My Secret Love
Disclaimer : Harry Potter punya our bunda J.K. Rowling
Author : TheBlackRoseGirl
Warning : Typo, OOC, Muggle World!
#Before~~
Ada apa denganku ini, kenapa aku merasa hatiku sesak sekali. Saat melihatnya dengan Greengrass… Aaahhhh, hiks… sabar Mione. Kau tidak boleh cengeng seperti ini, kenapa kau menagisi dia? siapa dia hingga kau tangisi? Aku tidak mungkin mempunyai perasaan ini? Ahhhhh… aku tidak tahu… yang aku tahu ini sangat menyakitkan…. Hiks…..
Author POV
"Pagi Ginn" sapa Hermione yang baru saja datang dan segera mendudukan dirinya di kursinya.
"Pagi Mi… Mione kau kenapa? Kau sakit? Tidak biasanya kau datang jam segini? Ada apa dengan matamu? Kau habis menangis?" Tanya Ginny dengan satu tarikan nafas.
"Uhh calm down Ginn, aku tidak apa-apa Ginn. Aku telat karena.. karena tadi macet dan soal mataku.. aku tidak bisa tidur jadi aku tidur larut malam semalam" jawab Hermione dengan membuat muka semeyakinkan.
"Kau yakin tidak apa-apa?" Tanya Ginny memincingkan matanya.
"Aku yakin Ginn" ucap Hermione dengan tersenyum untuk lebih meyakinkan Ginny.
"Baiklah aku percaya padamu Mione, tapi kalau terjadi apa-apa kau harus ceritakannya padaku. Aku ini sahabatmu Mione, kau tidak boleh menyembunyikan apapun dariku " ucap Ginny.
"Yeah Ginny, always. Thank's Ginn" ucap Hermione dan memeluk Ginny.
"Ughh Mione" canda Ginny memeluk Hermione balik.
Hermione dan Ginny sama-sama melepaskan pelukan mereka masing-masing. Hermione membuka tasnya dan mengambil beberapa buku untuk ia masukkan ke dalam laci mejanya, saat Hermione memasukkan bukunya ke dalam laci mejanya ada sesuatu yang menghalanginya.
"Ada apa ini?" ucap Hermione dan mengambil sesuatu yang berada di laci mejanya.
"Bunga mawar" ucap Hermione dan mengangkat bunga mawar tersebut.
"Wow Mione bunga mawar lagi, kemarin kau mendapatkan bunga mawar berwarna ungu sekarang kau mendapatkan bunga mawar berwarna orens. Aku semakin penasaran dengan secret admirer mu itu Mione" ucap Ginny antusias.
Hermione POV
Lagi lagi bunga mawar, siapa sebenarnya yang mengirimkan bunga-bunga mawar ini padaku? Kemarin ia mengirimkan bunga mawar berwarna ungu yang mengartikan perasaan akan cinta pada pandangan pertama sedangkan hari ini dia mengirimkan bunga mawar berwarna orens padaku yang mengartikan ingin mengenal seseorang lebih dalam. Apa maksud semua ini? Bagaimana orang itu tahu bahwa aku menyukai bunga mawar, aku akui memang semua perempuan di dunia ini menyukai bunga mawar tapi dengan memberikan bunga dengan sedetail ini.. berbeda-beda warna.. umumnya orang hanya memberikan bunga mawar berwarna merah atau putih, tapi ini.. Siapa sebenarnya yang memberikan bunga-bunga mawar ini padaku? yang mengetahui aku sangat menyukai bunga mawar hanya aku, orang tua ku dan…. Malfoy! Ahhh itu tidak mungkin kalau dia yang mengirimkan bunga mawar ini padaku.
Aku masukkan kembali bunga mawar tersebut ke dalam laci mejaku.
"Ohh look Mione, mereka semakin dekat saja. Hanya dengan waktu satu hari Malfoy dapat mendekati Greengrass, aku rasa Greengrass juga menyukai Malfoy. Aku rasa mereka berdua sudah berpacaran sekarang" ucap Ginny menunjuk ke arah pintu kelas kami.
"…"
Aku mengikuti arah yang ditunjuk Ginny, ya di sana terdapat Malfoy dan Greengrass yang baru saja datang saling bergandengan tangan dan kepala Greengrass ia letakkan ke pundak Malfoy. Ya mereka semakin dekat, aku sepertinya setuju dengan apa yang diucapkan Ginny bahwa mereka sudah berpacaran. Perasaan ini… sesak sekali, uhhhh Mione come on jangan menangis. Aku hanya dapat menundukkan kepalaku, agar aku tidak dapat melihat Malfoy dan Greengrass dan agar pertahanan mataku ini tidak tumpah begitu saja.
"Granger!" ucap seseorang yang sangat aku kenali suaranya.
Aku mengangkat kepalaku dan melihat ke arah Malfoy, ternyata di sampingnya masih ada Greengrass dan mereka masih dalam posisi yang sama seperti yang aku lihat tadi.
"Granger, nanti setelah pulang sekolah kita kerjakan lagi tugas dari Proff. Sprout. Jangan lupa!" ucap Malfoy dan berlalu pergi.
"Huffttt" elahku.
Author POV
Hermione, Ginny, Luna, Parvati dan Padma sedang berjalan di lorong sekolah mereka untuk pergi ke kantin, langkah mereka tiba-tiba berhenti.
"Ginny!" teriak seseorang dari belakang mereka.
Disana terdapat Ron, Cedric dan Harry yang sedang berlari menghampiri mereka berlima.
"Ada apa Ron? Kau membuatku malu saja berteriak seperti itu. Hai Ced, hai… Harry" ucap Ginny dan ada semburat merah semerah rambutnya di ke dua pipnya.
"Kalau aku tidak berteriak pasti kau tidak akan mendengarku adik kecilku" ledek Ron.
"Hahahaha" tawa kecil mereka bersamaan.
"Ughh.. jadi ada apa Ron? Kau membuang waktuku saja" Tanya Ginny jengkel.
"Ahh tidak ada hanya saja, bolehkah kami bertiga pangeran tampan-tampan ini bergabung makan bersama kalian para putri-putri yang cantik ini?" Tanya Ron dibuat-buat lebay.
"Hahahahaha, boleh saja. Asal kalian bertiga teraktir kami berlima" ucap Padma bercanda.
"Anything for you princess" ucap Ron lebay dan mengulurkan tangannya ala memberi hormat.
"Hahahaha" tawa mereka bersamaan.
"Kau tidak usah menggombal Ronald, mereka semua sudah ada yang punya" ledek Ginny.
"Ohhhh kalian mematahkan hatiku ini berkeping-keping" ucap Ron lebay dan memegang dadanya.
"Hahahaha, suadahlah ayo kita ke kantin aku sudah lapar" ucap Luna.
"Ayoo" ucap mereka bersamaan.
Baru saja mereka semua berjalan tiba-tiba ada seseorang yang memegang pergelangan tangan Hermione.
"Hermione tunggu" ucap Cedric.
"Ada apa Ced?" Tanya Hermione heran.
"Kalian duluan saja, nanti aku dan Hermione menyusul. Ada sesuatu hal yang penting yang harus aku bicarakan dengan Hermione" jelas Cedric.
"Mmmm baiklah, tapi kalian harus menyusul. Kami duduk ditempat biasa" ucap Ginny.
Mereka melanjutkan jalannya kecuali Ron yang masih diam berdiri melihati Cedric, Ron menyipitkan matanya ke arah Cedric, Cedric hanya menaikan sebelah alisnya. Ron pun kembali berjalan menyusul mereka semua yang sudah berjalan ke arah kantin.
"Mmm… jadi ada apa Ced?" Tanya Hermione kembali.
"Mione, setelah pulang sekolah bisakah kau menemaniku ke bookstore yang dekat daerah rumahmu? Aku juga perlu beberapa pendapatmu untuk buku yang akan ku beli nanti" Tanya Cedric.
"Ohh, mmm sorry Ced aku tidak bisa. Nanti setelah pulang sekolah aku ingin mengerjakan tugas berpasangan dari Proff. Sprout dengan Malfoy" jelas Mione.
"Ohh… baiklah" ucap Cedric melepaskan pergelangan tangan Hermione.
"Maafkan aku Ced, mungkin besok aku bisa menemanimu kalau kau ingin" ucap Hermione.
"Tidak apa-apa Mione, baiklah besok kau harus menemaniku. Kau janji?" Tanya Cedric dan mengangkat jari kelingking tangannya.
"Hahaha, aku janji Ced" jawab Hermione dan mengaitkan jari kelingking tangannya ke jari kelingking tangan Cedric.
"Ayoo, kita ke kantin. Yang lain sudah menunggu" ucap cedric dan menarik tangan Hermione.
Hermione dan Cedric pergi ke kantin, dan segera bergabung dengan yang lainnya.
"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan? Kenapa kau sangat terlihat senang Ced" Tanya Ron.
"Hahaha tidak ada mate, aku hanya minta Hermione untuk menemaniku ke bookstore di dekat rumahnya" jelas Cedric.
"Kenapa kau tidak minta ditemaniku saja rumah Hermione kan tidak terlalu jauh dari rumahku?" Tanya Ron.
"Rumahmu kan di Gryffindoor Resident Street sedangkan bookstorenya di Gryffindoor Evenue, jadi aku minta ditemani Hermione saja kan rumahnya disana" jelas Cedric tersenyum lebar untuk meyakinkan Ron.
Ron melihat Cedric dengan tatapan yang tidak bisa ditebak dan menyipitkan matanya.
"Sudahlah mate, mungkin Cedric juga ingin berkencan dengan Hermione" ledek Harry.
"Eh?" Tanya Hermione.
" Hahahaha" tawa mereka bersamaan.
"A…aa…apa-apaan kau mate,aku hanya minta utuk di temani ke bookstore untuk membeli buku bukannya untuk berkencan" jelas Cedric yang awalnya agak gugup.
"Hahahaha aku hanya bercanda mate" ucap Harry dan mengangkat tangannya dan membuat tanda vis di jarinya.
"Kalau kau benar ingin berkencan dengan Mione, Ced. Kau harus berekerja keras, karena Hermione mempunyai penggemar rahasia yang sepertinya sangat-sangat bersungguh-sungguh untuk mendapatkan hati Hermione. Sampai-sampai dia mengirimkan Hermione bunga-bunga mawar yang sangat indah setiap harinya, dan hari ini sudah ke dua kalinya penggemar rahasianya mengirimkannya bunga" jelas Ginny.
"Hari ini kau dapat bunga mawar lagi Mione?" Tanya Luna.
Semua mata tertuju pada Mione.
"Yeah, hari ini aku mendapatkannya lagi" jawab Hermione.
"Wooww penggemar rahasiamu itu sangat romantis Hermione, aku jadi iri" ucap Padma.
"Mione, kali ini warna bunga mawar apa yang di kirimkannya, apa sama seperti yang kemarin atau berbeda?" Tanya Luna antusias.
"Dia hari ini mendapatkan warna bunga mawar yang berbeda guys, hari ini dia mendapatkan bunga mawar berwarna orens" jelas Ginny.
"Jelaskan Mione!" ucap Luna, Padma dan Parvati bersamaan secara antusias.
"Eh? Mmm.. yaa setahuku bunga mawar berwarna orens untuk mengenal seseorang yang kita tuju secara mendalam" jelas Hermione.
"Demi jenggot Merlin! sepertinya penggemar rahasiamu itu sangat licik Mione tapi briliant. Aku bisa memakai cara seperti itu untuk orang yang aku sukai, warna-warna bunga mawar.. yaaa aku harus mencobanya" ucap Ron antusias.
"Hahahaha, walaupun kau melakukan hal seperti itu aku yakin orang yang kau sukai tidak akan menyukaimu balik Ron" ledek Ginny.
"Heh, kita lihat saja nanti Ginn. Hahahaha" ucap Ron menantang Ginny.
"Mione apa kau sudah tau penggemar rahasiamu itu siapa?" Tanya Harry.
"Aku belum tau Harry" jawab Hermione.
"Bukankankah cara penggemar rahasia Hermione sangat keren mate? Kau mungkin bisa ikut mencobanya seperti Ron nanti, mate" ucap Harry kepada Cedric.
"Eh..ehh?" Tanya Cedric gugup.
"Ya Ced, mungkin kau harus mencobanya juga. Kalau kau pasti aku yakin orang yang kau sukai langsung juga menyukaimu, tapi sedangkan… orang itu! Aku tidak yakin" ucap Ginny dan menunjuk ke arah Ron.
"Ginn, kau ini adikku seharusnya kau percaya dan mendukungku bukannya menjatuhkan ku seperti ini" ucap Ron cemberut.
"Hahahahaha" tawa mereka bersamaan.
"Ginn" panggil Harry.
"A..ada apa Harry?" Tanya Ginny.
"Di depan kalian semua para sahabatku dan Ginny, dan kau tentunya Ron sebagai kakak Ginny. Hari ini aku ingin menyatakan cintaku terhadap Ginny" ucap Harry dan memegang tangan Ginny.
"Waaaaaaa" ucap mereka bersamaan.
"Ginnerva Molly Weasley, maukah kau menjadi kekasihku?" Tanya Harry memegang tangan Ginny.
"Yaa, ayoo Ginn" ucap Hermione, Luna, Padma dan Parvati antusias.
"Ya, Harry aku mau" jawab Ginny, dan Harry langsung memeluk Ginny.
"Waaaaa, PJ. Ya kalian berdua yang harus membayarkan makanan kita hari ini" ucap Parvati senang.
"Hahahahah beres guys" ucap Harry senang dan melepaskan pelukannya dari Ginny.
"Kau tidak boleh menyakiti hati adikku ini Potter" ucap Ron galak.
"Hahahaha, aku tidak akan menyakiti hati adikmu ini King Weasley" ucap Harry.
"Ehem, di antara kalian bertiga cuman Harry saja yang sudah mempunyai kekasih? Kalau Ron yaa tidak usah ditanya pasti dia tidak punya, hahahaha. Tapi bagaimana denganmu Ced?" goda Luna.
"Ya benar juga, Cedric mempunyai seseorang yang ia sukai, tapi baik aku maupun Ron belum tahu siapa yang ia sukai. Dia sama sekali tidak mau memberitahukannya pada kami berdua, kalau Ron aku sudah tau dia menyukai Lavender Brown, ehhh keceplosan" ucap Harry dan menutup mulutnya dengan tangannya.
"Mate kau!" ucap Ron dan melototi Harry.
"Hehehehe, sorry mate" ucap Harry dan membuat tanda vis di jarinya.
"Ya Ced siapakah orang itu, atau jangan… jangan… Hermione? Dan jangan-jangan kau secret admirernya?" canda Ginny.
"Ehh?" ucap Hermione dan Cedric bersamaan.
"Hahahah dengar, kagetnya saja berbarengan seperti itu" ledek Padma.
"A..aaahhh.. tidak… kau ada-ada saja Ginn" ucap Cedric gugup.
"Jadi siapakah orang yang kau sukai itu Ced?" Tanya Ginny.
"Yaa siapa mate?" Tanya Ron.
"Apa dia seangkatanmu, atau seangkatan kami, atau diatas angkatanmu?" Tanya Parvati.
"Mmm come on guys, kalian seperti wartawan saja. Mmmm pokoknya dia gadis yang luar biasa" ucap Cedric.
"Really? Siapa ya kira-kira. Waaa disekeliling kita banyak teka-teki yang harus dipecahkan" ucap Padma.
"Kalian lihat saja nanti" ucap Cedric.
Hermione POV
"Granger!" ucap seseorang dari belakangku dan menepuk pundangku.
"Yaa Malfoy aku tahu apa yang akan kau ucapkan, aku tidak lupa!" ucapku.
"Bukan itu yang mau aku ucapkan, kau ini sok tahu sekali! Aku mau bilang hari ini aku tidak bisa mengerjakannya, jadi kita batalkan saja. Kalau tidak besok saja kita kerjakan" jelas Malfoy.
Ahh apa-apaan dia ini, dengan seenak jidatnya dia saja membatalkan.
"Malfoy! Apa-apaan kau ini tiba-tiba kau batalkan begitu saja, Malfoy tugas ini tinggal tersisah 3 hari lagi. Tapi kau…" ucapku kesal.
"Ya aku tahu tugas itu tersisah 3 hari lagi, tapi aku hari ini tidak bisa Granger. Ada hal yang penting yang harus ku lakukan. Dan aku punya hak untuk membatalkannya" ucap Mlafoy.
Sungguh bocah tengil ini sangat menyebalkan.
"Terserah kau Malfoy!" ucapku langsung berdiri menabrak punggungnya dan langsung pergi tanpa mengucapkan apapun kepada sahabat-sahabtku.
Malfoy kau sangat menyebalkan, dasar dia itu. Aaahhhhh..
Author POV
"Mione!" teriak Cedric berlari menghampiri Hermione.
Hermione berhenti dan membalikan tubuhnya.
"Ada apa Ced?" Tanya Hermione yang terlihat kesal.
"Mmm, jadi bukankah kau dan Malfoy membatalkan mengerjakan tugas kalian hari ini? Mmm bagaimana kalau kau menemaniku ke bookstorenya hari ini saja?" Tanya Cedric.
"Hufftt, baiklah Ced. Aku akan menemanimu" jawab Hermione.
"Bagus, nanti aku tunggu kau diparkiran" ucap Cedric.
"Baik Ced" ucap Hermione.
"Kau tidak mau kembali ke kantin?" Tanya Cedric.
"Mmm, aku rasa tidak Ced. Aku ingin kembali ke kelas saja" ucap Hermione.
"Baiklah, aku kembali ke kantin ya" ucap Cedric dan mulai membalikan tubuhnya.
"Tunggu Ced, bilang yang lainnya aku minta maaf kalau aku pergi begitu saja dan kembali ke kelas duluan" ucap Hermione dan memegang pergelangan tangan Cedric.
"Mmmm, iya Mione" ucap Cedric menganggukan keplanya.
"Thank's Ced" ucap Hermione dan melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Cedric.
"Urwel" ucap Cedric membalikan badannya dan berjalan kembali ke kantin.
Hermione POV
"Mione!" ucap seseorang dari belakangku dan menepuk punggungku.
"Hei Ced" ucapku.
"Mmm.. sungguh bunga mawar yang indah Mione" ucap Cedric menunjuk bunga yang berada digendonganku.
"Yeah, bunga ini sangat indah" ucapku.
"Ayoo Mione" ucap Cedric menarik pergelangan tanganku.
"Aaahhhh, buku apa yang kau beli Mione?" Tanya Cedric kepadaku, kami baru saja keluar dari bookstore.
"Aku membeli beberapa buku pelajaran dan beberapa novel Ced" jawabku.
"Ohh, Mione bagaimana kita makan dulu sebelum kita pulang? Aku sangat lapar" tanya Cedric.
"Mmmm, baiklah. Aku juga Merasa lapar" jawabku.
"Ayoo, aku tahu tempat makanan mana yang enak" ucap Cedric menarik tanganku.
"Café ini menarik kan Mione? Ala-ala dunia sihir" Tanya Cedric.
" Yeah Ced, apa nama café ini?" tanyaku.
"Three Broomstick, walaupun café ini unik dan sedikit aneh. Tapi makanan disini enak-enak Mione" ucap Cedric.
Kami segera duduk dimeja yang kami pilih yaitu dekat jendela, café ini berada di tepat tengah kota. Walaupun diluar sana begitu berisik, sungguh suasana didalam café ini sangat tenang. Aku suka café ini, aku dan Cedric segera memesan makanan yang ingin kami pesan.
"Mione ini untukmu" ucap Cedric memberikan sebuah tote bag padaku.
"Apa ini? Buku? Tentang bunga-bunga mawar" tanyaku dan mengeluarkan sebuah buku yang cukup tebal dari tote bag yang Cedric berikan padaku.
"Yeah, itu untukmu. Buku itu lengkap berisi tentang bunga-bunga mawar, mmm itu juga bisa kau gunakan untuk referensi tugasmu dari Proff. Sprout" jelasnya.
"Thank's Ced, tapi… bagaimana kau tahu bahwa aku memilih bunga mawar sebagai objek tugasku dari Proff. Sprout?" tanyaku.
"Ahh.. itu.. a.. aku hanya menebaknya saja. Dan aku berfikir kau juga membutuhkan buku itu untuk mengungkap teka-teki dari penggemar rahasiamu" ucap Cedric gugup dan meledeku.
Aku menyipitkan mataku, apakah benar apa yang ia ucapkan. Ahh sudahlah.
"Kau ini Ced" ucapku memukul pundak Cedric dengan buku yang ia berikan.
"Aaahhh kau ini Mione, kau menyakiti diriku" rengek Cedric.
"Hahahahah" tawaku.
Aku dan Cedric baru saja selesai makan, dan saat ini kami sedang berada di luar café. Aku dan Cedric sedang menunggu hujan meredah, karena baru saja turun hujan sangat deras.
*Haaaatttcchhiimmmm*
"Kau sebaiknya memakai jaketku saja Mione" ucap Cedric melepaskan jaketnya.
"Ahh tidak usah Ced, aku tidak apa-apa" ucap ku menahan tangan Cedric yang ini memakai kan jaketnya padaku.
"Mione, kau pakai jaketku. Kau sudah bersin seperti itu, bagaimana kalau kau sakit? Sebaiknya kau pakai saja jaket ini" ucap Cedric memakai kan jaktenya padaku.
"Mmm, thank's Ced" ucapku.
Cedric hanya tersenyum tulus pada ku, dia memegang tanganku erat. Huffttt bagaimana aku sampai lupa membawa jaket tadi, dengan penampilanku seperti ini bagaimana aku tidak bersin seperti tadi. Aku hanya memakai jumpsuit lengan pendek, ahh bodohnya aku. Saat aku bergulat dengan fikiranku, ada dua orang disebrang jalan yang sangat ku kenali. Yang satu seorang pria tinggi dengan rambut berwarna pirang platina dan yang satu lagi seorang perempuan dengan rambut berwarna hitam panjang, mereka sedang berlari ditengah hujan sedang menyebrang ke arahku dan Cedric. Yaa mereka adalah Malfoy dan Greengrass, sekarang mereka berdua pas tepat berada didepanku dan Cedric.
"Granger! Ohh hai dia pacarmu?" Tanya Greengrass.
"Granger ternyata kau ini sebenarnya juga setuju untuk membatalkan tugas kita hari ini, mengapa tadi di sekolah malah kau marah padaku? Bilang saja padahal kau ingin berkencan dengannya. Kau sungguh munafik Granger" ucap Malfoy menyeringai ke arahu dan Cedric.
"Jaga ucapanmu Malfoy!" ucap Cedric kesal.
"Sudahlah Ced, tidak penting meladeni orang seperti dia! Yang bahkan dirinya sendiri tidak mau mengakui bahawa dirinya lah yang sebenarnya munafik. Ayoo Ced sebaiknya kita pergi" ucapku menenangkan Cedric dan menarik tangannya.
"Apa kau bilang?!" teriak Malfoy dan ia menarik tanganku.
"Apa maksudmu?" tanyaku balik padanya.
"Kau ini… Apa yang kau bilang tadi Miss. Granger, kau bilang aku munafik?" Tanya Malfoy yang mukanya sudah terlihat marah.
"Sudahlah ayo Drac" ucap Greengrass menarik tangan Malfoy.
Malfoy menghempaskan tangan Greengrass dari lengannya.
" Yaa kau munafik Malfoy! Kau tadi bilang padaku bahwa ada hal yang sangat penting yang ingin kau kerjakan, tapi kau membuang-buang waktu yang seharusnya kita manfaatkan untuk mengerjakan tugas malah kau gunakan untuk berkencan dengan pacarmu itu!" ucapku kesal dengan satu tarikan nafas.
"Ahhh kau ini Granger… itu urusanku bukan urusanmu! Kau juga sungguh munafik sekali Granger, sebenarnya kau juga ingin berkencan dengannya juga bukan?! Kau tidak usah membalikan fakta kepadaku Granger!" ucap Malfoy sambil menyeringai padaku.
"Aku tidak Ber.. Ken… Can Malfoy! Dan kau yang sebenarnya yang berkencan, mengorbankan tugas kita hanya untuknya! Kau yang membalikan fakta Malfoy dan menghakimiku! Yaaaa kau sangat benar itu bukan urusanku itu urusanmu! Aku tidak perduli mau kau berpacaran atau berkencan dengan siapapun aku tidak perduli! Kau cowok yang sangat munafik Malfoy kau dengar itu!" ucapku marah, air mataku rasanya ingin sudah tumpah.
"Aku bukan cowok munafik, kau yang munafik Granger! Aahhh kau ini sungguh picik.. kau tidak mau mengakui bahwa kau berkencan dengannya! Lalu apa yang kau lakukan disini dengannya, ha? Kalau kalian bukan berekencan apa lagi?. Kau sungguh kasihan Diggory, karena pacarmu ini tidak mau mengakui bahwa kalian berkencan. Dan ya Granger itu memang bukan urusanmu! Mau dengan siapa pun aku berkencan, itu sungguh bukan urusanmu! Siapa kau mengatur-atur hidupku, kau bukan siapa-siapa bagiku! Dengar itu.. dan.. Diggory ajarkan kekasihmu itu agar tidak menjadi perempuan yang munafik, sungguh dia bagaikan perempuan murahan" ucap Malfoy yang terlihat sangat marah.
*PLLAAAAKKKK*
Author POV
Belum saja Cedric melayangkan tonjokannya pada Draco, sudah ada seseorang duluan yang melakukannya.
"Yaa kau yang sungguh munafik Malfoy! Dan benar itu bukan urusanku aku sama sekali tidak perduli denganmu Malfoy! Yaa aku bukan siapa-siapamu, dan aku bersyukur akan hal itu. Sebaliknya aku kasihan pada Greengrass yang harus meladeni cowok sepertimu! Dan satu hal lagi Malfoy aku bukan cewek murahan! Kau dengar Malfoy aku sangat membencimu! Sangat sangat sangat MEMBENCIMU!" ucap Hermione sambil menangis dan berlari pergi di bawah derasnya hujan.
"Mione! Kau Malfoy… jaga ucapanmu yang berengsek itu! Bukankah kau seorang bangsawan? Sebaiknya kau bisa jaga tata kramamu itu! Kau sungguh memalukan Malfoy, cuihh" ucap Cedric memberikan pukulan terakhir ke Draco dan berlari pergi mencari Hermione.
*BRRUUKKKK*
"Hee" desah Draco memgang sudut bibirnya yang berdarah dan mencoba untuk berdiri.
"Kau tidak apa-apa Drac, sakit ya? Ohh sungguh-sungguh pasangan itu.. Sebaiknya kita ke rumah sakit Drac" ucap Astoria dan membantu Draco untuk berdiri.
"Lepaskan tanganmu dari lenganku tori!" ucap Draco melepaskan tangan Astoria yang berada dilangannya dan berjalan pergi.
"Dracoooo tunggu" teriak Astoria dan berlari menyusul Draco.
Hermione POV
Kau berengsek Malfoy, aku membencimu! Sangat sangat membencimu! Aku tidak akan perduli lagi padamu! Perasaan sialan!
Aku terus berlari sekuat tenagaku aku tidak tahu arah, biarlah hujan ini menjadi saksi kebencianku padanya. Aku terus berlari dan berlari aku merasa sudah sangat jauh aku berlari… Sampai lah aku pada tempat ini, tempat dimana aku dan Malfoy mengerjakan tugas kami.. ya taman itu.. taman yang terdapat bunga-bunga mawarnya. Aku duduk dibawah pohon, aku memeluk lututku, aku terus menangis memori dimana aku dan Malfoy mengerjakan tugas kami terngiang begitu saja dalam fikiranku dan saat kami bertemu Pictor. Ahhh memori sialan.. memori itu hanya membuatku bertambah menangis..
*BEEP-BEEP-BEEP*
Handphoneku berbunyi, dan munculah dilayar handphoneku bernama Ginny. Aku segera mengangkatnya.
'Mioneeee! Kau dimana?' Tanya Ginny.
"Haloo Ginn" ucapku.
'Mione kau dimana? Kau kenapa? suaramu terdengar bergetar, kau menangis? Cedric baru saja menelephoneku katanya ada suatu hal yang terjadi padamu, dia mencarimu Mione. Kau dimana?' ucap Ginny.
"Ginn.. Ginn.. hiks" ucapku menangis.
'Kau dimana Mione? Katakana kau dimana aku akan menjemputmu' Tanya Ginny.
"A… aku bearada di taman yang di daerah Gryffindoor Street Ginn. Kau tahu?" tanyaku yang masih menangis.
"Yaa aku tahu Mione, kau jangan keman-mana aku akan kesana secepatnya" ucap Ginny dan mematikan teleponnya.
Aku terus menangis, aku tidak tahu kenapa aku sama sekali tidak bisa berhenti menangis..
Author POV
"Mione!" teriak Ginny memegang sebuah paying dan berlari ke arah Hermione yang bearda di bawah pohon.
"Ginn" ucap Hermione langsung memeluk Ginny.
"Mione.. apa yang terjadi padamu? Kau terlihat sangat kacau" Tanya Ginny memeluk Hermione balik.
"A..a.." ucap Hermione terpatah-patah.
"Ssssttt, sebaiknya kita ke rumahku saja dulu. Kau harus berganti pakaian, kau bisa sakit bila pakaianmu basah seperti ini, sekalian menghangatkan tubuhmu. Ayoo Mione" ucap Ginny merangku Hermione.
"Ini Mione coklat panasnya" ucap Ginny dan memberikan secangkir coklat panas pada Hermione.
"Thank's Ginn" ucap Hermione menerima coklat panasnya.
"Jadi apa yang terjadi?" Tanya Ginny.
"Tadi itu.." cerita Hermione.
Hermione menceritakan detail ceritanya pada Ginny, dari Hermione dan Cedric pergi ke bookstore, yang saat mereka makan bersama, sampai kejadian yang terjadi padanya dan Draco. Hermione kembali menagis.
"Demi merlin, Malfoy itu sangat berengsek" ucap Ginny kesal.
"Aku membencinya Ginn.. aku sangat membencinya.. hiks" ucap Hermione dan menangis.
Ginny segera memeluknya.
"Huussstt sudah Mione" ucap Ginny mencoba menenangkan Hermione.
"Aku membencinya, aku tidak mau perduli tentang hal apapun padanya Ginn.. Aku membencinya.. Hiks" ucap Hermione.
To Be Continue…
Hai readers, thank's fo read^^ maaf sebanyak-banyaknya jika ff ini banyak kekurangannya dan kalau kalian tidak menyukainya. Tapi jangan lupa reviewnya ya, kritik dan saran diterima karena itulah fungsi review. Thank's reader dan para review^^ xoxoxoxoxoxo
