TITLE : I'm Beside You To Protect You
…
Cast : Main KyuSung/YeKyu Slight YeWon/WonSung - YeChul
Other Cast : Other Member SJ
Genre : Brothership/Family, Angst
Warning : Cerita ga mutu. Abal-abal. Bahasa aneh dan ga baku. Masih banyak Typo. Tapiiii satu hal yang penting, ini ide semua keluar dari otakku sendiri… Sueeer deh…^^
Chapter ini kayanya aku bikin kepanjangan deh. Tapi mudahan ga begitu membosankan yaa...^^
.
.
Happy Reading!
Don't Like… Don't Read… No Bash Please…!
.
.
.
FINAL CHAPTER
.
.
.
OTHER POV
.
Seoul, Oktober 2011
.
Detik berganti menit, menit berganti jam bahkan minggu sudah berganti bulan. Ini sudah menginjak bulan ke-3. Dan keadaan Yesung tidak ada perubahan. Keadaannya masih sama seperti sebelumnya. Masih tidak ada senyum dari bibirnya yang masih terkunci rapat. Tidak ada tatapan yang meneduhkan dari kedua matanya yang masih terpejam. Yang terlihat hanya wajah yang masih pucat dan semakin tirus. Bahkan mungkin bisa dikatakan seperti mayat. Diam tak bergerak.
Harapan yang sempat membara dihati keluarga dan para member berganti dengan keputusasaan. Menunggu dan menunggu hanya itulah yang bisa dilakukan. Berharap akan ada keajaiban yang hadir diantara sedikit harapan yang masih mereka miliki.
Tak banyak yang bisa dilakukan oleh dokter. Mereka hanya bisa mengatakan akan terus berusaha sebaik mungkin untuk mengetahui apa penyebab Yesung hingga saat ini masih menutup matanya. Pemeriksaan demi pemeriksaan telah mereka lakukan, namun hingga kini tak menghasilkan apapun. Lagi-lagi yang bisa dilakukan adalah menunggu dan bersabar.
Doa-doa pun masih terus terpanjat tak henti-hentinya. Butiran-butiran air mata yang masih setia menghiasi wajah mereka. Mereka selalu berusaha menguatkan satu sama lain berharap mimpi buruk ini segera berakhir.
.
.
.
Beberapa member dan anggota keluarga Yesung tengah berkumpul diruang tunggu didepan kamar rawat Yesung. Sore tadi pihak RS menelpon agar seluruh keluarga datang secepatnya. Dan dengan secepat kilat pun mereka semua sudah berkumpul tanpa memperdulikan kesibukan mereka masing-masing. Di pikiran mereka saat ini hanyalah pihak RS akan memberikan kabar baik mengenai keadaan Yesung sekarang. Kyu berlari secepat yang ia bisa tanpa memperdulikan orang-orang yang tanpa sengaja ia tabrak sejak dilobby. Tak kurang dari setengah jam yang lalu saat ia baru pergi dari RS untuk mengambil keperluannya di dorm, panggilan telepon dari Siwon membuatnya memutar kembali mobilnya ke RS. Ia menghentikan langkahnya saat melihat beberapa member dan keluarga Yesung sudah berkumpul. Ia langsung menghampiri Siwon yang berdiri disebelah sang leader.
"hyung, ada apa? apa yang terjadi? kenapa ini?" tanyanya bertubi-tubi.
"Aku juga tidak tau Kyu, tadi saat kau baru pergi tiba-tiba saja seorang perawat menghampiriku dan menyuruhku untuk menghubungi semuanya.." jelas Siwon.
Tak lama berselang Heechul, Donghae dan Eunhyuk bergabung bersama mereka.
Cukup lama mereka menunggu, dan itu membuat Heechul tak sabar.
"Aiiissh, lama sekali.. ada apa ini sebenarnya, membuat penasaran saja" kesal Heechul
"Sabarlah hyung, mungkin sebentar lagi.. Dokter sedang memeriksa Yesung hyung didalam" ucap Shindong
"Tapi ini sudah hampir setengah jam..!" ucap Heechul keras. Siwon hanya menepuk pelan bahu Heechul.
Akhirnya pintu kamar ICU terbuka dan menampakkan Dokter Han berdiri menatap semua orang didepannya. Ia menunduk dan kembali menatap wajah mereka yang sudah tak sabar mendengar penjelasan darinya.
"Cepat katakan Dok, ada apa ini..?" Tanya Heechul. Dokter Han kembali menarik nafas dan menghelanya sebelum akhirnya ia membuka suaranya.
"Sungguh maafkan kami. Kami rasa Yesung Ssi sudah tak memiliki kesempatan lagi.."ucap sang dokter yang membuat semua yang berada diruangan itu menahan nafas mereka.
"A-apa maksudnya dok, jelaskan pada Kami.." tanya Leeteuk yang mendapat anggukan dari semuanya.
"Maafkan kami, setelah kami melakukan pemeriksaan selama 3 bulan terakhir terhadap Yesung Ssi, dan akhirnya hari ini kami mendapatkan hasil yang sangat buruk" Jelas sang dokter.
"Bu-buruk?" Tanya Leeteuk tak percaya. Dokter Han hanya mengangguk menyesal. Ia kembali menghela nafas sebelum melanjutkan kata-katanya.
"Yesung Ssi mengalami kematian pada otak"
"Kematian otak? A-apa lagi itu? jelaskan!" Ucap Leeteuk setengah berteriak.
"Dengan kata lain otaknya telah kehilangan seluruh fungsi vitalnya termasuk kesadaran dan kemampuannya mempertahankan pernafasannya. Maksud kami, selama ini sebenarnya Yesung Ssi bisa bertahan hanya karena alat-alat bantu yang terpasang ditubuhnya. Dan bisa dikatakan ia sudah tidak bernafas jika tak ada respirator untuk paru-parunya. Maaf untuk mengatakan hal ini tapi kami, pihak RS telah menyatakan Yesung Ssi sudah tidak bisa bertahan"
Dokter Han kembali menghela nafas berat sebelum ia melanjutkan perkataannya. "Kami bisa katakan bahwa…. Yesung Ssi sudah meninggal" Ucapnya dengan suara berat.
"Jadi kami memutuskan untuk mencabut semua alat bantu ditubuhnya.."tambahnya lagi
Deg!
Semua yang ada disana membelalakan matanya kaget, terkejut dengan pernyataan sang Dokter.
"Ti-tidak. Ini semua tidak mungkin"Gumam Siwon tak percaya. Ia melangkah mundur dan terduduk dikursi yang ada dibelakangnya. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Ia menunduk menatap lantai dibawahnya.
"Dokter, Tidak. Tidak. Jangan dicabut. Kumohon biarkan Jongwoon tetap hidup. Kumohon Dokter, Jongwoon..Jongwoon..Jongwoon kau tidak boleh pergi sayang..jangan tinggalkan Omma.."jerit Omma Yesung yang langsung ditenangkan Appa Yesung.
"Dokter, apa tidak ada cara lain selain itu yang tetap bisa membuat Jongwoon tetap hidup? tanpa harus mencabut alat itu?!" Tanya Leeteuk tak sabar. Ia mencengkram erat lengan sang Dokter.
Sang Dokter hanya menggeleng."Kami sudah memikirkan hal ini baik-baik, sudah tak ada hal yang bisa dilakukan sekarang. Ini yang terbaik. Maafkan kami…Walaupun kalian menginginkan alat bantu itu tetap terpasang, tapi itu tak akan membantu apapun, karena Yesung Ssi tak akan pernah bangun " Sesalnya sambil menepuk bahu Leeteuk.
"Kalian bisa menemuinya sekarang, sebelum kami mencabut semua peralatan medis itu. Dan sekali lagi maafkan kami ini sudah batas kemampuan kami…"ucap sang Dokter lagi.
Isakan pun mulai terdengar pilu.
Tiba-tiba Kyu yang sedari tadi menunduk mendengarkan penjelasan sang Dokter mengangkat wajahnya dan kini terlihat raut yang menakutkan. Ia menatap tajam sang Dokter. Dengan cepat ia berjalan menghampiri sang Dokter dan menggenggam erat kerah kemejanya dan membuat sang Dokter terkejut begitu dengan semua member.
"Kau…! Apa yang kau katakan? Apa apaan ini! Apa yang baru saja kau katakan Dokter!" Teriak Kyu.
"Kau harus menyelamatkannya Dokter! Aku tak peduli. Apapun caranya kau harus mengembalikan dia padaku! Kau yang sudah membuatnya seperti Ini, kau yang berjanji akan membuat Hyungku sembuh tapi sekarang APA! HAH..!" Geramnya menatap tajam sang Dokter yang kini hanya bisa pasrah.
"Kyu, hentikan. Lepaskan Dokter Han" Lerai Leeteuk yang berusaha menarik Kyu dari posisinya yang mencengkram erat kerah sang Dokter.
Tapi Kyu bertahan dengan posisinya yang tak kunjung melepaskannya cengkramannya. Ia masih terus menatap marah kearah sang Dokter, akhirnya Siwon berdiri dari duduknya dan membantu Leeteuk menarik Kyu.
"Kyu..sudah hentikan.." Lerai Siwon juga. Ia menarik dan mencengkram erat lengan Kyu.
"Lepaskan aku~!" Berontaknya. Kemudian dengan kasar ia mendorong tubuh Siwon dan langsung berlari masuk kedalam ruang ICU dimana Yesung berada. Leeteuk dan member lain pun langsung berlari menyusul Kyu. Kecuali Heechul yang masih pada posisinya terdiam dengan mata membelalak tak percaya dan sepertinya belum tersadar dari keterkejutannya atas apa yang kini sedang terjadi.
Sementara itu Kyu dengan air mata berlinang menghampiri tubuh Yesung, Kyu memeluk tubuh kecil itu dan menangis didadanya.
"Hyung~! bangun hyung~! jangan tinggalkan aku hyung…!" Jeritnya diatas tubuh Yesung. Siwon menatap Kyu sedih, Ia berjalan mendekati Kyu dan berusaha menarik tubuhnya untuk menjauh dari tubuh Yesung tapi Kyu dengan keras berontak dan tetap memeluk erat tubuh Yesung. Semua member hanya bisa diam melihat miris kejadian yang kini ada dihadapan mereka tanpa bisa melakukan apapun. Mereka tidak ingin percaya dengan apa yang terjadi sekarang. Hati mereka sakit menerima kenyataan bahwa ini kali terakhir mereka melihat Yesung. Lagi-lagi mereka hanya bisa menangis dan menangis.
.
"Hyung~ Hyung~ Bangun! kumohon hyung..!" Jerit Kyu lagi. "Hyung, kau janji kau takkan meninggalkanku hyung, bangun hyung.. katakan ini hanya candaan bodohmu hyung..bangun hyung kumohon banguuunn…HYUNG~~!"suara teriakan Kyu kembali terdengar memekakkan telinga menyayat hati semua member .
Dan lagi-lagi Siwon berusaha menarik Kyu tapi apa daya tiba-tiba saja Kyu memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat darinya. Kyu tetap berontak dan terus memeluk tubuh Yesung erat. Tak ingin melepaskan pelukannya. Akhirnya Siwon menyerah, Siwon hanya bisa menatap pedih Kyu dan Yesung bergantian. Akhirnya airmatanya pun yang sedari tadi coba ia tahan, lolos juga dari kedua matanya. Ia menatap Yesung. Perasaannya terluka. Sakit saat mengetahui ini terakhir kalinya ia bisa melihat Yesung. Ia menyentuh tangan Yesung dan menggengamnya erat. Tangan yang lainnya ia gunakan untuk membelai rambut Kyu yang masih memeluk Yesung menangis dan memanggil Yesung pilu.
Semua member terlihat sangat terluka dan sedih. Donghae dan Eunhyuk menangis berpelukan. Ryeowook yang entah sejak kapan sudah terduduk dilantai dan terisak keras, disampingnya Sungmin tengah menenangkankannya walaupun ia sendiri terlihat sangat rapuh. Shindong pun yang sejak tadi sudah terisak masih terus memeluk Leeteuk yang sepertinya sudah kehilangan kekuatannya untuk berusaha tegar.
.
Heechul melangkah pelan mengikuti Omma dan Appa Yesung serta Jongjin yang baru akan masuk keruang ICU, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti. Ia langsung berlari kearah berlawanan menjauh dari ruangan itu. Menjauh dan menjauh. Ia benar-benar tak siap jika harus melihat dongsaeng yang disayanginya itu pergi meninggalkannya. Ia benar-benar tak siap. Ia duduk diujung lorong RS menumpu wajahya pada lututnya dan menangis sejadi-jadinya.
"Katakan semua ini hanya mimpi Jongwoon-ah.. katakan semua ini tidak nyata Jongwoon-ah.." Lirihnya
.
.
.
Sejam kemudian.
.
Terlihat Kyu masih tetap terisak diatas tubuh Yesung tanpa berniat melepaskannya. Ia masih menenggelamkan wajahnya dilengan Yesung dan menangis disana. Sedangkan semua member sudah terduduk lemas dilantai. Jejak-jejak air mata masih jelas menghiasi wajah mereka. Omma dan Appa Yesung menangis dan duduk disisi lain diseberang Kyu. Siwon dan Jongjin bersandar pada tembok dibelakang mereka, mencoba untuk menopang tubuh mereka yang sebenarnya tak kuat untuk menerima kenyataan yang ada. Kyu mengangkat wajahnya dan menatap Yesung. Ia meraba dan mengelus pipi tirus Yesung pelan. Kemudian ia membelai lembut rambut Yesung dan kembali mengelus pipi Yesung lembut. Ia tersenyum perih. Airmata tak hentinya mengalir walau matanya sudah terlihat sangat bengkak.
"Hyung.., lihatlah diluar masih musim gugur, bukankah kita sudah berjanji akan menghabiskan waktu liburan kita dimusim gugur ini hyung, kau tidak boleh mengingkarinya hyung.. bangunlah hyung…"lirih Kyu terdengar suaranya yang semakin parau. Omma Yesung bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Kyu yang terlihat begitu rapuh dibandingkan dirinya sendiri. Ia memeluk erat tubuh Kyu, mengelus dan mengecup pucuk kepala Kyu.
"Sayang, relakan Jongwoon pergi, Omma pun sudah merelakannya. Kau harus kuat..Tabahkan hatimu Kyu.." ucap Omma Yesung yang membuat tangisan yang sempat terhenti dari para member kembali terdengar. Kyu menggeleng kuat dipelukan Omma Yesung.
"Tidak Omma, aku yakin hyung akan bangun. aku percaya pada hyung. Dia takkan meninggalkan kita Omma. Iya kan hyung?" ucap Kyu pelan sambil menatap Yesung. Omma Yesung hanya tersenyum miris mendengar perkataan Kyu. Ia hanya terus membelai sayang rambut Kyu.
.
Tak lama berselang Dokter Han dan beberapa perawat masuk kedalam ruangan membuat wajah semua orang menegang. Semua mata tertuju pada sang Dokter yang juga memandang mereka dengan pandangan meminta maaf.
"Kami rasa ini waktunya. Maafkan kami.."ucap sang Dokter.
Kyu dengan cepat kembali memeluk tubuh Yesung erat tidak membiarkan seorang pun mencoba menjauhkan Yesung darinya.
"Tidaak..! Tidaaak! Tidak ada yang boleh menyentuh hyungie..! Tidak…!" Teriaknya sambil memeluk erat tubuh Yesung. Jongjin menarik tubuh Omma Yesung yang kembali bergetar namun ia berusaha untuk tetap tegar.
Siwon, Leeteuk dan Shindong bangkit dari tempat mereka dan menghampiri Kyu yang masih berteriak histeris. "Kyu, kita harus merelakan Jongwoon" Bisik Leeteuk pedih. Ia merangkul bahu Kyu dan mencoba menjauhkannya dari tubuh Yesung. Namun sia-sia Kyu dengan kuat berontak, ia masih memeluk tubuh Yesung erat. Leeteuk menoleh pada Siwon dan Shindong memohon bantuan mereka. Dengan susah payah akhirnya mereka berhasil menjauhkan Kyu dari Yesung. Kyu terus berontak dari cengkraman Siwon dan Shindong namun akhirnya ia terduduk lemas kelelahan dilantai. Menangis dengan kerasnya. Siwon membungkukkan badannya dan memeluk Kyu erat. Ikut menumpahkan kesedihannya. Kemudian Dr. Han menganggukkan kepalanya kearah suster yang menunggu perintah darinya.
Perlahan satu persatu alat yang terpasang ditubuh Yesung dilepaskan dengan sangat hati-hati. Isakan terus terdengar dari bibir para member yang menyaksikan hal tersebut kecuali Appa dan Omma Yesung serta Jongjin yang lebih memilih menunggu diluar ruangan. Mereka tak sanggup jika harus melihat langsung Yesung pergi. Mereka tak cukup kuat untuk itu.
Kini yang tersisa hanya alat bantu pernafasan dan kardiogram yang bisa dipastikan sebentar lagi alat tersebut pun akan segera dilepaskan. Tiba-tiba saja semua orang yang ada diruangan dikejutkan dengan suara pintu yang didobrak dengan kerasnya. Semua mata melihat kearah pintu dan berdirilah Heechul disana dengan mata sembab.
"Jauhkan tanganmu itu Suster…" Ucapnya tajam dengan nada penuh penekanan. Ia melangkahkah kakinya kesamping bed Yesung dan masih dengan tatapan tajam kepada dua suster dihadapannya. Kedua suster itu hanya menatap bingung kearah Heechul. Salah satu suster itu menoleh kearah Dr. Han meminta untuk melanjutkan pekerjaannya. Dr. Han hanya mengangguk. Kemudian sang suster pun kembali pada pekerjaannya tanpa memperdulikan ucapan Heechul. Heechul membelalak dan sesaat kemudian ia mencengkram erat tangan sang suster dan membuatnya meringis kesakitan.
"Sudah kukatakan hentikan! jangan sentuh dia…!" Ucap Heechul tajam. Siwon yang sedari tadi masih memeluk Kyu, melepaskan pelukannya dan berjalan menghampiri Heechul.
"Hyung, hentikan kau menyakitinya.." ucap Siwon
"Aku tak peduli, aku tak akan membiarkan dia menyentuh Jongwoon.."Ucap Heechul lagi. Merasa tak ada gunanya menasehati Heechul. Siwon pun dengan cepat menarik tubuh Heechul yang sudah menegang. Dan lagi-lagi Siwon harus mengeluarkan kekuatan penuhnya saat Heechul berontak dan berteriak. Tak tahan melihat Heechul, Leeteuk pun langsung memeluk sahabatnya itu dengan erat, mencoba menenangkannya. Heechul masih terus berontak dan mencoba melepaskan pelukan Leeteuk. Matanya tak lepas dari Yesung.
"Lepaskan aku! jangan sentuh Jongwoon. Jangan sentuh dia! Jongwoon-ah bangun! YA! BODOH bangun!" Teriaknya sambil menunjuk Yesung.
"Lepaskan aku~~!" Teriaknya lagi yang masih berusaha berontak. Tiba-tiba Siwon kehilangan tenaganya untuk menahan tubuh Heechul. Ia mundur beberapa langkah kebelakang dan menyandarkan tubuhnya ditembok dan sedetik kemudian tubuhnya merosot kelantai. Sejak awal ia terus berusaha kuat menerima kenyataan pahit ini hanya demi Yesung dan semua member namun pada akhirnya usahanya sia-sia. Donghae dengan cepat menangkap tubuh Siwon. Siwon menangis keras dipelukan Donghae.
Suster-suster itupun melanjutkan pekerjaannya yang sempat terhenti. Namun tiba-tiba salah satu suster itu membelalak kaget.
"Hyung…!" Teriak Eunhyuk tiba-tiba membuat semua member menoleh kearahnya. Ia hanya menunjuk kearah Yesung yang berada didepannya dan semua member pun mengikuti arah yang Eunhyuk tunjuk.
"Dokter…! Tangannya bergerak.." Kaget sang suster. Sang Dokter pun tak kalah terkejutnya ia langsung menghampiri Yesung dan mulai memeriksa keadaanya. Semua member pun tak kalah terkejutnya. Kyu dan Siwon langsung beranjak dari tempat mereka, menghampiri bed Yesung. Namun sang suster menahan mereka.
"Bisakan kalian semua menunggu diluar, biarkan Dr. Han memeriksa Yesung Ssi.." ucap sang suster cepat. Ia berusaha mendorong semua orang yang berada diruangan itu.
"Hyung…hyung.. kau harus bangun, aku percaya padamu hyung" Teriak Kyu sebelum akhirnya ia didorong paksa keluar. Dan pintu pun tertutup.
"Ada apa ..apa yang terjadi..?" Tanya Appa Yesung bingung karena sedari tadi mereka memilih menunggu diluar.
Dengan semangat Eunhyuk berbicara. "aku melihatnya, aku melihatnya! aku melihat tangan Yesung hyung bergerak. Aku melihatnya dengan jelas aku yakin itu"
"be-benarkah? benarkah itu?" Tanya Omma Yesung. Matanya menunjukkan kebahagiaan. Dengan yakin Eunhyuk mengangguk.
"Oh Tuhan, terima kasih…" ucapnya senang sambil menangkupkan kedua tangannya erat dengan matanya yang sedikit berbinar dan terlihat sebuah harapan besar disana.
Setelah menunggu selama 15 menit akhirnya Dr. Han keluar dari ruangan. Semua orang begitu antusias melihat Dr. Han dan langsung mencecarnya dengan berbagai pertanyaan.
"Dokter, bagaimana Jongwoon?" Tanya Leeteuk cepat
"apa yang terjadi..? katakan Dokter?" Tambah Heechul
"Iya Dokter cepat katakan. aku lihat tangan hyung bergerak..?"Lanjut Eunhyuk tak kalah cepat.
Sang Dokter hanya tersenyum kecil. Ia menatap satu persatu orang dihadapannya yang menunggu jawaban darinya.
"Ya! Dokter.. Aku tak butuh senyumanmu. Cepat katakan!" Kesal Heechul.
"Kami sungguh tidak percaya dengan apa yang terjadi tapi ini benar-benar sebuah keajaiban" Dr Han tersenyum dan menghela nafas.
"Yesung Ssi memang belum sadar sepenuhnya. Saya sudah melakukan beberapa pemeriksaan, dan hasilnya cukup baik. Ia sudah bisa merespon dari beberapa pemeriksaan yang kami lakukan. Dan itu cukup membuat kami yakin bahwa otaknya sudah berfungsi kembali. Tapi kami belum bisa yakin 100% sampai Yesung Ssi sadar dari komanya"Jelas sang Dokter yang membuat para member bernafas lega.
"Sungguh ini diluar kemampuan medis. Tak sampai 2 jam lalu kami, Tim Dokter sudah menyatakan Yesung Ssi meninggal dan sudah tidak bisa melakukan apapun namun kenyataanya keajaiban itu datang kepada Yesung Ssi. Ini berkat Doa dari orang-orang yang menyayanginya. Ya, ini benar-benar diluar dugaan. Kami ikut berbahagia atas keadaan Yesung Ssi sekarang" Lanjut sang Dr yang disimak serius oleh semua orang. Raut wajah mereka menunjukkan kelegaan yang luar biasa. Tangisan perih yang tadi mengalir kini berganti dengan tangisan kebahagiaan.
"Dokter, Sungguh terima kasih. Terima kasih Dokter" Ucap Omma sambil menjabat erat tangan Dr. Han
"Tidak, Yesung Ssi lah yang sudah berjuang dengan keras untuk dirinya sendiri" Ucap Dr Han tersenyum dan menepuk pelan bahu Omma Yesung dan Appa Yesung bergantian.
"Baiklah, jika tidak ada yang ditanyakan lagi, saya permisi dulu.." pamit Dr Han. Yang lain hanya mengangguk. Dan mereka pun menghela nafas lega. Siwon, Heechul dan Kyu saling menatap satu sama lain dan kemudian tersenyum. Sedetik kemudian mereka berpelukan dengan erat. Semua member yang memperhatikan mereka pun tersenyum kemudian bergabung dengan mereka. Berpelukan. Omma, Appa dan Jongjin tersenyum bahagia karena anak mereka begitu dicintai para member.
…
.
.
Dua hari kemudian Yesung membuka matanya. Akhirnya Ia sadar dari tidurnya yang panjang. Semua member yang saat itu tengah perform disalah satu acara langsung secepat kilat menuju RS setelah mereka menyelesaikan perform mereka. Dengan tergesa-gesa mereka berlari dilorong RS. Wajah mereka terlihat tegang tapi disaat yang bersamaan senyuman pun terlihat jelas diwajah mereka.
.
Raut wajah Omma dan Appa Yesung terlihat begitu sumringah begitu mereka keluar dari R. ICU. Mereka menatap semua member yang ingin mendengar cerita mereka. Appa Yesung tersenyum.
"Masuklah, Jongwoon ingin bertemu kalian"Ucap Appa Yesung
Tak butuh waktu lama, Kyu langsung berlari kedalam ruangan dan diikuti semua member yang sudah tak sabar melihat Yesung. Begitu Kyu membuka pintu ia mendapati mata Yesung yang sudah ia rindukan sedang menatapnya.
.
OTHER POV END
.
.
KYUHYUN POV
.
Dengan tak sabar aku langsung membuka pintu kamar ini. Dan yang langsung kudapati adalah mata yang juga tengah menatapku. Tatapan yang sangat kurindukan. Benarkah semua ini? Hyung.. kau kembali.. hyung kau menepati janjimu.
"Ya! Kyu, jangan hanya berdiri didepan pintu saja cepat masuk!" Teriak Donghae hyung sambil mendorong tubuhku masuk.
"Hyungie~~~~~~~" Teriak Donghae yang langsung memeluk Yesung. Yesung hanya tersenyum lemah dan membalas pelukan Donghae. Tak lama Eunhyuk pun memeluknya juga membuat Yesung hyung sedikit kesulitan bernafas karena pelukan dua orang ditubuhnya. Namun senyuman tak hilang dari wajahnya.
Aku berjalan pelan kearahnya. Akhirnya, senyuman yang benar-benar kurindukan selama 3 bulan ini, aku bisa melihatnya lagi. Sungguh aku merindukanmu hyung.
"YA! kalian mau membunuhnya..?" Teriak Heechul hyung sambil menarik tubuh Hyuk dan Hae hyung. Dengan tidak rela akhirnya mereka melepaskan pelukannya pada Yesung hyung. Tapi sedetik kemudian langsung berganti pelukan dari Heechul hyung yang tak kalah eratnya. Eunhyuk dan Donghae hyung pun ber-sweetdrop ria melihat kelakuan Heechul hyung barusan. Semua member hanya tertawa. Tapi aku. Aku masih diam. Aku masih terus menatapnya dalam diam.
"Rabid Dog…kau merindukanku tidak?"ucap Heechul hyung yang masih memeluk Yesung hyung. Yesung hyung menggeleng.
"Ya! kau tidak merindukanku..huh?" Tanyanya sambil melepaskan pelukannya. Yesung hyung lagi-lagi hanya tersenyum lemah menatap Heechul hyung.
"Baiklah tidak apa-apa kalau kau tidak merindukanku tapi aku sungguh merindukanmu. Terima kasih, aku berterima kasih karena kau kembali Jongwoon-ah" Ucap Heechul hyung sambil kembali memeluk Yesung hyung dan kini aku yakin ia tengah menangis.
"hyung..kau menangis..?" Tanya Yesung hyung pelan.
Ah, hyung kau tau? akupun merindukan suaramu itu.
"Tidak, sejak kapan aku menangis hah..? seorang Kim Heechul tak pernah menangis" Sombongnya sambil mengusap cepat airmatanya.
"Hmm.. kalau begitu dua hari yang lalu siapa yang berteriak dan menangis seperti orang gila disini..?" Ejek Donghae.
"YA! tutup mulutmu Lee Donghae…!" Teriaknya sambil membekap mulut Donghae hyung. Dan disambut dengan tawa semua member. Tawa yang selama ini sudah tidak pernah terdengar. Tawa yang sempat menghilang dari wajah kami. Tapi kini, tawa itu kembali.
Dan semua karenamu hyung.
"Hyungie~~~~" Siwon hyung langsung memeluk erat tubuh Yesung hyung. Tanpa harus berkata apapun aku tau Siwon hyung sangat bahagia sekarang. Ia hanya terus tersenyum menatap Yesung hyung. Aku bisa melihat kelegaan yang luar biasa terpancar dari wajahnya.
"Aku sungguh merindukanmu hyung. Aku sangat berterima kasih pada Tuhan karena sudah mengembalikanmu pada Kami hyung. Juga terima kasih karena kau sudah berjuang untuk bisa kembali. Terima kasih hyung"Ucapnya sambil menggenggam erat tangan Yesung hyung. Bisa kulihat airmata disudut matanya. Hyung hanya tersenyum pada Siwon hyung dan menghapus airmata yang kini sudah mengalir. Dengan cepat Siwon hyung langsung kembali memeluk hyung.
"Jongwoon-ah.. bagaimana perasaanmu?" Tanya Leeteuk hyung.
"aku baik-baik saja hyung..terima kasih"
"Syukurlah..Aku sangat bahagia bisa melihatmu lagi Jongwoon-ah. Aku sungguh tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika a-aku benar-benar kehilanganmu. Maafkan hyung yang tidak bisa menjagamu. Ma-maafkan hyung Jongwoon-ah" Ucap Leeteuk hyung yang sekarang sudah menangis.
"Hyung, kau tak perlu min-". Belum sempat Yesung hyung menyelesaikan kata-katanya. Leeteuk hyung sudah memeluknya erat. Menangis keras dipelukan Yesung hyung.
.
Begitupun semua member satu persatu bergantian memeluk Yesung hyung. Namun tidak denganku. Aku hanya terus menatap Yesung hyung. Akhirnya tanpa kusadari semua member kini menatapku yang masih diam.
"Kyunnie.."panggil Yesung hyung pelan. Aku tersadar dan menatapnya kemudian berjalan mendekatinya.
"Hyungie.." Ia tersenyum padaku. Kemudian aku meraih tangan mungilnya dan menggenggamnya erat, Ia pun membalas genggamanku. Ah, hyung inilah yang kuinginkan. Kau tau? berat rasanya saat aku menggenggam tanganmu tapi kau tidak membalasnya, tapi kini….tangan ini...kehangatan ini… kau sungguh kembali hyung. Airmata lolos begitu saja. Dia melepaskan genggaman tanganku dan beralih menghapus airmataku. Hyung… aku sungguh merindukanmu. Aku merindukan semua yang ada pada dirimu hyung. Tangisanku pun semakin deras. Namun Yesung hyung hanya tersenyum.
"Cengeng" Ejeknya
"Aiish..aku tidak cengeng.."ucapku pelan sambil menghapus airmataku. Namun anehnya airmata ini tak bisa berhenti mengalir.
"hyung, jangan pernah meninggalkanku.."lirihku. Lagi-lagi hanya senyuman yang ia berikan padaku. Akupun langsung memeluknya. Erat. Sangat erat.
Ini semua nyata. Ini bukan mimpi. Yesung hyung kembali ditengah-tengah kami. Akhirnya mimpi buruk kami berakhir sudah. Sungguh terima kasih hyung.
Aku melepaskan pelukannya dan tersenyum padanya.
"Aku lelah Kyu, Aku ingin tidur"Ucapnya pelan sambil menutup matanya.
Aku mengangguk dan menggengam erat tangannya. "Tidurlah hyung, aku akan menemanimu disini" Ucapku sambil menyadarkan kepalaku dibahunya.
.
Dan Aku, Cho Kyuhyun, berjanji selama aku masih bernafas aku tak akan pernah membiarkanmu menderita lagi. Karena apapun yang terjadi, dan bagaimanapun dirimu, Aku akan selalu berada disampingmu, melindungimu sekuat yang aku bisa, dengan caraku sendiri. Itu janjiku untukmu hyung.
.
KYUHYUN POV END
.
.
.
OTHER POV
.
Beberapa hari kemudian…
.
"Kyunnie, hiks.. apa jadwalmu sudah selesai? A-apa kau bisa ke RS se-sekarang" suara Ryeowook terdengar parau diseberang ponsel Kyu.
"…."
"Ne, ini tentang Yesung hyungie.. Bisakah kemari secepatnya? Kami menunggumu"
"…"
"Ne…Kami tunggu"
.
Kyuhyun berjalan cepat dilorong RS. Entah mengapa hatinya sedikit tidak tenang saat ia mendapat telpon dari Ryeowook tadi. Mengapa Ryeowook menangis. Apa yang terjadi dengan Yesung hyung? Kyuhyun terus berpikir. Tapi ia tidak ingin berpikir yang bukan-bukan. Ia membuka pintu kamar Yesung dan melihat semua member berkumpul mengelilingi bed Yesung.
"Kyu~" Panggil Heechul lirih. Ia menghampiri Kyuhyun dan memeluknya erat. Kyu merasa aneh.
"Apa yang terjadi hyung?" Ia membalas pelukan Heechul dan beralih menatap semua member yang kini tengah menatapnya. Ia bisa melihat Ryeowook terisak. Ia merasa kini jantungnya berdegup denga kencang. Heechul melepaskan pelukannya dan menatap Kyu dengan mata berkaca-kaca. Kyu terkejut.
"hyung, ada apa?! apa yang terjadi?!" Tanyanya keras. Heechul hanya menggeleng dan menepuk pundak Kyu. Merasa tak ada gunanya bertanya, ia pun langsung berjalan mendekati bed Yesung dan …
Deg!
Kedua bola mata Kyuhyun membelalak sempurna. Ia tidak percaya apa yang dilihatnya sekarang.
"A-apa ini? Katakan siapa ini?"ucapnya setengah berteriak. Tapi matanya masih terus menatap tubuh yang tertutup selimut disekujur tubuhnya yang kini ada dihadapannya. Dengan perlahan ia membuka selimut yang menutupi tubuh itu.
Jdar!
Tubuh Kyuhyun terhuyung kebelakang. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ia tidak ingin percaya bahwa wajah itu wajah hyung yang sangat dicintainya.
"Hyungie.."Lirihnya. Ia tak bisa berkata-kata. Ia hanya terdiam melihat tubuh Yesung yang diam tak bergerak. Kemudian Ia tersenyum. Ia menatap semua orang disekelilingnya dan berharap ini adalah bohong. Ia menatap Heechul dan Siwon bergantian untuk meminta kejelasan dan mengatakan ini tidak nyata. Tapi Siwon hanya diam menundukkan kepalanya. Isakan masih terdengar dibibir Ryeowook.
"Katakan ini bohong, bagaimana mungkin? Yesung hyung baik-baik saja tadi pagi. Ia masih tertawa dan bahkan ia masih bercanda denganku bagaimana mungkin ini terjadi. Ini pasti bohong, iya kan?" Tanyanya.
Ia menoleh ke Leeteuk, tapi Leeteuk menepuk bahunya pelan, tersenyum seolah-olah menandakan semua ini adalah kebenaran. Kyu kembali terdiam kaku dan menatap Yesung dihadapannya.
"Semuanya terjadi tiba-tiba Kyu, Yesung hyungie tiba-tiba anfal dan setelah itu..setelah itu..Hiks..Ye-yesung hyung.."Eunhyuk pun tak bisa melanjutkan perkataannya. Ia menunduk.
"Hahaha…." Kyu tertawa keras tapi sedetik kemudian tawanya berubah menjadi tangisan. Ia mengguncang keras tubuh Yesung.
"Tidak hyung, tidak boleh begini. Kau tidak boleh pergi begitu saja. Siapa yang menyuruhmu meninggalkanku hyung..huh? YA! bangun hyung"teriaknya.
"Bukankah tadi pagi kau baik-baik saja, kenapa sekarang begini hyung? Bangun hyung~~ bangun~~~" .Air mata mulai mengalir deras diwajahnya. Ia terus menguncangkan tubuh yesung dan berteriak dan memeluk tubuh Yesung.
"Hyung, kumohon bangunlah…"
"Bukankah tadi pagi kita masih bercanda, hyung!"
"Kyu, sudahlah. Tidak ada gunanya kau seperti ini"Ucap Heechul.
"Aku berjanji aku tidak akan mengerjaimu lagi hyung, aku akan menuruti apa perkataanmu hyung. Jangan pergi hyung~~~kumohon bangunlah, jangan tinggalkan aku hyung"frustasinya
"Benarkah? Kau janji kau tidak akan mengerjaiku lagi Kyu?"
Kyu terkejut, seketika tangisannya berhenti dan langsung melepaskan pelukan dari tubuh Yesung. Ia menatap Yesung yang kini tengah tersenyum padanya.
"Kau tidak mati hyung…?"Tanya Kyu bingung. Ia belum menyadari kalau ia tengah dikerjai oleh semua member. Yesung hanya tersenyum dan menggeleng.
Kemudian Kyu melihat sekeliling, melihat semua member sudah tertawa terbahak-bahak, ia baru menyadari kalau ternyata ia dibohongi.
"YA! Kau mengerjaiku hyung?! Kalian semua juga! Keterlaluan!" Bentak Kyu. Kyuhyun benar-benar marah sekarang. Ia menatap Yesung dan semua member dengan tatapan membunuh. Membuat mereka semua langsung terdiam.
"Kalian puas sudah membuat lelucon seperti ini padaku? Kalian puas? Sungguh,kalian keterlaluan! Aku benci kalian!" Teriaknya sambil menghapus airmatanya kasar, kemudian ia berjalan keluar kamar dan membanting pintu.
Brak!
"Heebongie hyung, kan sudah kubilang ini keterlaluan. Kyu sepertinya benar-benar marah hyung"Ucap Yesung menyesal.
"Iya hyung sekarang bagaimana? Ini kan semua idemu hyung" Tambah Donghae. Semua member mengangguk.
"Ya! mana aku tau kalau akhirnya seperti ini, aku kan hanya ingin sedikit memberi bocah itu pelajaran karena selalu mengerjai Jongwoon..itu saja. Dan lagipula jangan hanya menyalahkanku, kalian semua juga ikut bertanggung jawab" Tunjuknya pada semua member
"aku sih tidak ikut-ikutan ya hyung". Ucap Siwon tersenyum kearah Heechul.
"Aku juga hyung!"Tambah Donghae.
"Aku juga!"
"Aku juga!"
"Aku juga!"
"YA! Kalian semua! kau Wook, dan kau Hyuk, kau juga Jung Soo.. Kalian kan ikut berakting kenapa kalian ikut menyalahkanku?"Teriak Heechul.
Ryeowook langsung bersembunyi dibelakang tubuh Shindong dan terkekeh.
"Tapi kalau sudah seperti ini bagaimana? Chullie ah, kau yang menyusul Kyu. Kau kan dalang dibalik ini semua. Jelaskan semuanya padanya" Bujuk Leeteuk.
"YA! Kenapa jadi aku sendirian? Sungmin-ah kau saja yang menjelaskan pada Kyu. Kau kan sudah biasa menghadapi bocah evil itu.."
"Hei hyung kenapa jadi aku? Aku tidak bisa. Biasanya kan selalu Yesung hyung yang bisa meredamkan amarah Kyu"
Semua member menatap Yesung penuh harap.
"Hei! Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?"
Heechul mendekati Yesung.
"Rabid dog…tolong~"
"Ya! hyung kau yang punya ide tapi kenapa aku yang jadi korban? Aish..tak adil"Poutnya.
"Tolong~~"Mohon Heechul lagi.
Yesung hanya menghela nafas kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Kyu. Ia menggeleng kesemua member saat Kyuhyun tak mengangkat ponselnya.
"Sepertinya Kyunnie benar-benar marah hyung"Ucap Yesung pelan. Ia merasa sangat bersalah sekarang. Bagaimana bisa ia menyetujui ide gila Heechul itu.
.
Flashback : On
.
"Ya! Jongwoon-ah.. Aku ingin protes padamu"Ucap Heechul saat ia sedang menemani Yesung.
"Protes apa hyung?apa aku melakukan kesalahan?"bingungnya.
Heechul mengangguk dan membuat Yesung semakin menautkan alisnya bingung.
"Kau mau tau apa kesalahanmu?". Dengan cepat Yesung mengangguk.
"Ini…"Ucap Heechul sembari menunjukkan sebuah surat.
"Oh..itu. Hehe"cengirnya.
"Ya! Babo.. jangan tersenyum seperti itu. Jangan kacaukan aku. Kau tau aku sedang marah sekarang"kesalnya
Yesung lagi-lagi hanya tersenyum.
"Ya! kubilang jangan tersenyum. Aiiish..Jelaskan apa maksudnya kau menulis ini? Kau ini apa yang kau pikirkan huh"
"Maafkan aku hyung. Hanya itu yang terpikirkan olehku. Aku hanya takut, aku ti-"
"YA! Babo..sudah lupakan. Tidak usah dijelaskan, kau membuat kesal saja"Ucap Heechul akhirnya.
Yesung hanya tersenyum."Maafkan aku hyung"
Heechul terlihat berpikir tak lama kemudian ia tersenyum penuh arti menatap Jongwoon yang tengah menatapnya. Yesung hanya menautkan alisnya bingung melihat keanehan Heechul. Baru saja ia terlihat kesal namun kini rautnya sudah berganti dengan senyuman. 'Ah, Heebongie hyung memang benar-benar aneh' pikirnya.
"Jongwoon-ah, kau mau mengikuti apa yang akan kukatakan?"
"Apa itu?"
"Katakan saja kau mau atau tidak?"
Yesung terlihat berpikir tapi akhirnya ia mengangguk dan membuat Heechul tersenyum puas. Kemudian ia berbisik ditelinga Yesung membuat Yesung terlonjak kaget.
"Hei! hyung itu keterlaluan. Tidak, aku tidak mau.."
"Hei, ini hanya untuk memberinya sedikit pelajaran. Kau tidak tau aku sangat kesal dengannya pagi ini. Kau baru saja sembuh, tapi dia sudah bersikap kurang ajar padamu. Pagi ini dia mengerjaimu habis-habisan dengan mengajakmu bermain game itu. Kenapa kau bisa tahan dengannya Jongwoon-ah? Aku saja yang melihatnya kesal setengah mati. Bocah evil itu benar-benar tidak berubah. Aku pikir dia akan berubah setelah apa yang kita alami, tapi ternyata aku salah. Kau sudah sembuh dan dia kembali menjadi bocah evil"
"hyung tapi cara ini keterlaluan"
"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya kita jalankan rencana kita ok? Kau harus mau, kalau tidak aku marah padamu"Ancamnya. Akhirnya dengan sangat terpaksa Yesung mengikuti keinginan Heechul.
.
Flashback : Off
.
"hyung, bagaimana? Kyunnie kalau marah seperti itu sungguh menyeramkan" Donghae bergidik.
"Ya! kau mau kemana?" Ucap Heechul saat ia melihat Yesung turun dari bed-nya
"Mencari Kyu, dia pasti sangat marah hyung. Aku harus mencarinya"
"Hyung, biar aku saja yang mencarinya. Kau disini saja, kau kan belum pulih benar. Aku akan membawa Kyu kesini"Ucap Siwon sambil berjalan kearah pintu. Belum sempat Siwon membuka pintu, pintu sudah terbuka dan Kyu berdiri disana. Ia hanya menatap Siwon didepannya kemudian berjalan menghampiri Yesung. Yesung menatap Kyuhyun.
"Kyu, maa—"
Grep!
Belum sempat Yesung menyelesaikan kata-katanya Kyuhyun memeluknya erat.
"Maafkan aku sudah membentakmu tadi hyung"Ucap Kyuhyun sambil melepaskan pelukannya.
"Dan aku lega karena semuanya bohong"Kyuhyun tersenyum dan kembali memeluk Yesung erat. Yesung tersenyum dan membalas pelukan Kyuhyun.
"Maafkan hyung".
Kyuhyun mengangguk. Kemudian ia beralih menatap tajam para member.
"Tapi aku tidak akan memaafkan kalian semua! Tunggu pembalasan dariku!"
Semua member pun bergidik ngeri. Dan menatap Yesung meminta pertolongan. Yesung hanya tersenyum.
.
.
.
Beberapa bulan kemudian…
.
Keadaan Yesung sudah jauh lebih baik. Ia sudah keluar dari RS 3 bulan yang lalu dan Ia pulih dengan sangat cepat. Semuanya berkat perhatian orang-orang disekitarnya. Para member dan Orang tuanya. Ia merasa sangat beruntung memiliki orang-orang yang begitu mencintainya. Keadaan pun sudah kembali normal. Yesung sudah mulai melakukan aktivitasnya lagi bersama Super Junior. Dan dengan kembalinya dia, ia mendapatkan sambutan yang luar biasa dari kalangan elf yang sudah merindukan sosoknya yang sempat menghilang dari public.
Yesung merasa Tuhan masih begitu menyayanginya karena sudah memberikan anugerah yang luar biasa yaitu bernafas. Ia masih tidak percaya ia masih diberikan kesempatan untuk hidup dan masih bisa melihat indahnya dunia dengan kedua matanya. Ia masih diberikan kesempatan untuk bisa melihat sinar matahari yang menyilaukan saat musim panas tiba, melihat bunga sakura yang bermekaran kala musim semi tiba, melihat daun-daun maple yang menguning dan jatuh berguguran saat musim gugur serta masih bisa melihat butiran-butiran salju kala musim dingin tiba. Ia masih belum percaya Tuhan begitu berbaik hati padanya. Ini benar-benar keajaiban untuknya.
Setelah apa yang ia alami beberapa bulan yang lalu, ia tak akan pernah melupakan semuanya. Tidak akan pernah. Keadaan dimana saat ia sudah menyerah dengan hidupnya saat dokter memvonisnya menderita penyakit itu. Keadaan dimana ia berusaha bertahan dan menutupi semuanya dari orang-orang yang ia sayangi. Keadaan dimana saat ia tak percaya akan keajaiban. Dan keadaan saat ia berjuang antara hidup dan mati hanya untuk kembali pada orang-orang yang dicintainya.
Semuanya seperti mimpi untuknya. Ya, mimpi. Mimpi buruk sekaligus mimpi indah untuknya. Yesung sungguh sangat berterima kasih pada semua orang-orang yang selalu berada disisinya, menemaninya melewati semuanya. Terima kasih untuk semua member dan Orang tuanya. Jika bukan karena doa dan semangat mereka, Yesung yakin ia akan menyerah diruang operasi itu.
Yesung tak akan bisa mengganti apapun yang sudah member berikan padanya selama ia terbaring koma. Ia tak tau bagaimana cara ia mengganti airmata para member yang terus mengalir menangisinya, doa-doanya yang terus terucap dari bibir semua member untuknya, dan semangat serta kepercayaan yang mereka berikan untuknya. Ia tak akan pernah bisa menggantikan itu semua. Tidak akan pernah. Hanya satu yang bisa ia berikan untuk mereka yaitu hidupnya.
.
.
.
Terlihat Kyuhyun dan Yesung sedang menonton TV diruang tengah serta Heechul dan Hyuk yang terlihat tengah menikmati makanan mereka yang baru selesai dimasak Ryewook dan Sungmin.
"hyung aku bosan"Gumam Kyuhyun pada Yesung
"hyung!"panggilnya lagi saat Yesung tak menggubris ucapannya. Ia menoleh dan mendapati Yesung ternyata tengah asyik dengan dunianya sendiri yaitu melamun.
"YA! HYUNG!"Teriak Kyuhyun ditelinga Yesung dan membuatnya terlonjak kaget.
"Ya! Kau mau membuatku kena serangan jantung Kyu?"Kesal Yesung
Pletak!
Siwon yang baru saja datang langsung memukul Kyuhyun.
"Ya! Kuda! kau baru datang tapi sudah main memukulku saja" Protes Kyuhyun
"Berhentilah berteriak seperti itu pada hyungie! Kau ini"Kesal Siwon dan langsung duduk disamping Yesung.
"Hi hyungie!"Sapa Siwon sambil merangkul bahu Yesung membuat Kyuhyun membulatkan matanya.
"Hi Wonnie"Balas Yesung tersenyum lebar membuat Kyuhyun semakin kesal, Siwon menatap Kyuhyun yang tengah melemparkan deathglare padanya. Siwon hanya terkekeh.
"hyungie, Ayo tanding game denganku. Aku sedang bosan" Ajak Kyuhyun
"Lagi?"Tanya Yesung. Kyuhyun hanya mengangguk.
"Hei, kali ini apa lagi yang akan kau rencanakan huh?"Tanya Siwon dengan nada kesal.
Tanpa mendengarkan perkataan Siwon, Kyuhyun melanjutkan perkataannya. "Kali ini jika kau menang aku akan memberimu hadiah, tapi jika aku yang menang, selama seminggu kau lagi-lagi harus mau membersihkan kamarku"Ucapnya sambil memperlihatkan senyum evil nya.
"YA! bocah evil kau cari mau cari mati hah?"Teriak Heechul dari arah dapur yang ternyata mendengarkan percakapan mereka.
"Bukan urusanmu hyung!"Balas Kyuhyun berteriak. Siwonpun melemparkan bantal dengan kesal kewajah Kyuhyun. Kyuhyun hanya melotot kemudian beralih menatap Yesung.
"Bagaimana hyung?"Tanya lagi.
Yesung terlihat sedikit ragu, tapi akhirnya ia mengangguk.
"Ayo hyung kau pasti bisa mengalahkan setan kecil ini"Ucap Siwon.
"Kita lihat saja". Kyuhyun kembali memperlihatkan senyuman evil kearah Siwon membuat Siwon ingin kembali melemparkan apapun ke wajah bocah evil ini.
.
"Hahaha…aku menang hyung! jadi, kau harus membersihkan kamarku selama seminggu, deal?". Kyuhyun tertawa puas, Yesung hanya mempout bibirnya.
"YA! Bocah evil kau benar-benar cari mati kali ini"Teriak Heechul yang sudah bekacak pinggang didepan mereka. Siwon hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
Kyuhyun hanya menjulurkan lidahnya kearah Heechul.
"Aish hyung kapan kemampuan bermain game mu itu meningkat huh? Aku bosan kalau terus menang seperti ini" Sombongnya.
Pletak!
"Ya!"Protes Kyuhyun saat Yesung memukul kepalanya
"Ya! bukankah kau berjanji kau tidak akan mengerjaiku lagi?"
"Kapan? aku tidak pernah mengatakan hal itu"
"Di RS, kau bilang kau tidak akan mengerjaiku lagi"
"Oh, itu. Sudah tidak berlaku. Karena saat itu kan kalian membohongiku jadi kutarik kembali perkataanku"
"Ya! mana bisa seperti itu"
"tentu saja bisa..Haha.. hyung,Apa kau tau saat-saat apa yang paling membahagiakan untukku? "
Yesung hanya menggeleng.
"Pertama, saat aku mengerjaimu tapi kau tidak pernah marah padaku. Kedua saat aku menang tangding game denganmu dan kau akan menuruti semua yang aku inginkan, ketiga saat aku melihat wajah bodohmu, keempat saat aku melihat kekonyolanmu, kelima saat aku melihat wajahmu yang kesusahan setiap aku memberikan soal-soal matematika padamu, keenam saat….."
"YA! Bocah evil!" Teriak Heechul
"Hahahahahahahaha…."Tawa Kyuhyun menggelegar. Ia bangkit dari duduknya dan langsung berlari secepat kilat kedalam kamarnya masih sambil tertawa puas.
"Ya! CHO KYUHYUN berhenti!" Teriak Yesung, Heechul dan Siwon bersamaan.
.
OTHER POV END
.
.
.
END
.
.
.
Huft.. Akhirnya selesai juga...:)) Sorry updatenya kelamaan.. Ini last chapter nya pasti gagal deh..hehe... Soalnya awalnya ini FF mau aku bikin death chara tapi ditengah jalan aku rubah plotnya. Hehe.. Ntar kalo aku bikin Yeye mati aku takut diserbu para clouds disini jadi yaa begini deh hasilnya...Maaf kalau tidak memuaskan...^^
.
Dan Thank you soooooooooooo much buat semua yang udah baca, review dan supportnya sampe aku bisa nyelesain FF pertamaku ini. Thank youuuuuuuuuu... *hug* *kiss*. Nih aku kasih hadian buat kalian *lempar Yeye* :DD
And mind to review?
.
.
.
BIG THANKS TO :
.
lytaimoet812, LalaClouds, sjflywin, Magieapril, Jisaid, ecca augest, jongwoonadmirer, Cha2LoveKorean, autumn104, kakacloud24, mimi2407
.
.
AND
.
Nakazawa Ryu : Hampir dibikin death chara sama aku, tapi ga jadi..hehe... Thank udh baca n review.. *hug*
thiefhanie fha : KyuChulWon masih meilik Yeye seorang kok...#plaak. Last chapter update.. Thank u udh baca n review *hug*
kyusung shiper : Yeye ga meninggal kok.. Thank u udh baca n review *hug*
r3diavolo89 : Asyik aku berhasil bikin anak orang nangis #plak. Thank u udh baca n review *hug*
Booble : Ini udah dilanjut last chapnya.. Thank u udh baca n review *hug*
cloud3024 : Iya nih Yeye knapa bikin surat kaya gt sih.. :(( Thank u udh baca n review *hug*
yesungismine : IYA UDAH AKU BUAT HAPPY ENDING! :DD. Kurang panjang? :O. Tapi chapter ini malah kepanjangan nih -_-. Thank u udh baca n review *hug*
Guest : Iya Yeye aku buat selamat kok..:)) Ini udh dilanjut, Thank u udh baca n review *hug*
Renna : Waaah, Thank u! Ini udh dlanjut last chapnya. Thank u udh baca n review *hug*
