Chapter 6(End)
Title : sorcary fortunes in the different woods
Author: Hyo
Cast: Donghae, Ryeowook, Kyuhyun, Eunhyuk, Yesung, Sungmin, Leeteuk, Kangin, Siwon, Hanggeng, Heechull and other
Pair: Eunhae/Hyukhae (always be this couple),slight Yewook, Kyumin
Genree: fantasy (full), romance, angst, school life
Rate: T
Disclaimer: ide cerita dari otak author sendiri, jika ada kesammaan alur, mungkin dikarenakan ide yang kebetulan sama, difanfiction ini saya Cuma pinjam nama, semua pemain milik mereka sendiri dan tuhan yang maha esa.
Sunmarry: sebuah ramalan dari seorang menantu kelaurga Kim yang sangat dipercaya oleh setiap keluarga, melihat tiga anak manusia yang memasuki dunia yang berbeda karena tiga ekor rubah siluman, dimana terdapat mahluk-mahluk ajaib didalamnya, penyihir, monster, siluman, dan mahluk mistis lainnya seakan menjadi kenyataan disana, ketiganya mendapat ramalan dari orang yang sama, namun satu orang mendapatkan sebuah ramalan kematian dari sang bulan biru dan harus mengorabankan satu orang, bagaimanapun ketiganya punya kehidupan, dan mereka harus kembali kedunianya yang sebenarnya bersama.
Warning!: YAOI, TYPO bertebaran, mungkin ada beberapa bagian alur yang diluar nalar, jadi bagi yang tidak suka disarankan untuk tidak memaksa membaca.
n/a: author agak egois buat couple Eunhae, tapi author usaha'in biar couple lainnya juga bisa sama ukuran kayak Eunhae, hehe... mian eoh.
Gumawosomimnida! Selamat membaca!
Donghae terdiam dibalkon sembari memandang langit malam yang masih tertutup awan, namja manis itu sebenarnya sudah cukup lama berada didepan balkon toko dan memperhatikan langit malam yang senyap, namun entah apa yang membuatnya merasa nyaman untuk melihat langit sepi tersebut.
"Donghae-ah…".
Donghae membalikkan badannya, didapatinya seorang namja bergigi kelinci yang melangkah kearahnya tersenyum hangat yang begitu menenangkan, berdiri disamping Donghae sembari mengikuti arah perhatian Donghae.
"kukira kau lebih suka langit yang ramai dibanding langit yang gelap seperti ini".
"memang".
"lalu kenapa terus memperhatikan langit yang kosong?".
"langitnya tidak kosong, bintang dan bulannya bersembunyi dibalik awan, aku menunggu awan itu disapu angin agar bisa melihatnya, tapi rasanya dari tadi awannya bahkan tidak bergerak sekalipun, menyebalkan bukan?".
"jegomalyo? Dan kau tidak bosan?".
"aniyo, kau tidak akan bosan untuk menunggu mendapat sesuatu yang kau inginkan, bukankah begitu?".
"sesuatu yang kau inginkan…".
"kau juga punya-kan?".
"mollayo, ada sesuatu yang kutunggu, ada sesuatu yang kukhawatirkan, ada sessuatu yang aku inginkah, dan ada banyak lagi, aku tidak tau mana yang harus kutunggu".
"Sungminnie….".
"hmm?".
"kau merindukan Kyuhyun ne?".
"Y-YAK! A-apa maksudmu mengatakan itu huh?".
Donghae terkekeh, dia tersenyum puas melihat Sungmin yang terlihat memerah akan perbuatannya, namja manis itu terlihat sangat menggemaskan.
"Tapi Sungminnie… bisa kau tolong Kyuhyun?".
"ye?".
"aku tidak akan memaksa, tapi kukira kau harapan terakhirku, aku tau ini mungkin akan beresiko, tapi tolong jangan biarakan Kyuhyun lebih terluka nantinya, tolong lindungi dia, kau bisa melakukannya?".
"Do-Donghae…".
"malam ini juga kita mencari mereka, malam ini juga kita bawa mereka pulang dan aku juga ingin malam ini juga kalian kembali pulang, setelah itu semuanya akan selesai".
"akan kucoba nanti".
"gumawopta".
**≪≫_Fortune_≪≫**
Donghae, Kangin dan lainnya mengikuti arah kaki Luhan dan Sehun yang kini membawa mereka untuk menyusuri desa mencari sebuah rumah yang dimaksud Luhan, hingga setelah beberapa waktu mereka mencari akhirnya Luhan menghentikan langkahnya pada sebuah rumah yang sedikit terasing dari rumah lainnya larena jaraknya yang hampir dekat dengan daerah hutan dan juga keadaan depan rumah yang suram.
Donghae, Ryeowook, Sungmin, Eunhyuk dan Yesung menganga ditempat, bagaimana tidak kini didepan mereka terlihat rumah sederhana yang tidak bisa dibilang biasa ukurannya, berbeda dengan Luhan, Sehun, dan Kangin yang lebih terlihat waspada, menyadari hal tersebut kelima namja tersebut segera kembali ketujuan awal, keadaan sekitar terasa gelap dan mencengakam, bisa dirasakan sihir hitam pengikat ada disekitar mereka, tentu yang bisa merasakannya hanya para siluman dan para penyihir.
'ceklek'.
Baru saja terbuka, semua orang terkejut bukan main, dilihatnya seorang namja yang kini terkulai lemas dilantai dengan luka disekujur tubuhnya, raut khawatir terpancar jelas dari setiap orang, terkecuali Donghae yang merasakan sesuatu yang aneh disekitarnya.
"IMO‼".
Reyowook langsung berlari menghampiri namja tersebut diikuti Kangin, Sungmin, Yesung dan juga Luhan dan Sehun, Kangin memeluk namja tersebut dipangkuannya, semua orang khawatir, sangat khawatir bahkan, namun Donghae masih terus memperhatikan sekitar, Eunhyuk yang merasa aneh dengan Donghae-pun tak ada niat untuk meninggalkan namja manis ini, merasa tak ada yang aneh dengan dinding dan atap, Donghae beralih pada lantai, matanya menyipit kala dilihatnya garis Horizontal yang bercahaya, warnanya tidak begitu jauh dengan warna dasar lantai, Donghae membulatkan matanya sempurna segera ia memperhatikan Kagin dan yang lainnya, dan…
"WOKKIE! PERGI DARI SANA, INI JEBAKAN‼!".
"Donghae menjauhlah‼".
Sring!
Eunhyuk menarik Donghae kasar hingga membentur tembok rumah, kini terlihat dinding sihir yang memisahkan antara Eunhae dan yang lainnya, Semua orang yang tadinya terfokus pada Leeteuk yang tergeletak langsung beralih pada Dongahe dan Eunhyuk yang kini terpisah dari mereka.
"hyung!".
wush….
Ryeowook beralih kearah lain, dilihatnya namja dengan jubah hitam yang kini menyeringai padanya, mata hijau yang menyala itu penuh dengan hasrat membunuh, amarah Ryeowook meluap, dalam waktu singkat dirinya sudah berubah menjadi siluman yang dipenuhi kebencian.
"aku tak tau kenapa, tapi aku benar-benar bernafsu untuk membunuhmu sekarang".
"ghureo, lakukanlah, tapi…".
Namja bermata hijau itu menatap pada setiap orang yang berada dibelakag Ryeowook, sebuah seringai terukir diwajah cantik namja itu, hingga….
"…tidak adil rasanya jika 7 lawan 1".
"ropna lightzora".
"Samchon‼".
Ryeowook hendak melindungi orang-orang dibelakangnya, namun sayang sekali, gerakannya kalah cepat dengan lesatan sihir yang langsung mengenai Kangin, Leeteuk, Luhan, dan Sehun, membuat 4 ahli sihir itu kini tak sadarkan diri tergeletak dilantai.
Sungmin dan Yesung yang tak terkena sihir tersebut tercengang ditempatnya, dua sosok manusia itu membulatkan matanya sempurna melihat teman-temannya kini tak bisa bergerak karena sihir hitam tersebut.
"Ryeowook…".
Raut Yesung semakin khawatir saat menyadari hanya Ryeowook yang bisa diandalkan disini, mengingat keduanya tak mempunyai kemampuan bahkan hanya untuk melukai namja cantik itu.
"kalian menjauh dari sini, biar nenek sihir ini aku yang mengatasinya".
"ta-tapi… kau sendirian….".
"KUBILANG MENJAUH!".
Ryeowook yang kelewat emosi menatap namja cantik itu penuh kebencian, dilihatnya namja cantik yang entah siapa namanya itu terlihat kesal dengan ejekannya, namun ia tak peduli, yang ia pikirkan hanya bagaimana cara mengalahkannya, mengingat ia tak tau kemampuan penyihir ini dibawahnya atau sama dengannya atau justru diatasnya.
"YAISH‼ Siapa yang kau panggil nenek sihir huh?‼!".
"tentu saja kau! Memang siapa lagi yang punya kemampuan sihir dan wajah keriput sepertimu".
"KAU INGIN MATI CARI MATI HUH?! BRENGSEK‼!".
Ryeowook menyeringai, dikeluarkannya kuku tajam disetiap jarinya, bersiap mnyerang namja itu kapan saja.
**≪≫_Fortune_≪≫**
Donghae berdiri dibantu Eunhyuk, matanya membulat sempurna melihat keadaan dongsaengnya disebrang dinding sihir yang memsahkan mereka, Donghae tadinya hendak menghancurkan dinding tersebut harus tertahan kala dirasakannya bahwa ia dan Eunhyuk ta sendirian disini.
"akhirnya kita bertemu juga, astaga… sulit dipercaya jika kau yang membunuh dongsaengku, bukan begitu manis?".
Donghae menengok kearah lain, dilihatnya seorang namja tinggi dengan jubah hitam yang hampir menutupi seluruh tubuhnya, ditambah penutup kepala yang menutupi hampir sebagian kepalanya, Donghae menggenggam lengan Eunhyuk kuat sebelum akhirnya mendorong namja tampan itu menjauh darinya, ia tak peduli dengan raut bingung Eunhyuk yang mempehatikannya, dirasakannya hawa sihir hitam yang ada didalam diri namja itu begitu kuat, bahkan tubuhnya ingin sekali menyerangnya jika saja ia masih punya kewarasan untuk melakukan itu.
Namja itu membuka penutup kepalanya, menunjukkan wajah tampan nan rupawan yang ia miliki, mungkin jika ada yeoja atau uke yang melihatnya akan langsung jatuh cinta, namun tidak bagi Donghae, wajah tampan itu mengisyaratkan pada dirinya untuk semakin ingin membunuhnya.
"kau benar-benar orang yang membunuh dongsaengku huh?".
"dongsaengmu yang mana saja aku tidak tau, bagaimana kau bisa menyatakanku sebagai pembunuh dongsaengmu huh?".
"jangan pura-pura bodoh, aku masih ingat betul bau darahmu pada jasad dongsaengku, darah siluman rubah keluarga Lee, dan hanya kau keluarga Lee yang masih bertahan".
"tunggu… jangan katakan padaku jika… orang yang nenyerangku dihutan….".
"ghureo, dia dongsaengku".
"ti-tidak mungkin…".
"kau tau siapa orang yang kau bunuh itu? Dia adikku, adik dari warlock kegelapan didepanmu".
"aku tak ingin membunuhnya".
"lalu kenapa kau membunuhnya?".
"aku hanya ingin melindungi diriku, sungguh aku tak ingin membunuh atau melukainya".
"lalu apakah dengan membunuhnya itu pilihan terbaik yang bisa kau ambil untuk melindungi dirimu‼".
"aku…"
SRET!
Entah dengan apa, namun namja itu menarik tubuh Donghae digenggamannya, satu tangan kekarnya bahkan cukup untuk mengangkat tubuh Donghae, namja manis itu berusaha berontak kala dirasakannya ia kesulitan menghirup udara karena namja itu menekan tepat disaluran pernafasannnya.
"a-aku….ar-argh‼".
Donghae semakin menggerang kesakitan, tidak hanya semakin menekan satu jarinya disaluran pernafasan Donghae, sepertinya namja itu juga menekan beberapa syaraf Donghae, Eunhyuk yang melihatnya-pun mulai mendera air mata, melihat Donghae yang berusaha melepaskan diri dari jeratan namja itu.
"a-aku tak ingin me-membunuhnya, uhuk! Di-dia yang menyerangku… a-argh….".
Dengan usaha keras Donghae berusaha memberi celah dirinya agar bisa menghirup udara, meski dari cara bicaranya ia kesulitan.
"dia susah diatur dan keras kepala, namun layaknya kau peduli pada adik-adikmu aku juga ingin membalaskan kematian dongsaengku!".
"a-apa yang i-ingin kau- argh! La-lakukan…".
"sebelum menjawab pertanyaanmu, aku punya pilihan untukmu, jika aku ingin melampiaskan dendamku, siapa yang harus kubunuh? dongsaengmu? atau orang yang kau cintai?".
Donghae melihat kearah belakang namja itu, matanya membulat sempurna kala melihat seoseorang yang sangat ia kenal kini berdiri diam dengan tatapan kosong, kemudian beralih pada Eunhyuk dibelakangnya, ia menatap namja berjubah itu tidak suka, dengan tenaga yang ada Donghae mati-matian melepaskan cengkraman namja itu ada lehernya, namun dalam keadaaan tercekik seperti itu, sebesar apapun tenaga yang ia keluarkan tak akan bisa melepaskan dirinya.
"a-apa yang k-au lakukan pada do-dongsaengku…".
BRAK‼
"datedhfirezo".
"Donghae‼!".
Namja itu langsung menghempaskan Donghae kelantai, dan tak segan-segan melemparkan cahaya ungu kehitaman pada namja manis itu, hingga membuat Donghae yang tadi kesulitan mengatur nafasnya, kini tidak hanya terlihat kesulitan bernafas bahkan kini ia kelihatan menahan sakit yang luar biasa.
"bagaimana rasanya? Seandainya kau tak main-main dengan orang disekitarku kau tak akan merasakannya, aku Choi Siwon, hyung dari Choi Minho, penyihir yang kau bunuh, aku akan memberimu pilhan sekali lagi, kau ingin memilih siapa?".
"dongsaeng atau orang yang kau cintai?".
"a-andweyo…".
Donghae mati-matian berusaha menaha rasa sakit yang menjerat dirinya, kala ia berusaha melepaskan diri dari sihir hitam yang sepertinya pelan-pelan membuatnya lemas, dilihatnya dongsaengnya Kyuhyun kini sudah dalam wujud siluman, namun bukan siluman yang ia kenal, seekor siluman yang dikuasai kebencian, dendam dan juga amarah, kini sepertinya siap menyerang siapa saja yang main-main dengannya.
"rasa sakit yang kurasakan… kehilangan dongsaengku, dan kau yang membunuhnya, asal kau tau bawahanku yang tak bisa mengerjakan tugasnya mendapat hukuman mati dariku, lalu bagimana dengamu yang dengan tanpa memikirkan apapun seenaknya membunuh dongsaengku hum? Kau ingin merasakan yang jauh lebih menyakitkan dari itu?‼".
"a-apa ma-mmaksudmu? Ja-jangan sampai…".
Donghae membulatkan matanya sempurna, membaca pikiran namja yang dipanggil Siwon itu dari bola matanya yang menatap tajam kearah Eunhyuk dan Kyuhyun, saat itu juga Donghae semakin berontak dengan air mata yang bercucuran dipelupuk matanya, meski semakin terlihat didikulitnya semakin membiru karena pergerakan kasarnya.
"Kyuhyun‼".
**≪≫_Fortune_≪≫**
"Donghae‼!".
Ryeowook tadinya ingin menyerang namja cantik itu harus menahan niatnya kala mendengar sebuah teriakan serak yang memanggil nama hyungnya.
"Do-Donghae hyung… HYUNG‼!"/ "Eunhyuk, Donghae‼". Ryeowook, Sungmin dan Yesung bersamaan memperhatikan dua orang disebrang dinding sihir yang kini sama-sama tergeletak dilantai, pikiran ketiganya langsung kacau menyadari hal tersebut, bahkan ketiganya tak menyadari bahwa namja cantik yang tadinya hendak mereka hadapi kini sudah mempersiapkan sebuah cahaya hijau pekat disalah satu telapak tangannya.
'Sring‼!".
BRAK‼
Ryeowook lengah, tanpa diketahuinya, namja cantik itu menyerang tepat dibagian perut Ryeowook dan sontak membuat namja imut itu langsung menubruk di dinding cukup keras.
"Ryeowook ‼!".
Sungmin dan Yesung terkejut dan khawatir bukan main, kini namja imut itu penuh dengan luka dan terlihat lemas karena efek sihir dan juga hantaman keras pada dinding, Yesung yang melihat keadaan Ryeowook tak langsung mendatanginya, dilihatnya namja cantik itu kembali, ia kembali menyeringai dan mengeluarkan cahaya hijau pekat itu ditangannya, siap menyerang dann…
"kau akan melindungi seseorang dengan hatimu yang tertutup". (Yesung…)
Yesung segera berlari kearah Ryeowook dan memeluk namja imut kedekapannya, memeluknya erat hingga…
BRAK‼‼
"Yesung hyung‼ Ryeowook‼!".
Air mata Sungmin pecah saat cahaya hijau pekat itu dilemparkan pada keduanya, ia ingin berlari pada tumpukan kayu yang mengubur dua orang yang ia kenal baik itu, namun dilihatnya seseorang yang berdiri dari tumpukan kayu tersebut, ia membulatkan matanya mengetahui siapa orang yang tengah berdiri tersebut, orang yang sangat ia kenal yang ia kira tewas diantara tumpukan kayu besar itu, kini berdiri tegak tanpa ada satu-pun bekas luka yang berarti ditubuhnya dengan dikelili cahaya transparan yang melindunginya.
"Ye-Yesung hyung…".
Ryeowook mendongak, dilihatnya seorang namja tampan kini memeluknya, ia sempat membeku ditempat kala melihat siapa orang yang melindunginya, tadinya ia ingin menangis, namun sebuah senyum yang masih terukir diwajah orang yang memeluknya menghilangkan ketakutannya, berubah menjadi rasa lega dalam dirinya.
"gwencana?".
"Ye-Yesung…".
"kalahkan dia, kemudian bantu hyungmu".
"ku-kubah pelindung? Ta-tapi ini milik Donghae hyung, bagaimana kau…". Ryeowook memperhatikan cahaya transparan pada Yesung, rautnya terlihat bingung sekaligus khawatir…
PLAK! PLAK! PLAK!.
"dia pasti memberikannya padamu saat dia memukul kepalamu, Sungmin dan Eunhyuk waktu itu….".
"kalau begitu jangan khwatirkan aku, kalah dia, bukankah sewaktu dihutan kau tak sempat menyerangnya?".
Dicernanya perkataan Yesung pelan-pelan, sesaat kemudian ia menyeringai menatap namja cantik itu, ia berdiri dari tempatnya merubah wujudnya menjadi siluman sempurna, kuku tajam yang meruncing, urat-urat yang tercetak jelas di kulit hingga wajahnya, bola mata ungu yang menyala penuh amarah dan kebencian, lukanya menghilang begitu saja, melangkah pelan mendekati namja cantik itu yang tak jauh darinya.
"kau… melukai imoku… membawa dongsaengku dan hampir membunuh orang yang kucintai…".
"aku tidak akan memaafkanmu…".
"huh? Kau kira dengan mudah menjatuhkanku? Seorang Kim Heechul? Jangan pernah bayangkan itu!".
"aniyo, aku fikir sepertinya mungkin nanti akan sedikit bermain denganmu".
"baiklah, akan kuladeni".
Brak!
Sayang sekali, diluar dugaan Heechul menyerangnya duluan, namja cantik itu melemparkan cahya hijau gelap pada Ryeowook secara tiba-tiba hingga Ryeowook tak bisa memperkirakannnya, kini namja imut itutersungkur dilantai dengan memagang dadanya yang kini terasa sakit akibat serangan Heechul.
"Ryeowoook!".
Brak!
"Argh!".
Brak!
Srek!
Kembali tanpa diduga, Ryeowook yang tadi hendak berdiri tak sempat bergerak kala Heechul mencekik lehernya, Yesung tak tinggal diam ia berjalan pelan dibelakang Heechul, namun sayang keberadaannya disadari Heechul hingga segera Heechul melempar tubuh Ryeowook kearrah lain dan beralih mencekik Yesung yang berada dibelakangnya.
"Ye-Yesung!".
"argh…".
Sret!
"nghhh!".
Bruk
Yesung tersungkur kelantai, dilihatnya Heechul yang mehana rasa sakit dipungggungnya akibat cakaran dari jari Ryeowook, kini bercak darah terlihat dipergelangan Ryeowook yang pelan-pelan menghilang berganti dengan cahaya ungu yang menyelimutinya, diikuti sebuah ekor berwarna orange yang sempurna terbentuk dibelakang tubuhnya juga bola mata yang ikut berubah ungu.
"Ryeowook…".
"argh!".
Srek!
Crat!
Crat!
Dengan gerakan cepat dan bertubi-tubi Ryeowook terus menyerang bagian perut Heechul dibagian yang sama berkali-kali hingga darah Heechul muncrat(?) keluar dari peredarannya.
"ini untuk pertemuan terakhir kita yang sempat tertunda…".
Sret!
CRAT!
"Argh!"
Sring….
Tubuh Heechul menghilang diserangan terakhir Ryeowook, diserbu angin begitu saja, Ryeowook melepaskan wujud silumannnya, raut namja itu terlihat berkunang-kunang, Yesung yang menyedari hal itu segera berlari kearah Ryeowook, meraih tubuh mungil yang hampir kehabisan tenaga tersebut sebelum sempat terjatuh kelantai.
Ditengha nafasnya yang terengah-engah Ryeowook menatap manik mata Yesung yang kini berada diatasnya, ia terdiam sesaat melihat sorot sepasang bola mata hitam yang kini tengah melemparkan senyuman padanya.
"gumawo…"".
"hmm….".
Yesung tersenyum simpul, didekatkannya tubuh Ryeowook padanya, dikecupnya bibir tipis itu pelan yang mendapat respon positif dari sang empu yang juga menarik diri untuk mengecup bibir Yesung.
"Kyuhyun‼".
Ryeowook dan Yesung seketika beralih pada pemandangan dibalik dinding sihir yang kini membatasinya, pikirannya langsung buyar melihat keadaan disebrang dinding sihir yang membatasinya, dilihatnya sang hyung kini sepertinya sudah tak bisa berkutik,dan lagi, entah harus senang atau khawatir, namun sepertinya keduanya, dilihatnya dongsaengnya yang masih dalam keadaan sehat kini berdiri didekat hyungnya, namun hal yang ia khawatirnya orang yang berdiri disana mungkin dongsaengnya namun jiwa yang berada dalam tubuh dongsaengnya jelas-jelas bukan dongsaengnya, yang kini dalam wujud siluman menyiapkan kuku tajam disetiap jarinya untuk menyerang seseorang yang kini tersungkur diatanah, namun bukan hyungnya.
"Eunhyuk… KYUKYUN HAJIMAN‼".
Ryeowook segera beranjak dari tempatnya, ia berlari menuju Kyuhyun yang kini semakin mendekati Eunhyuk, namun….
BRAK‼
Sepertinya Ryeowook lupa bahwa ada dinding sihir yang membatasinya, ia terpental menghantam dinding kala berusaha menembus dinding tersebut, Yesung yang mengetahuinya segera membantu Ryeowook untuk kembali berdiri.
"kau tak bisa kesana, kau akan mati jika memaksa menembus dindingnya….".
"tapi…".
"aku tau kini tak bisa diam saja, tapi kita juga tak bisa memaksa kesana Ryeowook…".
"tapi Eunhyuk dia…".
Ryeowook menggantungkan kalimatnya, ia menatap pada Yesung didekatnya, lalu beralih pada Sungmin yang diam dipojok yang entah apa yang dipikirkan namja kelinci itu, namun bukan itu yang Ryeowook pikirkan, ia kembali berdiri dari tempatnya mendekati kembali dinding sihir tersebut, lalu kembali beralih pada Sungmin…
"Sungmin, kau bisa kesana!".
Sungmin mendongak menatap Ryeowook penuh pertanyaan, begitu pula Yesung yang sepertinya juga bingung dengan pola pikir Ryeowook, tak memperdulikan hal tersebut, namja tampan itu menyodorkan lengannnya pada dinding sihir yang masih bercahaya tersebut.
Wush…
Terjadi sangat cepat, tangannya sempat melewati dinding tersebut namun seakan mendapat penolakan tangannya kembali menjauhi dinding tersebut.
"Sungmin, kau harapan terakhirku, tolong Kyuhyun jangan biarkan dia menyakiti Eunhyuk atau siapapun, kumohon…".
"Kyuhyun?".
Sungmin masih memikirkan baik-baik kalimat Ryeowook, dilihatnya dinding sihir yang bercahaya tersebut, dan matanya membulat sempurna kala menyadari orang yang iacintai kini berada disebrang, yang kini tak dikenalnya, terlihat seperti monster yang siap mengoyak siapapun yang menghalanginya, tanpa pikir panjang Sungmin segera beranja dari tempatnya, entah kebranian darimana namun diambilnya langkah pertama menuju dinding tersebut, dan langkah berikutnya ia berlari kemudian….
"kau merubah kepribadian seseorang dengan ketulusanmu….". (Sungmin)
BLASH!
WUSH‼!
Grep….
Kyuhyun berusaha melepaskan diri dari jeratan rantai yang mengikat kedua tangannya, ia beberapa kali hemapir berhasil namun rantai itu semakin mengikatnya, ia ingin lari pulang kerumah disambut hangat oleh keluarganya, namun hanya gelap dan suram yang ia rasakan sekarang, percuma jika ia sudah lepas dari rantai yang mengikatnya, ia kini dikurung dengan entah apa, ia tak bisa melihatnya hanya terdpat kegelapan dan kesendirian, hingga akhirnya ia menyerah….
grepp…
Chu…
Kyuhyun tersentak dalam diamnya, ia tak membuka mata, kala dirasanya pelukan hangat yang begitu nyaman baginya, diikuti benda basah yang hangat kini menyentuh bibirnya, tak dirasakannya besi panas yang menjerat kedua pergelangannya, rasa suram dan gelap kini pelan-pelan mulai lenyap disapu berganti dengan rasa aman yang sekelilingnya…
Sungmin menarik dirinya untuk lebih mengecup bibir Kyuhyun, mengeratkan pelukannya menahan langkah namja tampan itu, tak peduli jadinya nanti, entah ia akan mati menjadi pelampiasaan Kyuhyun atau justru dilempar begitu saja karena menghalangi jalan Kyuhyun, ia tak peduli itu…
"Sungmin…".
Namja imut itu tersentak, kala gendang telinganya menangkap suara bass yang memangilnya pelan, direnggangkannya pelukan erat yang tadinya menempel pada Kyuhyun, kepalanya mendongak menatap mata jernih yang kini sepertinya telah mendapatkan kembali kesadarannya.
"K-Kyu….".
"hmm, ini aku".
"ini kau… ini benar-benar kau Kyuhyunnie… hiks.. hiks…".
"gumawopta…".
"Kyuhyun pabo! Kyuhyun pabo! Kau tau bagaimana keadaan hyungmu saat kau pergi huh?‼ Jangan lakukan lagi paboya‼! Jangan sakiti mereka‼".
"mianheyo…". Diusapnya pipi Sungminn lembut, namja rtampan itu menatap mata foxy milik Sungmin penuh penyesalan, namun apa daya seulas senyum bahkan tak bisa ia buat melihat mata jernih yang kini berair tersebut.
"Kyu…".
"huh?".
"hyungmu…".
"waeyo?".
"jangan alihkan perhatianmu pada hal lain, diam dan dengarkan aku…".
**≪≫_Fortune_≪≫**
Donghae tak tau harus berbuat apa kala melihat keadaan sekitarnya setelah ia dihempaskan kasar kelantai, ia tak bisa berbuat banyak, namun kini didpan matanya disebrang dinding sihir bisa dilihatnya dongsaeng keduanya kini harus berhadapan sendirian dengan seorang witch terlebih ada dua manusia disana, dan kini dihadapannya langsung ia bahakna tidak bisa bergerak barang sekalipun, melihat dongsaengnya yang lain kini berada disamping seorang warlock yang baru saja membuatnya tak bisa berkutik kala tenaganya sepenuhnya hilang begitu saja.
"Ryeowook… Kyuhyunnie… urineun dongsaeng…. jaegomal mianheyo….".
BRAK!
"Yesung hyung‼ Ryeowook‼!".
'aku tak bisa menjaga mereka…. aku harus mengorbankan dongsaengku untuk keegoisanku, melalaikan tanggung jawabku untuk melindungi mereka, merenggut orang lain untuk kepentinganku, bagaimana aku masih kau biarkan untuk tetap hidup bersama mereka aboeji? kenapa kau tak membawaku dan membiarkan mereka hidup tanpa beban? Aku bahkan jauh lebih mengerikan dari seorang warlock karena harus merenggut hidup orang lain'.
Donghae bahkan tak sanggup membuka matanya hanya untuk melihat apa yang terjadi sekarang, bisa didengarnya teriakan Sungmin yang mengisyaratkan kekhawatiran, tidak! Bahkan hanya untuk mendengar ia bahkan hampir gila, lalu bagaimana dia bisa melihatnya…
My litle dongsaeng….
"Dasar cengeng‼ Kau cengeng Hyung‼".
"Yak Kyu‼ Jangan panggil aku seenaknya huh?‼".
"Kyuhyun, Donghae hyung, sudahlah jangan bertengkar eoh‼".
Donghae membuka matanya, entah dorongan apa pada dirinya hingga memberanikan diri untuk melihat keadaan, atau mungkin sepotong ingatan itu membuatnya memiliki nyali untuk membuka matanya, namun baru saja ia membuka matanya dilihatnya dongsaengnya yang kini menatap Eunhyuk penuh kebencian, melangkah pelan sembari menunjukan kuku tajamnya yang siap mengoyak siapapun.
"a-apa yang kau lakukan? Apa yang lakukan pada dongsaengku‼!".
"yang kulakukan? menurutmu?".
"jangan buat dia seperti dirimu, jangan buat dia menjadi monster SAEGYA‼".
"harusnya kalian sadar, jika kalian pada dasarnya monster bahkan tanpa aku mengendalikan pikiran kalian, sekali monster tetap monster bukan?".
"apa yang kau tau tentang kami? Kau bahkan jauh lebih hina dari monster, orang yang memperlakukann orang lain seperti layaknya bangkai, dia bahkan jauh lebih mengerikan dibanding bangkai itu sendiri Saegya!".
"jika seperti itu penilaianmu terhadapku, bagaimana denganmu hum? Kalian para siluman hanya bisa merebut apa yang menjadi milik kami dan menikmatiny tanpa beban, menurutmu bagaimana penilainanmu terhadap hal itu?".
"kuakui aku bajingan yang mengorbankan adikku sendiri untuk kepentinganku agar aku bisa melanjutkan kambali hidupku, mengorbankan mereka yang tidak bersalah untuk kepentinganku, kuakui kalau aku brengsek dan tidak tau diri, orang berusaha membuat orang lain tenang sedangkan ia tak bisa mengendalikan emosinya sendiri, kau boleh membunuhku atau menjadikanku sasaran balas dendam atas kematian adikmu, tapi jangan pernah mengatakan apa yang sebenarnya tidak kau ketahui seenaknya, kami tak pernah merebut milik kalian, kalianlah yang sebenarnya mengambil milik kami, memanfaatkan kami untuk kepentingan kalian‼ Kami hanya ingin melindungi diri kami".
"membunuhmu tidaklah impas dengan rasa sakitku selama ini… kuanggap impas jika aku sudah membunuh hatimu hingga kau benar-benar tak bisa menghidupkannya kembali maka kuanggap semua selesai…".
"a-apa ma-maksudmu….".
"Bunuh manusia itu‼".
"ANDWEYO‼".
Seakan tak memperdulikan teriakan Donghae, Kyuhyun berjalan pelan mendekati Eunhyuk yang tersungkur ditanah mengikuti perintah Siwon, tubuhnya keluar cahaya merah gelap yang melingkupi tubuhnya, ekornya yang semula pendek kini memanjang membentuk ekor rubah sempurna mengikuti keluarnya cahaya merah yang semakin pekat.
"Kyu-Kyuhyun… bentuk sempurna keluarga Cho… Kyu‼ Jangan sakiti dia Kyu‼ Jebalyo! Sadarlah‼!".
Donghae berusha keras berdiri, namun alhasil ia bahkan tak bergerak mengingat sihir Siwon yang dilemparkan padanya membuat dirinya sepertinya kehilangan banyak tenaga da juga kesadaran dirinya.
tap..
tap..
tap..
"andweyo jebal… jangan mereka jebal…".
BLASH!
WUSH‼!
Donghae yang tadinya benar-benar putus asa dan hanya bisa diam ditempatnya, bahkan hampir tak tau harus bagaimana, kepalanya yang tadinya menunduk sontak mendongak, mata jernihnya membulat sempurna saat melihat apa yang ada dihadapannya sekarang, dinding sihir itu menghilang begitu saja memperlihatnya keadaan dongsaeng kecilnya yang kini tengah terengah-engah dipelukan Yesung, juga orang tua angkatnya dan dua teman barunya yang kini dalam keadaan tidak sadar.
"Sungmin…".
Sring…
Warna merah pekat itu pelan-pelan mulai memudar dari tubuh Kyuhyun seiring dengan lengan Sungmin yang semakin erat memeluk tubuh Kyuhyun dalam dekapannya seakan tak mengijinkan namja tampan itu bergerak kemanapun, Donghae bernafas lega, salah satu tangannya bergerak menuju dua orang namja itu bola-bola kecil berwarna cahaya biru mengitari telapak tangannya, hingga membentuk beberapa kumpulan cahaya biru yang indah disana.
"domezitero".
Donghae melemparkannya pada Kyuhyun dan Sungmin, bola-bola kecil itu berubah menjadi kubah transparan tatkala menyentuh tubuh keduanya.
Brak!
"Donghae‼"/"Donghae hyung‼".
Siwon yang mengetahui hal tersebut segera menghempaskan tubuh Donghae kelantai secara kasar, kemudian menyerang Kyumin dengan sihirnya, namun ketika sihirnya menyentuh kubah Donghae alhasil sihir itu hanya lenyap begitu saja tanpa melukai Kyuhyun atau Sungmin, meskipun begitu keadaan Donghae-pun tidak bisa dikatakan baik, ia memang tak membuat Yesung, Sungmin atau Eunhyuk terluka berat, namja manis itu kini harus mendapatkan lukisan memar berat ditubuhnya karena menjadi sasaran Siwon, tidak sampai disitu, sepertinya ia benar-benar kehabisan tenaga, terlhat ia tak bisa menahan kubah sihir pada Kyuhyun dan Sungmin lebih lama, kubah itu pelan-pelan memudar hingga benar-benar hilang menyisakan Sungmin dan Kyuhyun tanpa pelindung apapun.
"Donghae hyung… Ryeowook hyung…".
"bukan kau yang membuat mereka seperti ini Kyu…."
Kyuhyun yang menyadari bahwa kini ia tak terlindung apapun tercengang melihat keadaan sekitarnya, terutama keadaan hyung tertuanya yang kini sudah tak berdaya dilantai juga hyung keduanya yang kini lemas dipelukan Yesung, cahaya merah kembali menyeruak dari tubuh Kyuhyun, tersirat kemaran yang luar biasa disorot mata namja berambut ikal itu, ia beralih pada namja lain yang berada dibelakangnya, namja tampan dengan jubah hitam yang juga melempar raut kemarahan yang luar biasa dimatanya.
Wush!
Dalam waktu sigkat Kyuhyun yang tadinya berada didepan Sungmin kini sudah beradapan dengan Siwon yang sepertinya juga terlihat murka.
"kau…. aku yakin kau tau kalau aku tidak akan pernah memaafkanmu bukan?".
"dan yakin kalau kau juga tau kalau aku tak akan membiarkan kalian hidup lebih lama lagi bukan?".
Sret!
Kyuhyun menyeringai, dilihatnya darah segar yang mengalir dari pipi Siwon karena cakarannya pada namja tampan itu, namun Siwon tak tinggal diam, dengan gerakan cepat ia sudah berpindah dibelakang Kyuhyun dan memukul punggung namja itu hingga tersungkur dilantai.
Brak!
"aku tak peduli dengan apa yang kau katakan, tapi sudah cukup kalian membuatku menahan kesabaranku, membunuh adikku… dan kali ini, orang yang kucintai….. aku yakinkan kalian akan measakan hal yang lebih sakit dari itu….".
Brak!/Brak!/Brak!
"ARGH!".
Tanpa diperhitungkan Kyuhyun sebelumnya, Siwon tidak menyerangnya, ia menyerang Sungmin, Yesung dan Eunhyuk secara bersamaan, tiga namja itu kini tergantung didinding dengan kabut hitam yang mencekik keduanya, tidak hanya Kyuhyun Donghae dan Ryeowook-pun juga terkejut + khawatir luar biasa, Ryeowook segera beranjak dari tempatnya dan menyerang Siwon, namun tenaga namja imut itu sudah terkuras, hingga sia-sia saja, Siwon dengan mudah membalik keadaan dan menyerang Ryeowook.
Bruk!
Untunglah Kyuhyun bisa menangkap Ryeowook yang tadinya hampir membentur tembok, keduanya tak tau harus berbuat apa, karna jika salah perhitungan menyerang sedikit saja, tidak hanya satu atau dua, namun ketiga manusia itu bisa kehilangan nyawanya.
"Euhyuk‼".
"ARGHHH‼!".
Dua saudara angkat itu beralih pada hyung mereka yag tiba-tiba berteriak, bola mata keduanya membulat sempurna kala dilihatnya Eunhyuk yang menahan rasa sakit luar biasa dengan cahaya hijau gelap yang menusuk perutnya.
Sret!
"jika kalian bergerak selangkah saja, tidak hanya manusia lemah ini yang akan merasakan sakit…. bahkan 4 penyihir disana juga bisa kubunuh dengan mudah".
"a-andweyo-ARGH‼".
Kyuhyun dan Ryeowook tak berkutik keduanya tak bisa berbuat apapun terkecuali terdiam diri melihat orang yang mereka sayangi kini meregang nyawa didepan mereka.
"jujur saja, urusanku bukan dengan kalian berdua atau manusia itu atau mungkin para penyihir yang mungkin sebentar lagi akan kehilangan nyawanya itu… tujuanku membawa kalian kemari hanya membuat rubah putih yang lemah ini…".
Siwon melangkah mendekati Donghae, dicengkramnya rahang Donghae kasar hingga menggantung didepannya, menunjukkan wajah manis yang kini dihiasi memar berat yang berwarna biru dialiri cairan kental berwarna merah.
"…merasakan apa yang kurasakan, itu saja".
"lepaskan mereka…. kulakukan apapun untukmu… jebal… hentikan semuanya…".
Siwon menyeringai, diusapnya air mata Donghae yang bercampur darah pelan, namun diujung usapannya sebuah luka kembali ia ukir dipipi Donghae dari kukunya, membuat darah segar yang tadinya menghilang kembali mengalir, bahkan Donghae hars menahan perih karna Siwon yang menancapkan kukunya pada luka baru Donghae, hingga kini darah yang mengalir dua kali lebih deras dari sebelumnya.
"biarkan aku melihatmu memohon lagi…. aku ingin kembali melihat air matamu yang jernih itu kembali bercampur dengan merahnya darah…".
"ARGH‼".
"Hyukk… gheumanhae… jangan lukai dia… jebalyo".
Donghae kembali meneteskan air matanya, cahaya hita itu semakin menekan perut Eunhyuk hingga membuat namja tampan itu menggerang kesakitan menahan rasa sakit ketika lukanya semakin menjadi.
"gheumanhae… jebal… jjangan sakiti dia jebal…".
"tenanglah… haya dia yang aku siksa, yang lainnya akan tetap seperti itu".
"gheumanhae…".
Tak memperdulikan Donghae, Siwon kembali beranjak, didekatinya Eunhyuk, Sungmin dan Yesug yang menggantung ditembok yang berusaha melepaskan diri dari jeratan sihir yang melilit leher mereka.
"Minho…. Heechul…". Setetes air mata Siwon jatuh, diperhatikannnya Eunhyuk beberapa saat kemudian beralih pada Donghae, disekanya air matanya kasar, hingga kini hanya terlihat amarah dibola mata Siwon karah Donghae.
"AKU AKAN MEMBUATMU MERASAKAN KEMATIAN MEREKA!".
"Eunhyuk‼!".
"jika kau tak ingin itu terjadi, apabila kau bertemu seseorang pada bulan biru tepat diatas kepala, dengan 14 bintang yang berjajar diarah jam 6, jauhi dia atau kau akan kehilangan nyawamu…". (Eunhyuk…)
"ARGHH‼!".
"Eunhyyukk…. hiks… hiks… jebal gheumanhae….".
Siwon menghujam tepat diperut Eunhyuk denga kelima kukunya, tanpa menghlangkang cahaya hijau itu dari sana.
"Gheumanhae jebal….".
"ARGHHH‼". Siwon memutar tangannya, darah semakin keluar deras dari sela-sela jari Siwon, ditancapkannya kukunya semakin dalam dan aliran darah segarpun tak dipungkiri menets hingga kelantai.
"Gheumanhaee hiks.. hiks…".
"ARGH‼ Do-Donghae…". Siwon mengeluarkan tangannya, kuku tajam disetiap jarinya kini terhiasi dengan darah segar milik Eunhyuk, namja itu kembali menatap Donghae sinis sembari menyeringai benci.
"Donghae…."
"dia orang pertama yang akan mati disini…".
"GHEUMANHAE‼".
Jleb‼
"Donghae….".
Bruk‼
TESS!
"jangan lagi…".
"jangan mati lagi….".
"beri aku kesempatan membiarkan mereka hidup jebal…".
Donghae diam, dilihatnya tubuh Eunhyuk yang tidak berdaya kini tak sadarkan diri diatas lantai, tubuhnya bergetar cahaya biru melingkupi tubuhnya, sebuah ekor putih sempurna tumbuh dibelakang tubuhnya, luka-luka yang menghiasi tubuhnya pelan-pelan lenyap diikuti dengan bola mata biru yang terlukis amarah disana, kukunya tumbuh meruncing disetiap jarinya, ia berdiri ditatapnya Eunhyuk beberapa saat sebelum menatap Siwon penuh amarah.
"Eunhyuk… Ryeowook…. Kyuhyun… Yesung… Sungmin… Aku janji pada mereka untuk memungkan tiga manusia itu tanpa terkecuali…. dan kau benar-benar luar biasa karena membuatku tak tau harus berbuat apa karena tidak bisa memenuhi janjiku, jadi…".
Donghae beralih pada Yesung dan Sungmin yang masih digantung didinding, dengan mudah sebuah cahaya biru dilemparkannya pada keduanya hingga membuat keduanya terjatuh kelantai didekat Eunhyuk, namun saat itu juga sebuah kubah transparan berwarna biru ada disekitar mereka, Donghae lalu beralih pada Kangin, Leeteuk, Luhan dan Sehun yang kini dalam keadaan tak sadarkan diri dan melindunginya dengan kubah yang sama, dan terakhir pada Siwon…
Brak!
Bugh!
Sring!
Donghae membanting tubuh Siwon kasar kelantai, menendang tubuhnya hingga terhimpit pada tembok dan menghempaskan kembali tubuh kekar itu kelantai.
BRAK‼
"aku bukan penyihir lemah yang mudah kalian kalahkan, keluarga lemah yang tak bisa melakukan apapun‼".
Dengan gerakan cepat, Siwon menyerang tubuh Donghae hingga menghantap dinding, Diangkatnya tubuh Donghae dengan mudah tanpa menyentuhnya lalu sekali lagi menghempaskan namja itu kedinding dua kali lebih keras dari sebelumnya.
Brak!
Donghae terdiam, ia tak melawan, bukan dia bukannya tidak melawan tapi ia belum melawan, Siwon mendekatinya namun segera didorongnya Siwon dan dengan gerakan cepat beralih kebelakang Siwon dan langsung menendang punggung namja tampan itu hingga tak berdaya dilantai.
"aku tak ingin melakukan ini, tapi kau tak banyak memberiku pilihan, jadi…. maaf aku melakukan hal sama untuk yang kedua kalinya". Donghae mendekati tubuh ringkih Siwon matabirunya tersirat rasa perih disana, terlihat dark blue disetiap ujung jari Donghae, diusapnyaleher siwon pelan, namun setiap bagian kulit Siwon yang tersentuh tangan Donghae menyisakan bekas luka dalam yang dihiasi memar disana.
"kami membawa sial bukan? klan rubah keluarga Lee… klan lemah yang tak bisa berbuat apapun, aku harap kau menarik ucapanmu…".
"curezsoulmizo".
"ARGH‼".
"maaf jika menyakitkan, aku hanya ingin kau berfikir dua kali untuk meremehkan orang lain".
BRAK!
Siwon terlihat menahan sakit yang luar biasa, cahya hitam pekat keluar dari tubuhnya dan berkumpul dilangit-langit rumah, ketika cahya itu sudah mencapai ukuran terbesarnya cahaya itu meledak hingga membuat atap roboh memperlihatkan langit malam yang tadinya senyap kini berganti dengan bulan biru sempurna diatas kepala.
Tubuh Siwon melemah, dilihat dari Siwon yang kini tak berdaya dilantai disinari cahaya biru bulan malam, tubuh itu terlihat banyak kehilangan tenaga akibat dari serangan Donghae.
"Kyuhyun… Ryeowook… sisanya kuserahkan kalian".
Sring….
Donghae menatap keatas, menatap bulan biru sempurna yang kini ada dihadapannnya, cahya yang melingkupinya pelan-pelan menghilang diikuti cahaya bulan yang semakin terang, dari sudut mata Donghae cairan bening mengalir pelan melewati pipinya, detik berikutnya ia sudah terkapar dilantai saat seluruh cahaya dalam dirinya kembali ketempatnya.
paham dengan maksud hyung mereka, Ryeowook segera berlari menuju Donghae dan membawa namja manis itu menjauh dari Siwon, Kyuhyun sendiri mendatangi Siwon dengan keadaan siluman rubah sempurnanya, tak ada raut marah atau emosi dari namja berambut ikal itu, hanya sebuah seringai mengerikan tercipta diwajahnya, seakan siap membunuh siapapun yang menghalanginya.
Krekk…
Suara kayu bergesekan terdengar kala Kyuhyun mengangkat Siwon hingga berhadapan dengannya.
"ini untukmu yang telah membuat kami kehilangan orang disekitarku…".
Brak!
Kyuhyun membanting tubuh Siwon kesisi rumah yang lain, namun tentu saja hal itu tentu saja tak langsung membunuh namja tampan itu, namun cukup membuat sedikit luka dibeberapa bagian tubuhnya.
Sring…
Ryeowook juga tak mau tinggal diam, ia juga merubah wujudnya menjadi rubah sempurna, melangkah mendekati Siwon yang jaraknya agak jauh darinya.
"ini untukmu yang merebut hak kami begitu saja….".
BUGH!
"Argh! uhuk huwek!".
Ryeowook menginjak perut Siwon keras hingga darah segar keluar dari mulutnya, Ryeowook hanya menyeringai menanggapinya, lalu beralih pada Kyuhyun yang tak jauh darinya mengangguk pelan kearah namja tampan itu.
"aku tak akan memaafkanmu yang sudah menyakiti imoku, jadi…".
"stabsoulriyezo".
"ARGH‼".
"apa yang kurasakan jauh lebih sakit dari yang kau rasakan sekarang".
Siwon hampir tak berdaya, sihir yang dilemparkan Ryeowook padanya membuatnya merasakan sakit disekujur tubuhnya, kini ia hanya diam tanpa melawan apapun.
Brak!
Kyuhyun segera mengambil alih setelah Ryeowook menyerang, dilemparnya tubuh Siwon ketangah ruangan dibawah sinar bulan hingga mengahantam lantai cukup keras.
"ini karena kau yang sudah mengendalikanku".
"firomineblezt".
"argh!".
Seakan seperti dibakar, Siwon hanya bisa menahan rasa sakit ditubuhnya tanpa melawan, serangan Donghae tadi membuatnya kehilangan tanganya, kini tubuhnya ringkih ia tak melakukan apapun kecuali menahan perih disekujur tubuhnya.
Ryeowook mulai mendekat disamping Kyuhyun, dipersiapkannnya kukunya yang kini berwarna ungu, begitu pula Kyuhyun yang juga menyiapkan hal yang sama dengan Ryeowook.
"ini untuk hyungku….".
"dan ini akhir dari penderitaannya…".
SRAK!
SRAK!
Sring….
Tubuh Siwon menghilang dimakan angin kala Ryeowook dan Kyuhyun menyerang perutnya secara bersamaan, seperti hal Heechul tubuhnya berubahh menjadi abu begitu saja.
Ryeowook dan Kyuhyun kembali kewujud manusia mereka, segera keduanya bergerak mendekati Donghae dan Eunhyuk yang kini dalam keadaan tak berdaya, Ryeowook berusaha membangunkan Donghae sedang Kyuhyun berusaha menutup luka Eunhyuk yang bisa dibilang sangat parah.
"Donghae hyung… ireona! Ireona hyung!".
Ryeowoook mengusap kening Donghae pelan, diwaktu yang bersamaan cahaya terang keluar dari sana disaat itu pula Donghae mulai membuka kelopak matanya pelan.
"hyung….".
"Ryeonggie….".
"ghureo, ini aku".
"Eunhyuk… eodi?".
"dia dengan Kyuhyun".
"E-Eunhyuk!".
Donghae segera beranjak dari tempatnya, tanpa memperdulikan keadaannya ia berlari kearah Eunhyuk dan Kyuhyun, air matanya menetes tidak hanya satu atau dua terlihat, namun kini dera air mata deras mengalir jelas dipipinya.
"andwe… andweyo…Kyu… katakan kalau dia tidak apa-apa…. jebal".
"hyung di-dia…".
"katakan kalau dia tidak apa-apa‼ Katakan padaku kalau aku punya kesempatan Kyu jebalyo hiks.. hiks.. hiks..".
"dia masih hidup…. hanya saja…".
"hanya saja?".
"kau bisa menolongnya hyung, tapi kau tak bisa memberinya kesempatan untuk tinggal disini lebih lama".
"apa maksudmu?".
"kau punya satu kesempatan untuk menolongnya dan dikesempatan itu juga kau harus mengembalikannya kedunianya hyung…".
"tak bisakah…".
"hyung, yang kini ada dihadapanmu bukan tubuhnya yang sebenarnya, ini seperti reinkarnasi, tapi dia punya batas waktu batas waktunya mungkin akan lebih panjang jika dia tidak terluka parah, tapi kali ini ia benar-benar tak bisa menggunakan tubuhnya yang sekarang".
Donghae mendongak, mata jernihnya menangkap benda bundar bersinar terang dengan cahaya birunya yang indah, ia terdiam sejenak sebelum akhirnya seulas senyum terukir diwajahnya meski setitik air mata menetes kembali namun tak ada raut kesedihan disana.
"aku yakin kau memberiku kesempatan…". Gumam Donghae pelan tanpa melepaskan perhatiannya pada benda bulat itu.
Dibawah cahaya bulan, pelan-pelan tubuh Donghae kembali dilingkupi cahaya biru setelah sekiranya cahaya itu sudah menutupi seluruh bagian dirinya, Donghae merengkuh tubuh Eunhyuk, seketika cahaya biru itu berpindah dari tubuh Donghae pada Eunhyuk, saat itu juga Sungmin dan Yesung juga mengalami hal yang sama.
Dalam jangka waktu singkat Eunhyuk sudah membuka kedua kelopak matanya, didapatinya Donghae yang kini tersenyum padanya dengan senyum malaikat khas miliknya. "Donghae…".
"mbwo?".
"gwencana?".
"hmm, semuanya sudah berakhir".
"apa yang terjadi? Aku masih hidup?".
"menurutmu?".
"tapi bagaimana?".
Chu…
Donghae tak menjawab, dikecupnya bibir Eunhyuk pelan, bisa Eunhyuk rasakan bibir Donghae yang basah karena air mata, menyadari keadaaannya namja berahang tegas itu memeluk tubuh Donghae erat dengannya tanpa ada niatan melapas tubuh itu.
"kita akan bertemu lagi kan?".
"tentu saja pabo! Kau sudah menyetubuhiku, aku tidak akan terima jika berpisah begitu saja dan membiarkan kau menyentuh orang lain".
"jaegomal?".
Donghae tak menjawab air matanya tak berhenti mengalir dipipi manisnya, tangisan yang menyakitkan, tanpa Donghae mejawab Eunhyuk sudah tau jawaban atas pertanyaan terakhirnya, namja tampann itu mengangkat dagu Donghae sehingga kini mereka saling menatap, Donghae semakin tak kuasa menahan tangisnya, tak tega dengan keadaan namja dihadapannya tangannya Eunhyuk tergerak mengusap pipi Donghae pelan meski jejak air mata masih mengalir disana.
Chu….
Ditariknya tengkuk Donghae hingga kini bibir keduanya bertemu, Eunhyuk tak bisa menahan dirinya untuk tidak menghisap bibir Donghae, Donghae-pun juga begitu semakin dieratkannya tubuh namja yang ia cintai itu semakin dekat dengannya, Eunhyuk melumat bibirbawah Donghae kasar dan memaksa masuk kedalam goa hangat Donghae, ciuman panjang dan kasar itu berlangsung cukup lama hingga rasa hangat dan basah bibir Donghae menghilang berganti dengan hanya dingin angin malam yang Eunhyuk rasakan disekitarnya.
**≪≫_Fortune_≪≫**
"Eunhyuk hyung! Sungmin hyung! Yesung hyung!".
"ireona! Eunhyuk hyung! Yesung hyung! Sungmin hyung!".
"hyung! Ireona‼".
Eunhyuk mengerjapkan matanya, dilihatnya seorang namja manis dengan pipi chubynya kini menatapnya khawatir, namun raut namja manis itu berubah lega kala kini bola matanya sudah menangkap cahaya pagi disekitarnya.
"hyung, gwencana?".
"He-Henry? Ini kau?".
"hmm".
"dimana Yesung dan Sungmin hyung?".
"ohh, mereka sudah bangun dan kini mereka terlihat syok, apa ada masalah?".
"syok?".
"gureo, mereka diam saja saat ditanya, apa yang terjadi pada kalian huh? Tiga sekawan yang hilang bersama dan ditemukan bersama tapi dengan raut berbeda-beda".
"berapa lama kami hilang?".
"semalaman‼".
"MBWO?!".
Eunhyuk segera berdiri dari tempatnya mencari keberadaan Yesung dan Sungmin, setelah beeberapa kali membuka beberapa camp hingga ditemukannya orang ia cari, namun dua temannnya tak sendirian melainkan dengan seorang penjaga hutan yang terlihat berbicara dengan keduanya.
"Sungmin hyung? Yesung hyung?".
"Hyuk… akhirnya kau bangun juga".
"ige mbwoya? Kalian tidak apa-apa?".
"hmm, gwencana".
"kalian melihatnya?".
Eunhyuk menoleh, dilihatnya kini penjaga hutan yang memakai topi hingga menutupi wajahnya itu sepertinya sedang berbicara dengannya.
"melihat apa?".
"kalian semalaman menghilang, aku yakin kalian menemukan sesuatu".
"yang kuingat, aku hanya mengikuti sesuatu yaang aneh, lalu masuh kedalam sebuah kuil tua dibalik air terjun, lalu aku mimpi kalau kami mendapat sebuah ramalan".
"nado, aku juga memipi kalau Eunhyuk dapat ramalan kematian, tapi dia malah menyetubuhi anak orang".
"SUNGMIN HYUNG!".
"waeyo? Aku memang memimpikannya".
"kalian punya mimpi yang sama? Lalu hal apa yang paling menakjubkan yang kalian mimpikan?".
"kenapa kau ingin tau?".
"kalian tak perlu curiga, aku sudah cukup lama disini".
"eung…. kami mencintai seseorang disana".
Penjaga hutan tersebut menyeringai menanggapi satu jawaban dari tiga namja muda itu, dilepasnya topi miliknya hingga menunjukkan mata rusa yang ia miliki kini tengah tersenyum pada ketiganya.
"sudah kubilang kalau kalian menemukan sesuatu yang menakjubkan bukan?".
"LUHAN!".
FINISH
Huwaaa‼‼! Akhirnya selesai‼‼
Makasih buat para reader yang mau baca fanficnya Hyo, maap buat chapter ini ubdatenya luamaaaaaaaa‼‼‼‼ BANGET! Maklumlah namanya juga masih sekolah, tugasnya ga bisa ditawar, jadi terpaksa deh Hyo harus mengorbankan Fanfic terlantar gitu aja.
Dan para reader yang setia ngikutin fanficnya Hyo, Hyo bakal kasih special chapter kalo mau, tapi kalo ga mau ga apa-apa :3.
Okey Guys! I Give promise for this moth , i'll upload new Fanfic, do you want reading it? Give me answer in review Guys‼‼ thank you‼ ^-^
See You‼!
