Terima kasih untuk semua readers yang masih setia membaca dan mereview FF ini.

Walau tak bisa Author balas satu per satu untuk chapter ini tapi Author selalu dan selalu baca ^^

.

.

.

Happy Reading~

.

.

Chapter 6~

Siwon jatuh cinta pada seorang Kim Kibum. Siapapun bisa melihat itu bahkan seseorang yang hanya bertemu sekilas dengan mereka apalagi seorang Cho Kyuhyun yang memang selalu meperhatikan mereka. Mungkin hanya orang bodoh yang tak menyadari hal mudah itu dan dalam kasus ini sialnya Kibum juga termasuk dalam jajaran orang bodoh yang dimaksudkan oleh Kyuhyun tadi.

Kyuhyun bisa merasakan dari cara Siwon menatap Kibum, cara Siwon memperlakuakan Kibum dan cara Siwon membicarakan tetang namja berkulit seputih salju itu bahkan Siwon mungkin tak bersikap seperti itu pada Lee Sungmin—yeojachingunya sendiri.

Dikehidupannya sebelum ini tak pernah sekalipun namja bersurai ikal itu tahu bahwa hatinya bisa sesakit ini melihat orang yang begitu dicintainya mencintai orang lain, mencintai Kibum dengan sepenuh hati nampaknya tak bisa sedikitpun membuat Kibum menoleh padanya tentu saja wajar melihat kondisi Kyuhyun sekarang yang terlihat seperti murid junior school.

Semua terasa sia-sia dan semua terasa terlambat sekarang, ketika Kyuhyun menyadari perasaannya pada Kibum bertambah dalam disaat itu juga Kyuhyun menyadari cinta Kibum pada Siwon juga bertambah dalam.

Lalu apa yang bisa dilakukannya sekarang selain menangisi takdir yang begitu nampak kejam padanya dan juga Kibum.

Jika bisa memutar waktu Kyuhyun berharap saat itu dia langsung tewas di tempat, cukup Kibum saja yang selamat dan dia tak perlu menjelma menjadi seorang namja kecil tak berarti dalam hidup seorang Kim Kibum. Menjadi sebuah sandaran rapuh saat Kibum terpuruk. Terlihat begitu lemah dan tak dianggap.

Tapi bolehkah seorang Kyuhyun bersikap egois? Dia ingin kembali pada dirinya yang dahulu. Dia ingin memberikan cintanya yang nyata pada Kibum. Sekali lagi bahkan jika Kyuhyun memang ditakdirkan tak bersama namja yang dicintainya dia ingin cukup sekali saja melihat Kibum tersenyum karenanya.

Tapi siapa yang tau akan takdir? Dan siapa tau akan otak Author yang selalu merubah alur cerita seenaknya sendiri? #smirk

.

.

.

"Oppa, apakah ini bagus?"

Seorang yeoja cantik tengah menunjukkan sebuah gaun pada seorang namja cantik yang ada di hadapannya sambil memasang senyum senang pasalnya gaun itu adalah gaun yang jadi favoritnya di butik ini sementara namja yang ditanyanya tampak meneliti gaun yang ditunjukkan sang yeoja.

"jelek." Jawab sang namja singkat dan sontak membuat sang yeoja menpoutkan bibirnya kesal.

"Aku akan memilih yang ini." Ucap sang yeoja kesal sambil menghentakkan kakinya masuk ke kamar pas untuk mencoba gaun yang dipamerkannya tadi.

"Bummie, bagaimana penampilanku?" tanya sang yeoja dengan gaun pilihannya sambil memutar-mutar tubuhnya di depan sang namja yang sepertinya lebih memilih menyibukkan diri dengan buku tebal di tangannya daripada menatap yeoja cantik di depannya.

"OPPA..!" teriak sang yeoja mulai kesal

Dan dengan malas sang namja menatap sekilas sang yeoja yang memang tampak cantik itu, "biasa saja."komentarnya singkat.

Yeoja itu mempoutkan bibirnya kesal, rasanya ingin sekali dia melempar wajah innocent sang namjachingu dengan sepatu highheels yang kini tengah dikenakannya bahkan beberapa pelayan disana tersenyum menahan tawa mereka.

"Bummie~ apa kau tak bisa memujiku?"

Namja tampan itu—Kibum menutup buku bacaannya dan meletakkannya ke samping kemudian emeral hitam kelamnya menatap pada sosok yeoja cantik yang ada di depannya.

"apa bagusnya pakaian kurang bahan itu?" komentar Kibum sok bijak dan jika saja sang desainer mendengarnya mungkin saat itu juga mulut Kibum sudah dijahitnya.

Yeoja itu kembali menghentakkan kakinya dan kembali ke kamar pas mencoba pakaian lain yang mungkin akan mendapat 'sedikit' perhatian dari sang namjachingu.

Kibum mengamati sekitarnya, tak ada yang menarik disana karena dia berada di butik khusus wanita dan terkenal bonafit jadi hanya satu dua orang yang benar-benar kelebihan uang yang bisa membeli baju di butik ini, beberapa karyawati di butik itu memandang kagum pada sosok Kibum yang kini masih duduk sambil sesekali membolak-balik majalah di tangannya. Bagaimana bisa seorang siswa senior high school berada di tempat semewah ini? Tentulah sang namja pastilah seorang yang kaya raya pewaris harta kekayaan keluarga yang berlimpah ruah.

Kibum kembali menghela nafas bosan entah sudah yang keberapa kalinya sejak di duduk di kursinya sekarang, namja tampan itu akan beranjak pergi, namun langkahnya urung saat mendapati sebuah suara lembut memanggilnya.

"oppa..."

Kibum membalikkan badannya melihat kearah sumber suara dan sedetik kemudian Kibum hampir saja melongo mendapati sosok yeoja yang sangat menyerupai bidadari tengah tersenyum lembut padanya.

"Bummie, kenapa menatapku begitu?" gugup sang yeoja saat mata Kibum tak lepas sedetikpun memandanginya.

Kibum tersenyum menampakkan killer smilenya yang cukup membuat semua karyawan yang semuanya wanita di butik itu ber'bulshing ria dibuatnya.

"bukankah dia sangat cantik tuan?" tanya seorang Karyawati disebelah sang yeoja saat mendapati tak ada satupun jawaban dari sosok Kibum.

Kibum perlahan mendekati sang yeoja dan tepat setelah jarak mereka hanya berkisar persekian centi Kibum memajukan wajahnya ke arah sang yeoja yang sontak membuat jantung sang korbannya berdetak cepat.

"ya.. aku tak menyangka Nonna bisa secantik ini," bisik Kibum yang sukses membuat yeoja yang berstatus kekasihnya itu bersemu merah

"tapi kenapa Nonna harus repot jika nanti nonna juga akan melepas semuanya~" bisik Kibum seduktif kemudian namja itu memandangi yeoja dihadapannya dari atas sampai bawah dengan seringai yang terlihat mesum dimata sang yeojachingu.

DUAGHH..

Dan akhirnya highheels sang yeoja melayang ke wajah tampan sang namjachingu.

"ini sakit Chullie"

.

.

.

Kibum menatap sosok Kyuhyun yang kini sudah terlelap di sebelahnya. Namja kecil itu memang beberapa hari belakangan ini tidur bersama dengan Kibum dan entah kenapa Kibum tak menolaknya.

Sebuah senyum menggembang di wajah tampan Kibum saat kembali onyx hitamnya memandang ke wajah damai Kyuhyun yang terlelap, tak terasa sudah sebulan lamanya namja kecil itu tinggal bersamanya dan karenanya Kibum merasa semua sakit yang dirasanya berkurang bahkan terkadang dia tak mengingatnya sama sekali.

"gomawo Kyu, gomawo sudah menemaniku."

Sungguh Kibum tak mengerti kenapa hatinya terasa sesak.

Bukan karena cintanya yang bertepuk sebelah tangan pada sosok Siwon tapi kali ini yang dirasakannya berbeda.

Kibum merasa sakit setiap kali dia menatap Kyuhyun yang selalu tersenyum padanya

Jujur sebenarnya Kibum sendiri mulai menaruh hati pada sosok namja kecil yang selalu bersamanya beberapa minggu ini

Seharusnya Kibum tak merasakan perasaan ini pada sosok Cho Kyuhyun.

Seharusnya Kibum tak merasa bimbang dengan perasaannya sendiri apalagi dengan segala pengorbanannya selama ini demi mengejar sosok seorang Choi Siwon.

Seharusnya hati Kibum tak sakit ketika Kyuhyun tersenyum memberikan dukungannya padanya untuk mendapatkan Siwon.

Seharusnya—dan semuanya hanya menjadi angan-angan karena semua sudah terjadi.

Kibum memegangi dadanya yang terasa berdegup kencang, ada apa sebenarnya dengannya?

Ia sendiri tak mengerti.

"Kyuniie~" lirih Kibum sambil menatap sosok namja kecil yang masih tertidur pulas itu.

Cup..

Dan entah dorongan dari mana Kibum meberanikan dirinya mengecup bibir kissable Kyuhyun.

"saranghae~"

Kibum membulatkan matanya tak percaya saat tiba-tiba tubuh Kyuhyun bersinar putih, beberapa kabut mengelilinginya dan tak lama Kibum melihat tubuh Kyuhyun perlahan berubah menjadi transparan sebelum kemudian benar-benar menghilang dari hadapannya.

Kibum terpaku di tempatnya masih tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya sebelum Kibum sempat mengucapkan sepatah katapun rasa kantuk yang sangat berat menyerangnya.

.

.

Seorang perawat nampak berjalan sambil membawa papan kertas berisi catatannya tentang data para pasien yang selalu dikontrolnya, langkahnya terhenti di depan sebuah pintu kayu bertuliskan Rose 636.

Sang suster membulatkan matanya tak percaya pada apa yang dilihatnya, matanya bergerak kesana kemari memeriksa setiap sudut kamar rawat tersebut.

"Dokter pasien di kamar Rose 636 menghilang.!"

.

.

.

Kibum memandang tak berkedip sosok yang kini berdiri di depannya, sementara sosok namja yang ada di depan Kibum hanya tersenyum manis penuh makna.

"Bummie Hyung~" panggil sang namja manja sambil bergelayut manja di lengan Kibum membuat namja bertampang innocent itu langsung menendang sang namja 'arogan' dengan tidak elit.

"berhenti sok akrab."

"aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun, apa hyung tidak ingat.?" Gerutu sang namja bersurai ikal sambil mengelus bokongnya yang mendarat kasar pada lantai marmer yang tentunya tak lembut itu.

"penipu! Kyuhyun itu hanya namja kecil." Decih Kibum

"itukan sebelum Hyung menyatakan cinta padaku lalu menciumku."

PLAK.. dan tepat sebelah sepatu Kibum mendarat di wajah tampan Kyuhyun sementara sang pelempar sepatu tengah berlari menjauh untuk menghilangkan rasa malu yang menyerangnya tiba-tiba.

Kibum terus berlari, tak memperdulikan tatapan aneh mahasiswa lain yang melihatnya berlari dengan sebelah sepatu yang benar-benar terkesan konyol.

Kibum berlari menuju ke taman belakang Kampus yang sepi, wajahnya terasa panas dan entah kenapa Kibum tau bahwa namja itu benar-benar Kyunyun'nya.

Kibum sedang mengatur nafasnya saat tiba-tiba sesuatu menyentuh bahunya.

"KYAA..." teriak Kibum kaget bercampur ngeri, hampir saja dia tersungkur kalau saja tidak ada tangan kekar yang menariknya

"YAK.. KiBum ini aku bukan hantu."

"Siiwon Hyung." Ucap Kibum sedikit ragu pada sosok makhluk tampan yang ada di depannya.

Siwon memutar matanya malas, ah.. kenapa dia ingin sekali mengeplak wajah Kibum yang seolah melihat sebagai monster mengerikan dalam serial Ultraman yang tak pernah ditontonnya sekalipun.

"Kibum oppa!" sapa seseorang dari belakang punggung Siwon dan dengan sedikit memiringkan kepalanya Kibum menatap sosok itu,

"S-Sungmin? Sedang apa kau disini?" tanya Kibum kaget karena dari tadi dia hampir tak menyadari kehadiran yeoja bergigi kelinci itu

"tentu saja pacaran." jawab Sungmin dengan senyum."Oppa sedang apa disini?"tanyanya

"dan kemana sepatumu?" sambung Siwon

Kibum salah tingkah, ia menggaruk tenggkuknya yang tiba-tiba terasa gatal. "aku.. aku.. memang apa urusannya denganmu?!" teriak Kibum sambil memandang Siwon sengit.

Siwon menatap kesal pada Kibum. "Bukan urusanku?"

"tentu saja bukan urusanmu." Ketus Kibum

"tentu saja itu bukan urusanku! Siapa peduli apa kakimu akan terluka atau tidak, AKU TIDAK PEDULI.!"

Kibum berdecih, "MEMANG BUKAN URUSANMU DAN BERHENTI BERTERIAK PADAKU"

"KAU YANG BERTERIAK!" lantang Siwon kesal

"Min, lihatlah kelakuan namjachingu sialan'mu ini, benar-benar menyebalkan." Ucap Kibum sambil berpura-pura menatap iba pada pada Sungmin.

"dasar namja tak laku, kalau iri bilang saja!" ejek Siwon yang membuat Kibum ingin mencekik leher namja tampan itu secepatnya jika saja dia tak ingat abs di tubuh Siwon yang pastinya sudah membuktikan siapa pemenang perkelahian mereka nanti.

"kenapa kalian ini? Berhenti saling menyalahkan." Sungmin berusaha menegahi dua namja OOC di hadapannya.

"wajah Siwon itu membuatku kesal." Jawab Kibum sambil menatap kesal Siwon

"wajahmu itu yang membuatku emosi." sunggut Siwon

Kibum tak membalas ucapan Siwon padanya, matanya terasa perih saat tangan Siwon melingkar memeluk pinggang Sungmin.

Kibum bahkan rasanya tak bisa merasakan apakah jantungnya berdetak atau tidak sekarang. Bahkan rasanya untuk berdiri saja Kibum sudah tak mampu,

GREBB..

"hei chagiya, apa kakimu tak dingin?" tanya Kyuhyun sambil memeluk pundak Kibum dari belakang dan mengecup pipi Kibum singkat.

Siwon terpaku ditempatnya, "si..siapa kau ini?" tanya Siwon geram.

"dia.. namjachinguku.."

dan jawaban dari Kibum sukses membuat namja tampan itu kaget.

.

.

.

Tbc..

mianhe..

Lagi'' tak bisa bikin chapter yang panjang.

Ada yang masih menunggu FF gaje ini? Chapter depan ne FF bakal END ya..

Soalnya menurut teman Author ini cerita udah melenceng JAUHHHHH dari cerita awalnya.

Dan jadi apa FF ini? KyuBum? SiBum? SiMin? No Pair? ayo reader bantu Author karena sejujurnya Author lagi ga suka sama Kyu dan Bang Won. peace ^^V