Naruto DXD:The Heroes Of Another Dimension

Pair:naruto X ?

Desclaimer:naruto buatan Masashi Kishimoto
HS DXD buatan IChie Ishibumi

Warning:gaje(sekali),naruto God Like,OC,OOC,bahasa yang kurang baku,alur agak cepet dan lambat(jika masalah ini udah ilang baru author hilangkan tandanya)

Author Note

Maaf jika fic di chapter lalu membuat naruto menjadi sasaran,tapi tenang saja itu sudah masuk kedalam scenario yang sudah Author ciptakan,jadi tenang saja,Author tidak akan memakai Dark Naruto

Dan untuk kekuatan Chihaya adalah,Card Summon

Kekuatan yang setara dengan Longinus bisa dipastikan,karena kekuatan Chihaya dalam menyummon mahluknya

Opening Overlappers

Genjitsu Wa Nantonaku Super Lap
Naruto melihat Kelangit dan tersenyum

Watashitachi No Nichijou
Chihaya sedang memasak

Hashiridashita Misterious Fortune
Azazel tengah memancing dengan tampang bodohnya

Warawanaide Ittemitagamasashita
Naruto dan Chihaya sedang pergi kesekolah bersama dan terlihat wajah Chihaya agak sedikit merah

Kawarisoude Kawaranai Nowa Naze Darou ne?
terlihatlah Issei sedang melihat majalah porno dan ditengah kebimbangan apakah ia ingin membelinya atau tidak

Mezameshi Chikara Mezameshi Omoi Katte ni Abareruna
Scene berpindah terlihatlah Chihaya tengah memasak Katsudoom

Dare Demo Hontou wa Suki Kamo Ne?
Scene berpindah lagi memperlihatkan Miyuki dan Chihaya duduk bersama,dan tatapan sedih dari Shiraishi

Oogesa De,Kako Yoku Naritai Naritai Narikireru kokoro de Suteki(shonen Shojo yo)
Scene berpindah memperlihatkan Sistine yang sedang dalam mode Tsundere,lalu berpindah lagi dengan Scene Naruto yang melihat awan dengan tersenyum diatas awan lalu tertangkap basah oleh Sona

Genjitsu Nantonaku Super Lap Watashitachi No nichijouNo Overlap
Scene berpindah pada Shiraishi yang dengan handalnya memainkan pedang,lalu terlihatlah Chihaya sedang memegang Kartu-kartu pemanggil Siluman,dengan Sistine yang membentuk Lingkaran Sihir

Matte Itsu no ma ni ka sore Sae Mo Tanoshi de iru yo
terlihatlah Miyuki yang tengah berfokus untuk membuat golem-golem Es,dan Azazel yang terbang diatasnya sambil mengacungkan Light spear ke musuhnya

Dakara Toki meita Himitsu No Naka de
terlihatlah Chihaya diselamatkan oleh Shiraishi dengan memutuskan tali yang mengeratnya

Fure Aitaku Natta ne Doushiyou
lalu Naruto maju kedepan melihat Akatsuki disertai Madara dengan wajah yang sangat serius

Yasashi Kotoba Kakete Agetai
Lalu memperlihatkan Shiraishi yang tengah berpose akan mencium Naruto,lalu berpindah dengan Chihaya yang memenangkan pertandingan Karuta

Sonna Koto,Imasara Ne AA
dan terlihatlah Naruto tengah tidur lalu terbangun dan melihat seorang wanita yang wajahnya disensor sehingga ia kaget

Muri kana I Love You
Lalu ketika Scene berpindah maka terlihatlah keluarga Iblis,Malaikat,malaikat jatuh,Naruto,Chihaya,Miyuki,Sistine,Kyouko,dan Hatoko pun mulai berfoto

Ch 6 Start

"Kau Harus mati disini Madara!"teriak Naruto lalu kini Naruto berhadapan satu lawan satu melawan Madara

"kau menjadi semakin lemah semenjak kau berada disini,berlatih dulu dan menjadilah semakin kuat baru datangi aku dengan kemampuan mu yang baru"Ujar Madara dengan nada Santai lalu berjalan pergi

"hehk,aku bodoh,menyuruh Chihaya pulang duluan"ujar Naruto dengan nada yang seperti sangat parau

Issei kini sudah menangis mendengar kabar bahwa Chihaya sudah tewas di tangan pria aneh tadi

Ia masih melihat pria aneh tadi dengan tatapan marah,bercampur kesedihan miliknya

*Boost* tiba-tiba gauntlet berwarna merah muncul ditangannya Issei membuat Naruto sedikit kaget dengan suara barusan

"Dragon Shoot"tiba-tiba Issei menembakkan Dragon Shoot disaat ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya

*Blarr*

Terjadilah sebuah ledakan karena serangan Issei,itu membuat Naruto sedikit terkejut

Daya hancurnya mirip dengan Mini Biju Damma yang ia miliki

*Bruk*

Issei langsung terjatuh setelah melepaskan serangan seperti itu

"issei,kau hebat juga"ujar Naruto melihat Issei yang kini terkapar di tanah

"Tapi merepotkan"ujar Naruto sweetdrop melihat Issei yang harus ia bopong untuk mencapai kerumah miliknya

Lalu Naruto pun melupakan masalah tentang Madara dan membawa Issei menuju rumahnya dengan Sunshin biar cepet,kalau jalan lagi nanti lama

*In Rumah naruto*

Issei kini mulai terbangun dan ia menemukan dirinya sedang tertidur diatas sebuah sofa dirumah yang tidak ia kenali

"Aku dimana?"tanya Issei dengan nada heran melihat ruangan yang asing bagi dirinya

"Dirumah ku"ujar Naruto dengan nada datar ketika ia sedang berada di kursi ruang tamu dengan menyantap ramen Instan yang ternyata ia sembunyikan dari pengawasan Chihaya

"Oh pria tadi itu,apa benar dia membunuh Chihaya?"tanya Issei dengan nada serius kepada Naruto

Karena dia belum percaya atas kematian Chihaya yang begitu tiba-tiba

"benar,dari yang kulihat"ujar naruto dengan nada parau dan sedih

"Aku benar-benar bodoh,sudah berapa banyak orang yang mati karena kebodohan ku?"ujar naruto dengan wajah yang sudah hampir menangis

"Sudahlah Naruto hal ini sudah tidak bisa dihindari mungkin sudah nasib dari Chihaya"ujar issei mencoba menenangkan Naruto

"Oya-oya kenapa Yaoi Field ada di rumah ku?'tanya Azazel dengan nada santai sambil melihat Naruto yang ditenangkan Issei dengan latar yang berbunga-bunga

"Kami bukan yaoi!"teriak Issei marah-marah kepada Azazel

"naruto kenapa pria tua ini?,apakah dia tinggal disini?"tanya Issei dengan nada meremehkan kepada Azazel

"ya dia yang memberikan ku tempat tinggal disini"ujar Naruto dengan nada datar menatap Azazel

"Nani!"

*in Chihaya side*

Chihaya kini tengah duduk bersama-sama dengan Madara dan beberapa orang yang menculiknya,ia makan bersama-sama dengan santai

"Chihaya-chan Naruto menyukai wanita yang agak agresif jadi cobalah menjadi Agresif"ujar Sakura dengan nada bijak sebijak pertapa

"Agresif?,jadi apa aku harus menggodanya terus selama siang dan malam begitu?"tanya Chihaya kepada Sakura dengan nada datar

"yah tidak begitu juga sih,kamu harus agresif pada waktu yang tepat dan tenang dengan waktu yang tepat"ujar Hinata menggurui Chihaya

"Maksud mu?,aku harus bisa Agresif dan tenang diwaktu yang tepat begitu,jadi ini pelajaran tentang emosi yah?"Tanya Chihaya bertubi-tubi

"Sesuai yang kuduga dari Mantan Queen terkuat"ujar hinata dengan nada santai

"darimana kau tahu?"Chihaya kaget dengan Identitasnya yang diketahui oleh Hinata

"ya kami semua tahu,kami telah mencari di You tube pertandingan-pertandingan mu,dan kau itu sangatlah hebat"ujar Sakura dengan nada semangat kepada Chihaya

"Mungkin begitu tapi apa yang harus aku lakukan?"tanya Chihaya kepada Hinata dan Sakura

"kau harus belajar cara menggoda yang dapat membuat Naruto liar"ujar Sakura dengan nada tak berdosa

"Eeh"

Sudah beberapa minggu Chihaya berlatih cara menggoda yang disarankan oleh Sakura dan Hinata

Dan di tiap hari itu juga mereka saling bersenda gurau bahkan Madara dan Minato sampai Mimisan melihat Chihaya yang dipakaikan bikini untuk latihan menggoda naruto

"ya ampun latihan macam apa ini?"Ujar Chihaya dengan keringat yang sudah bercucuran ketika ia sedang berlatih

*naruto Side*

Kini Naruto dan Issei akan berangkat ke sekolah dan seperti hari-hari biasa Naruto kini mulai menjadi ramah dengan senyum palsu yang ia berikan kepada semua orang,dan yang mengetahui hal ini hanyalah Issei dan Azazel

*Flashback*

"apa kau bilang?,Chihaya dibunuh musuh mu?"Azazel kaget stengah mati mendengar kabar kematian dari orang yang baru diangkatnya menjadi anak,meskipun Chihaya tidak mengakuinya

"benar Azazel,maafkan aku tidak bisa menjaganya dengan baik"ujar Naruto dengan nada sedih dan bisa dilihat bahwa kini keluarga Azazel tengah menderita

Seisi rumah seakan menangis dengan kematian Chihaya yang mereka tidak tahu bahwa itu Cuma kebohongan belaka

*flashback Off*

*bruk*

Issei tanpa sengaja menabrak seorang biarawati/Suster gereja yang tengah berjalan di arah yang berlawanan

"Ah Maaf"ujar Issei yang setelah terduduk ia bangkit berdiri dan membantu Biarawati/Suster gereja itu untuk bangun

"Ah tidak apa-apa"ujar biara wati itu dengan nada seperti anak-anak yang permennya akan diambil

"Ano Aku Asia Argento,Biarawati baru ditempat ini,apakah kalian megetahui Gereja dimana?"Ujar sang Biarawati lagi,bila dilihat maka sang biarawati ini tengah tersesat sepertinya

"aku Hyodou Issei dan Dia uzumaki naruto,kalau untuk masalah Gereja aku mengetahuinya"Ujar issei dengan nada santai sambil menunjuk naruto saat menyebutkan nama dari Naruto

"ba..iklah a.p..akah aku bisa minta tolong?" Ujar Asia dengan terbata-bata karena mungkin takut karena Naruto yang seperti Yankee rambutnya

"baiklah ikuti kami saja"ujar Issei sambil berjalan pergi menuju arah lain dari sekolah mereka

"aku ikut dengan mu"ujar Naruto dengan nada datar sambil berjalan dibelakang Issei

Dan bisa diketahui bahwa Asia hanya mengekor dari belakang mengikuti kedua pemuda aneh yang akan menuntun dirinya menuju Gereja tua yang diperintahkan kepadanya

Sesampainya di gereja,Asia disambut oleh pendeta yang bernama Freed dengan nada sukacita bahkan sampai music pun disediakan

"Ano pendeta-san kita akan pergi menuju sekolah"ujar Naruto berjalan dengan wajah malas menuju arah sekolahnya kembali

"Baiklah,sudah dulu pendeta-san,Asia-san"ujar Issei sambil berjalan pulang darisana menuju sekolahnya

Skip

Selama beberapa minggu ini tidak ada yang aneh dengan perkembangan dari dunia ini, naruto dan Azazel kini mulai memancing disela-sela waktu saat ia bolos pelajaran

Kini kematian Chihaya juga sudah didengar oleh seluruh pihak sekolah,dan secara mengejutkan tidak ada yang menangisi maupun tertawa atas kematiannya

Kini naruto tengah menatap papan tulis pelajaran bahasa Indonesia dengan tidak bersemangat

"baiklah Naruto-san berapa sajak yang berada didalam pantun"tanya sang guru pada naruto dengan nada serius karena melihat Naruto malas-malasan dan sedang memikirkan hal lain diluar pelajarannya

"13 sajak"ujar Naruto ngasal,Bisa dibilang Naruto benci dengan pelajaran bahasa Indonesia karena kebanyakan adalah sajak dan puisi,bisa dipastikan itu juga dapat membuatnya teringat akan Chihaya

Berbeda dengan bahasa jepang yang tinggal merumuskan beberapa teks kedalam kanji yang sulit

"naruto,belajarlah dengan sungguh-sunggu!"teriak sang guru ke wajah Naruto dengan beberapa cairan pelangi yang keluar dar mulutnya

"kalau berbicara bisa tidak menyemburkan air suci?"tanya naruto kepada sang guru

Sontak seisi kelas tertawa karena mendengar hinaan telak dari Naruto kepada sang guru

"kalau begitu kau tidak boleh masuk dalam pelajaran saya"teriak sang guru menyuruh naruto keluar

"benar kah?,hore makasih pak,saya emang gak suka sama pelajaran ini"ujar Naruto nyelonong keluar dari kelas ini

*skip jam istirahat*

"hei,apa kalian tahu kematian Chihaya mempengaruhi kondisi Naruto-kun"ujar gadis A dengan nada serius kepada gadis yang berada disampingnya

"benar,aku sedih melihat Naruto-kun seperti itu,seharusnya kita membantunya"ujar gadis B dengan nada serius

"tapi Naruto-kun biasanya menolak,bahkan kini ia tak segan-segan membentak seorang gadis"ujar Sang gadis A dengan nada serius kepada gadis B

"iih tingkahnya makin buruk aja,feel ku kepada Naruto-kun jadi menghilang"ujar Gadis B dengan nada meremehkan

"kalau aku sih akan tetap menunggu dia melihat ku"ujar gadis A dengan nada serius kepada Gadis B

"Hmm apa yang menarik lagi,dulu memang sifatnya baik karena ada Chihaya,tapi sekarang dia sudah tak seperti dulu lagi,lebih baik kita lupakan saja Naruto"ujar Gadis B membujuk gadis A

"Apa kau bodoh?,naruto-kun jadi begini karena kita juga menjauhi Chihaya karena penolakannya kepada Naruto-kun"ujar Gadis A membentak gadis B

"terserah kau saja"Ujar gadis B lalu mereka pun berpisah

Naruto memang mendengarnya tapi ia menghiraukannya saja,karena sifatnya memang sudah cukup berubah pada sesuatu yang tidak ia sukai dan hanya akan mengeluarkan senyum palsu jika ia tersenyum kepada seseorang

"naruto apa kau mau kami membangkitkan Chihaya?"tanya Rias yang kini tengah berdiri didepannya tengah menatap naruto dengan tatapan seolah-olah melakukan penawaran

"Aku tidak mau"ujar Naruto dengan nada serius kepada Rias karena dia tidak ingin melakukan itu

"kenapa?"tanya Rias dengan nada heran,Rias begitu heran karena pemuda yang ada didepannya menolak untuk membangkitkan wanita yang disayanginya

"karena dia pasti marah jika aku membangkitkannya,aku bisa melihatnya dari sifatnya dirumah dan begitu setia kepada Tuhan,jadi aku tidak mau membangkitkannya,karena mungkin saja kini ia tengah bersama dengan Tuhan disurga"ujar naruto dengan alasan yang cukup tak masuk akal

"Baiklah jika itu kemauan mu aku akan menurutinya"ujar Rias dengan nada santai tapi kecewa karena penawarannya kali ini gagal lagi

Dan gagal sudah ia mendapatkan naruto sebagai peeragernya

*Skip*

Sehari sesudahnya kini issei sedang berlari-lari menuju tempat Naruto yang berada diatap,karena ia tahu sedang istirahat jadi ia sering berada diatap

*brak*

Kini Issei langsung mendobrak masuk padahal gak dikunci

"naruto,bantu aku Asia dalam bahaya"ujar issei meminta pertolongan

"apa maksud mu Issei,bukankah dia berada digereja bersama dengan pendeta?"tanya naruto kepada issei dengan nada heran

"Pendeta itu ternyata bersekutu dengan manusia bersayap gagak sama seperti yang menyerangku ketika berada ditaman

Ed Song

Hana No Iro

Namida No Ame ga Hoo Wo tataku,Tabi ni Utsukushiiku
Terlihatlah Chihaya tengah menatap Hujan dengan wajah yang tersenyum

Music on(Cuma music disini)

Kudaranai ruuru kara Hamida Seizu Ni naiteita
Naruto tengah berjalan di trotoar dengan wajah malas

Boya ke Sugita Mirai Chizu
Chihaya dan naruto berlari menuju sekolah karena terlambat bangun tidur

Surihetta KokorowoUmetakutte Atsumeta
Naruto tengah mengingat ketika bertarung melawan Pain

Iranai Mono Bakari
tiba-tib ketika ia sedang mengingat ingat kepalanya dipukul menggunakan centong nasi oleh Chihaya

Bai bai Ano Itoshiki Hibi wa Modori Wa Shinai Kara
Naruto sedang mengantar Miyuki pulang dan bersama-sama Naik kereta

Hiraite yuku chiisaku tojita kokoro ga
Naruto sedang bertarung menggunakan chakra Asura melawan Madara yang ternyata bangkit di dunia DXD

Yoru No Sumi de Sizuka ni
Naruto dan madara saling bertempur menggunakan kekuatan terbaiknya

Irodzuki Motto fukaku Yasashiiku
lalu terlihatlah Chihaya marah dengan wajah sangar menatap madara dan Naruto

Asa No Hikari no ukete
Azazel hanya bisa tersenyum menyaksikan apa yang ia lihat

Namida No Ame Wa Hoo Tataku,Tabi Ni utsukushiku
naruto dan madara akhirnya bersalaman dan kemarahan Chihaya pun mereda

To be Continued

Author Note:Oke Sory karena baru Update sekarang,hehe karena banyaknya kendala dalam pengetikan ditambah dengan Internet yang putus nyambung membuat Author frustasi karena tiap kali Author mencoba mengirim Fic ini selalu gagal

Untuk pertanyaan apakah Issei dan Asia akan mati terus jadi Iblis

Itu tidak akan terjadi,karena banyak Reader lain yang tidak menghendaki hal yang demikian jadi Author akan membuat Fic ini dengan menggunakan sedikit Unsur dari Iblis

Mungkin pas ada acara penting aja baru dating dan juga musuh biasanya disini mungkin mahluk seperti Yokai yang akan menyerang membantu malaikat Jatuh

Jumpa lagi di Chapter depan

Kasih tau sedikit buat Chapter depan,aka nada salah satu orang yang tewas didalam fic ini

Oh ya Author akan mengadakan Vote untuk keadaan Asia

akan tetap jadi manusia dan Hidup
tewas dan tidak dibangkitkan
Tewas dan menjadi Malaikat jatuh

Udah segitu aja,

Untuk Chapter kilat mungkin akan Author usahakan kalau jaringan tidak buruk dan tidak banyaknya kerjaan Author di Duta

Seperti Ujian Semester/Pr yang menumpuk,oke sudah dulu