Chansung masuk ke dalam kamar saat urusan yang dia lakukan telah selesai. Setelah menutup pintu, ia mulai mendekati Changmin seraya menyerahkan handphone padanya. "Jonghyun ingin mengatakan sesuatu," ucapnya.

Changmin mengambilnya dan mulai berbicara, "Ada apa?" tanyanya. Suaranya tajam dan penuh kemurkaan, bahkan perbuatannya beberapa menit yang lalu tidak menghilangkan kemarahannya.

"Aku tidak sabar untuk membunuhnya!"

Memejamkan mata sesaat, Changmin kemudian berdiri dan menatap ke arah Kyuhyun yang tertidur di atas ranjang. "Belum saatnya."

"Whoa whoa, Apa Kyuhyun membuatmu menjadi seorang pria baik hati?" ejek Jonghyun segera.

"Aku sedang memikirkan sesuatu yang menarik, lagipula aku tidak akan membiarkannya mati begitu saja."

"Well..Apa yang ingin kau lakukan?"

"Siapkan pemakaman untuknya," ucap Changmin. Kalimat selanjutnya bahkan di ucapkan dengan lancar dan diakhiri dengan senyum dingin ketika tahu lawan bicara menyanggupi permintaannya.

Di belakang, Chansung yang mendengarnya menelan ludah kasar. Changmin sudah pasti mendengar teriakan Yunho yang tidak mempercayai ucapannya bahkan meminta Changmin menghentikan tindakan yang membahayakan nyawa Siwon. Tapi bagaimana jika solusi yang Changmin berikan seperti ini? Apakah mereka mau menerima—Apapun itu, mereka harus menerimanya, suka atau tidak! Jika itu satu-satunya yang bisa menyelamatkan nyawa Siwon.

"Chansung, Ada apa?" tanya Changmin pada Chansung. Pria tampan itu melihat temannya termenung.

"Kau yakin akan melakukan itu?"

"Ya, tentu saja."

"Kau memang tidak pernah berubah," ujar Chansung pelan. Ujung bibir Changmin menyunggingkan senyum kecil sambil berbalik arah dan melewatinya. "Dia pantas mendapatkannya!"

Chansung mengangguk pelan dan mulai mengubah raut wajahnya kembali menjadi ganas, sebelum mengikuti Changmin dari belakang.

.

.

.

Ketika mereka keluar ruangan, semua orang mulai mendekatinya. Terutama Yunho yang tiba-tiba berteriak pada Changmin.

"APA YANG SEBENARNYA KAU LAKUKAN!? CHANGMIN!" teriak Yunho keras di hadapan wajah anaknya. Jika tidak ada Chansung yang dengan sigap memegang erat lengannya, sudah di pastikan pria ini akan menyerang Changmin.

"Kau masih meributkan apa yang sudah ku lakukan, Appa?"

"Kau melakukan hal gila!" desis Yunho tajam. "Kau tidak harus melampiaskan kemarahanmu pada Jesicca! Dia tidak bersalah."

Kini giliran Changmin yang mendekati wajah Ayahnya. "Luka seperti itu tidak akan meninggalkan bekas dan mungkin lebih baik daripada ku hancurkan semua hingga tak tersisa," katanya perlahan. "Aku bisa melakukan segalanya, temasuk membunuhnya."

"Hh, Sebenarnya apa yang kau mau!"

"Ikuti perintahku!" ujar Changmin. Ia kemudian menoleh ke arah Chansung,hingga pemuda itu mengatakan semuanya dengan gamblang di hadapan para keluarga Jung yang hadir di dalam ruangan. Minho dan Taemin juga termasuk.

Di ujung ruangan, Minho terdiam bersama Taemin tanpa bisa membantah. Sudah cukup jelas baginya, siapa yang bersalah disini.

"Aku menentangnya!" kata pria tua yang sejak awal terdiam di ujung pintu, dia adalah kakek Changmin. "Bagian mana yang dapat menguntunganku? Kau sudah mengambil Kyuhyun dan sekarang kau akan membawa pergi saudaramu!"

"Dia bukan saudara kami! Dan aku setuju dengan hal itu, jika untuk kesembuhan Noona!" ujar Minho, ia merasa harus berbicara sebelum tua bangka itu kembali membuat masalah. Ia bahkan tidak peduli lagi, selain kesembuhan Kyuhyun ia juga merasa hanya ini satu-satunya cara membuat kakaknya berubah total.

"A-Asalkan anakku baik-baik saja, aku setuju denganmu!" pekik wanita yang ada di belakang Chansung. Dia adalah ibu kandung dari Jesicca dan Siwon. "Ku mohon Yunho, kabulkan permintaannya! Dia sudah berjanji untuk tidak membunuh Siwon, Kurasa ini lebih baik!"

"Sepertinya wanita itu lebih cerdas darimu, Appa." Yunho mendecak dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Raut wajah Changmin semakin menggelap. "Setelah ini selesai, aku harap kalian melupakan semuanya yang terjadi malam ini."

"Keparat! Bagaimana bisa kau lakukan itu kepada saudaramu sendiri!" desis Yunho penuh amarah. Ia menoleh ke arah Changmin. "Kau seharusnya tidak melakukan ini!"

"Aku tidak sedang memohon," ujar Changmin tanpa memperdulikannya. "Itu adalah syarat dariku, untuk mengampuni nyawanya."

.

.

.

Lantai atas Bar

Suho mendengar semuanya dari belakang tubuh Jonghyun. Bos-nya berbicara terlalu keras dan itu sudah menjadi kebiasaannya. Dia mulai bertanya ketika sambungan telepon terputus.

"Kenapa Bos besar tidak langsung membunuhnya?"

"Siwon harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan! Dan Changmin ingin membunuhnya perlahan."

"Ck, padahal lebih asik jika langsung membunuhnya!" ujar Suho santai. Ia kemudian mulai meninggalkan Jonghyun yang mulai memerintahkan anak buahnya yang lain sesuai permintaan Changmin.

"Woy! Kau mau kemana, Suho! Kau harus pergi dengan Jaehyun! Sekarang!" pekik Jonghyun tak sabar. Tetapi Suho hanya tertawa kecil dan melambaikan tangannya. "Aku akan segera kembali!"

"Apa yang ingin kau lakukan!"

"Membunuh Siwon!" teriak Suho seraya membuka pintu yang menghubungkan kamar tempat Siwon di sekap.

Dia sengaja untuk melihat keadaan Siwon yang mengenaskan, pria itu terikat di kursi dengan mata tertutup dan darah yang ada di bahu kanannya.

Siwon terkesiap mendengar pintu terbuka dan suara Suho, "Apa kau akan membunuhku, Suho!"

"Menurutmu?"

"Kau… Tidak akan berani!"

Suho hanya menatap nyalang ke arah Siwon. Muak, kala seringai di bibirnya nampak.

"Bagaimana jika ku coba?"

"Kau Tidak—Argh" Merasa di remehkan, Suho dengan cepat menggoreskan luka di pergelangan tangan Siwon.

"Bagaimana?" Ucapnya senang. Suho semakin memperdalam goresan yang ia buat. "Kesakitan, huh? Katakan se—"

"Cukup, Suho!" Perintah Jonghyun. "Bocah! Kau ini! Jangan terpancing dengan perkataannya. Pergilah sekarang!" Tangan Suho segera terhenti dan menatap ke arah Jonghyun sambil mencebik kecil. Padahal ia masih ingin bersenang-senang.

Siwon berdesis kecil saat pisau milik Suho di cabut dari kulitnya. "Sialan."

Sebelum benar-benar meninggalkan ruangan ini ia melemparkan kalimat yang membuat Siwon menegang ditempatnya.

.

.

.

"Bos! Katakan segera padanya. Mulai sekarang, Choi Siwon aktor dari Korea Selatan dinyatakan sudah mati."

.

.

TBC