Dan begitulah seterusnya, sampai bel berbunyi dan sampai ikan yang dimakan Happy sensei habis dengan tulang berulangnya. Pekerjaan mereka semua dikumpulkan secara serempak, dan anak-anak itu keluar berbarengan. Tinggal Natsu sendirian yang uring-uringan disana.
.
.
.
.
.
Chapter 6
Fairy tail milik kang Hiro Mashima di jepang sana
Tapi jalan cerita ini milik saya loh!
Rated T
Erza S x Jellal F
Romance & Friendship
Happy Reading
.
Dua bulan kemudian...
Akhirnya semua tes, ujian serta berbagai tektek bengeknya selesai sudah. Sekarang anak-anak kelas tiga tengah sibuk-sibuknya menyiapkan 'persembahan terakhir' untuk Fairy Gakuen. Semua sangat antusias menyambutnya, apalagi temanya adalah drama. Entah mengapa Master Makarov mewajibkan anak-anak kelas tiga yang akan lulus untuk memerankan pentas yang disukai semua kalangan sepanjang masa itu, bahkan beliau sendiri yang menyusun naskahnya tujuh hari tujuh malam!
"Fedrik and Yanderika?" Lucy Heartfilia memiringkan kepalanya dan menautkan kedua alisnya membaca pengumuman di mading. Disampingnya, Natsu menguap lebar sembari mengusap ilernya dengan syal kotak-kotak khas pak Haji yang selalu nyangkol di lehernya.
"Sepertinya drama yang menarik.."kata Gray yang kebetulan lewat dengan Juvia yang bergelantungan di lengannya. "Siapa yang jadi pemeran utamanya?"
"Aaa~ Juvia ingin Gray-sama dan Juvia yang jadi pemeran utama!"
"Aku tidak mau!"
"Eh!" sentak Natsu tiba-tiba, lalu dia meletakkan telunjuknya di tulisan ukuran sedang dibawah tulisan 'Fedrik and Yanderika'. "Pemeran utama akan diseleksi hari ini, harap berkumpul di ruang olahraga pada jam istirahat."
Pria berambut pink jabrig itu merenung, gantian Lucy, Gray dan Juvia yang membaca nama-nama pemeran utama yang akan diseleksi. Semuanya dari kelas tiga, putra dan putri dipasang-pasangkan. Telunjuk mereka bertiga menjelajahi setiap nama, lalu berhenti secara serempak pada sebuah nama yang bertuliskan...
"ERZA SCARLET DAN LAXUS DREYAR?!"teriak mereka serempak.
"Aku tidak bisa membayangkan jika mereka berduet begitu," kata Lucy, Gray sudah mangap akan mengatakan protesannya tapi Natsu mendahuluinya "kasihan Jellal."
Semuanya langsung diam, dalam hati mereka berucap dengan kompak...
"Sejak kapan bakka no Natsu mengerti menyimpan makna 'cemburu' dalam kamusnya?"
.
.
.
.
.
.
"Aaaaah~ cut! Cut! Cut!" bentak Rufus, guru kesenian Fairy Gakuen pada pasangan Gray dan Juvia yang sedang menari waltz asal-asalan. Si bapak pirang bertopi aneh itu berdecak sebal, pasalnya Juvia yang seharusnya mengikuti naskah –menjadi gadis angkuh yang arogan- malah bertingkah genit pada Gray yang memang memerankan pangeran. Dia –Rufus menepuk jidatnya lagi saat melihat Gray yang mundur-munduran terus ditaploki Juvia yang terus mengajaknya berdansa. "Kau Mrs Loxar, keluar dari panggung sekarang!"
"Tapi..."
"Mr Fullbuster, kau lulus. Mrs Loxar, kau gagal." Ucap Rufus, menghela nafas sebentar sebelum menambahkan "kau itu tidak mengikuti peran sekali, aktingmu sangat buruk! Lebih buruk dari yang pernah kuingat sebelumnya."
Perkataan pedas itu langsung menusuk kedua telinga si gadis berambut biru, dia langsung berlari ke luar ruangan meskipun harus menembus desakkan para murid yang tengah menonton. Gray tiba-tiba merasa iba, namun Rufus nampaknya sama sekali tidak terpengaruh. Dia hanya mencorat-coret catatannya tanpa peduli dengan apa yang telah terjadi.
"Dia itu menyebalkan," dengus kepala berambut biru dengan tanda aneh di mata kanannya. Gadis berambut scarlet yang duduk disebelahnya hanya mengangguk, "tak heran banyak yang benci padanya..." lanjut pria itu, si gadis kembali mengangguk mengiyakan.
"Entah mengapa aku jadi gugup.." kali ini si gadis blondie dibelakang mereka berdua yang mengatakan itu, tapi pandangannya masih tertuju pada panggung opera yang menayangkan sepasang sejoli lain yang sedang beradu akting. Dan selang beberapa menit, suara Rufus kembali menggema "Oi, kau bisa akting nggak sih Vista? Yang kuminta bersandiwara, bukan berdansa..." yahh, dan seperti itulah selanjutnya.
"Apa benar aku ikut seleksi ini?" akhirnya si rambut scarlet membuka suaranya.
"Tentu saja, semua anak kelas kita berpartisipasi untuk drama ini." jawab Natsu spontan dengan penuh semangat dan cengirannya yang khas. Menyimak pembicaraan mereka –sembari melamun- Lucy jadi teringat sesuatu.
"Oh iya..." belum selesai Lucy menyelesaikan kalimatnya, Rufus sudah berkoar "Erza Scarlet dan Laxus Dreyar!"
Jellal dan Erza, terutama Laxus –yang ada diseberang sana langsung bengong sedangkan guru kesenian mereka sudah berkacak pinggang sambil memasang tampang kesal yang imut. Gadis scarlet dan si rambut kuning mencuat itu maju ke atas panggung opera sebelum 'diamuk masal' oleh sang guru. Jellal mengerucutkan bibirnya sebal, Natsu menggodanya sesekali.
'kenapa nggak sama aku?' batinnya.
.
.
.
.
.
.
.
PENGUMUMAN
Hasil seleksi untuk drama "Fedrik and Yanderika"
Fedrik : Baccus
Yanderika : Erza S
Nigell : Gray F
Naga : Natsu D dan Lucy H
Lady bakery : Jellal F
Pendukung : Sisanya
Pengambilan peran ini disusun dari dasar akting kalian semua kemarin, keputusan tidak bisa diganggu gugat!
Tertanda, guru kesenian FG
Rufus
...
Sekali lagi, Natsu dkk dibuat mangap serempak membaca tulisan yang baru saja ditempel Mirajane. Jellal dan Erza yang kebetulan lewat langsung mangkir ke kerumunan orang itu. mereka membacanya, lalu batuk-batuk keselek (barusan dari kantin jajan berger ala Lisanna).
.
.
.
.
.
.
.
Hari yang ditunggu pun tiba, para penonton sudah berkumpul di aula seni. Teater yang biasanya berdebu mirip rumah hantu telah disulap bak khayangan oleh seluruh siswa –dibantu Happy sensei yang kerjanya cuma ngemandorin doang- jadi seperti altar pernikahan. Bunga-bunga ditaburkan sekeliling teater dan kusen-kusennya dibalut kain kerlap kerlip.
Tak lama terdengar suara riuh rendah penonton yang bertepuk tangan, Mirajane yang kini memakai kimono sutera kelas wahid berwarna pink cerah dengan motif bunga narcius itu kembali memasuki ruang sound system yang letaknya dibelakang panggung. Seseorang gemuk besar tengah berpidato panjang menggantikannya mengisi acara –seb MC- untuk mengulur waktu. Gadis bersurai perak itu melap dagunya yang megucurkan keringat.
"Kerja bagus Mira!" puji Erza yang telah siap dengan pakaian putri Yanderikanya. Gaun hijau pastel dengan pita disekelilingnya, sangat anggun dipakai Erza.
"Ara~ kalian semua bersemangat sekali!" puji Mira pada seluruh peserta drama yang telah berganti kostum dan berkumpul disana, untuk segera menampilkan hasil kerja keras mereka selama sebulan.
"Aaa, Mira-chan, kami semua tidak sabar!"sahut Baccus sembari menebalkan minyak rambutnya, Erza bergidik jijik melihatnya.
Sedangkan Jellal, dia tampak sangat menderita dengan pakaian wanita pembuat roti dan wol-wol yang digunakan untuk mengisi buah dadanya. Lucy dan Levi mendandaninya dengan sangat manis, hingga siapapun pasti keliru mengiranya perempuan. Natsu dan Gray kebagian peran yang lumayan sebagai figur, setidaknya mereka tidak memakai pakaian perempuan sepertinya. Beberapa anak yang berpapasan dengannya sejak diruang ganti bahkan menertawakannya sejenak.
'ayolah Jellal, ini hanya sebentar'
"Baiklah, sekarang kita saksikan acara pamungkas kita hari ini..."
Tiba-tiba suara Mirajane menggema melalui sound system, membangunkan lamunannya. Ah sial, saking khusyuknya dia melamun sampai lelaki biru itu tidak menyadari si rambut putih panjang sudah kembali keatas panggung. "Kita saksikan bersama-sama, drama perpisahan yang akan ditampilkan oleh seluruh siswa-siswi kelas XII, Fedrik and Yanderika!"
Demi dewa apapun, Jellal belum siap tampil. Apalagi adegan pertama adalah bagiannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Putri Yanderika, aku adalah raja dari segala raja. Melamarmu untuk dijadikan ratu dari segala ratu, oh... tuan putriku yang cantik..." Gray memerankan Nigell dengan sangat baik, lalu tiba-tiba Baccus muncul untuk mencegah lamaran itu.
"Bedebah kau Nigell, putri Yanderika mencintaiku! Dia takkan sudi menikah denganmu!"
"Hahahaha..." Gray tertawa lalu membuat adegan memeluk Erza.
Jellal hanya bisa meremas tirai teater menyaksikan adegan itu. Ini adalah detik-detik terakhir dari drama legendaris sekolah mereka, dan dia tahu adegan selanjutnya. Benar saja, Gray dan Baccus langsung berkutat seperti berkelahi. Lalu Erza mencoba melerai dan Gray menusuknya dengan sebilah pedang. Tidak menusuk beneran sih, hanya menyelipkannya di ketiak Erza dan memecahkan cairan tinta merah yang telah disiapkan dibalik pakaian Yanderika, membuat seolah itu nyata.
"Putri, oi brengsek! Apa yang kau lakukan?" gertak Baccus, Gray langsung melarikan diri ke balik tirai. Bagiannya selesai.
Jellal masih tetap bertahan di tempat itu, sebentar lagi adegan yang er –sangat tidak dia harapkan- akan segera terjadi. Lucy Heartfilia dan Cana Alberona menyalakan musik walts, semakin mendramatisir suasana. Penonton semakin memfokuskan mata mereka.
"Tuan putri, oh cintaku yang sejati..." Baccus mengatakannya sambil memeluk Erza yang pura-pura meninggal, Jellal mual menyaksikannya. "Terimalah ciuman terakhirku.."
Habis sudah. Gorden teater yang sedari tadi diremas si kepala biru sudah basah dan lecek langsung robek sekali tarik. Baccus semakin mendekatkan wajahnya dengan Erza, saat itulah Jellal berlari kearah mereka sambil berteriak "HENTIKAN!..."
Semua penonton langsung diam, hening tak bersuara. Lucy, Natsu, Gray, Bisca, Cana dan yang lainnya berusaha menyadarkan Jellal tentang kekonyolannya dari belakang layar. Baccus yang merasa acaranya diganggu langsung mendeathlarge si Pengrusak-Kesenangan. "Hei, apa yang kau lakukan Teme?!" katanya dengan suara pelan.
Beruntung lelaki Fernandez itu mendapatkan kesadarannya, dia mendapati dirinya sudah melakukan kesalahan langsung memutar otak. Memikirkan cara kilat untuk menyelamatkan acara kelasnya, mukanya yang tercoreng, serta Erza-nya dari si Brengsek yang masih mendeathlarge nyan.
"Aa~ tuan Fedrik, yang mulia raja memanggil anda sekarang juga!"
"Apa yang kau katakan..."
"Sudah saya bilang, yang mulia raja meminta anda segera menemuinya. Sana-sana!"
Baccus terpaksa melepaskan Erza dari pelukannya karena ditarik dan didorong Jellal keluar panggung opera. Tapi si mata sayu doyan tidur dan oplosan itu tidak mau kalah, seakan mengerti arah permainan Jellal dia langsung menimpali "bilang pada ayah, aku baik-baik saja. Aku akan mencium putri Yanderika dulu sebelum pergi." dan menarik Jellal. Bermaksud memulangkannya ke balik layar.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih. Jellal yang ditarik Baccus tiba-tiba saja tergelincir gara-gara terinjak rok barmaid panjangnya sendiri dan berputar 180 derajat ke kanan hingga terjatuh. Tepatnya, terjatuh menimpa Erza dengan posisi berciuman. Sekali lagi, BERCIUMAN!
.
.
.
.
.
.
.
.
^OMAKE^
.
.
.
Oh sadisnya, sorry aku tiba-tiba hiatus. Banyak kerjaan yang harus diselesaikan sebelum PeKaeL sih, setelah sidang tiba-tiba merasa tidak bisa menulis (baca = males) tapi aku usahain yang terbaik.
Adegan ini terinspirasi dari kisah Sassy girl cnynk, dorama korea favorit Okaa-san di rumah. Tapi nggak coppas semuanya kok, yang udah nonton doramanya pasti tau perbedaannya dimana aja. So, masih mau dilanjut nggak ceritanya?
Sankyuu bwt yang udah Review. Yang belom, ditunggu ya! coz review adalah bahan bakar author buat menyelesaikan fic- nya. nyahohohohohohoho!
