"Baiklah, cara penggunaan baju teleport ini adalah dengan menekan tombol merah ini dan akan berteleport kesebuah tanda yang akan ku kirimkan" Kata Shikamaru sambil menunjuk sebuah tombol yang berada di depan baju tersebut. (kalau dipikir-pikir ini mirip dengan teknik Hiraishin milik Minato)

"Jadi belum beraksi nih" Tanya Sasuke sambil memanyunkan bibirnya karena kesal tidak dapat beraksi dengan kekuatan barunya.

"Aku sudah menitipkan sebuah receiver pada ayahku yang sekarang ada di amerika dan mungkin akan sampai beberapa menit lagi"

Nee kikoe masuka

Ringtone harmonia milik Shikamaru tiba-tiba berbunyi. Shikamaru pun mengeluarkan ponsel bermerek Nokia Lumia yang tipenya hampir sama dengan tipe Sasuke.

"Ya elah, hpnya aja canggih, ringtonenya gak mutu" Cibir Sasuke yang di sambut dengan anggukan angkuh oleh Naruto.

"Suka-suka gue dong" Kata Shikamaru cuek-cuek aja mendengar ringtonenya dihina habis-habisan gitu.

"Halo...! Ah, Tou-chan udah sampe, baiklah" Kata Shikamaru sambil memencet tombol berwarna merah diikuti oleh ketiga temannya.

-0-

"Ada apa sih sama nanas malas tersebut, udah nyampe aja harus telepon dulu" Kata Shikaku tanpa menyadari bahwa dirinya sendiri juga nanas malas. Dia berjalan melewati kerumunan orang-orang yang sedang bingung mau ngapain, mau jemput apa mau antar ck ck ck.

"Huwaa" Shikaku terkejut dengan kemunculan empat orang gaje yang dengan suksesnya sedang berdiri dihadapannya.

"Shikamaru, ada apa sebenarnya" Shikaku langsung berkacak pinggang sambil menatap Shikamaru dengan tatapan tajamnya.

'Ayahku kelihatan sangat mengerikan bila sedang marah. Jauh lebih mengerikan dari ibuku' Batin Shikamaru sambil menjawil tangan kawan-kawannya dan langsung menyaut sebuah benda kecil berwarna senada dengan bajunya dan berlari sekencang-kencangnya.

"Tunggu...!" Shikaku langsung mengejar keempat anak yang sedang berlari tersebut sambil tertawa lebar tersebut.

"Ayahmu kerja dimana ?" Tanya Shikamaru disela kepanikan tersebut.

"Di Universitas California" Sahut Naruto. Shikamaru pun mengutak-atik smartphone wp7 itu sambil terus berlari menghindari kejaran ayahnya yang terus saja berteriak memanggil-manggil Shikamaru.

"Hmm...! Baiklah" Kata Shikamaru sambil tersenyum puas dan berlari sambil mengarahkan ketiga temannya menuju Universitas California.

-0-

"Hosh Hosh" Keempat makhluk gaje itu pun berhenti didepan sebuaah kampus besar bertuliskan California University yang ditulis dengan daun-daunan yang rimbun.

"Kalian kenapa ?" Tanya seseorang dengan rambut kuning dengan wajah yang super manis bertanya pada empat makhluk yang sedang ngos-ngosan tersebut.

"Tou-chan ?"

"Naruto ? Ngaapain kamu disini" Pria berambut kuning yang ternyata adalah Minato tersebut terkejut dengan kehadiran putra tunggalnya tersebut dan langsung menghampirinya. Naruto yang sudah beberapa tahun tidak bertemu dengan ayahnya pun langsung memeluk ayahnya erat-erat sambil menangis dipelukannya.

"Ak-aku kangen banget sa-sama Tou-chan" Isak Naruto di pelukan ayahnya. Minato mengelus rambut duren milik Naruto dengan lembut.

"Ehm...! Maaf menganggu kalian tapi kita harus segera menghentikan peperangan konyol ini. Anda Minato-san bukan ?" Tanya Shikamaru pada pasangan Ayah-anak yang sedang memadu kasih tersebut. Minato melepaskan pelukannya pada Naruto dan mengangguk pada Shikamaru.

"Kalau tidak keberatan aku akan ikut anda pulang" Kata Shikamaru sambil mengeluarkan evilsmirk, kayaknya nih anak udah memahami gimana caranya mencegah perang dunia ini.

"Hinata, aku ingin agar kau memantau setiap hawa manusia disini dan perketat pantauanmu bila suasana semakin sepi" Hinata mengangguk mendengar bisikan dari Shikamaru dan langsung berjalan sambil memantau setiap keadaan.

-0-

"Shikamaru" Panggil Hinata dengan suara pelan agar semuanya tidak mendengarkannya. Shikamaru pun menoleh pada Hinata yang berjalan pada posisi paling belakang.

"Suasana disini sangat sepi, tapi ada beberapa orang yang sedang melakukan aktivitas tersembunyi" Shikamaru menghela nafas pelan mendengar ucapan Hinata. Sedetik kemudian dia membuka matanya dan menyeringai lebar.

"Bawa ini dan tempatkan di tempat strategis" Kata Shikamaru sambil menyerahkan beberapa lembar kertas bersama dengan receiver yang dititipkan pada ayahnya.

Hinata mengangguk dan segera pergi dari situ sambil membawa perlengkapannya.

"Apaan tuh ?" Bisik Sasuke.

"Hanya kertas peledak" Kata Shikamaru cuek dan berjalan menghampiri Naruto yang sedang bercengkrama dengan ayahnya.

"Ayahmu akan diserang, bersiaplah" Kata Shikamaru. Naruto pun membentuk huruf O dengan jari telunjuk dan jempolnya untuk menunjukkan bahwa dia sudah siap dengan apapun kemungkinan yang terjadi.

"Tolong" Seru seseorang dari arah sebuah bangunan tua yang sepertinya sudah tidak terpakai.

"Kau dengar sesuatu ?" Tanya Minato yang sepertinya mendengar sayup-sayup tersebut. Shikamaru hanya mengangguk dan berlari menuju arah suara tersebut.

"Kakuzu...!" Seru Shikamaru ketika melihat pria bermasker dengan mata hijau lumut tengah berusaha berlari dari seorang dengan pakaian seba hitam dan topeng hitam yang menghiasi wajahnya dengan sebuah pistol terarah pada pemuda tersebut.

Shikamaru menggerakkan tangannya sedikit sampai sebuah pohon besar secara tiba-tiba menangkap pria berseragam hitam tersebut.

Pria berseragam hitam yang kaget tersebut langsung menembakan pistol tersebut dengan membabi-buta. Naruto langsung maju sambil merentangkan kedua tangannya sehingga seluruh peluru tersebut langsung terpental jauh. Shikamaru mencekik leher pria tersebut hingga akhirnya pingsan.

"Aku akan masuk kedalam dan menyusup, Sasuke kau tunggu isyaratku untuk penyerangan dan Minato-jisan serta Naruto menjaga Kakuzu" Kata Shikamaru sambil menurunkan orang tersebut dan memakai seragamnya serta bergegas masuk dan berbaur dengan yang lainnya.

-0-

"Apa sudah kau tangkap makhluk kaya tadi" Kata seseorang yang juga berpakaian hitam pada Shikamaru yang baru saja masuk.

"Aku tadi dipanggil oleh ketua sehingga tugas tersebut aku serahkan pada orang lain" Jawab Shikamaru asal jeblak. Tapi anehnya si pria idiot tadi langsung percaya begitu aja.

Shikamaru pun berjalan menuju lorong-lorong panjang dan menemukan sebuah benda yang tak asing baginya.

"Receiver ?" Kata Shikamaru sambil memungut benda tersebut. Dengan waspada Shikamaru menoleh kekanan dan kekiri. Dia melihat seorang berpakaian hitam sedang berjalan kearahnya.

"Kesempatan" Shikamaru menggerakkan sedikit jarinya dan pria tersebut langsung roboh tercekik oleh kayu milik Shikamaru.

Shikamaru langsung mengirim sinyal pada Sasuke lewat pohon yang dia gerakan.

-0-

"Oiy, Naruto. Tekan tombol merah" Kata Sasuke sambil menekan tombol merah didada Naruto.

-0-

"Cepat pake" Kata Shikamaru sambil menunjuk pakaian yang tergeletak dilantai. Naruto pun langsung memakai pakaian tersebut dengan sengat cepat.

"Ayo, ikutin aku" Kata Shikamaru sambil memberi isyarat pada Naruto untuk mengikutinya. Naruto pun mengikuti Shikamaru menelusuri lorong-lorong gelap tersebut.

"Cari sandra dan sambung kertas peledak yang berserakan" Kata Shikamaru. Naruto langsung memberi hormat dan berlari menelusuri lorong-lorong tersebut.

-0-

"Hinata..." Panggil Shikamaru begitu melihat penampakan gadis berambut indigo tersebut. Hinata yang kaget langsung memucat merasakan tangan Shikamaru menepuk pundaknya.

"Kau cepat kembali serahkan receiver ini pada Minato dan berlarilah menjauh dari sini" Nasehat Shikamaru. Tiba-tiba, muncullah sosok Sasuke yang sepertinya sudah diberi isyarat oleh Shikamaru untuk mengikutinya.

"Cari sandra dan gabungkan peledak ini. Entar kita ketemu di ruang tengah dengan sumbu ditangan" Kata Shikamaru.

"Baiklah"

-0-

"Sudah selesai ?" Tanya Shikamaru yang saat itu sudah sukses lumutan nungguin semuanya di ruang persetujuan dengan membawa beberapa sandra.

"Sudah" Kata Sasuke sambil membawa beberapa sandra.

Shikamaru pun menggerak-gerakkan jarinya untuk memberi sinya pada Hinata yang segera di respon oleh Hinata dengan langsung berlari dengan lincahnya menuju TKP.

Hinata pun menghampiri Shikamaru yang langsung dilempar dengan sandra yang telah dengan susah payah oleh tiga orang gaje tersebut.

"Bawa mereka ketempat yang aman" Perintah Shikamaru yang disambut dengan anggukan dan senyuman manis dari Hinata. Sasuke yang melihatnya pun ikutan blushing.

"Kita harus cepat selesaikan. Entar kamu bakar sumbunya dan kita keluar dari sini" Kata Shikamaru sambil menggulung tali tersebut.

"Sayang sekali, kalian tidak dapat melakukannya" Kata seseorang berambut hitam dengan gaya jabrik panjang sambil memegang tiga tali yang dipegang oleh Shikamaru yang telah diputus ditengah jalan.

Shikamaru tampak terkejut melihat dirinya hanya memegang seutas tali pendek yang sudah putus, dia pun langsung membuang tali tersebut dan memasang kuda-kuda. Begitu pula dengan Naruto dan Sasuke.

"Naruto, serang dia dari jarak jauh. Sasuke, targetmu adalah tiga tali itu, aku akan membantumu dengan akting menyerangku" Bisik Shikamaru pada SasuNaru. Naruto mengangguk mengerti dan mulai melontarkan beberapa benda yang berada disana. Madara dengan lincah menghindari semuanya, Shikamaru masih berdiri untuk menungguk saat yang tepat buat menyerang.

"Sekarang" Seru Shikamaru begitu melihat posisi Madara sejajar dengan tiga utas tali tersebut.

Shikamaru langsung melontarkan kayu miliknya dan diikuti oleh Sasukeyang duduk pada kayu milik Shikamaru ditambah dengan dorongan energi dari Naruto. Madara yang melihat hal tersebut langsung menyingkir sehingga memberi kesempatan Sasuke untuk menembak tali tersebut dengan apinya.

Cesss

Shikamaru dan Naruto secara bersamaan memencet tombol merah miliknya. Sasuke yang masih duduk diatas lantai sepertinya kurang cepat memencet tombol merahnya sehingga Madara berhasil menarik tangannya.

"Paling tidak aku dapat satu musuh untuk pergi ke neraka" Kata Madara sambil mengeluarkan senyum psikopat. Tanpa diduga, Sasuke melontarkan ludahnya tepat di muka Madara.

"Aku tidak sudi berangkat ke neraka bersamamu" Desis Sasuke.

"Bicaralah sepuasmu karena kita akan mati bersama"

"Oh ya" Sasuke mengeluarkan evilsmirk dan bersiap mengeluarkan kekuatannya.

Cesss

Madara pun mengibas-ngibaskan tangannya ketika melihat kilatan api pada lengan Sasuke.

Sasuke langsung memencet tombol merah bersamaan dengan ledakan gedung penculik tersebut.

-0-

Dhuar...!

Received yang dibawa oleh Minato tiba-tiba saja meledak dan menguarkan asap tipis dan menampakkan sosok tubuh Sasuke yang sedang terhuyung-huyung dan kemudian roboh didepan Hinata.

"Sasuke"

TBC


Apa yang terjadi dengan Sasuke ?

Chapter selanjutnya adalah yang terakhir.

Revieewww...!