Title : Affair d'amour

Author : Rainy Hanazawa

Pairing : Taecyeon x Junsu , Chansung x Junho, Nichkhun x Wooyoung

Rated : T+

Disclaimer : GOD, their parents, JYP Entertaiment, their self.

Warning : Boys Love / YAOI/ Male x male/ bad conflict, worse dialog, typo.

-Chapter 6–

-2PM-

At Night

Junsu menopangkan dagunya di meja bar tempatnya bekerja. Sesekali ia menghela nafasnya sambil berharap setiap hembusan nafasnya mampu meringankan bebannya. Tangan kanan Junsu yang sedari tadi menopang dagunya beralih memegang lehernya yang masih dipenuhi bercak kemerahan. Junsu meringis begitu tangannya menyentuh permukaan kulit lehernya.

"Sampai kapan aku mampu terus berbohong pada mu, Taecyeon" lirih Junsu pelan.

Flashback

" Ada apa dengan leher mu Junsu? Kenapa banyak tanda kemerahan disana ?"

Junsu yang mendengar pertanyaan dari Taecyeon tersebut hanya bisa mengigit bibir bawahnya. Ia bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin ia berkata yang sejujurnya pada Taecyeon. Berkata bahwa ia adalah seorang 'host club' di club malam dan bercak kemerahan dilehernya akibat dari 'pelanggan' yang ia layani tempo hari. Jelas tidak mungkin Junsu mengatakan itu semua. Hatinya belum siap untuk mengungkapkan yang sesungguhnya terlebih lagi ia tidak mau kehilangan Taecyeon dan membuat namja yang paling ia cintai itu berpaling menjadi membencinya. Lalu, apa yang harus ia katakan pada Taecyeon ? Haruskah ia melakukan itu lagi pada Taecyeon ?.

" Nee.. Taecyeon.. aku baik-baik saja. Akhir-akhir ini kulit ku sedikit sensitif dengan udara luar. Makanya mudah memerah seperti yang kau lihat barusan"

Berbohong... pada akhirnya Junsu memilih untuk berbohong pada Taecyeon daripada ia harus mengatakan hal sebenarnya. Entah sampai kapan Junsu terus berbohong seperti ini. Asalkan dengan berbohong ia bisa bahagia, Junsu rela terus melakukan kebohongan-kebohongan hanya untuk mendapat kebahagiaan.

"Benarkah Junsuie ? Lebih baik sekarang kita ke dokter dan periksa keadaan mu" raut wajah Taecyeon terlihat begitu khawatir.

Junsu menggeleng pelan kemudian ia tersenyum lembut pada Taecyeon, " Aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir seperti itu. Kau percaya pada ku kan ?"

" Tentu saja, Aku percaya pada mu Junsuie. Lebih baik kita pulang sekarang, udara sudah semakin dingin. Tidak baik untuk tubuhmu" Ajak Taecyeon setelah ia memberi kecupan ringan pada kening Junsu.

Wajah Junsu merona merah. Ia menundukan wajahnya, tidak berani menatap Taecyeon. Taecyeon namja yang terlalu baik untuknya, sangat baik malahan. Apakah ia sanggup terus menerus membohongi namja yang begitu percaya padanya ? sanggupkah ia menutupi semuanya..

"Maafkan aku, Taecyeon" lirihnya pelan yang jelas tidak didengar oleh Taecyeon.

End Of flashback

Junsu tidak bergeming ketika sebuah tangan kekar melingkar dilehernya. Sang pemilik tangan itu kemudian mencium kepala Junsu dan menghirup aroma mint dari rambut Junsu. Junsu mendesah pelan ketika tangan laki-laki itu mulai menggerayangi dadanya.

" I want you tonight. Baby.. " ucap sang pemilik tangan tersebut yang ternyata adalah 'pelanggan' junsu malam ini.

Junsu mengangguk pelan. Membiarkan 'pelanggan'nya itu menggendongnya dan membawanya entah kemana. Junsu tidak memberontak, justru ia memainkan tangannya seseduktif mungkin di dada 'pelanggan'nya itu berusaha untuk memuaskan 'pelanggan'nya malam ini.

Inilah Junsu yang sebenarnya. Seorang 'host club' di club malam yang menginginkan sebuah kebahagiaan.

-2PM-

Malam ini adalah hari pertama Wooyoung kembali bekerja di club malam. Matanya begitu sayu dan bibirnya sedikit pucat. Wooyoung terkadang meringis ketika kepalanya berdenyut. Wooyoung terlihat begitu lemah sekarang. Salahkan ego nya yang menyuruhnya untuk langsung bekerja setelah tiba di Seoul dibanding beristirahat dirumah.

"Wooyoung-hyung... Kau baik-baik saja ?" tanya Junho ketika ia melihat wooyoung yang berbeda dari biasanya.

"Aku baik-baik saja Junho. Hanya kelelahan saja" jawab Wooyoung sambil tersenyum

Junho menggigit bibir bawahnya. Ia ingin mengatakan sesuatu pada Wooyoung tapi entah kenapa lidahnya terasa begitu kelu.

"Hyung..Mianhee.. aku minta maaf" ucap Junho menyesal

Wooyoung yang sedari tadi duduk sambil meminum segelas lemon ice menatap Junho dengan wajah bingung. "Untuk apa ? kenapa minta maaf ?"

"Untuk kata-kata ku tempo hari. Seharusnya aku mendengarkan perkataan hyung untuk meninggalkan laki-laki tua berengsek itu"

"Apa maksud mu Junho ? aku tidak mengerti. "

"Appa ku sudah menjual seluruh aset rumah milik umma ku dulu. Seharusnya saat itu aku mendengarkan mu hyung" ujar Junho sedih

Wooyoung menepuk pundak Junho pelan, " Sudahlah.. aku mengerti perasaan mu. Jangan bersedih seperti itu Junho. Mana senyum mu ? kau tidak mau pelanggan kita pada kabur kan karena melihat wajah mu yang kusut seperti itu." hibur Wooyoung sedikit dengan candaan.

"Hyung.. "

"Sudah.. tidak usah dipikirkan pertengkaran kecil kita waktu itu. Aku sudah melupakannya kok. Ayo.. lebih baik sekarang kita bekerja "

"Hyung.. gomawo" ujar Junho yang sudah kembali tersenyum.

- 2PM -

In The Morning

Chansung menatap makanan dihadapannya dengan tatapan tidak bersemangat. Tentu saja hal ini jauh dari kepribadiannya selama ini yang selalu bersemangat setiap melihat makanan. Bukan karena makanannya yang tidak enak melainkan yeoja yang kini tengah duduk disampingnya yang membuat selera makannya menghilang begitu saja. Chansung berada di ruang makan bersama dengan keluarganya yang baru saja kembali dari Jepang tak lupa dengan yeoja centil yang memasang wajah sok cantik didepan Chansung.

"Chansung.. kenapa diam saja ? Kau tidak senang jika Yoona kembali ke korea ?" tanya Umma Chansung begitu melihat anaknya yang berubah menjadi pendiam.

"Chansung-oppa.. apakah oppa merindukan Yoona ?" kali ini giliran yeoja centil disamping Chansung yang angkat bicara.

Chansung ingin sekali melempar wajah yeoja itu dengan piring makanan miliknya. Tapi tentu saja hal itu diurungkannya, ia tidak mau dikubur hidup-hidup oleh orantuanya.

Yeoja itu bernama lengkap Kim Yoona. Ia adalah anak dari rekan bisnis ayah Chansung di Jepang. Saat Chansung kelas dua sekolah dasar, Chansung tinggal di Jepang bersama keluarganya. Tentu saja hal itulah yang membuat Yoona dan Chansung cukup saling mengenal. Chansung tidak pernah menyukai Yoona sejak awal mereka bertemu. Selain karena centil, Yoona juga cerewet dan cengeng. Chansung benci hal yang berhubungan dengan Yoona.

" Chansung.. mulai hari ini kau harus menemani Yoona selama ia di Seoul. Kau harus menuruti semua permintaan Yoona. Kau mengerti Chansung ?" perintah sang kepala keluarga Hwang.

" Baiklah appa.. aku mengeri. " jawab Chansung malas.

Yoona menyeringai senang, "Oppa.. hari ini temani aku keliling Seoul yahh.. aku ingin melihat sungai Han bersama oppa. "

Chansung ingin menolak, baru saja ia ingin menolak. Appa dan umma Chansung mendelik tajam kearahnya, " Baiklah Yoona.. hari ini aku akan menemani mu "

Chansung menghela nafasnya ketika tangan Yeoja itu mulai bergelayut manja di bahunya, " Gomawo.. oppaa.." ucap Yoona sambil memberikan ciuman di pipi Chansung

"Yack.. apa yang kau lakukan !" Chansung segera mengelap pipinya yang ternoda oleh yeoja centil itu sedangkan Yoona tertawa kecil melihat tingkah Chansung itu.

Ahh... sepertinya Chansung harus memikirkan cara untuk menyingkirkan Yeoja menyebalkan ini. Aishh.. disaat ia baru saja mendapatkan kebahagiaan nya bersama Junho, kenapa harus ada penganggu yang datang sih ? menyebalkan...

- 2PM -

Wooyoung menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya begitu pucat dan tubuhnya terlihat sangat kurus belum lagi rasa sakit dibagian bawah tubuhnya akibat dari perbuatan 'pelanggan'nya. Wooyoung meringis menahan perih yang dirasakan. Wooyoung mengambil ponselnya yang tergeletak disamping tempat tidur kamarnya. Ia tersenyum melihat wallpaper ponselnya, foto dirinya yang tertidur diatas tubuh Nichkhun yang diambil diam-diam oleh salah satu anak panti asuhan Busan. Harus Wooyoung akui walaupun ia sedikit jengkel jika mengingat kejadian itu, jauh didasar hatinya ia begitu merindukan sosok dokter berdarah Thailand itu.

Wooyoung memejamkan matanya. Mencoba mengingat setiap detail sentuhan Nichkhun saat merawatnya dulu. Belaian tangan namja itu masih terasa di kepala Wooyoung bahkan senyum tulusnya pun masih terekam jelas di benak Wooyoung.

" Seandainya kita bisa bertemu lagi, Nichkhun" gumam Wooyoung lirih.

Ahh.. sepertinya Wooyoung mulai merasa rindu dengan dokter bernama lengkap Nichkhun Buck itu.

- 2PM -

In The Afternoon

"Junsu-hyung.. kau berhutang penjelasan pada ku " teriak Junho yang baru saja pulang dari supermarket.

Junsu yang sedang menonton televisi segera menghampiri Junho di depan pintu masuk, " Ada apa Junho ? aku berhutang apa pada mu ?"

Junho menyodorkan sebuket bunga mawar merah pada Junsu, " Katakan pada ku sejauh mana hubungan mu dengan namja bernama Taecyeon. Hmm.. sepertinya hyung ku yang satu ini menyimpan rahasia dengan ku"

Junsu melihat nama pengirim bunga tersebut di secarik kertas. Ia tidak dapat menyembunyikan rona merah wajahnya ketika melihat nama pengirim bunga tersebut.

"Taecyeon.." ucap Junsu pelan

"Hyung.. ayo ceritakan pada ku. Sejauh mana hubungan kalian. " desak Junho sambil mendorong Junsu untuk duduk di sofa ruang tamu.

" Aishh.. kau ini penasaran sekali sih. Baiklah.. aku dan Taecyeon sudah resmi menjadi kekasih . kau puas ?"

" Benarkah ? Selamat hyung.. akhirnya kalian menjadi sepasang kekasih juga. Aku turut senang hyung. Lalu, apa Taecyeon sudah mengetahui tentang pekerjaan mu hyung ?" tanya Junho

Junsu menggeleng, " Tidak.. aku belum siap menceritakan semuanya . Aku takut ia membenci ku"

" Hyung.. bagaimana pun juga cepat atau lambat Taecyeon harus mengetahuinya. Kau tidak bisa terus menerus membohonginya. "

" Aku tahu Junho. Aku mengerti.. tapi berkata jujur padanya tidak semudah yang kau pikirkan."

" Jika Taecyeon memang sungguh-sungguh mencintai hyung. Ia akan menerima hyung sehina apapun pekerjaan hyung. Hyung hanya perlu percaya bahwa Taecyeon sangat mencintai hyung. "

Junsu memejamkan matanya. Ia membenarkan perkataan Junho barusan. Mungkin ia harus memikirkan lagi kapan waktu yang tepat untuk memberitahu semua nya pada Taecyeon. Sebelum kebohongan ini terus berlanjut semakin dalam dan menyakiti kedua belah pihak.

- 2PM -

Chansung menenteng kantung-kantung belanjaan di kedua tangannya. Ia mengutuk yeoja yang kini sibuk memilih baju di toko pakaian terkenal. Chansung mendengus sebal, bukankah tadi Yoona meminta untuk mengantarnya keliling Seoul tapi kenapa mereka harus berakhir di department store ? . Chansung sedikit kepayahan membawa barang-barang belanjaan Yoona yang begitu banyak. Seandainya ia bisa mungkin ia akan membuang semua kantung belanjaan ini ke tempat sampah terdekat.

"Oppa.. apa baju ini cocok untuk ku ?" tanya Yoona sambil menunjukan dress ungu ke hadapan Chansung.

Chansung memutarkan bola matanya tidak tertarik, "Apapun yang kau gunakan terlihat jelek dimataku"

"Yack, oppa.. kau menyebalkan.." kesal Yoona sambil mengerucutkan bibirnya yang sama sekali tidak mempan terhadap Chansung.

" Sudah selesai belum belanja nya ? kau membuat ku terlihat seperti pelayan dengan kantung-kantung belanjaan yang merepotkan milik mu ini "

" huhhh.. ucapan oppa membuat nafsu belanja ku hilang. Ayoo.. oppa kita pulang saja. " ujar Yoona sambil melangkahkan kakinya keluar dari toko terseubt. Saat itu juga seringai setan terukir di bibir Chansung.

Yoona menunggu mobil Chansung di depan pintu utama department store tersebut. Ia menghentakan kakinya ketanah dengan bosan. Yoona tersenyum ketika mobil sport hitam milik Chansung mulai mendekat kearahnya. Yoona segera melambaikan tangannya kearah mobil tersebut bermaksud supaya Chansung melihat dirinya.

Chansung segera mendekatkan mobilnya kearah Yoona. Alih-alih berhenti mobil tersebut malah melaju kencang menjauhi Yoona dan meninggalkannya. Chansung terkekeh didalam mobil sport hitamnya. Akhirnya setelah berjam-jam terjerat oleh yeoja menyebalkan itu Chansung bisa melarikan diri juga. Chansung segera melaju kan mobilnya untuk bertemu dengan Junho, kekasihnya. Ia sama sekali tidak peduli nasib Yoona yang sengaja ia tinggal di department store. Kau sungguh kejam Hwang Chansung...

- 2PM -

Seorang namja berdiri di salah satu rumah sakit terbesar di Seoul. Senyuman tidak henti-hentinya keluar dari bibirnya. Namja itu merasa begitu senang, akhirnya ia bisa menginjakan kaki nya di Seoul terlebih lagi ia bisa bekerja di salah satu rumah sakit bergensi di Korea. Namja itu melangkahkan kakinya menuju keruang direktur rumah sakit tersebut.

" Permisi, Dokter Choi Siwon. Saya dokter baru yang akan bekerja di rumah sakit ini " ucap namja tersebut sopan sambil mengulurkan tangannya

Dokter yang bernama Choi Siwon itu tersenyum, " Selamat datang Dokter Nichkhun Buck ."

- 2PM -

Chansung menghentikan mobilnya tepat disebuah rumah yang tergolong cukup besar. Chansung memencet tombol bel yang berada disamping pagar rumah tersebut. Tidak perlu waktu lama hingga seseorang keluar dari pintu tersebut.

" Siapa yaa ? Tuan mencari siapa ?" tanyanya

Chansung tersenyum kearah namja yang ia yakini adalah Junsu, " Saya mencari Junho. Apa Junho nya ada ?"

" Sebentar, biar saya panggilkan Junho.. Ayo, silahkan masuk "

Chansung melangkahkan masuk kedalam rumah tersebut kemudian ia duduk di sofa ruang tamu. Tak lama Junho datang.

" Ada apa kau kemari ?" tanya Junho

" Memangnya aku tidak boleh menemui kekasih ku."

" Bukannya begitu.. harusnya kau bilang dulu jika ingin kemari. Setidaknya aku kan bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu. "

" Tanpa harus mempersiapkan diri, kau tetap manis kok, Junho.. " goda Chansung

" Aishh.. berhenti menggoda ku Chansung."

" Cepat ganti baju mu. Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat "

Junho menatap Chansung bingung, " Ehh.. kau mengajak ku kencan ?"

" Tentu sajaa.. cepat bersiap-siap "

Junho segera berlari menuju ke kamarnya dan bergegas mengganti bajunya. Junho menganti bajunya kilat. Kali ini ia menggunakan kaos abu-abu berbalut dengan jaket hitam serta celana hitam dan ikat pinggang berwarna putih.

" Kau mau kemana Junho ?" tanya Junsu begitu ia meilhat Junho yang terlihat rapi.

" Aku mau pergi dengan kekasih ku, hyung.. " jawab Junho sambil menghampiri Chansung dan menyeretnya keluar rumah.

" Ohh.. kekasih mu.. hati-hati dijalan ya Junho. " Junsu melanjutkan acara minum kopinya hingga...

" APAA ? KEKASIH ? JUNHO.. KAU BERHUTANG PENJELASAN PADA KU " teriak Junsu yang tentu saja sudah tidak didengar Junho maupun Chansung karena mereka sudah pergi.

- 2PM -

In The Evening

Taecyeon menyenderkan tubuhnya di bawah pohon mapple kampusnya. Ia menikmati setiap semilir angin yang berhembus menerpa tubuhnya. Baru saja ia ingin memejamkan matanya, telinganya tidak sengaja mendengarkan obrolan dua orang namja yang berada didekatnya.

" Kau kenal Kim Junsu tidak ?" tanya salah satu namja berambut pirang

" Aku tahu.. kekasih Taecyeon itu kan? Memangnya ada apa dengan dia ?" kali ini namja berambut merah yang bertanya dengan antusias.

" Kau tahu tidak, ku dengar Junsu bekerja di club malam. Ia bekerja sebagai 'pemuas nafsu' disana. "

" cihh.. murahan. Kasihan sekali Taecyeon mempunyai kekasih seperti dia."

BUAGHHH...

Sebuah pukulan mendarat di wajah namja berambut merah tersebut. Taecyeon menatap marah kearah kedua namja tersebut.

" Berhenti mengatakan hal yang buruk mengenai kekasih ku. Junsu bukan orang seperti yang kalian pikirkan. Sekali lagi kalian menghina Junsu, aku tidak segan-segan menguliti kalian" ancam Taecyeon sebelum ia pergi meninggalkan dua namja tersebut.

Ahh.. seandainya Taecyeon tahu yang sebenarnya tentang Junsu. Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya yaa? Hmmm...

- 2PM -

Wooyoung memutuskan untuk memeriksakan dirinya di rumah sakit. Ia tidak mau penyakitnya semakin parah dan menganggu rutinitasnya sehari-hari. Wooyoung menjalani beberapa macam tes kesehatan dirumah sakit itu mulai dari tes urine hingga tes darah.

" Kapan hasil tes kesehatan saya keluar, suster ?" tanya Wooyoung

" Mungkin besok, tuan bisa mengambil hasilnya.. " jawab suster tersebut.

" Gomawo suster. " ucap Wooyoung sambil membungkukan badannya.

Di tempat lain, seorang namja berpakaian lengkap ala dokter tengah menatap bingung kearah Wooyoung.

" Apa yang Wooyoung lakukan dirumah sakit ini ? Apa penyakitnya semakin parah ?" tanya namja tersebut sedikit bingung.

Namja tersebut segera menghampiri suster yang tadi berbincang dengan Wooyoung, " Suster, apa yang namja bernama Wooyoung itu lakukan dirumah sakit ini ?"

" Ohh.. Tuan Wooyoung baru saja menjalani tes kesehatan. "

" Bisakah hasil kesehatan Wooyoung, suster letakan diruangan saya ?"

" Baik dokter Nichkhun..."

- 2PM -

Nichkhun menatap nanar hasil dari pemeriksaan Wooyoung. Berapa kali pun diperiksa hasilnya tetap sama. Nichkhun memijat keningnya yang terasa pening. Ingin rasanya ia membakar hasil tes kesehatan milik Wooyoung. Tidak mungkin.. hal seperti ini tidak mungkin terjadi pada Wooyoung. Kenapa namja seperti Wooyoung harus menderita penyakit seperti ini ? kenapa Tuhan begitu ingin memisahkan dirinya dengan Wooyoung ?

" Wooyoung.. aku pasti akan menyembuhkan mu "

Nichkhun meletakan kertas tersebut diatas mejanya. Kertas bertuliskan, ' Jang Wooyoung, possitive Acquired Immune Deficiency Syndrom '

- 2PM -

At Night

Chansung baru saja pulang dari acara berkencannya dengan Junho. Ia begitu senang karena bisa menghabiskan waktunya bersama dengan orang yang paling ia cintai itu. Chansung hendak menuju kamarnya tetapi sebuah suara menghentikan langkahnya.

"Chansung.. dari mana saja kau ? kenapa meninggalkan Yoona sendiri di department store ?" tanya umma Chansung penuh selidik

" Tadi Chansung ada keperluan mendadak jadinya Chansung meninggalkan Yoona begitu saja. Maaf.. " Jawab Chansung.

" Cepat ganti baju mu. Umma dan appa tunggu diruang makan. Ada yang ingin kami bicarakan pada mu " perintah nyonya Hwang.

Chansung mengangguk menanggapi perintah umma nya itu.

Kini Chansung tengah duduk manis di meja makan bersama kedua orang tua nya dan juga Yoona.

" Chansung.. umma dan appa sepakat. Bahwa minggu depan kamu akan bertunangan dengan Yoona " ucap nyonya Hwang serius

" Apaa ? "

To Be Continue

Author note :

Yuhuu.. Rainy datang kembali. Akhirnya Rainy berhasil mengupdate fic ini disela-sela pendalaman materi di sekolah. Wohooo.. dua minggu lagi Rainy UJIAN NASIONAL . doakan rainy yaa readers. Oke.. mungkin untuk chap selanjutnya rainy update habis ujian nasional.

Akhir kataa.. AYO REVIEWWW...

Balesan Review :

Uriyaaa : KhunWoo nya sekarang ini belum romantis. Mungkin chap depan mereka bakal romantis.

OkkhuN : Okeehh.. ini update. Udah ketawan kan Wooyoung sakit apa sekarang.

Yui : Rainy juga suka couple 'chanho' O . oke ini udah update. Semoga sukaa..

JunHottestLovelyKhunnie : wahh, kamu telat bilangnya. Rainy pikir nggak ada yg suka couple Junnick. Hmm.. okee.. nanti klo rainy punya waktu luang, rainy bikinin Junnick deh.

Junsu's Panda : ini udah update . aku juga deg'deg an nungguin nasib nya junsu. Okee.. ini udah update

Muray : rainy kelahiran 1995 .

Junsu love : yahh, kamu minta Junsu sama Chansung ? telat, chinguu.. nggak apa yaa klo sementara Junsu dipasangin sama Taecyeon dulu trus Chansung sama Junho. Nanti kapan-kapan bikin yg Chansung-Junsu deh.

Hottest : ini udah update. Okayy... rainy usahakan bikin JunNick deh

JunsuFans : udah mulai kebaca kan Wooyoung sakit apaa ? yeaahh.. hwaiting ! doakan rainy yaa..

Enno KimLee : iyaa.. Rainy udah ngebuat Junsu seneng dulu tuh. Rainy juga belum siap untuk menyiksa Junsu. Udah ketawan kan Wooyoung sakit apa.

ChangboAegyaWonppa : iyaaa.. ini udah update. Iyaa konfliknya mulai bermunculan. Wahh.. Rainy ngambil SNMPTN undangan tapi klo nggak keterima ya ngambil SNMPTN tulis.

Thanks to : minIRZANTI, ChaaChulie247, Eunhyukkie's