Chapter 6

Tittle:Where Happiness Comes Alive

Author:Winter and Summer

Main Cast:Xi Luhan

Oh Sehun

Wu Yi Fan

Xi Chanyeol

rated :T(GS)

insiprasi:pengalaman hidupku selama 14tahun dan khayalan tingkat tinggiku

semua tokoh hanya milik tuhan & SMEnt

typo bertebaran,tidak sesuai denganEYD,ini Fanfic Pertamakuㅋㅋthis is GS

HAPPYREADING

salam HunHan

at SM Academy

Seorang yeoja cantik bernama Xi Luhan tengah berjalan dikoridor ini yeoja manis itu terlihat berbeda,wajahnya arah yang berlawanan,namja berperawakan tinggi berdarah China Canada sedang berjalan santai bak seorang model papan menangkap sesosok yeoja cantik yang sedang berjalan kearahnya.

Kris's POV

Luhan?Ada apa dengannya?Tidak seperti biasanya,pagi pagi sudah cemberut itu tidak baik.

"Hai Luhan,selamat pagi"sapaku

"Selamat pagi Kri-"

'BRUUKK'

"LUHAN!/LUHAN!"Teriakku dan Kyungsoo bersamaan.

"Sunbae ada apa dengan Luhan?!"Tanya yeoja bermata bulat itu,ia terlihat panik sama paniknya denganku.

"Aku juga tidak tahu,Kyungsoo bisa tolong bantu aku bawakan tas Luhan kemobilku?"tanyaku

"Eum"

Dengan sigap Kyungsoo membawa tas milik Luhan.

Kugendong tubuh rampingnya ala bridal style,beruntung ini masih pagi jadi tidak banyak orang yang melihatku menggendong Luhan.

" Kyungsoo-ya tolong beri tahu seosaengnim kalau hari ini Luhan akan membawa Luhan pulang kerumahnya"Pintaku lagi

"Ne sunbae,Hati hati dijalan"kata Kyungsoo padaku

Kulajukan mobilku kearah rumah dirumah Luhan aku merogoh rogoh isi tas !Ini yang aku cari,kunci kakiku menuju pintu rumahnya,bagus pintunya sudah pun kembali kedalam mobil untuk membawa Luhan masuk aku sekarang didalam kamar Luhan yang serba HelloKitty'.Kurebahkan tubuh Luhan di atas kasur yang harus aku lakukan sekarang?Masalahnya aku tidak tahu cara merawat orang !yang aku tahu Luhan mempunyai Kakak laki laki,mungkin aku bisa Handphone Luhan ditas miliknya,kubuka kontak di dia "ChanLieGe" dalam bahasa China gege itu adalah 'kakak laki laki'.

Chanyeol's POV

Luhan?tidak biasanya dia meneleponku sepagi ini.

"Yeoboseo Lu,ada apa hem?"Tanyaku heran

"Yeoboseo,eum mian apa benar ini Chanyeol hyung?"

'Eh?'Suara namja?Tapi bukan suara Oh Sehun.

"Ya,benar ini Chanyeol dan siapa kau?Mengapa ponsel milik Luhan bisa berada ditanganmu?"Tanyaku penuh selidik

"Joneun Kris Wu imnida,teman sekolah ini Luhan pingsan disekolah,Jadi saya membawanya pulang hyung bisa pulang?Kelihatannya Luhan sedang tidak enak badan."Jawab namja disebrang sana,yang bernama Kris itu.

"NE?!PINGSAN?Bagaimana bisa?Dimana Sehun?!"Tanyaku panik benar benar panik,bagaimana bisa pagi pagi begini adik kecilku sudah pingsan?Jam pelajaran saja belum ...

"Sehun,tadi sedang dikelasnya"Jawab namja itu lagi

"Aku akan segera disitu,jaga Luhan baik baik!"Perintahku pada namja yang bernama Kris Wu itu.

"Ne.."

'Bip'

Normal POV

Chanyeol menekan tombol 'speed Dial2' dan langsung terhubung dengan seseorang disebrang sana.

"Yeoboseo,kau dimana?Bisakah mampir kerumahku dulu?Luhan sedang sakit."Kata Chanyeol pada seseorang disebrang sana.

"Ne?!Luhannie sakit?Aku sedang dirumah,ne aku menuju rumahmu Chanyeollie"Jawab seorang orang disebrang sana

"Ne.Gomawo,hati hati dijalan,aku juga dalam perjalanan pulang."

"Eum.."

tut tut tut~

Setelah sampai dirumahnya,Chanyeol langsung masuk kedalam kamar seorang namja sedang duduk di samping tempat tidur yeoja yang terbaring lemah dia adalah namja yang bernama Kris.

"Hyung?"sapa Kris pelan.

"Gomawoyo Kris-ssi sudah menjaganya,jeongmal gomawo"Ucap Chanyeol berterimakasih kepada Kris.

"Ne hyung,ya sudah kalau begitu aku kembali kesekolah ya hyung..Annyeong"Kata Kris sambil membungkukkan badannya.

"Ne,hati hati di Kris-ssi"Tutur Chanyeol

Chanyeol kini kembali berkutat dengan ponselnya,terdengar Chanyeol sedang berbicara dengan seseorang melalui benda yang berbentuk persegi itu.

"Yeoboseo,selamat pagi tuan hari ini aku tidak bisa mengikuti meeting dengan KimCorps,bisakah kau yang menggantikannya?Luhan sedang sakit,maaf ,khamsahamnida Tuan Kang."

tut~tut~tut~

Seorang yeoja cantik melangkahkan kaki jenjangnya kedalam kediaman keluarga itu terus berjalan sampai memasuki ruangan berpintu 'HelloKitty' .

'CKLEKK'

"Yeol~Luhan sakit apa?"Tanya yeoja cantik itu yang membuyarkan tatapan kosong Chanyeol.

"Ah Baek,mollayo.Tadi temannya yang menghubungiku,katanya Luhan pingsan disekolah."Jawab Chanyeol sambil menepuk memerintahkan agar yeoja yang dipanggil 'Baek' itu duduk disampingnya.

"Yeol kau tidak berangkat ke kantor?Inikan sudah siang,biar aku saja yang menjaga Luhan"Tawar yeoja manis itu.

"Ani,tadi aku sudah meminta tuan Kang untuk menggantikan semua jadwalku hari ini."Jawab Chanyeol ada satu detik Chanyeo sudah angkat bicara lagi

"Maaf sudah merepotkanmu pagi pagi"

"Ani,kau tidak saja Yeol."Sambil membuat lengkungan kecil disudut bibir kecilnya

"Eum...Ya sudah,apakah kau sudah sarapan?Aku akan membuat bubur untuk kau belum sarapan,kau bisa sekalian sarapan dengan bubur."Tawar Yeoja itu sambil melonggarkan ikatan tali dasi dileher Chanyeol.

"Ya aku mau"Setelah melonggarkan ikatan dasi Chanyeol,yeoja itu segera membuka setelan Jas yang Chanyeol kenakan,Lalu membuka Blezer yang ia selesai membuat bubur,keduanya pun sarapan bersama.

"Baek bagaimana dengan Luhan?Apakah tidak kita bangunkan saja?"

"Akan ku coba"Ujar Baekhyun sambil berjalan menuju kamar Luhan

"Lu~ireona"Baekhyun menepuk nepuk kecil pipi Luhan,tidak beberapa lama Luhan sudah siuman dari mengedarkan pandangannya kesekitar.

"Sehun,Oh Sehun"Itulah ucapan pertama yang Luhan lontarkan dari bibir mungilnya.

"Annyeong Luhannie"sapa Baekhyun ramah sambil membelai rambut nya.

"Engg..Nuguseyo?"Tanya Luhan bingung

"Perkenalkan namaku Byun sekolah gegemu"Jelas Baekhyun sambil tersenyum.

"ah Baekhyun eonni.."Ucap Luhan sambil menganggukan kepalanya

sedetik kemudian pun Luhan berbicara lagi

"Eonni dimana Chanyeol ge?"tanya Luhan

"Dia ada dibawah,sedang kau ingin sarapan disini?"

"Aku sarapan dibawah saja."

"Ok,sini biar eonni bantu berdiri"Tawar Baekhyun sambil memapah Luhan menuju lantai satu.

"Baek,kau tidak ke butikmu?Biar aku yang mengurus Luhan"Tanya Chanyeol sambil berkutat dengan Handphonenya

"Tidak perlu,assistenku sudah mengambil alih pekerjaanku untuk hari ini"Tutur Baekhyun lembut

"Lu,ini setelah itu kau harus meminum obatmu"Ujar Baekhyun sambil memberi semangkuk bubur kepada Luhan

"Khamsahamnida eonni"Jawab Luhan sopan

"Eum...Baekhyun eonni mengapa bisa berada disini?"Tanya Luhan sambil mengaduk bubur yang berada dihadapannya

"Baekhyun disini karena ada urusan denganku"Jawab Chanyeol cepat.

"Ah...Jadi Baekhyun eonni kenal Chan ge dimana?"Tanya Luhan (lagi)dengan tatapan polosnya.

"Kami berteman saat SMA"Jawab Baekhyun lembut

"Wahh setahuku Chan ge tidak pernah dekat dengan yeoja,selamat berarti eonni menjadi yeoja pertama yang dibawa Chan ge kemari"Ucap Luhan sambil tersenyum.

'hah yeoja pertama?'tanya Baekhyun dalam hati

"Jinjja?Ah gomawo"Kekeh Baekhyun

"Jadi kapan gege memperkenalkan Baekhyun eonni kepada Baba dan mama?"

"Eyy~Luhannie kau ini bicara apa sih?Sudah cepat habiskan sarapanmu dulu."Jawab Baekhyun dengan pipi merona

"Kau kenapa Baek?"

"Mengapa pipimu memerah?"Tanya Chanyeol lagi sambil meletakkan tangannya dikening Baekhyun.

"Tidak panas"Ucap Chanyeol dengan wajah tak berdosa.

Baekhyun kini merasa dibully oleh Xi bersaudara,sudah jelas Baekhyun tidak?Dikenalkan kepada orangtua Chanyeol,huh seperti ingin menikah besok saja.

Setelah Luhan selesai makan ia segera minum obat dan langsung pergi ke kamarnya.

Saat ini hanya ada Baekhyun dan Chanyeol dilantai 1,dengan posisi Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang dan mecium perpotongan leher mengganggu Baekhyun yang sedang mencuci piring bekas makan mereka.

Baekhyun sangat suka moment seperti ini,karna akhir akhir ini ia sangat jarang bertemu dengan berdua terlalu sibuk dengan urusan tangan Baekhyun beralih mengusap kepala Chanyeol yang berada diperpotongan lehernya.

"Saranghae"Gumam Chanyeol disela sela kegiatannya menghirup aroma tubuh Baekhyun.

"Aku tau itu Yeol"Jawab Baekhyun sambil tersenyum.

-SKIP TIME-

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat,sore ini hujan lebat mengguyur Kota ini Baekhyun masih berada di mansion megah milik keluarga Xi,lebih tepatnya di kamar Chanyeol.

"Baek,kau tidak mandi? "Tanya Chanyeol

"Kkau dulu saja Yeol."Jawab Baekhyun gugup

"Eum..Arraseo"Ucap Chanyeol sambil beranjak dari kasurnya.

Setelah beberapa menit kemudian Chanyeol keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit dipinggangnya.

"Baek,aku sudah lupa memakai air hangat"Ujar Chanyeol sambil membuka lemari pakaiannya

Dan dijawab dengan anggukan oleh Baekhyun

Terdengar suara gemericik dari kamar mandi,kini Chanyeol sudah terlihat rapi dengan baju 20 menit kemudian...

CKLEKK

"Eum Yeol?"Panggil Baekhyun ragu

"Ya,ada apa Baek?"

"Bisakah aku meminjam bajumu?Aku tidak membawa baju"Tanya Baekhyun dari dalam kamar mandi.

"Ne,tunggu sebentar"Ujar Chanyeol sambil mencari pakaian untuk Baekhyun

tok tok tok...

"Baek,bisa tolong buka pintunya?"Tanya Chanyeol

'CLEKK'

Pintu kamar mandi pun terbuka,dan menampakan kepala Baekhyun dari balik pintu.

"Ige,kurasa hanya ini yang pas untukmu"Kata Chanyeol sambil menyodorkan kemeja putih miliknya

"Ah Gomawo"Jawab Baekhyun sambil mengambil kemeja yang berada di tangan Chanyeol

dan langsung menutup pintu kamar mandinya.

Baekhyun keluar dari kamar mandi,ia mengenakan kemeja yang Chanyeol berikan tadi dengan keadaan rambut basah dan tergerai.

"YA!Nona Byun kau bisa sakit jika rambutmu masih "Perintah Chanyeol menepuk anak anjing,Baekhyun pun menurut langsung duduk diatas paha Chanyeol.

"Jangan membuat susah dirimu sendiri,jika seperti ini kau bisa sakit Baek."Ujar Chanyeol sambil mengeringkan rambut yeoja yang berada dipangkuannya.

"Heum arraseo"Jawab Baekhyun patuh

Setelah selesai Chanyeol melempar handuk basahnya ketempat pakaian kotor dan 'BINGO' handuk itu mendarat dengan sempurna ditempat yang dituju.

"Eum Yeol,aku lelah."Ucap Baekhyun membuyarkan keheningan sambil mengucek ucek matanya imut

"Mengapa?,ingin tidur?"Tanya Chanyeol kepada yeoja yang kini berstatus sebagai kekasihnya

"Kurasa iya"Jawab Baekhyun sambil menyenderkan kepalanya didada bidang Chanyeol

"Ok baiklah,ayo tidur."Ujar Chanyeol sambil menarik selimut dan membawa Baekhyun ke dalam dekapan hangatnya

Luhan POV

Aduh aku lapar kaki ini keluar dari mengapa sepi sekali?Dimana Chan ge dan Baekhyun eonni?Kuputuskan untuk mengecek isi lemari es dimana ice creamku?Eum yasudahlah aku minta Chan ge untuk membelinya lagi saja.

'CKLEKK'

Kubuka pintu kamar Chan ge,aish...tak biasanya jam segini Chan ge tidur.

"Chan-"

'MWO?'Pekikku tertahan.

"Bukankah itu Baekhyun eonni?Nah kan dugaanku benar,akhirnya gegeku ini mempunyai sudahlah aku beli sendiri saja."

[Ucapku dalam hati.]

To:ChanLie ge

Ge~...Aku pergi ke supermarket dulu ya,By the way pelukanmu kurang rapat kekeke.

-Sent-

Kulajukan mobil kesayanganku ini tentunya dengan kecepatan yang bisa dibilang SANGAT rendah ,aih aku tidak suka suasana seperti menjadi licin,aku tidak suka jika mobilku ini harus berjalan dengan lamban.

At Supermarket

Eum..aku perlu coklat,ice cream,susu,permen mungkin dan tentunya persediaannya sudah bayar sajalah

keburu hujannya tambah deras.

'BRUKK'

'Sh*t'Umpatku

"Mianhamnida agasshi,saya tidak sengaja."Ucap pemuda yang menabrakku barusan sambil membantu memunguti barang barang belanjaanku yang berserakan.

"YA!Makanya kalau jalan itu pakai ma-"Ucapku terhenti,karena dihadapanku saat ini ada seseorang yang sangat aku masih belum berani untuk berbicara dengannya.

"Mianhamnida agasshi,aku terburu-buru"Ucapku cepat sambil melangkah meninggalkan Sehun yang mematung dihadapanku.

"Ada tambahan lain agasshi?"Tanya yeoja yang berada didepan mesin kasir tersebut.

"Ani,hanya itu."

"Totalnya 6000won agasshi"

"Khamsahamnida"Ucapku cepat sambil meletakkan uang di meja takut bertemu Sehun lagi,makanya aku harus cepat pergi dari tempat ini.

"Noona!"Seru seorang namja yang kukenal,Sehan.

'Aduh apa lagi ini?'Batinku

"Annyeong Sehannah,sedang apa?"Tanyaku sedikit takut Sehun akan menghampiri kami.

"Aku dan Sehun hyung sedang ingin makan ramyun,noona membeli apa?"Tanya namja kecil itu.

"Ini noona membeli keperluan bahan dirumah sudah noona duluan ya,takut hujannya tambah deras..Annyeong Sehannah."Ujarku sambil meninggalkan Sehan yang melambaikan tangannya padaku.

Kuletakkan barang belanjaanku di jok kuhadapkan badanku kedepan,tiba tiba Sehun sudah duduk sampingku.

"MWOYA!"Teriakku karena terkejut

"Bagaimana kau bisa disini Oh Sehun?!"

"FYI kau tidak mengunci pintunya aku yang masuk,kalau orang jahat bagaimana?Dasar ceroboh."Jawab Sehun datar

"Sehun turun dari mobilku sekarang juga!"Bentakku padanya,jujur sebenarnya aku tidak ingin dia berkata 'jangan pergi' tetapi dilain sisi mulutku berkata 'pergilah'.

Hati dan otakku tidak bisa diajak bekerja sama.

"Lu,kumohon tatap harap ini yang pertama dan terakhir kalinya kau mengacuhkanku,arra?"Ujar Sehun lembut penuh dengan kepastian disetiap kata yang ia ucapkan.

"Biar aku yang mengemudi,hujannya terlalu lebat."Ujar Sehun lagi.

"Bagaimana dengan Sehan?"Tanyaku khawatir.

"Dia sudah membawa mobilku."Jawab Sehun santai

"Tapi ini hujan lebat Sehunnah,dan lagi ia masih di bawah umur."

"Cukup Lu,jangan mengkhawatirkannya lagi pula dia namja,kau cukup duduk manis dan pakai sabuk pengamannya"Kata Sehun sambil memberikan senyuman mautnya sudah seperti ini aku bisa apa?Senyumannya itu sangat ampuh untuk melumpuhkan semua persendian tubuhku...

Normal POV

"Lu, sudah sampai"Ujar Sehun sambil membuka sabuk pengaman yang ia kenakan.

"Kau masuk saja,disini aku yang membawa barang belanjaannya."Perintah Sehun padaku.

Kini Sehun dan Luhan tengah berada dikamar hanya terdiam,tenggelam dalam pikiran masing masing.

"Lu,maafkan aku,aku memang egois"

"Eum"

"Lu,apakah besok kau ada acara?"Tanya Sehun membuyarkan keheningan yang mereka buat sedari tadi

"Tidak kurasa,memangnya ada apa?"Sekarang Luhan yang balik bertanya kepada Sehun

"Besok ikutlah denganku."Ajak Sehun

"Ya"

Hari ini Sehun sudah berjanji untuk menjemput yeoja sudah berdiri didepan pagar rumahnya yang cukup tinggi.

Kini Luhan terlihat menawan dengan Short Dress yang ia kenakan,tidak mewah tetapi cukup untuk menarik perhatian siapa saja yang kejauhan nampaklah mobil sport keluaran terbaru yang berjalan kearahnya,Luhan cukup tau bahwa itu adalah mobil Sehun berhenti,ia segera masuk.

"Maaf membuatmu menunggu,Sehan berulah lagi."Ujar Sehun sambil tetap fokus pada jalanan yang cukup ramai

"Gwenchana"

Hening,itulah suasana didalam lebih memilih untuk fokus kejalan,Luhan pun ikut terdiam karena Sehun diam.

Dan disinilah mereka sekarang,di makam eomma tidak ingin bertanya mengapa Sehun membawanya kesini,karna Luhan sudah cukup tau apa yang ada dipikiran hanya ingin merayakan ulang tahunnya bersama Eommanya dan Luhan.

"Annyeong eomma,aku sudah membawanya."Ujar Sehun berdialog pada makam dihadapannya.

"Annyeonghaseyo eommonim,karna hari ini adalah hari yang penting untuk kami akan merayakannya bersama eommonim"Ujar Luhan ceria,dan dihadiahi senyuman manis dari Sehun

"Aku tidak bisa memberimu hadiah,aku hanya bisa memberimu doa"Kata Luhan sambil menatap dlm mata Sehun

"Tak apa,aku ingin dengar doa'mu"Jawab Sehun

" Ok baiklah.Tuhan aku mohon jaga langkah Sehun,Semoga malaikat selalu bersamanya,Semoga bintang bintang selalu menemani malamnya,semoga pohon pohon selalu memberikan keteduhan untuknya,Semoga matahari setia menemani pagi dan siangnya hanya itu permintaanku..Saengil cukhahae Oh SeHun"Ujar Luhan dan diakhiri dengan kecupan pada kedua mata Sehun.

turun kehidung dan berakhir dibibir tipis Sehun.

"Terimakasih Lu,itu doa yang sangat indah"

"Eum..Jujur aku sangat senang kau membawaku kesini"Ucap Luhan sambil menata bunga dimakam eomma Sehun.

"Waeyo?Inikan pemakaman Lu."

"Molla,aku hanya merasa disini nyaman."

"Terimakasih sudah datang ke perlombaanku"Ucap Sehun tersenyum pasti.

"Bagaimana kau tahu?"jawab Luhan panik

"Aku hanya merasa kau hadir disana"Jawab Sehun enteng

"Hah!?Kau bercanda tuan'Oh'.Mustahil mana mungkin aku bisa berada disana"Sahut Luhan berbohong

"Selama itu menyangkut kau,tidak akan ada yang 'mustahil' "Jawab Sehun sambil menaikan sebelah alisnya dan memberikan tatapan menggoda

"YAK!Apa apaan kau Oh menatapku seperti itu,itu sangat menggangguku"Ujar Luhan sambil memberikan tatapan ingin muntah.

"Pakailah,disini udaranya dingin"Kata Sehun menyampirkan jaketnya dibahu mungil Luhan sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Luhan

"Ah!Oh Sehun kau harus menjelaskan sesuatu!"Teriak Luhan tiba tiba

"YAK!Jangan suka berteriak Lu!Memangnya apa yang harus aku jelaskan disini hah?"Tanya Sehun

" 'Yeoja' itu berkata kau mengirimkan pesan padanya,bahwa kau memintanya untuk menemanimu lomba hari tidak menghubungiku?Aku kan bisa menemanimu"Kata Luhan dengan sedikit penegasan pada kata 'Yeoja'

"Ya Ya Ya!Mana ada?aku tidak pernah berkata seperti itu."Ujar Sehun membela dirinya sendiri.

"Tapi dia mengatakan seperti itu kepadaku~Aish Oh Sehun seharusnya jika kau sudah punya kekasih memberitahuku terlebih dahulu"Jawab Luhan asal

"Tunggu!Berarti kau memang benar ada disana~haha"Jawab Sehun mengejek dan belum ada satu menit Sehun sudah bersuara lagi

"Kau Xi Luhan,sudah berapa kali kita membahas hal ini?Aku sudah bilang padamu bahwa aku OH Sehun tidak akan pernah meninggalkan Xi Luhan 'Sahabat' baikku jangan pernah bahas hal itu lagi arraseo?"Jawab Sehun serius ditambah mukanya yang selalu berekspresi sedingin es kutub itu.

"Mian"Lirih Luhan

"Ne,eum Lu setelah ujian kelulusan ini aku akan berangkat ke akan sekolah disana"Ucap Sehun to the point

"MWO?!New York katamu?Yah Oh Sehun itu sangatlah jauh~"Keluh Luhan

"Memang jauh,tenang kau tidak perlu merasa akan mengirimkan Email untukmu setiap hari.Eotteo?"Tawar Sehun

"Jadi tidak ada Bubble Tea lagi setiap hari minggu?"Tanya Luhan lesu

"Tetap akan ada Bubble Tea setiap hari minggu,tenang saja aku akan membelinya kita minum bersama."Jawab Sehun menenang kan sahabat kecilnya

"Tapi aku takut mengganggu waktu tidurmu Sehunnah~Perbedaan waktunya sangat jauh"

"Perbedaan waktu jadi penghalang Lu?Bagiku itu semua bukan akan menghubungimu saat kau terbangun dan aku tidak akan mengganggu waktu tidurmu Princess"Jawab Sehun final sambil menggoda Luhan dengan tatapan 'Mesumnya'

"YA!berhentilah menatapku seperti itu!Kau seperti ahjussi mesum Sehunnn!"Protes Luhan dan diiringi dengan kekehan kecil dari Sehun.

"Jadi berapa lama?"Tanya yeoja bermata rusa itu.

"Jika semua urusanku sudah selesai,aku akan segera kembali"

"Kau belajarlah yang be-loh Lu mengapa malah menangis?"

"Hiks hiks hiks...Sehun kau harus berjanji padaku,jemput aku saat liburan nanti."Ucap Luhan sambil terisak

"Akan ku usahakan"Jawab Sehun mantap

TBC

HUNHAN

maaf banget untuk part yang Luhannya sakit aneh rada gak nyambung gitu sama keadaan 미안해요 reader-

©SummerWinter 2014-2015