ATHEOS (Hai, Sehun)
Title : ATHEOS
Author : Fina
Main Casts : Xi Luhan, Oh Sehun, KAI, Park Chanyeol
Other Casts : EXO members
Genre : Trangender/Genderswitch, Fantasy, Romance
WARNING : Typo(s), alur berantakan, GJ , OC bertebaran di Chapter 1&2 .
Rated : T
Latar : Atheos
Author ?
Ini dia chapter limaaaaaaanyaaaaaaaa. Ada yang nungguin ? #ngarep hiks TT. Terima kasih bagi yang udah review kemaren, maaf nggak bisa bales satu persatu. Mungkin hari ini bakal aku bales semuanyaaaaa. Love you readers …. :* terima kasih juga buat kritik dan sarannya. Membangun banget. Readers Jjang ! 3 Meskipun chapter ini panjangnya kayak kakinya Chanyeol, tetep Review ya. ^_^ #mohonmohon Kamsahamnida ^_^ #bowbowbowbow
Hai Sehun begins …
Orang tuamu selalu berkata 'jangan percaya pada orang asing', tapi jika kau berada dalam kondisi sepertiku. Di dunia asing, di mana semua orang adalah orang asing yang tidak pernah kutemui sebelumnya. Kau tidak punya pilihan.
Namanya Kris Wu, tinggi, tampan. Dan dia sepakat untuk tidak menciumku. Dia memiliki sedikit kesamaan dengan Lord Sehun di bagian wajah, tapi sangat berbeda dengan sikapnya. Dia lebih pengertian, dan mudah bergaul dibandingan Lord dingin yang menciumku terakhir kali. Kris Wu memberiku tawaran, dia akan mengantarku menuju Lord Master Sehun jika aku memberitahunya segala informasi mengenai Diyo. Aku sepakat, walaupun aku sedikit tidak yakin aku bisa memberikan semua informasi tentang Diyo, dan kenapa dia membutuhkannya. Kami bahkan baru bertemu hari ini. Jadi kami keluar dari perpustakaan besar itu, berpamitan pada Madam Fu, lalu menyusuri lorong koridor besar yang sudah ramai dengan beberapa siswa.
Beberapa siswa (atau semua siswa) melihat kami berdua dengan tatapan terkejut, ada yang mencibir dan ada yang menatap iba padaku. Aku tidak tahu kenapa mereka melakukannya, tapi Kris tampak tidak ambil pusing soal itu semua. Jadi aku tetap berjalan di sampingnya sambil mengabaikan semua bisikan yang kudengar.
"jadi, sudah berapa lama kau di sini ?"
Jujur saja, aku menyukai suara Kris ketika dia berbicara. Terdengar sangat berkarisma. Dan itu buruk, karena setiap Kris mengeluarkan suaranya, rona pink di pipiku mulai terlihat dengan jelas.
"di sini ?"
"di academy"
Aku bertingkah kikuk dan itu sangat memalukan. Entahlah, aku sudah terbiasa berjalan di samping Abey yang bernotabane sebagai anak tampan dan populer di kalangan anak seusiaku. Tapi Kris adalah anak yang berbeda.
"kemarin pagi. Tapi aku masih belum bisa menerima kenyataan bahwa aku harus berada di sini"
Kris terkekeh dengan suara dalamnya. Dia melihatku dengan tatapan yang menyenangkan, sangat berbeda dengan tatapan yang ia berikan saat kami berdua berada di perpustakaan.
"terlalu ajaib untuk gadis Ethamos sepertimu, ya ?"
"mungkin. Terlalu banyak yang tidak kumengerti di sini"
Kami berbelok ke arah kiri koridor, sebenarnya Kris sedikit menyeret tanganku saat mengubah langkah kaki kami.
"mungkin aku bisa jadi pemandumu. Jadi, mereka belum tahu tempat yang pantas untukmu. Mungkin leluhurmu menaruh mantra yang kuat padamu agar kami tidak dengan mudah menemukanmu"
Aku sedikit tidak mengerti dengan perkataan Kris. Dia mengatakan hal itu tanpa beban sedikitpun. Kenapa leluhurku melakukannya.
"maaf ? tidak mudah menemukanku ?"
"mungkin kau harus membaca lebih banyak buku di perpustakaan tentang itu. Dan yah, selagi kau belum terbagi dengan keluarga kecilmu di sini. Akan kuberikan sedikit panduan. Pertama, anak Iliyana Omorfia, mereka adalah anak-anak tersombong yang akan kau temui di sini. Lady Iliyana adalah pengendali api termasyhur pada zamannya, terkenal dengan kecantikannya dan juga kesombongannya. Dan kau bisa lihat anak-anaknya saat ini, bertampang sombong dan sangat sulit untuk mengendalikan kecemburuannya pada suatu hal. Master Chanyeol ? dia sering berselingkuh di belakang Lady Kai, tapi Lady Kai selalu mengacuhkannya. Dia wanita yang sangat hebat dalam mengatasi suami seperti dia"
Aku hanya menghembuskan nafas kasar mendengarkan itu semua. Jadi prediksiku tentang Master Chanyeol saat melihat wajahnya memang benar. Dia benar-benar seorang playboy.
"kekuatan anak-anak Iliyana adalah pengendalian api, tanah, atau besi. Sesuatu yang keras atau bahkan mustahil untuk dipegang, dan sangat sesuai dengan kepribadian mereka. Kedua, Mitera Foudre. Salah satu dari keturunan yang sangat kusukai. Master Foudre adalah pengendali air dan udara, penyayang, berhati lembut dan selalu adil pada orang-orang di sekitarnya. Tapi sangat lemah dalam pengambilan keputusan, dan anak-anaknya saat ini. Tampak … sangat … rapuh dan aku selalu ingin melindunginya. Kekuatannya yang terkenal adalah udara dan air, beberapa dari mereka bisa mengendalikan pepohonan, rerumputan, dan darah. Tapi sayangnya, pengendalian darah dilarang karena melanggar kebebasan orang lain. Walaupun terkadang dapat membantu di saat-saat genting"
Saat menceritakan tentang Lord Mitera Foudre dan keturunannya. Mata Kris seakan menatap lembut udara di hadapannya. Dia sangat menyukainya, bahkan aku bisa melihat sisi terlembut dari dirinya. Mungkin, atau mungkin jika ini benar. Semua itu ada hubungannya dengan Diyo.
"yang terakhir, Lord Master Rover Skia. Dia adalah mantan pangeran kerajaan Bitothem yang ada di selatan Atheos, pangeran tampan dan mempunyai masa kecil yang sangat berat. Saat dia berumur tiga tahun, kerajaannya hancur, kedua orang tuanya tewas di tangan demons. Saat itu, dia menemukan takdirnya untuk berada di antara tiga Master lainnya. Lord Rover mempunyai sifat tegas dan sangat bijaksana, namun sangat misterius dan tertutup. Dia adalah pengendali terkuat sampai Lord Master Sehun lahir. Lord Rover mempunyai kekuatan pengendalian ketiga Master lainnya, ditambah, dia adalah penguasa kutukan bayangan yang sangat terkenal, namun saat dia meninggal dunia tidak ada yang bisa melakukan kutukan bayangan lagi. Lalu Lord Master Sehun terlahir, dia mempunyai kekuatan yang sama dengan Lord Master Rover, bahkan dia adalah keturunan pertamanya dalam 1000 tahun yang bisa mengendalikan kutukan bayangan dan berteleportasi seperti Lord Rover. Bukan hanya itu, dia adalah pemain pedang terbaik di Atheos, pengendali darah, dan juga hal yang paling mustahil. Dia dapat memasuki pikiranmu jika dia menginginkannya, seorang telepath"
Aku tidak dapat berkata-kata. Penjelasan Lord Master Rover Skia sekaligus Lord Master Sehun, aku merasa bahwa aku benar-benar tidak pantas berada di Atheos. Tapi lagi-lagi, aku kembali sadar, Kris tidak menceritakan apapun tentang Lady Master Fotia Eternia. Dan aku benar-benar berharap aku bisa mengetahui secuil informasi dari Lady Master itu. Walaupun aku tahu bertanya pada Kris tidak akan berhasil, sebelumnya dia menyuruhku untuk mencari sebuah informasi di perpustakaan. Jadi sangat jelas bahwa dia tidak akan menceritakanku apapun tentang Lady Master itu.
"menakjubkan Kris, dan kau adalah keturunan Lord Master Rover Skia. Kau benar-benar hebat pasti"
Kris menggosok asal tengkuknya dengan tatapan sendu yang terpancar dari matanya.
"tidak juga, aku tidak sehebat kakak-kakakku. Berada dalam garis keturunan ini membuatku semakin … terbebani"
Aku harus mengatakan bahwa aku semakin tertarik pada lelaki ini. Dia mempunyai berbagai macam ekspresi di wajah dingin dan tampannya. Dan dia juga pria yang cukup hangat. Hanya saja jika dia bisa mengatakan dengan jujur kenapa dia memintaku memberinya informasi tentang Diyo, itu akan sangat …
"LUHAN !"
Kami berdua spontan mengalihkan perhatian kami saat mendengar sebuah suara memanggilku. Itu Baekhyun dan Diyo. Dan Kris tampak tak bisa melepaskan tatapan matanya dari si kecil Diyo yang berdiri di depanku. Tatapannya tampak sangat sulit kuartikan, tapi aku bisa melihat Diyo yang tidak nyaman dengan tatapan itu.
"hai"
Aku tidak tahu kenapa, tapi ketika Kris mengatakan kata itu pada Diyo, dia malah menampakkan raut wajah ketakutan lalu menyeret tanganku pergi menjauh dari Kris. Dan Baekhyun, sebagai lelaki mungkin dia mempunyai urusan lain dengan Kris.
"sampai jumpa besok Luhan"
Kris meneriakiku tapi aku tidak bisa menjawabnya karena Diyo sudah menyeretku menjauh dari tampak Kris. Aku tidak tahu ada masalah apa dengan mereka berdua, tapi aku ingin mengetahuinya.
Diyo membawaku menuju rumah pohonnya. Aku tidak tahu bahwa dia adalah tetanggaku, rumah berwarna coklat muda dengan semburat orange di bebarapa dindingnya. Terlihat sangat manis dan kuat dia saat yang bersamaan. Saat memasuki rumah hangat itu, aku seperti melihat diri Diyo di dalam rumah itu. Sederhana tapi indah, seluruh perabotan rumahnya hampir sama seperti perabotan di dalam rumahku. Seperti berada di bumi. Hanya saja, milik Diyo berwarna lebih gelap dan terlihat lebih dewasa dengan warna-warnanya yang tampak menyatu dengan alam.
Diyo masuk ke kamarnya sambil melempar tasnya ke atas ranjang kecil berwarna orange miliknya. Dia menatap marah padaku, atau khawatir ?
"apa yang kau lakukan dengan lelaki itu ?!"
Diyo berteriak padaku, sedikit menakutkan. Aku sempat berfikir bahwa Diyo juga mempunyai perasaan yang sama dengan Kris.
"apa ? apa maksudmu ?"
"Kris Wu adalah lelaki yang seharusnya tidak berada di sampingmu. Kau harus menjauh darinya !"
Baiklah ini sangat menyebalkan.
"apa ? kenapa ?! Kau menyukainya ?"
"astaga, tidak ! Luhan ! Dengarkan aku, kau anak baru di akademi. Dan kau harus tahu bahwa Kris Wu adalah lelaki yang paling ditakuti di academy, dia seperti mafia besar tanpa seorang kawanan. Dia adalah adik dari Lord Master Sehun dan Lady Kai. Tapi dia sangat berbeda dengan kedua kakaknya, dia memiliki ayah yang berbeda. Dan … dan … karena itulah kau harus menjauhinya. Dia adalah pengaruh yang buruk !"
Sebenarnya, aku tidak suka melihat orang yang baru saja kukenal memarahiku. Tapi sepertinya ini cukup serius.
Aku tidak tahu kenapa Diyo marah dan menangis bersamaan kepadaku. Dia terlihat sangat tertekan saat menjelaskan Kris Wu padaku. Aku tahu ini bukan sekedar pengaruh buruk. Dia memiliki sesuatu dengan Kris Wu, aku tidak begitu yakin apa itu. Tapi aku tahu Diyo menginginkan sesuatu yang berbeda dengan ucapannya.
Diyo terduduk di ranjangnya sambil mengusap kasar air mata yang mengalir di kedua pipinya. Aku tidak pernah memiliki teman perempuan, tapi aku mengikuti instingku untuk menenangkannya.
"Diyo … katakan yang sebenarnya"
Aku berusaha mengeluarkan suara terlembutku padanya sambil duduk bersimpuh di hadapannya. Meskipun aku tidak ahli dalam melakukannya.
"apa maksudmu ?"
Diyo masih terisak, matanya sembab meskipun tidak ada lagi air mata yang turun dari kedua bola matanya tapi emosi yang menumpuk di bola matanya tidak dapat berbohong.
"aku tahu kau memiliki suatu hal dengan Kris, karena itu kau tidak memperbolehkanku dekat dengannya. Bukan karena status Kris, walaupun aku ingin tahu tentang itu. Sebelumnya Kris menceritakan sesuatu padaku tentang Mitera Foudre, leluhurmu. Dan dia tampaknya sangat mengaguminya, dan saat Kris menatapmu. Ayolah, dengan sekali lihat saja aku tahu ada sesuatu di antara kalian berdua"
Diyo berhenti terisak. Matanya menatap mataku dengan sedikit tenang. Lalu aku beranjak duduk di sampingnya. Memeluk pundak kecilnya yang masih sedikit bergetar.
"jika aku menceritakannya, apa kau akan merahasiakannya ?"
Aku mengangguk sambil menatapnya yakin.
"Kris Wu, dia … kau benar Luhan … aku mau kau menjauhinya bukan karena dia pengaruh buruk bagimu. Tapi, aku menyukainya … aku sangat mencintainya. Dan kau, kau wanita yang sempurna, bahkan pagi ini di kelas kimia hampir semua anak lelaki Rover bercerita tentang dirimu. Gadis cantik dari Ethamos, lalu di lorong koridor semua orang membicarakanmu yang sedang berjalan dengan Kris. Aku takut … kau … aku takut Kris akan jatuh cinta padamu"
Maaf, tapi aku tidak bisa menahan tawaku saat mendengarkan penjelasan Diyo. Terdengar sangat konyol jika semua anak lelaki populer membicarakanku sambil tersenyum nakal. Dan lebih konyol jika mendengar Diyo yang takut jika Kris menyukaiku atau bahkan jatuh cinta padaku. Sangat lucu dan bahkan mustahil.
"kenapa kau tertawa ?"
"mendengar seluruh penjelasanmu, aku sangat merasa terhibur. Kris tidak akan jatuh cinta padaku, dia sangat mencintaimu dan tidak, tidak akan ada gerombolan lelaki yang menceritakanku seperti itu. Kalian harusnya memiliki waktu untuk berdua dan membicarakannya"
Kurasa aku mengatakan hal yang salah (lagi). Raut wajah Diyo berubah, dia terlihat sedih dengan matanya yang menatap kea rah jari-jari kecilnya yang ada di pangkuannya.
"kami pernah melakukannya Luhan …"
Aku terkejut mendengarkannya. Sikap mereka seperti anak kecil yang menyembunyikan perasaan satu sama lain, kau pikir aku berpikir bahwa mereka sebenarnya pernah membicarakan perasaan mereka ? tentu saja tidak.
"benarkah ? lalu … apa Kris tidak menyukaimu ?"
"tidak, bukan begitu. Kris dan aku saling mencintai, kami pernah berbagi canda tawa di masa lalu. Kami selalu bertemu di bukit yang ada di tepi hutan. Tapi di suatu malam, saat Kris tidak datang menemuiku. Jadi aku mencarinya, aku pergi lebih jauh ke dalam hutan. Aku berharap aku menemukan Kris di sana, dan aku menemukannya. Dia tengah disekap dengan tali yang melilit seluruh tubuhnya di sebuah pohon besar, dan aku melihat Jina, adik Master Chanyeol yang mencoba membakarnya. Aku baru saja akan berlari menolongnya saat …. Saat dia merubah wujudnya menjadi sosok yang sangat menakutkan, bersisik merah, mengeluarkan nafas api dan iris kuning yang tajam. Dia merubah dirinya menjadi sesosok demons, Jina mengambil foto Kris lalu di pagi berikutnya dia menyebarkan berita tentang perubahan Kris di malam itu. Seluruh akademi menjauhinya, hingga Lord Master Sehun marah besar pada Master Chanyeol. Dia hampir membunuh Jina dan Master Chanyeol jika Kris tidak menghalanginya"
Diyo mengambil nafas yang panjang sambil mengambil sebuah bingkai foto yang berdiri di atas mejanya.
"Kris terluka karena sabitan pedang Lord Sehun, dia dilarikan ke Rumah Sakit. Dia melakukan tes darah, yang hasilnya, darah demons ada dalam dirinya. Kabar berhembus dengan sangat cepat, Ayah Kris adalah seorang demons bernama Rockhead. Lord Sehun benar-benar kehilangan kendali emosinya, dia menghancurkan setengah dari hutan dengan kekuatan dan kemarahannya dan Lady Kai mencoba membujuk Kris untuk tidak bersekolah jika memang itu mengganggunya, tapi Kris bersikeras untuk tetap tinggal di akademi. Kris tahu kakaknya sangat menyayanginya, tapi dia tahu seluruh akademi akan tetap membencinya, dia tidak pernah lagi menemuiku. Aku tidak pernah marah padanya ataupun menjauhinya karena status setengah demonsnya. Aku membencinya karena dia menjauhiku tanpa sepatah kata perpisahan"
Fakta yang sulit untuk kucerna. Lelaki setampan Kris adalah setengah demons. Makhluk mengerikan yang telah membunuh dua siswi di sekolahku. Dan membayangkan Lord Sehun marah dengan menggunakan kekuatannya sangat menakutkan bagiku. Melihatnya dengan wajah normal tanpa kemarahan saja sudah sangat menakutkan.
Cerita Diyo membuatku berfikir bahwa Jina adalah gadis yang benar-benar kurang ajar dan aku sangat membencinya. Tapi aku tidak tahu kenapa Lord Sehun merelakan adiknya, Lady Kai menikah dengan Master Chanyeol. Dan jika kabar yang dikatakan Baekhyun pagi ini benar, bahwa Lord Sehun akan menikahi Jina. Kurasa aku perlu menampar keras laki-laki itu.
Diyo sudah merasa lebih baik satu jam berikutnya, setidaknya dia tidak menangis lagi. Kami berdua menghabiskan waktu seharian itu di rumah Diyo. Dan … ya, aku membolos di hari pertama sekolahku. Mungkin aku akan dapat masalah lagi. Mungkin.
Diyo membuatkanku sup jamur dan beberapa lapis roti untuk makan siangku. Gadis kecil itu sangat pintar memasak. Makanan Atheos sepertinya tidak terlalu buruk, sedikit berbeda dengan makanan bumi. Tapi enak. Diyo memakan roti dan supnya dengan raut wajah yang sama seperti sebelumnya, tatapannya kosong. Pasti Kris sangat berarti baginya hingga dia sangat memikirkannya.
"Diyo, boleh aku bertanya sesuatu ?"
Diyo menatapku dengan mata bulatnya, mengelap noda sup yang ada di ujung bibirnya lalu mengangguk lucu padaku.
"apa yang kau tahu tentang Lady Master Fotia Eternia ?"
Tatapan Diyo padaku berubah. Dia tampak berpikir sejenak, lalu meneguk segelas penuh air yang ada di sebelah kanannya.
Dia tampak ragu untuk menjawab pertanyaanku.
"tidak banyak yang tahu tentang Lady itu Luhan. Hampir semua dari kami mempelajari sejarah ketiga Master agung, tapi guru sejarah kami tidak pernah memberi kami secuil informasipun mengenai Lady Master Fotia. Tapi kudengar, dia memiliki kekuatan terkutuk. Itu hanya gossip, karena kami tidak pernah bertemu keturunannya"
Mungkin raut kecewaku terlihat jelas di mata Diyo, hingga ia menatapku kembali dengan mata lucunya. Lalu memberiku segelas jus kalengan rasa … entahlah, minuman itu berwarna merah.
"jika kau ingin mencari tahu tentang Lady Master itu, mungkin kau harus bertanya pada salah satu Master atau Lord Sehun. Mereka pasti tahu lebih banyak daripada kami"
"aku akan melakukannya Diyo, tadinya Kris membawaku menuju ruangan Lord Sehun. Lalu kau memanggilku dan menarikku"
Diyo menghentikan aktifitasnya. Dia menatapku bersalah sambil menarik kedua ujung bibirnya.
"aku tidak tahu tentang itu. Maafkan aku, tapi jika kau ingin bertemu Lord Sehun, kau harus membuat masalah terlebih dahulu. Itu akan lebih mudah"
Itu dia, masalah. Aku menatap Diyo dengan tatapan kemenangan dan seringaian di wajahku. Aku benar-benar jenius. Kurasa membolos di hari pertama sekolah sudah cukup untukku. Dan aku akan menemui Lord Sehun dengan sangat mudah. Keesokan harinya.
Aku pulang dari rumah Diyo pukul tujuh malam, dan saat kembali aku merasa bahwa hari itu adalah hari yang sangat melelahkan. Aku memang tidak melakukan apapun, hampir tidak melakukan apapun. Tapi aku menerima sebagian besar informasi mengenai Atheos di waktu yang bersamaan, dan itu cukup melelahkan.
Kau tidak akan percaya dengan apa yang kuceritakan setelah ini. Tapi seseorang datang ke rumah pohonku.
Itu terjadi setelah aku membersihkan badanku. Aku masih memakai piyama mandiku saat beranjak menuju kamar tidurku. Lalu pintu rumahku diketuk pelan oleh seseorang di luar sana. Aku takut, karena aku tidak pernah bertemu dengan hantu Atheos sebelumnya, jadi kupikir aku akan pingsan jika membukanya. Namun ketukan itu semakin keras hingga menggangguku. Jadi aku mengambil salah satu batang kayu yang ada di kamarku dan membuka pintu itu dengan was-was.
Aku sempat terkejut karena seseorang dengan tudung hitam berada di depan rumahku. Namun orang itu menyekap bibirku dan membawa kami berdua masuk ke dalam rumah. Saat orang itu membuka tudungnya, aku hampir tidak percaya jika dia datang padaku. Lelaki termasyhur Atheos berada di dalam rumahku. Lord Master Sehun.
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, membungkuk hormat, mengucapkan salam, atau harus kumarahi dia karena bertamu selarut ini atau menamparnya karena telah menciumku secara paksa sebelumnya. Tapi kurasa semua pikiran tidak bergunaku itu hilang saat Lord Sehun membuka mantel tudung hitamnya. Dia memakai kaos v neck berwarna hitam dan celana jeans hitam yang terlihat sangat bagus di tubuhnya. Aku juga bertanya-tanya darimana dia mendapatkan kaos dan jeans merk Armani ?
Lelaki tampan itu duduk di atas sofaku dengan pose modelnya. Apa Baekhyun dan Diyo yakin orang ini adalah Lord Master yang disegani di seluruh Atheos ?
"kudengar kau membolos hari ini ?"
Aku menggelengkan kepalaku lalu mencoba menghilangkan seluruh fantasi gilaku dengan Lord Sehun (maaf, tapi aku tidak bisa menahannya). Aku mencoba focus pada pertanyaan Lord Sehun tapi semua itu hilang saat mata kami bertatapan. Mata tajam itu, rambut berantakan itu, pahatan wajah itu. Aku benar-benar ingin berciuman dengannya. Tunggu ? Apa ?
"kau berfantasi denganku ?"
SIAL ! aku lupa bahwa dia bisa membaca dan melihat pikiranku.
"aku … ak .. aku . Apa ?!"
Lord Sehun beranjak dari sofa lalu berjalan mendekat ke arahku. Bagaimana reaksimu jika seseorang dengan tampang yang luar biasa tampan mendekatimu perlahan ? aku menjauh. Tentu saja, tatapan matanya benar-benar menghipnotisku dan bayanganku atau keinginanku untuk bercinta dengannya sekarang benar-benar tercipta jelas di dalam pikiranku. Dan buruknya, Lord Sehun memamerkan seriangainnya. Kutebak, dia berhasil melihat semua isi pikiranku.
Sialnya, atau beruntungnya, entahlah, tubuhku telah menempel sempurna pada dinding rumah pohonku. Udaranya dingin, tapi aku berkeringat sangat banyak saat badan Lord Sehun benar-benar menghimpit tubuhku.
"kenapa menghindar ?"
Oh, Ya tuhan, suaranya.
"apa ?"
"kau sangat menginginkanku bukan ?"
Aku tidak menjawab pertanyaannya karena Lord Sehun sudah terlebih dahulu mencium bibirku. Ya, aku kalah lagi dengannya.
Ini sangat memalukan untuk diceritakan, tapi aku sangat menyukai lumatan-lumatan kecil yang diberikannya pada bibirku. Tanganku bergerak melingkar pada lehernya yang terlampau tinggi dengan tubuhku. Lidahnya telah menerobos dan kembali mengelilingi seluruh rongga mulutku. Lidahku pun (yang entah sejak kapan) menjadi agresif dan membalas ciumannya yang mulai membuat wajahku memanas.
Aku kehilangan pasokan oksigenku, dan aku bertaruh Lord Sehun juga mengetahuinya. Dia menurunkan ciumannya pada leherku. Tangannya mulai bergerak membuka simpul yang mengikat piyama mandiku. Aku sadar aku tengah telanjang di depannya, dan kurasa kami berdua menyukainya.
"a….ahh"
Lenguhan kecil itu kukeluarkan saat Lord Sehun menyesap kuat bagian leherku. Aku takut itu akan berbekas.
KRING
Umm, bagaimana mengatakannya ? baiklah, sayangnya teleponku berbunyi saat Lord Sehun baru saja akan memasukkan jarinya menuju daerah pribadiku. Jadi Lord Sehun menghentikan ciuman dan hal-hal lainnya padaku dan aku merapatkan kembali piyama mandiku yang tadinya dilepas oleh tangan Lord brengsek itu.
Tapi aku tidak langsung mengangkat tepelonnya. Kami bertatapan cukup lama sampai Lord Sehun mencium sekilas bibirku lalu beranjak menarik gagang telepon. Kupikir, dia pasti gila jika mengangkat telepon itu dengan suaranya. Tapi karena dia memang gila, jadi dia melakukannya.
"Luhan sudah tidur di sampingku"
Dia benar-benar sudah gila.
"ini Sehun"
Lord Sehun menatap gagang telepon dengan tatapan herannya. Aku berasumsi bahwa si penelepon mungkin berteriak kegirangan sekaligus menjadi gila karena Lord Master tampan yang menjawab teleponnya atau dengan wajah terkejut setengah mati dia menyebarkan gossip pada teman segengnya bahwa Lord Sehun menghamiliku (baiklah, itu tidak mungkin). Tapi dari yang kulihat … tidak seperti itu.
Aku berjalan mendekat ke arah Lord brengsek itu sambil menatapnya dengan penuh ancaman. Aneh, dia tidak takut.
"gadis aneh. Dia langsung menutup teleponnya saat aku mengatakan namaku"
Lord aneh, harusnya kau tahu kenapa gadis itu menutup teleponnya.
Lord Sehun duduk kembali di atas sofa. Dia terlihat tidak puas dengan apa yang dilakukannya padaku. Jujur saja, akupun begitu. Tapi aku tidak mau melakukannya lagi, membayangkan spremanya yang akan membuahi ovumku sudah sangat membuatku pusing. Aku bahkan –
"aku tidak akan membuahimu"
Yap, memang sangat sulit untuk sekadar berfikir jika kau sedang bersama seseorang sepertinya. Tapi jawabannya sedikit mengecewakanku. Maksudku, sedikit mengecewakanku, maksudku mungkin tidak. Maksudku, entahlah.
"kenapa kau menciumku lagi ? kau sudah menciumku tempo hari. Kenapa ? dan kenapa kau datang ke rumahku ?"
Lord Sehun menatapku dengan tatapan tajam khasnya. Dia menepuk tempat kosong di sebelahnya dan menyuruhku untuk duduk di sana.
Jika kau sepintar orang lainnya mungkin kau akan lebih memilih tempat lain untuk mengistirahatkan pantatmu. Tapi aku tidak sewaspada itu, jadi aku mengikuti apa yang dia mau. Katakan saja aku bodoh, tapi aku harus berterus terang bahwa aku menginginkan Lord Sehun.
"Luhan –"
"kau akan menikahi Jina, kenapa kau menciumku ?"
Mata Lord Sehun memicing menatapku. Dia mendekatkan wajahnya pada wajahku, tapi aku memberanikan diriku untuk tidak bergerak mundur.
"aku TIDAK akan menikahi wanita itu"
Penekanan pada kata TIDAK itu … bagaimanapun itu, terdengar sangat meyakinkan. Dan aku lega mendengarnya. Hingga bibirku terangkat membentuk sebuah senyuman tipis yang berhasil tampak di mata Lord Sehun, dan dia tersenyum tipis pula melihat itu. Memalukan.
Tubuh Lord Sehun pun menjauh dari tubuhku. Dia menyandarkan tubuhnya di bantalan sofa.
"jadi, Kai mengatakan padaku bahwa kau membolos seharian ini. Sebenarnya aku harus mengurusi kasus ini besok, tapi aku merindukanmu. Jadi—"
"kau apa ?"
Lord Sehun menatapku dengan tatapan bingung. Sedangkan aku juga dibuat semakin bingung dengan perkataannya yang tidak masuk akal.
"aku merindukanmu"
Dia sangat brengsek.
"aku melihat sikapmu di menara utama My Lord. Aku tidak yakin kau merindukanku"
Lord Sehun memamerkan seringaiannya saat mendengar perkataanku. Aku tidak suka senyuman itu, membuatnya terlihat seperti paman-paman mesum yang selalu kutemui di bus malam di London.
"aku bukan paman mesum"
Aku bisa gila jika terus berada di sampingnya.
"kau sudah gila"
"bisakah kau tidak membaca atau melihat pikiranku ? aku membutuhkan privasi"
"umm, tidak. Karena aku cukup yakin bahwa itu bakat alamiku"
Oh ya tuhan, jangan sampai aku membunuhnya.
"kau tidak akan berhasil membunuhku"
F*ck.
"wow, kau gadis yang kasar"
"HENTIKAN !"
"hahahahahaha"
Lord Sehun tertawa sangat keras saat aku membentaknya. Mungkin alasan Lady Kai untuk menikah dengan Master Chanyeol adalah untuk menghindarinya. Dia benar-benar tidak tahu diri, jika saja aku lebih kuat darinya mungkin aku sudah melemparnya ke luar rumahku.
"Kai menikah dengan Chanyeol karena mereka saling mencintai bukan untuk menghindariku. Dan kau melupakan fakta bahwa kau wanita dan kau tidak lebih kuat dariku, jadi kau tidak mungkin melemparku ke luar"
Aku menyerah.
"tapi jika kau ingin aku keluar, aku akan keluar sekarang. Hanya saja, pastikan kau masuk sekolah besok"
Lord Sehun kemudian memakai mantel tudung hitamya kembali. Aku mengikutinya, dan membukakan pintu untuknya dengan wajah masam. Sedangkan Lord Sehun ? dia hanya menciumku sekilas sebelum melangkahkan kakinya keluar rumah. Merk sekelas Armani pun tidak bisa melebihi kelebihannya.
"terima kasih atas pujiannya Luhan. Dan ya, aku mendapatkan baju ini saat berkunjung ke rumahmu di London"
Mungkin sebaiknya aku tidak memikirkan apapun jika sedang bersamanya.
"akan lebih baik jika kau memikirkanku, aku tahu kau akan menyukainya"
TERSERAH !
"hahahahaha"
Kudobrak keras pintuku, tapi aku masih bisa mendengar tawa jahilnya dari balik daun pintu. Aku sangat membencinya, aku membenci Lo—
"Lu, aku selalu menunggumu. Terima kasih sudah berada di sampingku sekarang"
Dari balik daun pintu, kudengar suaranya yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia terdengar lebih … lebih seperti malaikat penjagaku. Aku tahu itu konyol, tapi memang benar-benar terasa seperti itu. Jadi aku membuka kembali daun pintu yang ada di balik badanku. Dan aku menemukan Lord Sehun dengan pakaian yang sama saat aku bertemu dengannya di menara utama meskipun masih dengan mantel tudung hitam di bahunya. Auranya pun tampak berbeda, dia terlihat lebih … baik. Dia tersenyum padaku dengan wajah tampannya. Siapa sebenarnya lelaki yang ada di depanku ini ?
"aku Sehun, senang bertemu denganmu. Xi Luhan"
Dan kemudian sosok itu melebur menjadi bayangan. Berpindah tempat dengan sangat cepat, tiba-tiba aku melihatnya berada di depan gerbang utama pohon besar. Dia berjalan dengan tudung hitam yang mengatup di kepalanya.
"senang bertemu denganmu. Sehun"
Mungkin aku bodoh, tapi aku bersungguh-sungguh. Aku berharap bisikanku di antara hembusan angin malam dapat didengarnya.
Dan saat dia menolehkan kepalanya dan melempar senyum padaku. Aku tahu dia mendengarnya. Dan aku hanya … tersenyum.
Hai, Sehun ends here …
Otte ? panjang banget ya ? hehe. Bagi yang bingung dengan dialog HunHan di part terakhir, itu Sehun jawab apa yang dipikiran Luhan. Jadi Luhan bener-bener nggak ngomong sama sekali. Review juseyo ~~ ^_^ Kamsahamnida #bowBigbow
