Title : Soulmate

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : T

Pairing : EXO COUPLE (official couple, not crack pair)

Genre : Romance, Drama and Humor

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : Tuliskan namamu disini, atau harapkan orang yang kau sukai sambil menatapi benda ini. Maka, benda ini akan mengantarmu ke pasanganmu lewat benang merah atau sebagai benang merahmu. IT'S YAOI! KAISOO, KRISTAO, AND OTHER COUPLE IS HERE! DON'T LIKE DON'T READ!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

GYAAA~!

Saya datang dengan iringan lagu History ;D *pletak

Okelah, no bacot. Just review ne ^^

Oh iya, fic ini terinspirasi salah satu comic :D

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

Baekhyun menggeleng mengingat kalimat dari postingan namja bernama Huang Zi Tao yang dia baca hari ini. Baekhyun membuka kontak dan mencari nama kontak ponselnya yang bernama Angel, namun tidak ada satupun yang bernama Angel.

RRRTTTT…RRRTTTT

Ponsel itu bergetar dan masuk lagi pesan dari sang Angel.

From : Angel

To : seseorang yang beruntung.

Sudah jangan takut. Aku tidak akan membunuhmu. Tugasku hanya menolongmu, dan jangan mempersulit. Aku tunggu, Byun Baekhyun.

.

.

.

.

Baekhyun terlihat sedang mengenakan jaketnya. Bibirnya masih terlihat pout.

Rrrrttt….RRtttt..

Sebuah pesan, Baekhyun langsung membukanya dan terkejut ketika tahu siapa.

From : Angel

Hei, bawalah bekal dan dua botol minuman. Kau akan membutuhkannya. Aku jamin kau tidak akan aku tipu. Cepat ne, aku tunggu 15 menit lagi.

Baekhyun menghentakkan kakinya kecil lalu turun ke dapur yang ada dilantai satu dan membuat sandwich.

"Menyebalkan~! Memangnya aku ini apa? Ck, sialan…" bisiknya. Tapi..walaupun Baekhyun berkata seperti itu, Baekhyun merasakan debaran didadanya semakin kuat.

Wajah Chanyeol yang berkeringat karena bermain basket memenuhi otaknya hingga kesudut.

Rona wajah Baekhyun semakin menjadi. Senyum lembutnya terukir indah. Ya, benar kata semua orang.

Ketika kau melihat seseorang yang sedang jatuh cinta, maka dia akan berubah menjadi pribadi yang berbeda. Tergantung pada siapa dia jatuh cinta. Pribadi manusia yang jatuh cinta biasanya lebih pemalu, sedikit lebih ceria dari biasanya, cukup mudah tersenyum, apalagi bila menyinggung orang yang dia sukai.

Mungkin inilah alasannya Tuhan menciptakan cinta. Agar manusia bisa berubah menjadi lebih indah ketika merasakan perasaan indah penuh rasa egois itu.

.

.

.

.

.

Baekhyun memasuki area sekolahnya sambil membawa tas berisi 2 botol minuman dan makanan. Ck, untuk besok adalah persiapan lomba sekolah. Jadi seminggu, mereka hanya akan dihasbiskan untuk pengumuman pr.

RRtttt..RRRtttt..

Ponsel Baekhyun kembali berdering. Baekhyun membukanya kali ini.

From: Angel

Datang ke ruangan santai seperti tadi pagi. Aku ada disana.

Baekhyun mempercepat langkahnya. Entahlah, perasaannya mengatakan kalau ini akan menjadi hal yang menyenangkan. Tidak tahu disebelah mana.

Baekhyun memang tak percaya kalau insting dan perasaan terkadang bisa mengalahkan kerasionalan otaknya. Dan sepertinya, sekarang Baekhyun harus percaya itu.

.

.

.

Baekhyun duduk disalah satu bangku yang ada disana. Sepertinya dia sedang menunggu si 'Angel' itu. lihat saja gerak Baekhyun yang agak gelisah. Dia bukanlah tipe yang sabar untuk menunggu.

Serrr….

Semilir angin lembut menerpanya. Membuat Baekhyun sedikit merinding dan makin merapatkan jaketnya.

"Hei…" panggil sebuah suara.

Baekhyun diam mendengar suara yeoja yang menyapanya. Baekhyun melihat kebelakang dan terkejut.

Disana, dia menemukan seorang yeoja bertubuh mungil. Rambutnya oranye, kulitnya putih pucat..mirip..mayat? GLEK!

"Sudah menunggu lama, Byun Baekhyun?" tanyanya. Baekhyun mengangguk kecil. Yeoja itu tersenyum. "Namaku Angel. Akulah yang mengirimu pesan itu. well, aku akan membantumu untuk menjadi pacar Chanyeol." Ucapnya. Baekhyun merona manis.

"Ne..ne..sebenarnya kau..ini..siapa? apa kau yang membantu seseorang bernama Huang Zi Tao?" tanya Baekhyun. Sang Angel tersenyum.

"Bisa dibilang begitu. Aku tak bisa sebutkan aku ini siapa, ne? sekarang. Berbalik, tutup matamu, ketika aku hitung satu sampai tiga, buka matamu. Ada kejutan untukmu. Semoga berhasil, ne?" tanya sang Angel.

Baekhyun mengikuti apa yang diucapkan oleh sang Angel. Baekhyun menutup matanya.

Hana…

Dul..

Set..

"Semoga beruntung." Bisik sang Angel lalu menghilang. Baekhyun membuka matanya. Matanya terkejut ketika menatap lapangan basket.

Disana, ada seorang pria tinggi yang dia kenal siapa itu.

Park Chanyeol.

Baekhyun berbalik untuk mencari yeoja itu, tetapi yeoja itu menghilang. Ada secarik kertas disana. Baekhyun mengambilnya dan membacanya.

Semoga berhasil, ne?

Aku yakin, kau bawa makanan dan minuman. Untuk sekarang dan seterusnya, bawalah makanan dan minuman. Datanglah setiap malam untuknya. Dia selalu berlatih basket. Semoga beruntung, Byun Baekhyun.

Baekhyun tersenyum lalu mengambil kertas itu dan memasukkannya ke kantungnya dan keluar dari ruangan itu.

Baekhyun duduk dibangku yang ada didekat lapangan basket. Chanyeol terliat serius berlatih basket sendirian. Tiba-tiba, matanya melirik ke tempat dimana Baekhyun duduk.

"Nuga?" tanya Chanyeol. Baekhyun langsung gugup. Chanyeol mendekati Baekhyun dan tersenyum.

"Nuga?" tanya Chanyeol yang tersenyum menatap Baekhyun.

Keadaan disana begitu dramatis. Gelapnya malam dengan bulan yang bersinar terang, lapangan basket yang diterangi oleh tiang-tiang lampu.

"Ba..Baekhyun..Byun Baekhyun…" ucap Baekhyun dengan rona merahnya. Chanyeol tersenyum. "A..aku sudah tahu namamu. Namamu Chanyeol." Ucap Baekhyun. Chanyeol tertawa kecil.

"Ne..hei, sedang apa disini malam malam begini, eoh?" tanya Chanyeol. Baekhyun terlihat gugup.

"A..aku kesini baru pulang dari belajar di perpustakaan.." ucap Baekhyun. Chanyeol mengangguk lalu kembali bermain basket. Baekhyun tersenyum kecil bisa menyaksikan Chanyeol yang berlatih. Tubuhnya, wajahnya, matnya yang bersinar serius ketika berlatih.

Tak lama, Chanyeol mendekati Baekhyun sambil membawa handuknya. Chanyeol terlihat ngos-ngossan, sepertinya lelah sekali.

Chanyeol membuka tasnya.

"Eh? Mana botol minumanku?! Aish! Aku lupa lagi membawanya~!" ucap Chanyeol yang mengerang frustasi. Baekhyun melirik tasnya.

"A..aku bawa minuman. Kau mau?" tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk cepat. Baekhyun mengeluarkan dua botol minuman dan kotak bekal berisi sandwichnya. Chanyeol terlihat senang sekali melihatnya.

"Boleh aku minum?" tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk. Chanyeol langsung mengambil botol itu dan meminumnya rakus.

Baekhyum paham sekarang kenapa sang Angel menyuruhnya membawa dua botol air dan makanan ini.

Karena Chanyeol sepertinya suka pelupa membawa air minum untuk berlatih basket.

"FUAh~! Khamsahamnida, Baekkie-ah. Lega sekali~" Ucap Chanyeol dengan senyum lebarnya yang baru pertama kali Baekhyun melihatnya. Chanyeol melihat kotak bekal Baekhyun.

Baekhyun merona mendengar namanya dirubah oleh Chanyeol menjadi Baekkie. Kesannya..mereka dekat sekali.

"Kau..bawa bekal?" tanya Chanyeol yang menunjuk kotak bekal milik Baekhyun. Baekhyun mengangguk.

"Kau..mau?" tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk antusias. Baekhyun membuka kotak bekalnya dan memperlihatkan sandwich tuna. Chanyeol menatap riang.

"Boleh aku makan?" tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk dan Chanyeol langsung saja mengambil sepotong dan menikmatinya. "Mashita~" ucap Chanyeol lalu kembali menikmati makanannya.

"Ne..apa..kau setiap malam kesini?" tanya Baekhyun. Chanyeol mengangguk.

"Aku berlatih keras.." ucap Chanyeol. Baekhyun mengangguk. "lusa akan ada perlombaan, dan aku ingin aku menang. Cita-citaku, aku ingin menjadi seorang pebasket Internasional." Ucap Chanyeol lagi. Baekhyun mengangguk.

"Semoga keinginanmu tercapai, Chanyeol-ah." Ucap Baekhyun dengan senyum manis yang baru dia keluarkan hari ini. Chanyeol tersenyum melihat Baekhyun yang tersenyum manis.

"Ne, panggil saja aku Yeol. Kau tahu, Chanyeol itu terlalu panjang. Kau jadi temanku sekarang, ne?" tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk. Wajahnya merona manis.

.

.

.

.

Pagi hari yang cukup cerah, Baekhyun terlihat sedang bersantai bersantai dikelasnya. Matanya menatap lapangan basket. Kejadian semalam membuatnya teringat kembali. Wajahnya merona tipis.

PUK!

Baekhyun yang merasakan ada seseorang yang menepuk bahunya. Baekhyun menoleh dan menemukan seorang namja yang tersenyum lebar. Ya, Park Chanyeol.

"Kau sendirian? Ayo ke atap." Ajak Chanyeol. Baekhyun merona dan mengangguk.

Keduanya berjalan menuju keluar kelas Baekhyun yang ribut.

.

.

"Yeol, kau suka dengan telur?" tanya Baekhyun. Chanyeol yang sedang menikmati makanan yang dibeli dengan Baekhyun di Cafetaria hanya mengangguk.

"Lumayan suka. Aku suka memakannya terkadang sebagai pengganti daging." Ucap Chanyeol yang sedang bersandar pada penampungan air yang dingin. Baekhyun mengangguk.

"Uhm..aku akan ke perpustakaan nanti malam…mau..aku bawakan makanan?" tanya Baekhyun takut-takut. Chanyeol yang mendengarnya tersenyum riang.

"Jinjja?! Aku mau sekali! Aku yang jemput nanti. Dimana rumahmu? Bagaimana kalau nanti kau pulang bersamaku agar aku bisa tahu saja sekalian dimana rumahmu, Baekkie-ah?" tanya Chanyeol antusias. Baekhyun mengangguk.

"Well, baiklah." Ucapnya.

.

.

.

Malam ini, udara terasa begitu sejuk. Bulan bersinar terang, suara nyanyian hewan-hewan malam memeriahkan malam ini.

Baekhyun terlihat sedang duduk ditempat biasa sambil memperhatikan Chanyeol yang bermain basket dengan serius. Lombanya besok, dan dia semakin tekun. Chanyeol mengatakan, dia sudah seminggu selalu berlatih sendirian setiap malam.

"Hosh..hosh.." Chanyeol mendekati Baekhyun dan duduk disebelahnya. Baekhyun mengambil sebotol minuman dan langsung menyerahkannya untuk Chanyeol. Chanyeol langsung mengambilnya dan meminumnya dengan rakus. Baekhyun yang melihat itu hanya tertawa kecil sambil menggeleng.

Baekhyun membuka kotak bekalnya, dan Chanyeol menemukan sebuah Burger, namun sedikit berbeda. Burger itu tak mengenakan daging, melainkan menggunakan telur yang dicampur dengan potongan sayuran.

"Wah~ kau yang masak?" tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk perlahan. Chanyeol langsung mengambilnya dan memakannya.

"Otte?"

"Mashita~! Wah! Enak!" ucap Chanyeol lalu memakannya lagi. Baekhyun mendesah lega. Keduanya terlihat sedang menikmati makanan itu.

"Hei, ayo main sebentar sebelum pulang." Ajak Chanyeol. Baekhyun menggeleng. "Waeyo?" tanya Chanyeol .

"A..aku pendek, aku tidak bisa main basket.." ucap Baekhyun. Chanyeol menggeleng lalu menarik tangan Baekhyun.

"Tidak ada alasan. Coba dulu." Ucap Chanyeol. "Aku akan mengajarimu memasukkan bola ke ring." Ucap Chanyeol lagi.

Chanyeol mengambil bola dan memberikannya pada Baekhyun. Baekhyun masih bingung. Chanyeol berdiri dibelakangnya.

Posisi keduanya..bisa dibilang..ehem…cukup romantis.

Chanyeol berdiri dibelakang Baekhyun dan menuntun tangan Baekhyun. Kalau dilihat, Chanyeol seperti memeluk Baekhyun dari belakang.

"Perhatikan baik-baik ring itu, jarimu harus begini, dan buka kakimu selebar bahumu. Konsentrasi. Coba sekarang lempar." Ucap Chanyeol. Mata Baekhyun terfokus pada ring itu.

Hana

Dul

Set

Baekhyun melepmpar bola itu dan..KLING! masuk!

"WAH! Daebak! Masuk sungguhan!" ucap Baekhyun. Chanyeol tersenyum.

Baekhyun menoleh dan menemukan Chanyeol yang menatapnya. Keduanya saling bertatapan mengagumi wajah lawan mereka.

Chanyeol baru sekali ini melihat wajah manis Baekhyun dalam jarak sedekat ini.

"Hei..besok..kalau aku menang pertandingan..ada yang ingin aku beritahu denganmu." Ucap Chanyeol. Baekhyun heran.

"Apa?"

"Tunggu saja besok."

.

.

.

Hiruk pikuk para pendukung pada kedua tim ini semakin meriah. Pertandingan basket antar sekolah ini begitu panas walaupun hari ini tidak panas. Pekikan-pekikan riang semakin nyaring terdengar.

Baekhyun menonton tidak jauh dari lapangan itu. Hatinya berdebar, apa kelompok sekolahnya akan menang?

BUK!

WAAAAAA!

Baekhyun berdiri tegak. Matanya menatap takut. Chanyeol ditabrak dengan seseorang hingga membuat kakinya lecet akibat bergesekkan dengan lapangan basket.

"Chanyeollie~! Semangatlah~!" pekikan para yeoja-yeoja itu membuat Baekhyun panas melihatnya. Ya, dia cemburu.

Baekhyun menggenggam kedua tangannya, berdua agar Chanyeol menang.

"CHANYEOL~~ semangatlah~!" teriak Baekhyun. Chanyeol melihatnya dan tersenyum.

Pekikkan semakin panas, gerakan-gerakan para pemain basket itu semakin heboh dan cemas. Komando dari ketua masing-masing regu semakin panas.

TEEEEEEETTT!

"YEEEEEEEEEEEEEEEE~!" Baekhyun melebarkan matanya. Senyumnya semakin lebar.

Timnya menang!

.

.

.

Keduanya ada disebuah taman belakang sekolah. Baekhyun mengompres lecet dikaki Chanyeol kali ini.

"Lain kali, hati-hatilah Yeol. Untung kau hanya lecet kecil." Ucap Baekhyun. Chanyeol terkekeh kecil.

"Ne~ aku akan hati-hati lain kali." Ucapnya. Chanyeol menatap Baekhyun yang mengelap keringat diwajah Chanyeol kali ini. Mata Chanyeol tak bisa lepas dari wajah Baekhyun yang manis. Chanyeol tersenyum tipis.

Perlahan, tangan Chanyeol memeluk pinggang ramping Baekhyun. Baekhyun yang sadar hanya merona.

"Aku sudah janji denganmu, kalau aku menang pertandingan hari ini, aka nada yang aku katakan denganmu, kan?" tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk. Chanyeol menarik nafas dan membuangnya teratur.

"Aku tahu, kau mungkin akan mengecapku menjijikan..tetapi..aku..uhm..aku menyukaimu, Byun Baekhyun! Aku sudah jatuh cinta padamu semenjak kau ada pada malam itu dan tersenyum untukku! Aku terlalu cepat jatuh cinta, tetapi aku yakin aku akan terus mencintaimu. maukah kau menjadi namjachinguku, Byun Baekhyun?" tanya Chanyeol.

Wajah Baekhyun berubah menjadi merah padam.

"A..aku..aku juga sudah lama sekali menyukaimu, Yeol." Ucap Baekhyun. Chanyeol tersenyum. Chanyeol menekan lembut kepala Baekhyun untuk mendekat padanya.

"Jadi, apa jawabanmu, little Baek?" ucap Chanyeol yang mirip berbisik.

"Aku menerimamu, Yeol."

Dan kedua bibir itu bertemu dan bersatu dalam sebuah ciuman lembut penuh cinta.

Dikejauhan, terlihat seorang gadis yang tersenyum. Gadis itu menconteng sesuatu di sebuah kertas dan langsung pergi.

.

.

.

TBC

.

.

Okelah~

No bacot saya. Just review ^^

No flame, no bash, no sider, and no plagiat ;p