Title : Fall In Love With Me Again

Author : winterTsubaki

Rating : PG~NC (?)

Genre : Romance, Angst

Disclaimer : I wished I had them but sadly none of them were T^T. I only own the plot and idea, if there's some similarities with other stories u might have read believe me it's coincidental. I'm against plagiarism

Warning : if you are against boy x boy themed fic moreover with Changmin and Kyuhyun as a pairing please don't push yourself to read any further because I don't want to get a harsh comment over the pairing or the cast of the story^^


Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali. Berusaha untuk menghilangkan rasa lelah di matanya yang tak mau terpejam sejak tadi malam, perlahan pria berusia 34 tahun itu menarik nafasnya lalu menghembuskan perlahan melalui mulutnya, berusaha menghilangkan rasa gugup yang kembali menghantamnya pagi itu. Kyuhyun masih ingat ajakan Changmin semalam ketika pria yang menjadi suaminya itu mengatakan padanya kalau mereka hari ini akan kencan-walaupun sebenarnya mereka hanya akan membeli hadiah untuk So-Ra dan juga Ryeowook- dan setelah itu ia hanya bisa menatap bodoh kearah Changmin yang justru menatapnya penuh sayang sambil mengusap kepalanya pelan.

Berkencan.

Ia dan Changmin.

Tentu ini bukan pertama kalinya mereka berdua berkencan-mereka bahkan sudah menikah!- tapi bagi Kyuhyun yang kehilangan ingatan ini menjadi kencan pertamanya dan Changmin. Jujur saja, Kyuhyun tak tau apa yang harus ia kenakan dan bagaimana ia nantinya harus bersikap pada Changmin. Kyuhyun ingat kencan pertamanya saat masih duduk di bangku sekolah menengah dengan seorang gadis yang lebih mudah setahun darinya, perempuan yang juga menjadi cinta pertamanya. Kyuhyun ingat bagaimana ia sangat gugup hari itu, ia bahkan datang dua jam lebih awal dari janji kencan mereka, kencan saat itu tak buruk, malah bisa dibilang berjalan sukses karena akhirnya gadis itu bersedia untuk menjadi pacarnya. Namun kali ini rasanya benar-benar beda. Ia tak lagi remaja tanggung yang baru merasakan cinta pertama, ia juga tak berkencan dengan seorang gadis muda yang akan dengan polos mengikuti semua langkahnya, kali ini ia akan berkencan dengan seorang pria dewasa yang telah dua tahun dinikahinya. Tentu rasanya sangat berbeda.

Setelah berguling-guling diatas tempat tidur selama beberapa menit akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk segera mandi. Mungkin dengan mandi ia bisa menjernihkan pikirannya dan bersikap normal di kencannya hari ini. Semoga saja.

.

.

.

.

.

Changmin baru saja keluar dari kamar tidur utama yang sejak tiga bulan lalu ia huni sendirian, pria bertubuh tinggi itu sudah tampak rapi dengan kemeja putih dan celana jeans biru yang membalut tubuhnya dengan sangat pas. Ini masih pagi dan ia harus menyiapkan sarapan untuknya dan juga Kyuhyun jadi Changmin langsung saja berjalan kearah dapur.

"Kyu?"

Panggilnya saat ia melihat sosok pria yang sangat ia cintai itu sedang berdiri di depan kulkas yang terbuka. Changmin meneliti sosok Kyuhyun yang saat ini memakai sweater rajutan berwarna putih dan celana jeans biru yang hampir sama warnanya dengan yang saat ini Changmin kenakan. Bagaimana bisa dirinya dan Kyuhyun memakai baju dan celana yang senada seperti ini? Changmin tersenyum.

"Kau sudah bangun?"

Tanya Kyuhyun, sepertinya pria yang lebih tua dari Changmin lima belas hari itu tak menyadari arti senyuman Changmin saat ini.

"Yup. Kau mau sarapan apa? Biar kubuatkan"

Changmin berjalan kearah Kyuhyun, keduanya berdiri di depan pintu kulkas yang terbuka. Kyuhyun memegang dagunya, memikirkan apa yang ingin ia makan pagi itu. Sebenarnya alasan Kyuhyun berdiri di depan kulkas sejak sepuluh menit yang lalu itu adalah karena ia ingin membuat kejutan untuk Changmin. Well, selama ini selalu Changmin yang menyiapkan sarapan untuknya jadi kali ini Kyuhyun berinisiatif untuk gantian membuatkan sarapan untuk Changmin tapi ternyata ia masih kurang cepat bangun karena sekarang justru Changmin ingin memasakinya lagi.

"Erm…aku…ingin sandwich saja…"

Jawab Kyuhyun. Ia terlalu gengsi untuk mengatakan 'biar aku yang membuatkan sarapan untukmu' pada Changmin.

"Baiklah. Kau duduk saja dulu, sarapan akan selesai dalam waktu dua puluh menit"

Changmin pun bergerak untuk mengambil beberapa bahan yang akan ia gunakan untuk membuat sandwich seperti daging asap, selada, tomat, mayonaise, roti dan lain-lain sementara Kyuhyun hanya bisa menuruti Changmin dan duduk dengan manis di kursi meja makan.

Kyuhyun memperhatikan punggung lebar Changmin yang sedang sibuk menggoreng daging asap, punggung itu sangat hangat, Kyuhyun jadi ingat saat Changmin memeluknya semalam. Tanpa disadarinya, mantan vocalis Super Junior itu memerah karena malu. Sungguh, saat berhadapan dengan Changmin Kyuhyun merasa dirinya seperti remaja yang baru pertama kali berpacaran. Bukannya tidak suka dengan reaksi yang diberikan tubuhnya tetapi Kyuhyun semakin merasa tak sabar. Ia ingin segera mengingat semua memorinya dengan Changmin.

"Selamat pagi, Chwangie~" Kyuhyun menerjang tubuh Changmin yang sedang sibuk memasak sarapan pagi, memeluk tubuh yang lebih tinggi darinya itu dengan erat sambil menyamankan kepalanya di punggung Changmin yang bidang dan hangat.

"Aigoo…untung aku tak sedang memotong sayuran, kalau kau menerjangku seperti itu saat aku sedang memakai pisau bisa-bisa jariku terpotong, Kyu…"

Omel Changmin. Pria tinggi itu memutar tubuhnya untuk melihat Kyuhyun yang masih memeluknya. Changmin menarik kedua lengan Kyuhyun yang sedang melingkar dengan nyaman di pinggangnya untuk semakin mendekatkan tubuh mereka.

"Tak apa…walaupun kau jadi ahjusshi tak berjari pun aku masih akan mencintaimu" Jawab Kyuhyun sambil terkekeh, membuat Changmin gemas. Kekasihnya ini memang paling senang menjahilinya seperti ini dan sialnya Changmin tak bisa berkutik kalau berhadapan dengan Kyuhyun, membuat evil magnae Super Junior itu selalu berada diatas angin.

"Tentu saja kau harus selalu mencintaiku. Kau sudah kuikat dengan ini…" Changmin menunjuk cincin yang melingkar di jarinya. Kyuhyun kembali tertawa.

"Ya…ya…lalu? Mana ciuman selamat pagiku? Kau meninggalkan kamar tanpa membangunkanku" Tanya Kyuhyun, pria itu mengarahkan jari telunjuknya kearah bibirnya yang sedang tersenyum.

"Selamat pagi, my babyKyu…" bisik Changmin, ia menunduk untuk mencium Kyuhyun.

"Kyu?"

Suara panggilan Changmin itu mengembalikan Kyuhyun kealam sadarnya. Nafasnya memburu. Apa itu tadi yang ia lihat? Apakah itu salah satu memorinya dengan Changmin? Belakangan ini ia semakin sering melihat sekelebat bayangan hidup dirinya dan Changmin yang terlihat seperti video yang diputar di dalam kepalanya.

"Kyu? Kau tak apa?"

Kembali Changmin bertanya, pria itu terlihat sangat cemas dengan keadaan Kyuhyun yang saat ini pandangannya terlihat kosong. Ia baru saja meletakkan piring berisi sandwich di depan Kyuhyun saat menyadari pria yang ia cintai itu sedang melamun, tapi tatapan Kyuhyun yang kosong membuat Changmin khawatir karena itu ia mencoba memanggil Kyuhyun dan ternyata pria itu justru tak menjawab.

"Kyu! Kau dengar aku kan?"

Tanya Changmin sambil mengguncang tubuh Kyuhyun yang masih membatu di tempatnya duduk. Changmin sudah hampir berlari untuk menelepon dokter saat tangan Kyuhyun menyentuh jemarinya. Tubuh Changmin yang tadinya sudah bersiap untuk melangkah keluar dari ruang makan langsung berbalik saat ia merasakan sentuhan Kyuhyun, pria tinggi itu menatap bingung kearah Kyuhyun yang saat ini balik menatapnya dengan lekat. Sesaat Changmin seperti melihat sosok istrinya telah kembali saat tiba-tiba Kyuhyun menarik tubuh Changmin untuk menunduk dan mengecup bibirnya dengan cepat.

.

.

.

.

.

Changmin menatap sosok Kyuhyun yang tengah berdiri di depan salah satu etalase toko yang menjual barang-barang yang terbuat dari kristal. Pria yang telah dinikahinya selama dua tahun itu terlihat sedikit aneh setelah adegan stolen kiss mereka tadi pagi, walaupun Kyuhyun berusaha bertingkah seperti biasa tetapi Changmin selalu bisa menyadari kalau ada hal yang berubah dari Kyuhyunnya.

Tentang kejadian pagi tadi, sebenarnya Changmin selama ini selalu berusaha menahan dirinya saat berhadapan dengan Changmin. Kalian tidak tau seberapa besar Changmin ingin mengalungkan kedua lengannya di pinggang Kyuhyun seperti yang biasa ia lakukan, ataupun seberapa ingin Changmin mencium bibir pinkish Kyuhyun tiap kali ia melihat wajah Kyuhyunnya. Ia sangat ingin menyentuh Kyuhyun. Tapi, ia sudah membuat peraturan untuk dirinya sendiri, ia tak akan memaksakan dirinya pada Kyuhyun. Ia ingin Kyuhyun yang melakukan semuanya dahulu, menyentuhnya, menciumnya…ia tak ingin membuat Kyuhyun merasa dibebani.

"Changmin-ah…" panggilan Kyuhyun membuyarkan lamunan Changmin, pria jangkung itupun berjalan kearah Kyuhyun yang masih sibuk menatapi jendela di depannya.

"Apa kau sudah menemukan sesuatu?" tanya Changmin, ia sudah berdiri di samping tubuh Kyuhyun. Keduanya saat ini berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Seoul, tanpa penyamaran. Tapi sepertinya belum ada orang yang menyadari keduanya, well…mereka memang sudah cukup lama vakum dari dunia keartisan.

Kyuhyun mengangguk "Lihat kristal berbentuk dua ekor jerapah itu, Wookie pasti akan sangat senang menerimanya" ucap Kyuhyun sambil tersenyum, jarinya menunjuk ke salah satu benda yang terpajang disana. Sebuah patung kecil berukuran sebesar telapak tangan yang terbuat dari kristal berwarna biru muda, patung itu sendiri berbentuk dua ekor jerapah yang berdiri saling berhadapan.

"Kau ingat…Ryeowook suka jerapah?" tanya Changmin, apa mungkin Kyuhyun sudah ingat? Maka dari itu tingkahnya sedikit berbeda.

"Huh? Ingat? Wookie dan jerapah? Itu karena ia selalu membawa sebuah boneka jerapah saat akan tidur, kau tau kan kalau aku dan dia tidur sekamar" ucap Kyuhyun santai.

Perasaan bahagia Changmin berangsur memudar, harapannya akan Kyuhyun yang mengingat semua memorinya langsung buyar begitu saja. Kyuhyun masih hanya mengingat memorinya saat baru bergabung di Super Junior.

"Baiklah, kita beli itu saja" Changmin menarik tangan Kyuhyun untuk masuk ke dalam toko, tak sadar dengan pipi Kyuhyun yang bersemu karena sentuhan tangan Changmin.

"Omo! Anda…Choikang Changmin-shii dan Kyuhyun-shii?" seru seorang wanita muda yang sepertinya bekerja di toko tersebut. Melihat ada orang yang mengenal mereka berdua Kyuhyun langsung melepaskan tangannya dari genggaman Changmin.

Changmin membungkukkan sedikit badannya "Ya, selamat siang" jawabnya sopan sementara wanita muda itu terlihat semakin tersipu-sipu. Ia bahkan harus menutup mulutnya dengan tangannya sendiri agar tidak berteriak.

"A-aku adalah fans Changmin-shii sejak di TVXQ dulu…" ucapnya malu-malu. Entah mengapa tingkah wanita itu membuat wajah Kyuhyun berubah cemberut dan Changmin menyadarinya.

"Ah…terima kasih banyak" Changmin menarik tangan wanita itu dan menyalaminya dengan kedua tangannya. Kyuhyun yakin wanita itu akan pingsan kalau Changmin tak segera melepaskan genggaman tangannya. Dan reaksi itu justru membuat Kyuhyun memalingkan wajahnya.

"A-apa yang bisa aku bantu?" tanyanya setelah berhasil menetralkan jantungnya.

"Pajangan berbentuk jerapah itu, kami ingin membelinya sebagai hadiah. Bisakah sekalian dibungkus?" tanya Changmin sambil menunjuk pilihan Kyuhyun tadi. Wanita di depannya itu langsung mengangguk dengan antusias, dan iapun bergegas mengambil barang yang ditunjuk Changmin itu.

Selagi menunggu tiba-tiba ada seorang wanita lagi yang sepertinya juga pramuniaga di toko tersebut. Wanita itu membawakan dua gelas minuman untuk Kyuhyun dan Changmin dan meletakkannya diatas meja yang ada di depan keduanya.

"Silahkan diminum selagi menunggu" ucapnya malu-malu, wanita itu bahkan bergerak menyelipkan sebagian rambutnya di belakang telinganya.

"Terima kasih" jawab Changmin, memasang senyuman termanisnya. Lagi-lagi wanita itu tampak salah tingkah. Saking salah tingkahnya ia sampai tak melihat langkahnya dan hampir terjatuh saat berjalan, beruntung refleks Changmin yang bagus langsung menahan tangan wanita itu sebelum ia jatuh.

"Berhati-hatilah" ucap Changmin dengan suara rendahnya yang seksi. Wanita itu hampir mimisan mendengar suara Changmin tersebut tapi tidak dengan Kyuhyun yang tampak cemberut dengan dahi berkerut dan kedua alis yang menyatu.

Changmin membalikkan tubuhnya dan ia hampir tertawa keras melihat bagaimana ekspresi Kyuhyun saat ini. Sepertinya ia sukses membuat Kyuhyun sedikit cemburu? Ha ha ha dasar evil.

"Ekspresimu aneh, Kyunnie…" ejek Changmin, pria itu menyentuhkan ujung telunjuknya ke dahi Kyuhyun yang berkerut.

"Jangan menatapku seperti itu…kau tak mau aku bertingkah aneh-aneh kan disini?" tanya Changmin dengan nada menggoda. Oh, lihatlah ekspresi bingung Kyuhyun yang begitu menggemaskan. Kalau tak ingat mereka sedang berada di dalam sebuah tempat perbelanjaan dan kalau saja Kyuhyun sedang tak lupa ingatan, Changmin pasti sudah menyerang istrinya itu, ehem.

"P-permisi, Changmin-shii…ini barang pesanan anda. Apakah anda ingin membayar secara tunai atau dengan kartu kredit?" suara pramuniaga membuyarkan acara saling pandang Kyuhyun dan Changmin. Pria tinggi itupun langsung menyelesaikan transaksi mereka.

"Ayo, Kyu" ajak Changmin setelah ia selesai, satu tangannya membawa sebuah kantung belanjaan sementara satu tangannya lagi terulur menunggu Kyuhyun menyambutnya.

Kyuhyun tak bisa menghentikan senyuman di bibirnya untuk mengembang. Well…sekuat apapun wanita-wanita itu berusaha menarik perhatian Changmin, Shim Changmin yang ada di hadapannya ini adalah suaminya, miliknya!

"Jangan lepaskan tanganku lagi" ucap Changmin pelan begitu Kyuhyun menggenggam tangannya.

.

.

.

.

.

"Kira-kira So-Ra suka apa ya? Aku bingung…"

Sudah hampir sejam keduanya mengitari pusat perbelanjaan itu, mereka sudah menemukan kado yang pas untuk Ryeowook karena memang Kyuhyun tau soal kegemaran eternal magnaenya SuJu itu terhadap jerapah. Sekarang mereka hanya perlu menemukan kado untuk So-Ra tapi sejak sejam yang lalu tak ada satupun benda yang menarik perhatian Kyuhyun.

"Hmm…selama ini sih So-Ra selalu bilang kalau ia menyukaiku" jawab Changmin. Dengan cepat Kyuhyun menoleh kearah Changmin, menatap Changmin dengan tatapan menjudgenya.

"Jadi aku harus membungkusmu lalu menghadiahkanmu kepada So-Ra?" tanya Kyuhyun sambil dengan sengaja meremas genggaman Changmin padanya, membuat member tertinggi di TVXQ itu meringis.

"Aku hanya bercanda, Kyu…kau tak perlu cemburu seperti itu" goda Changmin.

Mendengar tuduhan Changmin-yang sebenarnya benar-itu Kyuhyun langsung melepaskan genggamannya pada Changmin "Y-yah! Siapa bilang aku cemburu!"

Changmin tersenyum nakal "Oh ya…hmmm…siapa ya yang tadi terlihat seperti ingin memakan pramuniaga yang mengaku sebagai fansku itu?" pria dengan suara nyaring itu bergaya seakan-akan ia tengah berpikir keras.

"Aish! Diam kau Chwang!"

Ekspresi nakal di wajah Changmin langsung berubah serius saat ia mendengar sebutan Kyuhyun untuknya tadi. Kyuhyun memanggilnya 'Chwang'…itu adalah panggilan khusus dari Kyuhyun untuknya saat mereka bersahabat dulu. Mendengar panggilan itu keluar dari bibir Kyuhyun yang mengaku masih amnesia membuat jantung Changmin berdetak tak karuan.

"Ayo cepat, sudah hampir jam makan siang dan aku sudah sangat kelaparan" ucap Kyuhyun sambil berjalan mendahului Changmin. Tentu saja ia merasa lapar, saat sarapan tadi ia tak enak makan karena terlalu sibuk mengurusi detak jantungnya yang tak karuan selepas stolen kiss nya pada Changmin.

.

.

.

.

.

Mobil yang dikemudikan Changmin berhenti dan Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Pria itu melihat kesekelilingnya, mereka sudah ada di basement sebuah gedung.

"Maaf tapi Yunho hyung tadi menghubungiku, memintaku datang sebentar ke kantor. Tak apa kan, Kyu?"

Tanya Changmin, menyadari kebingungan Kyuhyun, mereka tadi sedang berada di pusat perbelanjaan, berbelanja kado untuk So-Ra dan Ryeowook saat tiba-tiba saja Yunho mengiriminya pesan untuk datang ke kantor A.S.A.P, Changmin sendiri tak bisa menolak kalau Yunho sudah mengiriminya pesanseperti itu.

Kyuhyun mengangguk. Ia sadar kalau Changmin pasti sangat sibuk tetapi pria itu tetap menyediakan waktu untuknya, bahkan menemaninya mencari kado, padahal Kyuhyun bisa saja pergi sendiri.

Keduanya turun bersamaan dari dalam mobil. Changmin berjalan sedikit cepat mendahului Kyuhyun, sepertinya memang ada hal penting yang harus ia kerjakan hari ini.

Changmin dan Kyuhyun menaiki sebuah lift yang menghubungkan basement dengan gedung kantor Toho Management. Perusahaan entertainment hasil kerjasama Yunho, Jaejoong, Changmin dan Yoochun. Yunho menjabat sebagai presiden direktur sementara Jaejoong menjabat sebagai wakilnya. Changmin sendiri memegang jabatan penting di perusahaan ini sementara Yoochun hanya berada dalam dewan direksi yang tak turun langsung dalam kegiatan perusahaan. Begitu juga dengan Junsu sebagai salah satu pemodal dan juga artis yang bernaung di perusahaan mereka.

"Selamat pagi, Changmin-shii"

Sapa seorang wanita berpakaian rapi begitu melihat Changmin dan Kyuhyun keluar dari dalam lift. Wanita itu sedikit kaget saat melihat Kyuhyun yang berada di belakang Changmin. Bagaimana mungkin artis dari manajemen lain bisa ada di gedung kantor mereka? Walaupun Changmin dan Kyuhyun memang sangat dekat.

"Kyuhyun-shii?"

Panggil wanita itu kaget. Kyuhyun menatap bingung kepada Changmin, meminta bantuan.

"Ia datang denganku"

Jawab Changmin sekenanya lalu menarik tangan Kyuhyun pergi dari situ. Keduanya berjalan cepat kearah ruangan milik Changmin. Sepanjang jalan Kyuhyun menyadari bagaimana orang-orang menatap kearahnya dan itu sedikit membuat Kyuhyun merasa canggung, ia tak suka menjadi centre of attention.

Tak butuh waktu lama sampai akhirnya kedua pria dewasa itu berada di dalam ruangan pribadi milik Changmin. Kyuhyun meneliti ruangan berukuran enam kali empat meter itu dengan seksama, ruangan itu memang tak terlalu besar tetapi penataan furniture yang tepat dan rapi membuat ruangan tersebut terkesan cozy dan nyaman.

"Maaf dengan perlakuan orang-orang diluar sana, kau pasti merasa tak nyaman. Aku tak seharusnya membawamu kemari. Oh ya, tak apa kan kalau aku pergi dulu? Aku harus ke ruangan Yunho hyung" tanya Changmin, Kyuhyun bisa melihat kalau sebenarnya Changmin tak ingin membawanya ke tempat itu, ia juga sadar Changmin pasti merasa tak enak dengan dirinya.

"Aku tak apa. Kau pergilah menghadap Yunho hyung, aku akan menunggumu disini"

Changmin menatap Kyuhyun lekat, ia tak bisa meninggalkan Kyuhyun disana sendirian tetapi ia juga harus segera menemui Yunho.

Pria tinggi itu mendesah sebelum akhirnya berjalan kearah pintu untuk kembali keluar "Maafkan aku. Aku janji tak akan lama. Setelah ini aku akan mengajakmu makan siang di suatu tempat" ucapnya sebelum kembali menutup pintu ruangan pribadinya itu.

Selepas kepergian Changmin, Kyuhyun kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu. Tepat di sisi kiri ruangan ada sebuah jendela besar yang mengarah keluar, disana Kyuhyun bisa melihat pemandangan kota yang indah, pasti kalau malam tiba pemadangan dari sana akan lebih menarik lagi.

Selesai mengagumi pemandangan di luar mata Kyuhyun pun beralih pada sebuah meja besar yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Itu pasti meja kerja Changmin. Tepat diatas meja ada dua buah pigura kecil, penasaran Kyuhyun pun berjalan kearah meja tersebut untuk melihat lebih detail.

Salah satu pigura itu berisikan foto Changmin dengan member TVXQ yang lain sedangkan pigura yang satu lagi berisikan foto dirinya dan Changmin. Kyuhyun tak ingat kapan foto itu diambil, apakah setelah mereka menikah atau jauh sebelum itu karena di dalam foto tersebut mereka terlihat beberapa tahun lebih muda dari saat ini. Tangan Kyuhyun bergerak untuk mengangkat pigura tersebut, membawanya untuk dilihat lebih dekat. Di foto itu terlihat mereka berdua sedang memakai pakaian musim dingin dengan salju menutupi sebagian rambut dan syal merah yang mereka kenakan berdua, mereka berdua tersenyum lebar dan Kyuhyun menyandarkan kepalanya di pundak Changmin. Melihat bagaimana dirinya dan Changmin terlihat sangat mesra di foto itu membuat dada Kyuhyun menghangat. Bagaimana mungkin Changmin bisa begitu mencintainya? Ia tak habis pikir.

Dengan hati-hati kembali Kyuhyun letakkan pigura itu ke tempatnya semula, di sebelah foto Changmin dan para hyung yang ia sayangi.

"Kenapa tak ada foto keluarga Changmin?" tanya Kyuhyun. Ia juga merasa bingung saat melihat album foto yang ada di rumah mereka, di setiap momen kumpul-kumpul yang ada di album itu tak satupun keluarga Changmin tampak disana. Pria itupun sepertinya tak pernah membicarakan tentang keluarganya pada Kyuhyun.

Kyuhyun melirik jarum jam di pergelangan tangannya, sudah hampir sepuluh menit sejak Changmin pergi, sepertinya ia harus menunggu sedikit lebih lama dan karena itulah Kyuhyun akhirnya mendudukkan tubuhnya di kursi milik Changmin. Mata Kyuhyun kembali sibuk meneliti barang-barang yang ada diatas meja Changmin. Suaminya itu memang sangat rapi dan teratur. Barang-barang yang ada diatas meja pun disusun dengan apik. Tak ada map ataupun kertas berserakan. Semuanya disusun dengan rapi.

Iseng, Kyuhyun membuka satu persatu laci meja di sisi kiri dan kanan. Ia menemukan tumpukan file, dokumen, beberapa kotak bolpoint dan alat-alat kantor lainnya, sampai di laci paling bawah Kyuhyun menemukan sebuah kotak berwarna cokelat tua. Diambilnya kotak tersebut dan ia goyang-goyang di samping telinganya, penasaran dengan isinya Kyuhyun pun membuka kotak tersebut. Mata Kyuhyun membulat saat menemukan amplop-amplop dengan tulisan namanya disana.

To my dearest Shim Kyuhyun

Dengan tangan yang sedikit basah karena gugup, Kyuhyun membuka salah satu amplop dengan tanggal yang paling lama dan membaca isinya dengan seksama.

My BabyKyu

Sudah sepuluh hari sejak dokter mengatakan kau berada dalam keadaan tak sadarkan diri alias koma dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda kau akan kembali membuka matamu. Aku tak sanggup menahan semua perasaan bersalah ini setiap kali aku melihatmu sedang terlelap diatas ranjang rumah sakit dengan selang-selang yang menempel di tubuhmu sebagai satu-satunya alat untukmu bertahan hidup. Maafkan aku, Kyuhyunnie…maafkan suamimu ini yang tak berdaya untuk melindungimu. Karena alasan itulah makanya aku menulis surat ini padamu…karena aku tak bisa mengatakannya langsung padamu jika kau membuka matamu.

Maafkan aku, Kyu…cepatlah buka matamu…aku merindukanmu.

Mata Kyuhyun mulai berembun begitu ia selesai membaca satu surat. Walaupun hanya dari tulisan tapi Kyuhyun bisa merasakan apa yang dirasakan Changmin saat menulis surat itu untuknya. Depresi dan perasaan bersalah karena telah mencelakai orang yang paling disayangi.

Dengan tangan bergetar Kyuhyun kembali membuka amplop lainnya.

My wife,

Sudah tiga minggu sejak kau koma…and I'm breaking. Setiap malam aku selalu memimpikanmu dan saat pagi datang aku tak ingin bangun dari tidurku karena kau tak ada di sisiku, Kyu. Rumah kita terlalu sepi untuk kutinggali sendiri, aku tak sanggup tinggal disana…karena setiap jengkal rumah itu mengingatkanku padamu dan apa yang telah kuperbuat padamu. Tolong…bukalah matamu, Kyu…aku mohon. Jangan siksa aku seperti ini. Aku tak sanggup kalau harus hidup tanpamu. Aku mencintaimu, kembalilah.

Kyuhyun menghapus setetes air mata yang membasahi pipinya lalu membuka amplop ketiga.

The love of my life…

Pertama-tama aku ingin minta maaf padamu, sudah dua minggu aku tak menulis surat untukmu dan satu setengah bulan kau tak membuka matamu. Kyu…kau ingat janjiku untuk tidak merokok lagi? Aku mengingkarinya. Kau pasti akan marah padaku, tapi aku tak tau harus bagaimana lagi. Kalau dengan menghancurkan diriku sendiri kau akan kembali maka aku akan melakukannya, apapun agar kau kembali padaku. Bukalah matamu, Kyu…aku merindukanmu.

Surat keempat

Kyuhyunku,

Dua bulan sejak kau koma dan kemarin aku mencoba bunuh diri…

Jantung Kyuhyun berdetak kencang membaca sebaris kalimat pembuka di surat Changmin itu. Bibirnya bergetar menahan tangis. Surat-surat yang ditulis Changmin benar-benar depresif.

...aku tau apa yang kulakukan sangat bodoh tapi saat itu aku seperti mendengar suaramu yang melarangku untuk melakukannya. Kau berkata padaku 'Jangan' dan aku langsung menjatuhkan pisau itu dari genggamanku. Lagi-lagi kau menyelamatkanku, Kyu…aku benar-benar putus asa tanpamu. Aku tak bisa berpikir jernih dan kematian terlihat sebagai solusi yang paling baik. Tapi, saat aku melukai tubuhku semua kenangan-kenangan indah kita seakan-akan diputar ulang diotakku dan aku tak ingin semuanya berakhir begitu saja. Aku mencintaimu dan akan terus mencintaimu. Apapun yang terjadi aku akan selalu berada di sisimu, walaupun kau tak membuka matamu sekarang tapi aku yakin hari itu akan datang, hari dimana kau tersenyum padaku, menatapku seakan-akan akulah satu-satunya orang di dunia ini yang bisa membuatmu bahagia. Oleh karena itu, aku akan tetap menunggu sampai kau kembali membuka matamu. I love you.

Kyuhyun memasukkan kembali surat-surat itu kedalam kotak dan menyimpannya di laci meja Changmin. Ia tak sanggup kalau harus membaca semua surat itu. Dadanya terasa sesak dan ia tak bisa berhenti terisak. Changmin begitu tersiksa karenanya…dan pria itu begitu mencintainya.


a/n : Annyeong! winterTsubaki here! udah lama banget sejak terakhir kali saya nulis ff ini dan jujur masih banyak banget sebenernya yang mau saya tulis di update kali ini tapi kayaknya otak saya buntu mau gimana nulis dan merangkai kata-katanya T^T

Special thanks for :

riekyumidwife, Okta1004, FiWonKyu0201, rikha-chan, Tyahra Lau, 0704minnie, Yuuka Shim, Augesteca, Minhyun Ichigo Macchiato, De, shin min hyo, Allyna Kyuzumaki, Shin SiHyun, ratnasparkyu, xoxoxo, ChoiChahyun, kyu, heeli, dyayudya, Fitri MY

Terima kasih banyak sudah mau meninggalkan review yang sangat berarti untuk saya. Terima kasih juga untuk semua yang sudah bersedia menunggu dan membaca ff saya ini.

Last but not least, please leave me your thoughts over my story to motivate me, I'd appreciate them^^

See you on the next update!