Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

STORIA

By Bakso Puyuh Kuriitama

~Tiap gambar selalu menyimpan sebuah kisah di dalamnya~

Chapter 6: HyuuIzu – Iiih, Kok Lucu Sih!?

Featured: Drabble(s), based on 'see you next time' cards in the end of each KnB anime episodes.

Tidak ada keuntungan materi apapun yang saya dapatkan dari pembuatan fanfiksi ini. Cerita ini hanya dibuat untuk kepuasan pribadi semata.

.

.

.

Hari yang damai adalah ketika kau sedang santai menonton televisi dan tahu-tahu Izuki datang ke rumahmu sambil berkata bahwa ia sangat butuh inspirasi, lalu dengan bodohnya kau membiarkannya masuk ke rumahmu dan membiarkannya duduk di sebelahmu sambil berkutat dengan buku sementara kau meanjutkan acara nonton animasi Project Gay yang dulu sempat populer karena pasangan MerahBiru-nya.

(Oke, salah judul.)

"…jadi Izuki, kau ada perlu apa kok sampai cari inspirasi ke sini?"

"Aku butuh bahan untuk plesetan baruku."

Hening sejenak.

"KALAU MAU CARI BAHAN BANYOLAN JANGAN DI SINI WOOOI! CARI KE TEMPAT KIYOSHI SONO, KE TEMPAT KIYOSHI!"

Kalau begini sih, bukan damai lagi namanya.

"Yah, Hyuuga. Kita semua kan tahu kalau kau paling banyak celah untuk dibanyolin." Tahu-tahu Izuki mencomot toples kue kering yang nangkring di pinggir meja.

Eh, kurang ajar. Sudah seenak jidat main ke rumah orang, makan kuenya tanpa dipersilakan, pakai nyindir-nyindir pula.

"Keluar kau."

"Nggak mau."

Ck. Sialan. Tahu sekali dia kalau Hyuuga paling malas dengan argumen macam ini.

Yah sudahlah, lanjut nonton TV saja. Paling-paling Izuki bakalan pulang kalau merasa bosan.

Lagian ngapain pula sih bikin banyolan saja sampai segitu niatnya. Padahal yang merasa itu banyolan lucu aja nggak ada, apaagi fans. Begitu pun Izuki masih terlalu niat mendalami dunia banyolan yang serupa stand up comedy versi garing itu. Bahkan sampai bikin buku khusus yang menampung ide banyolan segala. Plis, kalah semua deh para novelis sama komikus.

Dan belum lagi pensilnya—eh tunggu—pensilnya—

—kok—

Merasakan adanya aura sangat janggal di belakang kepalanya, Izuki memutuskan untuk menoleh ke arah belakang. Benar saja, Hyuuga sedang menatapnya saat ini. Bukan sekedar tatapan biasa, melainkan tatapan buas seorang singa lapar yang bakal jadi salah prediksi kalau saja ini fanfiksi yaoi.

Berhubung ini bukan, jadi mari beranggapan bahwa Hyuuga sedang dibuat kalap oleh sesuatu saat ini.

Tapi apa?

"…Hyuuga? Kau baik-baik saja?"

Tak menjawab pertanyaan si mata garuda, sang pemuda kacamata hanya terus menatap Izuki dengan tatapan lapar. Astaga—tunggu dulu, ini beneran bukan fanfik yaoi kan?

"Hyuug? Aduh, plis ngomong dong! Kalau nggak, bisa salah sangka nanti pembaca kita…" merasa rada ngeri, Izuki mulai merangkak perlahan menjauhi sang kapten Seirin tersebut. Demi apa, ini orang kenapa sih?

Dalam kebisuan nista, wajah Hyuuga terasa makin mendekat saja. Nah lho, kok gini? Aduh plis. Demi Kuroko goyang Caesar sambil nampol Akashi, Izuki masih normal! Malahan, ia adalah fanboy yang seratus persen dukung hint KiyoHyuu. Masa sekarang ia harus terlibat dalam pair belok antara Hyuuga dan dirinya sendiri sih? Mau ia kemanakan OTP-nya?!

(Sebenarnya bukan itu masalahnya.)

"Izuki…"

Yang dipanggil hanya menelan ludah dalam kengeriannya. Aduh, ini kenapa suara Hyuuga jadi serak-serak basah becek begini? Kok malah makin mirip BLCD?

"…katakan padaku…"

Entah sejak kapan, tangan Hyuuga menggenggam tangan kanan Izuki. Si tukang banyol pun merinding disko. Astaga, sadarlah Hyuuga! Pasangan yang ditakdirkan untukmu itu bukan aku, tapi Kiyoshi!

(Sudah dibilang bukan itu masalahnya.)

Dengan tatapan lapar, Hyuuga menatap ke tangan Izuki. Matanya pun berkilat tajam—

"…katakan padaku… KAMU BELI PENSIL INI DI MANA?! ADUH KOK ADA HIASAN KUCINGNYA GINI SIH? INI KOK LUCU BANGET GITU SIH~ YOLOOO AKU JUGA MAUUUU~!"

Dalam kecengoannya, Izuki si mata Bima Satria Garuda hanya bisa tergagap.

"...k-kalau kau mau, ambil saja buatmu. Nih…"

"ASTAGAAAH BENERAN BUATKU? IH KAMU BAIK BANGET IZUKII~! MAKASIH LHO YAAA~!"

Dengan girang, Hyuuga menerima pensil pemberian Izuki itu. Astaga, ini kenapa dari chapter 2 sampai sekarang itu Hyuuga OOC mulu?

Merasa kehilangan napsu untuk membuat plesetan baru, Izuki pun memutuskan untuk pulang ke rumah dan mengistirahatkan kepalanya secara total.

Tak apalah. Paling tidak satu pensil mekanik dengan hiasan kucing itu bisa menyelamatkan keberlanjutan hint OTP-nya. All hail to KiyoHyuu yeah!

(Sungguh, sebenarnya bukan itu masalahnya.)

.

.

.

THE END

.

.

.

A/N: Ada yang sadar kalo di end card eps 6, pensil yang dipegang Izuki itu ada hiasan kepala kucingnya? (atau itu beruang?)

Dan demi apa ini nista banget hahaha idk.

Terima kasih banyak bagi yang sudah memberikan berbagai bentuk apresiasi pada fanfiksi ini hahaha. Saya sangat tersanjung (nama sinetron?) atas review, fave, folow, visitor, dan semuanyah. QwQ

Terus seperti yang saya katakan pada fiksi Tomodachi, status saya sementara ini bakal semi hiatus. Alasannya sudah saya katakan di sana. Dan saya tetep update kok, cuma lebih lemot dari biasanya haha. #plak

See you next time~

Ratu bulu,

Bako Puyuh Kuriitama