"Dimana semua calon puteri mahkota?" Mingyu bertanya seusai ia berlatih pedang dengan kakaknya, Pangeran Seungcheol, kepada Jisoo.

"Semua calon puteri mahkota berada di dapur istana, Putera Mahkota." jawab Jisoo.

"Oh!" Mingyu berseru, membuat Jisoo menatapnya bingung. Mingyu tersenyum cerah sekarang. "kebetulan sekali aku lapar. Dayang Han tidak mungkin tidak memberiku izin mencicipi makanan yang mereka buat, bukan? Ayo, penasihat Hong! Kita ke dapur istana sekarang!"

"Tapi Putera Mahkota, setelah ini anda harus menemui Guru Yang untuk menerima pelajaran tata negara."

Mingyu memberikan pedang latihannya pada pengawal di dekatnya, "Tenang saja, penasihat Hong. Guru Yang tidak akan marah." kemudian Mingyu menoleh ke belakang, berseru pada kakaknya yang sedang berlatih dengan beberapa pengawal di sana. "hyung, kau mau ikut denganku? Kita bisa makan yang banyak di dapur istana!"

Seungcheol menghentikan gerakannya dan menoleh. Ia tersenyum dan menggeleng. "Kau saja, Mingyu-ya. Aku sedang tidak lapar. Lain kali saja, bagaimana?"

Mingyu tampak kecewa tetapi ia mengangguk. "Baiklah, hyung. Ayo, penasihat Hong! Aku tidak mau kehabisan makanan!"