Title: IT's Not a Reason|Meanie story|MPreg

Cast:

Kim minggyu

Wonwoo

All of member seventeen

And others

Genre: Romance,Family,little angst

WARNING! MPREG!NC!

BACA DULU!READ IT First!

!(adegan NC akan diletakkan disembarang chapter sesuai mood author)

!(please,be smart reader! If you didn't ever accept mpreg or dont like fanfiction w/ mpreg in story, please stay away! Get out from my fantasy!Keep your hands off my fantasy! Dont bash! I said for ONCE MOR TIME!PLEASE BE SMART READER)

!(no plagiat! Ini murni hasil pemikiran saya, ketika lagi badmood)

!(dalam fanfict ini saya tidak berusaha untuk mengikuti yang asli, melainkan saya meminjam alur kehidupan member seventeen yang asli, yang tampak didepan publik. Guna menyambungkan satu-satu fantasy saya. Karena sungguh banyak fantasy saya terhadap Meanie saat mereka dibelakang kamera. So, i try to make story based on their life. Bisa kalian lihat didalam nanti)

!(Read and Review, i'll stop this story if yout dont leave review, thanks... sorry for being rude, i ask like that because your reviews are my spirit and motivation to update soon as possible)

!(cerita ini hanyalah fiktif, namanya juga fanfiction. Jadi kalau ada kesamaan nama,latar belakang, alur yang menyinggung readers, saya minta maaf. Sekali lagi! FF ini murni hasil khayalan saya kalau lagi badmood dan ketika tiap kali saya melihat video mereka. mungkin akan terlihat saya membuat cerita dibelakang kamera. Ya itu benar! Oleh karena itu saya meminjam alur seventeen)

Synopsis:

"aku sungguh tidak bermaksud melakukan ini kepadamu"

Pemuda pemilik fox eye itu tak merespon apapun yang ia dengar. Pikirannya kini lumpuh. Sedikitpun ia tak pernah membayangkan hal seperti ini menimpa dirinya.

"hyung,maafkan aku"

Lalu pemuda tersebut beranjak dan meninggalkan pemuda yang kini sedang merasa bersalah. Pemuda tersebut melempar apa yang ada dihadapannya kedepan hingga membentur dinding,ia mengacak-acak rambutnya. Untung saja yang dilemparnya bukan barang-barang yang terbuat dari kaca, sehingga tidak membuatnya repot untuk merapikan ruangan itu nanti.

"ku pikir kau sudah cukup dewasa untuk berpikir mana yang terbaikkan, nak Wonwoo",Pemuda tersebut pasrah dengan apa yang menimpanya. Ia siap untuk mengorbankan apapun demi sesorang yang amat teramat berharga dalam hidupnya.

"sampai semua kembali normal, kau bisa kembali ke seventeen"

"aku mengerti sajang-nim", dengan senyum mengembang dipipinnya, ingatkan dia bahwa ia sedang ternyemu palsu saat ini.

"dibalik kehilangan, pasti ada sesuatu yang akan menggantikan kehilangan tersebut" ujar pemuda itu menyemangati dirinya sendiri dalam menghadapi semua cobaan yang menampar keras dirinya.

Chapter 6"I Hate U..."(part 2)

.

.

.

.

.

.

.

"Hyung, dengarkan aku"Mingyu menggenggam tangan Wonwoo, meskipun Wonwoo memberontak namun dengan tenaga yang melebihi Wonwoo, Mingyu dapat dengan mudah menekan kekuatan Wonwoo.

"Kau bisa tanyakan ini kepada Maneger hyung. kenapa aku tidak menceritakan ini kepadamu? Karena aku benar-benar tidak mengingkari perkataanku!"

Mingyu mengusap wajahnya gusar. Ia menatap lekat manik Wonwoo.

"Aku sungguh tidak berbohong kepadamu" , Mingyu melanjutkan lagi penjelasannya.

"Kau ingat saat kita melakukan Good bye Stage di Music Bank? Saat itu aku keluar ingin ke toilet. Dan aku ketoilet, namun saat aku ingin kembali keruangan, didekat Vending Machine aku menemukan cincin. Di cincin itu ada ukiran logo Twice dan nama pemiliknya, kemudian manager hyung datang dan menyuruhku cepat kembali keruangan. Tapi sebelum aku memasuki ruangan kita aku memberikan cincin itu untuk dikembalikan ke maneger Twice. Aku bersumpah! Aku tidak menemui Tzuyu. Manager hyung yang mengembalikan cincin itu ke mereka" , meskipun telah mendengar penjelasan Mingyu yang panjang kali lebar itu tetap tidak membuahkan respon baik dari Wonwoo.

"lalu?"

"iya semua pikiran burukmu itu salah hyung! Aku tidak berani membayangkan kalau kau meninggalkanku. Percayalah padaku hyung, Aku sudah menceritakan semuanya pada mu", dalam hati Mingyu mengutuk dirinya sendiri karena membuat Wonwoo Marah 'orang yang sedang cemburu memang sangat menyeramkan'

"kalau sudah selesai berbicara, kau bisa keluar sekarang dan tinggalkan aku. Aku tidak ingin melanjutkan hubungan ini" Wonwoo menepis tangan Mingyu. Mingyu benar-benar merasa putus asa sekarang. Apa lagi yang harus ia lakukan. Ia sudah menjelaskan kebenerannya lalu, mengapa Wonwoo mengusirnya bahkan sampai memutuskannya?

""Hyuuuung" Mingyu memohon kepada Wonwoo agar Wonwoo merubah pemikirannya itu.

"Aku tahu kau tidak akan mendekati Tzuyu, karena kau sendiri sudah mendekati Yeoja lain. Kau tidak akan meninggalkanku sekarang, tapi setelah kau mendapatkannya kau akan meninggalkanku", Mingyu menggaruk kepalanya lantaran kesal karena Wonwoo masih menduga ia sedang mendekati Yeoja lain , putus asa, dan terkejut. Ingat lah Jeon Wonwoo kalau Mingyu sudah bengkok karena dirimu.

"Yeoja lain? Siapa hyung? Aku bahkan tidak pernah menemui siapapun selain keluargaku. Kau tau sendirikan hyung?" Wonwoo menangkat bahunya seperti ia mengatatakan 'mana ku tahu'

"Aku mana tahu apa yang kau lakukan saat tidak bersamaku, dan sepertinya kalian cukup dekat sampai Fotonya saja kau simpan", Wonwoo saat ini berusaha kalem meskipun hatinya juga sangat sakit saat mengingat beberapa hari yang lalu ia menemukan foto yeoja diponsel Mingyu yang terletak di Folder Line. Namun Wonwoo bungkam, ia tidak ingin menghakimi Mingyu karena cemburu,namun hari ini? Sepertinya ia sudah tidak kuat lagi menyimpan rasa takut kehilangan Mingyunya.

"HAH?! FOTO?!kau ini bicara apa hyung?" karena sangat Shock, Mingyu sampai berteriak. Pasti orang luar mendengar suaranya. Wonwoo mengambi ponsel Mingyu yang tergeletak di sebelah Mingyu, ia membuka foto tersebut kemudian menunjukkan foto tersebut kepada Mingyu. lagi-lagi Mingyu mendelik, dan sedetik kemudian ia tertawa ngakak. Hingga orang luar panik.

.

.

"hyung,apa Mingyu hyung akan gila karena Wonu hyung marah?" Tanya Dino penuh cemas. Joshua seketika langsung mengepalkan tangannya dan berdoa untuk keselamatan Mingyu. dan yang lainnya hanya saling tukar pandang.

.

.

HAHAHAHAHAHAHAHA

Wonwoo menaikkan sebelah alisnya, bingung mengapa Mingyu bisa terbahak-bahak seperti itu. ingin sekali ia menyumpeli mulut Mingyu agar bisa diam.

"untuk apa kau tertawa?" tanya Wonwoo dingin. Mingyu menggeleng ditengah tawanya, kemudian ia menangkupkan kedua tangannya di pipi Wonwoo.

"itu Minseo" jawab Mingyu lembut, ia berusaha untuk tidak tertawa lagi.

"Minseo? Nama yeoja selingkuhanmu?" Wonwoo mengerutkan dahinya. Mingyu menggeleng cepat, bagaimana bisa Wonwoo melupakan adiknya itu dan mengatakan kalau Minseo adalah selingkuhannya.

"KIM-MIN-SEO A-DIK-KU" Mingyu menekankan tiap suku kata nama adiknya itu. Wonwoo menutup mulutnya sendiri.

"Minseokie?" Wonwoo meninggikan suaranya, ia heran mengapa ia bisa melupakan Adik kekasihnya itu. Mingyu menangguk, "iya,yeoja selingkuhan ku yang ada di pikiranmu itu ADIKKU"

Wonwoo menelan ludahnya dengan berat, ia malu, ia ingin sekali mengganti wajahnya saat ini. Bahkan kentara diwajahnya bahwa Wonwoo sekarang sedang salah tingkah dan Mingyu hanya menggeleng-geleng melihat kekasihnya ini.

"a-ani, mengapa dia sa-sangat cantik, ma-maksudku dia terlihat ber-berbeda" Wonwoo mengalihkan pandanganya dari Mingyu yang menatapnya intens.

"jelas saja! Karena dia adikku" kata Mingyu bangga dengan membusungkan dadanya, Wonwoo mengernyit jijik melihat tingkah absurd kekasihnya ini.

"apa kau begitu cemburu hyung?", Mingyu masih menangkupkan tangannya dipipi Wonwoo, Wonwoo membalas tatapan Mingyu, sangat dalam.

"kau masih bertanya? Apa kau tidak suka? kau risih?" tanya Wonwoo sarkastik.

"aku sangat suka!kau sangat lucu jika cemburu, bahkan calon adik ipar mu sendiri tidak kau kenal", Wonwoo menendang kaki Mingyu dan Mingyu meringis karenanya.

"Aku berubah pikiran! Sepertinya aku jatuh cinta dengan adikmu", Wonwoo mencoba mengalihkan pembicaraan Mingyu. Mingyu tertawa lagi, "memangnya bisa jatuh cinta setelah 3 detik kau merubah pemikiranmu ?"

Wonwoo mengangkat kedua bahunya "aku bisa! Kau lupa aku masih menyukai wanita? Adikmu sangat cantik dan sepertinya lebih waras darimu"

Mingyu mengerucutkan bibirnya, "andwae! Adikku masih kecil!"

Wonwoo menjawab dengan santainya "aku tunggu hingga dia dewasa"

"tidak ada satupun dari member Seventeen yang bisa menjadi kekasih adikku, hyung. Terutama kau (Mingyu menunjuk Wonwoo dengan jari telunjuknya menempel di hidung Wonwoo yang Bak perosotan)kau tidak tercipta untuknya, karena kau hanya untukku. Aku akan menculikmu duluan ke Amerika sebelum kau menemui adikku" Mingyu berceloteh ria,Wonwoo terkekeh pelan. Dada Mingyu berdesir lega, akhirnya Ia bisa membuang wajah kusut Wonwoo beberapa menit yang lalu.

"Terserah kau saja! Kalau kau mencoba selingkuh sekali lagi, aku benar-benar akan meninggalkanmu Mingyu-ya" dengan sangat serius dan dingin Wonwoo mengancam Mingyu. Mingyu menarik Wonwoo kedalam pelukannya, ia mengecup puncak kepala Wonwoo "tidak akan pernah terjadi hyung"

"jangan menyembunyikan apapun dari ku"

"neee!"

"Mingyu-yaa"

"hmm?"

"Katakan kepada adikmu ya, jangan menggunakan make up kalau tidak ingin lelaki mengincarnya dan membuatnya terluka" Mingyu mengelus-elus punggung Wonwoo

"perhatian sekali kekasihku ini, aku saja tidak pernah kau perlakukan seperti itu"

Wonwoo meninju dada Mingyu pelan "apa kau yeoja?"

"aku bercanda sayang" Mingyu mengecup pipi Wonwoo cepat. Mereka bertahan dalam posisi itu selama beberapa menit sebelum suara Mingyu memecahkan keheningan "Kau masih marah hyung?"

Wonwoo menggeleng.

"terimakasih hyung"

"untuk?"

"Kecemburuanmu"

Wonwoo mendengus sebal, "Apa kau pikir tadi aku sedang menghiburmu?"

Sepertinya Mingyu harus berhati-hati memilah kata-katanya saat ini

"Kau cemburu karena kau mencintaikukan? Itu mengapa aku mengatakan terimakasih"

"Apa kau akan mengatakan terimakasih untuk setiap kecemburuanku? Lagipula kau salah paham, aku tidak mencintaimu" tutur Wonwoo membuat Mingyu tak tahu harus melakukan apa terhadap makhluk yang berada didekapannya ini.

"benar kau tidak mencintaiku? Padahal tadi kau sangat berapi-api"

"aku tidak berbohong, aku tidak mencintaimu tapi sangat sangat mencintai mu"

Aigoo imutnya, Mingyu menelan ludahnya dengan susah payah saat Wonwoo mengatakan sesuatu yang begitu cheesy sambil mendongak menatap Mingyu seperti puppy yang ingin dimanja oleh majikannya.

.

.

.

.

"yo!" sapa DK kepada Mingyu yang tengah asik menikmati acara bersih-bersih dikamar bersama dengan Wonwoo Jun dan Hoshi. Mingyu hanya bergumam menanggapi DK.

Sekilas Hoshi menolehkan kepalanya kearah DK, ia tersenyum simpul. "kau kenapa?" bisik Wonwoo yang memerhatikan Hoshi tersenyum sendiri. Hoshi menggeleng "Ku kira akan terjadi perang diantara mereka berdua" kata Hoshi berbisik.

Wonwoo menatap DK dan Mingyu secara bergantian.

"kau kenapa hm?" Mingyu menyondongkan tubuhnya hingga wajahnya berjarak kurang lebih 5cm lagi dari wajah Wonwoo. Wonwoo sontak memukulkan bantal yang dipegangnya kelengan Mingyu yang menjadi tumpuan badannya dilutut. Wonwoo langsung memunggungi Mingyu dan melanjutkan untuk membersihkan tempat tidurnya. Kenapa pagi-pagi mereka sibuk dikamar? Jawabannya adalah karena Wonwoo meminta Jun untuk bertukar tempat dengannya. Selama ini Wonwoo selalu diatas, namun kali ini Wonwoo ingin mencoba tidur dibagian bawah. Terlebih tempat tidurnya bersebelahan dengan tempat tidur Mingyu. jadi dibagian atas ada Hoshi dan Jun.

DK merangkul Hoshi dan Jun "hyung bantu aku latihan setelah ini"

"Aku, Mingyu,Wonwoo dan Scoups hyung ada jadwal siang hari ini, kau berlatih dengan Minghao atau Chan saja nanti" tutur Jun, diiyakan oleh Mingyu dan Wonwoo.

"kalau begitu Soonyoung hyung saja"

"ya hyung?" seokmin menusuk-nusuk pipi Hoshi seperti anak kecil.

"hm, setelah itu kau harus mentraktirku buble"

"hanya itu?" Hoshi terlihat berpikir,lebih tepatnya pura-pura berpikir.

"hmm, akan ku pikirkan nanti" Hoshi tersenyum lebar menampak deretan gigi putihnya. Dokyoum gemas langsung menyubit pipi Hoshi dan langsung dihadiahi jitakan dari Hoshi ke kepala DK.

"sudah satu abad lamanya tidak ada yang membelikanku buble" sindir Wonwoo sambil melirik Tersangka.

"eiy~ kau jangan menghapus-hapusi hyung" Mingyu merangkul leher Wonwoo dari belakang lalu mengecup pipinya sekilas. Wonwoo tersenyum manis sok jual mahal saat Mingyu mencium pipinya. *bayangkan saja seperti itu wajah Wonu*

Jun memasang ekspresi wajah 'hey jangan bermesraan didepanku, aku jijik'

Dan Ia benar-benar jadi obat nyamuk dikamar itu.

.

.

.

"hyung, kau besok ke sekolahkan?" tanya Seungkwan yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya bersama Dino kepada Mingyu yang juga lagi mengejarkan ketertinggalan pelajaran dikelas. Mingyu yang sedang tiduran di samping Wonwoo hanya menggumam menjawab pertanyaan Seungkwan.

Mereka saat ini berada didalam kamar Wonwoo beserta roomatenya, kamar tersebut menjadi berantakan saat Seungkwan dan Dino tiba-tiba datang untuk menanyakan materi yang tidak mereka mengerti kepada Mingyu dan berakhir mereka belajar bareng diruangan itu. Mingyu tidak terganggu karena ia juga bisa fokus meskipun harus bergantian mengajarkan apa yang ia pahami tentang pelajaran Seungkwan dan Dino, begitu juga Wonwoo yang juga sedang membaca novel, tidak merasa terganggu dengan kehadiran Seungkwan dan Dino.

Karena waktu ujian akhir kurang lebih tinggal 40hari, Mingyu bener-bener belajar sistem SKS tiap harinya. Meskipun ia termasuk anak yang cepat menangkap pelajaran, rasa malasnya lebih mendominasi membuatnya malas menyentuh buku kecuali ia mendapat tugas dari wali kelas nya. Wonwoo tak jarang memarahi Mingyu agar tidak malas, dan tak dipungkiri omelan Wonwoo juga membuat telinga Mingyu panas. Ingin sekali ia menyumpali mulut Wonwoo agar berhenti mengatur dirinya layaknya anak kecil. Mingyu benar-benar masih seorang bocah SMA yang labil.

Namun kesempatan itu dimanfaatkan oleh Mingyu, ia berjanji akan belajar untuk mengejar ketertinggalannya dikelas asalkan Wonwoo menemaninya tiap malam, Wonwoo tidak boleh meninggalkannya sendiri ketika belajar. Seperti anak-anak memang, tapi inilah cara mereka untuk mengungkapkan rasa rindu diantara mereka. Wonwoo setuju-setuju saja asal Mingyu sungguh-sungguh belajar, Wonwoo betul mencintai Mingyu tapi bukan hanya fisik saja namun ia mencintai setiap aspek dikehidupan Mingyu. oleh karena itu, Wonwoo harus meluruskan kebiasaan buruk Mingyu demi masa depan kekasihnya itu, sampai-sampai ia rela di ejek dengan panggilan Ms.Kim,Eomma,Ahjumma oleh para member saat Wonwoo mulai berceloteh agar Mingyu mau belajar.

Sebenarnya mereka tidak harus belajar selarut ini, disaat yang lain sudah tidur termasuk vernon dan the8,Dokyeom,yang masih duduk dibangku Senior high School pun sudah terlelap dari sejam yang lalu. Karena dua bulan terakhir mereka sibuk pada Konser dan encore Konser boys be, Mingyu dan Seungkwan beserta member yang masih bersekolah jadi sering absen dikelas.

Wonwoo sudah dua kali menguap sejak tiga puluh menit yang lalu Seungkwan dan Dino ketiduran di atas ranjang Mingyu, dan disadari oleh Mingyu. Mingyu mencubit hidung Wonwoo yang mengkerut, ia gemes melihat keimutan Wonwoo saat ini.

"YA!" Wonwoo memukul tangan Mingyu yang mencubit hidungnya.

"AW!" Mingyu meringis, tangannya yang dipukul Wonwoo meninggalkan rasa panas dikulitnya. Wonwoo bersungguh-sungguh memukulnya.

"aku tidak bisa napas bodoh!" seru Wonwoo

Mingyu kembali fokus ke bukunya, sedangkan Wonwoo bengong menatap Mingyu. Mingyu mengacuhkannya.

"hah, aku diacuhkan" cibir Wonwoo, Mingyu menutup buku pelajaranya, kebetulan ia juga sudah lelah mengajak kedua matanya menelusuri kertas putih bertintakan hitam tersebut. Mingyu menaikkan tubuhnya dari pangkuan Wonwoo menjadi bersandar disamping Wonwoo. Mingyu menarik tubuh Wonwoo kedalam sandarannya lalu memeluk Wonwoo dari belakang. Mereka bertahan dalam posisi tersebut, ditengah keheningan malam yang dihiasi dengkuran Seungkwan dan member lainnya diluar sana.

"otakku panas hyung" Mingyu menempelkan pipinya kebahu Wonwoo, Wonwoo mengelus pipi Mingyu lembut.

"andai aku tahu cara memindahkan bebanmu kepadaku" kata Wonwoo, tersirat dari caranya berbicara, Wonwoo kasihan kepada Mingyu yang hampir semiggu ini selalu tidur larut dan kurang tidur.

"aku tau caranya!" Mingyu tersenyum nakal, Wonwoo menggeplak muka Mingyu dengan novel yang ia baca.

"hentikan pikiran mesum mu itu Mingyu-ya"

Mingyu membalikkan badan Wonwoo hingga mereka saling berhadapan. "siapa bilang aku akan melakukan yang tidak-tidak heum?" Mingyu menyisir poni Wonwoo yang menutupi dahinya, Wonwoo mengerucutkan bibirnya, "karena biasanya kau akan tersenyum seperti sekarang ini kalau ingin meminta sesuatu"

Mingyu mencubit hidung Wonwoo hingga sang pemiliknya meringis, Wonwoo memukul pelan Mingyu agar melepaskan cubitanya. Saat di lepas, hidung Wonwoo memerah akibat cubitan dari Mingyu.

"sakit pabo!" Wonwoo mengelus hidungnya yang memerah.

"mana yang sakit?" tanya Mingyu sok serius dan khawatir.

"hidungku"

Chu!

Mingyu mengecup hidung Wonwoo, "sudahkan kan?", Wonwoo yang awalnya tersentuh, kemudian tersenyum.

"disini juga" tunjuk Wonwoo, menunjuk bibirnya. Sedangkan Mingyu, ia meletakkan jari telunjuknya menempel pada bibir wonu.

"andwae!nanti bisa panjang urusannya. Aku tidak akan menciumu sebelum aku lulus sekolah hyung"

Wonwoo kecewa, ia lagi-lagi mengerucutkan bibirnya, tatapannya tidak kemata Mingyu namun ke bantal yang ada dibelakang Mingyu.

"eiy~ jangan dimaju-majukan gitu bibirnya sayang"

Wonwoo mendongak memandang Mingyu."bagaimana kalalu kita melakukan itu setelah upacara kelulusan saja?"

"jangan hyung, jika kau belum siap,aku akan menunggumu sampai kau siap"

Wonwoo menggeleng, membantah Mingyu.

"aku sudah siap dari dulu, tapi aku ingin kau lulus sekolah dulu"

"loh!jadi? kado ulangtahun ku?"

Wonwoo menggeplak Mingyu lagi pakai novelnya.

"aaah yaudah kalau kau mau kita tunda saja sampai kau berumur 20tahun.

"andwae!" Mingyu menarik Wonwoo kedalam pelukannya, Wonwoo mendongak, ia memandangi Mingyu tanpa bersuara. Ia memerhatikan setiap inchi wajah Mingyu. Mingyu bingung, apa yang Wonwoo lakukan pun bertanya "wae?" Mingyu mengelus pipi Wonwoo dengan tangan kirinya. Wonwoo menggeleng. Kemudian ia menenggelamkan seluruh wajahnya ke dada montok Mingyu. Meskipun Mingyu sempat keringatan tadi, tidak mangganggu Wonwoo. Ia sangat nyaman dengan aroma tubuh Mingyu.

"tidur kita?" Tanya Mingyu saat Mingyu merasa Wonwoo sangat tenang dalam pelukannya, seperti orang yang sedang tidur. Wonwoo menangguk lagi. Mingyu melepaskan pelukan mereka, Wonwoo mengedipkan matanya imut (menurut Mingyu).

"kau tidak penasaran kenapa aku menatapmu tadi?" , kini posisi mereka tidur berhadapan setelah Mingyu nyebrang kekasurnya yang hanya berjarak 2cm dari kasur Wonwoo. Ya! Kasur tingkat mereka, sengaja mereka dempetkan agar terlibat luas meskipun tidak merubah keluasan kasur itu sendiri.

Mingyu menggelengkan kepalanya "tidak, pasti tadi kau sedang mengamati ketampananku kan", Wonwoo menarik hidungnya hingga mngerut, kemudian berbalik badan memunggungi Mingyu

"aku hanya berpikir, kau sudah banyak berubah. Jadi lebih tua"

"YA! Maksud mu aku tua?!" Mingyu hampir berteriak saat menolak pendapat Wonwoo. Namun ia kaget saat mendengar Scoups berteriak dari luar agar mereka segera tidur. Dino dan Seungkwan sudah mereka suruh naik ke kasur atas, tidak mungkin aja kalau Seungkwan dan Mingyu satu kasur. Dan juga Wonwoo, Dino satu kasur. Kasian sekali kasur mereka

Wonwoo tidak menggubris Mingyu, Wonwoo menarik selimutnya hingga menutupi tubuhnya sebatas leher. Wonwoo menatap kosong kedepan.

'aku baru ingat!aku tidak pernah melihatmu sedekat dan setenang tadi. Wajahmu hampir mendekati sempurna Mingyu-ya. Aku jadi merasa bersalah kepada wanita-wanita yang ingin menjadi kekasihmu. aku berpikir mengapa lelaki seperti mu memilihku dan aku sedikit bermain tebak-tebakkan dengan garis hidup tadi, Kapan kau akan meninggalkanku?karena aku tau hubungan seperti ini tidak akan bisa bertahan. untuk itu, aku akan memberikan tubuhku agar kau orang yang pertama kali menyentuhku jadi tidak ada penyesalan dalam hidupku meskipun aku dan kau pada akhirnya bersama orang lain'

.

.

.

"kau mau kemana pagi-pagi begini sudah rapi?" Tanya Wonwoo yang kebangun gara-gara keributan yang tercipta oleh benda-benda bergesekkan saat Mingyu tidak sengaja menyenggolnya.

"o! kau terbangun ya?maafkan aku hyung,aku lagi terburu-buru"Mingyu memasukkan barang-barangnya ke dalam tas yang biasanya ia bawa ke sekolah. Tetapi ada baju juga didalamnya. Seperti ia akan menginap disuatu tempat. Wonwoo menyipitkan matanya saat matanya menangkap HP Mingyu di pinggir kasur Mingyu yang sudah rapi.

'eomma?' Wonwoo semakin menerawang kenapa Mingyu keburu-buru seperti ini hingga menimbulkan keributan.

"kau ingin pulsng ke rumah? Bagaimana dengan acara kelulusanmu besok(trans:apa yang terjadi?)?" Wonwoo mendudukkan dirinya, ia tidak mengerti ada apa dengan Mingyu.

"besok aku tetap menghadiri acara kelulusan kok, hanya saja eomma menyuruhku pulang hyung"

Mingyu berbalik dan mendekati Wonwoo , ia menangkupkan pipi Wonwoo, Mingyu memandang Wonwoo sedikit lama.

"kau harus merindukanku" Mingyu menyentil hidung Wonwoo. Wonwoo buang muka,mengalihkan pandangannya dari Mingyu.

"berapa hari kau disana?" Tanya Wonwoo pelan.

"sehari", Mingyu menolehkan wajah emo tersebut hingga mereka kembali bertatapan.

"aku tidak akan merindukanmu kalau sehari"

Mingyu tersenyum kecil, kemudian ia mencuri kecup dari bibir Wonwoo, Wonwoo terkejut, ia memegang bibirnya yang baru saja dicium Mingyu.

"cepat lah pulang" gumam Wonwoo setelah nya. Ia yakin kalau Mingyu menyembunyikan sesuatu darinya. Ia yakin kalau Mingyu tersenyum palsu kepadanya.

"heum!" Mingyu menangguk. Mingyu jalan mendekati Wonwoo yang juga memperhatikannya, Mingyu meraih tengkuk Wonwoo kemudian mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka menyatu, Mingyu melumat bibir wonu, tidak panas seperti bisanya, dan Wonwoo juga tidak membalas permainan bibir Mingyu. ciuman lembut dengan makna berbeda yang disalurkan Mingyu kepada Wonwoo, Mingyu berjanji dalam hati ditengah aktivitasnya 'aku akan bersamamu selamanya hyung'. Mingyu akhirnya melepas tautan bibir mereka. sebelum pergi Mingyu mengecup bibir wonu berkali-kali lalu mengacak rambut wonu yang sebenarnya sudah acak-acakkan.

Wonwoo menatap Mingyu yang perlahan menghilang daripandangannya, ia tidak berani bertanya apa yang terjadi. Dari pada capek mimikirkan masalah ini yang tak kunJung terjawab, lebih baik ia tidur lagi. Kepalanya masih pusing, efek dari alcohol yang diminumnya semalam bersama 95l dan 96l lainnya.

.

.

.

.

Mingyu memasangkan topi hoodie hitamnya setelah ia menggunakan masker hitam yang ia ambil dari lemari Wonwoo, masker milik Wonwoo sebenarnya. Mingyu duduk di halte, menunggu bus yang akan mengantarkannya kembali kerumah. Meskipun tertutup dan tak terlihat, dari suaranya terdengar Mingyu berkali-kali menghela napas panjang. Ia cemas, sangat cemas lebih tepatnya, saat ia menerima telpon dari sang adik,kim Minseo. Mingyu kenal betul dengan adek manjanya itu, Minseo tidak akan menyuruhnya pulang sampai merengek dan gelisah seperti subuh tadi kalau tidak ada masalah yang berat di sana.

.

.

.

TBC

Hello gaes! Ada yang nunggu ff ini kapan updatenya?adakah? hihihi maaf kan ao ne, karena memanjakan jari, ao jadi malas ngetik padahal ide nista numpuk.

Mian kalau chapter 6 ini semakin membosankan dan pendek.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Thanks guys, for someone who came and leave without give me their opinion too. I hope you guys can enjoy my abstract imagine. Lets meet in three weeks again. See ya! Remember me if i late to update new chapter at my IG aoskyfantasy. Next time i will give informations like this in there. My data is too danger guys