Author : Baek Lalla Chan EXOtics
Pair : EXO
Genre : Adventure, Supranatural, Friendship, Romance
Warning : YAOI, OOC, gak sesuai EYD, ngaco, ngawur, gak mutu, typo(s) yg bertebaran layaknya tomcat(?)
Rating : T
Length : 6 of (?)
Annyeong ^^ Huweeeee TT^TT ada yg mau bunuh Lalla karena telat update? Huweee mianhae… #sujud di kaki readers atu atu#plak#abaikan# Mari langsung baca! ;)
.
This YAOI fanfic
.
.
Don't read if u hate the casts or u hate the genre of this fict
.
.
Don't like don't read
.
.
Lalla Present
.
.
Heaven Sweet
.
.
Happy reading ^^
.
.
CHAPTER 6
Xiumin terbang menggunakan sayap gagak mengerikannya keluar dari Dark Castle. Dia segera terbang menuju Heaven Sweet untuk menculik 2 White EXOpixie istana yang diinginkan oleh Ratunya itu.
Heaven Sweet
SuLay side
Keesokan harinya, di perpustakaan istana, terlihat seorang namja peri berwajah manis sedang terbang seraya membaca buku tebal di tangannya. Namja itu terlihat sangat serius pada bukunya itu. Namja peri itu adalah Zhang Yi Xing atau yang akrab di panggil Lay. Terlihat perpustakaan itu sangat sepi. Sepertinya hanya dia saja yang ada di sana.
Sementara itu Suho sedang berjalan-jalan dan tak sengaja melewati perpustakaan itu. Karena iseng, Suho pun ingin melihat ke dalam ruang perpustakaan itu dengan cara mengintip lewat jendela. Wajah Suho terlihat cerah setelah melihat Lay ternyata ada di sana. Segera Suho pun membuka pintu perpustakaan yang berwarna putih dan agak besar itu #bayangin pintu dapur di film Alice In Underline#pernah nonton gak?#
Ceklek
Mendengar suara pintu terbuka, Lay segera mengalihkan pandangannya dari buku itu kearah pintu. Lay sedikit terkejut melihat Suho yang sedang tersenyum dan berjalan kearahnya.
"S-Suho-ssi… Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Lay seraya menutup bukunya. Suho tersenyum canggung dan mengusap tengkuknya itu untuk menghilangkan rasa gugup.
"Uhm, t-tadi aku melihatmu di sini. Sekalian aku juga ingin melihat buku-buku di sini." Kata Suho mencari alasan. Lay pun tersenyum dan segera mendaratkan kakinya ke tanah –karena tadi Lay sedang terbang- dan menyimpan kedua sayapnya itu.
"Kalau begitu aku temani ne?" tawar Lay dengan senyum manisnya. Suho melotot kearahnya karena kaget. Entah mengapa wajahnya terasa panas saat ini. Apakah sekarang wajahnya sudah memerah?
"Suho-ssi… gwaenchanayo?" tanya Lay bingung seraya mengibas-ngibaskan telapak tangannya di hadapan wajah Suho. Mendengar panggilan dari Lay, sontak membuat Suho bangun dari keterkagetannya.
"E-eh? Ne…" jawabnya gugup. Lay pun mengangguk senang.
"Kajja! Lewat sini!" ajak Lay dan Suho pun mengikuti Lay yang berjalan di depannya itu. Lay menuntunnya kearah rak buku yang sudah penuh karena buku-buku yang tertumpuk rapi di sana.
"Pilihlah buku yang kau suka!" suruh Lay. Suho pun mengangguk dan mulai mencari-cari buku yang sesuai dengan keinginannya. Sebenarnya agak susah karena sebenarnya Suho sama sekali tidak hobi membaca. Dia kesini hanya ingin melihat Lay saja. Yah… karena gengsi, Suho pun terpaksa berbohong.
"Kau sudah menemukan bukumu?" tanya Lay seraya menatap Suho yang belum memegang buku sama sekali. Suho menjadi kaget karena dia belum menemukan buku yang sama sekali cocok dengan keinginannya. Suho menatap ke sampingnya –kearah buku yang ada di raknya- dan mengambil buku apa saja dengan asal.
"N-ne sudah…" jawabnya berbohong. Padahal buku itu bukanlah buku seperti yang diinginkannya. Lay menghela nafasnya melihat tingkah Suho. Beberapa saat kemudian dia mulai tertawa.
"Wae?" tanya Suho bingung. Lay tidak menjawab dan malah semakin tertawa keras. Suho pun tersenyum senang melihat Lay tertawa. Menurutnya tawa Lay itu sangat menyenangkan. Perlahan Suho mulai mendekat kearah Lay.
"Lay kau kenapa tertawa?" tanyanya lagi.
"Hahaha XD kau itu… hahahaha XD" Lay terus tertawa. Suho menghela nafasnya dan mulai memegang kedua pundak namja berwajah manis itu. Lay sedikit menghentikan tawanya saat merasakan bahwa Suho memegang kedua pundaknya. Dia menatap Suho, masih dengan kekehan kecil yang keluar dari mulutnya. Kini Suho menatap Lay lekat.
"Wae?" tanya Lay seraya memiringkan kepalanya imut. #Kyyyaaa my unicorn! o#meluk Lay#di siram Suho#abaikan# Tanpa menjawab, Suho segera mendekatkan wajahnya dengan perlahan.
"A-apa yang akan kau lakukan?" tanya Lay dengan mata yang sudah melotot kaget karena melihat Suho mendekatkan wajahnya kearah wajah milik Lay. Lay ingin menghindar tapi kedua bahunya di cengkram erat oleh Suho. Wajah Suho semakin dekat, bahkan Lay sudah bisa merasakan nafas halus Suho yang menerpa wajahnya.
Hah, Lay pasrah saat ini. Ia memejamkan matanya erat. Terserahlah jika Suho nanti mencium bibirnya. Eh? Berarti Lay mau dong(hae) di cium sama Suho? Argh! Kini wajah Suho makin dekat, dekat, dekat hingga hidung mereka bersentuhan, dan…
Suho terkekeh! Eh? Lay kaget karena mendengar kekehan dari Suho. Segera ia membuka matanya dan ia langsung kaget melihat Suho yang ternyata terkekeh menatapnya. Wajah Lay sekarang memerah, entah karena marah atau pun malu. Dia merasa semuanya bercampur menjadi satu.
Bug!
"Aw!" Suho meringis saat merasakan sakit di dadanya. Ternyata Lay telah melayangkan pukulannya ke dada Suho.
"Ya! Apa yang kau lakukan eoh?" tanya Suho seraya mengeryit karen sakit di dadanya itu dan mengelus-elusnya.
"Pabbo!" umpat Lay lalu meninggalkan Suho dan mulai menyibukkan dirinya dengan buku kembali. Suho menatap Lay bingung. Apa dia marah? Suho pun segera mendekati Lay.
"Lay-ah…" panggil Suho.
"Apa?" jawab Lay jutek dengan mata yang fokus pada bukunya.
"Maaf…" ucap Suho seraya menunduk. Lay melirik Suho dengan ekor matanya.
"Ugh! Orang ini!" gerutu Lay dalam hati. "Tidak mau!" tolaknya.
"Eh? Waeee?" Suho mulai merajuk.
"Molla…"
"Kau marah ya?"
"Molla…"
"Apa itu artinya kau benar-benar ingin ku cium ya?" goda Suho seraya mengeluarkan smirk-nya.
"Eh? Ya! Apa maksudmu?! Dasar pervert!" Lay memukul pelan kepala Suho dengan buku bercover tebal yang di pegangnya.
"Ya! Appo!" Suho kembali meringis dan mengusap kepalanya itu.
"Rasakan!" ejek Lay lalu menjulurkan lidahnya. "Lagi pula aku mau merasakan ciuman pertamaku ini dengan orang yang tepat!" ujarnya.
"Eh? Berarti kau belum pernah ciuman ya?" tanya Suho dengan tampang polosnya.
"Aish! Molla!" Lay sangat kesal dengan Suho.
+-+-+-EXO-+-+-+
HunHan Side
"Hunnie~~" panggil Luhan dari luar kamar Sehun dkk. Sehun yang sedang mengobrol dengan Chanyeol, Kai dan Kris di kamar itu segera menoleh kearah pintu.
"Sehun-ah… sepertinya ada yang mencarimu." Ujar Chanyeol. Sehun hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tau.
"Aish! Pabbo! Cepat lihat sana!" perintah Kris dan langsung membuat Sehun beranjak dari duduknya di kasur dan langsung membuka pintu.
Ceklek
"Hunnie~~~" terlihat Luhan tengah tersenyum cerah kearahnya.
"E-eh? Luhan-ah…" Sehun mengembangkan senyumnya saat melihat namja peri –tanpa sayap- berwajah manis yang ternyata adalah Luhan itu.
"Annyeong ^^" sapa Luhan seraya melambaikan tangannya.
"Siapa Hun?" tanya Chanyeol dari dalam.
"Temanku!" jawab Sehun.
"Ah…" hanya itu sahutan yang Luhan dengar.
"Ada apa ke sini Hannie?" tanya Sehun.
"Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan!" kata Luhan bersemangat.
"Eh? Apa itu?" Sehun pun penasaran.
"Kajja!"
.
.
Di Taman Istana
"Kajja Hun! Ppalli!" Luhan terus menarik Sehun dengan semangat kearah sebuah kumpulan bunga yang entah apa jenisnya itu. Yang pasti bunga-bunga itu sangat indah dengan warna-warni yang cerah yang menghiasi kelopaknya. Tangkai bunga itu tingginya hanya sampai atas lutus Sehun saja. Dan juga bunga-bunga itu terlihat masih kuncup.
"Ada apa di sini Luhan?" tanya Sehun setelah mereka sampai di depan kumpulan bunga itu.
"Sssttt, ini akan terlihat sangat indah…" ucap Luhan sedikit berbisik membuat Sehun semakin bingung. Luhan pun sedikit membungkuk, mensejajarkan tubuhnya dengan bunga-bunga itu.
"Annyeong…" ucapnya singkat. Dan seketika itu juga, semua kuncup-kuncup bunga tadi mulai terbuka. Luhan mulai mengangkat tubuhnya menjadi berdiri tegak saat kuncup-kuncup bunga itu mulai terbuka. Bunga-bunga itu menyemburkan cahaya dengan kerlap-kerlip yang indah sepanjang 2,5 meter. Cahaya itu berwarna sesuai dengan warna kelopaknya. Sehun mengerjabkan matanya berkali-kali melihat pemandangan indah yang memanjakan matanya ini. Tidak hanya cahaya, wangi dari bunga itu juga sangat memanja indra pernafasan siapa pun yang menghirupnya.
"Otte Sehunnie? Indah bukan?" tanya Luhan dengan mata yang fokus pada pemandangan indah itu.
"Ini… indah Hannie~~" respon Sehun tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari pemadangan indah itu.
"Hm, selalu seperti ini. Setiap setahun sekali, tepatnya tanggal 29 bulan Juvemont, bunga yang kuncup ini akan terbuka dan menampakkan keindahannya."
"Ini… benar-benar cantik!" Sehun benar-benar takjub dengan pemandangan di hadapannya ini. Seumur-umur dia belum pernah menikmati pemandangan yang begitu indah menurutnya ini. Setelah kurang lebih 5 menit, cahaya yang di panjarkan bunga-bunga itu mulai redup dan bunga yang tadinya mekar untuk mengeluarkan cahaya itu mulai menguncup lagi.
"Yah… sudah berakhir…" sepertinya Luhan sedikit kecewa.
"Kau sangat menyukai ini?" tanya Sehun akhirnya. Luhan pun mengangguk,
"Aku selalu menunggu saat-saat seperti ini…" ucap Luhan pelan.
"Hm, aku mengerti. Aku juga akan merindukan pemandangan ini." Luhan pun mengangguk menanggapi perkataan Sehun.
Tanpa mereka sadari, seorang namja manis dengan pakaian serba hitam dan sayap gagak mengerikan tengah memperhatikan mereka dari jauh.
"Khekhekhekhe~~ Sepertinya White EXOpixie yang itu cocok. Dan… apa aku juga harus membawa Manusia yang bersamanya itu?" gumam namja manis itu. "Khekhekhe~ Lihat saja apa yang akan aku lakukan…"
+-+-+-EXO-+-+-+
At Soo Man Harabeoji's Mushomeroom
Terlihat Soo Man harabeoji sedang duduk santai di mushomeroom miliknya seraya meminum segelas teh. Tiba-tiba, dia merasakan otaknya berdenyut, seperti ada sesuatu yang akan terjadi. Soo Man harabeoji pun memejamkan matanya, mencoba berkonsentrasi untuk melihat kejadian apa yang akan terjadi. Beberapa saat kemudian, Soo Man harabeoji membuka matanya. Kini matanya terbuka lebar karena kaget.
"Sesuatu yang buruk akan menimpa istana! Aku harus segera memberitau Ratu!" Soo Man harabeoji pun meninggalkan ruangan santainya itu dan segera mengembangkan sayapnya lalu terbang menuju istana Heaven Sweet.
.
.
SooSun Side
Terlihat Sunny dan Sooyoung yang tengah berdiri di balkon kamar tidur milik Sunny di istana. Mereka meninkmati hembusan angin lembut yang membelai wajah mereka. Tanpa sadar, Sooyoung menggenggam tangan Sunny yang ada di samping tangannya itu. Sunny tersenyum merasakan Sooyoung menggenggam tangannya dengan erat. Perlahan, pandangan yang semula menatap ke depan itu ia arahkan kearah yeoja berkharisma di sampingnya ini.
"Sooyoung-ah…" panggil Sunny.
"Hm?" Sooyoung pun menoleh.
"Apa kau mau terus menemaniku walaupun dalam masa-masa sulit sekali pun?" tanya Sunny. Sooyoung pun tersenyum,
"Tentu…" jawabnya seraya tersenyum manis. Sunny pun membalas senyuman itu dan makin mengeratkan pegangan tangannya.
"Sunny-ah…" kini giliran Sooyoung yang memanggil.
"Ne?" Sunny menoleh.
"Kau tau? Aku mau kedekatan kita ini lebih dari sahabat."
"Maksudmu?" Sunny memiringkan kepalanya imut.
"Maksudku, aku mau hubungan kita ini menjadi lebih dari sahabat. Kau taulah semacam… yah…" Sooyoung terlihat gugup saat ingin mengatakannya. Dia mengusap tengkuknya sendiri yang sebenarnya tidak gatal itu. Sunny terkekeh melihat tingkah Sooyoung yang menurutnya lucu.
"Sunny-ah…Sa-sarang-"
Tok tok tok
Tiba-tiba ucapan Sooyoung terputus karena ketukan di pintu. Mereka berdua langsung menoleh kearah pintu itu. Sooyoung merutuk dalam hati karena rencananya untuk menyatakan 'CINTA' pada sahabatnya itu terganggu.
"Sebentar…" Sunny melepaskan pertautan tangannya dengan tangan Sooyoung itu lalu terbang menuju pintu dan membukanya.
Ceklek
Terlihat 2 orang peri namja berseragam pengawal berdiri di depan pintu kamar itu. Mereka sontak membungkuk memberi hormat saat melihat Ratu Sunny. Ratu Sunny tersenyum manis.
"Ada apa?" tanyanya dengan suara lembutnya.
"Peramal Soo Man ingin bertemu dengan Anda Yang Mulia. Katanya ada hal penting yang ingin di bicarakan." Ucap salah satu pengawal itu.
"Hm, baiklah. Aku akan segera menemuinya." Kedua pengawal itu membungkuk sebelum pergi.
"Ada apa Sunny?" tanya Sooyoung menghampiri Sunny yang berdiri di depan pintu.
"Ada seseorang yang ingin bertemu denganku. Katanya penting."
"Aku ikut."
"Baiklah." Sunny mengangguk. Mereka berdua pun segera terbang keluar dari kamar dan menuju ke ruang tengah istana.
.
.
"Yang Mulia!" sontak Soo Man harabeoji membungkuk memberi hormat kepada Ratu Sunny setelah melihat sosok gadis cantik itu terbang kearahnya.
"Ada apa harabeoji?" tanya Sunny. Kini Sooyoung juga tengah berdiri di sampingnya –Sunny-.
"Yang Mulia, hamba merasakan hal buruk akan terjadi. Hamba merasakan aura Black EXOpixie di sekitar Heaven Sweet. Dan sepertinya 'dia' akan menculik lagi White EXOpixie. Dan kemungkinan itu adalah peri istana." Jelas Soo Man harabeoji.
"Mwo?" Sunny terlihat kaget, begitu pula dengan Sooyoung. "Lalu apa yang harus kita lakukan harabeoji?"
"Hamba sarankan, perketatlah penjagaan di istana. Dan peri istana jangan sampai keluar dari istana. Barang itu di halaman sekali pun. Karena hamba sudah merasakan aura-nya sampai di istana ini."
"Baiklah. Harabeoji sebaiknya berdiam dulu di istana. Mungkin aku masih membutuhkan bantuan dari harabeoji." Kata Ratu Sunny.
"Baiklah Yang Mulia…" Soo Man harabeoji pun memutuskan.
"Baiklah Sunny, aku akan membantumu menjaga istana. Aku akan ikut melindungi istana dan memerintahkan semua pengawal." Ujar Sooyoung.
"Hm, gomawo Sooyoung-ah…" Sunny memeluk Sooyoung sekilas, membuat wajah Sooyoung memanas dan menimbulkan rona merah tipis di pipinya. "Aku mempercayaimu."
"N-ne…" jawab Sooyoung gugup. Lalu dia pun langsung terbang meninggalkan ruang tengah dan mulai memerintahkan semua pengawal untuk berhati-hati.
+-+-+-EXO-+-+-+
HunHan side
"Luhan-ah… Ayo kita kembali masuk!" ajak Sehun.
"Sebentar dulu Sehun… Aku masih ingin menikmati wangi dari bunga-bunga ini." Tolak Luhan. Sehun hanya tersenyum manis melihat tingkah Luhan.
"Ish! Sepertinya anggota istana itu sudah mengetahui keberadaanku di sini! Aku harus cepat bertindak! Peri itu, aku harus menangkap peri itu!" ucap Xiumin yang sedang terbang di balik pohon yang tidak jauh dari tempat HunHan. Xiumin pun segera terbang mendekati mereka berdua.
"Hi…" sapanya dengan nada dinginnya. Sontak Sehun dan Luhan menatap ke sumber suara. Tampak seorang namja berwajah manis dan berpakaian serba hitam. Manik mata yang berwarna merah dan jangan lupakan sayap gagaknya yang menyeramkan. Luhan dan Sehun sontak membulatkan mata mereka kaget.
"Xiumin-ah…" ucap Luhan kaget.
"Apa ini Black EXOpixie?" batin Sehun yang sekarang sama kagetnya dengan Luhan.
"M-mau apa k-kau ke sini?" tanya Luhan sedikit takut.
"Apa ya?" Xiumin terlihat sok berpikir. "Mungkin menculikmu." Jawabnya enteng. Sontak Luhan semakin kaget. Sehun pun mengepalkan tangannya marah.
"Berani kau menyentuh Luhan barang sedikit pun, aku tidak segan untuk membunuhmu!" ucap Sehun penuh amarah.
"Wow! Sepertinya kau sangat berani. Tapi aku tidak akan pernah takut." Xiumin menyeringai seram. Membuat Sehun semakin geram terhadapnya.
"BREKSEK!" dengan sigap Sehun langsung berlari kearah Xiumin, hendak melayangkan pukulannya.
"SEHUN-AH!" seru Luhan takut.
Bruk!
"Akh!" Sehun meringis saat tubuhnya terpental dan sekarang terbaring di tanah. Ternyata tadi Xiumin menyerangnya duluan dengan cahaya hitamnya yang langsung menumbuk perut Sehun.
"Sehun-ah!" Luhan langsung berlari kearah Sehun yang terbaring. Luhan menatap garang Xiumin dan seketika itu juga, Luhan mengarahkan cahaya putih yang keluar dari telapak tangannya itu kearah Xiumin dan sontak Xiumin pun terpental dan jatuh.
"Sehun-ah! Cepat masuk ke dalam dan cari bantuan. Arraseo!" ucap Luhan kepada Sehun.
"Tapi… bagaimana denganmu? Aku mau membantumu di sini." Kata Sehun keras kepala.
"Pabbo! Bagaimana kau bisa melawan dengan keadaan seperti ini?! Cepat pergi atau aku akan marah!" ancam Luhan. Sehun yang merasa takut dengan ancaman Luhan pun hanya menurut dan langsung berlari menuju istana untuk memberitau yang lain.
"Heh, ternyata kau kuat juga…" ucap Xiumin remeh setelah bangkit dari jatuhnya. Luhan yang tadinya berjongkok segera berdiri dan menatap Xiumin tajam. Saat Luhan akan mengeluarkan cahaya itu lagi, tiba-tiba Xiumin sudah mengarahkan cahaya hitamnya kearah Luhan dan Luhan pun segera tersungkur ke tanah. Luhan kalah cepat dengan Xiumin.
.
.
Sehun Side
Sehun segera berlari memasuki istana dengan masih menahan rasa sakit di perutnya itu. Sehun segera menghampiri pengawal istana yang sedang memegang tombak itu.
"Tolong! Luhan dalam bahaya! Ada Black EXOpixie di halaman istana! Aku mohon tolong!" ucap Sehun tergesa-gesa. Pengawal itu kaget dan segera memanggil kawan-kawannya yang lain untuk kemudian pergi menuju halaman istana. Berharap bisa menangkap Black EXOpixie itu.
.
.
Xiumin menghampiri Luhan yang tengah tersungkur seraya memegang perutnya, menahan sakit itu.
"Tapi kau kalah kuat dengan ku… Khekhekhe~" kekeh Xiumin dengan sombongnya.
Chu~
Luhan meludahi Xiumin yang benar-benar membuatnya kesal saat ini. Xiumin mengelap saliva Luhan yang menempel pada pipi kirinya itu.
"Cih!" decihnya kesal.
Plak!
Xiumin langsung menampar Luhan dengan keras hingga Luhan pun pingsan.
"Dasar! Di tampar begitu saja pingsan! Cih!" Xiumin pun segera membopong tubuh Luhan yang sekarang sedang pingsan itu.
"Khekhekhe~ Dapat satu…" ucap Xiumin lalu kemudian merentangkan sayapnya dan terbang meninggalkan istana dan juga Heaven Sweet.
.
.
Sehun Side
Sekarang Sehun dan pengawal-pengawal istana itu sudah sampai di halaman istana. Sehun kaget saat melihat sudah tidak ada lagi Luhan di sana. Sehun pun berlari menghampiri tempat kejadian tadi. Sehun menemukan satu helai bulu angsa dan satu helai bulu burung gagak. Bisa di pastikan, tadi Luhan sempat bertarung tapi kalah dan sekarang di bawa oleh Black EXOpixie itu.
"Luhan-ah…" lirih Sehun seraya memegang bulu sayap milik Luhan.
+-+-+-TBC+-+-+
Kyyyyahaahahaha . Yang mau nimpuk Lalla karena Luhan oppa di culik silahkan… Maafkan daku HunHan shipper dan penggemar Luhan oppa T.T #halah#
Balasan Review :
Sabrina Lia Aisyah : Oh silahkan chingu… Ini Lalla kasih 10 kotak XD Hahahaha, kayaknya satunya udah di culik noh #nunjuk Lulu# Ayo tebak, siapa lagi selanjutnya! XD Hihi nih Sooyoung udah bantuin Sunny jagain istana tuh :) Gomawo atas review dan dukungannya chingu #hug#
Jin Ki Tao : Wkwkwkw, XD udah ada satu di atas #nujuk Lulu# Ayo tebak sapa lagi? Xixixi… TaoRis emang cweet #nyodorin foto TaoRis kisseu# Gomawo atas reviewnya chingu :D
Kai C'lalu Sayank D.O : Gomawo chingu udah setia nunggu FF abal punya Lalla ini T.T #terharu# Yah… disini ChenMin moment-nya kagak ada… Lebih fokus sama penculikan D Okey, gamsa atas reviewnya chingu #hug#
EXO Fujoshi : Ini nih XD #nyodorin foto+video TaoRis kisseu#plak# O(n)key, ini di lanjut :P. Gomawo udah review saeng… :D
yuliafebry : Omo! Wkwkwk XD KaiSoo shipper toh… Nih di lanjut… Gomawo :)
acidcid : Kyyahahaha itu Lulu udah… tinggal atu lagi… hehe #smirk bareng Xiu oppa#plak# Sekarang udah ad konfliknya dikit… Gomawo chingu udah review :D
ChwangMine95 : Hehehe co cweeettt #tebar foto TaoRis kisseu# Haha ada waktunya ChenMin jadian #smirk# Udh ada satu tuh yg ketangkep(?)… tinggal satu lagi… ayo tebak sapa? Hehe… Ini udah ada SL momentnya… moga suka… Gomawo udah comment #hug#
Rio : Uwah… Gpp yg penting chingu udh baca… Hehe :D Itu SL udh ada moment-nya di atas… Ok, gomawo atas reviewnya :)
Hyunmin .chanbaek shipper : Ne annyeonghaseoyo ^^ Ne, aih senengnya ada reader baru :DHa? Kurang panjang? Mianhae… emang Lalla sukanya bikin pendek -,- #di geplek# Haha kalo SooSun liat sendiri ya… Gomawo udah review :)
: Wah syukur deh chingu suka :D Ne gwaencahana… Hehe insyallah Oennie banyakin ne… Gomawo atas review-nya :D
Jeongmal gamsahapnida atas review-nya… #bow# Review again please #puppy eyes bareng Kyupit#
