Minseok memang masih merasakan sakit atas perlakuan mantannya , masih merasa rendah saat mengingat perlakuan keluarga Jongdae , namun ia sa menutupinya , Luhan membuatnya sangat nyaman , benar-benar nyaman malah , sampai ia lupa jiika Luhan adalah Pengusaha yang sangat sukses , ia tidak menyadari bahayanya , yang ia tau ia bersama Luhan

Ia sudah bosan sangat bosan dan lelah menjalani hari-harinya seorang diri , berkencan dengan berbagai macam lelaki , toh Luhan lah lelaki pertamanya

XXX

Jongin dan Sehun bahagia mendengar kabar pernikahan Luhan dan Minseok , sehun bahagia akhirnya kakaknya yang aneh bin ajaib bisa takhluk dengan Minseok, JOngin bahagia karena ia akan memiliki keluarga yang sempurna bersama orang-orang yang ia sayangi

" Hyung hentikan , kau terlihat seperti orang bodoh " Ucap Sehun jahil ketika melihat Luhan dengan muka tolollnya

" Yaaaak bocah , pulang sana , pergilah ke kantor dan temui Donghae ,kau harus segere bekerja , tidak malu eoh melihat Jongin yang lebih sukses darimu " kekeh Luhan

" Aiiiiisssh , Bilang saja kau tak ingin diganggu "

" Aku serius bocah " Tatap Luhan tajam " Hentikan sifat manjamu itu "

Minseok dan Jongin yang melihat kelakuan mereka pun hanya terkekeh geli

" Jonginie , bisa kau membantuku " Bisik Minseok , tidak mau melihat perbincangan aneh antara Luhan dan sehun

" Ne , eonni , ada apa ?"

" Tubuhku lengket sekali , bisa bantu mengelapinya ? " Ucap Minseok polos , namun berimbas pada Luhan yang langsung berhenti menggoda Sehun , demi tuhan MInseok itu sangat agresif , sangat responsive , kenapa harus sepolos itu

" Ne eonni , aku akan meminta air hangat dan handuk dari suster " Ucap jongin langsung dihadiahi tatapan tak suka dari Luhan namun ia tak melihatnya , ia bergegas keluar dan meminta perlengkapan untuk membasuh tubuh MInseok ke suster

Sehun yang mengerti arti tatapan Luhan pun langsung berceloteh

" Hyung hentikan pikiran jelekmu itu " kekeh Sehun . Luhan hanya diam , saat Jongin masuk ia langsung berkata

" Aku yang akan mengelapinya , kalian pulanglah " Ucapnya dingin , minseok dan Jongin yang mendengar itu langsung membelalakkan matanya

" LUuuuuu .."

" Jagalah Jongin Sehun , kita masih dalam bahaya , aku tidak ingin kalian kenapa-kenapa "

" Ne hyung , dan jaga hasratmu itu , ingat nunna masih sakit " kekeh sehun sambil menarik Jongin keluar

" Yaaaakkk "

Luhan pun menatap Minseok yang masih memasang muka polosnya

Cup

Ia mencium kening Minseok , Minseokpun tersadar dan mempuotkan bibirnya

" Kenapa kau …" Ucapnya namun dipotong Luhan

" Kau istriku , aku yang akan merawatmu , aku sudah bilangkan kalau tidak ada yang boleh menyentuhmu selain aku "

" Kita belum menikah Lu , lagipula itu hanya Jongin "

" Minggu depan kita akan menikah sayang , tetap saja tidak boleh , diamlah aku akan mengelap badanmu "

"Arraseo , tapi Jangan melakukan service plus plus luhaaan " kesal Minseok

" Eoh kau membaca fikiranku ya ?" canda luhan

" Luhannie " Minseok pun cemberut

" Aku tidak gila sayang , aku hanya akan mengelap badanmu " Ucap Luhan tulus

Ia pun mengunci pintu dan langsung membuka pakaian pasien Minseok . ia mengelap setiap inci tubuh itu tanpa terlewat seincipun , kejantanannya seakan ingin melonjak ketika melihat tubuh Minseok namun ia urungkan ketika melihat tangan dan kaki minseok yang memar , mungkin akibat perlakuan penculik sialan tadi

Ia pun mengecup memar itu , rasanya sakit sekali melihat keadaan kekasihnya yang seperti itu , apalagi ketika mendengar Minseok meringis ketika memar itu disentuh Luhan , ingin sekali ia menggantikan Minseok , ia pun mngelap minseok lagi dengan handuk yang kering , kemudian memakaikan bajunya kembali , MInseok dengan mukanya yang seperti kepiting rebus hanya bisa diam karena ia gugup

Minseok tersenyum melihat tingkah Luhan yang sangat manis itu , betapa tulusnya lelaki ini , padahal ia jelas-jelas melihat kejantanan Luhan yang sudah menegang , namun Luhan tidak melakukan apapun padanya

Ia pun menitiikkan airmatanya , Luhan yang melihat itu langsung menyeka airmata MInseok

" Jika kau menangis aku akan menidurimu disini " Ucap Luhan Jahil

" aissh luuu "

Ia pun memeluk Luhan , rasanya luka lukanya hilang begitu saja

XLNR

" Kenapa Luhan oppa romantis sekali " Ucap jongin dengan mata berbinarnya

" Yaak Luhan aissh , aku bilang Luhan , tanpa oppa " kesal Sehun

Saat ini mereka sedang dirumah Luhan , karena mereka tidak diperbolehkan kemana-mana , Luhan takut adikknya dalam bahaya , biar lah mereka hanya diam dirumah sampai hari pernikhan mereka

Jongin terkekeh melihat tingkah sehun

" Sehunnie , Luhan oppa benar-benar daebak " Ucapnya lagi

Sehun yang kesal pun langsung mencium Jongin

" Lihatlah siapa yang terbaik " Ia pun mencium bibir Jongin , sangat dalam , sangat intens

"eeeummpp , Sehunnieee …"

Merekapun larut dalam cumbuan

" Jangan menyakiti baby kita .."

" Tenang chagi .."

Sehun terus menghujam Jongin dengan cumbuannya , mereka pun larut dalam kenikmatan yang diberikan satu sama lain

XXX

Kris tiba dikantor dengan muka berantakan , sudut bibirnya membiru , ia Nampak lesu , sebelum memasuki ruangannya ia sempat melihat Kangin ia pun menyuruh Kangin masuk keruangannya

" Waeo sajangnim " Ucap kangin dengan sopan

" aku ingin berbicara dengan Kangin temanku bukan Kangin karyawanku , duduklah "

Kangin pun tersenyum , ya dia adalah sahabat Kris , kenapa menjadi mata-mata Luhan ?

Karena kangin tau hati kris sebenarnya tidak jahat ia hanya dipaksa ayahnya untuk melakukan itu , ia tidak ingin Kris melakukan sesuatu yang keji pada LUhan dan Sehun , karena mereka adalah keluarga , mereka pernah saling menyayangi ketika masih kecil , kangin tau itu , sangat tau , Kris mengidolakan Luhan , Menyayangi Sehun , dan Luhan pun menyayangi Kris selayaknya ia menyayangi Sehun

Namun saat LUhan mengetahui kelakuan ayah kris yang mengakibatkan kedua orang tuanya meninggal , ia mulai menjauhi kris , Kris terpukul karena kehilangan sosok saudara yang menjadi idolanya , kehilangan adik bawangnya yang menggemaskan , ia melakukan itu bukan semata-mata menuruti ayahnya namun ingin mendapat perhatian Luhan kembali , ingin sekali rasanya ia menceritakan keadaan kris pada Luhan , namun lelaki itu susah ditebak , hatinya masih keras , nanti bila saatnya tiba ia akan menceritakan semuanya

" Ada apa ? mukamu buruk sekali " Ujar kangin sambil duduk disamping kris

" Aku gagal menjalankan misi dari ayah ku lagi "

Kangin lega mendengarnya

" MIsi ? Lagi ? Kali ini apa lagi yang kau lakukan " Ucap Kangin pura-pura tidak tau

" Aku menyekap kekasih Luhan hyung " Ucapnya sambil mengusap mukanya kasar , tidak peduli dengan perih dipipinya

" Mwo , Luhan sudah memiliki kekasih ? padahal ia sangat membenci yeoja , bukankah ia hanya menjadikan yeoja untuk pemuas hasratnya " Ucap kangin , kali ini ia benar" terkejut karena ia tidak mengetahui jika MInseok adalah kekasih LUhan , ia membayangkan bagaimana kalau kris tertangkap oleh LUhan tadi

" Aku sudah menyelidikinya , kau tau kan aku setiap hari menyelidikinya , semua kegiatannya , aku tidak pernah melihat Luhan hyung sebahagia itu "

" Lalu , kau apakan dia "

" Aku hanya mengikatnya , membentaknya , menggores tangannya , wajahnya sangat cantik , bentuk badannya menggiurkan pantas Luhan hyung memilihnya "

"Apa lukanya dalam ? apa dia melihatmu ? maksudku yeoja itu "

" Entahlah aku hanya kesal dan reflek saat mengetahui LUhan hyung dengan sangat cepat menemukanku , dia tidak melihat ku "

" Apa tidak ada cara lain ? kenapa harus melibatkan orang lain ?"

" Kau seperti tidak tau appaku saja , aku bahkan bisa langsung membunuh gadis itu , tapi aku masih waras "

Kangin pun tersenyum

" Ya , jika kau ingin diakui Luhan sebagai dongsaengnya lagi jangan pernah menyakiti miliknya , jika yeoja itu benar kekasihnya berarti dia sangat berarti untuk Luhan "

Kangin menepuk bahu kris , kris hanya menganggukkan kepalanya , tidaklah kris tau jika kangin merekam pembicaraan mereka , kangin selalu meekam keluh kesah kris , karena itu mungkin bisa membantu jika suatu saat ia sudah bisa menjelaskan kepada LUhan

XLNR

4DAYS LATER……

MInseok sudah diperbolehkan pulang , ia sudah mulai tinggal dirumah Luhan , tentunya masih ada JOngin dan Sehun karena LUhan belum memperbolehkan mereka tinggal dirumah Sehun , 2 hari lagi ia akan menikah , hampir semuanya sudah siap , gaun pengantin dan segalanya , Luhan sangat bahagia , bahkan ia hanya kekantor setengah hari , setelahnya ia akan pulang

Driiingggg…..

2pesan , nuguya batin minseok

Eoh Jongdae

Loh apahhh ? JOngdae ?

From : Jongdae

Minseok aah apa kabarmu ?

Aku sudah di Seoul , aku bosan , bolehkan aku kerumahmu ? aku merindukanmu , aku sedang bosan dengan Daeul

From : Jongdae

Ayolah, aku tau kau juga merindukanku bukan

" HUUUH dia pikir dia siapa , tidakkah ia tau jika aku akan menikah , lagipula ia hanya meninggalkan luka yang sangat dalam , dasar namja brengsek " Umpatnya kesal

" Wae eonni " Tanya Jongin , ia sedang menonton diruang tv

" annio hanya penganggu "

" Apa itu Jongdae ? "

" Ne "

" Eonni tidak memberitahu luhan oppa ?"

" Luhaaaaannn aish tanpa oppa " sela Sehun ikut bergabung , MInseok pun terkekeh melihat mereka

" Ada apa nunna ?" Tanya sehun ingin tahu

" Jongin bilang kalau Luhan lebih tampan darimu " Kekeh MIseok mengedipkan mata ke Jongin memberi tanda kalau tidak perlu membahas JOngdae lagi , JOngin pun mengangguk dan langsung tertawa karena melihat muka sehun yang nano nano

Sehun mengernyitkan keningnya , namun pikiran jahilnya tiba-tiba keluar

" Nunna juga lebih cantik dari Jongin , Tubuh nunna lebih seksi , Nunna bahkan terlihat lebih menggairahkan saat aku melihat nunna pertama kali di apartemen Luhan hyung saat itu , UUUUhhhh Tubuh Nunna sangaat…..Aaawww"

Luhan yang baru pulang kaget mendengar pembicaraan dongsaeng sialannya langsung kesal

Plaaakkk ……………. Jitakan manispun membuat bibir sehun bungkam

" Yaaak bocah tengik mau ku bunuh eoh " kata Luhan dingin

Sehun hanya memasang wajah tanpa bersalahnya dan tertawa , MInseok dan JOngin hanya ternganga mendengar ucapan Suhun tadi , Jongin yang masam pun langsung berujar

" Kami sama-sama seksi , bahkan aku lebih tinggi dari eonni .." Bela Jongin

" Yaaakk Jonginie iiissh " SEla MInseok kesal , kenapa harus membandingkan tinggi badan

" Annio , Minseok nunna lebih seksi , lihatlah badannya yang mungil , pinggangnya yang dalamm …..Awww"

Plaakkkk ….. satu jitakan lagi

" Bocah ini aisssh " Umpat LUHan , sembari mendudukkan dirinya dibelakang Minseok dan memeluknya , Minseok pun tersenyum mendapat perlakuan itu

" Kemari kau Lu sehun yaaaakkk , kurang ajar , mau tidak kuberi service eohh , sialaaannn …." Ucap jongin sembari menjewer kuping Sehun dan menyeretnya kekamar

" YYaaaakkk Nunna aku padamu……." Candanya lagi

" Yaaaakk kau ini benar-benar " Jongin makin keras menjewer sehun menuju kamar mereka

" YYaaaak ampun chagi aku hanya bercandaaa…..Awww appoh" Teriak Sehun melas

MInseok dan Luhan pun tertawa melihat kedua adiknya

"AKu belum pernah merasa sebahagia ini bersama adikku dan kekasihku " Ucap LUhan sambil menenggelamkan mukanya diceruk leher MInseok

" Nado , aku seperti mempunyai sebuah keluarga "

" Kita memang keluarga sayang " Ucap Luhan mencium pipi Minseok

" Tumben kau sudah pulang ?"

" Aku ingin mengajakmu keluar jalan-jalan "

" Jinjja ?" Minseok membalikkan badan dan menatap Luhan

"Ne , kajja kita siap-siap "

Minseok dan LUhan pun segera bersiap-siap , Luhan dengan pakaiaan casualnya , dan MInseok dengan pakaian sederhananya , mereka pun pergi tanpa memberi tahu adiknya

Mereka menuju sebuah pusat perbelanjaan , tentu saja dengan pengawal yang mengawasi mereka dari jauh , namun tanpa sepengetahuan MInseok , karena dia risih diikuti pengawal-pengawal , jadi mereka hanya mengawasi dari jauh

" Kau mau belanja ?'' Tanya minseok

" Aku ingin kita membeli kado untuk Sehun dan Jongin "

" Oke " JAwab minseok dengan senyum lebarnya

Merekapun mulai mengitari tempat tersebut

" Lu ada marsmellow " Ucap minseok girang

" Kau mau ?"

Minseokpun menganggukkn kepalanya antusias , Luhan terkekeh melihatnya , ia pun membelikan MInseok Marsmellow itu , tidak lupa membeli minuman untuknya dan minseok juga , mereka memilih duduk terlebih dahulu sambil memandng orang yang berlalu lalang

" Aku ketoilet sebentar ne , kau jangan kemana-mana , kalau ada yang mencurigakan berteriaklah " ucap Luhan

" Ne , lagipula ini tempt ramai lu "

Luhan pun mengecup Pipi minseok dan berjalan ke toilet

Saat MInseok sedang menikmati marsmellownya tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang

" Hay manis , kenapa kau tak menjawab pesanku "

Suara itu ….

Si brengsek JOngdae

" Lepaskan " MInseok langsung berdiri dan menghindari Jongdae

Para pengawal sudah bersiaga namun belum berani mendekat karena mereka tau itu bukanlah Anak buah Kris

" KAu semakin cantik saja , tidak merindukan mantan terindahmu ini eum " Ucap Jongadae sambil mengelus pipi MInseok

" JAngan sentuh aku sialan " Geram MInseok sambil menepis tangan Jongdae

" OOhh aku hanya merindukanmu manis "

Namun tiba-tiba ada seorang yeoja yang menghampiri mereka

" Apa yang kau lakukan JOngdae ? melepas rindu dengan mantanmu oh ?" Geram yeoja itu

" Annio , dia tadi menggodaku " Ucap JOngdae berbohong , MInseok pun semakin marah

" JAngan mengada-ada JOngdae " teriak minseok

Plaaakkkk ……..

Yeoja itu menampar MInseok , Jongdae membelalakkan matanya , ia tidak sengaja berbicara seperti itu tadi , ia hanya tidak mau Daeul marah , karena yeoja itu sangan pemarah dan arogan , dia takut perusahaannya terancam hanya kemarahan sepele Daeul

" Berani-beraninya kau wanita jalang , kau fikir kau siapa bisa menggoda kekasihku , kau itu hanya sampah, jangan bermimpi untuk kembali padanya , kami 1bulan lagi akan menikah , gunakanlah tubuhmu untuk mencari lelaki lain yang sepadan denganmu " Teriak DAeul memandang MInseok dari atas hingga bawah

" Dasar wanita tidak tau diri , mau menjadi kaya lagi eoh ? kau benar-benar murahan " Teriaknya lagi

" Ada apa ini" Ucap Luhan kaget saat Melihat Minseok ditampar dan dimaki seseorang

Minseok hanya bisa diam , hatinya sangat hancur , ia tidak ingin dihina lagi , ia menahan air matanya yang seakan ingin tumpah

" Apa yang kau lakukan pada kekasihku " Tanya LUhan lagi , ia melihat MInseok yang mengeluarkan ekspresi murung

" kau …" desis jongdae , jongdae adalah pengusaha tentu tau siapa Luhan , pemilik kerajaan bisnis yang menaunginya juga , dia kaget mendengar Luhan yang mengaku kekasih MInseok , bahaya batinnnya namun tiba-tiba

" KAu kekasih si jalang ini ? dengar ya , ajarilah wanita jalang ini sopan santun, bilang padanyaa jangan menganggu kekasihku lagi ,jangan menggodanya lagi , dia sudah tidak dianggap , kita beda kelas , sangat beda kelas " Teriak Daeul , ia tidak sadar sedang berbicara dengan siapa , ia seperti pernah melihat Luhan namun egonya memaksa memberontak

" Hentikan Daeul " Jongdae pun membawa Daeul pergi , yang diteriaki rentetan protes dari yeoja itu , sifat yeoja itu sungguh tidak mencerminkan kelas atasnya

Luhan sedikit terganggu dengan ucapan Daeul tadi benarkah Minseok menggod namja itu dia pun naik pitam , ia pun segera menyeret Minseok ke Mobil

" Apa yang kau lakukan hah ?" Bentaknya setelah sampai depan mobil

Minseok yang masih terpukul pun hanya diam mendengar bentakan Luhan , ia baru pertama kali mendengar bentakan Luhan seperti ini , hatinya semakin sakit , ia ingin membela diri namun kata itu sulit keluar

" Jawab aku Minseok " Bentak Luhan sambil mencengkeram baru Minseok , Minseok hanya menundukkan kepalanya

" Apa benar kau menggoda namja tadi hah ? jawab " Bentaknya saat melihat MInseok menundukkan kepalanya membuatnya semakin geram , pengawal-pengawal yang mengetahui kejadian yang sebenarnya pun merasa iba , mereka kasian terhadap minseok , mereka tau bagaimana kejinya jika luhan marah , minseok adalah wanita baik yang sudah merubah luhan , membuat Luhan bisa menjadi sangat beradap lagi , salah satu dari merekapun memberanikan diri mendekati Luhan

" Maaf sajangnim , nona Minseok tidak bersalah " Cicitnya sambil menunduk , Minseok mendengar ada orang yang membelanya , namun ia hanya menunduk dan diam , hatinya masih teriris iris , ia kembali membayangkan perlakuan hinaan keluarga Jongdae

" Apa maksudmu " ucap luhan dingin

" Namja yang bermana Jongdae tadi yang pertama menggoda nona Minseok , saya dengar namja tadi adalah mantan nona minseok , dia tiba-tiba dating memeluk nona Minseok , namun nonna Minseok menghindarinya , saat saya ingin mendekat tiba-tiba Yeoja tadi datang dan membentak namja itu , namja itu berbohong , dia berkata kalau nona Minseok menggodanya , akhirnya Nona Minseok ditampar dan dimaki-maki , Nona Minseok tidak bersalah tuan " Jelasnya panjang lebar

Luhan pun membelalakkan matanya , bagaimana mungkin dia tidak mempercayai Minseok , Oh dia mantannya ? apakah dia mantan yang menyakiti Minseok dulu , yang pernah Minseok ceritakan , ia pun melepaskan cenngkraman tangannya di bahu Minseok , ia memndang Minseok yang murung , sangat murung

Luhanpun langsung memeluk MInseok

" Mianhae ….. " Ujarnya , namun Minseok masih diam

Luhan pun membawa MInseok masuk kedalam mobil , ia tau Minseok pasti merasa sangat terpukul saat ini , Luhan serasa ingin memberi pelajaran pada pasangan gila tadi , ia menangkup pipi Minseok dan berkata

" Lupakan kejadian tadi , kejadian yang menimpamu dahulu , aku lebih baik darinya MInseok , apa kau tidak percaya padaku ? Mian aku tadi cemburu , mian karena membentakmu , tolong lupakanlah mereka , aku akan membalas perlakuan mereka padamu "

MInseok pun menitikkan air mata dan langsung memeluk Luhan

" Gomawo …"

Mereka pun memilih untuk pulang , karena mood keduanya menjadi buruk , diperjalanan MInseok masih diam , sesampainya dirumah ia langsung menuju kamar , tanpa memperdulikan Sehun dan Jongin yang bertanya padanya , Luhan pun memandangnya sedih

" Oppa , kenapa dengan eonni " Tanya Jongin khawatir

" Luhaaaannn aissh bukan oppa " kesal sehun lagi-lagi mendengar ucapan manis Jongin untuk Luhan , jongin pun memutar bolamatanya malas

" tadi dia bertemu mantannya "

" Mwo , pasti eonni mengingatnya lagi , astaga namja brengsek itu " Kesal Jongin

" Siapa mantan Minseok nunna " Tanya sehun ingin tau

" Dimana rumah namja itu , apa yang dulu keluarganya lakukan kepada MInseok , ceritakan padaku " Tanya Luhan memandang jongin tajam

" Aku tidak tau alamatnya oppa , aku hanya tau bahwa dia anak pemilik SAS CORP , mungkin sekarang dia sudah memimpin perusahaan itu , karena dia dijodohkan dengan si brengsek Daeul anak dari MR CORP , umtuk memperbesar perusahaannya " LUhan tak asing dengan dua perusahaan itu , bukankah itu perusahaan yang masih bernaung dibawah perusahaannya

Ia masih memandang JOngin penuh minat , begitupun sehun , meskipun dia di acuhkan namun melihat hyungnya yang menahan amarah pastilah ini sesuatu yang penting , dan Daeul , bukankah dia mantannya ?

" Eonni dahulu disayang orang tua jongdae , karena dulu keluarga eonni juga kaya , namun setelah orang tuanya mengalami kecelakaan , eonni kehilangan seluruh asset orang tuanya , karen untuk pengobatan , saat itu orang tua jongdae tak lagi mau menerima eonni , eonni di hina-hina , dibilang matre , ditampar karena berhubungan dengan jongdae , namun Jongdae hanya diam saja , dia dihina didepan banyak orang ketika ulang tahun Jongdae , bahkan disiram air pel , astaga aku sedih bila mengingat itu " jelas Jongin

Luhan dan Sehun hanya diam , tiba-tiba Donghae datang

" Lu undangan pernikahan kalian sudah sepenuhnya disebar , aku tidak sabar menunggu pesta pernikahan kalian " Ucapnya menghampiri Luhan sehun jongin

Luhan pun langsung menatap Donghae dengan tatapan aneh

" beritahu aku tentang putra putri SAS CORP dan MR CORP " ucapnya tegas , Donghae pun bingung , ia bicara apa namun Luhan menanggapinya apa

" Eoh ini , kebetulan ada undangan untuk kalian dari mereka , anak pemilik perusahaan itu akan menikah 1 bulan lagi " ia pun menyerahkan undangan pada Luhan dan Sehun

" itu anak perusahaanmu Lu , kau meliliki saham yang besar di dua perusahaan tersebut , mereka menjodohkan anaknya untuk mempersatukan perusahaan supaya menjadi lebih besar , bukankah Daeul anak pemilik MR CORP itu pernah berkencan dengan sehun " Jelasnya

" Ne " ucap Sehun malas " Dia perempuan arogan sombong , sok kaya dan berlebihan " timpalnya lagi, Jongin menatap sehun malas

Luhan masih diam namun ia menyeringai

" Apa yang terjadi jika sahamku ditarik dari dua perusahaan itu " ucapnya dingin

" Mwo " Donghae membelalakkan matanya " Tentu mereka akan kekurangan dana , kau tak mungkin menarik sahammu kan ? "

" Jika iya ?"

TBC ? ngawur lagi-_-

MAKASIH YANG SUDAH BACA , MAKASIH YANG REVIEW LIKE ATAU FOLLOW , AKU TAU INI CERITA YANG BURUK SIH JADI SADAR DIRI AJA HUUUUU T_T

ONE MORE , I JUST MISS XIUHAN

WHEN I SEE XIUMIN , SUDDENLY I ALSO MISS LUHAN

AKU GATAU ADA YANG SUKA ATAU ENGGA , BAGIKU SATU YANG NUNGGU CERITA INI AJA UDAH SANGAT TERHARU

NunaaBaozie : gasemuanya bareng" kok

xiuxiuLaLa: makasih banyaaakkkk

Snowwhiteexo : makasih thornim,aku baru baca reviewnya

Larassekarkinanti ; makasih yaaaaaa,makasihhh

Cicifu : sudaaa

Xiuhan799 : MAkasih banyaak

Angga.XXyu : iya ka selalu diperbaiki hihi , makasiih

Guest" makasih banyakkkk