Destiny
Presented by Naurovhy
Disclaimer : Naruto Masashi Kisimoto
Rate : T
Warning : AU, OOC, OC, Typo, Ide pasaran, Alur berantakan , Dll
If you don't like? So, don't read! Happy Reading all
please RnR
Oke untuk chap ini, aku rasa ini lebih terkesan kaya Epolig-nya, well semoga suka ^^
"Aku keberatan" suaranya menggema di gedung yang sepi ini
Naruto berjalan kea rah altar pernikahan itu, pandanggan-nya lurus menatap Hinata, entah ekspresi apa yang ia tampilkan.
Semua orang masih terdiam begitu terkejut dengan apa yang pemuda blonde itu lakukan. Membatalkan sebuah acara pernikahan.
Sesampainya di depan sang mempelai yang ia hadapi bukanlah Hinata, melainkan Sasuke yang mentapnya penuh intimidasi. Penuh kebencian.
"Na-naruto-kun" Hinata terbata
"Mau apa kau?" tanya Sasuke sengit
"Hinata, aku …."
"Jika kau ingin memintanya kembali padamu terlambat Namikaze" Sasuke mencegkeram lengan pemuda itu, ia sedikit gusar. Ia takut Hinata akan meninggalkannya.
"Aku tidak berbicara denganmu" balas Naruto tak kalah sengit
Hinata yang merasa aka nada perkelahian jika ia tak buka suara muncul dari belakang Sasuke dan menatap keduanya bergantian.
"Lepaskan dia dulu Suke-nii" katanya menggengam jemari Sasuke yang bebas membuat Sasuke melepaskan cengkramannya "Ada apa Naruto-kun?"
"Hinata …. aku ingin minta maaf" Naruto menunduk sesaat kemudian kembali menatapnya "Aku sudah mengecewakanmu, mengkhianatimu …. aku minta maaf"
"Aku sudah memaafkanmu Naruto-kun" ucap Hinata lembut –karna itu sebuah kenyataan, ia memang sudah memaafkan mantan kekasihnya ini. Ia sudah memiliki Sasuke ia tak butuh orang lain.
"Benarkah? jika seperti itu …."
"Tidak!" jawab Sasuke
"Apa? aku belum mengatakan apapun" protes Naruto
"Jawabannya tidak untuk semua pertanyaan maupun permintaanmu"
Naruto tidak menggubrisnya "Kenapa kau menikah dengannya Hinata? bukankah dia kakakmu?"
"Aku anak angkat keluarga Uchiha Naruto-kun , Suke-nii bukan kakak kandungku"
"Ohhhh" Naruto hanya ber-ohh ria, membuat Sasuke memunculkan perempat siku di keningnya. Lalu pandangan Naruto beralih pada Sasuke 'Pantas saja dia sangat membenciku' pikirnya
"Lalu?" tanya Sasuke kalem, penuh penekanan
"Aku mencintaimu Hinata, kau menikah saja denganku" jawab Naruto cuek
"Apa kau bilang?"
"Kalian kan belum resmi menikah, ayo Hinata ikut saja denganku, kita kawin lari" Naruto mengulurkan tangan pada Hinata membuat si mempelai merah padam
Namun amarah Sasuke kembali terbendung saat Naruto memekik keras karna jitakan pria yang merupakan replikanya –atau Naruto yang merupakan replica orang itu. Di belakang pria itu, Kaasan dan Tousannya pun ikut berdiri menghampirinya.
"Maafkan putra kami Uchiha-san, dia memang sedikit jahil" kata Kushina sopan
"Kami mengerti" kata Fugaku kalem, padahal sebelum ini ia rasanya ingin menggoreng pemuda blonde itu.
"Hehehehe … tenanglah Teme, aku hanya bercanda"
"Dobe"
"Na-naruto-kun tidak lucu bercanda seperti itu"
"Eh, tapi apa yang aku katakan padamu tidak bercanda lho Hinata" katanya mengedip jahil.
Setelah huru-hara yang dibuat oleh pemuda pirang itu selesai. Acara pernikahan mereka kembali berjalan khidmat.
.
Di tahun ke2 pernikahan mereka keluarga kecil itu di karuniai seorang putra yang sangat tampan surainya keunguan, seperti ibunya namun irish si anak hitam pekat menegaskan darah Uchiha yang mengalir dalam dirinya.
Mereka menamainya Hotaru … Uchiha Hotaru.
.
"Kaasan" bocah 5 tahun itu berteriak memanggil ibunya
"Ada apa Hotaru-chan?"
"Tousan …." anak itu menunjuk pada ayahnya "Tousan bilang Kaasan lebih mencintai Tousan dari pada Hotaru"
Mendengar hal itu Hinata hanya mendelik pada sang suami, dan mendapat seringai aneh yang sudah menjadi makanannya sehari-hari. Sasuke berjalan mendekati istri dan anaknya
"Itu memang benar, Hotaru-chan"
"Kaasan …" anak itu kembali merengek
"Sasuke-kun"
"Lihat, kaasan memanggil Tousan dengan –kun. Bukan –chan seperti saat Kaasan memanggilmu. Itu tandanya Kaasan lebih mencintai Tousan"
"Banarkah? jika begitu mulai sekarang Kaasan harus memanggil aku 'Hotaru-kun' jika tidak aku tidak akan menyahut"
"Jangan dengarkan Tousan, tentu saja Kaasan lebih mencintai Hotaru-chan. Hotaru kan yang selalu menemani Kaasan, sedangkan Tousan lebih sering pergi keluar kota"
"Benar-benar" anak itu menghapus airnatanya "Weee … Tousan dengar sendiri kan? Kaasan lebih mencintaiku"
"Itu karna kau menangis, makanya Kaasan berbicara seperti itu"
"Kalau begitu Tousan menangis juga saja"
Jawaban polos itu membuat Hinata terkekeh pelan. Sasuke kalah berdebat dengan anak-anak.
"Tousan ini lelaki, tidak boleh menagis"
"Aku juga lelaki" anak itu benar-benar mewarisi sifatnya
"Nah … jika Hotaru-chan sudah mengerti, maka mulai sekarang Hotaru-chan tidak boleh menangis lagi, dan harus menjaga Kaasan jika Tousan pergi. Mengerti?" katanya mengusap helaian putranya
"Ha'i wakatta" anak itu mengangguk antusias.
Hinata hanya menggelengkan kepala melihat cara Sasuke mendidik anaknya.. sangat Aneh menurutnya
.
"Dia sudah berangkat?"
"Sudah, kau libur Sasuke-kun?"
"Aku mengambil cuti"
"Cuti?"
"Kenapa? aku juga karyawan Hinata" katanya memeluk wanita itu lalu emengecup pipinya singkat "aku merindukamu Hime" kata-kata itu diucapkan dengan suara yang –kalau Hinata tidak salah mengartikannya adalah erotis.
Wanita itu menelan ludahnya kikuk "I-ini masih pagi Sasuke-kun?"
"Kenapa ? justru bagus, stamina kita belum terkuras" katanya mengendus leher jenjang Hinata.
.
Seorang pria menatap pada bangunan itu, rumah yang menjadi tepat bernaung sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia, sesaat ia merasa iri … jika tanpa adanya kejadian itu apakah dirinya yang akan tertawa bersama gadis itu? Sapphirenya meredup, mengerjap beberapa kali menetralisir pandangannya yang sedikit memburam. Namun sesaat kemudia senyum tulus kembali menghiasi wajah tampan itu.
Hinata …. Saat kau bersamaku aku tak pernah menyadarinya, tapi … kau menangis karena aku, kau selalu berada di sisiku, saat aku bersamamu aku bahagia kau menenangkan hatiku, tapi …. aku tak pernah bisa melupakan perasaanku pada Sakura.
Aku tak akan pernah bisa menjadi seperti Sasuke, namun … satu hal yang aku dan dia rasakan … aku ingin bertemu denganmu lagi.
Aku tak akan bisa memutuskan ikatan antara kau dan Sasuke, aku menyadari itu. Tapi Hinata, aku menyadarinya pertemuan kita bukanlah suatu kebetulan.
Aku ingin kau bahagia, aku ingin kau selalu tertawa, meski aku tak tau apa yang bisa kulakukan untukmu tapi aku akan selalu mendoakanmu.
FIN
Syuchi Hyu :: siapp … ini final chap ya … arigato gozaimasu udah baca fic aku :* mumumu
hiru neesan :: Ini akhirnya, soalnya kurang ngena kalo si Naru ga ditampillin hehhee … makasih ya udah baca
dindachan06 :: ini udah lanjut cantik, this a final chap ya … moga suka .. makasih udah baca
Hinataholic :: hehehee …. emang nih pengacau, but udah di jelaskan ko … makasih ya udah baca
hinatauchiha69 :: ending mereka menikah ko … makasih ya udah baca
re :: hehe nanggung ya … hohoho #sengaja #dilempar .. nee nee maksud si Naru sudah tersampaikan kan? …. makasih ya udah baca
jj :: siapp … maksih ya udah baca
cagalli atha zala :: hehheee … gimana ? gimana? ga jadi batal kan … hohoho … this a final chap .. makasih ya udah baca
Guest :: hehe maaf maaf, typo emang susah dihilagin hohoho … makasih ya udah baca
