Title : Beside You

Disclaimer : Naruto punya aku! –digorok Kishimoto-sama—

Summary :

Pairing : Sasuke U. dan Sakura H. slight many pairing hahaha

Warning : OOC, Gaje, Garing. Sasuke lebih banyak menyerang ketimbang cuek dan berkata 'Hn'aja. Hehe. Gaara juga sama saja :D

Author Notes :

Chapter 6 dataaaaaaaaaaaaaaang bersamaan dengan nama baru 'Tsukimori Reyna', menjadi 'Tsukimori Raisa'! (mencintai nama asli) Hahaaa dararamdaraaaaaaaaaaaam :D

Maaf telat Update! Gomen-nasai! *nyembah-nyembah*

Masih adakah yang mau baca dan review Beside You punya rey? masih adakah yang baik hati? –readers :Tidak. Ceritanya garing— Hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaa gomeeeen-neee…

Banyak misstypo pulaaaa… huaaaaaaa —pundung dipojokan—

Terima kasih pada yang sudah mereview.. Terus review yaaa…

Kata Shiroi Yura-chan, chapter 5 kemarin belum memasuki semi eheM. Hehe. Jadi saya coba untuk tetap pada rated T. hahah *garuk-garuk kepala sambil masang tampang watados*

Kata Yuri-chan juga, ini chapter kemarin kurang panjang. Benarkah? Gomen-neee

Dan kemarin yang mereview saya, harusnya Nakamura, bukan Nakahara. Gomen-ne salah ketik namamu, Kumiko-chan *nyembah-nyembah*

Maaf kalo ceritanya tambah garing dan gaje *readers bermunculan sweatdrop*

Yang penting bacalah Chapter 6 ini, kupersembahkan untuk kalian, special untuk para Senpai dan Readers! Semoga kalian puas! Yeaaaaaaaaaaah!

***000***

Sasuke mendorong pintu menuju atap itu keras, lalu menarik Sakura, dan membantingnya ketembok tepat disebelah pintu tadi. Sakura mengaduh kesakitan. "Tidak bisa lembut sediki—eeemh!!!!!!"

Sesuatu menyesaki hati Gaara. Perasaan tidak enak ini tidak pernah datang sebelumnya. Gaara terdiam. Pikirannya terkunci pada Sakura. Gaara enggan mengakuinya. Tapi sepertinya, ini adalah pertanda dari Sakura. Entah pertanda yang baik atau yang buruk.

Sakura tercekat. Matanya terbelalak kaget. Ia menatap Gaara dengan tatapan menyelidik. Ia yakin Gaara tahu lebih banyak akan masa lalunya, ketimbang dirinya sendiri. "Em.. Gaara-kun.."

BESIDE YOU

Chapter 6 : Why

"Ya?" Gaara menyahuti Sakura. Mata jade-nya menatap lurus, tepat ke gadis bermata emerald yang terlihat amat sangat gelisah.

Gaara sepertinya dapat menebak pikiran si gadis bermata emerald, dengan sekilas melirik tingkahnya. Pasti tentang..

"Apa kau mengenal Sasuke Uchiha?" tanya Sakura, dengan wajah yang bersemu kemerahan.

Yep! Tebakan Gaara benar. Ia tersenyum. Lalu menganggukan kepala kecil, memberi jawaban. "Dia teman masa kecil kita."

"Bagaimana kau tau? Sementara aku, sedikitpun—sekalipun, tidak dapat mengingat apa-apa tentangnya?" tanya Sakura cepat, gelisah. Jujur, ia bingung mengapa sedikitpun ia tidak dapat mengenal Sasuke, dimasa lalunya. Dan kejadian tadi siang di atap sekolah, hanyalah rekayasa Sakura seorang. Sakura bingung, jadi ia membuat skenario, seakan dirinya mengenal Sasuke, padahal tidak. Sakura hanya memperkirakan. Membayangkan. Ia tidak benar-benar telah mengingat Sasuke.

Gaara melirik Sakura dengan ekor matanya. Ia menghela nafas berat. "Aku tidak tau sama sekali. Itu tidak bisa masuk kedalam logika. Kau mengenalku—mengingatku, tapi kau tidak mengingat Sasuke. Aku sendiri tidak mengerti."

"Hh!" Sakura menarik nafas panjang. Ia sedikit kecewa karena tidak mendapatkan jawaban. "Yang benar, Gaara-kun! Kau pasti tai sesuatu!"

"Hmm yeaah," Gaara menyahuti. "Kau ingin aku mengatakan apa?"

"Katakan bahwa kau mengetahui alasanku tidak dapat mengingat Sasuke-kun!" bentak Sakura.

"Yaa aku tau.." ucap Gaara, kemudian mengalihkan pandangnya kelangit.

"Kau tau?" ucap Sakura, antusias. Tidak ia sangka kalau..

"Tidak," ucap Gaara, lalu berpaling, kembali menatap Sakura dengan mata jade-nya.

"Lalu kenapa kau bilang bahwa 'kau tau'?" tanya Sakura bingung. Ia kesal. Merasa dipermainkan oleh Gaara.

"Kan aku menjawab sesuai keinginanmu, Saku-chan.." ucap Gaara, mendengus. Merasa Sakura menjadi lebih bodoh saat sedang tertekan.

Sakura menarik nafas panjang, lagi. Kepalanya terasa berat. Mendadak badannya limbung. Sakura sempat melihat Gaara menjulurkan tangan kearahnya, wajahnya terlihat sangat panik. "O-oi! Saku-chan!"

BRUK!

Dan semuanya menjadi gelap bagi Sakura.

Gaara POV

Aku melirik Sakura dengan ekor mataku, ketika tiba-tiba badannya bergerak seperti terdorong kebelakang. Sial! Aku spontan menjulurkan tanganku, walah aku tau itu tidak cukup panjang untuk menggapai lengan Sakura. Pantas wajahnya sangat pucat! Sial! Kenapa aku dengan bodoh tidak dapat menyadarinya? Sial!

Aku melompati pagar teralis besi yang dipasang dibalkon kamarku untuk pengaman. Dan dengan cepat aku mendarat di balkon kamar Sakura. Yeaah. Ada untungnya juga ikut klub atletik sewaktu SMP. Aku segera menghampiri tubuh Sakura yang tergeletak lemah di lantai balkon. Paman kemana? Sepertinya belum pulang. Sial! Jadi aku yang harus mengurus Sakura sendirian, sampai paman Kakashi datang? Yaa tak apalah..

Badan Sakura panas. Ia sakit. Kenapa tidak istirahat dari tadi Saku-chan? Baka!

Aku menggendong Sakura keatas tempat tidurnya yang didominasi motif bunga sakura. Aku menatap Sakura lama. Aku menyukai wajah ini, aku menyukai senyumannya, matanya, rambutnya, sifatnya, sikapnya, aku menyukai segala hal tentang Sakura. Sakura, sejak umurku 5 tahun, kau sudah jadi prioritas utamaku. Aku menyayangi Sakura. Aku mencintainya. Sejak kecil aku menjaganya. Agar tidak terluka sedikitpun. Agar air matanya tidak jatuh. Tapi aku sempat gagal.

Sasuke Uchiha.

Dengan mudahnya ia mencelakai Sakura. Dengan gamblangnya ia mengucapkan kata-kata istimewa itu, tanpa ada hal yang ia lakukan untuk membuktikannya. Kau sebut ia bidadarimu. Tidak! Selamanya Sakura tak akan menjadi bidadarimu—milikmu!

Aku tidak rela orang seperti kau menjadi pasangan Sakura. Orang se-urakan dirimu, tidak pantas untuk bersanding disamping Sakura. Sakura harus mendapatkan yang lebih baik darimu. Dan aku berjanji untuk itu. Aku tidak ingin Sakura menderita karena kecerobohanmu.

Gadis sebaik Sakura, gadis secantik Sakura, gadis seistimewa Sakura, tidak pernah boleh kau miliki sampai kau benar-benar bisa berubah dan menjadi yang selevel dengannya. Hah. Ngomong apa aku ini? Lebih baik aku mencari es untuk mengompres Sakura.

Aku berbalik, hendak keluar dari kamar bernuansa merah muda ini, mencari sesuatu yang bisa mengompres gadis bermata besar itu.

"Sasuke.."

End Of Gaara POV

"Sasuke.."

Gaara terhenyak. Mata jadenya membulat besar. Perlahan ia menoleh kebelakang, kearah Sakura. Wajahnya menunjukan kalau ia tidak percaya akan apa yang ia dengar. 'Apa? Sasuke?'

Wajah Sakura terlihat gelisah. Gaara berbalik, kembali menghampiri gadis yang terbaring ditempat tidur. Gaara meraih tangan pucat Sakura. Gaara duduk disisi tempat tidur Sakura yang king size itu. Gaara mengarahkan telapak tangan kanan Sakura yang ia pegang kearah pipinya. Wajah Gaara terlihat sangat tersiksa. Sangat kesakitan. 'Menyedihkan sekali,' batin Gaara.

Gaara melepaskan tangan Sakura. Meletakkannya kembali disisi Sakura. "Bodoh sekali.."

Gaara duduk ditepi tempat tidur Sakura, memunggungi gadis bermata emerald itu. Kedua tangannya diarahkan kekepalanya. Badanya membungkuk, meringkuk, menahan nyeri yang menyesaki dadanya. Jari-jari kurus dan pucat Gaara menelusuri rambut merahnya. Sesuatu menyesaki dadanya. Menyeruak kepermukaan Karena Gaara tak dapat lagi menahannya. Ia disesaki rasa cemburu. "Bodoh sekali.. aku mencintai Saku-chan.. aku merawatnya, menyayanginya, menjaganya lebih dari menjaga diriku sendiri. Mencintainya menyakitkan. Aku yakin Saku-chan akan bahagia bersamaku. Bukan bersama Sasuke.. tapi kenapa Saku-chan memilihnya? Lihatlah aku Saku-chan.."

Gaara kembali berbalik kebelakang, mendekatkan wajahnya kewajah Sakura, menepis poni Sakura yang menutupi kening lebarnya, dan mengecupnya lembut, seperti menandakan kalau 'ini milikku!'

Gaara beranjak dari tempat tidur Sakura. Ia berjalan keluar dari kamar Sakura. Hendak mencari alat untuk mengompres Sakura.

Dan Gaara tak sempat menyadari kalau gadis berambut merah muda itu sudah sadar sejak Gaara memindahkannya ke temoat tidur. Mata emeraldnya terbuka perlahan, saat merasa Gaara sudah cukup jauh dari kamarnya. Tangan kanannya yang tadi dipegang Gaara, kini diarahkan ke kepalanya. Jara-jari lembutnya menelusuri rambutnya. Memisahkan rambut berwarna merah muda itu. Wajah Sakura memerah. Air matanya mengalir dari bola mata emeraldnya yang besar. "Gaara-kun.. maaf.. aku tidak menyangka.. aku tidak menyadarinya. Maafkan aku.."

"Saku-chan? Jadi sejak tadi kamu sudah bangun?"

Sakura segera menoleh menatap pemuda berambut merah bermata jade itu, menatapnya dengan tatapan tak percaya. Tangan pucatnya yang kaku memegang baskom kecil berisi es dan air untuk mengompres Sakura. Wajahnya yang biasa pucat, kini bersemu merah, hampir menyamai warna merah muda yang ada dikamar Sakura. Sakura spontan merubah posisi tidurnya menjadi duduk. "Gaara-kun.."

Gaara segera berjalan dan duduk ditepi ranjang Sakura lagi. Ia menaruh baskom berisi air dan e situ diatas karpet pink dikamar Sakura. Mata Jade Gaara bertemu dengan tatapan dari mata emerald Sakura. "Kau mendengar semuanya?"

Sakura terdiam. Mendadak pikirannya jadi lemot untuk sekedar mencari alasan untuk berbohong. "Ano.."

"Jadi kamu mendengarnya?" suara Gaara melemah. Wajahnya terlihat kecewa.

Sakura, dengan terpaksa, mengangguk lemah. Sakura menunduk. Ia tak berani memandang Gaara. Tangan kiri Gaara meraih tangan kanan Sakura, lagi. Mengarahkan tangan Sakura, ke dada bidangnya. Mencoba membuat Sakura merasakan debaran jantungnya. "Lihat aku Haruno Sakura.."

Dada Sakura bergetar saat Gaara menyebutkan nama lengkapnya begitu. Ia enggan mengangkat wajahnya untuk menatap Gaara. Karena ia takut. Takut kalau tiba-tiba ia harus menyadari..

"Sakura.." Gaara mendesah lembut. tangan kanan Gaara mengangkat wajah gadis bermata emerald itu. Membiarkan mata emeraldnya memandang wajahnya. "Tatap aku.."

Mata hijau mereka bertemu. Saling bertatapan lama. "Aku mencintaimu, Sakura. Tidak pernahkah kau menyadarinya?"

Mata Sakura menelusuri lekuk wajah Gaara. Ia sangat mengenal Gaara. Mereka begitu dekat. Saling mengerti satu sama lain. Tapi kenapa Sakura tak menyadarinya? Kenapa tak sedikitpun terpikir dibenaknya, tentang perasaan Gaara?

"Jangan paksakan."

Suara Gaara membuyarkan lamunan Sakura. Gaara mengecup kening gadis itu pelan, dan lembut. Gadis itu tak melawan. Ia hanya diam, terpaku pada berbagai pertanyaan diotaknya yang menggunung. Gaara menatap mata emerald Sakura, "Kita, akan ke Hokkaido, secepatnya, agar kau tau alasan mengapa kau melupakan Sasuke. Oke?"

Gaara beranjak. Ia hendak berjalan menuju balkon, ketika tangan mungil menahan langkahnya. Gaara menoleh lagi kearah Sakura. Mata emerald Sakura membulat besar. "Kita? Maksudmu dengan 'kita'?"

"Aku, dan kamu.." Gaara tersenyum, ia berbalik, tangan mungil itu terlepas dari pegangannya pada kaos yang dipakai Gaara. "Serta Sasuke.."

Sakura bergidik ngeri melihat perubahan sikap Gaara. Menjadi dingin dan.. mematikan. Gaara melompati balkon kamar Sakura, dan mendarat mulus di balkon kamarnya. "Oyasuminasai.."

Gaara menutup pintu balkonnya. Dalam hati ia menambahkan beberapa kata dalam ucapannya tadi. 'Oyasuminasai, my fate..'

Sakura masih terdiam. Terpaku pada bayangan Gaara. Pemuda berambut merah itu bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Sakura takut. Ia takut kehilangan Gaara, begitu pula dengan Sasuke. Dan sekarang Sakura tahu, bahwa ia mencintai keduanya.

Yang satu, pemuda keren yang diidamkannya, pemuda misterius yang pernah menjadi bagian dari masalalunya yang terlupakan. Satu lagi pemuda yang selalu ada untuknya, tak perduli kapan atau dimana, selalu menjaganya dengan baik, dan tak pernah mengharapkan balasan apapun, serta mengerti keadaan dirinya seutuhnya. Sasuke Uchiha dan Sabaku Gaara. Keduanya memiliki sifat dan sikap yang hampir sama. Yang satu harus dikorbankan, untuk membuat yang lain bahagia.

Dan Sakura harus memilih diantara keduanya.

***

Ino menatap sahabatnya aneh. Ia aneh karena sejak tadi Sakura seperrti menjadi bukan dirinya sendiri. Makanannya pun masih utuh, tak sedikitpun disentuh olehnya. Ino menoleh kearah Sai. Sai menggeleng sambil mengangkat bahunya. "Eh ano.."

"Kata kalian, aku harus memilih yang mana? Orang yang aku dambakan, atau orang yang selalu ada disisiku?" tanya Sakura tiba-tiba, sambil memainkan makanannya yang sudah dingin.

"Heeh?" Ino menatap Sakura dengan mata soft bluenya. "Lebih baik dengan orang yang selalu ada disisimu lah. Benarkan, Sai?"

Sai menggeleng. Hampir saja Ino menginjak kaki Sai, agar pemuda itu dapat setuju dengan ucapannya. "Tidak. Kami tidak berhak memberi masukan. Pilihlah sesuai keinginan hatimu, Sakura.."

Sakura melirik Sai tanpa ekspresi. "Kau tidak membantu, baka!"

"Yaah, tapi memang begitu harusnya.." ucap Sai sambil tersenyum palsu.

"Hey Sakura-chan!"

Sakura menoleh, menatap pemuda pirang yang sangat ceria, yang baru saja menyapanya. Mata blue oceannya terlihat berbinar-binar. "Terima kasih ya, Sakura-chan.."

"Untuk apa?" tanya Sakura dingin. Ia benar-benar tidak mengerti.

"Atas ucapanmu tempo hari di atap. Sekarang aku jadian dengan Hinata-chan loh.." ucap Naruto, sambil menunjukan cengiran maut khasnya. Beberapa siswi kelas satu SMA Konoha yang ada dikantin, mulai berteriak tidak karuan saat melihat cengiran Naruto. Ngefans sama Naruto rupanya.

"Ya.." ucap Sakura masih lesu. Namun seketika mata hijaunya membulat besar, ia teringat sesuatu.

'Naruto-kun, pernahkah kamu berfikir, kalau menerima orang yang sudah pasti hanya melihat kita seorang, akan terasa senang?'

Sakura menatap mata soft bluenya Ino, yang kini menatap horror kearahnya. Terkejut akan perubahan sikap Sakura.

'Pasti senang kan?'

Sakura beralih menatap Naruto. Ia memandang si pemuda dengan senyuman malaikat itu kaku.

'Apa kau pernah menyadari, ada gadis yang selalu ada setiap saat untukmu?'

Sakura memandang kearah Sai. Sakura akhirnya mengerti apa maksud dari ucapan Sai.

'Kenapa kamu, tidak pernah melihat disampingmu? Jangan hanya melihat kedepan. Kau perlu untuk melihat kesamping—kesebelahmu..'

Sakura diam. Ia termakan ucapannya sendiri. Sakura berdiri. Dengan cepat ia meninggalkan teman-temannya dikantin. Berlari mencari seseorang. Untuk mengajaknya pergi ke Hokkaido, mengikuti saran Gaara.

TO BE CONTINUED

Hiyaaaaaaaaaaaaaah selesai juga Chapter 6 ini ^^

Sempat WB sih. Maafkaaaan nyoooo

Mau balas review boleh?

Ai_l0ver :

Hmm itu rahasia! :D aka nada di chapter 7. Jadi baca terus yaaaa :D *peluk-peluk*

Ini sudah Update :D

Naocchi :

Reviewmu sangat penting Nao-chan..

Kalau tidak aku tidak akan tergerak untuk melanjutkannya hahahahaaa

Ini sudah Update :D

Terus review yaaaaa

Nakamura Kumiko-chan :

Arigatooou sudah revieeew :DD

Saya tidak bisa mengadakan GaaSaku. Soalnya Saku Cuma buat Sasuke. Gaaranya buat aku *digaplok Gaara FC*

Ini sudah Update :D

Sekian bales reviewnyaaaa

Woaaaaa

Gomen kalau masih ada miss typo

Gomeeeeeeen :D

Gaara jadi OOC disini, gomeeeen :D

Gomeeen juga kalau jadi Garing dan Gaje. Garing kah? Gaje kah? Atau apa? gomeeen

Yasudah, kebanyakan gomen. Sekarang review yaaaa

Pencetlah ijo-ijo dibawaaaaah. Raisa tunggu Reviewnyaaaaa :D