My star and i

Chap 6 end

Author:Ndy2700

Title : My star and i

Cast : kim saein (oc), min yoongi (bts), lee hyeoin (oc), jeon jungkook (bts),kim seok jin (bts), min mina (oc)

Genre : romance, school life

Rate : T

Length : chaptered

Desclaimer:member bts milik orang tuanya, tuhan nya dan big hit entertainment, oc dan fic ini buatan saya sendiri yang berasal dari otak saya sendiri, jika ada kesamaan nama oc itu tidak ada unsur kesengajaan

Hallo! Saya kembali dengan membawa chap 6, maaf banget telat ngepost nya dan kelamaan ngepost nya karena saya mempunyai banyak kesibukan di sekolah, di rumah pr udah bejibun hadeh!pusing pala berbie,jadi harap maklum ya. Langsung ke intinya saja ya,check it out! dont like dont read

Happy reading

*saein POV*

yoongi oppa kembali menghapus air mataku yang jatuh, dia mencium pipiku dengan lembut dan itu membuatku menghentikan tangisku, lalu kembali menatap yoongi oppa

Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku

Cup~

Dia mencium bibirku dengan lembut, lalu melepaskannya kembali "jangan pergi, tetaplah bersamaku"

Aku kembali meneteskan air mataku saat mendengar ucapannya "jangan menangis, sekarang aku ada bersamamu" aku menatapnya dengan wajah sendu, begitu juga dengan yoongi oppa

Dia masih memegangi pipiku dengan lembut dan penuh perasaan, aku tersenyum "aku tidak akan pergi, aku akan selalu berada di sisimu" dia pun tersenyum mendengar ucapanku

"kalau begitu jangan pergi ke jepang dan tetaplah bersamaku" dia menatapku dengan serius sambil terus mengusap pipiku yang berlinang air mata

.

*author POV*

Saein sendirian duduk dikelasnya, dia terus termenung memikirkan kejadian malam menatap keluar jendela dan tanpa sadar seseorang menepuk pundaknya dari belakang

Saein tersadar dari menungannya dan menoleh ke arah seseorang yang menepuk pundaknya, saein menatap orang itu dengan itu menatap saein dengan senyuman

"annyeong!"pria itu menyapa saein dengan senyuman yang lebar "kamu siapa?"saein masih menatapnya dengan wajah yang bingung "oh ya! Kita belum seok jin, kau bisa memanggilku jin"sapa pria itu masih dengan senyumannya dan mengulurkan tangannya pada saein

Saein menatap tangan pria yang bernama jin itu dengan bingung, lalu dia menyambut tangannya "aku saein" jawabnya dengan sedikit senyuman

"aku tau kau saein"pria itu menjawab dengan santainya "dari mana kau tau?" tanya saein "tentu saja tau, aku pernah menabrakmu di perpustakaan dan tidak sengaja aku melihat nama yang tertempel di bajumu"kata pria itu dengan panjang lebar

"oh!" jawab saein tidak peduli "ngomong-ngomong sedang apa sendirian di sini sambil termenung?" tanya pria yang bernama jin itu "untuk apa kau bertanya?, pergilah aku ingin sendiri dan aku tidak ingin di ganggu" kata saein tanpa menatap jin

Jin terus menatap saein tanpa memperdulikan kata-kata dari saein, dan saein menyadari itu "kau yang pergi atau aku yang pergi?" kata saein dengan wajah yang sedikit marah

"kau akan pergi bersamaku!"teriak seseorang dari balik pintu kelas yang ternyata adalah suga yang berdiri santai dengan menyilangkan kedua tangannya

Saein menatap bingung kearah suga, begitu juga dengan jin. "kalau begitu aku yang akan membawamu pergi, jika dia tidak mau pergi"katanya masih berdiri di pintu itu

Suga menghampiri mereka berdua yang sedang duduk di bangku yang berhadapan

Dia menarik tangan saein dan melangkah pergi meninggalkan jin yang masih bingung di kursinya

Suga dan saein tiba di taman dengan suga yang masih memegangi tangan saein dengan erat, lalu mereka berdiri berhadapan

"bahkan belum lewat 1 hari aku menanyakannya dan kau sudah ingin selingkuh dariku?"kata suga dengan wajah khasnya, yaitu datar.

"memangnya pertanyaan apa yang kau berikan padaku dan kapan?" tanya saein dengan wajah sedikit bingung, tapi sebenarnya dia tau apa yang dimaksud suga dan saein hanya berpura-pura tidak tahu akan hal itu

"kau benar-benar tidak tau atau pura-pura tidak tau?"kata suga sambil mendekatkan wajahnya ke wajah saein, saein dengan refleks menghindarinya dengan terus mundur kebelakang

Dia akhirnya terkunci dengan tembok yang ada dibelakangnya dan suga yang semakin lama semakin mendekatkan wajahnya ke wajah saein

"jangan mendekat lagi!"teriak saein sambil memejamkan matanya dan setelah itu hening "hahahahaha!" suga tertawa terbahak-bahak karena baginya saein sangat lucu saat dia sedang panik.

"aku tidak akan menciummu, kau tenang saja"kata suga masih dengan tawaannya sambil memegangi perutnya yang sakit karena tertawa

Ekspresi di wajah saein berubah menjadi marah "apa itu lucu?kau kira aku ini apa yang bisa dengan seenaknya kau permainkan?"kata saein beranjak ingin pergi

Tetapi tangan suga menahannya dan lalu menariknya kedalam pelukannya yang hangat "tidak usah di jawab pertanyaanku yang malam tadi, karena aku tau jawabannya apa"kata suga dengan ekspresi yang serius, dia memeluk saein dari belakang dan mengunci tangannya

Tanpa disadarinya dia merasakan tubuh wanita yang di peluknya bergetar, wanita itu menangis dia menangis tersedu-sedu

"aku pikir kau hanya ingin mempermainkanku saja dengan pertanyaan-pertanyaan yang kau lontarkan padaku" sambil terus menangis dia mengatakan itu

"apa kau pikir aku adalah lelaki bajingan yang hanya bisa mempermainkan perasaan wanita?"kata suga masih dengan memeluk erat saein, lalu dia membalikkan badan saein dan kembali memeluknya

"aku mencintaimu dengan setulus hatiku, dan jangan kau kira aku seperti laki-laki yang suka mempermainkan perempuan" kata-kata suga membuat saein menangis dengan keras

"sudah jangan menangis, sekarang aku akan selalu ada di sisimu" terucap kata-kata tulus dari mulut suga yang belum pernah di dengar saein selama ini

Dia mengecup lembut kening saein, dan saat mereka sedang berduaan di sana seseorang mengacau suasana mereka dengan datang secara tiba-tiba

Ada dua sosok wanita berlari meghampiri saein dan suga "saein, ini sekolah bukan tempat pacaran, seharusnya kalian dikelas saein pria ini membuat citramu di sekolah menjadi buruk" kata salah satu wanita tersebut

"hei mina, seharusnya kau membelaku kenapa malah menjelek-jelekan aku, dasar kau wanita yang suka makan, bisakah kau berhenti makan? Nanti kau gendut dan tidak akan cantik lagi"kata suga dengan menatap remeh dua wanita itu

"hei! Aku punya nama, namaku hyeoin bukan wanita yang suka makan, dasar bodoh!"balas hyeoin, kedua wanita itu menjulurkan lidah mereka ke arah suga

"awas kalian ya!"teriak suga "dari pada meladeni dia, lebih baik kita pergi, ayo hyeoin! Saein eonni!"mereka bertiga berlari meninggalkan suga yang wajahnya sudah merah karena marah pada dua wanita yang mengacaukan suasana bahagianya

"baiklah aku tidak akan menyukai wanita itu lagi, untung saja aku belum terlalu menyukainya"kata seseorang dari balik tembok yang ternyata adalah jin yang menatap mereka dari balik tembok sekolah

Esok hari bel berbunyi tandanya masuk, semua murid berbondong-bondong menuju kelas mereka masing-masing, tetapi wanita yang bernama hyeoin ini baru sadar setelah 5 menit yang lalu bel berbunyi

"ohh tidakk! Aku telat masuk kelas" hyeoin berlari keluar dari perpustakaan dengan membawa buku pelajarannya, selain makan hal yang disukainya adalah membaca buku

Dia menabrak seseorang di pintu keluar dan ia menjatuhkan buku-buku pelajarannya "kalau jalan hati-hati dong!" kata hyeoin tanpa melihat wajah orang yang ditabraknya dan dia langsung berlari menuju kelasnya

"dia sama seperti wanita yang aku temui sebelumnya, sepertinya dia incaranku selanjutnya"jawab pria itu dengan senyum manisnya

The end

Haduh! Lelah, lelah, lelah, cukup sampai di sini deh, untuk sementara saya ngga buat ff karena saya sangat lelah dengan pr yng udah saya mikirin ff saya yang belum selesai, jadi saya merasa harus melanjutkan ff ini, dan maaf kalau ff nya gantung dan lain kali saya akan buat ff yang lebih gaje lagi,sampai jumpa kapan-kapan!*melambaikan tangan yang sudah lelah*