Yo, yo minna, arumru is back *gaya rapper, ditimpuk bakiak*. Mumpung masih ada waktu aku mau nyempetin update lagi. Yosh, tanpa berlama-lama lagi, ini dia chapter 6.

"Dapat!"

Sora kaget mendengar Ru mendadak berteriak seperti tadi. Ia melihat ke buku yang Ru buka itu, "Apa yang kau dapatkan?"

"Aku dapat cara bagaimana untuk mengembalikan jiwa mereka," seru Ru dengan muka yang berseri-seri.

Magic ~Body and Soul Change~

Chapter 6 : Concentrated Soul Change

Disclaimer: Riichiro Inagaki and Yusuke Murata

Warning:OOC (pasti), OC bertebaran dimana-mana, Gaje (pasti ada, ga mungkin ga ada kalo yang bikin saya) abal tingkat dewa, sesuka hati yang bikin cerita, typo(jaga-jaga), tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, silahkan tekan tombol back selagi sempat dan belum menyesal, silahkan bakar fic ini ketika anda selesai membacanya dan ngga suka, tapi sebelumnya tinggalin review dulu ya, ceritanya bakalan ngaco dan ngawur tingkat dewa, alurnya (agak) cepet.

Story: Arumru-tyasoang

Written by: Arumru-tyasoang

Summary: benda sihir aneh membuat Mamori dan Hiruma menjadi aneh. Kedatangan anak baru dari Indonesia membuatnya tambah kacau. Sebenarnya apa yang sebenarnya terjadi dengan Hiruma dan Mamori?

Apa tujuan dari kedatangan murid baru itu?

Don't Like? Don't Read!

"Apa? Kau yakin sudah menemukan cara untuk mengembalikan jiwa mereka?" tanya Sora semangat karena Ru sudah mengetahui cara untuk mengembalikan jiwa Mamori dan Hiruma.

Ru membuka halaman yang tersembunyi itu dan menunjukannya pada Sora. Sora langsung semangat dan melihat ke halaman buku itu, dan melihat ke bagian yang ditunjuk Ru.

"Hm... iya, aku sudah mengetahui sihir apa yang digunakan Putri Bulan dalam DeAngel Ea-Ring's. Namun aku hanya bisa menggunakan sihir untuk mengembalikan jiwa mereka untuk sementara waktu."

"Memang sihir apa yang dipakai oleh Putri Bulan?"

"Ini, sihir Concentrated Soul Change," jawab Ru sambil menunjukan barisan kata yang menjelaskan tentang sihir yang dipakai oleh Putri Bulan.

"Apa? Concentrated Soul Change? Bukannya itu sihir level satu untuk sihir bertukar jiwa?" tanya Sora kaget karena mendengar sihir yang digunakan oleh Putri Bulan itu dan memandang Ru tidak percaya jika Ru dapat mengembalikan jiwa Mamori dan Hiruma ke tubuh seharusnya karena itu adalah sihir yang paling sulit untuk dimusnahkan.

"Yup, benar sekali. Sihir level satu dalam pertukaran jiwa, sangat sulit dimusnahkan, beresiko tinggi bagi yang menggunakan sihir ini dan orang yang akan memusnahkan sihir ini," jawab Ru sambil membuka buku spell yang dia pegang.

Sora sangat khawatir dengan hal itu. Ia memandang Ru dengan tatapan yang mengindikasikan ia sangat khawatir. Apalagi ia ingat jika Ru itu anak yang tergolong nekat dan rela menukarkan nyawanya agar misi mereka selesai dengan baik. Sora masih menatap Ru sangat khawatir saat ingat bahwa Concentrated Soul Change adalah sihir yang sudah lama tidak digunakan karena dapat membunuh sang pengguna spell. Sora mendadak membelalakan matanya saat ia sadar bahwa kemungkinan Ru akan menggunakan salah satu spell terlarang – meskipun bukan black spell – untuk mengembalikan secara sementara Concentrated Soul Change.

"Ru, jangan bilang kau akan menggunkan 'spell itu' untuk menghentikan secara sementara Concentrated Soul Change," ucap Sora tidak setuju dengan keputusan yang akan diambil oleh Ru.

"Hehe, ketahuan ya? Aku akan tetap menggunakan spell itu kak. Namun untuk hal-hal yang penting saja, tidak akan sembarangan aku pakai kok," jawab Ru sambil tersenyum datar. Sora sudah hampir menampar Ru karena keputusan yang akan diambil oleh anak itu, namun ia tahan karena apapun yang ia katakan sudah pasti tidak akan didengarkan oleh Ru. Apalagi saat mengatakan hal itu terlihat kesungguhan dan kesiapan hati pada dirinya.

"Baiklah, baik. Percuma juga jika aku menghalangimu karena kau pasti akan nekat melakukannya. Aku akan mengizinkan kau melakukan hal itu, tetapi tidak sampai 5 kali, karena yang menggunakan spell itu sampai 5 kali bisa kehilangan kekuatan sihirnya bahkan meninggal," kata Sora mengingatkan Ru. Ru hanya mengangguk saja mendengarkan perkataan Sora. "Dan aku juga akan bergantian denganmu menggunakan spell itu."

"Apa?" Ru kaget mendengar perkataan Sora itu. "Nggak, kakak nggak boleh menggunakan spell itu," ucap Ru menentang niat Sora. "Kakak kan ngga terlalu bisa dalam sihir pertukaran dan pengembalian tubuh, jika orang yang tidak terlalu mahir menggunakan itu maka akan membunuh diri orang itu. Aku ngga akan membiarkan kakak melakukan hal itu."

Sora terlihat memikirkan perkataan Ru tadi. Jika ia ingat lagi, memang ia tidak terlalu bisa sihir pertukaran dan pengembalian tubuh. Ia lebih mahir dalam sihir pengobatan. Namun, ia tidak bisa membiarkan Ru yang sudah dianggapnya adik kandung itu merelakan kehilangan kekuatan sihirnya.

"Kak, kakak jangan menggunakan spell itu ya," kata Ru membujuk. Sora semakin ragu untuk menggunakan spell untuk mengembalikan jiwa Mamori dan Hiruma.

"Sudahlah, kau tidur saja. Besok pagi baru kita bicarakan lagi," jawab Sora meninggalkan Ru di ruang tamu menuju kamarnya.

Magic ~Body and Soul Change~

Pagi hari di apartemen Hiruma. Mamori yang berada didalam tubuh Hiruma sudah bangun dan membereskan apartemen itu. Jam sudah menunjukan pukul 06.30 dan Mamori sudah membereskan seluruh apartemen dan ia sekarang sedang membuat sarapan pagi untuk dirinya sendiri dan Hiruma.

"Kuso Mane, apa yang kau lakukan?" tanya Hiruma yang berada dalam tubuh Mamori sambil menyender di tembok dapur dengan gaya yang sangat cool tapi terlihat aneh karena ia berada dalam tubuh Mamori.

"Oh, Hiruma-kun, aku sedang membuat pancake untuk sarapan kita," jawab Mamori sambil mengaduk adonan pancake yang ia buat.

Hiruma tetap berada dalam posisi itu sambil mengamati Mamori yang berada didalam tubuhnya yang menurutnya bisa mengurus pekerjaan rumah itu. Kemudian Hiruma berjalan ke arah meja makan tanpa menyadari ada bekas tumpahan air minum Mamori. Mamori yang melihat Hiruma hampir menginjak air tumpahan tadi langsung menuju Hiruma yang ada dalam tubuhnya dan berusaha mengingatkan. Namun, Hiruma sudah menginjak air tersebut dan terpeleset. Mamori sudah bersiap, dan akhirnya ia menahan Hiruma yang terjatuh itu dengan tangan Mamori yang sebenarnya adalah tangan Hiruma menahan bahu Hiruma yang merupakan dirinya itu hingga Hiruma yang berada dalam tubuh Mamori tidak jatuh dan jarak antar muka mereka hanyalah beberapa sentimeter. Mereka terdiam dalam posisi itu dalam beberapa menit, saling memandangi wajah satu sama lain. Kemudian Hiruma yang berada dalam tubuh Mamori berdiri.

"Tch, kau itu kerja yang benar Kuso Mane," kata Hiruma agak ngomel ke Mamori.

"Maaf Hiruma-kun, aku lupa mengelap air itu," jawab Mamori menunjukan muka penyesalannya.

"Tch, sudahlah, jangan meminta maaf dengan muka ku, membuatku jijik," kata Hiruma lalu masuk ke kamar untuk mandi. Mamori yang berada dalam tubuh Hiruma hanya menatap Hiruma, lalu melanjutkan masaknya.

Magic ~Body and Soul Change~

"Magic floor, set," ucap seseorang didalam sebuah kamar, dan muncullah magic floor dengan bentuk bulan dan matahari. Kemudian orang itu menuju tengah magic floor lalu duduk dan mengeluarkan rambut berwarna kuning blonde dan auburn dari sakunya, dan menaruhnya didepanya.

"Diactivated Concentrated Soul Change [1]. Step one, the hair [2]," kemudian orang itu menaruh kedua helai rambut tersebut di magic floor. "Step two, the photograph [3]," setelah menaruh rambut tersebut di magic floor, ia meniban rambut tersebut dengan foto kedua orang yang ia ingin kembalikan jiwanya, rambut auburn ditiban foto anak perempuan dengan rambut yang sama, rambut kuning blonde dengan foto anak laki-laki yang mempunyai rambut yang sama. "The last step, Kembalikan jiwa yang tertukar akibat Concentrated Soul Change, kembalikan jiwa mereka sementara ke tubuh yang sebenarnya, aku tukarkan waktu agar mereka dalam tubuh yang sebenarnya dengan tenaga yang kumiliki selama 3 hari ini. The last step, Finish. Diactivated soul change spell, Activated," setelah mengatakan spell tersebut, orang itu menggoreskan pisau di jari tengah tangan kirinya, dan meneteskan darahnya diatas foto tersebut. Setelah foto itu terkena darah orang tersebut, muncullah sebuah asap putih yang cukup lama sekitar 3 menit, setelah asap itu menghilang, kesadaran orang itu juga hilang.

Magic ~Body and Soul Change~

"Apa yang akan kau lakukan hari ini Hiruma-kun?" tanya Mamori yang berada dalam tubuh Hiruma sambil mengangkat piring bekas sarapan mereka ke dapur.

"Bukan urusanmu," jawab Hiruma dingin seperti biasa. Kemudian Hiruma yang memakai tubuh Mamori itu berjalan menuju kamarnya, bersiap untuk mandi. Mamori hanya memaklumi jawaban Hiruma itu, dan melanjutkan mencuci piring bekas sarapan mereka. Ketika ia ingin menaruh piring yang terakhir ke tempatnya, mendadak penglihatannya mengabur, dan ia pingsan menyebabkan piring yang berada di genggamannya pecah. Tanpa ia sadari, Hiruma juga mendadak jatuh pingsan di dalam kamarnya.

Magic ~Body and Soul Change~

"Kapan kita akan muncul lagi didepan mereka Shun?" tanya seorang anak laki-laki didalam sebuah kastil tua yang terkesan suram, seram, dan gelap bosan.

"Sabarlah Kuro, ini bukan waktu yang tepat untuk muncul dihadapan mereka," jawab anak laki-laki yang dipanggil Shun itu sambil berdiri di dekat salah satu jendela kaca yang cukup besar dilantai dua kastil itu. Kuro yang mendengar jawaban dari Shun hanya mendengus bosan karena lagi-lagi mereka menganggur dan hanya berdiam diri di kastil tua itu. Kuro yang memandang sekitarnya dengan perasaan bosan, melihat ke salah satu sofa yang terdapat anak laki-laki seumuran mereka, berambut hitam pendek dengan model seperti Grey di anime Fairy Tail yang memandang dengan tatapan kosong.

"Shun, bagaimana kalau aku bermain-main dengan dia?" tanya Kuro sambil menunjuk anak laki-laki yang duduk di sofa ruangan itu. Shun melirik kearah yang ditunjuk Kuro, dan ia langsung menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.

"Tidak, tidak. Kita tidak mau mainan dan kunci dari rencana kita lecet sedikitpun. Lagipula, jika dia lecet sedikit saja, mantan teman kita saat di Akademi Dunia Sihir pasti tidak akan segan membunuh kita," jawab Shun biasa. Kuro yang mendengar hal itu hanya mendengus kesal, dan berpikir hal apa yang kira-kira bisa ia lakukan untuk menghilangkan kebosanannya.

Magic ~Body and Soul Change~

"Umm... apa yang terjadi? Kenapa kepalaku tadi mendadak pusing? Sepertinya juga, tadi aku sempat pingsan," kata Mamori ke dirinya sendiri. Kemudian ia membuka matanya dan ia melihat keanehan dari hal yang dilihatnya. Seingatnya, tadi ia sedang mencuci piring sebelum akhirnya pingsan, namun, sekarang ia berada didalam kamar yang sama dengan kamar yang ia lihat saat tubuhnya tertukar dengan Hiruma waktu itu. Saat ia membuka matanya dengan jelas, dan bercermin, bukan tubuh Hiruma lagi yang ia lihat melainkan tubuh seorang Anezaki Mamori yang menggunakan rok rempel putih selutut dan sebuah T-shirt hitam dengan gambar tengkorak, bukan turtle neck hitam dan celana jeans hitam. Menyadari perubahan itu, ia berlari menuju arah dapur dari apartement itu.

"Tch, apa yang terjadi?" tanya Hiruma kedirinya sendiri. Baru saja ia merubah posisinya yang tadinya tiduran dilantai dapur apartementnya sambil memegangi kepalanya, tiba-tiba Mamori yang agak berlari menuju dirinya dan memeluknya erat.

"Hiruma-kun, kita kembali ke tubuh kita, kita kembali," ucap Mamori senang sambil terus memeluk tubuh Hiruma. Otak Hiruma yang biasanya berjalan dengan cepat, entah kenapa mendadak berjalan sangat lambat mengolah informasi yang dia terima saat ini, ia hanya diam saja saat Mamori terus memeluknya. Setelah beberapa saat yang cukup lama mereka berada dalam posisi berpelukan sambil duduk Hiruma mulai menyadari yang terjadi.

"Tch, manajer sialan, cepat menyingkir dariku," kata Hiruma datar padahal sebenarnya ia kaget dan menutupinya dengan poker face andalannya. Mamori yang mendengar perkataan Hiruma tersadar dan melepaskan pelukannya dengan muka yang memerah.

"Eh, ma-maaf Hiruma-kun," jawab Mamori yang mukanya semerah tomat karena sadar ia memeluk Hiruma cukup lama.

"Tch, cepat bereskan semua ini. Setelah itu kita ke rumah anak baru sialan itu," perintah Hiruma. Kemudian ia menuju kamarnya untuk mandi. Mamori yang ditinggalkan sendirian oleh Hiruma di dapur masih termenung karena tadi ia sudah memeluk Hiruma cukup lama.

Magic ~Body and Soul Change~

"Ting nong, ting nong, ting nong," suara bel rumah dibunyikan tak sabar. Pemilik rumah itu kemudian keluar dan membukakan pintu.

"Lho? Hiruma, Anezaki, apa yang kalian lakukan disini?" tanya pemilik rumah itu. "Hei, aura kalian sudah kembali ke tubuh yang sebenarnya, ayo cepat silahkan masuk," kata Sora mengizinkan mereka berdua masuk.

Mereka bertiga kemudian masuk menuju ruang tamu rumah itu. Hiruma yang tidak sabar langsung mengajukan pertanyaan-pertanyaan ke Sora.

"Bisa kau jelaskan kenapa kami sudah kembali ke tubuh kami?"

"Entahlah, aku tidak tahu. Karena aku tidak melakukan sihir apapun pagi ini," jawab Sora bingung.

"Sora-kun, dimana Ru-chan?" tanya Mamori menyadari ketidakhadiran Ru diantara mereka.

"Biasanya ia tidur sampai siang saat liburan seperti ini. Mungkin masih tidur, lebih baik kita ke kamarnya," kata Sora mengusulkan. Kemudian mereka bertiga menuju kamar Ru yang terletak dilantai 2 rumah itu. Sora mulai curiga karena pintu kamar Ru tidak tertutup rapat seperti biasanya. Saat Sora dan Mamori masuk, mereka melihat Ru yang tergeletak ditengah Magic Floor dengan sisa-sisa ritual spell yang tadi ia gunakan. Sora dan Mamori agak panik melihat keadaan Ru yang seperti itu. Kemudian mereka mengangkat tubuh Ru ke tempat tidur dan menidurkannya.

"Apa yang terjadi dengan Ru-chan Sora-kun?" tanya Mamori khawatir dengan keadaan Ru yang tidak sadarkan diri itu.

"Entahlah, aku tidak tahu."

Hiruma yang sedari tadi hanya berdiri di ambang pintu memperhatikan mereka semua kemudian masuk ke kamar dan ia menemukan sebuah kertas notes kecil di kaki tempat tidur Ru. Kemudian ia membacanya agak keras isi dari notes itu.

'Sudah ku duga kak Hiruma yang akan menemukannya. Aku yakin, jika kalian semua membaca ini pasti kalian sudah melihatku tergeletak diatas Magic Floor, dan jiwa kak Hiruma dan Mamori nee-san sudah kembali. Aku menggunakan sihir untuk mengembalikan jiwa kalian untuk sementara. Aku menukarnya dengan tenagaku selama 3 hari, jadi aku akan terus tertidur selama 3 hari. Selain itu untuk melihat berapa lama kalian kembali ke jiwa kalian masing-masing jika aku menukarnya dengan 3 hari tenagaku ini. Jika kalian ingin bertanya, kalian bisa bertanya ke kak Sora. Jika ingin bertanya kepadaku kalian harus menunggu selama 3 hari dari sekarang.'

Sora langsung merebut notes itu dari tangan Hiruma dan meremasnya, menyesali dirinya yang kecolongan itu.

.

.

TBC (To Be Continued)

.

.

Woohooo, gila, bener-bener update kilat nih. Ini semua berkat ide yang mengalir dengan lancarnya beberapa minggu belakangan ini, (padahal sih berkat notebook temen yang udah ada selama 3 minggu dirumah. Hohoho). Baiklah, bales review dulu *ngobrak abrik tumpukan kertas review*

Yang pertama dari Carnadeite : Yosh, arigatou buat masukannya ya. Ngebantu banget. Maaf ya kalo ada typo *bungkuk-bungkuk*. Maaf ya bikin penasaran, emang sengaja *dibuang ke laut*, soalnya kalo ngga bikin penasaran ngga bakalan ada yang baca lanjutannya. Nih, aku udah nyoba masukin romance-nya sedikit, berasa ngga? Maaf ya kalo romancenya gaje, aku emang ngga bisa ngetik adegan romance. Ngebayangin sih gampang, waktu ngetiknya itu susah, berkali-kali aku ketik, hapus, ketik, dan voila, jadilah romance gaje seperti diatas XD. Gimana deskripsi di chappie ini? Lebih baik, tambah buruk atau gak ada kemajuan? Oke deh, review lagi ya...

Yang kedua dari Animea Lover Ya-Ha : makasih ya... tenang aku bakalan tetep semangat kok (^.^)9. Review lagi ya...

Yang ketiga dari Undine-yaha : iya nih, sebentar lagi UN makasih buat ucapannya. Bagus deh kalo latar belakangnya Ru sama Sora semakin jelas, aku pikir ngga bakalan jelas juga. Hm... bagus juga usulan namanya. Baik, udah aku putuskan bakalan aku pake. Hohohoho XD. Tenang aja, setelah aku pikir-pikir lagi cerita ini gak akan aku discontinued kok, bakalan aku update trus klo ada waktu. Ini update-annya, review lagi ya... ^^v

Yang keempat dari Yuki Sasaki : eh? Benarkah? Wah iya ya Hiruma jadi lebih sabar. Wakakakakak. Wah, senasib ya Kita, aku juga lagi persiapan SNMPTN Undangan nih. Yup, ini lanjutannya. Maap yah kalo chapter selanjutnya lama update-nya. Review lagi yaaaaa ^^v

Oke itu tadi balesan reviewnya, sekarang kita ngebahas chappie ini. Pertama, spell yang dipake Ru.

Diactivated Concentrated Soul Change [1] sihir untuk mengembalikan jiwa yang tertukar yang terdiri dari beberapa tahapan. Yang pertama menaruh rambut yang jiwanya tertukar (Step one, the hair [2]). Kedua kita taruh foto orang yang jiwanya tertukar (Step two, the photograph [3]) yang terakhir kita sebutin pertukaran kita agar jiwa mereka bisa tertukar untuk sementara (The last step, Kembalikan jiwa yang tertukar akibat Concentrated Soul Change, kembalikan jiwa mereka sementara ke tubuh yang sebenarnya, aku tukarkan waktu agar mereka dalam tubuh yang sebenarnya dengan tenaga yang kumiliki selama 3 hari ini. The last step, Finish. Diactivated soul change spell, Activated).

Ngga nyangka udah masuk chapter 6. Udah lumayan banyak juga ya cerita ini. Di chapter ini akhirnya Kuro dan Shun muncul lagi *peluk Kuro dan Shun, dikasih spell freeze, langsung ngebeku diem*. Sebenernya, alasan kenapa aku masukin mereka lagi karena aku bingung dan kasian sama mereka yang baru muncul sekali. Tapi sih paling kasihan sama Hi, sampe chapter 6 baru sedikit banget dia ngomong, padahal salah satu tokoh penting. Hahhaha. Sutra lah yaw, beberapa cahppie lagi dia bakalan ambil bagian kok. Hohoho. Oh iya, mau nanya gimana pendapat kalian terhadap deskripsi di cerita ini? Ada kemajuan nggak? Menurutku sih ngga ada *pundung*.

Hm... buat chappie depan aku mau agak nyantai dulu, mau ngasih kehidupan Ru, Sora, Mamori dan Hiruma yang normal. Soalnya aku rasa dari chappie 4-6 ini serius banget. Hehehe. Huft, yaudahlah, besok aku ada TO, jadi mau tobat dulu pengen belajar. Hehehe

Oke deh, segitu aja cuap-cuap author di chappie ini. See ya in the next chappie. Ditunggu reviewnya ya... ^^v

Sign,

.

.

arumru-tyasoang