Kami-SAMA!!!
Shirou balik lagi!!
Padahal bentar lagi mau UN~!!
Yep!
Tapi karena Shi udah kangeeennn banget pengen direpiuw…
Jadi~ Shi mutusin untuk nulis satu chapter perpisahan!
Wokeh-wokeh!
.
.
Disclaimer: Tuan Kishi… Arigato ne!
Peach-Pit yang punya Shugo-Chara.
Ai Shikubame's Presenta
.
.
.
Chapter Perpisahan
Tomodachi
.
.
.
.
Yayasan Konoha.
Taman SMA Konoha Gedung Utara.
Bergelimangan siswa-siswi stress dan bosan dengan kehidupan sekolah yang bisa di katakan sangat membosankan. Termasuk di antara mereka, yakni Tokoh Paporit kita Dora! Eh~ Naruto! Dan Sahabat dekatnya! Boot~ Ups… Gaara. Sudah lewat 5 Hari sejak kejadian memilukan yang menggemparkan seisi jagat persilatan eh… Pendidikan! Yang gak tau apa kejadiannya, sana! Baca Chapter sebelumnya! –digampar- Wokeh! Cerita kali ini di mulai saat Si Pala Pirang Naruto mengungkapkan perasaan-nya yang bener-bener ama Gaara. (?)
"Lapeeerrrr……"
Si Pala Kuning melepaskan penatnya diatas meja taman.
"Makan nih sepatu-ku!" Seru teman di sebelahnya.
Si Pala Merah menoleh marah ke arah Pala Kuning yang sejak tadi mengeluh kelaparan.
"Yang enggak-enggak banget Lo, Gaar!" sungut Si Pala Pirang,
"Gue iya-iya kok!! Lagian nama-ku itu Gaara! Bukan Gaar! Bokap-ku susah nyariin nama ini tauk!! Pake acara semedi 8 tahun!"
Si Pala Kuning menutup hidungnya, Jengah.(?)
Matanya menatap redup ke arah daun-daun yang jatuh lembut dari atas pohon yang menaunginya.
"Ingat…?"
"Dengan Sentuhan-Ku?"
"UWAAHHH!!!!" Teriak Si Pala Kuning, terbangun dari kursinya dan terjerembab ke atas karpet hijau di bawahnya.
"Kenape Lo, Naruto??!!! Mau ngelahirin Lo?"
Gaara memasang mimik panik di tangan-nya… Eh! Di wajahnya! Lalu menghampiri si Naruto yang terduduk lemas di rumput.
"Teme…. Sialan…."
Pipinya memerah.
"Salah-ku apa yaaa…. Perasaan pas aku boker… aku siram kok…."
.
.
.
"Sekolah ini Luas…"
Sedikit menghela, lalu menghisap ingus yang sedikit keluar.
"Baru nyadar gue…"
Mengelap sedikit peluh di dahi, juga di hidung.
"Gue jadi Bolang dah… Bocah ilang!"
Mata biru itu menyusuri pemandangan di sekitarnya. Ia berada di kodidor panjang yang sedikit suram dan remang-remang. Menyadari kalau ia sudah lama terpisah dari si Pala Merah gak punya Alis.
"Yaelah… Si Gaara sih! Pake acara tebar pesona segala!!!" Si Pala Pirang menghindari alasan kenapa ia bisa tersesat dan kehilangan jejak si Pala merah.
Satu tangan menggosok-gosok kepalanya, sedikit gatal dan ketombe-an.
HENING.
"…"
Sedikit takut.
Okeh.
Mungkin Takut.
Iye! Takut!
Sumpah!
HENING.
"Panu guaaa…..!!"
Naruto terlompat berapa meter dari lantai saat mendengar sebuah jeritan dari arah depan. Matanya berair, bukan karena belekan ato katarak tapi udah ketakutan setengah idup!
Siapa yang tereak tadi…? Jangan-jangannnnn…. Gue belum mau mati!!! Belon kawinn gue… ! salah gue apa ya… setelah pepi… gue udah cuci tangan….
"A…am….pun… Mbah…. Naru rajin sholat…"
Komat-kamit gak jelas.
Jeritan itu terdengar lagi.
"Kurappp!!!! Otak budek!!"
Naruto nyaris nangis se-enggukan kalo orang itu gak keluar dari persembunyiannya. Okeh… itu bukan Hantu atau Genderuwo, Cuma seonggok manusia berbulu yang bermasalah pada Panu dan Kurap.
"A…ampun Om…."
Naruto gemetaran dan bersujud di atas lantai berdebu.
"Am-om… Am-om! Sejak kapan gue nikah ama Tante Lo?!" Jawab si Jin Tomang.
Naruto semakin menundukkan kepalanya dalam.
Matanya menutup.
Si Jin tomang yang panu-an masih berdiri di hadapannya.
HENING
Naruto mencari-cari kaki si Jin Tomang panuan.
'Iruka Sensei bilang… Kalo gak napak bukan manusia… Napak gak Yaaa…'
"Lo ngapain sih?!!!"
NAPAK!!!
Naruto mengumpulkan keberaniannya untuk berdiri dari sujud-nya. Berusaha menatap orang yang sudah membuatnya ketakutan setengah idup.
"…."
Naruto ternganga, mata birunya menyusuri keelokan Manusia yang ada didepannya. Sementara yang di pandangi berkata pendek,
"Lo-kan Uzumaki Naruto… Pacar baru-nya Sas-Gay!"
Rambutnya coklat panjang.
Matanya putih keungu-an.
Ia memakai seragam olahraga SMA Konoha.
Tingginya semampai- semeter tak sampai.
"Hullo?!! Ada orang? Gue mau nagih utang nih…."
Si Jin Tomang alias Manusia Kurap mengibaskan tangannya di depan wajah si Pala Pirang.
"Eh sori! Lo bilang apa tadi?" Naruto sedikit tergagap.
"Gue bilang… Lo pacar baru-nya Sas-Gay… kan?" Ulang Si Kurapan.
Naruto tersenyum manis. Sedikit tersentak,
"Iy… UAPAAA!!!!!!"
Mungkin ini akan panjang urusannya.
.
.
.
.
"Intinya… Lo tuh ngutang ama ortunya Sas-Gay terus elo dipaksa nikah ama Sas-Gay?"
Si Kurapan mengangguk seraya membenarkan arah duduknya di kusri kantin dan sedikit menyeruput minuman yang tadi di pesan, di sampingnya juga terduduk Si Pala Pirang. Mata biru milik si Pala Pirang berkilat lalu berkata lantang,
"Idung Congekkk!!! Sapa yang ngutang ama Bonyok-nya si Teme!! Aku kan udah bilang! Aku gak inget siapa Uchiha Sasuke-teme! Dia tuh, yang maen Nyosor ajah!!"
Si Kurap mengisap ujung sedotannya, lalu berkata pelan,
"Wajar-lah… muka lo sih… Uke banget!"
"Apa? Tokek?" Naruto berujar polos,
Si Kurap menepok Dahinya keras.
-- Sabar…sabar… orang sabar banyak duitnya…
"Oh, iya nama-ku Hyuuga. Hyuuga Neji."
Tangan lebar ke laki-lakian itu menjulur ke arah Naruto. Naruto menerimanya dengan takut-takut,
Ketularan Kurap gak gue…
"Salam Kenal Neji! Aku Naruto!" Naruto tersenyum ramah.
Jika saja Neji orientasi seksnya gak normal pasti doi udah klepek-klepek jatoh dengan senyuman Naruto. Uke Bangett!!!
-- Untung gue suka cewe….
"Eh… Lo punya masalah ama Penyakit Kulit ya?" Naruto menatap punggung Neji lekat-lekat. Seolah Neji bukan punya kurap lagi, tapi jamur setinggi 2 meter.
"Lo… kok tau?"
Darah panas menjalar di sekitar tulang pipi Neji yang kepucatan.
Naruto menaruh tangannya di bahu Neji, lalu menghelakan napas panjang.
"Gue tau rasanya…. Pasti sulit banget kan?" Naruto memasang mata sedih di wajah uke-nya.
Neji terlambat merespon.
1 menit.
2 menit.
"Emang lo kira gue kena penyakit APA!!!!"
Naruto tertawa ngakak, memegangi perutnya yang kesakitan akibat tertawa.
-- Ukh!! Manisnya!! Untung gue punya sepuluh-sepuluh… eh Ten-ten!
Neji menahan darah yang hampir keluar dari lubang kuping… eh, hidungnya.
"Okeh-okeh…" Naruto mengelap ujung matanya.
Neji mendongak heran, memandangi sepasang mata biru di wajah si Pala Pirang dengan seksama.
– Ukh… Kalo ajah lo cewek…
Naruto berkacak pinggang di hadapan Neji. Berkata sok kul
"Sebaeknya lo nyiapin pena ama buku catetan deh… karena ini… bakalan paaanjjjaannnggg….!!!"
Neji mengembangkan seulas senyum licik lalu menjentikkan jarinya di udara.
TRING…
Sebuah buku catatan dan pena berkilau bertuliskan 'Hyuuga Property' mendarat indah di pangkuan Neji kurap.
"Loh!!! Lo bisa Kurappp?? Eh, Sulaapppp??!" Naruto terkejut.
Neji Kurap sedikit tersenyum lalu menatap Naruto lembut.
"Ra-ha-si-a!" Neji menyentuh hidung Naruto dengan jari kaki eh tangannya.
Jurus Seksi Neji keluar deh! Naruto yang masih polos sih kagak ngartos dengan gerakan lidah Neji yang meliuk-liuk bagai ular—suka memaksa...XD
Naruto mendekati Neji, Neji udah kembang-kempis karena Herpes eh Nerpes!
"Lo ayan ya?" Bisik Naruto takut.
Neji cengok berat.
-- Jurus gue kagak mempan!!!
"Kita mulai deh!" Neji kesal lalu membuka buku catatan-nya.
"Okeh-okeh! 45 Cara mudah menghilangkan Penyakit Kulit!"
Bla
Bla
Bla
.
.
"Gue baru nyadar…."
Neji mengangkat dagunya lalu menatap Naruto heran.
"Lo sadar apaan?" Tanya Neji.
"Kalo semenjak gue masuk sekolah ini… Jarang banget gue belajar!"
-- Err…. Bukan salah gue!! *Author Lari*
HENING
"Gak usah lo pikirin! Ntar ubanan lo!" Ujar Neji seraya menyisir rambut pantene miliknya dengan sela-sela tangan, Naruto menatap Neji heran.
"Wig lo bagus banget… Beli di mana?"
Naruto emang polos! Maafkan dia Neji!!
-- Gak bisa!
DHUAR!!
"Asal Lo ya!! Ini rambut asli taukk!!! Tiap hari gue kasih urang-aring plus arang-item! Enak aja lo bilang ini Wig! Mana Mata Lo? Idung Semua!!!"
Damprat Neji, Naruto menciut di kursinya, matanya menyiratkan kesedihan dan tangannya gemetar. Ada sedikit rasa bersalah di benak Neji, entah kenapa sifatnya yang terkadang meledak-ledak seketika meleleh di hadapan si kulit coklat ini.
-- Anak ini!!! Gue gak bisa marah kalo lo masang wajah kayak gitu!!!
"Duh… sori-sori… Jangan sedih Naruto…" ucap Neji dengan menekan semua katanya sehingga terdengar seperti orang lagi nahan kentut sebulan. Naruto yang pada dasarnya bersifat polos, kemakan ajah rayuan si Neji Kurap.
"Gak apa-apa! Aku kira itu wig… abis-nya bagus siiihhh!!!"
Naruto tersenyum 10 jari kearah Neji, memperlihatkan gigi putih sempurnanya.
-- Naruto! Great Job…!!! Bener-bener lo ya!!! Lo menang! Gue mau Lo sekarangg!!!
Neji berargumen dengan pikirannya sendiri. Naruto meraih minuman yang ada di depannya, Jus Jeruk, meminumnya dengan gerakan yang jika di lihat oleh maniak Yaoi pasti akan di nilai negatif!!
"Eh! Temen lo ya, Neji? Kenalin kek!!"
Sebuah tangan menyentuh pundak Neji, yang di sentuh menoleh ke arah belakang lalu memasang senyum di bibirnya.
"Eh elo Kibb! Tau ajah lo ada yang 'baru'!"
Naruto memandangi sesosok manusia yang berbau Anjing di depannya.
Kok… Kayak pernah liat… dimana ya? Di Pet Shop bukan yaaa….
"Eh Naruto! Ini temen gue Kiba!"
Neji membiarkan Kiba mengambil tempat duduk di sampingnya, Si Napas Anjing dengan sigap mengambil tangan Naruto.
"Nama gue Kiba! Inuzuka Kiba! Salam Kenal!"
"Aku Naruto!" Jawab Naruto seraya tersenyum pepsodent.—5 ribu!
"Ah!! Si Pacar Baru-nya Sas-Kue!!!" Kiba berteriak kegirangan hingga semua orang yang ada di kantin mengarahkan pandangannya ke arah naruto.
Urusan kali ini lebih panjanggg….
.
.
.
.
"Jadi Intinya Lo itu temen Chattingan- Si Sas-Kue terus Lost Contact dan ketemu secara gak sengaja untuk pertama kalinya?!! So Sweet…." Kiba membuka mulutnya dan memasukkan segumpalan roti isi ke dalamnya. Tanpa menunggu aba-aba wasit naruto menggeblak meja kantin.
"Gila Lo!! Mikir pake otak!! Jangan pake dengkul!! Udah aku bilangin! Aku gak kenal dengan yang namanya Sasu-Teme!!"
Naruto menyilangkan kedua tangan di depan dadanya yang naik-turun menghelakan napas marah.
Neji dan kiba saling berpandangan heran, tanpa terlihat oleh Naruto seringai licik terlukis di wajah keduanya. Kiba yang memakai pakaian seragam lengkap sedikit melonggarkan dasinya.
"Lo gak inget apa-apa dengan seseorang yang bernama Uchiha Sasuke?"
Tanya Kiba serius.
"Iyaaaaa….!" Naruto menggembungkan pipinya tanda marah.
-- UKE banget!!!
Teriak Neji dan Kiba dalam hati secara berbarengan.
Membiarkan Kiba dan Naruto bercakap-cakap, Neji meraih sebuah alat teknologi yang berada di saku celana olah raganya lalu menekan tombol-tombol disana.
"Kesini ajah… Ada yang yang 'baru'!"
Neji mengakhiri pembicaraan 2 arahnya.
"Nelpon siapa Neji?" Tanya Naruto heran,
Neji hanya tersenyum tanpa menjawab sedikit pun. Begitu pun dengan Kiba, hingga tercipta lingkaran kebisuan di antara 3 orang itu. Naruto menundukkan kepala dalam hingga menyentuh permukaan meja kantin. Mengingat-ingat sesuatu penting yang tampak di lupakannya.
Kok rasanya ada yang lupa….
Naruto mengaduk-aduk rambutnya sedikit keras, tanpa menyadari bahwa jumlah orang yang ada di depannya telah bertambah.
"Kenapa lo? Sakit ya?"
Sebuah tangan menggapai ujung kepala Naruto. Sedikit tergagap, Naruto mengangkat kepalanya, menyipitkan pandangannya lalu menangkap bahwa telah ada 1 wajah asing yang tidak dikenalnya.
"Eh… enggak kok…"
Naruto ber-blushing ria, sementara Neji dan Kiba menahan tawa.
"Namanya Sai !"
Kata Kiba pelan lalu menarik gelas minuman milik Naruto dan meminumnya perlahan. Naruto udah gak peduli lagi dengan minumannya, ia masih saja memandangi si Sai yang juga masih tersenyum.
"Nama-mu Naruto ya?"
Sai meraih tangan tangan Naruto, sedikit malu Naruto mengangguk pelan.
"Aku Sai… Anak Kelas XII, Salam kenal…"
Naruto masih saja memandangi wajah Tersenyum Sai, yang sangat pucat.
"Sa-salam kenal…"
"Wah… Ternyata Pacar baru-nya Sasu-Chan imut juga!"
Naruto tersedak dan menarik tangannya dari genggaman Sai, cepat.
"UAPPAA!!"
Urusannya makin runyam dan panjang…
.
.
.
.
"Jadi pada intinya, Sasu-Chan itu nemuin KTP-nya kamu terus Sasu-Chan kasih-in ke kamu dan sebagai ucapan terima kasih kamu mau ML ama dia-Sasu-Chan, gituhh?"
Sai angguk-angguk … geleng-geleng… tunduk-tunduk…. Halah!
Sementara Naruto ngumpulin nyawa buat Marah sama Makhluk yang satu ini.
"Eh, denger ya lo semua!! Termasuk anak-anak di Kantin ini, di Yayasan ini kalo perlu di seluruh dunia! Aku itu GAK PUNYA HUBUNGAN apa-apa dengan yang namanya Uchiha Sasu-teme!!!!" Tereak Naruto ampe abis napas.
Semua orang di kantin menghentikan kegiatannya sementara.
Termasuk Seorang siswa yang gak jadi memasukkan makanannya dan membiarkan lalat masuk mulutnya.
Termasuk sebuah jeritan halus dari arah toilet pria "Yah! Kena tangan lagi deh!"
Termasuk Neji, Kiba dan Sai yang saling berpandangan lalu menyeringai licik, mata mereka memandang lurus ke arah belakang badan Naruto.
"Lo denger sendiri-kan…"
Ujar Kiba santai, masih memegang gelas Naruto di tangan kirinya.
"Yup… Lo gak punya hak…"
Sai yang duduk disamping Kiba menghela napas lalu membuka satu kancing kemejanya.
"Heh… Gue menang taruhan…"
Neji menyisir rambutnya dengan jari-jari tangan.
Naruto menegerutkan alisnya lalu berkata dalam hati Kenapa yak? Orang-orang ini pada ngomong ama sape?
"Hn…"
Naruto mengenali Hn-an itu!
"Lagian aku gak butuh dengan orang macam ini… terserah mau kalian apain juga…"
Wajah Naruto memerah dengan sendirinya saat menyadari si Sasu-Teme mengambil tempat di sampingnya. Kiba-Neji-Sai-Sasuke… empat orang cowok terpopuler se Yayasan Konoha sedang mengerubungi si Pala Pirang berwajah Uke seperti semut nemuin garem… eh gula.
What happen… aya naon? Euy…
"Wah… Pasangan Baru… Naru-chan dan Sasu-chan!" Ujar Sai sok akrab.
Si Naruto wajahnya bener-bener merah kayak tomat yang jatoh dari gedung lante 7 terus keinjek 2 barisan Marching Band.
Ukh… Sasu-teme! Setelah ngerebut cipokan pertama aku… apa dia mau ngambil keperawana… eh Keperjakaan aku?! Tidak…
Naruto bener-bener kehilangan kata-kata saat Sasuke menyentuh lengannya secara tidak sengaja. Kepala-nya di penuhi oleh berpotong-potong memori yang sulit untuk di baca maupun di kenali. Namun, ia tidak mengenali satu pun dari memori yang sepintas lewat di depan matanya bagai layar tancep murahan.
"Oiy… dobe…"
Naruto tersentak, Sasuke menyentuh pipinya pelan. Blush Mode ON.
"Ap—apa teme!!"
Sai-Kiba-Neji tertawa tertahan.
Sasuke menarik napas sesaat, mengalihkan pandangan dari si muka Rubah dengan cepat. Lalu menarik tangan Neji yang ada di depannya, berkomunikasi dengan Neji tanpa satu patah kata pun keluar. Neji mengerti bahasa isyarat Sasuke, entah kenapa Sasuke melukiskan semburat merah tipis di kedua tulang pipinya.
"Ugh—Sas-gay!" Ucap Neji tertahan,
-Death Glare
"Oke-okeh! Uhum!"
Neji terbatuk-batuk ria-
Naruto mengerutkan kedua alis pirangnya seiring dengan tingkah laku empat orang di depannya yang tiba-tiba menjadi serius.
" Uzumaki Naruto! Selaku Gurdian Tingkat pertama SMA Konoha, dengan segala kekuasaan yang ada~ Aku Hyuuga Neji menyerahkan posisi Guardian Tingkat ke-5 kepada Yang Terhormat…-
Uzumaki Naruto!"
Semuanya Serius.
Naruto jadi Dinosaurus.
Author Tetanus.
Apus yungs terjadus?!!! –apa yang terjadi?!!!
"…NARUTO!!!..."
Redhead.
"Gaara… Sabaku No Gaara"
Smile-Smirk-Glare-Then Punch.
.
.
.
To Be Continued
Yay!!!
Maafkan shirou!
Kenapa cerita-nya jadi kayak Shugo Chara?!! Tanpa Chara tentunyaa~
Shirou gak tau!! Sumpah!
Okeh! Shirou ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada yang udah ngerepiuw…
Ini emang Chapter perpisahan tapi shirou akan balik lagi!
Mungkin sesudah UN dengan segudang cerita baru!
Shirou janji! XD
Eh-eh…
Kalo ada yang mau request… silakan ajah…
Kirim ke email shirou
Ditungguu!!!
Eh ada yang tau gimana caranya ngejawab tantangan Infantrum? Gak ngerti… shirou mau ikut yang Black and whiteeee…. Kasih tau
yaaa!!! XD
See you in next story! -gaya diego sepupu dora!
