"Aishh kau ini, aku kan kangen sekali dengan Bummie. Jangan anggap seolah Bummie ini hanya milikmu Siwon"ucap Kyuhyun membela dirinya sendiri.

"Aishh kalian berdua ini"ucapku berpura-pura kesal pada kyuhyun dan Siwon lalu berjalan meninggalkan mereka berdua.

"Bummie tunggu aku"teriak Kyuhyun dan berlari menyusulku.

"Ya! Lee Kyuhyun, jangan sentuh Bummieku"teriak Siwon kesal saat Kyuhyun merangkul pundakku mesra.

Siwon pov*

Aku hanya memandangi wajah cantik Kibum yang terlihat sangat manis saat tertawa, tak kuperdulikan ocehan yang keluar dari mulut Junsu sonsaengnim. Tanpa ku duga ternyata ada banyak juga para namja yang ada di kelasku tengah menatap Kibum penuh cinta.

"Ya! Berani-beraninya kalian memandangi Bummieku"teriakku cukup keras pada para namja yang dari tadi memperhatikan Kibum. Sontak semua orang memandangku heran tak terkecuali Kibum dan Kyuhyun.

"Kau kenapa Won ?"tanya Kyuhyun heran padaku.

"Siwon ada apa?"tanya Junsu songsaengnim tak kalah heran padaku.

"Mianhae songsaengnim"ucapku menyesal pada Junsu songsaengnim.

Kibum menatapku bingung dan aku hanya tersenyum manis padanya.

"Ya! Kau kenapa?"tanya Kyu lagi padaku yang masih merutuki kebodohanku barusan.

"Aishh kau tau Kyu, semua namja yang ada disini memandangi Bummieku penuh nafsu. Dasar pervert"umpatku kesal pada semua namja yang ada di kelasku.

"Aishh aku kira kenapa Won, dari dulu kan Bummie sudah jadi idola semua namja, jadi kau jangan berlebihan seperti itu. Apalagi saat SMA banyak sekali yang mengejar-ngejar dirinya, padahal mereka tau kalau kau pacarnya Bummie ckckck. Aku juga bingung kenapa Bummie bisa suka padamu, padahal setahuku namja yang mendekatinya tampan-tampan dan juga kaya raya."jelas Kyuhyun panjang lebar dan sedikit menyindirku.

"Ya! Kau mau mati eoh"ucapku kesal atas penjelasan kyuhyun barusan.

"Siwon jangan berisik"ucap Junsu songsaengnim lagi padaku membuatku diam seketika.

Waktu istirahat pun telah tiba, aku berjalan mendekati Kibum yang tengah memasukkan buku-bukunya ke dalam tas merah miliknya. Namun sialnya Kyuhyun menarik tanganku dan menghentikan langkahku.

"Siwon kita harus rapat anggota basket baru, palli"ucap Kyuhyun sambil menarik tanganku keluar kelas.

"Bummie, tunggu aku ne aku hanya keluar sebentar"ucapku sambil agak berlari mengikuti Kyuhyun dan hanya di tanggapi anggukan serta killer smile milik Kibum.

Siwon pov end*

Author pov*

Kibum duduk di bangku taman sambil mendengarkan musik melalui ear phonenya, ia memejamkan matanya mencari ketenangan di tengah riuhnya taman. Tanpa Kibum sadari disampingnya sudah duduk sesosok namja tampan yang tengah memandang Kibum intens. Ya, dia adalah Choi Minho, Minho tersenyum senang akhirnya ia bisa melihat senyum Kibum kembali setelah hampir tiga minggu ia sama sekali tak bertemu dengan yeoja yang sangat dicintainya itu. Tanpa Minho sadari tangannya kini mengelus pipi Chubby Kibum membuat yang empunya pipi terlonjak kaget dan membuka kelopak mata indahnya. Manik matanya menemukan sosok yang juga ia rindukan, teman yang selalu ada bersamanya selama ini.

"Minho-ah"ucap Kibum senang saat ia melihat sosok orang yang ada dihadapannya sekarang.

"Ya! Bummie kau kemana saja, dua minggu kau tak masuk kuliah. Aku mencarimu di apartemenmu tidak ada, dan telponmu juga tidak aktif,"tanya Minho beruntun dan cemberut pada Kibum.

"Jeongmal mianhae Minho-ah, apa kau kangen padaku eh?"goda Kibum pada sahabatnya yang masih sangat polos itu.

"Ne, jeongmal bogoshipo Bummie,"ucap Minho sambil memeluk tubuh Kibum erat.

"Ne, ne, sebagai permintaan maafku karena telah meninggalkanmu terlalu lama, aku akan mentraktirmu makan sepuasnya di kantin. Otte?"tanya Kibum lembut pada Minho.

"Tentu kau harus mentraktirku karena kau sudah membuatku khawatir,"ucap Minho sambil menarik tangan Kibum lembut menuju kantin.

Sementara di tempat lain Siwon tangah berlari menuju ruang kelasnya hendak menghampiri Kibum, ia tak mau kalau Kibum terlalu lama menunggunya sendirian di dalam kelas. Siwon mencari sosok Kibum di dalam kelasnya namun ia sama tak menemukan tanda-tanda keberadaan Kibum disana.

"Kau tau dimana Bummie berada?"tanya Siwon pada yeoja teman sekelasnya yang baru memasuki kelas.

"Aku tadi melihatnya di kantin, tapi dia sedang bersama namja,"jawab yeoja itu sekenanya.

"Mwo? Siapa ?"tanya Siwon terkejut mendengar Kibum tengah bersama seorang pria.

"Tampaknya dia anak jurusan hukum, kalau tidak salah namanya Choi Minho,"ucap yeoja itu ragu.

"Gomawo. Aish dasar namja sialan, kenapa dia hobi sekali berada di sekitar Bummieku."ucap Siwon kesal lalu berlari meuju kantin kampusnya yang masih ramai karena jam istirahat belum usai.

Siwon mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, dengan antusias mencari keberadaan yeoja yang sangat dicintainya. Manik matanya akhirnya bisa menangkap sosok bayangan yeoja cantik itu yang kini berada di meja katin yang berada paling pojok dekat dengan taman. Siwon sangat geram saat ia melihat Minho dengan seenaknya mencubit pipi chubby Kibum yang begitu menggemaskan. Ia berjalan dengan cepat menuju meja Kibum dan Minho.

"Appo Minho-ah, jangan mencubit pipiku lagi"mohon Kibum saat Minho dengan sengaja mencubit pipi Kibum.

"Kau itu sangat menggemaskan Bummie, tapi kau kenapa memilih Siwon Bummie-ah? Dia tidak terlalu tampan dan dia juga tidak terlalu pintar,"ujar Minho seenaknya tanpa memperhatikan namja yang ada di belakangnya tengah menatapnya tajam.

"Ehem.. ehem,"dehem Siwon sengaja pada Kibum dan Minho.

"Wonnie, rapatmu sudah selesai?"tanya Kibum lembut pada Siwon.

"Ne, chagi-ah,"ucap Siwon mesra pada Kibum lalu duduk di tengah-tengah antara Kibum dan Minho.

Siwon menatap Minho tajam sambil sedikit mengejek Minho lalu sedikit mendorong tubuh Minho ke samping agar ia tidak terlalu dekat dengannya.

"Ya! Siwon-ssi kau tidak sopan sekali tiba-tiba duduk diantara kita,"ucap Minho cemberut karena Siwon dengan seenaknya duduk diantaranya dan Kibum.

"Aishh kau ini, kau yang tidak sopan mengganggu istriku yang cantik ini,"ucap Siwon sambil melotot tajam pada Minho lalu mencium pipi Kibum mesra membuat Minho berdecak kesal.

"Tapi kata Bummie kalian kan belum resmi menikah lagi,"ucap Minho dengan wajah polosnya.

"Tak masalah karena kita sudah melakukan semuanya kemarin malam, jadi Bummie sudah menjadi milikku sepenuhnya,"ucap Siwon enteng menimbulkan berbagai spekulasi di benak Minho.

"Wonnie kau ini jangan berkata seperti itu, aku kan jadi malu,"ucap Kibum yang kini pipinya sudah menampakkan rona merah yang sangat imut di wajah cantiknya.

"Ya! Apa yang kalian lakukan tadi malam?"tanya Minho penasaran.

"Menurutmu apa yang bisa dilakukan oleh namja dan yeoja yang berada dalam satu rumah Minho-ssi?"tanya Siwon sambil merangkul pundak Kibum mesra dan menyeringai senang bisa mengerjai Minho yang kini sudah membelalakkan matanya.

"Aishh Wonnie jangan berbicara seperti itu dihadapan Minho,"ucap Kibum malu-malu mengingat kejadian tadi malam.

"Ya, kenapa harus malu eoh? kita kan sudah bermain 8 ronde kemarin malam chagi hingga aku sangat kelelahan,"ucap Siwon sengaja agak keras agar Minho kesal.

"Mwo? Kau berani sekali menyentuh Bummie, kau kan belum resmi menikah lagi dengan Bummie. Bagaimana kalau Bummie nanti hamil?"ucap Minho kesal.

"Ckckck kau ini jangan terlalu mengkhawatirkan Bummiku Minho-ah, tidak akan terjadi apa-apa padanya,"ucap Siwon enteng sambil beranjak dari duduknya.

"Bummie khajja kita ke kelas,"ucap Siwon lembut dengan menggandeng tangan Kibum erat seolah takut Kibum akan lepas dari genggamannya.

"Minho-ah anyeong, sampai jumpa lagi ne."ucap Kibum sebelum ia benar-benar pergi menuju kelasnya bersama Siwon.

.

.

"Bummie kenapa kau selalu bersama Minho? Aku tidak suka kalau kau dekat-dekat dengannya,"ucap Siwon kesal.

"Wonnie kau jangan seperti itu terhadap Minho, bagaimanapun dia adalah sahabatku sekarang,"jelas Kibum lembut pada mantan suaminya itu.

"Ne, arasseo. Tapi dia selalu bermanja-manja padamu membuatku kesal,"ucap Siwon sambil mengerucutkan bibirnya.

"Aigoo kau masih saja terlalu cemburu padaku ne,"ucap Kibum menggoda Siwon.

"Aniyo, yasudah terserah kau saja Bummie,"ucap Siwon agak kesal pada Kibum.

"Ya! Apa kau sekarang sedang ngambek eoh?" Kibum mengerjar Siwon yang sudah duluan berjalan meninggalkannya menuju kelas.

Kibum dan Siwon pun akhirnya sampai di kelas mereka sebelum Junsu songsaengnim masuk ke ruangan mereka berdua.

"Selamat siang anak-anak, kita akan kedatangan murid baru kali ini. Sungmin-ssi silahkan masuk"ucap Junsu songsaengnim pada yeoja berambut sebahu itu. betapa terkejutnya Kyuhyun saat mendapati yeoja cantik yang telah menghancurkan PSP-nya tadi pagi kini berada di depan kelasnya dan memperkenalkan dirinya dengan anggun.

"Aishh yeoja sialan itu, akan aku beri perhitungan nanti"tawa Kyuhyun penuh kemenangan.

Sementara Kibum juga tak kalah terkejutnya mendapati sosok yeoja yang ada di depan kelasnya saat ini. Dia tak percaya bahwa sahabat yang dikenalnya sewaktu menimba ilmu di Amerika kini tengah berdiri di depan kelasnya berusaha memperkenalkan dirinya.

"Annyeonghaseyo, Lee Sungmin imnida"ucap yeoja itu memperkenalkan dirinya pada semua murid yang ada di dalam ruangan tersebut.

"Minnie-ah,"ucap Kibum senang, sedangkan yang di panggil kini juga tengah tersenyum bahagia bisa bertemu lagi dengan sahabat baiknya waktu di Amerika.

"Annyeong Bummie-ah,"sapa yeoja itu dengan menyunggingkan senyum termanisnya pada sahabatnya itu.

"Baiklah duduklah di kursi sebelah Kibum, Sungmin-ssi."ucap Junsu songsaengnim pada Sungmin. Sungmin pun menuruti kemauan Junsu songsaengnim dan duduk di sebelah Kibum.

"Minnie bogoshipo, kenapa kau tak memberitahuku kalau kau akan kesini? aku kan bisa menjemputmu,"ucap Kibum sambil memeluk erat tubuh sahabat karibnya itu.

"Kalau aku memberitahumu namanya bukan surprise Bummie-ah,"ucap Sungmin sambil tertawa pelan pada sahabatnya.

Sementara Kyuhyun dan Siwon kini tengah cengo melihat Kibum dan Sungmin yang ternyata sudah saling mengenal. Siwon pun merasa kesal pada Kibum yang sama sekali tidak menghiraukan panggilan darinya dan malah asyik bercanda dengan teman barunya itu.

Saat materi kuliah selesai Kyuhyun pun segera menghamipiri yeoja cantik tersebut dan ingin segera meminta pertanggung jawaban atas PSP yang telah dirusaknya tadi pagi.

"Well, sekarang kau tidak bisa menghindar lagi Sungmin-ssi,"ucap Kyuhyun dengan nada yang sangat menyeramkan, Sungmin pun sangat terkejut mendapati sosok namja yang ia rusak PSP-nya tadi pagi.

"K-kau ada di kelas ini juga?"ucapnya tak percaya pada Kyuhyun.

"Cepat ganti PSPku atau kau akan menyesal telah berurusan denganku,"ucap Kyuhyun dibuat seseram mungkin.

Sementara Kibum masih bingung dengan apa yang dibicarakan oleh mereka berdua.

"Aku tidak mau karena aku tidak salah, kau yang ceroboh babo,"ucap Sungmin membuat Kyuhyun semakin kesal terhadapnya.

"Ya! Pokoknya kau harus menggantinya,"ucap Kyuhyun sambil menggait tangan Sungmin kuat hingga menimbulkan erangan kesakitan dari yeoja mungil tersebut.

"Ya! Kyu jangan menyakiti Minnie,"ucap Kibum sambil melepaskan genggaman Kyuhyun pada tangan Sungmin.

"Ya! Bummie kenapa kau membela yeoja sialan ini eoh?"tanya Kyuhyun kesal.

"Dia sahabatku dari Amerika Kyu, dia cantik kan?"tanya Kibum pada Kyuhyun yang kini jadi salah tingkah ditanya seperti itu oleh Kibum.

"Benar juga kata Bummie, dia mempunyai paras yang sangat cantik, bibirnya yang mungil serta senyuman yang menawan, "ucap Kyu dalam hati namun segera ia singkirkan pemikirannya barusan tentang yeoja itu.

"Cantik darimana Bummie, masih cantikan kau kemana-mana Bummie,"sindir Kyuhyun yang langsung mendapat jitakan mulus dari tangan kekar Siwon dan deathglare dari Sungmin.

Pletukk...

"Ya! Jangan menggoda Bummieku terus Kyu"ucap Siwon kesal.

"Akhh, appo Siwon"ucap Kyuhyun kesakitan dan ditertawai oleh Sungmin dan Kibum.

"Makanya jangan genit-genit pada Bummieku Kyu"Siwon tertawa puas bisa mengerjai sahabatnya itu.

"Bummie khajja kita pulang,"ucap Siwon manja pada Kibum membuat yeoja yang ada disampingnya menatap Kibum heran.

"Bummie-ah dia siapa?"tanya Sungmin heran pada Kibum mendapati sikap Siwon yang bersikap manja padanya. Sewaktu di Amerika Kibum memang sama sekali tidak pernah menceritakan tentang Siwon pada Sungmin yang notabene adalah sahabat Kibum saat di Amerika.

"Aku Sua— akhh,"teriak Siwon kesakitan saat hak tinggi yang dipakai oleh Kibum menginjak kakinya dengan kuat hingga mukanya memerah karena menahan sakit.

"Dia pacarku sekarang Minnie-ah,"ucap Kibum agak gugup pada Sungmin.

"Ohhhh, ternyata kau sudah punya pacar baru Bummie. Cepat sekali, aku sangat iri denganmu,"ucap Sungmin sambil mempoutkan bibirnya lucu pada kibum.

"Wae? Kau kan juga cantik Minnie-ah,"ucap Kibum berusaha tetap rendah diri pada Sungmin.

"Tapi orang yang dekat denganku selalu saja menyakiti hatiku,"curhat Sungmin pada Kibum.

"Ya, Jangan sedih ne, disini kau pasti bisa mendapatkan pengganti Albertmu itu,"ucap Kibum lembut pada Sungmin.

"Ne, gomawo Bummie-ah. Eh ia apa kau masih ingat dengan Harry Bummie?"tanya Sungmin pada Kibum membuat pipi Kibum kini sedikit merona merah mendengar nama tersebut, sedangkan Siwon yang melihat rona merah pada pipi Kibum kini tampak kesal.

"Memangnya kenapa?"tanya Kibum malu-malu.

"Kelihatannya dia masih sangat mencintaimu, saat kau memutuskan untuk kembali ke Korea dia benar-benar sangat terpukul Bummie. Aku sangat kasihan padanya,"jelas Sungmin panjang lebar dan kini tangan Siwon sudah mengepal kuat mendengar penjelasan dari Sungmin.

" Jinja?"tanya Kibum.

"Benar, sampai sekarang dia juga masih saja mencari info tentangmu. Dia juga menyuruhku mengambil fotomu saat aku sampai di Korea,"jelas Sungmin lagi pada Kibum.

Siwon kini benar-benar tak tahan lagi menahan amarahnya yang sudah memuncak, Siwon berjalan meninggalkan mereka bertiga dan berjalan menuju mobil sportnya. Kibum terkejut mendapati perubahan sikap Siwon yang aneh, lalu ia pun berpamitan pada Kyuhyun dan Sungmin dan berlari mengejar Siwon yang sudah ada di dalam mobil sportnya. Kibum segera masuk ke dalam mobil sport Siwon dan duduk disampingnya.

"Ada apa denganmu Wonnie, kenapa kau meninggalkan aku tadi?"tanya Kibum dengan polosnya.

"..."

"Wonnie kau kenapa chagi, jangan diam seperti ini,"ucap Kibum lagi saat tidak mendapat respon dari Siwon. Lagi-lagi Siwon tak menjawab pertanyaan Kibum dan mulai menyalakan mesin mobil sportnya menuju jalanan padat kota Seoul.

Siwon sama sekali tidak memandang Kibum, Kibum berusaha mencairkan suasana dengan bergelayut manja pada lengan kanan Siwon yang sedang menyetir namun sama sekali tidak mendapat respon yang berarti dari Siwon membuat Kibum semakin cemberut.

Tidak berapa lama mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah mewah milik mereka. Siwon langsung keluar dari dalam mobil tanpa menunggu Kibum, Kibum hanya mendesah kecewa mendapati Siwon yang sudah berjalan meninggalkannya masuk ke dalam rumah. Dengan malas Kibum memasuki rumahnya yang sama sekali tidak ada penerangan karena lampu yang belum dinyalakan.

"Wonnie, nyalakan lampunya, aku tidak bisa lihat kalau gelap seperti ini,"ucap Kibum ketakutan pada Siwon yang tidak di ketahui keberadannya, namun sama sekali tak dijawab oleh namja tampan tersebut.

Mau tak mau Kibum berjalan perlahan agar tidak menabrak sesuatu ataupun menjatuhkan sesuatu di dalam rumahnya.

"wonnie aku takut,"ucap Kibum lagi dengan nada yang gemetar, namun lagi-lagi tak ada respon dari namja yang namanya di panggil itu.

Praannnnnnggg...

Suara guci pecah membahana di seluruh ruangan tersebut saat Kibum merasakan menabrak benda besar yang ada dalam rumahnya. Kibum pun terjatuh di lantai dingin rumahnya. Sementara Siwon yang sudah sampai di dalam kamarnya segera berlari menuju asal suara dan segera menyalakan semua lampu yang ada di rumahnya. Betapa terkejutnya ia saat menyalakan lampu, dia melihat Kibum terduduk di lantai rumahnya dan disekitarnya sudah berceceran pecahan-pecahan guci. Siwon pun segara berlari ke arah Kibum khawatir.

"Bummie kau tidak apa-apa?"tanya Siwon khawatir sambil memeriksa semua anggota tubuh Kibum dengan teliti.

"Gwaenchana Wonnie,"ucap Kibum tak berani menatap mata milik Siwon. Siwon terkejut saat melihat darah yang keluar dari kaki milik Kibum yang menggores telapak kaki mulusnya.

Siwon pun menggendong Kibum dalam pelukannya menuju sofa dan meletakkan Kibum disana, sementara Siwon kini menghilang entah kemana. Dengan sedikit berlari Siwon menghampiri Kibum lagi dan mengolesi obat pada lukanya. Kibum tampak kesakitan saat tangan kekar milik Siwon mulai mengobati luka pada kakinya. Siwon tiba-tiba memeluk tubuh Kibum erat hingga membuat Kibum sulit bernafas.

"Kau hampir membuatku gila Bummie,"ucap Siwon masih dengan nada khawatir.

"Wae? Apa aku melakukan kesalahan lagi wonnie?"ucap Kibum tertunduk dalam pelukan hangat Siwon.

"Aniyo, aku sangat khawatir saat mendengar guci pecah tadi. Aku sangat takut kalau kau kenapa-napa Bummie, aku benar-benar takut kehilanganmu,"jelas Siwon lemah.

"Wonnie, mianhae aku selalu membuatmu marah,"ucap Kibum menyesal sambil semakin menenggelamkan kepalanya pada dada bidang milik Siwon.

"Aku yang harusnya minta maaf padamu Bummie, aku tau kalau kau tidak suka gelap tapi aku malah membiarkan rumah dalam keadaan gelap hingga kau ketakutan dan menjatuhkan guci itu,"ucap Siwon menyesal.

"Gwaenchana Wonnie, aku tidak apa-apa. Wonnie aku boleh bertanya padamu?"tanya Kibum hati-hati.

"Tentu, kau mau tanya apa Bummie?"ucap Siwon sambil mengelus pipi putih mantan istrinya itu.

"Kau kenapa bersikap seperti itu tadi padaku? Apa kau sedang marah padaku?"tanya Kibum.

"Mianhae, aku tadi terlalu cemburu padamu mendengar ada namja yang masih mencintaimu,"Siwon mengaku pada Kibum. Kibum memeluk tubuh Siwon erat. "Saranghae Wonnie, jangan pernah meragukan cintaku padamu Wonnie."ucap Kibum sambil mencium bibir Siwon sekilas.

"Nado saranghae Bummie"ucap Siwon semakin mempererat pelukannya pada Kibum.

.

.

.

Sementara di tempat lain tengah ada dua pasang anak manusia yang masih saja beradu argument.

"Apa kau gila eoh?"tanya namja jangkung itu pada yeoja berambut sebahu yang ada dihadapannya.

"Ya! Kenapa kau selalu berteriak padaku, tidak bisakah kau pelankan suaramu itu babo,"ucap yeoja itu tak kalah sinis dari namja yang ada dihadapannya.

"Karena kau, mungkin sekarang mereka berdua sedang bertengkar hebat, kau tahu tidak hah?"jelas namja itu yang tak lain dan tak bukan adalah Kyuhyun.

"Siapa? Siapa yang bertengkar karena aku?"tanya yeoja itu kebingungan yang tak lain dan tak bukan adalah Lee Sungmin.

"Siapa lagi kalau bukan Kibum dan Siwon, Siwon itu orangnya terlalu pencemburu pada setiap namja yang ada di dekat Bummie. Huh... pasti mereka sekarang sedang bertengkar hebat,"ucap Kyuhyun prihatin, sementara Sungmin kini mengerti apa yang membuat namja yang ada dihadapannya ini tampak khawatir dari tadi.

"Jinja? Eottokhae? Aku sudah menyakiti Bummie.. huweeeee,"tangis Sungmin pun pecah menyadari kebodohannya barusan.

Kyuhyun kini tampak bingung, 'kenapa jadi dia yang nangis?'pikir Kyuhyun dalan hati.

"Aishh, sudahlah. Jangan menangis lagi"ucap Kyuhyun sambil menepuk-nepuk halus punggung Sungmin. Kyuhyun merutuki nasibnya yang sangat sial ini, semua orang yang berlalu lalang tengah melihatnya seolah-olah mereka tengah mengira bahwa dirinyalah penyebab yeoja yang ada dihadapannya ini menangis.

"Sudahlah, ayo aku antar kau pulang, nanti kalau Bummie tau aku meninggalkanmu disini, dia pasti akan memutilasiku."ucap Kyuhyun sambil menarik tangan Sungmin lembut menuju motor merahnya.

Author pov end*

Siwon pov*

Kulihat Kibum sedang tertidur di atas ranjang kami. Aku berjalan mendekatinya dan membaringkan tubuhku disampinya, perlahan kupeluk pinggang rampingnya dan kudekap kuat hingga kini wajahnya sudah sangat dekat dengan wajahku. Aku dapat merasakan hembusan napasnya yang pelan. Kekecup bibir merah marunnya dengan lembut, ku lumat bibirnya pelan lalu kulepaskan lagi.

"aku sangat mencintaimu Bummie,"bisikku pelan agar tidak mengganggu tidur mantan istriku ini yang kelihatannya sudah lelap. Ku usap pipi chubbinya yang sangat menggemaskan itu dan ku kecup lembut. "Aku sangat beruntung Bummie bisa memilikimu," ucapku lembut sambil mencium keningnya.

Aku hanya memandang wajah teduh Kibum saat tidur lalu kudekatkan kembali wajahku padanya dan tidak berapa lama bibirku pun sudah menempel pada bibirnya, tidak ada lumatan sama sekali , aku hanya ingin merasakan lebih lama manisnya bibir Kibum saat ini. Namun ku dengar tawa pelan yang dengan jelas terdengar di telingaku.

"Hahhaha,"tawa Kibum pelan membuatku salah tingkah.

"Ya! Ternyata kau belum tidur eoh,"ucapku sambil melepaskan pelukanku pada pinggang rampingnya.

"Ya! Bagaimana aku bisa tidur kalau ada seseorang yang memandangiku terus dan mencuri ciuman pada bibirku eh,"sindir Kibum padaku.

"Aku tidak bermaksud seperti itu Bummie, mianhae kalau aku membuatmu tidak bisa tidur,"ucapku pada Kibum menyesal.

"Aniyo, aku tadi memang belum tidur Wonnie,"ucapnya menghiburku, aku mendekatkan wajahku padanya dan ku kecup bibir hangatnya sekali lagi cukup lama.

"I want you Bummie"ucapku berbisik pada telinga Kibum mesra.

"Ya! Aku tidak mau. Kau sudah mendapat jatah kemarin malam Wonnie,"teriaknya padaku namun sama sekali tak kuhiraukan dan mulai membuka kancing piyama yang ia pakai sekarang.

"Ya! Wonnie andwae!"teriak Kibum semakin kencang namun aku tetap menjelajahi tiap inci bagian tubuhnya hingga kini teriakan-teriakan yang keluar dari mulutnya berubah menjadi erangan-erangan nikmat yang semakin membangkitkan gairahku untuk segera merasakan tubuh indahnya.

Siwon pov end*

Kibum pov*

Aku berlari ke dalam kamar mandiku dengan tubuhku yang masih polos akibat ulah Siwon tadi malam, perutku merasakan mual yang amat sangat dan segera ingin memuntahkannya. Ku keluarkan seluruh isi dalam perutku seketika itu juga. "Hoekk... hoek...hoekk ..."kutumpahkan seluruh isi perutku yang sedari tadi menyiksaku. Siwon yang mendengar suara berisik dari kamar mandi pun akhirnya terbangun, dia bingung saat tidak mendapati diriku disisnya. Tiba-tiba kurasakan sebuah tangan kekar sudah melingkar apik di pinggang rampingku membuatku terkejut. Dan kulihat dari kaca kamar mandiku tengah berdiri Siwon dengan tubuh yang sama polosnya denganku tengah memelukku erat.

"Bummie, kau kenapa? Apa kau sakit,"tanya Siwon khawatir padaku.

"Aniyo, aku tidak apa-apa Wonnie"elakku padanya. Sementara Siwon sudah menciumi leher jenjangku dari belakang dan megusap-ngusap buah dadaku yang kenyal.

"Wonnie... akhhhhhhh jangan sekarang. Kita harus berangkat kuliah. Cepat mand,i"suruhku pada Siwon yang kini sudah menghentikan aksinya padaku.

"Ne, arasseo honey"ucapnya sambil mencium bibirku sekilas.

"Bagaimana kalau kita mandi bersama hem?"tanya Siwon yang kembali memberi gigitan pada leher putihku .

"Ya! Wonnie pervert. Cepat keluar!" teriakku lantang yang langsung membuat Siwon meninggalkanku seketika itu juga.

To be continued...

Annyeonghaseo readers ^^

Mianhae kalau updatenya lama soalnya sibuk ngurus SNMPTN hehe^^ dan belum beli pulsa modem jadinya ketunda deh untuk update cepet.#ck author ngeles aja kayak bajai =,='

Gimana-gimana untuk chapter ini? Semoga bisa menjawab penasaran anda semua tentang Kyumin cuoplenya. Mian kalau jelek banget and pendek lagi huhuhu T_T

Oh iya yang nunggu lanjutan dari FF You are My Destiny sekarang udah aku post chapter semoga kalian suka ^^. Happy reading ...^^

*RR*

*rikha-chan: aminn ^^. yo'i wonppa dari dulu pervertnya emang gak ilang-ilang tuh ama Bumppa haha ^^ . uda kejawab kan chingu siapa yang nginjek PSPnya Kyu . wahh takutnya kalau dimasukin semua gak bakal selesei-selesaei nih FF soalnya uda ada pemikiran untuk di end. Emm tapi coba nanti dipertimbangin yah ^^. makasi juga uda setia baca and ngereview FF ini. Gomawo ^^ . mind to review again? ^^

*caxiebum: alhamdulillah yah #plak syahroni muncul. Sabar yak chingu pasti nanti mereka akan nikah lagi kok. uda kejawab kan chingu siapa yang nginjek PSPnya Kyu. Jangan bosen-bosen review and baca yak gomawo^^.

*Kim Soo Hyun: haha Gomawo jangan lupa review and baca terus yak ^^.

*wonniebummie: haha mungkin Kibum masih mikir-mikir dulu menghadapi Siwon chingu hehe. Tapi jangan khawatir mereka pasti akan nikah lagi kok ntar. gomawo Chingu ,Jangan lupa baca and review terus yak^^.

*RistaMbum: haha maaf NC-nya kurang soalnya author emang gak jago bikin part NC hehe. uda kejawab kan chingu siapa yang nginjek PSPnya Kyu. Gomawo, Review and baca terus yak ^^

*Fireworks: iah sama-sama chingu ^^. Jeongmal gomawo uda setia nunggu updatenya FF ini and setia baca serta ngereview gomawo^^. Mind to review again? ^^

*bumhanyuk: gimana ya? Apakah dugaan chingu benar? Hehe^^. Staytune aja disini yak chingu. Mind to review again?

*snowysmiles: iyupss bener banget cinta itu buta sampe mereka gak sadar kalau sebenarnya malah dia yang menyakiti wanita pujaan hatinya sendiri. iya chingu emang tuh wonppa otak pervertnya gak bisa ditahan kalau udah liyat bumppa haha^^ #harap maklum. Iya Kyumin dimasukin cerita juga hehe^^ mian jelek. Oi iya mian chingu soal SBDL-nya gak bisa ikut dah soalnya FFnya belum jadi T_T huhuhu

*melly : alhamdulillah yah #plak. . uda kejawab kan chingu siapa yang nginjek PSPnya Kyu. Jangan bosen baca and review yak.

*turtles: sama kayak author dong #plak . gomawo uda review ^^.

*iruma-chan: wahh haha hot yak #ketahuan yadong nih author^^ . emang Siwon ituh luar biasa ampe bikin Kibum gak berkutik karena haha. gomawo uda review^^.

*annie pumpkin: . uda kejawab kan chingu siapa yang nginjek PSPnya Kyu. gomawo uda review^^. Mind to review again.

*shippochan: annyeong chingu salam kenal juga. Huwaa senengnya ada reader baru ^^ Wahh baru nemu nih FF ternyata, nggak papa chingu yang penting sekarang uda baca. Gomawo uda review ^^. iya aku kelas XII chingu, wuihh seneng bisa bertemu dengan tingkatan yang sama. Aminn .. moga kila lulus dengan nilai yang baik yak chingu ^^. gomawo uda review^^. Mind to review again?

*cha: annyeong chingu.. wah senengnya ada reader baru lagi. Iya maaf kalau ada typos disana-sini. Yang disebut changmin di chp 4 bukan minnie Sungmin tapi pelayan setianya Changmin chingu. gomawo uda review^^. Mind to review again?

*abcd:alhamdulillah yak #plak . iya kyumin uda masuk tuh chingu ^^. gomawo uda review^^. Mind to review again?

.

.

Jeongmal gomawo readers ^^

Review please ^^