Title : MISSING YOU
Author : Sulis Kim
M,cast : Kim Jaejoong
Jung Yunho
Hankyung
Kim Heechul
Rate : T~M
Genre : Scool, Family, Romance.
WARNING
GS for uke,jika tidak suka jangan di baca. Author cinta damai. NO bash. Ini cerita milik saya sendiri, jika ada kesamaan cerita atau lainya. Mungkin kebelunan. Karna cerita yang saya buat pasaran.
Menerima masukan yang membangun.
Happy reading ...!
Ini kali pertama Jaejong memanggil namanya dengan benar ,jauh di dalam hatinya ada sedikit kegembiraan, walau secerca. Namun mata gadis itu kembali membuat sesuatu dalam dirinya merasakan sesuatu yang aneh, Ia benci perasaan ini, dan entah perasaan apa ini.
Yunho menghempas bola sekuat tenaga, ini bukanlah hasil yang dinginkanya. Ia hanya berniat menebus kesalahan, yang ia lakukan dengan caranya sendiri , siapa yang menduga jika sepeda buntut itu, sebagian dari kehidupan Jaejoong.
Dengan segala keangkuhan yang dimiliknya , ia beranjak dari lapangan. Kerumunan yang bersorak sorai seketika sunyi senyap saat Changmin menyentuhkan telunjuk di bibirnya.
Yunho menghentikan langkah Jaejoong, " Besok aku akan menyuruh orang mengantar sepedanya kerumahmu, dan jangan berkata tidak! " ucap Yunho. Sebelum pria itu meninggalkan Jaejoong.
.
.
.
Benar saja keesokan harinya ,pagi pagi sekali saat Jaejoong akan mengunci rumah kecilnya seseorang berjas hitam beridi di depan pintu mengantarkan sepeda baru.
" Tuan muda menyuruh saya mengantar hadiah ini untuk anda " kata pria pria itu ,setelah sedikit memebungkuk sopan." Tuan muda tidak menerima penolakan, Nona" Tambahnya saat melihat Jaejoong akan berkata.
" Kurasa begitu "
" Saya minta maaf, atas nama tuan muda, kadang kadang ia tidak tahu bagaimana cara meminta maaf, dan ia punya caranya sendiri untuk melakukan itu," ucap laki laki tua itu dengan senyum di wajahnya, berbeda dengan beberapa menit yang lalu.
" Maaf, Ajushi aku sudah terlambat untuk mengantar susu, permisi "
Langkah Jaejoong terhenti saat tangan laki laki itu menghadang jalanya. " Saya mengurus tuan muda sejak dia bayi, dan saya kaget saat ia meminta saya menemui anda di pagi buta dengan membawa kadonya. Mungkin tuan muda mempunyai kesalahan kepada anda, Nona. Tapi aku yakin dia menyesalinya, Dan aku tahu sekarang alasanya. "
Laki laki itu membungkuk sekilas dan pergi.
Jaejoong memperhatikan sepeda barunya, sepeda warna pink. Sama dengan sepeda lamanya. Merk dan jenis yang sama, hanya saja dalam model baru, pasti mahal?
Tetap saja tidak sama , seberapa bagusnya sepeda itu, tetaplah jika ia disuruh memilih, hadiah ayahnya lah yang akan ia pilih.
Jaejoong membuang nafas lelah, ia lelah harus melawan, akhir akhir ini hidupnya lebih melelahkan, sejak orang tuanya meninggal ia tidak pernah mengeluh pada siapapun.
Tetapi pria itu, sejak ia melihat Hankyung pertama kali ia ingin berlari memeluknya, menangis, dan menceritakan betapa sulit ia mencari kakaknya. Andai ia bisa.
" Tidak, aku hanya perlu melihatnya baik baik saja. Kehilangan, tidak lagi. Asal kami berada di sekolah yang sama dan melihatnya itu sudah cukup untukku." setetes bening terjatuh dari ujung matanya. Oh ,lihatlah ia jarang menangis untuk hal apapun, dan akhir akhir ini betapa cengengnya dia.
Di sentuhnya sepeda barunya dan mulai mengayunkan kaki, ketempat kerja sebelum berangkat sekolah, mungkin ia bisa kembali bekerja mengantar koran ,karena sepedanya telah kembali.
Mobil sport biru itu mulai melaju ketika gadis itu pergi, sudah cukup semalaman ia disana hanya untuk mengetahui Jaejoong baik baik saja. Adik kecilnya telah tumbuh dewasa, apakah ia kejam menelantarkan gadis yang tidak bersalah atas kesalahan yang tidak ia perbuat.
" Seharusnya kau menjaganya, karena dia lah satu satunya keluargamu "
Syit, Pria itu melempar kaca mata hitamnya ke jok belakang.
" Seberapa kuat kau untuk tidak memperdulikanya, seperapa hebat untuk menghindar, tidak akan pernah bisa, karena di tubuh kalian mengalir darah kedua orang yang sama. Dan kalian memiliki sifat orang tua kalian yang penyayang. Tidak, Aku cukup jahat untuk menjadi saudaranya," ucapnya pada diri sendiri.
Ckiiit.
Mobil itu berhenti tepat di sisi jembatan yang sedang di renofasi.
Sial, Ia benci melihat mata hitam itu memandangnya , ia benci saat gadis kecil itu tersenyum menyembunyikan lukanya, gadis kecilnya ,Jaejoongnya. Benar ,ia tidak bisa menyalahkan Jaejoong atas kematian ibunya, seharusnya ia menjaga Jaejoong seperti kata ayahnya. Jaejoong satu satunya keluarganya.
" Benar , Jaejoong adalah adikku. Han Jaejoong." pria itu memutar setir berbalik. Sesuatu dalam hatinya terasa ringan setelah mengakui kebenaran ini. Selama ini ia mengunci hati dan jiwanya, rasa penyesalan yang tidak diakuinya telah menelantarkan adik kandungnya.
Oh, ia pikir dengan membiarkan adiknya hidup dengan keluarga yang menyayanginya bisa membuat ia bahagia, setidaknya hidup jauh darinya yang membenci gadis itu dengan hidup bersama keluarga yang utuh mampu membuat adiknya bahagi.
Sementara ia sendiri hidup dengan hati yang dingin bertempok batu yang kokoh, tidak ada yang bisa merobohkan diding itu. Selama delapan belas tahun hidupnya, Sampai gadis kecil bermata besar yang tumbuh dengan sempurnya, wajah yang mengingatkan tentang ibunya.
Gadis itu memperingatkan jika ia masih memiliki tanggung jawab. Gadis itu kembali dengan mudahnya menghancurkan dinding batu yang ia bangun selama bertahun tahun lamanya, ia hadir menghangatkan hati yang selama ini tidak tersentuh. Ia menyesal ,seharusnya sudah sejak lama ia mencari adiknya, bukan membiarkan adiknya mencarinya.
Mulai hari ini ia akan menjaga permata itu, satu satunya hadiah terakhir ibunya. Yah adiknya adalah hadiah terindah jika ia melihat dari sisi lain. Sudah cukup Jaejoong menderita selama ini, ia akan menjaganya.
" Ma'afkan aku , Mom."
.
.
.
" Ku pikir kau tidak akan datang, Jongie "
Alis Jaejoong naik mendengar nama panggilan manis itu keluar dari mulut Yunho. Namun wajanya tetap tenang, ia tidak boleh menunjukan wajah bahagia di depan pangeran sekolah ini, atau ia akan besar kepala.
" Aku bukan pecundang, Tuan Jung ."
Yunho tanpa sadar berdecak " Bisakah kau memanggilku dengan benar, aku punya nama ,Kim" serigai jail di bibir Yunho membuat Jaejoong geram. Ia sudah akan menjitak kepala namja arogan itu kalau saja Yunho tidak mengangkat satu kaki ,menyodorkan sepatunya.
" Yang bersih atau kau lebih suka melakukanya dua kali agar bisa berdekatan denganku"
Mata Jaejoong membesar, mata yang di sukai Yunho. Jaejoong punya kelebihan tersendiri yang membuat Yunho tertarik. Bukan hanya mata indah dengan bulu lentik di atasnya. Bibir mungil gadis itu saat mengerutu, tubuh kecil Jaejoong, rambut hitam gadis itu, kaki jenjangnya yang dipertontonkan sampai lutut, Yunho hampir gila memikirkan cara mendekatinya. Jaejoong terlalu cuek, dan ketidak tertarikan gadis itu membuat Yunho geram.
Ck, Yunho benci seragam kebesaran Jaejoong, Jaejoong memiliki tubuh indah di balik seragam sederhananya, Yunho Yakin. Tidak hanya seragam yang Yunho benci, juga tas yang seharusnya sudah di buang sejak lama. Apa Jaejoong benar benar miskin, apakah orng tuanya tidak meninggalkan warisan untuknya. Terkutuklah, keinginan hatinya untuk melindungi gadis itu.
" Kau tampan Jung, " goda Jaejoong.
" Yunho," ralatnya.
Jaejoong mengangkat pundak, acuh " Yunho, tapi aku tidak tertarik, jika kau berharap aku membantu menyemir sepatumu karena aku suka, kau salah. Aku melakukan ini untuk membayar sepeda yang kau berikan padaku "
Jaejoong membungkuk, sudah siap dengan sapu tangan dan menyentuh ujung sepatu bermerk yang Jaejoong yakini cukup mahal harganya. Yunho berdiri wajah pria itu mengeras, mata musang Yunho menatap langsung kedalam bola mata hitam Jaejoong yang mendongak menatapnya tanpa rasa takut.
" Hyung" sela Changmin. " Kau duduklah agar Jaejoong Nona bisa membantumu ..."
" Diam kau Changmin, kenapa kau membelanya, apa kau menyukainya"
Seisi kelas menjadi hening karena suara Yunho penuh penekanan dan amarah. Changmin hanya mencoba menenangkan sahabatnya itu, ia sudah menduga akan jadi begini, namja itu terlalu bodoh untuk urusan perasaan. Changmin bisa membaca dari mata Yunho memandang Jaejoong, bagaimana Yunho berhati hati agar tidak terlalu melukai Jaejoong saat pertandingan kemaren.
" Jaejoong cukup cantik tidak ada alasan untuk tidak menyukainya " serigai di bibir Changmin membuat Yunho geram.
Seseorang harus menyadarkanya tentang perasaanya sendiri, dan Changmin akan berusaha untuk itu. Ini akan seru, karena Yunho belum pernah seperti ini sebelumnya. Seperti kertas bermandikan minyak, dan akan terbakar dengan mudah jika seseorang melemparkan api cemburu. Tantangan yang bagus. Pikir Changmin bahagia.
Jaejoong mendorong Yunho kembali duduk di kursinya " Diam, atau aku akan memasukkan kaos kakiku kedalam mulutmu " Bentak Jaejoong saat Yunho ingin memrotes, Jaejoong berkata. " Sebentar lagi jam masuk, aku tidak mau terlambat dan dihukum gara gara menyemir sepatu mahalmu " tambahnya.
Suara tawa beberapa temanya mengalihkan perhatianya dari Jaejoong. Sial ia lupa hampir seluruh murid sudah duduk di bangku mereka.
" Aku tidak keberatan menemanimu lagi jika dihukum ,cantik"
Jaejoong menatap murid laki laki yang duduk di samping Yunho. Wajahnya tidak asing, dahi lebar itu sepertinya pernah melihatnya..Ia tidak memperhatikan sekeliling saat masuk ,dan tidak sadar namja itu duduk disana, menatapnya dengan tatapan menggoda.
" Di toilet wanita "
Ucapnya memberi tahu atas wajah berpikir jaejoong .
" Aku ingat Jidat, dan kau berhutang makan siang denganku." senyum Yoochun semakin lebar hingga menunjukan gigi putihnya. Ia suka Jaejoong yang blakblakan.
" Tidak ada makan siang atau apapun, Dan Yoochun berhenti menggoda Jaejoong. Mulai detik ini Kim Jaejoong milik Jung Yunho."
" Atas dasar apa kau berbicara Jung." karena kesal Jaejoong menghentakkan kaki Yunho. Membuat namja itu hampir terjungkal.
Kelas kembali tenang. Yunho benci saat Changmin membela Jaejoong dan di tambah geram lagi, saat mendengar Yoochun lebih dulu mengenal gadis itu. Ia tidak suka melihat Jaejoong menatap Yoochun dengan pandangan berbeda. Playboy itu boleh menebarkan pesona untuk siapapun tapi tidak akan ia ijinkan untuk menebar pesona pada Jaejoongnya. Ya mulai saat ini Jaejoong adalah miliknya. Mutlak.
Jaejoong masih mencerna ucapan Yunho. Apa namja itu salah minum obat pagi ini. " Aku bukan milikmu, Jung. Maksudku Yunho. Dan sampai kapanpun tidak akan menjadi milikmu "
" Tidak cantik, kau milikku. Tidak ada yang bisa membantah seorang Jung Yunho,kau lupa satu bulan kau menjadi anak buahku."
" Kau menyamakan aku dengan salah satu pelayanmu, trimakasih. Tadinya aku berniat untuk membayar sepeda yang kau berikan kepadaku dengan cara membersihkan sepatu mahal tuan muda kurang ajar ini, tapi aku berubah pikiran. Lupakan satu bulan satu minggupun aku tidak sudi," ucapan gadis geram, penuh dengan amarah.
Baik, ia tidak akan membiarkan siapapun memandang rendah dirinya, Yunho bisa mendengarnya dengan baik ia tidak perlu mengulanginya. Ia sudah berbalik akan pergi, sampai ia mendengar Yunho berucap?
" Kau setuju atau tidak, kau milikku , dan kau tidak di beri pilihan dalam hal apapun, kau kalah dan kau harus menjalani hukumanya. " Yunho tersenyum bahagia, sial bahkan senyumanya membuatnya terlihat tampan. Jaejoong menggeleng, Sepertinya kau sudah gila Jaejoong.
" Kau ..."
Jaejoong menelan kembali kekesalanya, namja itu disana memperhatikanya.
Heechul juga di sampingnya, gadis itu menyelipkan tanganya ke lengan Hankyung melihat Jaejoong menatap kearah mereka, di ambang pintu.
Yunho tidak buta heechul tidak buta melihat tatapan Jejoong yang ia tunjukan terang terangan untuk Hankyung.
Namja itu mendorong lengan Heechul pelan, berjalan mendekat dan berhenti di depan Yunho dan Jaejoong.
" Selamat pagi."
Seluruh tubuh Jaejoong menegang, suara itu. Tidak, melainkan kelembutan dalam suara namja itu membuat sesuatu dalam dirinya berharap. Mungkinkah.
" Aku akan kekelas, sebentar lagi bell masuk berbunyi."
Tanpa menunggu jawaban Jaejong berlari keluar, dan di ambang pintu dengan sengaja Heechul menabrakkan bahunya.
Jaejoong yang tidak siap terpental menabrak pintu.
" Kau tidak melihat jalan, Jaejoong. Pintu ini kurang lebar untuk kita berdua." Heechul melipat kedua tanganya di dada.
Yunho sudah beranjak saat Hankyung berlari kearah Jaejoong.
" Gwaenchana?" Ada nada khawatir disana. Dan wajah Hankyung dan kekhawatiranya.
" Tidak apa apa Sunbae, gomawo." suara itu seperti cicitan, Gadis itu tidak lagi melihat kebelakang saat berlari masuk ke lift untuk menuju lantai bawah, kelasnya.
Hankyung terkekeh. " Kyeopda " ucapnya . Dan beranjak ke tempat duduknya. Ia bisa melihat mata hitam itu terkejut dengan sentuhanya, Jaejoong harus belajar dengan hal itu mulai sekarang.
Yunho memandang Hanyung dengan mata membara. Tidak, tidak mungkin Hankyung menyukai Jaejoong, bukan? Tidak ada yang berani mengeluarkan pertanyaan itu, bahkan Yunho sekalipun.
Yunho yang berkuasa. Kingka sekolah ini dan Hankyung adalah orang yang paling di hormatinya, selain orang tuanya. Yunho tidak pernah membantah ataupun berniat membantah, karena Hankyung tidak pernah membuat siapapun merasa harus melakukan itu.
Namja itu begitu tenang dalam segala hal, usianya belum dua puluh tahun namun sudah memiliki tangung jawab besar atas perusahaan keluarganya. Hankyung mampu membuat orang menghormatinya tanpa bersusah payah.
Yoochun, Changmin saling bertukar pandang. " Kau bisa menyakitinya jika mendekatinya Hanny, " Heechul berkata. Memainkan kukunya yang mulus untuk menyembunyikan kegugupanya sendiri.
Hankyung baik pada semua gadis, itu hal umum, namun berbeda pada gadis itu. Ia tidak tau apakah Hankyung pernah menghawatirkan dirinya seperti mata pria itu menghawatirkan Jaejoong tadi.
" Tidak, jika kau tetap diam, manis! " mata semua orang kembali menatap Hankyung dengan berbagai pertanyaan.
" Dan lihatlah apa yang kau katakan untuk membelanya. Selama aku mengenalmu ini untuk pertama kalinya."
Hankyung mengangkat bahu acuh. " Setiap orang bisa berubah bukan, Maaf " Ujarnya santai.
Kedua mata Heechul berkaca kaca.
Hankyung berubah derastis dalam satu malam ,apa karena gadis itu? Mungkinkah namja pujaan hatinya itu menyukai Jaejoong ?
" Tolong katakan pada seosaengnim aku tidak masuk." Tanpa berkata lagi gadis itu keluar kelas.
Heechul terlalu mencintai namja itu. Luka itu telah sembuh dan Hankyung lah dokternya. Ia tidak akan membiarkan siapapun merebut Hankyung darinya. Bahkan gadis itu sekalipun.
.
.
.
Hari sudah sangat malam saat Jaejoong kembali dari kerja parttime nya, jam di nakas sudah menunjukan pukuk setengah dua belas malam saat ia menjatuhkan tubuhnya di kasur lantai, setelah kejadian di kelas tadi, ia tidak bertemu dengan murit kelas exklusif, tidak seorangpun. Mereka menyibukkan diri di perpustakaan dan masuk ke kelas saat jam pelajaran.
Apa ada yang salah, bahkan Jaejoong mengharapkan Yunho datang mencarinya untuk marah marah. Jaejong sudah siap menerima hukuman dari pria itu besok, tetap saja Yunho membuatnya marah. Siapa dia? Berani beraninya mengatakan bahwa Jaejoong miliknya, ?
" Cukup, Jongie apa yang kau pikirkan, kenapa Yunho Yunho yang ada di otakmu seharian, seharusnya Hankyunglah yang kau pikirkan, ia berbeda."
Suara ketukan pintu memaksa Jaejoong duduk tegak, secara reflek.
Ia melirik jam beker tua yang ia pungut di tempat pembuangan sampah, tidak jauh dari rumahnya.
Siapa? Di jam tengah malam seperti ini? Yunho, tidak mungkin.
Hankyung ? Jaejoong bangkit dari duduknya, pikiranya berkecamuk, antara membuka pintu atau tidak.
Saat, ia sudah berdiri di dekat pintu, ketukan terdengar lebih keras dan brutal. Ya Tuhan lindungilah aku yang lemah ini, seumur hidup jika ada tamu dirumahnya pertanda buruk, penagih hutang atau tagihan yang belum ia bayar?
Seingatnya hutang terahir yang ia lunasi, satu tahun lalu. Apakah ibunya punya hutang di tempat lain. Ia sudah tidak punya apa apa untuk di jual lagi.
Ketukan semakin keras membuyarkan lamunan Jaejoong. Saat pintu di buka ,seorang yeoja berdiri dengan wajah merah padam penuh air mata. Kedua tangan gadis itu mengepal erat.
" Heechul, Sunbae?"
~TBC~
Yang bertanya Daftar ff author di Wattpat.
1. Black Flower ( ongoing ) chap 13
2. The kingka strawberry and vanilla (ongoing) chap14
3. Bolero (ongoing) chap 2
4. Missing You (end) chap 15
5. The Pearl Jade (OnGoing) Chap 7
Pearl (ongoing) Remake
7. Secret Fire (end)Remake
8. The Mysterious Man. (end)Remake
9. Koboi Jung Lovers (End) Remake
10. The Great Revenge (ongoing) FF kak Puan Hujan.
Thanks banget ripiunya. maaf gx bisa bales satu satu.
Kunjungi wattpat Author di : Suliskim.
Jangan lupa vote y. ~Bow~
