Di sebuah sekolah yang sangat terkenal,sekolah itu merupakan sekolah menengah pertama yang sangat disukai di Tokyo. Setiap lulusan sekolah itu,selalu dapat nilai yang memuaskan dan masuk sekolah menengah akhir yang terkenal juga, sekolah itu juga memiliki fasilitas yang sangat lengkap mulai dari ruang kelas, perpustakaan, lapangan sekolah, lapangan basket, kolam renang, ruang dojo, dll.

Vocanami Junior High School lah nama sekolah itu.

tapi, selain prestasinya, sekolah itu juga memiliki kekurangannya yaitu…


Judul : My First Client

Author : firaxarika

Character : Furukawa Miki, Hiyama Kiyoteru, Furukawa Mikiya

Genre : Friendship

Disclaimer : Vocaloid not belong to us. Cerita terisnpirasi oleh Nishimura Tomoko [My Lovely Class Leader]


Disebuah jalan yang sangat sepi, terlihat dua orang siswa. Yang satu laki-laki, dan yang satu lagi adalah seorang perempuan, laki-laki tersebut merupakan banchou yang berada di sekolah yang letaknya berada di sebelah Vocanami Junior High School, dan cewek tersebut merupakan Siswi dari Vocanami Junior High School.

"Cepat, serahkan uangnya!" bentak sang cowok yang kelihatannya memaksa gadis itu.

"Tidak aku tidak punya uang," kata sang cewek yang kelihatannya sangat ketakutan.

"Ayo cepat serahkan," paksa sang cowok.

"Tidak," kata sang cewek.

"STOP" kata seseorang.

Orang itu adalah seorang cewek yang menguncir rambutnya kebelakang, rambutnya bewarna merah seperti batu ruby. Seragamnya sangat acak-acakkan, yaitu bagian lengannya yang digulung sampai sesikut, bagian kerahnya yang berantakan, dan rompinya yang di buka. Dia tidak gemuk,dan juga tidak kurus. Wajahnya sangat manis dengan mata yang bewarna merah, hidung yang mancung, dan bibir yang kecil. Jarinya lentik, dan dia terlihat garang dengan sorot matanya menampakkan kemarahan yang sangat.

"Fu… Furukawa Miki?!" kata sang cowok, yang mulai ketakutan.

"Apa yang kau lakukan dengan anak ini, hah?!" kata sang gadis yang bernama Furukawa Miki.

Ya, kekurangan dari sekolah itu adalah sang banchou yang bernama Furukawa Miki, dia adalah banchou yang sangat ditakuti dan dihormati oleh semua banchou yang pernah melawan dia. Dia, merupakan seseorang yang sangat tidak menyukai terhadap penindasan. Jadi, jika ada orang yang melakukan penindasan pasti akan dihajarnya. Karena itulah yang membuat nama sekolah itu sedikit tercoreng.

"Aku..aku tidak melakukan apa…apapun kok," kata sang cowok.

"Ohh,tidak melakukan apapun yaaa?" kata Miki,dengan sebuah senyuman, lebih tepatnya seringaian, yang sangat manis.

"?!" sang cowok kebingungan dengan ekspresi Furukawa Miki yang tiba-tiba berubah..


My First Client


"huh, dasar payah beraninya sama perempuan saja!" kata Miki kepada cowok itu.

"Ukh," desis sang cowok yang memegang perutnya yang sakit, akibat tendangan khas milik Furukawa Miki.

"maaf… Furukawa-san…" kata cowok itu.

"baiklah kali ini kau kumaafkan tapi awas saja jika kau mengulangi peristiwa ini!" kata Miki.

"i..iya," kata sang cowok yang pergi meninggalkan mereka berdua..

"arigatou, Furukawa-san," kata sang cewek yang sedari tadi hanya melihat kejadian tadi.

"Douita, lainkali kalo ada yang macam-macam padamu bilang padaku yaa," kata Miki sambil mengusap kepala gadis itu.

"Ha'i" kata cewek itu dengan senyum yang sangat manis.

"Nah sekarang kamu pulang, hari keburu malam," kata Miki

"Iya, arigatou Furukawa-san," kata gadis itu.

Gadis itu pun pulang sambil berlari,dengan senyuman yang tersungging dari wajahnya.

Miki pun hanya menghela nafas.

"Ada-ada saja" batinnya. lalu Miki pun berjalan pulang kerumahnya.


My First Client


Langit pun sudah berubah warna menjadi jingga, dan waktu pun sudah menunjukan waktu pukul 5 sore. tokoh utama kita Miki, pun sampe di depan rumahnya.

Rumah yang sederhana, dengan cat yang bewarna merah jambu. Di depan rumahnya Miki, ada halaman yang tidak begitu luas. Rumah itu memiliki dua tingkat, tingkat pertama terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamar mandi, dan ruang makan. sedangkan tingkat kedua terdiri dari dua kamar satu merupakan kamar kakaknya Miki, dan yang satunya kamar Miki sendiri.

Miki pun menghela nafas,lalu membuka pagar rumahnya,dan berjalan menuju pintu rumahnya.

"Tadaima" kata Miki ketika dia membuka pintunya.

"Okaeri Miki-chan," sambut laki-laki yang warna rambutnya sama seperti Miki. Dia lebih tinggi dari Miki beberapa cm, bahkan model rambutnya hampir mirip dengan Miki, yaitu dibelah pinggir dengan skala 6:4, cuman rambutnya lebih pendek daripada Miki.

"Eh, tumben Mikiya-nii udah di rumah, biasanya masih dikampus…" kata Miki kepada lelaki yang menyambutnya, dan diketahui sebagai kakaknya Miki yang bernama Furukawa Mikiya.

"Soalnya tadi sekolah kakak pulang cepat" kata Mikiya dengan senyum tersungging di bibirnya.

"Oh, gitu.." balas sang adik yaitu Miki.

"Eh, Miki sini sebentar.." kata Mikiya.

Miki pun menghampiri kakaknya, kakaknya memegang wajahnya Miki, dan menemukan beberapa luka lebam di wajahnya Miki.

"Tuh kan, kamu pasti berantem lagi, ya?" Tanya kakaknya Miki,dengan nada yang agak tinggi.

"Iya," kata Miki,dengan wajah polosnya.

"Kan sudah aku larang untuk berantem Miki, lagipula kau kan perempuan, tidak bagus ah kalau adikku ini diketahui jago berantem," kata Mikiya yang memarahi adiknya.

"Habis kak, tadi aku melihat ada murid yang dipaksa sih aku kan tidak tahan melihatnya." bela Miki.

"Hmm, kalau begitu gimana kita adakan lomba," kata Mikiya.

"Lomba?" kata Miki.

"Iya, lombanya adalah makan keripik kentang sampai puas, dan siapa yang berhenti duluan dia yang kalah,dan kalau kamu menang kamu besok boleh seperti ini, dan kalau kamu kalah kamu harus mau kudandani seperti seorang cewek yang sangat feminim, gimana?" kata Mikiya.

"BOLEH KALAU ITU MAUMU," kata Miki,dengan aura yang sangat bersemangat.

"Baiklah ini," kata Mikiya,sambil memberi Miki sekantong besar keripik kentang.

Miki menerima keripik itu dan membukanya.

"Sudah siap?" kata Mikiya,yang juga telah membuka keripik tersebut.

"Sudah," kata Miki.

"1..2..MULAI" kata Mikiya.


My First Client


Kesokan harinya…

Miki sudah siap dengan seragamnya yang rapi, yaitu bagian lengannya yang dibiarkan panjang sampai pergelangan tangannya, bagian kerahnya yang rapi,dan rompinya yang di kancingi,rambutnya yang awalnya dikuncir kini digerai,dia kini terlihat manis dengan seragam yang ia kenakan.

Kenapa Miki berubah menjadi seperti ini?

Itu karena semalam….


My First Client


"Hahh, aku sudah tak kuat makan lagi, " kata Miki, yang meletakkan keripiknya diatas meja.

Mikiya yang melihat adiknya berhenti makan, langsung menghentikan lombanya.

"Yee, aku menang! Dan kau harus menuruti apa yang kusuruh!" kata Mikiya.

"Huh, baiklah," kata Miki.


My First Client


"Ahh, manisnya adikku yang satu ini," kata Mikiya sambil menyiapkan bekalnya.

"Puas, kau sekarang?!"ketus Miki.

"Sangat puas gak kusangka adikku kalau jadi feminim begini jadi makin cantik," kata Mikiya.

"Huh!"dengus Miki.

"Nah ini bekalnya, sono berangkat," kata Mikiya.

"Iya,ittekimasu," kata Miki.

"Itterashai," kata Mikiya.


My First Client


KRINGGGGG

Bel pulang sekolah berbunyi berbunyi, semua murid keluar untuk pulang kerumah masing-masing termasuk Miki, yang masang muka kesal dan aura suramnya yang membuat semua orang tak berani untuk mendekatinya.

'Awas saja kau onii-chan,yang sudah membuatku seperti ini!' batin Miki,dengan aura suramnya.

Bagaimana tidak kesal sejak tadi semua orang di sekolahnya menatapnya dengan tatapan heran yang membuatnya kesal, selain tatapan itu. Yang membuatnya kesal adalah ledekan teman-teman sesama preman yang mengejeknya, -dan tentunya semua preman itu masuk rumah sakit karena amukan Miki-.

'Seharusnya aku tidak menerima tantangan onii-chan kemaren,' sesalnya.

Di tengah perjalanannya dia mendengar sebuah suara.

"Ja..jangan…"

Miki pun mendengarkan baik-baik suara tersebut.

'Sepertinya ada yang tertindas,' batinnya.

"Ja..jangan!"

setelah ia mendengar suara itu dia meyakinkan dirinya bahwa suara itu adalah suara orang yang tertindas, setelah dia meyakinkan dirinya bahwa itu suara orang yang tertindas, dia langsung pergi untuk mencari arah suara itu.


My First Client


Di sebuah gang dijalan yang sepi terlihat ada tiga orang cowok yang satu dia dipojokkan sama temannya wajahnya sangat ketakutan, cowok itu memakai kacamata Zoff dengan jenis ZS92001A. Rambutnya bewarna eboni dan sisanya merupakan preman yang berasal dari sekolah yang kemarin salah satu siswanya dihajar sama Miki.

"A…aku tak punya uang…." kata cowok yang berkacamata.

"Aah kau bohong,"hardik salah satu dari preman tersebut.

"Sungguh aku tak punya uang," kata cowok yang berkacamata itu.

"Gimana kalau kita ambil dan jual saja kacamatanya," kata temannya si preman tersebut.

"Ja…jangan! ini satu-satunya peninggalan ayahku," kata cowok yang berkacamata.

"Ayo ambil saja kacamatanya," kata cowok itu.

"Ja..jangan!" kata cowok yang berkacamata.

"STOPP!"teriak Miki yang berada diluar gang itu.

"Kalian jangan sembarangan yaa!" kata Miki yang melindungi cowok berkacamata itu.

"Pfft memangnya kau bisa apa,hah?! Gadis manis," ledek preman itu.

TWICHT

perkataan preman itu sukses membuat Miki semakin kesal sama penampilannya yang sekarang.

"APA KATAMU?!" bentak Miki dan sekarang auranya makin hitam dari yang sebelumnya.

"?!"preman itu mulai takut dengan aura Miki yangauranya makin suram.

'Kayaknya aku pernah lihat cewek ini deh tapi dimana,ya?' batin salah satu dari preman itu,tiba-tiba ia teringat sesuatu.

"Ah,kamu kan, MIKI FURUKAWA?!" kata preman itu dengan wajah yang sangat ketakutan.

ternyata salah satu dari preman tersebut adalah orang yang dihajar Miki kemarin.

"Jadi, dia itu Furukawa Miki?!" kata temannya.

"Iya, aku masih mengingatnya dia itu preman banchou terkuat itu!" katanya lagi

"Kau serius kan?!" kata temannya.

"Iya, aku serius," katanya.

"Hmm,sepertinya aku mengingatmu. Kamu yang kemarin itu kan, mau kuhajar lagi?" kata Miki dengan nada yang sangat menggoda.

"Ti…tidak," kata preman itu yang mendadak ketakutan.

"Apakah yang satunya lagi mau kukasih pelajaran?" kata Miki.

"Ti..tidak…" kata temannya.

"Kalo gitu PULANG KALIAN!"bentak Miki.

Kedua orang itu pergi meninggalkan mereka.

"Ano,kamu gak apa-apa kan?" kata laki-laki berkacamata itu.

"Aku tak apa-apa kok," kata Miki

"Hmm, syukurlah," kata cowok berkacamata tersebut.

"Aturan kalo gak bertengkar sama senpai pasti tak merepotkanmu," kata cowok itu, dengan mimik yang sedih.

"Eh memangnya ada apa?"Tanya Miki

"Hmm gak ada apa-apa," kata cowok itu.

Miki memegang pundak cowok itu.

"Tidak apa, kalau kau ada masalah cerita saja sama aku. Oh ya, namaku Furukawa Miki, kalo kamu?" kata Miki dengan senyuman yang manis.

"A..aku Hiyama Kiyoteru,aku berasal dari Hachigata Jou Gakuen," kata cowok berkacamata yang bernama Hiyama Kiyoteru.

"Di sekolah, ada seorang senpai, dia tegas, baik, dan mudah bergaul. Dia juga selalu melindungiku dari para penindas di sekolahku. Aku sudah menganggap dia sebagai kakakku sendiri, selain itu kami juga pulangnya selalu bareng, tapi sekarang kami sedang bertengkar, karena waktu itu aku menuduhnya dan membentaknya…" lanjut Kiyoteru.

"Kenapa?" kata Miki.

"Karena waktu itu, uang kas klub musik hilang, dan orang yang terakhir di kelas itu adalah dia. Padahal bukan dia orangnya, dan sejak kejadian aku membentaknya, dia tak menemuiku akhir-akhir ini… aku ingin minta maaf tapi tak tahu gimana caranya…"jawab Kiyoteru.

Miki yang mendengarkannya pun mencari solusi buat masalah Kiyoteru, tiba-tiba seulas senyuman tersungging di bibirnya dan…

"TENANG SAJA, SERAHKAN MASALAH ITU KEPADA MIKI FURUKAWA!" kata Miki.


My First Client


di sebuah jalan ada laki-laki yang berjalan sendirian, dia wajahnya juga murung sama seperti Kiyoteru.

'Apa aku keterlaluan ya?' katanya pada dirinya sendiri

TAP

Kiyoteru pun berada tak jauh dari pria itu masih ragu-ragu dengan apa yang dia lakukan sekarang.

"Kau mengerti Kiyoteru?"

"Ngg" dia teringat dengan apa yang Miki katakan.


My First Client


"Untuk meminta maaf, kau harus melakukannya dengan sopan, yaitu pertama ucapkan dulu salam lalu minta maaflah dengan tulus serta jelaskanlah alasan kenapa engkau melakukan Hal itu." Jelas Miki.

"Minta maaf yang tulus akan mendapatan kesan yang baik,dan dia pasti akan memaafkan mu~" kata Miki dengan senyuman yang sangat manis.


My First Client


Kiyoteru menngepalkan tangannya.

"Senpai," kata Kiyoteru.

"Kiyoteru," kata pria itu sambil menengok ke arah Kiyoteru.

"Konnichiwa senpai,"sapa Kiyoteru sambil membungkuk.

"Konnichiwa mo,"balas pria itu.

"Ngg senpai aku ingin minta maaf," kata Kiyoteru.

"Memangnya kenapa?"balas pria itu.

"Karena waktu itu membentak senpai dan menuduh yang macam-macam. Padahal bukan senpai yang melakukannya… makanya itu aku ingin minta maaf pada senpai…" jelas Kiyoteru.

"Kumohon maafkan aku, senpai!" kata Kiyoteru sambil membungkuk.

"Sebelum kamu minta maaf aku sudah maafin kok,maafkan aku juga ya Hiyama." kata orang itu.

"Eh, kenapa?"tanya Kiyoteru.

"Karena gara-gara aku mendiamkanmu,kamu jadi murung. Oh ya,ini terimalah." kata orang itu sambil menyerahkan sebuah kotak kepada Kiyoteru.

Kiyoteru membukanya dan didalamnya adalah sebuah buku novel "just be friends".

"eh ini," kata Kiyoteru.

"hari ini kamu ultah kan? otanjoubi omedetto, Hiyama." kata laki-laki itu.

"senpai tahu darimana kalau aku ingin novel ini dan tahu kalo hari ini aku ultah?"tanya Kiyoteru.

"teman-temanmu yang kasih tahu aku soal ultahmu sedangkan novel aku tahu karena aku pernah lihat kamu di sebuah toko buku yang menunjukan poster kover novel tersebut,dan berkata 'aku pasti bisa membelinya' karena teringat akan hal itu, aku segera membeli novel itu dan hampir saja aku kehabisan"jelas senpainya Kiyoteru.

"SENPAI!" kata Kiyoteru sambil memeluk senpainya.

"Kau tak perlu begini karena aku sudah menganggapmu adikku sendiri, Kiyo." kata senpainya.

"Aku juga telah menganggap senpai sebagai kakakku sendiri. Arigatou senpai." kata Kiyoteru.

"Douita Kiyo,"balas senpainya sambil membalas pelukannya Kiyoteru.

"Yokatta Kiyoteru…!" kata Miki yang melihat kejadian itu dari sebuah pohon.

'Ternyata jadi feminim itu tidak buruk juga' batin Miki,lalu dia membalikkan badannya dan pulang menuju rumahnya.


My First Client


Di sebuah sma yang bernama Vocauta Gakuen, ada seorang ketua kelas yang terkenal akan kemanisannya,dan kebaikan hatinya,dia tinggal di kelas 2-6.

Ketua itu juga menerima konsultansi bagi siapa saja yang mengalami masalah seperti kecantikan, percintaan, dan sebagainya dia juga menerima konsultansi bagi siapa saja yang ingin seperti dirinya.

Dan orang yang kita maksud ada di kelasnya, dan terlihat sedang menunggu sesseorang.

Orang itu tidak gemuk, dan juga tidak kurus. Wajahnya sangat manis dengan mata yang bewarna merah, hidung yang mancung, dan bibir yang kecil. Rambutnya panjang, lebat dan bewarna merah seperti batu ruby. Setiap hari bagian depan rambutnya selalu dikuncir ke bagian samping kanan. Orang itu baik,manis,dan juga ceria. Dia tidak terlihat seperti mantan preman padahal waktu dulu ia adalah sang preman yang sangat ditakuti.

Dia sedang menunggu seseorang dengan duduk di meja guru, diapun menengok ke arah jendela yang berada di sebelah kanan.

Seakan teringat sesuatu,dia tersenyum kecil.

"kKien pertamaku" katanya.

tiba-tiba seorang gadis masuk, ke kelas 2-6. Dia seperti terburu-buru, sang ketua kelas tersenyum melihat gadis itu.

"Maaf apakah ini ruang konsultansi apa saja dengan ketua kelas?"tanya gadis itu.

.

.

"Iya, selamat datang di ruang konsultansi apa saja! Aku, Miki Furukawa, akan berusaha menyelesaikan masalahmu!"


End.