Suni Present.
.
© BTS FANFICTION ©
Tittle : You're Smile (Sequel Because The Juice) #5
Cast :
Jeon Jungkook (GS)
Kim Taehyung
Kim Seokjin (GS)
Kim Namjoon
Park Jimin (GS)
Jung Heoseok
Min Yoongi (GS)
And Other
Rate : T
Pair : Vkook, (slight) NamJin, HopeMin
Warning : Typo, GS (For Uke), OOC, Sedikit NC.
Don't like, Don't Read. Author tidak menjamin jika FF ini memiliki efek mual atau pengen muntah.
Cerita Murni punya saya No Copas, No plagiat., Cast adalah milik BigHit enterteiment, dan orang tua meraka masing-masing, author Cuma minjam nama.
.
.
.
"siap bercerita?"
Jungkook tersentak ketika suara Taehyung tiba-tiba menyapanya. Ia menoleh dan mendapati Pemuda itu sedang bersandar pada pintu balkon sambil menatapnya datar. Mereka memang masih di apartement Heoseok. Setelah pengumuman penting Heoseok tadi, tidak ada seorangpun dari mereka yang pulang. Mereka masih berada disana untuk bercengkrama.
Jungkook menghela nafas berat kemudian mengangguk kaku membuat Taehyung beranjak dari tempatnya berdiri dan duduk disamping Jungkook yang tengah duduk pada bangku panjang yang tersedia di balkon tersebut.
"jadi.. apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan Jungkook-ssi?"
Jungkook mennggigit bibirnya gugup. Memejamkan mata, kemudian menghela nafas berat lagi, Mengumpulkan keberaniannya kemudian berucap. "kau mendengar apa yang disampaikan Heoseok Oppa. Kan?"
Taehyung mengangguk "lalu?"
"ak-aku sebenarnya sudah lebih dulu mengetahuinya" Jungkook menunduk, tidak berani menatap Taehyung meskipun sebenarnya pemuda itu tidak sedang menatapnya.
"itu wajar.. gadis-gadis selalu menceritakan rahasia mereka satu sama lain"
"tapi Jiminie tidak bercerita padaku. Aku tidak sengaja mendengarnya saat Ia bercerita dengan Seokjin Eonni"
"lalu? Apa hubungannya? Bisakah kau memperjelas apa yang hendak kau sampaikan? Jangan berbelit-belit"
"maafkan aku, tapii sepertinya.. aku mengalami hal yang sama dengan yang dialami Jimin" Jungkook mempertahankan suaranya agar tak bergetar.
"ap-apa?" Taehyung langsung memalingkan wajahnya kearah Jungkook.
"apa maksudmu?" Tanya Taehyung lagi. Memastikan arah pembicaraan Jungkook sebenarnya.
Jungkook meremas kedua jarinya yang bertautan diatas pahanya. Lalu mulai menceritakan hal-hal yang didengarnya dari percakapan Jimin dan Seokjin. Tentu saja melewati bagian 'menumpahkan cairan' selain karena topiknya sangat memalukan. Ia juga tak ingat berapa kali Taehyung menumpahkan dirinya, sebab mereka sama-sama tidak sadar.
"dari apa yang dikeluhkan Jimin Eonni kepada Seokjin Eonni sama seperti yang aku rasakan…" Jungkook menjeda sedikit kalimatnya, menghapus cairan yang menetes begitu saja dari pelupuk matanya. melirik sedikit kearah Taehyung yang terus terdiam sambil menatap kosong kedepan.
"….aku takut jika mengalami hal yang sama dengan jimin Eonni. J-jadi. Aku ingin memintamu menemaniku memeriksakan diri, untuk memastikan bahwa perkiraanku benar atau salah"
Jungkook menundukkan lagi kepalanya, kembali menghapus air matanya. Menghela nafas panjang lalu membuangnya perlahan.
"aku tidak akan memaksamu jika…."
"baiklah" perkataan Jungkook terputus oleh perkataan Taehyung. Dan gadis itu sontak mendongakkan kepalanya menatap Taehyung yang kini tengah menatapnya.
"aku akan menemanimu. Jadi jangan menangis" Ucap Taehyung dengan nada datarnya.
"nde?"
"jangan menangis" Ulangnya masih dengan nada datarnya dan Jungkook sulit mengartikan apakah itu suatu perintah atau permintaan. Tapi meski begitu Ia tetap berdehem untuk meredam isaknya. Dan sebelum Jungkook sempat kembali berbicara, Tiba-tiba suasana terang dibalkon itu menjadi gelap. Gadis itu bisa merasakan Telapak besar Taehyung menutupi kedua matanya. Jungkook mengernyit ketika aroma maskulin dari pemuda dihadapannya menggelitik jelas hidungnya, bersamaan dengan hawa hangat dari nafas Taehyung yang terasa sangat dekat dengan permukaan wajahnya.
Jungkook menggerakkan tangannya untuk menurunkan telapak Taehyung yang menutupi penglihatannya namun pergerakannya tertahan ketika merasakan benda kenyal yang lembut tengah menempel dipermukaan bibirnya.
Jantung Jungkook berdebar Tak karuan dan seketika lupa cara bernafas ketika bibir Taehyung bergerak perlahan diatas bibirnya. Otaknya berteriak untuk mendorong pemuda dihadapannya namun bibir Taehyung yang melumat bibirnya dengan ciuman hangat mampu membuat tubuh Jungkook mengkhianati otaknya. Bukannya mendorong, Jungkook malah mengeratkan pegangannya pada pergelangan Taehyung yang tadi hendak diturunkannya.
"aku akan menemanimu memeriksakan diri, jadi jangan menangis"
Taehyung kembali berucap, Menurunkan tangannya lalu beranjak dari tempat duduknya. Jungkook mengerjabkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk melalui retinanya sekaligus menata kembali otaknya untuk mengingat apa yang baru saja terjadi. Dan matanya sontak melotot tak percaya. Tangannya perlahan terangkat menyentuh bibirnya. Kenapa tadi aku tidak mendorongnya?
.
.
Jungkook berjalan tergesa menuju halte bis terdekat dari apartementnya. Hari ini, Taehyung berjanji untuk mengantarkannya memeriksakan diri. Gadis itu sudah melupakan insiden di partement Heoseok dua hari yang lalu, kepalanya sudah pening memikirkan kemungkinan buruk yang terjadi dalam tubuhnya dan Ia tidak ingin semakin dibuat pusing dengan alasan Taehyung menciumnya. Mungkin hanya spontanitas dan ciuman itu pasti bukan sesuatu yang penting bagi Kim Taehyung. Pikirnya.
Ia mengeratkan Jaket cokelatnya dan mempercepat langkahnya ketika melihat seorang pemuda tengah berdiri bersandar pada tiang atap halte bis.
"Taehyung-ssi" panggilnya ketika sudah sampai disamping pemuda itu.
"hmm. Kau tepat waktu, bisnya sebentar lagi akan lewat" ucap Taehyung dan Jungkook hanya mengangguk lalu duduk dibangku halte itu.
"maaf mengantarmu menggunakan Bis. Kau tau. Aku tidak punya mobil" Taehyung kembali membuka suara.
"tidak apa-apa. Aku hanya butuh seseorang untuk mengantarku. Aku justru berterimakasih karena kau sudah mau meluangkan waktumu"
"Taehyung?" Jungkook dan Taehyung sama-sama menoleh kearah suara lembut yang memanggil nama Taehyung tadi. Seorang gadis cantik dengan rambut blonde sangat cocok dengan kulit putih bersihnya. Badannya langsing dan tinggi semampai. Gadis itu keluar dari sebuah mobil mewah berwarna hitam dan berjalan anggun kearah Taehyung.
"apa yang kau lakukan disini Minki-yah?" Tanya Taehyung dengan nada yang terdengar sangat lembut. Dan Jungkook baru pertama kali mendengar Taehyung berbicara seperti itu.
"aku sedang ingin shopping dengan Bogum. Lalu apa yang kau lakukan disini Taehyung?" Tanya gadis bernama Minki itu manja, sambil bergelayut dilengan Taehyung.
"aku sedang ingin ke suatu tempat"
"kemana? Kenapa mengambil bis dari sini? Dan kau ingin pergi bersama siapa?"
"aku ingin mengantarnya" Taehyung melirik sedikit kearah Jungkook.
"siapa gadis imut itu Taehyung? Kenapa aku tidak pernah melihatnya? Kalian mau kemana?"
Jungkook tersenyum melihat sifat manja Minki yang menggemaskan, Dan rentetan pertanyaan yang terkesan posesif darinya. serta Taehyung yang sabar menghadapinya. pantas Taehyung sangat mencintainya. Gadis itu sangat cantik dan anggun, sangat cocok jika dipasangankan dengan Taehyung yang dingin dan tampan. Sifat lembut Taehyung pasti hanya ditunjukkan untuk Minki yang manja. Jungkook segera mengalihkan pandangannya menatap kendaraan yang berlalu lalang sebab merasa tidak pantas untuk mendengarkan percakapan dari kedua orang itu.
"dia sepupu Seokjin Noona dan aku harus mengantarnya ke suatu tempat"
"tapi kenapa harus kau?"
"karena aku harus." jawab Taehyung seadanya "Bisnya sudah datang. Aku berangkat dulu dan pergilah temui Bogum. Kasian sedari tadi dia menunggumu dimobil" ucap Taehyung setelah mengacak surai Minki dan mengajak Jungkook naik Bis. Sekali lagi Jungkook hanya mengangguk dan berdiri mengikuti Taehyung dari belakang setelah sebelumnya membungkuk sopan pada Minki.
Jungkook sedikit terkejut saat memasuki Bis yang terlihat sangat penuh. Ia mengedarkan pandangannya mencari tempat untuk duduk tapi nihil sebab semua tempat sudah dipenuhi. Dengan terpaksa Ia melangkah ke tengah Bis dan berdiri sambil berpegang pada Handle grip yang telah disediakan, Agak kesulitan harus berdesakan dengan penumpang lain. Jungkook menyesal meminta Taehyung mengantarnya ke rumah sakit yang jauh dari rumah sakit tempat Seokjin praktek tapi Ia juga sedikit merutuki Taehyung yang memilih berangkat dipagi hari yang tentu saja akan padat oleh para pelajar dan pegawai kantor yang hendak ketempat rutinitasnya sehari-hari.
Bis mulai berjalan dan penumpang sedikit terhuyung kesamping membuat Jungkook semakin terhimpit. Ia sedikit meringis dan spontan mengerucutkan bibirnya kesal saat penumpang yang berada disekitarnya semakin mendesaknya.
Taehyung yang mendengar ringisan Jungkook segera berbalik kebelakang dan melihat gadis itu yang tehimpit diantara para pekerja kantor. Taehyung terus memperhatikan Jungkook yang terpisah diantara dua penumpang darinya. Dan Mata tajam Taehyung sontak menyipit ketika menyadari seorang Pria yang berada disisi kanan Jungkook tengah memperhatikan gadis itu dengan tatapan lapar. Taehyung terus memperhatikan pria itu yang terus memperhatikan bagian pinggul Jungkook sembari menjilat bibirnya.
Pria mesum. Padahal Jungkook mengenakan pakaian yang sangat sopan. Celana jenas biru yang dipadukan dengan baju biru motif hitam dan dilapisi jaket cokelat. Jungkook juga tidak mengenakan make up tebal yang mecolok. Kecuali bibir plum yang berwarna pink alamainya memang sexy, tapi penampilannya terlihat imut dengan rambut yang digulung keatas dan memperlihatkan leher putihnya. Oke. leher putih yang terexopese itu juga sexy. Tapi itu bukan alasan kuat untuk memandang lapar seorang penumpang yang berpenampilan sopan sementara masih banyak penumpang lain yang jauh lebih sexy daripada Jungkook.
Menyadari apa yang akan dilakukan pria mesum itu, Taehyung segera berjalan menghampiri Jungkook, dengan susah payah melewati dua orang penumpang lainnya. Ketika sudah tiba dihadapan Jungkook, Taehyung langsung menarik pinggang gadis itu posesif dan merapatkan tubuh mereka berdua sambil memandang pria mesum itu dengan tatapan membunuh.
"T-Taehyung?" Jungkook terlonjak kaget dengan pelukan posesif yang tiba-tiba itu.
"berhati-hatilah saat naik bis. Pria mesum dibelakangmu hampir melecehkanmu" bisik Taehyung.
"a-a benarkah?. Terima kasih" Jungkook merutuki nadanya yang gugup. Ia merasa kurang nyaman dengan keadaan mereka yang terlalu rapat.
Bis berhenti pada sebuah halte dan penumpang yang naik lebih banyak daripada yang turun membuat tubuh mereka semakin rapat dan Jungkook semakin tidak bisa bergerak. Hidung Jungkook bahkan sudah bersentuhan dengan dada bidang Taehyung. Hal itu tentu saja membuatnya gelisah.
"kau lelah?" Tanya Taehyung saat merasa Jungkook terus menggerakkan tangannya yang tengah berpegang pada Handle grip. Jungkook tidak menjawab, Ia terlalu sibuk untuk bernafas normal ketika bibir Taehyung bergerak teralu dekat dari telinganya.
"berpegang padaku saja" kata Taehyung lagi sembari melepaskan tangan Jungkook dan membawanya untuk berpegangan padanya. Jungkook menurut saja, karena sebenarnya tangannya sedikit pegal akibat berpegangan pada handle grip yang sedikit tinggi itu. Ia memegang kemeja depan Taehyung dan sesekali meremasnya untuk memperkuat pegangannya ketika Bis itu berbelok dan membuatnya terhuyung. Meskipun percuma karena Taehyung sangat erat memeluknya sehingga Ia tidak akan terjatuh.
.
.
Bis berhenti ditempat tujuan mereka dan Jungkook tanpa sadar bernafas lega bisa terbebas dari kungkungan Taehyung. Seperti biasa, mereka lebih banyak diam daripada berbicara. Dan ketakutan kembali menghampiri Jungkook ketika mereka berjalan beriringan menuju rumah sakit tempatnya akan memeriksakan diri.
Jungkook memegang kuat tali tas yang dikenakannya. Mendudukan dirinya kaku pada salah satu kursi tunggu ketika Taehyung meninggalkannya untuk mengambil nomor antrian.
Eomma. Aku bukannya membenci bayi. Aku masih harus kuliah. Aku tidak ingin mengecewakanmu Eomma. Jungkook terus membatin Hingga tepukan lembut dibahunya mengagetkannya.
"tunggu sebentar lagi. Aku sudah mengambil nomor antrian…"
Kim Taehyung
"… dan Jika kekhawatiranmu memang benar… aku tidak akan lari Jungkook-ssi" dan suara lembutnya kembali menyapa indra pendengar Jungkook.
Jungkook memandang tak percaya kearah Taehyung Dan Air matanya tanpa sadar kembali menetes.
"jangan takut. Aku tidak akan lari" ulang Taehyung.
Jungkook memejamkan matanya membiarkan Taeyung menghapus air mata yang mengalir dipipinya. Ia mengangguk dan sedikit tersenyum "terima kasih"
.
.
Fin / To Be Continued
.
.
Huwaaaa apa ini?
Astaga gak tau mau ngomong apa… semoga pada suka…
Maaf gak bisa balas Review satu-satu.. pokoknya Terima kasih bagi yang sudah mau membaca mem-follow, mem-favorit dan me-review Sequel sebelumnya..
Jangan lupa Review lagi yaaah..
