Siang ini, kelas XI IPA dikejutkan akan kedatangan sang ketos.

"Yo Ace, sedang apa kau disini?" Luffy menyapa.

"Sedang apa? Tentu saja menemui calon kakak iparmu"

Kalimat itu seketika membuat heboh penghuni kelas.

Semua bertanya-tanya.

'Siapa gerangan manusia beruntung itu?'

Ceileh, 'beruntung'.

Tak diduga, Ace menghampiri Sanji yang sedang membereskan alat tulisnya.

"Dek, yuk makan siang bareng"

Penghuni kelas mangap.

'JADI SANJI TOH?!'

"Eh, ayo kak"

Ace meleleh melihat senyuman sang blondie.

Tuhan, matipun aku rela -batin Ace lebay.

.

.

.

Dan disinilah mereka berdua.

Diatap sekolah.

Makan berduaan.

Ditemani sang surya dan biru cerahnya langit angkasa.

Acieeee

Ace sedari tadi tak fokus makan.

Ia fokus melihat wajah sang gebetan.

MAKAN AJA CANTIK BANGET YA GUSTI -batin Ace.

Sanji baru sadar bahwa sedari tadi ia diperhatikan.

"Ada apa kak?" tegurnya.

Ace gelagapan.

"E-eh gaada apa-apa kok. Ayo makan lagi"

Sanji menatap heran, tapi kemudian tersenyum.

"Kak, mau coba tamagoyaki buatanku?"

Tangan Sanji terulur ke depan wajah Ace, bermaksud menyuapi.

"E-eh? Boleh?"

"Tentu saja"

Akhirnya Ace memakan suapan Sanji.

"Bagaimana kak?"

"ENAK SEKALI! TAMAGOYAKI TERENAK YANG PERNAH KUMAKAN!" seru Ace dengan alay nya.

Sanji tersenyum sumringah

"Syukurlah kakak suka"

Ace melongo.

Tuhan, matipun aku rela -batin Ace pt. 2.