Rider and Passenger
Disclaimer Mobile Legends Bang Bang (c) Moonton
"Gubuk? Aku pernah dengar rumor bahwa gubuk yang ada disana itu saat malam hari mengeluarkan suara aneh!" Jelas Jimmy.
"Itu adalah tempat rahasia paman ku dan paman ada disana! Dan katanya disana aman, tidak ada yang tahu." Kata Rony.
"Baiklah kalau begitu kita kesana!" Kevin menuruti Rony. "Aku sudah lelah berlari terus setidaknya kita bisa bersembunyi dengan tenang!" Terusnya. Karena tidak ada pilihan lain mereka menuju ketempat yang di sebut Rony. dan disana ada paman Rony.
.
.
Sore hari di tempat yang asing
SSSRRRIIINNNGGG... BOOOM... Tiba – tiba sebuah portal dan seseorang muncul "Balance, is the only truth."
Dia melihat – lihat lingkungan sekitar, dia merasa berada di padang bunga yang lumayan luas. Mulailah dia bergerak menuju ke barat. Saat keluar dari padang bunga dia berada di pigir jalan dan mendengar suara yang berderu, suara itu semakin terdengar jelas dan semakin keras suaranya dan saat suara itu melewatinya dia melihat seseorang sedang mengendari benda yang berderu tersebut. Seseorang tersebut sepertinya berhenti dan mematikan benda itu (motor) dan dia mendekatinya.
"A.. Apa benar kamu ini...?" Tanya orang itu.
"Apa maksudmu itu?" Jawabnya dengan polos. "Dan siapa kamu ini? Kenapa kepalamu besar, tidak memiliki wajah, tapi bisa berbicara?" Terusnya.
"Oh, maaf!" Orang itu melepaskan helmnya. "Perkenalkan, namaku Rima." Kata Rima.
"Senang bertemu denganmu Rima." Jawabnya.
"Apakah benar kamu itu...?" Ulang Rima.
"Tunggu, apa maksudmu itu?" Jengkelnya.
"Maaf, begini tidak kusangka kalau aku akan bertemu dengan pihak netral! Ya kan Lunox." Jelas Rima.
"Bagaimana kamu bisa tahu aku?" Lunox terkejut karena Rima bisa tahu namanya.
"Itu bisa aku jelaskan nanti, tapi sekarang ikutlah denganku!" Ajak Rima.
"Kemana?" Tanya Lunox.
"Ketempat dimana beberapa pihak Moniyan berkumpul." Jawab Rima.
.
.
Jalan yang berkelok – kelok dan hari segera gelap, Rony dan temannya belum menemukan tempat yang dimaksud. Mencari sebuah gubuk ditempat itu tidak semudah menukan jarum di tumpukan jerami.
"Sudah berapa lama kita disini?" Tanya Jimmy.
"Sejak kita keluar dari kota sekitar 30 menit." Jawab Rony.
"Yah, kita harus cepat karena bahan bakar mobilku tinggal sedikit lagi!" Kata Kevin.
"Sebenarnya apa yang dilakukan teman perempuan kita di belakang dari tadi cekikian saja?" Heran Jimmy.
"Aku juga tidak tahu biasanya mereka tidak seperti ini!" Jawab Egil.
"Mau lihat?" Usul Rony. Egil dan Jimmy mengangguk tanda setuju. Saat mereka bertiga menghadap kebelakang, ternyata para perempuan sedang asik ngobrol dan bercanda bersama Angela dan Odette.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Jimmy kepada mereka berempat.
"Bu.. bukan apa – apa." Jawab berempat serentak.
"Aku kira kalian sedang tidak waras karena cekikian sendiri!" Kata Jimmy, lalu Jimmy mendapatkan beberapa tamparan oleh Anny dan Ririn, Jimmy menahan sakit dan menghadap kedepan lagi.
"Karma masih belaku kawan." Kata Kevin.
"Itu bisa menjadi pelajaran buat mu Jimmy." Ujar Egil.
"Ya ya, maafkan aku" Jimmy meminta maaf ke Anny dan Ririn, sementara yang bersankutan hanya membuang muka.
"Kurasa permintaan maafmu tidak terima Jim." Kata Rony.
"Perluku sembuhkan?" Usul Angela.
"Tidak perlu ini tidak seberapa, selain itu kamu perlu berubah untuk menyembuhkanku." Jawab Jimmy.
"Teman – teman, kurasa kita menemukannya!" Kata Kevin. Serentak langsung melihat kedepan. Gubuk yang lumayan kecil.
"Mungkin itu yang dimaksud paman."
"Memang terlalu jauh untuk tempat rahasia. Dan pertanyaanku apakah mobilku bisa masuk kedalam."
"Kita cek dulu."
Mobil Kevin berhenti dedepan gubuk itu, dan mereka berenam turun dari mobil. Jika dari depan hampir seperti gudang dengan pintu besar, Rony mecoba membuka pintu tersebut, pelan – pelan dia membukanya karena dilihat dari segi manapun pintu itu sudah cukup tua. Yang dilihat Rony dalam gubuk itu hanya sakelar untuk lampu dan tiga rak buku di ujung hadapannya.
"Jika dilihat memang sedikit menyeramkan, tapi kurasa cukuplah untuk menyembunyikan mobil Kevin." Pikir Rony.
Rony memberi tahukan kepada Kevin kalau mobilnya mungkin akan cukup untuk dimasukkan ke dalam gubuk itu. Kevin memang agak ragu karena mobilnya ini tidak terlalu besar, tapi apa boleh buat untuk menyembunyikan keberadaan mereka Kevin harus melakukannya. Saat Kevin mencoba memasukkan mobilnya untuk masuk ke gubuk, dan ternyata menyisakan sedikit untuk jalan masuk dan tidak sampai menyentuh rak buku.
"Aku puji tempat ini, walau hanya sekedar gubuk tapi cukup luas untuk menyimpan mobil." Puji Kevin.
"Kita sudah disini, sekarang apa?" Tanya Jimmy.
"Aku periksa dulu sekitar." Jawab Rony.
Rony mencoba meraba – raba buku yang ada di rak, dan ada sesuatu yang sedikit berbeda. Egil melihat ada tiga buku yang diletakkan agak kedalam dari pada buku yang lain. Saat Egil mencoba mengambil buku itu dan yang terjadi adalah Egil terjatuh, otomatis temannya yang lain terkejut.
"Egil, apa kamu baik – baik saja?" Khawatir Ririn dan Anny.
"Egil apa yang ada disana?" Tanya Rony, Jimmy, dan Kevin.
"Aku baik – baik saja." Jawab Egil. "Kalian semua turun lah, tapi jangan bersama – sama!" Terus Egil.
"Perempuan dulu!" Kata Jimmy.
"Kenapa tidak kalian duluan saja?" Tanya Ririn.
"Keselamatan sudah diatur oleh Egil, apakah kalian mau ditinggal." Goda Jimmy.
"TENTU SAJA TIDAK!" Teriak Ririn dan Anny.
"Sudahlah kalian berdua duluan saja, selain itu aku dan Kevin akan mengecek situasi dan menutup pintunya!" Ujar Rony.
"Baiklah" Ririn terpaksa menuruti yang mereka katakan. Saat Ririn dan Anny turun yang diikuti oleh Jimmy Rony dan Kevin menutup pintu dan memastikan kondisi sekitar aman, lalu menyusul untuk turun. Saat di bawah mereka melihat laboratorium yang lumayan luas, dan ada tujuh pintu yang pastinya ada ruangan dibaliknya.
"Ron, dimana pamanmu?" Tanya Jimmy.
"Aku juga tidak tahu! Pokoknya dia ada disini." Jawab Rony.
"Kita coba keliling dulu!" Kata Kevin.
Mereka mulai keliling ruangan itu banyak sekali alat – alat dan beberapa ramuan yang sepertinya berbahaya.
"Kawan – kawan kesini!" Anny memanggil teman - temannya. Mereka merespon panggilan dari Anny dan segera menghampirinya.
"Ada apa Anny?" Tanya Ririn.
"Saat kita berada disini apakah kalian melihat kamera CCTV?" Anny balik tanya kepada temannya.
"Tidak." Jawab Kevin.
"Jika tidak kenapa ada layar Monitor ini menampilkan beberapa tempat disekitar sini?" Anny kembali bertanya.
"Benar juga." Jawab Ririn.
"Mungkin, bukan kamera CCTV, memang benar kamera CCTV tapi tidak seperti kamera pada umumnya." Pikir Rony.
"Jadi, maksudmu kamera CCTV itu berbentuk lain!" Jimmy mengerti maksud Rony.
"Begitulah!" Seseorang datang menghampiri mereka langsung mereka balik badan, dan Rony familiar dengan suara itu.
"Paman!" Kata Rony dengan bahagia dia mendekati pamannya. "Bagaimana Paman bisa keluar dengan selamat?" Tanya Rony.
"Saat itu Thamuz melepaskan paman dan paman segera pergi dari sana, paman juga tahu kalau dirumah tidak akan aman maka dari itu paman kesini. Tapi, senang kamu juga selamat Ron!" Jawab Paman. Rony mengangguk.
"Jadi kalian temannya Rony, Paman ucapkan terima kasih karena telah menolongnya." Ucap Paman.
"Sama – sama." Jawab mereka bersamaan.
"Jadi, Ron bisakah kamu ceritakan setelah kamu keluar dari gedung!" Paman meminta Rony menceritakan kejadian setelah dia keluar dari gedung.
"Sebenarnya akan kuceritakan saat Paman memintaku membawakan koper, jadi begini..." Rony menceritakan kembali apa yang terjadi mulai dari dia melawan Leomord, Thamuz, Vexana, dan Freya. Dan keluar dari gedung, bertemu dengan tamannya, mengamankan diri dihotel, pergi ke mall niatnya Rony mencari informasi, bertarung saat ber-ski bersam – sama dengan temannya, dan melarikan diri dari hotel.
"... lalu aku mendapat panggilan dari paman, dan menuju kemari!" Akhir dari cerita Rony.
"Jadi bagitu, mereka mendapatkan beberapa Jam Vetcher yang lain!" Kata Paman.
"Maafkan aku Paman, karena tidak bisa mengamankan Jam itu sesuai dengan keingian Paman." Rony meminta maaf ke Pamannya.
"Sudahlah, setiap manusia pasti pernah melakukan kesalah. Untuk lain kali jangan kamu ulangi!" Tegas Paman. "Sekarang dimana kopernya?" Tanya Paman.
"... HE... SEMUA, SIAPA YANG MEMBAWA KOPERNYA?" Rony panik.
"Kevin sudah berangkat mengambilnya." Kata Egil. Rony pun lega mendengar itu dan yang lain cekikian. Suara sirine berbunyi menandakan ada yang menyusup wilayah rahasia. Paman Rony melihat monitornya siapakah yang berada disekitar gubuk, saat dilihat ternyata ada seseorang yang datang, untuk sementara mereka tidak tahu dia siapa karena wajahnya di tutupi oleh helm. Dia berjalan memuju ke pintu.
"Kalian semua, naiklah lewat tangga disana dan tangkap orang itu apapun yang terjadi jangan sampai dia kabur!" Perintah Paman. Mereka bergegas menuju keatas untuk menangkap orang yang misterius tersebut.
Saat diatas Kevin baru saja mengambil koper dan keluar dari mobil. Tapi, dia mendengar seperti ada yang membuka pintu, saat dia melihat ternyata ada seseorang yang tidak diketahui. Dengan cepat Kevin melempar koper itu ke rak buku dan memutar case jamnya dan berubah 'Assasin Lencelot. Activated' cahaya keluar dari tubuh Kevin dan berubah menjadi lancelot secara bersamaan orang misterius itu bercahaya juga.
"Eh, ternyata dia juga mempunyai Jam Vetcher, sekarang seperti apakah dia?" Pikir Kevin.
Setelah cahaya itu menghilang "Freya?" Kata Lancelot.
"Halo, Lancelot." Sapa Freya. "Ternyata kau juga dipanggil!" Terus Freya.
"Ya, tapi sekarang seseorang yang meminjamkan raga ini mengatakan 'bahwa kamu bukan teman kami' maaf, tapi kurasa aku akan mengalahkanmu!" Jelas Lancelot. Dengan cepat Lancelot menggunakan 'Punchture' dan mengenai Freya. Tapi, Freya menghalanginya dengan perisai.
"Kurasa dia salah sangka, karena aku sudah berganti pihak." Kata Freya.
"Tidak semudah itu membodohiku!" Tegas Lancelot.
"God witness everything that happens here." Ujar Freya.
"Taste this" Lancelot menggunakan 'Thorned Rose'.
"I understand. It's my pleasure to take part in this battle." Freya mulai serius dengan ini dia menggabungkan pedang dan perisainya untuk menjadi 'Valkryie', dan pertarungan antara mereka berdua dimulai. Rony dan temannya baru datang dan telah berada di depan pintu, mereka melihat Lancelot dan Freya bertarung.
"Rima..." Kata Rony.
"Jadi, dia yang bernama Rima!" Jimmy terkejut.
"Kita harus selamatkan Kevin!" Pinta Ririn.
"Tidak" Tolak Rony. "Kita amati dulu, dengan begitu kita bisa mengalahkannya suatu saat nanti!" Terus Rony.
Pertarungan antara Lancelot dan Freya masih berlanjut, pertarungan antara dua pahlawan itu sangat sengit. Tiba- tiba, muncul 'Cosmic Fission' yang mengenai mereka berdua dengan cekatan mereka berhenti dan menjauh.
"Apa itu tadi?" Lancelot bingung.
"Eh, bukannya anda seharusnya menunggu disana saja!" Kata Freya.
Datang Lunox dari belakang Freya "Why does the violence never end?" Tegas Lunox.
Rony dan temannya hanya diam saja tidak tahu apa yang baru saja terjadi.
"Tunggu, sayap setengah putih dan hitam, pakaian setengah putih dan hitam. Apakah kamu Lunox dari pihak netral?" Tanya Rony.
"I've been away for too long, and forgotten who I was. and i think I've met you in one of my dreams." Jawab Lunox.
TBC
Sebenarnya aku mau membuat cerita yang masih berhubungan dengan cerita ini.
.
.
Semoga kalian suka, jangan lupa review dan follow.
Terima kasih.
