A/N : Sebelumnya Fio mau minta maaf karena kelamaan reader suka dengan Chapter 6 R&R.

Disclaimer : Kalo Bleach punya kaga bakalan laku.

X
X
X
X

Surprise And Date

Setelah 3 jam perjalanan akhrinya Isshin sampai di rumah sakit Tokyo.

"Dimana Ichigo?" Tanyanya.

"Dia ada di kamar mayat" Jawab Kisuke."Aku turut berduka cita atas anakmu"

Lalu seorang dokter menghampirinya."Apa anda ?"

"Ya betul,ada apa dok?" Tanyanya.

"Sampai saat ini belum jelas sebab kematian anak anda tapi besar kemungkinan ia tewas karena serangan jantung" Jawab dokter tersebut.

"Mengapa demikian?"

"Karena kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada jasadnya"

"Boleh saya melihatnya?"

"Ikuti saya!"

Isshin pun berjalan menuju kamar mayat dimana Ichigo perjalanan ia melihat para sahabat Ichigo menangis termasuk Rukia yang menangis di pelukan Shirayuki sampai pihak rumah sakit harus mengusir mereka keluar karena mengganggu ketenangan.

Sesampainya dikamar mayat yang membuka kantung mayat yang berisi tubuh Ichigo lalu memeriksanya sejenak dan seperti yang dikatakan dokter tadi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Seperti saya bilang tadi tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jasadnya"

"Saya perlu waktu sendirian dengan jasadnya"

Dengan itu dokter tersebut meninggalkan Isshin melihat keadaan sekitar Isshin pun berkata.

"Kau boleh keluar sekarang nak!"

"Bagaimana kau ahu bahwa aku tidak mati?" Tanya Ichigo sambil keluar dari tempat persembunyianya.

"Zangetsu dan Shiro yang kali berhati-hatilah kalau kau ingin menggunakan kekuatanmu!"

"Aku sebenarnya sudah menyembunyikan tubuhku di toilet"

"Lalu kenapa mereka dapat menemukan tubuhmu?"

"Aku tidak tahu,pada saat aku ingin memasuki markasnya Aizen aku melihat Garganta di langit"

"Garganta?" Tanya Isshin.

"Itu adalah portal masuk para Hollow ke dunia aku melihat ada 5 Menos yang keluar dari Garganta tersebut" Ujar Ichigo.

"Aku tidak ingin mengambil resiko maka dari itu aku berubah ke tubuh Shinigami-ku dan keluar menghabisi makhluk aku membunuh Menos terakhir aku melihat ada beberapa lagi yang ingin keluar jadi aku menggunakan jurus-ku untuk menghancurkan Garganta beserta Menosnya" Lanjutnya.

"Jadi begitu,lain kali kau harus extra hati-hati! Aku tidak tahu apa reaksi mereka bila mengetahui kau bukanlah Ichigo yang mereka kenal"

"Aku akan lebih aku tidak akan menjamin bahwa rahasia ini akan selamanya tertutup" Katanya sambil masuk kedalam tubuhnya.

"Baiklah,jadi apa yang kau temukan disana?" Tanya Isshin.

"Sesuatu mengenai Proyek Cero" Jawab Ichigo.

"Proyek Cero" Katanya dengan terkejut.

"Ya memang apa itu Proyek Cero?" Tanya Ichigo.

"Proyek Cero adalah proyek pembuatan senjata laser untuk kepentingan perang yang dikembangkan oleh Profesor Inoue Orihime" Jawabnya."Aku dan Kisuke masih mencari keberadaannya"

"Jadi menurutmu Aizen menculik Inoue untuk mempersenjatai pasukannya"

"Sepertinya begitu"

"Apa ia masih mempunyai senjata lain?"

"Sampai sekarang aku belum mengetahiunya" Kata Isshin."Bagaimana kau akan menjelaskan tentang kebangkitanmu kepada kawan-kawanmu? Mereka akan heran bahwa kau tewas beberapa saat dan hidup kembali".

"Aku punya cara tersendiri"

Dengan itu mereka berdua keluar dari kamar perawat dan dokter terkejut melihat Ichigo kembali hidup.

" ,Bagaimana bisa?" Tanya dokter yang tadi berbincang dengan Isshin.

"Aku punya cara tersendiri" Isshin menjawab dengan simple.

"Tapi ketika ia sampai sudah tidak ada detak jantung dan denyut nadinya".

"Mungkin salah satu alatmu mengalami kau memeriksanya" Kata Ichigo.

Ichigo terus berjalan melewati lorong rumah sakit hingga ia melihat teman-temannya diruang tunggu.

"Ichigo!"

"Yo Renji" Sapa Ichigo.

"Bagaimana mungkin? Dokter bilang kau sudah tewas".

"Tidak aku baik-baik saja"

"ICHIGO" Ichigo mengenali teriakan itu dan melihat Rukia meenghampirinya dan langsung memeluknya.

"Syukurlah kau masih hidup" Sambil menangis di dada Ichigo.

"Ya,aku masih kita lanjutkan reuni ini besok aku lelah dan ingin pulang" Katanya sambil melepaskan pelukan tetapi Rukia bersikeras memeluk Ichigo.

"Ichigo kenapa kau menjauhiku akhir-akhir ini? Apa salahku?" Tanya Rukia.

"Aku tidak bisa mengatakannya"

"Sebaiknya kau mengatakannya atau aku akan meledakan kepalamu!" Sebuah suara yang anehnya sangat familiar terdengar dari belakang Ichigo.

Mata Ichigo terbuka lebar ketika melihat si pemilik suara tersebut."Z-Zangetsu?"

"Bagaimana kau bisa tahu namaku?" Tanyanya sambil menodongkan pistol ke kepala Ichigo.

"Aku tidak pernah bertemu denganmu tapi rumor yang kudengar dari Byakuya tentangmu memang benar,kau memang bajingan"

"Ayah letakan pistolmu dari kepalanya!" Pinta Rukia.

"Rukia apa kau yakin ingin menikahi orang ini? Dia sudah melukaimu barusan dengan mencoba meninggalkanmu" Zangetsu kembali memperhatikan Ichigo.

"Atau sebenarnya dia sudah mempunyai wanita lain" Zangetsu bersiap menarik pelatuk pistolnya.

"ZANGETSU JAUHKAN SENJATAMU DARINYA" Bentak Shirayuki dan Zangetsu menuruti perintahnya.

"Maaf atas kelakuan suamiku" Shirayuki menundukan kepalanya.

"Tidak apa-apa Shirayuki Sensei" Kata Ichigo."Boleh aku meminjam Rukia sebentar?"

"Tentu"

Ichigo menuntun Rukia meninggalkan orang tuanya dan pergi ke suatu ruangan.

"Ada apa Ichigo?" Tanya Rukia.

"Ada yang harus aku bicarakan"

"Mengenai apa?"

"Mengenai kelakuanku kepadamu belakangan ini" Ichigo meletakan tangannya di pundak Rukia."Maaf karena telah membuatmu sedih akhir-akhir ini"

Rukiapun tersenyum."Tidak apa-apa Ichigo,kau aku maafkan" Sambil memeluk Ichigo."Tapi jika aku boleh tau kenapa kau menjahuiku akhir-akhir ini?"

"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang".

"Kenapa?"

"Disini bukan tempat yang tepat" Jawabnya."Besokkan malam minggu,bagaimana kalau besok kita pergi ke karnaval kota? Aku akan menjawab pertanyaanmu disana".

"Kedengarannya bagus,seperti rambutmu yang panjang itu" Rukia mencium pipi Ichigo."Aku tunggu besok ya…!"

'Aku rasa aku harus meminta maaf pada Rukia nanti setelah aku keluar dari dimensi ini' Pikir Ichigo.

Lalu Rukia meninggalkan Ichigo dengan mengikutinya keruang tunggu.

Ichigo keluar dari rumah sakit dan sebelum memasuki mobil Ichigo memukul ayahnya di wajah hingga mimisan.

"Hey,kenapa kau memukulku?" Teriak Isshin.

"Karena kau tidak memberitahuku bahwa pedangku adalah ayah dari istriku"

Isshin menghela nafas"Baiklah aku minta maaf" Sambil menyalakan mobil."Ayo ingin menunjukan sesuatu padamu!"

"Apa itu?" Tanya Ichigo.

"Nanti kau akan mengetahuinya"

Pagi menjelang dan mereka akhirnya sampai dan Isshin bejalan memasuki rumah dan mereka disambut oleh bau masakan yang sangat dan Zangetsu sedang memasak ,Yuzu dan Shiro sedang makan dimeja makan.

"Selamat pagi Ichigo"

"Selamat pagi juga Okaa-san"

"Yo king,sudah sarapan belum?" Tanya Shiro dengan mulut penuh dengan makanan.

"Kau seharusnya menelannya dulu,nanti kau akan tersedak!"

"Masa bodo habis makanannya-" Shiro tersedak dan langsung minimum segelas air.

"Jangan bilang aku tidak mengingatkanmu"

"Ichigo" Ia mendengar suara yang sangat familiar dan berbalik.

Ia terkejut ketika melihat istrinya ada disini beserta Sode No yang melihat Ichigo meneteskan air mata dan mendekati tidak bergeming sedikitpun dan membiarkan Rukia memeluknya erat.

"Kau masih hidup! Syukurlah" Ichigo balik memeluknya.

"Maaf aku sudah membuatmu khawatir"

Rukia menarik Ichigo dan menciumnya secara dan Masaki terkejut melihat pemandangan menutup mata Yuzu dan Zangetsu dan Shirayuki tersenyum melihat reuni ini.

"Aku merindukanmu" Kata Rukia.

"Aku juga" Ichigo mencium Rukia lagi.

"Bisakah kalian hentikan itu! Ada anak-anak disini"

Karin langsung memukul wajah Shiro."Siapa yang kau panggil anak-anak?"

"Rukia aku minta maaf atas semua pertengkaran kita" Kata Ichigo.

"Tidak,akulah yang harusnya minta terlalu kasar padamu dan aku menyesali semua perbuatanku padamu".

"Baiklah,ngomong-ngmong bagaimana kalian bisa sampai disini?" Tanyanya.

"Kami kemari setelah Rukia-sama tersambar petir yang menyambarmu tempo hari" Ujar Shirayuki

"Sebenarnya ada yang ganjil mengenai awan merasakan ada kandungan Reiatsu dalam setiap petir tersebut"

"Zangetsu benar King,sepertinya ada yang sengaja membuat awan itu"

"Siapa?" Tanya Ichigo

"Sampai sekarang kami belum mengetahuinya" Jawab Zangetsu."Akan tetapi ada yang sengaja mengirim beberapa Hollow dari dimensi kita ke dunia ini"

"Untuk apa mereka mengirim Hollow kedunia ini? Dan mengapa mereka mengincar kita?"

"Entahlah,yang pasti aku dan Zangetsu akan menyelidikinya"

"Baiklah kalau begitu" Ichigo berbalik kearah Rukia."Rukia Bagaimana Keadaan Goat Face?"

"Terakhir aku melihatnya ayahmu dan Urahara sedang membuat suatu mesin"

"Mesin apa?" Tanyanya.

"Mereka bilang mesin itu dapat membuka pintu antar dimensi" Jawab Shirayuki."Ayahmu dan Urahara sedang berusaha mengembalikanmu"

"Jadi begitu….Baiklah kita lanjutkan perbincangan ini nanti"

Setelah itu Ichigo memakan sarapannya dan ketempat tidur untuk hari Ichigo bangun dan memutuskan untuk melihat bagaimana keadaan orang-orang ia melihat Rukia dan adik-adiknya sedang menonton mengambil beberapa makanan ia bergabung dengan mereka.

"Rukia,bagaimana keadaanmu?"

"Baik sayangku" Rukia mencium pipi Ichigo.

"Ngomong-ngomong kemana semua orang?"

"Zangetsu-san sedang mengantar ibu berbelanja di sedang berjalan-jalan dengan Shirayuki-san sedangkan Si putih kembali menyelidiki masalah kalian" Jawab Yuzu sambil mengganti chanel TV.

Lalu Ichigo pergi ke kamar mandi dan mengganti 30 menit ia memakai kaos merah dengan jaket hitam dan celana panjang hitam.

"Kau mau pergi kemana Ichi-nii?" Tanya Karin.

"Aku akan mengajak Rukia ke karnaval kota malam ini"

"Benarkah? Tunggu aku!" Tanya Rukia sambil Bangun dari sofa.

"Maaf Rukia,bukan kau yang aku maksudkan" Rukia terlihat bingung sebelum menyadarinya.

"Oh maaf" Rukia tersipu malu."Tapi kau harus janji kau akan membawaku suatu saat nanti!"

Ichigo mencium Rukia dengan cepat."Tenang saja"

Ichigo menaiki mobil dan berangkat kerumah 30 menit pelajaran akhirnya ia sampai di rumah mewah keluarga yang melihat ini melotot dengan apa yang ada melihat rumah bertingkat 5 dengan warna yang tampak sangat mewah dan megah dengan gerbang depan terbuan dari emas,kebun bunga yang luas bahkan ada sebuah helipad di atap rumah.

'Wow rumah yang besar,seandainya aku dan Rukia mempunyai rumah seperti ini'

Ichigo mulai menjalankan mobilnya kedalam halaman rumah dan berhenti di pintu mendekati pintu dan memencet beberapa menit Ichigo melihat pintu mulai terbuka dan dibalik pintu terlihat wanita yang terlihat mirip Rukia namun yang ini hanya lebih tinggi.

"Kau pasti Kurosaki-san" Wanita itu bertanya dan Ichigo mengangguk."Silakan masuk,Rukia sudah menunggu di dalam"

Tanpa berpikir panjang Ichigo masuk kedalam dan ia kembali terkejutketika ia melihat isi melihat ruang tamu yang sepertinya sebesar lapangan futsal dengan TV layar lebar,sofa besar dan bar.

"Ada apa Kurosaki-san?" Tanya wanita tersebut.

"Eh…tidak ada"

"Oh maaf aku lupa memperkenalkan diri" Sambil mengusap belakang kepalanya."Namaku Kuchiki Hisana,aku kakaknya kembarnya Rukia"

"Senang bertemu dengan anda" Ichigo menjabat tangannya."Ngomong-ngomong Rukianya mana?"

Ichigo mendapatkan jawabannya ketika ia mendengar suara lift dibelakannya dan berbalik melihat Rukia memakai gaun biru muda dengan sepatu hak putih.

"Hi Ichigo"

"Hi Rukia" Sapa Ichigo."mengapa kau memakai gaun? Kita kan ingin pergi ke karnaval"

Rukia menatap pakaiannya sebelum berkata."Oh aku lupa,aku kira kau akan mengajakku ke restoran seperti biasa"

"Ya,aku ingin sesuatu yang berbeda"

"Aku akan ganti pakaianku" Rukia sambil berjalan kembali ke lift."Nee-san bisa bantu aku memilihkan pakaian yang bagus untukku?"

"Tentu" Jawab kakaknya mengikuti Rukia ke lift."Tolong tunggu disini ya Ichigo!" Kata Rukia sebelum pintu lift tertutup.

Ichigo memutuskan untuk berkeliling pergi ke sebuah ruangan yang merupakan ruangan melihat banyak lemari yang dipenuhi banyak pandangannya tertuju pada satu tropi emas yang bertuliskan'Zangetsu juara lomba menembak sedunia'.

Ichigo keluar dari ruangan itu dan masuk ke ruangan ia melihat banyak rak yang dipenuhi oleh juga melihat ada sebuah meja kantor terbuat dari kayu kualitas tinggi dan diukir dengan menatap keatas dan menemukan beberapa kepala hewan terpajang Ichigo terbuka lebar ketika melihat tempat kosong yang bertuliskan namanya di tembok.

"Tempat itu disediakan untuk kepalamu jika kau macam-macam dengan adikku!"

Ichigo menoleh kesumber suara dan melihat seorang pria dengan rambut hitam panjang.

"B-Byakuya!"

"Ku rasa aku tidak perlu mengenalkan diriku lagi padamu,bahkan aku tidak ingin berkenalan denganmu" Kata Byakuya dengan suara dingin.

'Walaupun beda dimensi,tetap saja orang ini menyebalkan' Pikirnya sambil menatap Byakuya.

"Kenapa kau menetapku seperti itu?" Byakuya menyipitkan matanya.

"Tidak ada" Ichigo memalingkan mukanya dari Byakuya.

"Ichigo" terdengar suara dari ruang tamu.

"Jika adikku pulang dalam keadaan menangis aku akan pastikan itu hal terakhir yang kau lakukan!" Ancam Byakuya sambil menodongkan pedang yang mirip Senbonzakura ke leher hanya mengangguk dan meninggalkannya.

"Kemana saja kau?" Tanya Rukia sedikit kesal.

Rukia sekarang memakai kaos pink dengan gambar chappy dan rok abu-abu.

"Aku pergi ke toilet sebentar" Jawabnya sambil tersenyum berusaha menyembunyikan kekesalannya.

"Kau bohong,toilet ada di lantai 2 dan itu khusus untuk toilet"

"Eh-"'Rumah macam apa ini? Ada lantai khusus untuk toilet segala'

"Sudahlah itu tidak penting,jadi tidak kita berangkat?"

"Ide yang bagus"

Ichigo menuntun Rukia ke mobil dan meninggalkan rumah itu atau penjara menurut Ichigo.

"Hati-hati dijalan!" Shirayuki sambil melambai didepan pintu."Anak bungsu kita sudah besar ya Zangetsu"

"Hm" Hanya itu respon Zangetsu."Shirayuki,Aku dan Byakuya hari ini akan pulang sedikit terlambat jadi jangan menungguku!"

"Baiklah" Jawab sang istri."Aku hampir lupa,Hisana ayo kita pergi ingin beli sepatu keluaran terbaru yang terbatas itu"

"Baiklah"

"Lalu siapa yang menjaga rumah?" Tanya Byakuya.

"Suruh saja Renji!" dengan itu kedua wanita itu menghilang.

"Renji" Byakuya memanggil orang kepercayaannya.

"Ada apa?"

"Aku ingin kau menjaga rumah kau boleh melakukan apa saja tapi jangan kau mengundang orang luar masuk!"

"Yosh" Jawab melihat Byakuya dan Zangetsu pergi Renji langsung meraih handphonenya.

"Halo" Kata Renji."Coba tebak! PESTA DI RUMAH KUCHIKI"

Sementara itu.

"Jadi pertama kau ingin naik apa?" Tanya Ichigo.

"Mari kita naik Rollercoaster dahulu"

Ichigo membeli tiket untuk berdua dan menaiki kereta yang paling saat kemudian kereta mulai Rukia berdetak kencang dan akhirnya.

"AAAAAHHHHHHH"

Teriakan Rukia begitu kencangnya sampai mengalahkan bunyi yang duduk disampingnya menutup kedua telinganya dengan beberapa rintangan akhirnya mereka sampai di turunan terakhir dan yang paling ini Rukia berteriak sampai yang paling keras sehingga membuat penumpang lain turun dari wahana Rukia mengetahui wajah Ichigo yang tampak pucat.

"Kenapa Ichigo? Apa kau takut terhadap Rollercoaster kecil?"

"Diam kau,teriakanmulah yang membuaktu begini" Rukia terkekeh.

"Iya maaf" Kemudian Rukia melihat penjual permen kapas."Ichigo aku ingin permen kapas"

Tanpa pikir panjang Ichigo membeli 2 permen kapas untuk malanjutkan kencan mereka sampai perhatian Rukia tertuju pada bpneka Chappy besar berwarna putih.

"Ichi aku mau itu" Rukia sambil menunjuk boneka hanya bisa menghela nafas.

`Di Mall tepatnya pukul 17:00

"Okaa-san apa kita bisa pulang sekarang?" Tanya Hisana sambil membawa belanjaan mereka.

"Sebentar lagi hanya perlu membeli tas merk terbaru yang ada di iklan" Jawab Shirayuki.

Hisana hanya bisa menuruti kemauan ibunya yang gemar sekali tiba-tiba ia menabrak Ibunya yang berhenti secara tiba-tiba hingga membuat belanjaan mereka berserakan.

"Aduh Okaa-san kenapa berhenti tiba-tiba?" Tanya Hisana sambil mengambil belanjaan mereka namun pertanyaannya tidak digubris oleh ibunya.

"Okaa-san?" Hisana mengangkat alisnya ketika melihat ibunya menatap ke arah Hisana melotot ketika ia melihat apa yang diperhatikan oleh ibunya.

"Terima kasih sudah mengantarkanku berbelanja Zangetsu-san"

"Sama-sama,dan terima kasih juga telah membelikan aku pakaian ini Masaki-san"

"Mari kita pulang aku akan memberimu kue kesukaanmu itu"

"Ide yang bagus"

Percakapan mereka terdengar sampai ke kuping Kedua wanita menjadi khawatir ketika ia melihat Shirayuki menggenggam tas belanjaannya erat-erat.

"Okaa-san?"

"Mari kita pulang Hisana" Kata Shirayuki.

"Bagaimana dengan tas keluaran terbaru?" Hisana langsung diam ketika melihat tatapan tajam Ibunya.

Di Taman jam yang sama.

"Sebenarnya apa yang kita lakukan disini ayah?" Tanya Byakuya.

"Aku perlu menenangkan itu membuat kepalaku hampir meledak"

Mereka hanya duduk beberapa menit sampai mereka mendengar suara yang familiar dibelakang tempat mereka duduk.

"Cuaca hari ini dingin sekali"

"Apa kau kedinginan Shirayuki-san? Ini gunakan jaketku" Kata Isshin sambil melepaskan jaketnya.

"Terima kasih Isshin-san" Jawab Shirayuki."Tapi aku sudah terbiasa dingin"

"Kalau begitu mari pulang aku akan membuatkan coklat panas untukmu!"

"Ide yang bagus"

Zangetsu yang melihat mereka berduaan berusaha menahan sebagai anak kesayangannya merasa kasihan karena ayahnya telah dikhianati oleh istrinya sendiri.

"Ayah?" Tanya ingin menanggapi Zangetsu pergi meninggalkan taman.

Kembali pada Ichigo.

Ichigo melanjutkan jalan-jalannya dengan Rukia yang hanya memeluk boneka chappy pemberian berhasil memenangkan boneka itu untunya meski mengalami kesulitan dalam prosesnya.

Flashback Start

Ichigo sedang memainkan permainan menembak bebek untuk memenangkan boneka chappy untuk tembakannya selalu meleset karena Ichigo tidak biasa menggunakan Pistol.

Ia lebih suka menggunakan Zangetsu dan menembakan Getsuga ke arah Ichigo tahu ia tidak bisa melakukannya disini.

"Ayolah Ichigo,kau ini detektif terkenal yang pandai menembak" Gerutu Rukia."Kenapa kau tidak dapat mengenai satupun! Ada apa denganmu?"

"Diam kau,kau tahu aku sudah lama tidak menembak"

"Bukan berarti kemampuanmu menembak hilang begitu aku mau boneka itu!"

Ichigo menghela nafas dan kembali memainkan permainan kini lebih berkonsentrasi dalam mengeker bebek yang bergerak DOR DOR DOR DOR mengenai 6 target secara beruntun dan memenangkan hadiahnya.

"Akhirnya,sekarang berikan benda itu!" Ichigo menunjuk boneka chappy berwarna putih."Terima kasih"

Ichigo memeberikan boneka itu ke Rukia."Ini puas sekarang?" Rukia langsung memeluk boneka itu."Terima kasih Ichi".

Flashback End

"Aku masih ingat bagaimana reaksi orang itu ketika mengetahui kau detektif yang pandai menembak" Kata Rukia."Dan aku masih reran kenapa kau sengaja melesetkan tembakanmu?"

"Jika dia mengetahui aku ini detektif,dia tidak akan membiarkan aku bermain" Jawab Ichigo."Dan kau tidak akan mendapatkan boneka itu jika aku tidak bermain"

"Hehehe aku rasa kau benar" Kemudian Rukia menunjuk kearah sebuah wahana."Ichigo ayo kita naik kincir angin!"

"Baiklah"

Ichigo mengikuti si maniak chappy ke dalam kincir angin mulai berjala dan berhenti di paling atas sana mereka dapat melihat pemandangan sore kota karakura.

"Indahnya" Kata Rukia."Hmmm"

"Ichigo"

"Apa?"

"Kemarin kau mengatakan kau akan menjawab pertanyaanku yang kemari" Kata Rukia."Sekarang aku Tanya sekali lagi! Kenapa kau menjahuiku tempo hari?"

Ichigo mengetahui nada bicara yang digunakan Rukia adalah nada tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kepada ia harus berbohong dengan cepat.

"Aku meninggalkanmu untuk melindungimu dari Aizen"

"Apa maksudmu?"

"Pada saat aku sekarat aku berusaha untuk memikirkan cara untuk kembali dan menjelaskan bagaimana aku masih hidup kepada kalian" Kata Ichigo."Tapi aku juga mulai berpikir,jika Aizen mengenai hubunganmu denganku ia akan berusaha mengincarmu" Ichigo menunduk."Aku tidak ingin kau terluka hanya karena diriku"

"Ichigo" Rukia sambil memegang tangannya."Aku baik-baik bisa menjaga berjanji aku tidak akan menyusahkanmu dan kita akan menghentikan Aizen" Kata Rukia penuh determinasi.

Ichigo tersenyum dan memberi ciuman di bibir Rukia."Terima kasih Kita Pulang" mengangguk dan mereka kembali ke rumah Kuchiki.

Di rumah Kuchiki.

"Selamat malam Ichigo"

"Selamat malam Juga Rukia" Kata Ichigo sambil melambaikan tangan dari mobil yang bergerak.

Rukia berjalan memasuki rumahnya dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat beberapa teman-temannya sedang asyik berpesta dirumahnya.

"APA YANG TERJADI DISINI?"

"Ah…Rukia,begini rumah kelihatan sepi jadi aku akan mengundang mereka untuk mampir" Kata Renji."Kau tahukan disini sedikit angker bila kau disini malam hari sendirian"

"Memang iya,tapi apa kata orang tuaku dan kakak-kakakku akan katakan? Bukankah Nii-sama sudah melarangmu untuk mengundang mereka datang?"

"Sudahlah Kuchiki,Ayo bergabunglah dengan kami!" Kata Rangiku yang sedang gadis itu hampir jatuh Gin menangkapnya dan menggotongnya.

"Aku rasa kau sudah cukup untuk hari ini sayang"

"Tunggu….hiks….aku masih…hiks…..ingin….berpesta" Akhirnya Rangiku KO juga.

"Aku rasa itu artinya jumpa" Dengan itu Gin membawa pacarnya pergi dari pesta itu.

"Renji kau harus menyuruh mereka pergi dari sini sebelum orang tuaku datang"

"Jangan Khawatir Rukia" Sambil meminum bir."Orang tuamu bilang mereka akan pulang pukul 10 malam jadi kita masih ada waktu 2 jam lagi untuk berpesta"

Pesta berlangsung yang pertama hanya diam saja akhirnya ikut larut dalam pesta Pesta sedikit terhenti ketika terdengan suara bantingan pintu dari depan.

Wajah Rukia jadi pucat dan Renji memuncratkan bir yang telah ia minum ketika mereka melihat Shirayuki dengan tatapan marah dan Hisana telah kembali lebih awal.

"Okaa-san"

"Shirayuki-sama" Kata Renji bersamaan dengan Rukia.

Satu hal yang paling dibenci Rukia dari ibunya adalah ketika ibunya marah dan memasang wajah seperti katanya tatapan marah Shirayuki dapat membuat orang seperti ingin dipenggal.

Shirayuki berjalan menghampiri mereka masih dengan tatapan marah dan mengambil sebuah gelas yang sontak membuat semua orang menelan mereka berubah menjadi rasa heran ketika Shirayuki hanya duduk disofa dan berkata.

"Renji tuangkan!" Shirayuki sambil menyodorkan berpikir panjang renji menuruti kemauan majikannya dan melihat majikannya meminum anaknya melihat Shirayuki menggenggam gelas dan membantingnya ke Shirayuki merebut botol bir yang dipegang Renji meminum habis birnya and kembali membantingnya ke tanah.

"Renji ambilkam aku sebotol lagi!"

"Huh?"

"AKU BILANG AMBILKAN AKU SEBOTOL LAGI!" Teriak Shirayuki.

Tak ingin terkena masalah dengan cepat Renji mengambilkan satu botol bir lagi dan memberikannya kepada meminum bir itu lagi sebelum Keigo berkata.

"PESTA DILANJUTKAN" Semua orang berteriak kegirangan dan melanjutkan pesta tetapi Shirayuki hanya mengabaikannya dan membiarkan mereka mengacak-acak rumahnya.

Rukia yang heran dengan sikap ibunya kemudian bertanya kepada kakaknya yang seharian pergi bersama menceritakan semuanya yang mereka berbelanja dan tanpa sengaja ibu mereka melihat sang ayah berjalan berduaan dengan ibunya Ichigo.

Rukia yang mendengar itu mengerti dengan perubahan sikap yang terjadi pada sekarang mengalami rasa depresi karena suaminya berselingkuh dengan calon yang perihatin dengan ibunya berusaha menghibur ibunya dan membujuknya untuk tidak minum bir lagi tapi semua itu sia-sia.

Tetapi pesta kembali terhenti ketika Zangetsu menembakan pistolnya ke udara.

"Apa maksud semua ini Shirayuki?" Katanya.

"Apa maksud semua ini?" Kata Shirayuki yang masih dalam pengaruh alcohol."SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA APA MAKSUD SEMUA INI?"

"Apa maksudmu?" Tanya Zangetsu."Dan kenapa kau mabuk?"

"Jangan berlagak bodoh Zangetsu!" Sambil menunjukkan jarinya."Aku dan Hisana melihatmu dengan ibunya Ichigo sedang berbelanja di mall"

"APA?" Bentak Zangetsu."Justru aku dan Byakuya yang melihatmu dengan ayahnya Ichigo sedang berduaan di taman"

"HENTIKAN" Teriak semua anak Byakuya mengalihkan pandangan kepada kerumunan yang berpesta.

"KALIAN SEMUA KELUAR!"

Semua tamu pesta berbondong-bondong keluar dari rumah tersebut sehingga hanya tertinggal para keluarga plus Renji.

"Sekarang jelaskan kenapa ibu mengkhianati ayah!" Kata Byakuya.

"Tunggu justru ayahlah yang mengkhianati ibu" Kata Hisana.

"Tunggu dulu!" Sela Rukia."Kalian bilang kalian melihat diri kalian masing-masing telah berselingkuh" Sang orang tua mengangguk."Lebih tepatnya kapan kalian melihat kejadian tersebut?"

"PUKUL 5" Jawab Shirayuki dan Zangetsu.

"Apa yang kau bicarakan Zangetsu? Aku dan Hisana sedang berada di mall pada saat itu".

"Dan aku sedang berada di taman dengan Byakuya pada saat itu"

"Jadi yang aku lihat di mall saat itu siapa?"

"Aku juga"

Suasana mulai kondusif ketika mereka mengungkapkan fakta yang sangat mencengangkan.

"Jadi kau tidak berselingkuh?" Tanya Shirayuki dengan malu.

"Tentu saja tidak" Sambil memeluk istrinya."Maaf karena telah membentakmu"

"Aku juga"

Ketiga anak mereka merasa lega karena sang orang tua telah kembali berbaikkan.

"Aku juga minta maaf karena telah mabuk" Kata Shirayuki."Pada saat aku pulang Renji kebetulan mengadakan pesta dan aku minum beberapa untuk menghilangkan stress"

Ketika Shirayuki mengucapkan kata pesta Wajah Renji langsung memucat jantungnya berdetak lebih mulai menyelinap pergi.

"Aku juga akan minum jika aku-Tunggu tadi kau bilang Renji mengadakan pesta" Kata Zangetsu menyadari bahwa rumahnya telah berantakan karena sisa pesta.

Pandangan semua orang tertuju pada pembantu berambut merah mencolok yang mulai memikirkan nasibnya setelah ini.

"RENJI"

Tak lama setelah itu Zangetsu mengajak anak sulungnya ke kantornya untuk membicarakan masalah ini.

"Ada apa ayah?"

"Aku ingin kau pergi kerumah Kurosaki sekarang juga!"

"Ayah masih curiga dengan masalah ini"

"Ada yang tidak beres sangat yakin orang yang kita lihat tempo waktu adalah ibumu tapi Hisana bilang ia dan ibumu sedang berada di mall waktu itu"

"Dan sebelum ibumu pergi ia memakai pakaian berwarna merah bukan putih" Lanjutnya.

"Jadi ayah ingin aku memata-matai rumahnya" Zangetsu mengangguk dan memberikan Desert Eagle kepada Byakuya.

"Bawa ini untuk berjaga-jaga! Aku mengandalkanmu nak"

"Aku tidak akan mengecewakan ayah"

Sementara itu di Las Noches.

Sesosok pria dengan perawakan kekar dengan rambut hijau pendeknya dengan sedikit topeng dibagian sekitar dagu dan pedang di pinggulnya melintasi lorong Las Noches menuju ruangan yang dulunya dipakai oleh Aizen.

Keetika ia memasuki ruangan tersebut terlihat sesosok yang sedang duduk tertutupi oleh bayangan.

"Bagaimana?" Tanya seorang pria dari balik bayangan.

"Kita ada masalah!" Jawabnya.

"Masalah apa?"

"Kurosaki Ichigo dan Kurosaki Rukia". Pria itu langsung geram mencengkram tangannya dengan kuat.

"So ka,mereka bisa mengganggu rencana kita" Katanya sambil bangun dari singgasananya."Pergilah habisi mereka! Bawa seseorang berhati-hatilah jangan sampai kalian terbunuh"

"Hai" Dengan itu sang arrancar berambut hijau meninggalkan pria tersebut sendirian.

"Kurosaki bersiap-siaplah!"

To Be Continued

Next : Suspicion And Relocation.

A/N : Tolong dicek kalau ada Author males mengoreksi ulang.