Rated : T
CAST :
OH SEHUN
XI LUHAN
OTHER CAST : EXO MEMBER
AUTHOR : ANDRIANIWW
DISCLAIMER : Semua tokoh milik Tuhan, saya hanya meminjam namanya saja. Tapi FF ini asli hasil dari otak saya.
WARNING : Boys Love, Yaoi.
SUMMARY : Sehun selalu memimpikan seorang namja yang sama setiap malamnya. Pada saat itu sang namja hanya meminta tolong pada Sehun untuk mencarikan tubuhnya. "apa yang terjadi kalau lebih dari 14 hari?" / "Kalau lebih dari 14 hari aku akan benar- benar mati" Bisakah Sehun menemukan tubuh namja itu?
A/N : Buat anda-anda sekalian readers ku yang tersayang, makasih banget. Dan maaf banget karena gua gak cocok buat ngomong formal + updatenya BENER BENER NGARET (jangan santet gua plis, kalo pelet boleh). Kalo mau protes dan mau neror gua, RALAT nih. Terror lewat TWITTER, jangan PM. gua di omelin sama mingkyu :" hiks, jahat ya dia? EMANG, ff nya aja kaga di lanjut lanjutin ): . ini satu akun, tapi DUA author. Jangan salah bedain ya say. Twitter bisa dilihat di bio. Atau mau facebook aja? Boleh yuk, kita chatting disana.
P.S : mulai sekarang kayaknya cara penulisan An bakalan beda dari chapter-chapter sebelumnya, soalnya udah lama gak nulis :)
.
.
.
Chapter sebelumnya
"Apa Luhan sunbae punya namjachingu?" sehun pun langsung to the point dalam bertanya, Sehun adalah tipe orang yang malas untuk berbasa-basi
"Sebelum aku menjawab satu pertanyaan itu, aku ingin bertanya sesuatu padamu. Sebenarnya apa yang kau cari? Sedari tadi kau selalu menanyakan hal seputar Luhan. Untuk apa kau menanyakan hal yang bersifat pribadi?" tanya Chanyeol. Dari awal Chanyeol sudah penasaran dengan Sehun, apa niat dia sebenarnya? Mengapa selalu bertanya tentang Luhan? Apa dia adalah seorang stalker?
"Aku hanya ingin membantu mencarikan tubuh Luhan. Itu saja, jangan berfikir yang buruk-buruk dulu hyung." ucap Sehun. hyung? Sehun memanggil Chanyeol hyung? iya, karena Chanyeol memang lebih tua dari sehun.
Sebenarnya Chanyeol masih kurang puas dengan jawaban Sehun barusan, tapi karena dia sudah berjanji akan menjawab pertanyaan sehun setelah dia menanyakan pertanyaan tadi, mau tidak mau Chanyeol harus menjawab
"Oke, Luhan hyung punya namjachingu" jawab Chanyeol dengan nada sedikit tidak ikhlas, Sehun yang menyadari nada bicara Chanyeol hanya bersikap acuh.
"Siapa namanya?" tanya Sehun lagi. Entah kenapa, pertanyaan yang satu ini membuat degup jantung Sehun berdetak lebih cepat.
Chanyeol yang ditanya pun hanya menjawab dengan lempeng(?)
"Oh itu. Namanya WuYi Fan"
Chapter 4
.
.
14 Days With Him
.
.
Andrianiww
.
.
No plagiat, No SIDERS, Happy Reading!
"Wu.. Wu apa?" Tanya Sehun.
Chanyeol berfikir, ternyata selain kepo Sehun juga bermasalah dalam pendengaran.
"Wu Yi Fan" Jawab Chanyeol datar. Dan setelah itu hening melanda mereka.
Chanyeol masih penasaran akan tujuan Sehun yang sebenarnya, dia bisa melihat bahwa ada niatan lain dibelakang ini semua. Tapi Chanyeol akan berfikir positif kepada Sehun, karena dilihat dari luar anak ini terlihat baik. Jadi Chanyeol memutuskan untuk menceritakan tentang namjachingu Luhan tanpa menunggu Sehun bertanya.
"Yifan juga orang keturunan China sama seperti Luhan. Mereka bertemu di Canada dua tahun yang lalu, menjadi teman dekat dan kemudian pacaran. Yifan tipe orang yang merelakan apa saja demi membahagiakan Luhan, dia terlalu memanjakan Luhan. Satu tahun kemudian, mereka memutuskan untuk kuliah bersama di Korea." Ucap Chanyeol. Dia memberi jeda sebentar sambil melirik kearah Sehun sekilas, kemudian mengalihkan pandangan matanya kearah tanaman yang Baekhyun rawat.
Sehun hanya mendengarkan dengan serius.
"Dan akhirnya mereka memilih untuk berkuliah di Exotic University, melihat dari namanya yang cukup terkenal jadi wajar saja jika mereka memilih universitas itu. Tapi sekarang Yifan berada di Canada. Dia sudah disana sejak 2 bulan yang lalu, mungkin ada keperluan keluarga atau semacamnya. Ada yang ingin kau ketahui lebih lanjut? Ah, aku jadi terlihat seperti pemandu acara jika seperti ini." Lanjut Chanyeol panjang lebar dan diakhiri dengan cengiran khas miliknya. Sehun menarik ujung bibirnya sedikit setelah melihat Chanyeol yang sedikit demi sedikit mulai bisa bersikap ramah.
"Jadi, dia sedang berada di Canada? Apa dia punya tempat tinggal di Korea?" Tanya Sehun.
"Ada. Dia punya apartemen di dekat tempat kuliahnya. Kau juga berkuliah di Exotic 'kan? Kau pasti ingin meminta alamat Kris." Tebak Chanyeol dan benar saja, Sehun tersenyum puas karena Chanyeol tahu apa maksudnya.
"Ya, begitulah. Aku ingin meminta alamatnya."
"Ada lagi yang ingin kau tanyakan, heh?"
"Untuk sekarang tidak ada lagi yang ingin aku tanyakan, Hyung. Tapi jika nanti aku memerlukan sesuatu atau ada yang ingin kutanyakan lagi, boleh aku menghubungimu?" Ucap Sehun.
"Boleh saja, asal benar kau menghubungiku saat perlu saja. Jangan melancarkan modus." Ucap Chanyeol yang diakhiri dengan tawa mereka berdua.
Sehun mengeluarkan Handphone miliknya dan menyerahkannya ke Chanyeol, meminta Chanyeol untuk menuliskan nomor handphone miliknya agar bisa dihubungi suatu saat nanti. Chanyeol menuliskannya dengan lancar, sepertinya dia sudah mulai percaya pada Sehun. Kalau dilihat-lihat, wajah Sehun sedikit mirip dengan Luhan. Hei, kebetulan macam apa ini?
"Oh ya. Boleh aku minta alamat Luhan sunbae juga? Hanya ingin memastikan sesuatu disana. Seperti yang Baekhyun hyung bilang, sebelum Luhan menghilang dia pergi dari rumah karena orang tuanya bertengkar. Aku hanya.. merasa ada yang janggal"
Chanyeol menatap Sehun dengan pandangan yang sulit diartikan. Kenapa Sehun terlihat mencurigakan lagi sekarang? Padahal tadi dia sudah mulai percaya dan berfikir positif tentangnya. Tapi kenapa pikiran negatif kembali menghantui Chanyeol setelah mendengar penuturan Sehun tadi? Untuk apa meminta alamat Luhan? Apa yang akan dia pastikan? Dan berakhir dengan pertanyaan'Kenapa Sehun ingin memastikan sesuatu disana, sedangkan Sehun tidak kenal siapa itu Luhan secara dekat'.
"Aku akan memberikannya padamu, setelah kau menjawab pertanyaanku yang satu ini. Jawablah yang jujur, jika aku tidak puas dengan jawabanmu aku tidak akan memberikan alamat Luhan. Apa tujuanmu yang sebenarnya? Jujur saja, aku sedikit curiga padamu. Kau tidak begitu mengenal Luhan tapi kau terlihat sangat peduli pada kasus Luhan yang menghilang." Tanya Chanyeol dengan pandangan tajam yang penuh dengan rasa curiga. Kembali pada sikap dinginnya setengah jam yang lalu.
Hening melanda mereka kembali. Sehun bimbang pada keputusan selanjutnya, apa dia harus menceritakan pada Chanyeol? Tapi jika terlalu banyak yang tau, apa ada suatu resiko yang harus diterima? Setelah Tao sudah mengetahui kalau roh Luhan datang padanya, Sehun sudah memutuskan untuk tidak memberitahu siapa-siapa lagi. Tapi, jika situasinya seperti ini ia harus bagaimana?
"Hei. Jangan diam saja." Ucap Chanyeol memecah keheningan.
Sehun menghela nafas panjang sambil menatap Chanyeol dengan pandangan menyerah. Dan Sehun memutuskan, untuk menceritakan semuanya pada Chanyeol. Dengan syarat Chanyeol tidak memberitahukannya kepada siapapun, termasuk Baekhyun.
.
.
.
.
Rumah yang besar, bernuansa Eropa kuno dengan cat dinding berwarna putih dan sedikit hiasan berwarna emas yang tertempel didindingnya. Banyak lukisan besar yang dipajang dalam satu ruangan. Lampunya terang, sehingga memperlihatkan kemewahan yang berlimpah dalam rumah tersebut. Ada tangga disebelah kiri ruangan, dan diujung tangga tersebut ada sebuah lorong. Jika kalian berjalan dilorong tersebut, kalian akan menemukan kamar dengan sebuah pajangan bertuliskan "JOKER" yang tertempel pada pintunya.
Suara mesin pendeteksi jantung memenuhi ruangan itu. Kantung infus tergantung dengan sempurna ditiangnya, dengan selang panjang yang mengalirkan isi dari pusat ke dalam tubuh seseorang. Jarum tertancap ditangan kirinya, lengkap dengan plester yang menutupi. Diatas ranjang itu, dia tertidur. Matanya tertutup dan nafasnya dibantu oleh alat medis.
Seorang lelaki menghampiri tubuh yang tertidur diatas ranjang itu, dan berhenti disamping ranjang berukuran Queen size tersbut.
"Halo. Hari ini tidak bangun juga?"
Lelaki yang berdiri disamping ranjang itu mencoba berbicara dengan seseorang yang terlelap dalam koma, berharap dengan cara itu orang yang hidupnya bergantung pada alat medis tersebut dapat membuka mata dan melihat dunia kembali.
"Ayo bangun, kau tidak rindu dengan pemandangan yang biasa kau lihat? Tidak rindukah dengan orang tuamu? Jika kau rindu, aku akan berusaha untuk menolongmu. Buka matamu, beritahu siapa namamu, dan aku akan membantumu sebisaku." Ucap orang itu dengan tersenyum, dia mengusapkan tangannya dikepala lelaki yang sedang terlelap diatas ranjang.
Setelah mengusap kepala lelaki yang ia tolong, dia menarik sebuah kursi kecil yang sengaja ia sediakan. Kemudian duduk dikursi tersebut dan mulai berbicara kembali.
"Bolehkan aku bercerita sesuatu? Ah, sebelumnya aku harus menyebutmu dengan sebuah nama agar mudah. Hm, bagaimana kalau 'Yuki-Kun'? Itu adalah nama yang bagus menurutku, kulitmu juga putih seperti salju dan sepertinya kau terlihat seumuran denganku." Ia mengambil jeda berbicara untuk mengambil nafas, kemudian melanjutkan kembali perkataannya yang terputus.
(Yuki artinya Salju dalam bahasa Jepang)
"Baiklah Tetsu, aku bosan dengan hidupku. Orang tuaku lebih mementingkan perusahaan dan menghabiskan waktu dengan bekerja daripada menghabiskan waktu denganku. Aku sudah terlatih merasakan kecewa karena janj-janji yang terlontar dari mulut kedua orang tuaku bahwa mereka akan menamaniku, tetapi mereka mengingkarinya karena waktu mereka padat. Sampai suatu saat aku bertemu dengannya. Dia orang yang baik hati, dia adalah temanku saat aku masih SMA. Aku menyukainya karena dia menatapku sebagai 'aku' dan 'diriku' sendiri, bukan sebagai 'apa' yang aku punya. Biasanya orang mendekatiku karena apa yang aku punya, tapi dia berbeda."
Lelaki itu mengambil sebuah foto dari meja yang ada disampingnya dan memandang foto yang telah berada ditangannya dengan tatapan sendu. Menyesal karena sesuatu.
"Sampai suatu saat aku menyadari sesuatu. Aku sadar bahwa aku sudah menyukai orang itu, bahkan mencintainya. Tapi aku terlambat, dia sudah bersama orang lain. Bersama orang yang selama ini dia sukai. Dia selalu bilang padaku, bahwa orang itu sangat mengesankan baginya. Hanya orang itu yang bisa membuatnya merasa istimewa. Dan aku kecewa. Kecewa untuk yang kesekian kalinya. Aku memang sudah terbiasa kecewa, tapi untuk yang ini rasanya lebih sakit dibandingkan dengan kecewa karena orang tuaku. Ini adalah fotoku dengannya, foto ini diambil saat festival penerimaan siswa baru. Dan foto ini adalah satu-satunya foto dia yang aku punya, kebetulan dia foto denganku. Sampai sekarang aku masih berharap padanya. Menurutmu bagaimana, Yuki-Kun? Aku harus melupakan orang itu atau tetap mempertahankan rasa cintaku?"
Yang diajak berbicara sudah pasti hanya diam. Mencurahkan isi hati pada orang yang sedang koma memang tepat. Selain kau merasa lega karena semua beban yang ada dihatimu menguap, kau juga tidak perlu takut rahasiamu terbongkar dan diketahui semua orang. Tapi disisi lain, kau tidak akan mendapat respon serta kata-kata balasan untuk memberimu sebuah solusi. Itulah yang dirasakan oleh lelaki yang sedang memandang foto kenangan.
"Diam berarti iya. Okay, aku telah memutuskan. Aku akan tetap mempertahankan perasaanku." Ucapnya sambil tersenyum.
.
.
.
Tok Tok Tok Tok Tok
Disini adalah dapur rumah Baekhyun. Dan suara khas orang memotong sesuatu memenuhi tempat ini, selain suara memotong ada juga suara suara khas orang yang sedang memasak. Sampai akhirnya Bakhyun memcah keheningan.
"Kyungsoo-ah. Kenapa anak itu penasaran sekali dengan Luhan?" Tanya Baekhyun.
Tao yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa diam. Sebenarnya dia ingin bercerita tetapi dia sudah berjanji dengan Sehun bahwa rahasia ini tidak akan bocor. Tao sedikit kasihan dengan Sehun yang menanggung beban rasa curiga dari orang lain, tapi mau bagaimana lagi? Roh Luhan sendiri yang meminta Sehun melakukan itu.
"Aku juga tidak tahu. Anak itu membahas soal Luhan hyung terus sejak kemarin. Mungkin rasa penasarannya itu tidak bisa ditahan karena kasus kali ini memang agak unik. Memikirkan Luhan hyung aku jadi sedih. Kira-kira dia dimana ya? Apa dia sehat-sehat saja?"
Jawaban Kyungsoo membuat Baekhyun diam. Dia khawatir dengan keberadaan Luhan. Tapi disisi lain ada yang menjawab pertanyaanmu, Kyungsoo.
'Dia tidak baik-baik saja, Hyungdeul. Dia sedang berusaha mencari tubuhnya. Dengan bantuan Sehun'
Dan Tao lah yang menjawab pertanyaan itu, walau hanya dalam benaknya.
"Hyung. Berhenti dulu membicarakan Luhan sunbae. Aku lapar hyung.." Ucap Tao dengan nada merajuk. Memang sih disini yang paling lapar itu Tao, selain nafsu makannya yang besar dia juga belum sarapan.
"Sabarlah sedikit, Tao. Aku juga sedang memasak sesuatu." Dan ucapan Tao dibalas dengan ucapan sabar dari Kyungsoo. Baekhyun hanya bisa tertawa melihat mereka berdua.
Setelah selesai memasak, mereka memanggil Chanyeol dan Sehun untuk sarapan –yang sangat terlambat dari waktunya- .
Chanyeol dan Sehun yang mendengar itu langsung menghampiri mereka di ruang makan. Sedari tadi setelah selesai barter antara alamat rumah Kris dan Luhan dengan sebuah alasan mengapa Sehun sangat gigih mencari informasi tentang Luhan. Dan Chanyeol masih bingung, kenapa Luhan memilih Sehun yang kenyataannya sama sekali tidak kenal dan tidak ada hubungan apa-apa dengannya? Kenapa Luhan tidak memilih Kris atau dirinya yang juga teman sedari kecil? Atau Baekhyun dan Xiumin yang sahabatnya?
'Ah aku pusing memikirkan semua ini..'
.
.
.
Setelah Sehun pulang dari rumah Baekhyun, dia pergi ke toko buku untuk membeli sebuah buku. Tadi itu, niatnya ingin bertanya kepada Bekhyun tapi kenapa jadi dengan Chanyeol? Sehun masih bingun dengan ini semua. Kenapa harus dia yang membantu roh imut itu? Kenapa buk –eh? Roh.. imut? Tidak tidak! Dia tidak imut! Sehun menggelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran anehnya.
Selama ini Sehun sangat jarang bersosialisasi di kampusnya, jadi wajar jika dia kurang mengenal Luhan. Padahal Luhan itu flower boy dikampusnya.
'Haaaahh, tahu begini lebih baik aku di Jepang saja..'
Jepang. Sehun SMA di Jepang. Setelah lulus SMP dia dan orang tuanya pindah ke Jepang dan meninggalkan Korea untuk sementara. Tapi sekarang Sehun memilih untuk berkuliah di salah satu universitas Korea, karena menurutnya tubuh menjadi dewasa ditempat kau lahir itu lebih berharga.
Dan setelah Sehun kembali ke Korea, dia lebih memilih tinggal di dalam sebuah apartemen yang ada di kawasan rumahnya yang dulu. Setelah beberapa hari pindah, Sehun merasa ada sesuatu yang berbeda disini, tapi apa?
Setelah dia berkeliling di daerah itu, Sehun baru benar-benar menyadari ini. Taman kesayangannya untuk bermain dulu kini sudah berubah menjadi sebuah bangunan besar yang bernama 'Exotic University'.
Sayang sekali, padahal banyak kenangan yang tertanam di taman itu. Saat Sehun pertama kali belajar berjalan, Eommanya mengatakan bahwa Sehun belajar di taman itu. Saat Sehun bermain dengan teman-temannya, dan saat Sehun bertemu dengan anak itu.
Akhirnya Sehun memutuskan untuk masuk ke Exotic University.
.
.
.
"Sekarang kau hanyalah sebuah jiwa yang terpisah dari raga aslinya. Sebenarnya, kau adalah manusia terakhir di daftar orang yang harus kucabut nyawanya hari ini. Karena ada janji yang belum kau penuhi, aku memberimu kesempatan untuk hidup kembali. Tapi sayangnya, raga aslimu tidak berada disekitar sini. Carilah, dan kembali ke dalam ragamu. Waktumu hanya 14 hari terhitung setelah kau menemukan seseorang yang dapat membantu menemukan ragamu. Jika melewati batas waktu yang ditentukan, kau benar-benar akan mati. Pergunakan waktumu dengan sebaik-baiknya, Luhan."
.
.
.
TBC
A/N : Halo semuanyaaa :) Selamat hari raya idul fitri ! mohon maaf lahir dan batin~ maaf kalau saya ada salah kata, maaf ya saya updatenya sangat lama *bow* maaf jika chapter ini mengecewakan atau terlalu pendek.
Padahal saya sudah berbulan bulan tidak update tapi hanya update sependek ini. Saya masih stress dengan pelajaran di sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 yang si*lan itu. kebetulan saya juga SMK, sulit menjalaninya karena laporan yang saya buat bukan hanya untuk pelajaran biasa karena saya juga ada PKL. Hiks, tertekan.. saya dituntut harus bisa belajar tanpa bimbingan guru, bahkan kurikulum 2013 BELUM ADA BUKUNYA. Sungguh menyebalkan pemerintah itu. Saya harus belajar dari mana?! Internet? Dunia maya punya pendapat yang berbeda-beda. Itu sulit!
Hah saya jadi curhat-_- . oke, terimakasih untuk yang me review, favorite, follow, dan terimakasih untuk para siders yang sudah embaca karya saya :D
Q : Kapan Hunhan NC-an?
A : nanti doong, kan belum ada bumbu-bumbu cinta hihihi. Sengaja dibikin ntar ntaran biar greget.
Q : nanti sehun nyarinya gak sekaligus dalam satu Chapter kan?
A : enggak kok. Iya nanti jadi kepanjangan kalo dibikin satu chapter :)
Q : Lama banget thor publishnya -_-
A : BHUWEEEEE MAAFFFFF T_T
Q : pasti ada hubungannya nih sama Kris. Pasti !
A ; Ada gak ya.. *smirk* bocoran deh.. ada hubungannya sama 'masa lalunya' Kris. Hihi tebaklah~
Ketawa deh liat review kalian haha, bikin semangat banget :D review lagi yaaa :)
