TRIANGLE LOVE

Discailmer: Masashi Kishimoto.

Genre: Romance.

Pairing : SasuNaru , KakaNaru.

Rated: untuk kali ini T dulu.

Summary : Naruto dan Sasuke adalah sebuah keluarga bahagia sampai suatu hari Kakasi datang dan merebut Naruto dari Sasuke, apa yang akan Sasuke lakukan untuk mendapatkan Naruto kembali ?

Warning: OOC, Yaoi, Typo(s) bertebaran, Mpreg, Alur kecepetan, Bahasa sehari-hari, Cerita ngebosenin, Gaje, Gak nyambung.

Yang gak suka silahkan tekan back, Yang suka silahkan baca

-Don't like, don't read-

Reading enjoy..

Play..


Previous chapter : "Kakashi?" Gumam Naruto./ "Iya aku disini. Kau kembali padaku, Naru." Kata Kakashi sambil menciumi pipi dan kening Naruto./"Kakashi, aku rindu padamu." Kata Naruto lalu pingsan dalam dekapan Kakashi./Kabuto yang melihat kejadian itu hanya menyeringai senang lalu bergumam."Berhasil, percobaanku berhasil."

Champy 6


.

"Kakashi," Panggil Naruto pada Kakashi yang berada di belakang kediaman mereka itu. Terlihat Kakashi yang berada di depannya memandang ke depan, melihat hamparan pemandangan pegunungan yang indah. Perlahan Naruto mendatangi Kakashi lalu memeluknya dari belakang, menyesapi rasa hangat pada tubuh Kakashi. "Kau sedang apa disini?" Tanya Naruto masih memeluk punggung Kakashi.

"Naru? Aku sedang melihat pemandangan yang biasanya ku lihat tanpa ada dirimu." Kata Kakashi sambil membalikkan badannya dan mendekap tubuh kecil Naruto di dada bidangnya.

"Maaf aku tak ada di sampingmu waktu itu, tapi aku sekarang dan selamanya akan ada di sampingmu." Kata Naruto sambil melihat wajah Kakashi yang sedang tidak tertutup oleh masker yang biasanya dia pakai. 'Tampan.' Pikir Naruto melihat satu mata Kakashi yang berwarna hitam dan satunya lagi tertutup rambut silvernya.

"Ya, kau akan selalu bersama denganku, Naru. Selamanya!" Kata Kakashi sambil memberi penekanan pada kalimat selamanya sambil mendekap tubuh Naruto lebih erat membuat muka Naruto yang berada di dada bidangnya lebih tenggelam.

Mereka saling berpelukan dengan background hamparan pemandangan indah khas pegunungan yang masih murni dengan banyaknya burung liar yang berterbangan di langit biru.

.

.

.

-Di kediaman Uchiha-

"Ototou kau ingin berangkat sekarang?" Tanya Itachi yang melihat Sasuke sedang mempersiapkan segala sesuatu yang dia butuhkan untuk menyelamatkan Naruto.

"Hn." Saut Sasuke seadanya.

"Ha-ah~ Kalau begitu berhati-hatilah, aku akan mengawasi Orochimaru." Kata Itachi sambil melenggang pergi dari ruang kerja Sasuke.

Baru beberapa saat Itachi pergi sudah ada pelayan yang mengetuk pintunya.

Tok tok tok

"Uchiha-sama, ada beberapa orang yang ingin bertemu dengan anda. Mereka bilang, mereka dari akatsuki." Kata pelayang yang tadi mengetuk pintu sambil membungkukkan badannya.

"Biarkan mereka masuk." Kata Sasuke sambil berhenti untuk merapihkan segala keperluannya dan melihat ke arah pintu yang mulai terbuka menampilkan beberapa orang dengan baju dan jubah berwarna hitam dengan motif awan merah. Dua dari orang-orang itu adalah orang-orang yang kemarin datang kepadanya sebagai utusan dari akatsuki.

"Kami siap." Kata Pein, orang yang mukanya penuh dengan tindik kemarin. Orang-orang yang dia bawa memang terlihat bukan orang-orang sembarangan, terlihat karena orang-orang itu ada yang membawa pedang yang sangat besar, ada yang membawa celurit raksaksa dengan mata kail berjumlah tiga, ada yang membawa bom dengan berbagai bentuk-bahkan ada yang berbentuk laba-laba dan burung sedangkan orang-orang yang lainnya seperti orang biasa yang menyembunyikan kekuatan besar dari orang luar.

"Baiklah kalau begitu, kita berangkat sekarang." Kata Sasuke sambil berjalan melewati orang-orang itu keluar, dan orang-orang itu pun berjalan di belakang Sasuke mengikutinya untuk pergi ke tempat Naruto berada. Sasuke tidak jadi untuk menggunakan bandara menurutnya jika melakukan hal itu hanya membuang waktu yang ada oleh karena itu dia memakai pesawat pribadi milik keluarga Uchiha tentunya dengan persetujuan Itachi sebagai kakaknya yang mengendalikan pemeliharaan pesawat itu.

.

.

.

-Kediaman Hatake-

Terlihat di sebuah kamar yang luas, ada dua orang yang sedang tertidur di ranjang berukuran king size. Mereka – Naruto dan Kakashi – baru saja melakukan hal yang paling membahagiakan untuk Kakashi karena akhirnya Naruto melakukan semua itu tanpa paksaan darinya, hanya membutuhkan sedikit bujuk rayu dan akhirnya Naruto jatuh dalam jeratan miliknya. Lagi pula keadaan Naruto yang sedang hamil entah kenapa malah semakin membuat Naruto menjadi mudah terangsang bahkan tanpa ada sentuhan yang pasti. Lagi pula karena usia kandungan Naruto yang belum membesar karena baru berumur 2 bulan membuatnya sedikit tak takut untuk melakukan hal ini itu kepada Naruto.

Srek

Kakashi baru saja bangun dari tidur sesudah acara dengan Naruto, sedikit meregangkan anggota badannya yang lelah dan letih. Kakashi melihat Naruto yang masih tertidur dengan pulasnya. Wajahnya semakin polos dan tanpa dosa saat sedang tidur, membuat wajah itu semakin manis di matanya sekarang. Di usapnya kening Naruto, menyingkirkan helaian pirang yang sedikit menutupi wajah manis itu lalu di kecupnya kening halus itu. "Akhirnya kau kembali padaku." Bisik Kakashi di telinga kanan Naruto.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu membuat Kakashi menghentikan aksinya, beranjak dari kasur dan memunguti semua pakaiannya yang tergeletak bebas di lantai. Sesudah semuanya melekat pada tubuh atletisnya tanpa harus rapih, Kakashi mulai berjalan ke arah pintu dan membuka pintu itu yang di kuncinya dari dalam untuk menghalangi siapa pun yang ingin merusak acaranya itu tadi. Dilihatnya orang yang mengetuk daun pintu tadi yang ternyata adalah Kabuto.

"Ada apa?" Tanya Kakashi sambil melihat Kabuto yang hanya menyeringai melihat penampilannya sekaran ini.

"Habis bermain, huh?" Tanya Kabuto tidak menjawab pertanyaan Kakashi sambil menyeringai.

"Hm, sekarang ada apa?" Tanya Kakashi lagi, tak suka dengan sikap rekannya itu.

"Uchiha itu akan ke sini." Kata Kabuto mulai bertampang serius.

"Kapan?" Tanya Kakashi.

"Mungkin besok dia sudah ada di sini, dan aku dengar dari mata-mataku bahwa dia membawa akatsuki bersamanya." Kata Kabuto menerangkan.

"Hm, baiklah setelah ini kita bicarakan di ruang kerjamu saja." Kata Kakashi mendengar lenguhan tidur Naruto yang sepertinya sudah mulai bangun dari acara istirahat dadakannya itu.

"Hm, baiklah. Aku tunggu, dan jangan terlalu lama bermain." Kata Kabuto mulai menggoda temannya itu lagi, lalu melenggang pergi dari hadapan Kakashi.

"Engg... Kakashi?" Panggil Naruto terbangun dari tidurnya sambil mengejapkan matanya dan meraba bagian sisi ranjang sebelahnya. "Kakashi?" Panggil Naruto lagi, dengan mencoba duduk di rajangnnya dan melihat ke setiap sudut ruangan yang ada.

"Kau sudah bangun Naru?" Tanya Kakashi sambil berjalan ke arah Naruto yang sedang mencarinya, lalu menaiki ranjang itu dan memeluk Naruto yang sepertinya sedikit takut entah karena apa.

"Aku takut kau pergi lagi." Kata Naruto di pelukan Kakashi.

"Eh?" Sahut Kakashi yang bingung dengan apa yang dikatakan Naruto tadi. Sepertinya Kabuto menambahkan sedikit ingatan yang tak di minta oleh Kakashi, mungkin ingatan tentang Kakashi yang meninggalkannya dirinya dan mungkin Uchiha itu sudah menyiksanya(dalam memory palsunya).

"Aku takut kau pergi dan menyerahkanku pada Uchiha itu lagi." Kata Naruto kepada Kakashi sambil menatap matanya. Ternyata benar apa yang dipikirkan oleh Kakashi bahwa Kabuto menambahkan ingatan bahwa Kakashi meninggalkan Naruto untuk Uchiha itu. 'Bagus Kabuto.' Pikir Kakashi karena dengan ini dia bisa membuat Naruto lebih ketakutan pada Sasuke dan tidak mau bertemu bahkan membayangkan Sasuke. Karena jika Naruto penasaran dengan Sasuke dia bisa mengingat semua kenangan yang ada, tapi jika bagini bahkan untuk mengingatnya saja Naruto pasti tidak mau. Kakashi menyeringai dalam hati dan memeluk Naruto lebih erat lagi.

"Tidak akan pernah lagi, Naru." Kata Kakashi.

.

.

.

-Di tempat Itachi dan Kyuubi-

Terlihat di sebuah tempat gelap dengan banyak orang yang berpakaian rapih tapi memberi kesan angkuh dan di tambah dengan muka yang menyeramkan dan kalau bagi Kyuubi err.. menyebalkan dan menjijikan. Sekarang mereka sedang menghadiri sebuah pelelangan gelap dunia belakang yang tak diketahui oleh siapa pun bahkan oleh Itachi tapi terkecualian bagi orang yang memang bekerja di dunia belakang seperti Kyuubi tentunya.

Mereka memang menghadiri pelelangan tapi mereka sama sekali tak berminat dengan apa yang di tawarkan oleh pelelangan ini, lalu untuk apa mereka mengikuti pelelang ini? Tentu saja karena incaran mereka sedang ada di sini. Orochimaru sedang mengikuti pelelangan ini dengan minat terhadap salah satu barang yang di tawarkan oleh pelelangan, tapi sejauh mereka melihat gerak gerik Orochimaru. Orochimaru belum menawar salah satu pun barang yang di tawarkan, entah apa yang di incar Orochimaru, dia masih diam menunggu barang yang ia inginkan dengan sabar dari bangku yang jauh dari bangku milik Kyuubi dan Itachi yang melihatnya.

"Sebenarnya apa yang dia cari di pelelangan ini?" Gerutu Kyuubi yang muak menunggu dan melihat Orochimaru yang diam sambil menunggu dengan sabar barang yang dinginkannya keluar dari pelelangan itu, padahal oarang-orang yang lain sudah banyak melayangkan penawaran kepada setiap barang yang di tawarkan. Bahkan anak buah Orochimaru pun tak ada yang bergerak sedikit pun dari tempatnya untuk menawar atau bahkan sekedar berjaga mereka hanya diam melihat ke sana sini.

"Apa barang yang di carinya sebenarnya?" Tanya Itachi melihat ke arah Orochimaru. "Kyuu ada berapa barang yang akan dilelang di sini?" Tanya Itachi kepada Kyuubi yang sedang menggerutu sambil melihat Orochimaru dengan kesal lalu merubah mimiknya menjadi serius gaya berfikir.

"Aku dengar hanya 5 barang yang dilelang sekarang. Berlian biru langka, berlian berwarna pink, metaflex future camouflage sebuah jubah menghilang, organ tubuh manusia, obat perusak otak dan penawarnya." Kata Kyuubi sambil mengingat barang yang dilelang. Dia mendapatkan info itu dari salah satu rekan miliknya. Itachi tampak berpikir lalu merubah mimiknya dengan sedikit kaget dan terbelalak. "Apa jangan-jangan... " Kata Itachi menggantung.

"Yak sekarang kita keluarkan barang terakhir kita," Kata Mc dari pelelangan itu sambil menunjuk barang yang sedang di bawa oleh perempuan seksi bertopeng hitam yang menutupi mukanya dengan membawa sebuah nampan dengan 2 buah botol berwarna berbeda, yang satu berwarna merah dan yang satu berwarna biru.

"..." Itachi dan Kyuubi saling diam tak mengalihkan perhatian mereka.

"Kita buka penawaran dari harga, 1 miliar dollar." Kata Mc itu terteriak. Mulai terdengar banyak orang yang menawar, tapi dilihat oleh Kyuubi dan Itachi bahwa Orochimaru hanya diam dan mendengarkan dengan seksama.

"50 miliar." Teriak salah satu pengawal Orochimaru menyadarkan lamunan Kyuubi dan Itachi yang memperhatikannya.

"Untuk apa dia menawar barang itu?" Gumam Kyuubi .

"Entah lah jangan-jangan.." Perkataan Itachi menggantung dan melihat Kyuubi, sedangkan Kyuubi yang di lihat awalnya tak mengarti mulai mengerti dengan apa yang di pikirkan Itachi menjadi terlonjak kaget. ".. Kyuubi?"

"Iya, aku juga berpikir sama denganmu." Kata Kyuubi.

"Bagaimana?"

"Kita coba!" Kata Kyuubi. "Ternyata benar apa yang di sebarkan di internet jika dia jika mantan dokter yang terlalu terobsesi dengan percobaannya, tapi dengan siapa dia akan mencobanya?" Gumam Kyuubi entah pada siapa lalu terbelalak. 'Jangan-jangan? Naruto?' Pikir Kyuubi panik.

"70 miliar." Teriak Itachi membangunkan Kyuubi dari lamunannya.

"100 miliar." Teriak anak buah Orochimaru. Sebentar Orochimaru melirik ke arah Kyuubi dan Itachi lalu kembali ke arah depan kembali.

"120 miliar."

"150 miliar."

"Kyuu? Kita tak mungkin mengeluarkan lebih dari ini." Kata Itachi berbisik. Kyuubi hanya mendengus kesal sampai akhirnya Mc itu mengumumkan bahwa Orochimaru menang dalam pelelangan itu.

"Pemenang kita adalah meja 13." Teriak Mc itu.

Orochimaru beranjak dari tempatnya dan pergi ke arah belakang. Kyuubi dan Itachi segera mengejarnya tapi mereka kehilangan jejak Orochimaru. Dilihat kanan, kiri, depan dan belakang tapi mereka tak melihat jejak Orochimaru sama sekali. Akhrinya mereka menetapkan kembali dan menangkap anah buah Orochimaru yang tertinggal untuk membayar lelang ternyata anak buah itu pun sudah pergi entah kemana.

"Kuso, kenapa kita kehilang jejaknya!" Gerutu Kyuubi sambil mengacak helai merahnya dengan kesal, menginjak-injak tanah lalu memukul tembok dengan segala kekuatannya. Setelah puas melampiaskan kekesalannya dia pergi meninggalkan Itachi yang melihat ke segala arah entah mencari siapa lalu mengikuti Kyuubi. "SIAL!" Teriak Kyuubi yang sudah ada di luar gedung itu.

"Tenanglah Kyuu, setidaknya kita tau petunjuk tentang rencananya." Kata Itachi menengkan Kyuubi yang masih terlihat kesal.

"Hm." Jawab Kyuubi lalu pergi begitu saja, masuk ke dalam mobil yang di ikuti oleh Itachi lalu pergi meninggalkan tempat itu.

.

.

.

.

-Kediaman hatake-

Kediaman hatake, ruangan kerja Kabuto. Setelah Orochimaru kabur dari Kyuubi dan Itachi, dia langsung pergi ke Kanada dengan pesawat jet pribadinya dan langsung menemuinya disini, sekarang.

"Kau bisa menggunakan obat ini untuk rubah itu." Kata Orochimaru kepada Kabuto di sebuah ruangan dengan cahaya minim. Terlihat di ruangan itu seperti sebuah ruangan laboratorium. Kabuto, Orochimaru dan Kakashi sedang mengadakan sebuah pertemuan khusus mereka bertiga. Mereka duduk di sebuah meja bulat dengan jarak yang terpisah dengan bagain meja. Orochimaru sedang menyerahkan sebuah botol obat berwarna merah pada Kabuto di depan Kakashi, terlihat ekspresi Kakashi yang tak menyukai fungsi obat yang di serahkan kepada Kabuto.

"Apa maksudmu menggunakan obat itu kepada Naruto?" Tanya Kakashi sinis dan tajam melihat ke arah Orochimaru yang hanya menunjukan muka tersenyum iblis.

"Tak ada, hanya berjaga jika dia mengingat masa lalunya," Kata Orochimaru. "Oh iya jangan lupa, Uchiha dan uzumaki itu sudah mulai bergerak. Kemarin Uchiha dan Uzumaki itu mengikutiku sampai di pelelangan." Kata Orochimaru mulai serius.

"Apa yang kau maksud Kyuubi Uzumaki dan Uchiha Itachi?" Tanya Kakashi.

"Iya."

Mereka saling berbicara sedangkan Kabuto mulai dengan penelitiannya kembali di dalam komputer dan zat-zat kimia lainnya. Kabuto mencampurkan sebuah zat yang berasal dari botol pemberian Orochimaru dan zat miliknya yang berwarna biru. Lalu memanaskannya dan mengujinya kepada kelinci percobaannya.

"Aku rasa, obat ini dapat di gunakan." Kata Kabuto menyela pembicaraan Kakashi dan Orochimaru.

"Hm, di saat genting gunakanlah." Kata Orochimaru.

"Baik."

"Lalu apa itu tak berbahaya untuk sarafnya?" Tanya Kakashi.

"Mungkin dia hanya akan mengalami sedikit tak bisa mengenali yang mana nyata dan mimpi." Kata Orochimaru santai.

"Kau bilang hanya!?" Pekik Kakashi.

"Tenanglah, kita menggunakan itu hanya pada saat genting dan seterusnya Kabuto bisa membuatkan penawarnya." Kata Orochimaru. Kakashi terlihat ragu tapi kemudian mengiyakannya juga. Tanpa di sadari perkataan mereka terdengar oleh seseorang di balik pintu.

.

.

.

Tbc


Ahh akhirnya aku update juga, memang kurang kilat sih, tp gpp kan?hehe

Tapi aku gak yakin bisa update kilat besok, soalnya mulai banyak tugas dan hafalan dari sensei di sekolah..jadi gomen ne*bungkuk-bungkuk

Aku gak tau ini bisa memuaskan readers or gak tapi semoga bisa mengobati penasarannya..atau malah nambah?hehe..

Ok kita ke balasan review aja ya..

Balasan review :

Kkhukhukhukhudattebayo : kalo Kakashi gak di ubah kok, itu beneran ingatan Kakashi. Arigato udah review^^

Nia Yuuki : gpp kok^^,iya inget tapi Cuma bagian seneng doang. masih tapi di manipulasi, bagian Sasu di rubah jadi bagian jelek – jelek yang gak pernah di alamin Naru. Arigato udah review ^^

Ciel-Kky30 : emang Oro itu jahat kok, itu kalo menurut aku kaya zat yang suka digunain buat kalo orang suka cuci otak. Kalo bagian penyiksaan biasanya ada cairan yang buat tenggelamin terus di hipnotis, kalo ini kaya buat lebih mengalirkan daya penyiksaan yang di rasain Naruto di dalam tabung gitu. Kan di penutup matanya dia di perlihatkan bayangan sama Kakashi sam Sasuke, nah pasa bagian Sasu, Naru disiksa dikit buat bikin otaknya nerima gambaran dan rasa sakit di gambaran waktu Naru di siksa Sasu di kacamata penutup Naru. Susah ngerti ya? Arigato udah review^^

Ichigo 'Momo' Citrusz : Gpp kok, iya begitulah mereka saling manfaatin orang lain buat perang mereka sendiri..hehe... arigato udah review ^^

Gunchan CacuNalu Polepel : Sasu kan belum tau Naru gimana, tapi kayany di cahpter depan Sasu tau kok..hehe.. arigato udah review^^

Guest : hehe aku belum tau Naru bakalan sama siapa,hehe..nanti seiring chapter aku tentuin kok.. arigato udah review ^^

Astia aoi : wah makasih udah di koreksi fic aku^^,senengnya hehe.. arigato udah review^^

mermutCS(guest) : iya memang nanti chap depan Sasu bakan sakit hati terus,hehe..arigato udah review ^^

anindyaCahya : Wah kasian juga Kakashi di benci anindyaCahya-san hehe.. ok, arigato udah review ^^

Namy alice : irukanya gak ada di sini,iya Narunya bisa hamil. Gimana ya? Anak Kakashi apa Sasu ya?hehe..aku dah update nih, udah kilat belum? Atpi aku gak janji besok bisa kilat ya^^, arigato udah review ^^

.

Arigato yang udah fav, alert, dan para silent readers yang udah baca fic ini..arigatogozaimase^^

Aku minta komentar, kritik, saran dan reviewnya ya hehe..

Review