Disclaimer : Ichiei Ishibumi

Saya hanya memiliki OC di sini


DATANG LAGI SATU ORANG

Ari lalu sedang berjalan-jalan di sekolah Kouh berharap kalau dia tidak menemukan masalah yang menyeretnya menuju ke urusan yang tidak di perlukan . Ari lalu menemukan sebuah kalung di tanah, Ari yang penasaran lalu mengambil kalung itu dan melihatnya, terlihat sebuah kaluang berwarana putih dengan ada batu permata

''Waduh, kalung mahal nih'' kata Ari kaget

Ari lalu melihat ke sekitarnya melihat apakah ada seseorang yang menjatuhkan nya, namun dia tidak melihat ada seseroang di sekitar situ, Ari adalah anak yang baik :V, jadi dia memutuskan untuk mengembalikan kalung itu

''Tapi kemana aku harus mencari pemiliki kalung ini?'' tanya Ari

Ari lalu berjalan-jalan di sekitar sekolah untuk mencari pemilik kalung itu akan tetapi tidak menemukan nya sama sekali, Ari terus mencari pemilik kalung itu akan tetapi tidak menemukan pemiliknya sama sekali

''Aku harus bagaimana, aku tidak menemukan seseorang pun'' kata Ari

Ari lalu mendengar sebuah bell menandakan kalau kelas akan segera dimulai, Ari lalu mengatungi kalung itu berniat untuk menyimpan nya dan mencari pemilik nya lagi besok. Ari lalu berlari ke kelas nya tidak mau terlambat lagi masuk kedalam kelas dan terkena hukuman yang menyebalkan

''Dimana kalung itu'' terlihat ada seseorang sedang berlari di koridor sekolah Kouh seperti sedang mencari sesuatu, terlihat sosok itu terluka parah seperti habis berperang dengan sesorang, terlihat penuh dengan luka dan darah yang mengalir keluar dari tubuhnya, terlihat dia memakai sebuah kerudung sehingga wajah nya tidak terlihat dan memakai sebuah baju berawarna hitam gelap

''Sial!Sial!Sial!, dimana dia?!'' teriak sosok itu dengan marah

Sosok itu lalu kaget menyadari kalau ada seseorang di belakang nya, sosok itu lalu berbalik dengan geram karena ada yang mengganggu nya

''Kau sedang mencari apa? Wahai orang asing'' kata seorang gadis berambut merah yaitu Rias

''Sial keluarga Gremory'' sosok itu lalu berniat berbalik dan melarikan diri namun kaget karena ada seorang pria di depan nya

''Mau kemana? Kenapa terburu-buru?'' tanya serang berambut kuning yaitu Kiba

Sosok itu lalu benar-benar tidak tahu harus bagaimana sekarang, dia benar-benar sudah di kepung oleh kedua sisi, sosok itu dengan ketakutan lalu mengeluarkan sebuah sihir

''Smoke!''teriak sosok itu dan kemudian tiba-tiba muncul asap yang sangat banyak

Rias dan Kiba lalu menutup mata mereka karena tiba-tiba saja asap menyebar dengan sangat cepat, Rias lalu berusaha untuk melihat sosok itu agar tidak kabur namun asap itu begitu tebal sehingga Rias lalu kehilangan pengelihatan nya untuk sementara

''Kemana dia?'' tanya Kiba melihat kalau orang itu telah menghilang

''Cih, sepertinya kita kehilangan dia, Kiba! Panggil semua orang'' kata Rias

''Baik Bucho'' kata Kiba yang kemudian pergi

Rias tidak tahu kenapa orang itu tiba-tiba saja muncul di wilayah nya, setelah merasakan sihirnya, Rias yakin kalau orang itu bukan manusia. Rias lalu berpikir siapa dia sebenarnya, dari yang dia dengar orang itu sepertinya sedang mencari sesuatu

''Siapa dia?'' tanya Rias

DENGAN ARI

Ari sekarang sedang berniat untuk pulang, dia membungkus semua perlengkapan nya bersiap-siap untuk pulang, Ari merasa kalau hari ini dia tidak merasakan kesialan yang buruk. Dia senang sekali

''Baiklah, saatnya pulang!" teriak Ari dengan semangat

Ari lalu keluar dari kelas nya dengan bahagia, dia tidak pernah sebahagia ini sebelumnya karena pulang dengan damai, Ari berjalan sambil melihat ke arah jendela

''Pulang! Pulang! Pulang!'' nyanyi Ari dengan bahagia

Ari lalu menuruni tangga untuk keluar dari bangunan sekolah untuk bertemu dengan Alice di gerbang sekolah Kouh, Ari lalu melihat pintu keluar namun…

''Tunggu sebentar yang disana!''

Tiba-tiba terdengar sebuah suara wanita, Ari lalu melihat berbalik melihat kebalakang nya dan kemudian kaget kalau ada seorang wanita berkacamata, berambut panjang hitam

''Kau kan…'' Ari lalu menebak

''Aku adalah Tsubaki Shinra, aku adalah wakil osis'' kata Tsubaki

''Oh'' jawab Ari

''Kau yang disana, siapa namamu?'' tanya Tsubaki

''Aku Ari Anja Sembiring, senang berkenalan dengan mu'' kata Ari dengan sopan dan bingung karena dia memanggil nya

Tsubaki lalu mendekati Ari, Ari melihat kalau Tsubaki sepertinya sedang membawa sebuah barang, dan beberapa dokumen. Ari bingung kenapa dia memiliki banya sekali dokumen, apakah seberat itu pekerjaan sebagai wakil ketua?

''Tolong, bawa barang ini'' kata Tsubaki yang kemudian memberi Ari dokumen yang sangat banyak

''Heeee'' kaget Ari

''Tolong, bawa dokumen ini ke Club Penelitian Ilmu Gaib'' kata Tsubaki

''kenapa harus aku?!'' teriak Ari

''Maaf, tapi aku sedang terburu-buru, dah'' kata Tsubaki

Ari lalu melotot kearah Tsubaki tidak percaya kalau dia sekarang memberikan tugas kepadanya

''Hey! Jangan seenaknya memberikan tugas kepada orang lain!'' teriak Ari marah

Tsubaki hanya berlari tidak mendengar Ari, Ari hanya tambah kesal melihat nya. Ari lalu mendesah melihat nasib nya ini yang barusan senang dan kemudian menjadi buruk, Ari lalu memutuskan mengantarkan dokumen ini

''Sekarang dimana tuh club'' kata Ari bingung

Ari lalu melihat-lihat sekitar lapangan untuk mencari bangunan club itu, Ari lalu melihat sebuah tempat yang cukup menyeramkan, tempat itu seperti rumah abad pertengahan yang cukup elegan

''Kampret nih bangunan, serem amat tapi tenang Ari, kau hanya memberikan dokumen ini dan pergi'' kata Ari yang kemudian menuju pintu masuk

Ari lalu sudah ada di depan pintu masuk dan kemudian Ari lalu mengetuk pintu untuk memanggil pemilik bangunan itu, seorang gadis kemudian membuka pintu dan Ari mengenal nya

''Oh Akeno'' kata Ari

''Anja-kun rupanya, ada perlu apa?'' tanya Akeno

''Ini, ada dokumen dari orang yang bernama Tsubaki'' kata Ari

''Oh'' Akeno lalu mengambil dokumen dari Ari, Ari lalu berniat untuk pamit

''Kalau begitu aku pergi dulu'' kata Ari

Akeno lalu berpikir apakah Buchonya tidak merasa terganggu jika dia mengundang Ari, Akeno merasa kalau Ari adalah orang yang menyenangkan dilihat dari sifat nya dan kelakuan nya yang random

''Ada apa Akeno?'' tanya Rias tiba-tiba dari belakang Akeno

Akeno lalu berbalik melihat Buchonya yang bertanya kepada nya

''Bucho ini, ada dokumen dari Tsubaki tapi dikirim oleh Anja-kun'' kata Akeno

''Ohh'' Rias lalu melihat keluar kalau Ari sedang berjalan pulang kerumah, Rias lalu kaget karena merasakan kalau ada energy yang sangat besar berasal dari Ari, padahal dia tidak merasakan kalau ada energy sebesarnya dari Ari saat bertemu pertama kalinya

''Akeno, apakah kau tidak menyadari energy sihir yang sangat besar berasal darinya'' kata Rias

Akeno lalu kaget mendegar nya, Akeno lalu melihat kearah Ari dan kemudian kaget karena benar perkataan dari Buchonya, Ari tiba-tiba memiliki energy besar

''Kenapa dia tiba-tiba saja memiliki energy besar?'' kata Akeno kaget

Rias hanya menatap Ari dengan tatapan curiga karena tiba-tiba saja mendapatkan energy sihir yang kuat

Ari sekarang bertemu dengan Alice di gerbang sekolah, Alice kelihatan cemberut karena lama sekali datang nya Ari. Dia sudah menunggu Ari begitu lama dan kesal karena lelah menunggu

''Kemana saja kau ini?!'' teriak Alice marah

''Maaf-maaf, aku sedang ada masalah tadi'' kata Ari dengan meminta maaf

Alice lalu hanya mendesah pasrah mendengar Ari yang hanya menggaruk belakang kepalanya sambil tertawa bodoh ke arah Alice, Alice lalu tersenyum kearah Ari

''Baiklah aku akan memaafkan mu, ayo kita pulang'' kata Alice

Ari dan Alice lalu jalan bersama menuju ke rumah mereka, Alice dan Ari berbicara satu sama lain dengan tawa di jalan. Alice tidak tahu kalau dia akan bisa akrab dengan Ari, apakah Ari memiliki kekuatan aneh yang bisa membuat semua orang tertarik dengan nya?

DI SEKOLAH

''Sudah aku bilang kalau aku tidak akan menikah dengan nya'' kata Rias yang kepada seorang wanita di depan nya

Wanita itu berpakaian maid dan memiliki rambut berwarna silver sedang melihat Rias dengan tatapan netral, terlihat wanita itu mengerti dengan perasaan Rias yang tidak mau diikahkan oleh seseorang yang tidak dia cintai

''Aku mengerti dengan perasaan mu, namun ini semua demi keluarga kita'' kata wanita itu

Rias lalu hanya terdiam mendengar perkataan dari wanita di depan nya soal keluarga, Rias mengerti dengan soal keluarga demi melanjutkan darah murni keluarga bangasawan iblis, Rias lalu hanya mendesah

''Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, namun aku tahu kalau aku akan tetap menolak pernikahan ini'' kata Rias dengan tegas

Wanita itu lalu hanya memejamkan matanya memikirkan masalah ini, wanita itu lalu mendesah mengerti dengan Rias yang masih saja keras kepala menolak

''Baiklah, aku akan melaporkan ini kepada Sirzechs sama'' kata wanita itu

Rias lalu berharap kalau kakak nya akan mengerti dengan maksud nya menolak ini, dia sama sekali tidak mau menikah dengan orang yang dia cintai. Wanita itu lalu mengeluarkan sihir teleport untuk pergi

''Kalau begitu aku kembali dulu'' kata wanita itu yang kemudian menghilang

Rias sekarang sendirian, para peerage nya sedang mencari sosok misterius tadi siang, dia sama sekali tidak mengerti kenapa keadaan menjadi lebih buruk, pertama soal pernikahan, kedua soal sosok itu. Dia berharap kalau tidak akan terjadi sesuatu hal yang buruk

DI TEMPAT LAIN

''Sial! Aku kehilangan kalung itu!'' geram seseorang

Terlihat sosok yang sama di sekolah Kouh tadi, dia sepertinya sedang marah sekali karena kehilangan kalung itu. Sosok itu lalu berhenti di sebuah pohon, dia kelihatan kekelahan, sosok itu lalu terlihat benar-benar kesal

''Sial! Kalung itu sangatlah berharga, batu yang ada di kalung itu adalah tempat dia disegel'' kata sosok itu kesal

Sosok itu lalu pergi dengan luka yang cukup parah, dia tidak tahu sekarang harus kemana, dia sekarang tidak memiliki tujuan yang tentu. Sosok itu lalu menghilang

DI RUMAH ARI DAN ALICE

Ari dan Alice terlihat sedang makan malam bersama Alina, Ari lalu merasa senang karena akhirnya pulang, Ari makan dengan sangat banyak karena lauk mereka adalah rending. Ari kaget karena Alice memasak rending untuk nya

''Terima kasih Alice telah memasak rendang, Alice'' kata Ari berterima kasih

Alice hanya tersenyum melihat Ari berterima kasih dengan nya, Alika hanya cemberut melihat Ari begitu dekat dengan Alice. Dia tidak terima saat Ari dekat dengan semua lalu selesai makan malam

''Aku mau nonton tv dulu'' kata Ari

Ari lalu menuju ke tv untuk segera melhat berita hari ini, dia sudah banyak sekali melihat berita di jepang, apakah tidak ada anime di jepang pada malam hari? Ari terus menukar chanel untuk mencari tontonan yang bagus

''Kenapa semua nya cuma ada berita?!'' teriak Ari kesal

Alice dan Alika hanya terbengong melihat Ari marah tiba-tiba, memang kedua wanita itu tahu kalau Ari adalah orang yang cerewet walaupun mereka masih tinggal beberapa hari. Ari lalu sadar kalau dia biasanya di Indonesia pada malam hari sering ke warnet, memang Ari memiliki PC sendiri namun tidak lengkap baginya kalau tanpa seorang teman

''Aku ingin tahu, apakah Gidion baik-baik saja?'' tanya Ari melihat kearah langit

Gidion adalah teman nya yang cukup baik kepadanya, terkadang dia selalu saja membuat nya kesal, Gidion adalah orang yang sedikit merasa percaya diri dengan wanita, dia merasa dirinya sangatlah keren, dan dia juga suka menggoda wanita, namun Gidion adalah orang yang jenius dalam teknologi, dia mendapat nilai yang sangat bagus saat pelajaran mengenai teknologi

''Aku berharap kalau aku bisa bertemu dengan nya lagi'' kata Ari

DI BANDARA KOTA KOUH

''Akhirnya sampai juga'' kata seorang laki-laki sedang membawa tas yang cukup besar dan sangat berat di belakang nya

Lelaki itu memiliki ciri-ciri memiliki kulit yang cukup coklat lebih coklat dari Ari Anja, dia memiliki rambut hitam, pendek namun lebih tinggi dari Ari Anja, dan dia sepertinya kebingungan di stasiun

''Aduh, sekarang aku harus bagaimana?'' tanya orang itu

Lelaki itu benar-benar bingung sekarang, dia tidak bisa berbahasa Jepang sehingga tidak tahu harus bagaimana. Lelaki itu lalu melihat sebuah kertas yang sepertinya adalah tujuan nya. Lelaki itu lalu melihat sebuah taksi, dengan sangat cepat lelaki itu lalu masuk ke dalam taksi itu

''Hmm apakah anda tahu tempat ini?'' tanya Lelaki itu kepada supir taksi itu

Supir taksi itu lalu terlihat mengerti dengan maksud pria itu karena memakai bahasa Inggris, dia juga mengerti tempat yang di kertas itu pemberian dari Lelaki itu. Supir itu lalu mengangguk mengerti dengan Lelaki itu

''Syukurlah'' kata Lelaki itu senang

Supir itu lalu menjalankan mobilnya menuju ketempat yang dituju oleh Lelaki itu, Lelaki itu sepertinya senang karena perkataan nya sedikit dimengerti dengan cukup baik. Lelaki itu lalu melihat kearah jendela memandang pemandangan di sekitarnya, dia kaget karena kota Kouh cukup indah pada malam hari

''Gile, indah banget nih kota'' kata Lelaki itu

Sang supir hanya melihat orang itu dari kaca nya melihat kebelakang, sepertinya orang ini berasal dari Negara lain karena bahasa nya yang berbeda dengan Jepang. Supir ini bertanya-tanya dari mana orang ini berasal

Mereka lalu sudah sampai di tenah kota Kouh, orang itu tambah kaget melihat keindahan kota Kouh yang sangat indah pada malam hari. Orang itu melihat banyak sekali orang-orang yang masih jalan sana jalan sini. Taksi itu lalu masuk kedalam kota lebih dalam lagi

''Apakah disini tempat nya?'' tanya orang itu

''Benar, aku sudah hafal dengan jalan di kota ini'' kata supir itu dengan bahasa Inggris

Orang itu lalu percaya dengan supir itu, dengan gagah berani, dia lalu berjalan ke depan di dekat permuahan. Dia sedang mencari sebuah rumah tertulis di kertasnya, dia kebingungan karena sekarang sudah malam sehingga dia tidak bisa bertanya kepada orang lain

''Ayolah, dimana rumah nomor 30'' kata orang itu terus mencari

Orang itu lalu kaget karena menemukan rumah nomor 30, dengan senang dia lalu berlari ke rumah itu. Dia sudah ada di depan pintu rumah bersiap-siap untuk mengetuk pintu rumah itu

''Semoga aku tidak salah rumah'' kata orang itu yang kemudian mengetuk pintu itu

DI RUMAH ARI DAN ALICE

Ari masih sedang menonton tv berharap dia bisa melihat acara bagus di tv kecuali berita, Alice terlihat sekarang sedang membersihkan piring bekas mereka makan malam. Alika sudah tidur duluan, Alice menuyuruh Ari untuk tidur akan tetapi Ari tidak mau, Alice hanya terlihat mendesah pasrah melihat sikap keras kepala Ari

''Ayolah Ari, cepatlah tidur'' kata Alice

''Aku tidak mau!'' teriak Ari dengan wajah cemberutnya

Alice merasa kalau sikap Ari seperti seorang anak berumur 10 tahun saja, Alice lalu selesai mencuci semua piring dan membereskan nya, Alice lalu berniat untuk tidur duluan namun

TOK TOK TOK

Terdengar suara ketukan dari pintu depan, Ari dan Alice lalu kaget karena tidak menyangka kalau ada tamu pada malam hari begini, Alice terlihat bingung apakah dia akan membuka nya atau tidak

''Aku harus bagaimana, Ari?'' tanya Alice melihat kearah Ari

Ari terlihat malah sedang asik menonton tv tidak memperdulikan ketukan itu, Alice lalu merasa kesal dengan sifat Ari sekarang yang merasa tidak peduli dengan apa pun sekarang

''Baiklah, aku akan membukanya'' kata Alice

Alice lalu menuju ke pintu untuk membuka nya, Alice berpikir apakah yang mengetuk adalah seorang penjahat? Alice tidak tahu namun Alice merasa kalau tidak apa-apa

Alice lalu membuka pintu dan kaget karena melihat orang pendek namun lebih tinggi dari Ari, tinggi Ari 159 cm mungkin orang ini memiliki tinggi 165 cm. orang itu memiliki ciri-ciri berkulit coklat mirip Ari namun Ari lebih putih, dia membawa tas yang cukup besar dan sepertinya merasa kalau dia keberatan

''Apakah ada yang bisa kubantu?" tanya Alice

''Hmm ano, apakah di rumah ini ada orang yang bernama Ari Anja Sembiring?"' tanya orang itu

Alice kaget karena dia tahu nama Ari Anja dengan lengkap, apakah dia memiliki hubungan dengan Ari

''Apakah ada yang memanggil nama ku?''

Tiba-tiba Ari berada di belakang Alice, Alice yang kaget lalu melompat dengan sangat kaget. Ari merasa heran saat Alice tiba-tiba saja melompat dengan cukup tinggi dan kemudian terjatuh

''Kenapa lo?'' tanya Ari heran

Alice lalu terbangun dan kemudian menatap Ari dengan kesal karena tidak merasa bersalah dengan apa yang iya perbuat, Ari lalu melihat siapa yang datang dan kemudian kaget

''Dion'' kata Ari

''Ari'' kata orang yang bernama Dion itu

Alice lalu melihat kedua orang itu sepertinya sedang terbengong satu sama lain

''Dion''

''Ari''

''Dion'

''Ari''

''Dion''

''Ari

Alice masih terbengong mendengar mereka memanggil nama mereka satu sama lain, Ari dan Dion lalu jalan bersama-sama kedepan dengan sangat lambat sehingga seperti drama dua sahabat yang akhirnya bertemu lagi, Ari dan Dion lalu berpelukan

''Dion!''

''Ari!"

Teriak mereka berdua dengan rasa terharu yang sungguh lebay, Alice hanya sweadrop melihat tingkah mereka berdua. Apakah mereka sering seperti ini

''Jadi, siapa dia?'' tanya Alice kepada Dion

Ari dan Dion lalu melepaskan pelukan mereka satu sama lain, Ari lalu tersenyum kearah Alice dengan senang, Alice bingung dengan sifat Ari yang tiba-tiba saja senang

''Perkenalkan, dia adalah Gidion Sinuraya'' kata Ari menunjuk Dion

Alice lalu hanya mengangguk mengerti, Dion lalu hanya membungkuk dengan formal. Alice terlihat kagum dengan sifat Dion yang cukup sopan berbeda dengan Ari

''Jadi apakah kalian berteman?'' tanya Alice

''Tidak'' kata Ari

Ari lalu memeluk bahu Dion

''Kami ini sahabat'' kata Dion

Alice lalu hanya mengangguk mengerti, jadi Dion adalah sahabat Ari. Alice tidak menyangka kalau Ari memilik sahabat, Alice melihat Ari sebagai orang yang pendiam namun cerewet. Ari adalah orang yang Alice pikir anti sosial

''Dion, bagaimana bisa kau ada di sini?'' tanya Ari

''Ya sebenarnya aku juga mendapatkan surat aneh itu sepertimu'' kata Dion sambil menunjukan sebuah surat

Ari lalu mengambil surat itu dan kemudian membacanya, Ari kaget karena surat itu sama seperti surat nya. Alice lalu mengambil surat itu dan membacanya juga dan kaget, jadi sekarang Dion akan tinggal bersama mereka, Alice tidak tahu apakah akan baik-baik saja jika 1 rumah ada 4 orang tinggal

''Kalau begitu masuklah'' kata Alice mempersilahkan Dion untuk masuk

Dion lalu masuk kedalam rumah dan kaget karena rumah ini cukup luas

''Aku akan menunjukan tempat tidurmu'' kata Alice

Dion lalu mengangguk mengerti, Alice dan Dion lalu pergi ke atas untuk menunjukan ruangan tidur nya, Alice lalu menunjukan sebuah ruangan yang cukup luas dan kosong dan hanya ada sebuah kasur

''Ini adalah ruangan mu'' kata Alice

Dion lalu melihat ruangan nya dan kemudian hanya merasa senang karena ruangan nya cukup luas, Dion lalu melihat ruangan sebelahnya yang penuh dengan Console game, PC dan beberapa buku tentang game dan CD. Dion lalu mengetahui siapa pemilik ruangan ini, ya tentu saja si maniak game Ari Anja Sembiring.

''Apakah kau senang?'' tanya Alice

''Aku senang, terima kasih….'' Dion lalu bingung karena tidak mengetahui siapa nama Alice

''Oh aku Alice, salam kenal'' kata Alice

''Oh salam kenal'' kata Dion

Alice lalu permisi menuju kamarnya untuk tidur karena sudah malam, Dion lalu mengeluarkan semua barang-barang nya. Dion adalah orang yang suka teknologi sehingga semua barang-barang nya adalah alat teknologi. Dion juga sangat menyukai musik EDM, Dion sering memainkan musik EDM di pagi hari

''Siap, tinggal tidur'' kata Dion

Dion lalu merebahkan tubuhnya ke kasur dan kemudian tidur dengan tenang

PAGI HARI KEMUDIAN

Pagi hari kemudian, di pagi hari di kamar Ari terlihat sedang tidur dengan nyenyak, Ari terlihat seperti orang yang sepertinya tidak tidur cukup lama. Ari lalu melompat kaget karena tiba-tiba saja mendengar suara musik di samping kamar nya, Ari mencoba menutup kuping nya dengan bantalnya akan tetapi tetap saja tidak bisa, Ari lalu kesal dan kemudian bangkit dan menuju ke ruangan sebelahnya.

Terlihat Dion sedang memasang musik Dubstep dan sedang menari cukup gila, Ari merasa jengkel dengan Dion yang tiba-tiba saja menganggu tidur nya yang nyenyak

''Apa-apaan sih lo, pagi-pagi gini masang musik pagi-pagi gini?!'' teriak Ari marah

Dion lalu sadar kalau Ari masuk ke dalam ruangan nya, Dion lalu mematikan musik nya dan kemudian melihat kearah Ari yang sepertinya marah

''Ada apa?'' tanya Dion

Ari lalu kesal karena Dion tidak mendengarkan nya protesnya, Ari lalu menatap kearah Dion dengan kemarahan

''Woy kampret, musik mu itu terlalu keras!'' teriak Ari

Dion lalu sadar dengan perkataan dari Ari, Dion lalu menatap kearah Ari dengan cemberut

''Kau seperti tidak mengenalku saja, aku kan suka musik EDM'' kata Dion

''Bukan itu maksud ku, kenapa kau memasang musik pada pagi hari seperti ini?'' tanya Ari kesal

''Ya karena aku suka'' kata Dion

Ari lalu tambah kesal dengan sahabatnya ini, walapun mereka sahabat mereka selalu saja berkelahi satu sama lain.

''Kalau begitu matikan'' kata Ari

''Tidak, aku baru saja memutar musik ini'' kata Dion menolak

''Eh berengsek, jangan seenak mu aja di rumah orang'' kata Ari kesal

''Lah memang nya kenapa?'' tantang Dion

Mereka berdua pun terlihat sama-sama kesal sekarang, Ari lalu mengangkat tangan nya bersiap-siap untuk berkelahi dengan Dion

''Baiklah, karena kau tidak memberikan ku pilihan'' kata Ari yang kemudian memasakn kuda-kuda nya seperti ingin bertarung

Dion lalu tahu maksud dari Ari, Dion juga lalu memasakn kuda-kuda nya, Mereka menatap satu sama lain dengan tatapan tajam, Ari lalu melangkah kedepan dengan beberapa langkah bersiap-siap untuk menyerang, begitu juga Dion

''HIAAAAAAAAT!'' teriak mereka berdua

Beberapa saat kemudian suasana lalu tenang

''Apa! Tidak mungkin''

''Hahahahahah''

Terlihat mereka sedang suit, Ari Anja kalah dari Gidion, Ari terlihat tidak terima dengan apa yang terjadi. Gidion tertawa dengan sombong nya. Ari lalu melihat kearah Dion dengan kesal

''Oke, kali ini kau menang tapi ingat, jangan terlalu senang dulu'' kata Ari dengan kesal

''Oke-oke, aku pegang kata-katamu''

Kemudian muncul lagi orang yang masuk ke dalam ruangan Dion, Dion dan Ari lalu melihat siapa orang itu

''Jadi kalian disini, cepat ke bawah! Alice sudah membuat sarapan'' kata Alika

Ari dan Dion lalu mengangguk mengerti, Alika lalu pergi ke bawah bersama Alice untuk membantu nya.

''Woy sana cepat ganti pakaian'' kata Dion kepada Ari

''Ya iya'' kata Ari yang kemudian pergi ke kamar nya untuk mengganti baju

15 MENIT KEMUDIAN

Ari dan Dion lalu menuju ke meja makan ,terlihat Alice dan Alika sudah ada di meja makan, Ari lalu kaget melihat Alika memakai pakaian sekolah Kouh. Dion hanya senang karena ini adalah hari pertamanya

''Apakah kau senang di hari pertamamu ini, Dion?'' tanya Alice

''Tentu saja, aku sangat senang karena aku akan melihat wanita-wanita cantik disini'' kata Dion mengigau

Ari lalu hanya merasa tidak peduli dengan sifat sahabatnya ini, tapi jujur dia juga merasa kesal dengam sifat sahabatnya ini

Alika lalu hanya menatap mereka berdua dengan tatapan tajam

''Apakah kau berasal dari Indonesia juga, Dion?'' tanya Alice

''Ya, aku berasal dari Indonesia dan sama dengan daerah orang ini'' kata Dion menunjuk Ari

Dion dan Ari lalu duduk di kursi mereka bersiap-siap untuk makan, dan mereka semua lalu makan sebelum berangkat ke sekolah

DI TEMPAT LAIN

''Apa! Kau bilang salah satu Spirit telah hilang!" teriak seseorang yang memakai kerudung

''Benar, kami mohon maaf'' kata salah satu orang yang memakai kerudung juga

''Sial! Bagaimana kalau bangsa Iblis tahu akan ini'' kata orang yang pertama dengan gelisah

''Kita harus bagaimana sekarang, tuan?'' tanya sang anak buah

''Pertama-tama, kita harus cari kalung tempat Spirit itu di segel, Spirit yang di segel di situ sangatlah kuat, dia bisa menyaingi seorang Dewa dalam kekuatan'' kata kerudung pertama

''Baiklah, tuan'' kata sang anak buah

Mereka berdua lalu pergi, mereka semua berharap kalau mereka akan menemukan apa yang mereka cari

BERSAMBUNG


Akhir bab

Di bab ini pasti kalian masih bingung karena belum ada yang bergabung dalam Peerage siapa pun, itu karena saya bingung ingin memasukan mereka ke Peerage yang mana

Aku sudah menemukan kekuatan Ari Anja dan Gidion, terima kasih sudah banyak memberikan saran. Penasaran dengan kekuatan mereka?

Alice akan bergabung dengan Rias namun Ari dan Dion aku masih belum memutuskan, apakah mereka akan bergabung dengan Rias atau Sona atau Peerage lain

Terima kasih yang sudah baca dan Review

Jangan lupa untuk tinggalkan Review

Salam Author