Chapter 6 Update...

Di chapter ini, karena ceritanya agak panjang. jadi aku bagi ke dalam 2 Part.

Okeh, bagi yang sudah penasaran, langsung saja menuju ke TKP.

ohyaa, jangan lupa, tinggalkan review setelah membaca.

"SELAMAT MEMBACA"


Disclaimer Eiichiro Oda

"Rahasia Will Of D"

CHAPTER 6

Pencarian Nami, Kejadian Tak Terduga

.

Part 1

.

.

Sedikit Informasi :

Markas Crusher pirate terletak disebelah timur paling utara pulau (kalo pada gambar pojok kanan atas). Markas tersebut dikelilingi oleh bukit dan gunung, dimana cara masuknya hanya ada 3 yaitu :

1. Menaiki gunung tersebut yang bisa memakan waktu satu minggu lebih.

2. Melalui ruang bawah tanah dibawah gunung. Dimana ruangan tersebut berupa sebuah labirin. Tempat ini dibangun oleh para budak Leon. Yang bisa melewati labirin ini dengan cepat, hanya leon dan para anak buahnya. Karena mereka memiliki peta agar bisa sampai ke pintu keluar. Bila seseorang pertama kali masuk kesini, akan keluar paling cepat 10 hari. (pengecualian untuk sanji, akan dijelaskan di chapter ini). Pintu masuk ruangan ini ada dua yaitu satu dibagian barat dan satu dibagian timur.

3. Yaitu cara yang paling cepat. Melalui ruang bawah tanah di bawah bukit. Jalan ini langsung lurus mengarah ke markas. Namun, hanya orang-orang tertentu yang mengetahui jalan ini.


.

.

Setelah perjalanan yang lumayan lama, akhirnya bajak laut Topi Jerami sampai di pulau Miracle. Wajah mereka terlihat berbeda. Ada yang cemas, senang, takut, penasaran, kagum dan lain-lain (pengecualian Brook yang tanpa ekspresi karena dia adalah tengkorak hidup). Setelah dekat daratan, Kemudian mereka segera mencari tempat aman untuk kapal Thousand Sunny berlabuh, agar tidak dicurigai oleh siapapun bahwa mereka adalah bajak laut.

"Kelihatannya disana cukup aman. Bagaimana kalau kita berlabuh disana saja." Ucap Franky sambil menunjuk suatu tempat di rerimbunan pohon.

"Baiklah! ayo kita kesana." Perintah Luffy semangat.

Selang beberapa menit, mereka pun berlabuh di sebuah teluk kecil yang tak begitu jelas bila dilihat dari kejauhan. Lalu Usopp mengarahkan para nakamanya untuk berkumpul di dek rumput layaknya seorang kapten.

"Sebelum turun, kita harus membagi regu dulu untuk berpencar mencari informasi dan menemukan persembunyian Leon. Karena dilihat dari ukuran pulaunya, sepertinya kita akan mengalami sedikit kesulitan un-" Ucap Usopp terhenti.

"Aku tinggal disini saja, jaga kapal saja." Potong Zoro.

"Dengar dulu Zoro aku belum selesai bicara." Jawab Usopp

.
"Yaa, untuk orang yang tidak tahu arah mendingan jangan pergi." Ucap Sanji datar namun jelas untuk tujuan mengejek.

Zoro yang mendengarnya tetap tenang tak menghiraukan, karena topik yang dibicarakan sudah menyangkut masalah arah. kalau dilanjutkan dia tahu akan kalah telak dalam perang adu mulut melawan rival abadinya. Kemudian Usopp segera angkat bicara agar tidak terjadi keributan.

"Sudah! jangan memulai pertengkaran. Kita semua akan pergi mencari, Karena kalau tidak cepat ditemukan akan berbahaya. Dan kukira Sunny akan aman saja disini jadi tak usah dijaga. Kalian setuju?" Tanya Usopp.

"Yosh" Jawab Luffy cepat.

"Baiklah karena kapten kita sudah menyetujuinya. Mari seperti biasa kita ambil undian untuk menentukan siapa pasangan kalian." Kata Usopp sembari mengeluarkan sebuah sedotan kecil.

"Yang memiliki warna sama, maka itulah pasangannya. Disini satu kelompok ada 2 orang, jadi siapapun yang menjadi pasangan kalian. Mau tidak mau harus menerimanya." Kata Usopp menjelaskan.

Kemudian semua krupun menuruti perintah Usopp, segera mengambil undian itu.

"(Ayolah, Semoga punyaku sama dengan Robin-Chwan)." batin Sanji berharap.

"Ungu!" Ucap sanji melihat warna sedotannya.

Kemudian sanji segera melirik sedotan nakamanya, mencari siapa yang mendapat warna ungu seperti dia. Namun setelah melirik ke arah sedotan nakamanya. Ekspresi Sanji menjadi suram.

"kenapa aku harus dengan si tulang ini. Aku kan inginnya dengan Robin-chwan" Gerutu sanji kecewa dengan hasilnya, yang ternyata pasangannya adalah Brook si tulang.

"Yohohohohoho."

Sementara brook hanya tertawa gila mendapati pasangannya adalah sanji. (ralat: brook memang rada gila).

"Sepertinya kita akan bersama dalam satu tim Chopper." Tanya Robin sambil melihat warna sedotan Chopper.

"Yaa, kau benar Robin." jawab chopper dengan senyum imutnya.

"Nanti, sebaiknya kau jalan duluan Franky, aku akan mengikutimu dari belakang." Ucap Zoro mendapat pasangan tim dengan Franky.

"supaa, aku denganmu ZoroBro. baiklah terserah kau saja." jawab franky dengan gaya Mode On.

"Ayo kita berangkat Usopp! Aku sudah tidak sabar, karena aku mencium bau petualangan Shishishi.." Ajak Luffy dengan senyum lebarnya.

"Bodoh, jangan terburu-buru begitu. Pertama-tama aku harus menyiapkan bekal dan peralatan. Siapa tahu akan ada musuh." Cegah Usopp.

"Oh ya kau benar. Sanji, bekalku mana? Shishishi" Tanya Luffy Menagih bekal bajak lautnya pada sanji.

"Ada, sudah aku siapkan di dapur." Jawab sanji sambil menyalakan rokoknya.

"(walaupun bodoh, karena yang dipikirkannya hanya makanan. Setidaknya aku akan aman disamping luffy)" pikir usopp yang berpasangan dengan Luffy sambil menghela nafasnya.

XxX

Kemudian semua kru menyiapkan segala peralatan yang di butuhkan. Setelah semuanya siap, lalu semuanya pergi menuju pusat pulau Miracle untuk berpetualang mencari Nami. Namun semua tidak ada yang menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mengintai mereka.

"Hmm, rupanya mereka benar-benar datang. Dan nampaknya mereka langsung bergerak. Aku harus memberitahu ini pada tuan Leon." Ucap seseorang dari balik pohon yang teryata adalah bawahan leon. kemudian dia pergi dengan cepat.

Sanji yang berjalan paling akhir karena membereskan dapur tiba-tiba berhenti.

"Cih, jangan kira aku tidak mengetahuinya. Aku tidaklah bodoh seperti yang lainnya."Ucap sanji.

Ternyata Sanji mengetahui keberadaan orang tadi dengan kenbunshoku hakinya.

Brook yang mendengar ucapan Sanji tadi bertanya.
"Yohoho, apa yang sedang kau bicarakan Sanji-san?"

"Hng, tidak ada Brook. Oh ya Brook aku Lupa, ada sesuatu yang harus kulakukan. Jadi kau pergi duluan ke kota nanti aku menyusul." Ucap Sanji tersenyum.

"Yohoho, baiklah. Terserah kau saja sanji-san. Aku tidak akan menghalangimu." Jawab Brook singkat.

"Apa yang kau maksud dengan tidak akan menghalangiku Brook?" Tanya sanji lagi.

Sanji merasa kalau Brook mengetahui kalau dirinya akan mengejar orang yang sempat ia rasakan keberadaannya.

"Yohoho, bukan apa-apa Sanji-san. Lebih baik kau cepat selesaikan urusanmu itu. Dan segera menyusulku di kota nanti." Jawab Brook mengingatkan sanj.

"Ah, baiklah." Ucap sanji.

kemudian Brook pergi meninggalkan Sanji. Setelah brook jauh, Sanji langsung berlari ke arah yang berlawanan dengan Brook. Dia berlari kearah timur dan berbelok ke utara menyusuri pinggiran hutan.

"Aku masih bisa merasakan keberadaannya. Firasatku mengatakan kalau dia punya informasi tentang Nami-swan! Tunggu aku Nami-swan. Aku pasti menemukanmu!" Ucap Sanji sambil berlari.

XxX

Sementara Sanji berpisah dengan Brook untuk mengejar orang misterius tadi. kru SHP yang lainnya sudah sampai di kota pulau Miracle. Mereka Langsung bergerak ke tempat-tempat tertentu.

"Hmm, kota ini begitu luas dan bagus. Memang benar sesuai namanya 'MIRACLE' karena ada kota seramai ini di dunia baru. Ayo chopper kita jalan-jalan sebentar." Komentar Robin.

"Baik Robin, aku kira juga tidak ada salahnya berjalan-jalan sebentar." Jawab Chopper beberapa saat kemudian.

"Waahh, hebatt... Ayo Usopp kita kesana dulu. Aku ingin bermain itu." Ucap Luffy dengan mata berbinar-binar.

"Hei! Luffy! Apa kau sudah lupa apa tujuan kita kesini." Ucap Usopp, yang baru sadar ternyata Luffy sudah meninggalkannya. Akhirnya Usopp pun berlari mengikuti luffy.

Sementara Zoro dan Franky tengah memasuki bar yang terlihat ramai oleh pengunjung. Setelah masuk, Franky dan Zoro di sambut dengan berbagai tatapan tak mengenakan. Memang wajar saja, karena penampilan mereka yang sangat mencolok. Seorang Cyborg, yang berjalan dengan seorang berambut hijau bermata satu, membawa 3 buah katana yang terselip dipinggangnya.

"Zoro, sepertinya ada yang tidak beres dengan orang-orang ini." Bisik Franky.

"Abaikan saja. Yang penting kita tak membuat masalah dulu. Dan selama orang itu tidak melukai kita acuhkan saja." Jawab Zoro datar. "Baiklah, aku mengerti." Kata Franky singkat.

Kemudian mereka pun duduk di meja kosong dan memesan minuman. Zoro dan Franky yang sejak tadi menjadi pusat perhatian hanya cuek saja. Mereka terus menenggak sake dan cola yang telah di pesan. Namun Tak lama kemudian, ada beberapa orang yang mendekat. kelihatannya orang itu akan mengacaukan acara minum Zoro dan Franky.

BREEKK!

"Hei Orang asing! aku baru melihat kalian di daerah sini. Apa yang kalian cari disini!" Bentak orang yang memakai pakaian aneh menggebrak dengan pedang yang ada di punggungnya.

Zoro kemudian sedikit melirik orang yang membentaknya sekilas. Namun sepertinya, Zoro tak tertarik dengan orang tadi dan lebih memilih menenggak sakenya. kemudian membetulkan posisi duduknya dan memejamkan mata untuk tidur. Franky yang mengingat perkataan Zoro beberapa menit yang lalu hanya diam.

"(selama tidak melukai, acuhkan saja)." batin franky.

"hei orang asing! Apa kau tuli yaa, cepat Jawab pertanyaanku." Gertak orang tadi kembali.

"Bukan urusanmu." gumam zoro singkat dengan mata tetap terpejam.

Hal ini kemudian membuat orang tadi marah karena merasa reputasinya yang terkenal kejam, diremehkan oleh orang yang baru muncul di kota pulau Miracle.

"Kurang ajar! Berani sekali kau mengatakan hal seperti itu di depan orang banyak kepadaku! Akan ku tebas kau menjadi ukuran kecil2!." Ucap orang itu sambil menodongkan pedangnya dimuka Zoro. Zoro hanya diam tak bergerak.

Sepertinya Zoro sudah rileks dengan posisinya sekarang, yaitu duduk bersandar dengan kaki diletakan diatas meja.

"Aku tidak tertarik denganmu. karena aku meragukan ilmu pedangmu itu yang kelihatannya masih amatiran. Lebih baik kau cepat pergi dari sini, aku mau tidur." Ucap Zoro kalem sambil menguap.

"cih, sombong sekali! Kaulah yang pendekar pedang amatiran! Dasar sampah! Jangan kira aku akan pergi dari sini tanpa membunuh orang ya! Cepat jawab pertanyaanku dulu! Kalau kau tidak ingin kepalamu lepas karena kutebas! Hahahaha..." ejek orang tadi pada Zoro.

"kalau mau menebas lakukan saja, Tidak usah banyak bicara. Apa kau tidak tau cara mengayunkan pedang ya?" tanya zoro enteng dengan mata masih juga terpejam.

"brengsek! Kau yang membuatku melakukan ini, jadi jangan salahkan aku.!"

orang tadi langsung mengayunkan pedangnya siap menebas leher Zoro. Namun sebelum orang itu bertindak lebih jauh tiba-tiba saja seseorang berada dihadapan Zoro mencoba menghentikan orang tadi.

"Tunggu! Jangan buat keributan di tempat ini! Kau bisa menghancurkannya! Jika ingin bertarung ditempat lain saja!" ucap anak kecil yang berusia sekitar 10 tahunan.

"Kau! Anak kecil tidak usah memerintah! Minggir sana!." hardiK orang tadi.

DUGH!

Anak kecil itu pun ditendang sehingga terdorong beberapa meter.

PLOKk! PYAARRR!

Anak itu melempar botol sake ke orang tadi dan tepat mengenai kepala orang tadi, sehingga orang tadi mengalihkan tatapan membunuhnya ke anak kecil itu.

"Veki! Tuan tolong jangan sakiti Veki! Dia cucuku satu satunya." Ucap orang tua pemilik bar.

"Hahahaha, memang apa perduliku! Dia sudah mempermalukanku. Kau tidak tahu siapa aku hah!" Ucap orang tadi lantang.

"yaa, kami tahu. Kau adalah cane si pembantai, buronan 88.000.000 berry." Ucap orangtua tadi.

"Bagus kalau kau tahu! Kau juga tahu reputasiku kan. Bagi siapa saja yang macam2 denganku. Tua/muda, dewasa/anak-anak. Laki-laki/perempuan harus mati! Hahahaha..." Ucap orang tadi yang diketahui namanya cane dengan tertawa jahat.

"Bunuh! Bunuh! Bunuh! Bunuh!" Teriak semua orang di Bar yang ternyata adalah anak buah Cane.

"Hahaha... Kau dengar? mereka yang meminta. LAKUKAN!"

"Zoro, apa kita harus bertindak?" bisik Franky yang duduk di dekat Zoro.

Lalu Zoro pun membuka satu matanya.

"Kita lihat dulu apa yang orang itu akan lakukan. Aku masih tidak mengerti kata-katanya barusan. Kalau sampai macam-macam kita bertindak." ucap Zoro lirih.

"Yaa, baiklah aku mengerti." jawab franky.

Terlihat seorang anak buah cane menarik pelatuk pistol yang dipegangnya dan tak lama kemudian...

DOR...!

tiba-tiba saja suara tembakan pistol mengagetkan Zoro dan Franky. Ternyata salah satu anak buah cane menembak orangtua tadi. Franky yang posisinya dekat dengan orangtua itu langsung meraih tubuh orangtua tadi yang terjatuh.

"kakek!" teriak Veki dari kejauhan.

"To-tolong... Tolonglah cucuku. A-aku... a-akan.. Hah.. Hah.. berikan apa saja asalkan cucuku selamat.!" ucap orang tua tadi ke Franky.

"Tenanglah pak tua, kau sedang terluka. Kau tak usah khawatir. Kami akan menolong cucumu." Ucap Franky.

"Orang tua itu sudah selesai! Sekarang giliranmu bocah!" ucap cane ke Veki.

Lalu Cane mengayunkan pedangnya, siap menebas Veki. Sedangkan Veki yang menjadi target, hanya pasrah memejamkan matanya sambil menangis.

TRINNNGGG..!

Suara pedang Zoro yang bertabrakan dengan pedang cane. Walaupun pedang Zoro masih berada dalam sarungnya, Namun terlihat memunculkan percikan api.

"hahahaha. Akhirnya bertindak juga! Dasar sampah! Apa kau ingin mati juga?" Ucap Cane menyebut zoro sampah dengan PDnya.

"Kau mau menyebutku sampah, pendekar amatiran, atau menodongku dengan pedangmu itu, tak masalah masih bisa ku maafkan. Tapi kau yang menyerang anak kecil dan orang tua, itu yang membuatku marah." ucap Zoro sarkastik dengan tatapan membunuh.

"Duel! Duel! Duel! Duel!." ucap anak buah cane bersamaan.

"kau dengar itu! Kalau kau berani. Ayo kita selesaikan ini secara jantan. Aku ingin melihat seberapa hebat kemampuanmu. Ku tunggu kau di ujung jalan ini, tengah hari nanti. Hahahaha... Ayo kita pergi!" Ucap cane lantang membuat perjanjian.

Sepertinya Cane tidak mengetahui siapa lawan yang akan di hadapinya yaitu Zoro si pemburu perompak, buronan 425.000 000 Berry.

"Merepotkan, Terserah kau saja." Jawab Zoro malas-malasan.

Kemudian semua orang pun keluar bar. Mereka menuju ke tempat duel Zoro VS Cane. Sebelum Zoro keluar, dia menyapa anak kecil yang mencoba menghentikan cane tadi.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Zoro.

"Ya, aku baik-baik saja..," jawab Veki cepat

"Hnn..." Gumam Zoro. Dia sedang berpikir, sepertinya dia lupa mau mengatakan apa.

"Mmm, berhati-hatilah!. dia itu orang kuat di pulau ini. Dia datang setiap hari ke bar ini sejak 2 bulan yang lalu. Mereka selalu minta jatah sake dan mengacaukan bar ini jika ada pelanggan lain masuk. Akibatnya pelanggan lain banyak yang ketakutan, tak ada yang kemari lagi. Kau Roronoa Zoro kan? Walaupun penampilanmu tidak seperti pada poster. Aku tahu kalau itu kau. Aku percaya kau adalah orang kuat. Aku melihat kau dikoran beberapa hari yang lalu. Karena itu, Aku mohon kalahkan dia." Ujar Veki tiba-tiba memohon kepada Zoro sambil bersujud.

"hmm, jadi ini alasanmu bertindak nekat tadi? Namamu Veki kan? Yaa, kau tak usah khawatir. Bangunlah, Akan kukalahkan dia untukmu. Sebagai tanda terimakasihku karena kau mencoba menolongku tadi." Ujar zoro kalem.

"terima kasih." Jawab Veki singkat.

"hn. oh ya, ada sesuatu yang kubutuhkan sekarang. aku butuh informasi tentang pulau ini. Apa kau tahu sesuatu?" Tanya Zoro mengalihkan pembicaraan.
Rupanya Zoro telah teringat kembali pertanyaan yang ingin ditanyakan tadi.

"Ya, aku dan kakek tahu banyak tentang pulau ini. Akan ku beri semua informasi yang kami ketahui. Tapi, setelah kau bertarung dengan Cane. Oleh itu jangan sampai kalah!" Ujar Veki sambil mengepalkan tangan.

"yayaya, terserah kau saja." Jawab Zoro sambil mengibaskan tangannya.

"hmm, Tapi jika kau beritahu informasi tentang pulau ini ke temanku yang disana sekarang, (tangan menunjuk ke arah Franky yang sedang membalut luka pak tua yang tertembak tadi), aku akan membuat orang tadi yang menendangmu jadi merengek minta maaf padamu, bagaimana?" Tawar Zoro.

"benarkah.. Baiklah kalau begitu. Aku setuju" ucap Veki cepat.

Zoro hanya tersenyum, kemudian pergi meninggalkan Veki menuju tempat franky.

Next to Part 2


Okeh,, Part 1 sudah selesai selanjutnya, bersambung ke Part 2.

Langsung saja, klik dan masuk ke Part 2.

:-)