoitra. Namun Nnoitra hanya diam.
"Hey, Tuan Sendok, jangan diam, ayo cepat maju!"
Sekarang indra pendengaran Ulquiorra menangkap suara teriakkan yang sudah tidak asing di telinganya.
'Suara ini?'
Brakk…
Tubuh tinggi Nnoitra pun sekarang jatuh dan menghantam lantai dengan indahnya. Namun Nnoitra tetap tidak bergeming sedikitpun. Sementara Orihime dan Tesla langsung menghambur masuk setelah bersama-sama mendorong tubuh Nnoitra.
"Hey, Mayat Berjalan, apakah kau ba-ba-ba…."
Ingin rasanya Ulquiorra tertawa saat melihat mulut Orihime yang megap-megap kayak Ikan Gembung di film Sponge Bob. Orihime sendiri tetap melanjutkan aksinya dan sepertinya akan terus melakukannya.
"Sampai kapan kamu akan memasang wajah jelek seperti itu, onna?"
Orihime pun kembali ke alam sadarnya. Bodoh sekali tadi dia sudah menunjukkan hal yang memalukan di depan Ulquiorra.
Aura hitam menguar dan mengelilingi tubuh Orihime Inoue. Dapat di lihat dari kedua bola mata Orihime mengeluarkan tatapan membunuh tingkat tinggi. Siap memakan siapa saja yang ada di hadapannya.
"Tessslllaaa…"
"Jadi begitu ceritanya tuan Ulquiorra."
Nnoitra pun menyudahi ceramah panjang lebarnya. Ulquiorra sendiri hanya tetap diam dan memasang wajah dinginnya.
"Jadi begitu," Ulquiorra pun dapat menangkap dengan baik apa yang sebenarnya terjadi, "aku memang jatuh, tapi bukan di tangga, hanya jatuh di lantai."
Nnoitra pun memasang wajah cengo stadium tingkat tinggi. Tuan mudanya benar-benar sukses membuat dirinya dan Orihime panik luar biasa. Nnoitra pun saat ini mencoba memandang Orihime yang sedang berada di beranda memarahi Tesla.
#
"Kamu itu masih anak kecil, tapi berani sekali mengerjai orang dewasa!" Orihime dengan ganasnya memarahi Tesla. Tesla sendiri hanya menundukkan wajahnya, tidak berani memandang wajah Orihime yang menurutnya seperti nenek sihir.
"Hontou ni gomenansai, Hime nee-chan."
Orihime saat ini benar-benar marah besar. Tesla dengan sukses mengerjainya dan membuatnya selalu berpikir tentang Ulquiorra. Betapa bodoh dirinya saat itu.
Ulquiorra dan Nnoitra yang berada di dalam kamar hanya memasang wajah tidak peduli dengan keributan antara Orihime Inoue vs Tesla Sousuke.
"Hime nee-chan, Tesla mau meminta bantuan Hime nee-chan sekali lagi. Tesla membawamu kesini karena aku mau meminta bantuanmu. Aku membuat alibi seperti tadi karena aku tidak yakin kalau Hime nee-chan akan ikut denganku ke rumah ini."
Tesla sekali lagi memasang wajah memohon yang sangat kepada Orihime. Orihime sendiri tidak bisa melawan sama sekali jika sudah seperti ini. Dia tidak tega kepada anak kecil. Sejahat-jahat dan secuek-cueknya Orihime, gadis berambut senja ini tetap saja tidak akan tega.
"Apa yang kamu mau!" Orihime akhirnya mengalah dan mengikuti kata hatinya yang menyuruhnya mengikuti kemauan Tesla.
"Sini, Hime nee-chan, menunduk."
Orihime pun mengikuti kemauan Tesla. Orihime mengambil posisi jongkok dan Tesla langsung membisikinya beberapa kata.
"Apa, tidak mungkin aku akan membantumu!" Orihime membentak Tesla. Tesla langsung mengeluarkan jurusnya.
"Aku mohon Hime nee-chan, aku mohon sekali ini saja," Tesla pun kembali memohon dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata cokelatnya.
"Oke, fine… fine..."
Orihime kembali menyerah. Tesla otomatis memasang wajah penuh kemenangan.
"Yipiiee… Hime nee-chan memang paling the best deh, hahahahaha…"
Tesla pun tertawa. Orihime sendiri hanya menggerutu tidak jelas. Menggumamkan kata-kata terkutuk.
"Ada apa ini?" Nnoitra tiba-tiba muncul di beranda kamar Ulquiorra. Tesla dan Orihime sama sekali tidak terkejut dengan kehadiran Nnoitra.
"Nah, Om Nnoi, sini aku mau memberitahu sesuatu."
11.59 a.m.
Waktu sekarang sudah menunjukkan waktu tengah malam, namun tuan Ulquiorra kita masih belum menutup kedua bola mata emerald-nya. Ulquiorra saat ini masih memikirkan banyak hal yang bersarang di otaknya.
Prangg!
Ulquiorra langsung beranjak bangun dan mengambil posisi duduk saat mendengar sesuatu, seperti barang pecah.
'Ada apa malam-malam begini.'
Ulquiorra pun memutuskan melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya dan mencari sumber masalahnya saat ini. Ulquiorra menyusuri koridor rumahnya secara perlahan namun pasti.
Lama Ulquiorra berjalan dan akhirnya Ulquiorra menemukan salah satu ruangan yang belum di tutup pintunya.
Prangg!
Kedua telinga Ulquiorra menangkap sumber masalahnya berada di rumah ini. Dengan langkah hati-hati, Ulquiorra memasuki ruangan. Saat Ulquiorra berada di dalam, pintu pun tertutup.
"Siapa itu. Tunjukkan dirimu!"
Ulquiorra sama sekali tidak menangkap apapun dengan pandanggannya, karena ruangan ini begitu gelap.
Ckleekkk…
00.00 a.m.
1st of December 2010
"SURPRISE…"
Lampu ruangan ini tiba-tiba menyala dan menampilkan hal yang menakjubkan bagi Ulquiorra. Ruangan ini di desain selayaknya…
"Otanjobi Omedetto Gozaimasu, Ulquiorra-sama!"
Semua pembantu yang berada di rumah ini menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ulquiorra. Ya, hari ini Ulquiorra berulang tahun, tepat yang ke 17 tahun. Dan ruangan ini telah di sulap selayaknya pesta ulang tahun.
"Ini…"
"Iya ini semua buat onii-san, otanjobi omedetto gozaimasu," Tesla pun langsung memeluk Ulquiorra. Ulquiorra sendiri balas memeluk Tesla.
"Otanjobi Omedetto Gozaimasu, Tuan Ulquiorra," Nnoitra pun ikut memberi ucapan selamat.
Ulquiorra saat ini sangat terharu. Belum pernah penghuni rumahnya melakukan kejutan seperti ini. Dan mereka saat ini rela untuk belum terlelap pada tengah malam. Walaupun menurutnya desain ruangan ini sangat norak dan seperti mencerminkan pesta ulang tahun anak berumur 5 tahun, tapi Ulquiorra tetap senang. Ulquiorra pun tersenyum, walaupun tipis.
"Arigatou, minna."
Semua penghuni ruangan ini pun terkejut. Terkejut karena senang Ulquiorra menghargai usaha mereka. Selama ini mereka sama sekali tidak pernah melakukan kejutan ulang tahun untuk tuan mereka karena Ulquiorra sama sekali tidak pernah mengizinkan mereka melakukan hal-hal menyebalkan seperti ini.
Namun entah mengapa, hari ini Ulquiorra malah menghargai usaha mereka.
Apa Ulquiorra sudah berubah?
"Nah sekarang, nii-san ikuti aku ya."
Tesla pun menarik tangan Ulquiorra. Dan saat ini mereka sedang berada di depan piano besar yang dulu pernah di gunakan Ulquiorra saat bersama dengan Orihime waktu itu. Kedua bola mata emerald Ulquiorra melebar saat dia melihat, Orihimelah yang duduk di kursi depan piano dan bersiap memainkan lagu.
Ulquiorra terpaku dan tidak bisa melepaskan pandanggannya dari Orihime. Ulquiorra sama sekali tidak percaya kalau Orihime juga akan berpartisipasi untuk ikut andil dalam membuat kejutan ulang tahun untuknya. Bagaimana mungkin seorang Orihime Inoue yang sangat membenci dirinya, sekarang bisa berada di sini dan yang akan memainkan lagu untuknya?
Namun ada hal lain yang membuat pandanggannya tidak bisa lepas dari Orihime.
Kecantikkan Orihime dalam balutan gaun gold dan rambut senjanya yang di ikat ke samping dan di keriting, membuat gadis itu tampak sempurna di mata Ulquiorra.
Orihime sendiri mulai meletakkan jari-jarinya di atas tuts piano. Orihime menarik napas panjang sebelum bersiap memainkan sebuah lagu untuk Ulquiorra. Orihime sendiri memang memilikki keahlian dalam bermain piano. Keahliannya sudah tidak perlu di ragukan.
Orihime pun mulai menekan tuts piano dan menyanyi.
Born in the winter
This beautiful you
Clean like snow
You who belong to me
Born in the winter
My lover
Clear as snow
You who belongs to me
Regardless whether it's spring,summer,autumn, or winter
Always clear and clean
Semua penghuni ruangan ini larut dalam lagu dan suara yang di lantunkan Orihime. Permainan piano dan suara Orihime bersatu membentuk simponi yang sangat indah.
Born in the winter
This beautiful you
Clean like snow
You who belongs to me
Regardless whether it's spring,summer,autumn, or winter
Always clear and clean
Orihime terus saja bernyanyi, suara merdunya membuat semua mata di tempat ini tertutup. Merasakan betapa indahnya suara Orihime.
Namun, Ulquiorra terus saja memandang Orihime.
Born in the winter
This beautiful you
Clean like snow
You who belongs to me
Happy Birthday
Happy Birthday , Hoo…
Happy Birthday
Happy Birthday To You
Happy Birthday To You
(Happy Birthday To You)
Sekarang, Orihime tidak bernyanyi sendirian. Semua penghuni tempat ini, dengan wajah yang begitu bahagia, ikut bernyanyi dan mengucapkan 'Happy Birthday To You', untuk Ulquiorra.
Happy Birthday To You
(Happy Birthday To You)
Happy Birthday To You
(Happy Birthday To You)
Happy Birthday To You
(Happy Birthday To You)
Happy Birthday To You
Happy Birthday To You
Happy Birthday To You
Happy Birthday To You
Happy Birthday To You
Happy Birthday To You
Happy Birthday To You
Happy Birthday To You
Plok… plok… plok…
Semua manusia yang berada di ruangan ini pun bertepuk tangan. Mereka sangat kagum dengan suara Orihime dan suara mereka tentu saja. Orihime menyanyikan lagu ini seperti memang berasal dari dalam hati. Jadi pesan lagu ini tersampaikan dengan sangat baik bagi yang mendengarkan. Terutama Ulquiorra, hatinya senang bisa mendengar suara Orihime.
"Onii-san dan Hime nee-chan, kalian seperti pasangan, cocok sekali," entah kenapa Tesla memuji Ulquiorra dan Orihime. Tidak memuji permainan piano dan suara Orihime. Sepertinya Tesla memang mulai beraksi mengoda dua remaja ini.
"Apa maksudmu, Setan Kecil! Tentu saja kami bukan pasanggan dan tetap tidak akan menjadi pasanggan. Dan yang perlu kamu ingat, aku sama sekali tidak akan pernah menyukainya!" Orihime pun memperingatkan Tesla. Dan yang perlu di ketahui, Orihime juga menutupi kegugupannya.
"Apakah benar, seorang gadis yang berkorban malam-malam seperti ini hanya untuk membuat kejutan untuk seorang lelaki masih mengelak dengan mengatakan bahwa dia tidak suka kepada lelaki itu?"
Orihime terpaku dengan pertanyaan yang terlontar dari bibir lelaki dingin di sebelahnya. Apakah benar dia melakukan ini semua hanya karena kasihan kepada Tesla? Apakah bukan karena ada alasan lain sehingga Orihime sama sekali tidak bisa menolak permintaan Tesla? Apakah Orihime menyukai…
Orihime menggelengkan kepalanya. Mencoba menghapus pikirannya yang terakhir. Menyukai Ulquiorra? Tidak mungkin.
"I-Itu bukan urusanmu," Orihime membentak Ulquiorra. Ulquiorra sendiri tersenyum menyeringai karena menangkap adanya nada-nada gugup dalam setiap kata yang di keluarkan Orihime.
"Benarkah itu, Hime?"
Ulquiorra pun tersenyum menyeringai dan menggoda Orihime. Orihime yang mendenggar Ulquiorra memanggil nama kecilnya, merasa kedua pipinya memerah.
"Iya, itu benar, nona Inoue," sekarang Nnoitra yang menyuarakan pendapat.
Orihime sekarang terpojok. Apa benar dia menyukai Ulquiorra? Tapi Orihime memang mengakui kalau jantungnya selalu berdetak dengan tidak normal saat berhadapan dengan Ulquiorra. Semenjak insiden penamparan yang dia perbuat, apa mungkin?
"Oh iya aku ingat, Loly nee-san, kuenya," perintah Tesla kepada Loly. Orihime merasa sangat dan sangat lega karena Tesla mengalihkan pembicaraan. Dan saat ini, Loly pun datang dengan membawa kue di tanggannya. Tapi, Loly tidak langsung berdiri di hadapan tesla maupun Ulquiorra, tapi di depan Orihime.
"Apa maksudnya ini?" Orihime pun bertanya dengan keanehan yang saat ini sedang terjadi di depannya.
"Begini, Hime nee-chan, karena yang akan mengantarkan kue ini bukanlah Loly nee-san, tapi Hime nee-chan."
Orihime pun memasang wajah angker kepada Tesla. Namun Tesla kembali memasang wajah memohon. Sekali lagi, Orihime pasrah dengan cobaan yang dia hadapi saat ini.
"Fine… fine…"
Orihime pun menerima kue dari perempuan berkuncir dua di depannya. Setelah kue berpindah tangan, Orihime mulai melangkahkan kedua kakinya menuju Ulquiorra. Ulquiorra sendiri memasang wajah yang datar dan tetap mempertahankan poker face. Namun Ulquiorra merasa perasaan senang mulai merasuk secara perlahan namun pasti.
Pandanggannya terhadap Orihime mulai berubah.
Atau memang sejak awal, pandanggannya terhadap Orihime memang seperti ini?
Orihime sekarang telah berada di hadapan Ulquiorra. Kedua bola mata berbeda warna pun bertemu seiring dengan mereka yang bertatapan. Entah kenapa, seakan ada tali yang mengikat kedua mata mereka, sehingga fokus penglihatan hanya tertuju pada diri mereka masing-masing.
"Nah sekarang, onii-san, tiup kuenya ya, tapi sebelumnya, make a wish dulu," suara Tesla pun memutuskan tali pengikat di antara Ulquiorra dan Orihime.
Ulquiorra pun memejamkan kedua bola mata emerald-nya dan bersiap mengucapkan harapannya hari ini.
Wush…
Hembusan udara yang terdengar pun menandakan lilin yang terdapat di kue black forest telah padam. Harapan Ulquiorra pun sekarang seakan terbang mengelilingi atmosfir ruangan dan bersiap terbang menuju langit angkasa yang juga banyak sekali menampung harapan orang lain.
Plok… plok…
Semua orang di ruangan ini pun bertepuk tangan. Suasana malam hari ini benar-benar sangat menyenangkan bagi semua orang. Walaupun Ulquiorra tidak bisa merayakan ulang tahunnya bersama keluarganya yang utuh, namun kehadiran Tesla, Nnoitra, dan para pembantunya sudah cukup baginya. Terutama kehadiran Orihime, menambah kelengkapan kebahagiannya hari ini.
Orihime sendiri entah kenapa larut dalam suasana malam ini. Sesaat dia merasa tidak menyesal datang ke rumah ini dan menjadi orang yang berpartisipasi dalam kejutan untuk Ulquiorra. Gadis berambut senja ini merasa bahagia.
Orihime pun menyerahkan kue yang di pegangnya kepada Loly yang berada di sampingnya. Sekarang bibir Orihime mulai bergerak, hendak mengucapkan sesuatu.
"H-Happy birthday, Ulquiorra."
Semua orang pun terkejut dengan ucapan Orihime, terutama Ulquiorra sendiri. Bukan karena ucapan selamat ulang tahun yang di ucapkan Orihime, tapi karena Orihime pertama kali memanggil namanya dengan benar, dan Orihime langsung memanggil nama depannya, bukan nama keluarga.
"Thank you so much, my lady," Ulquiorra pun memegang tangan Orihime dan mengecupnya dengan sangat lembut.
Kedua pipi Orihime bukan merona sekarang, tapi benar-benar merah seperti tomat. Perlakuan Ulquiorra serasa manis sekali baginya. Tapi, perempuan mana yang tidak akan senang jika di perlakukan seperti tadi?
Malam semakin larut. Langit semakin menunjukkan warna hitam kelam. Semua orang seharusnya sudah terlelap di singasana masing-masing, namun ada dua insan manusia yang masih terjaga.
Rambut senja dan rambut hitam legam milik Orihime dan Ulquiorra saat ini seakan melambai tertiup angin. Di beranda kamar Ulquiorra, mereka berdiri menatap langit.
Mereka berdua hanya diam. Tidak ada yang berniat mengucapkan satu atau dua patah kata. Sekarang hanya angin yang menemani indahnya saksi bisu kedua insan manusia ini.
"Aku mau pulang sekarang?" suara lembut nan tegas milik Orihime membuka jalur yang tadi sempat di tutupi benteng kesunyian. Ulquiorra sendiri hanya diam.
"Hey, jawab aku, Mayat!" Orihime mulai mengelarkan emosinya sekarang. Ulquiorra tetap diam, tidak sama sekali berniat membalas semua keluh kesah perempuan cantik di sebelahnya.
Orihime pun mulai resah sekarang. Orihime sendiri heran pada dirinya yang mau saja menerima keinginan lelaki berkulit pucat di sebelahnya ini. Menemani lelaki stoic, bukanlah hal yang masuk akal sebenarnya.
"Bisakah aku pulang sekarang, Lelaki Pucat Yang Sok Stoic Punya Kulit Seperti Tulang…"
Orihime terdiam sekarang. Kalimat di atas sama sekali belum selesai di ucapkannya. Namun semuanya terhenti saat…
Ulquiorra menciumnya.
Kedua bola mata abu-abu Orihime melebar. Perempuan berambut panjang ini sama sekali tidak menyangka Ulquiorra akan menciumnya. Wajah Orihime positif berubah warna.
Ciuman ini hanya berlangsung singkat. Ulquiorra pun melepas ciumannya. Sekarang kedua bola mereka saling bertemu satu sama lain. Wajah mereka begitu dekat. Tali penyambung yang tadi sempat terputus sekarang sudah terikat satu sama lain dengan begitu kuatnya. Menelusuri arti dari tatapan masing-masing.
Secara perlahan namun pasti, Orihime dan Ulquiorra kembali mendekatkan wajah mereka.
Mereka berdua pun kembali menempelkan bibir masing-masing.
Tanpa mereka sadari, ada orang ketiga yang menyaksikan semua ini.
"Khu… khu… untung saja aku membawa kamera ini. Kira-kira apa yang akan aku lakukan ya dengan foto ini?" ucap lelaki berambut dirty blonde sambil tersenyum licik dan memegang kamera tentunya.
# Owari #
Hontou ni gomenansai minna, telat update. Ya karena saya baru kembali dari hiatus panjang.
Saya keasyikkan berhibernasi, sampai menelantarkan fic ini, hahahhahaha…
(emang ada yang nunggui fic ini?)
Fic yang masih damai untuk saat ini, chapter depan mungkin akan sedikit menegangkan
Saya tidak bisa berjanji untuk mengupdate cepat fic ini, mengingat sudah kelas 3 SMA, hahahaha
(memang ada yang tanya?)
Baiklah sepertinya saya tidak perlu banyak bebacot di fic ini.
Gimana apakah menurut para reader sekalian, jelek kah, abal kah, aneh dan abstrak kah. Masih banyak typo yang bertebaran di mana-mana, silahkan lemparkan saran dan kritik kalian di ruang review. Hana akan menerima dengan senang hati
Nee, mind to review this story?
:D
