DISCLAIMER: Saya tidak punya Ojamajo Doremi. Saya suka acara ini, jadi saya memutuskan untuk menulis cerita ini. Ojamajo Doremi adalah acara yang dibuat oleh Toei Animation pada tahun 1999-2004.

Catatan Author: Kita sampai di chapter 6!

Seperti yang sudah disebutkan di chapter 5 kemarin, chapter 6 ini akan menceritakan tentang episode-episode terakhir Ojamajo Doremi Dokkan (pastinya, chapter ini akan jadi chapter yang mengharukan banget ;_;). Chapter ini juga chapter terakhir yang menampilkan Doremi dkk.


Momoko's Life

.

Chapter 6 – Zutto Friend


Waktu berlalu. Hari berganti.

Sudah hampir dua tahun sejak kepindahan Momoko ke kota Misora, dan sudah hampir dua tahun itu pula ia bergabung bersama Doremi dkk mengelola Maho-dou, yang sejak tahun lalu berganti lagi menjadi toko aksesoris bernama Oshare Zakka Maho-dou.

Momoko tersenyum, mengingat apa yang terjadi saat pertama kali ia bertemu dengan Doremi dkk, juga pertemuan keduanya dengan Doremi dikelas mereka saat itu, kelas 5-1. Saat itulah, Doremi, Hazuki, Aiko dan Onpu mengetahui bahwa sebenarnya Momoko melupakan sebagian besar kemampuan berbahasa Jepangnya. Sejak itu pula, mereka saling mengajari satu sama lain (sementara Momoko mengajari Doremi dkk membuat kue, mereka mengajari Momoko bahasa dan kebudayaan Jepang). Doremi bahkan meminta Momoko untuk mengajarinya, juga yang lain, bahasa Inggris.

Meskipun Doremi dkk baru mengenal Momoko saat itu, hubungan persahabatan antara mereka dengannya sama saja seperti hubungan persahabatan diantara mereka berempat sendiri. Mereka sadar bahwa sekarang, mereka bukan hanya berempat, tapi berlima (dan menjadi berenam saat Hana-chan bergabung dengan mereka).

Seperti Hazuki, Aiko dan Onpu, Momoko juga menganggap Pop sebagai adiknya sendiri. Ia juga menganggap Hana-chan sebagai 'anak'nya sendiri, seperti Doremi, Hazuki, Aiko dan Onpu yang merawat Hana-chan sejak ia lahir.

Memasuki kelas enam, di semester terakhir, Momoko punya satu keinginan yang ingin ia wujudkan: membuka toko kue.

'Dengan cara itulah, aku bisa mengenang Majomonroe,' pikirnya, 'Ia akan selalu berada didalam hatiku, sampai kapanpun.'

Suatu hari, Momoko bermimpi. Ia kembali berada di New York dan kembali bertemu dengan Majomonroe. Pada awalnya, ia tidak mengerti apa maksud dari mimpi itu, tapi kemudian, ia tahu apa artinya: ia memang akan kembali ke New York setelah kelulusannya di SD Misora, karena pekerjaan ayahnya di Tokyo telah selesai.

Momoko lalu menyadari apa yang akan terjadi: ia akan berpisah dengan Doremi dkk...


Suatu hari, di Oshare Zakka Maho-dou...

Para ojamajo sedang menonton TV, yang sedang menyiarkan berita tentang rencana Onpu memasuki sekolah privat di Tokyo setelah lulus SD Misora nanti.

"Gomen nasai, minna," ujar Onpu sedih, "Maaf karena aku belum memberitahukannya kepada kalian sebelumnya. Kalian baru mengetahuinya dari berita yang kita tonton barusan."

Hazuki dan Aiko terlihat seperti tidak menerima apa yang terjadi saat itu, tapi mereka tidak bisa mengatakan apa-apa. Mereka juga memiliki rencana yang juga akan membuat mereka berpisah dengan yang lain.

Momoko juga demikian. Rencananya, hari itu dia ingin sekali memberitahukan kepada mereka tentang rencananya kembali ke New York, tapi saat ia mengetahui tentang rencana Onpu, ia mengurungkan niatnya itu.

Doremi hanya tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, Onpu-chan. Kami mengerti keadaanmu. Yang penting, diluar itu semua, kita semua tetap bersahabat kan?"

"Doremi-chan..." kata Onpu, "Minna wa?"

"Yah, kami... juga sependapat dengan Doremi-chan," sahut Aiko, sedikit ragu, "Iya kan, Hazuki-chan? Momo-chan?"

Hazuki dan Momoko mengangguk pelan.

Setelah itu, semuanya kembali normal, setidaknya itu yang terlihat dari aktivitas yang mereka lakukan di Maho-dou...

...tapi didalam hati mereka, siapa yang tahu?


Sore itu, Momoko pulang dengan hati yang bimbang. Ia takut akan melukai perasaan yang lain saat ia memberitahu soal rencananya itu.

"Apa yang harus kulakukan?" katanya pada diri sendiri, "Bagaimana kalau mereka tidak bisa menerima keputusanku?"

Tapi kemudian, ia teringat apa yang dikatakan Doremi saat di Maho-dou tadi...

"Tidak apa-apa, Onpu-chan. Kami mengerti keadaanmu. Yang penting, diluar itu semua, kita semua tetap bersahabat kan?"

"Doremi-chan..." ujar Momoko, "Aku bisa meminta tolong padanya."

Momoko lalu berniat mengadakan pesta dirumahnya, dan di pesta itu, ia akan memberitahukan kepada yang lain tentang rencananya. Ia memberitahukan tentang pesta itu kepada kedua orangtuanya, dan mereka setuju.

Momoko membuat lima lembar undangan untuk Doremi, Hazuki, Aiko, Onpu dan Hana-chan. Khusus untuk Doremi, Momoko menambahkan pesan agar ia datang lebih awal dari yang lainnya.

'Mungkin ini terkesan aneh,' pikir Momoko, 'tapi aku tahu, ini yang terbaik.'

Momoko yakin bahwa Doremi bisa membantunya berbicara dengan yang lain tentang kepulangannya kembali ke New York, karena Doremi adalah teman sekelas terdekatnya disini.

Setelah membuat undangan tersebut, Momoko lalu mengirimkannya dengan menggunakan sihir.

Pada awalnya, Doremi kebingungan menerima undangan itu.

"Kenapa Momo-chan menyuruhku datang duluan?" tanyanya pada diri sendiri, "Memangnya apa yang ingin dikatakannya?"

Dihari yang telah ditentukan untuk merayakan pesta itu, Doremi datang seperti yang diinginkan Momoko: ia datang lebih awal dari yang lainnya.

"Doremi-chan, terima kasih telah datang kemari," ujar Momoko, "Ayo masuk. Aku sedang membuat kue untuk kita."

"Baiklah," ujar Doremi sambil mengikuti Momoko ke dapur, "Tapi Momo-chan, kenapa kau menyuruhku datang duluan? Ada apa?"

Saat mereka sampai di dapur, Momoko berbalik dan menatap Doremi dengan mata hijaunya yang mulai meneteskan air mata, "Setelah kelulusan kita dari sekolah, aku akan kembali ke New York."

"Begitu ya?" sahut Doremi pelan, "Kau akan kembali kesana?"

Momoko mengangguk, "Iya, dan kau adalah orang pertama yang kuberitahu tentang hal itu."

"Doushite?"

Momoko lalu memeluk Doremi, "Karena kau adalah teman pertamaku disini. Kau yang pertama kali menyapaku di kelas saat hari pertamaku disana. Lagipula, kau juga yang terbijak diantara yang lainnya."

"Apa yang kaukatakan?" Doremi tertawa kecil, "Aku tak sebijak itu."

"Tapi menurutku, kau seperti itu," Momoko melepaskan pelukannya, masih memegang bahu Doremi, "Karena itu, aku butuh bantuanmu untuk memberitahukan kepada yang lain tentang hal itu. Aku takut kalau mereka akan marah kalau tahu aku akan pindah."

"Mereka tidak akan marah. Mereka akan mengerti," Doremi berusaha menenangkan Momoko, "Kita ini kan sahabat baik."

"Doremi-chan..."

"Kau tenang saja," ujar Doremi, "Yah... kalau menurutmu, aku bisa membantumu mengatakan itu semua kepada mereka, aku akan membantu, tapi aku juga yakin kalau tanpa aku membantumu pun... mereka akan mengerti keadaanmu."

"Benarkah?"

Doremi mengangguk, "Tadi kan aku sudah bilang. Kita ini sahabat baik. Mereka pasti akan mengerti."

Ia lalu dengan cepat menambahkan, "Ah ya, tadi katamu, kau sedang membuat kue untuk kita ya? Boleh kubantu?"

"Ah, boleh saja," Momoko mengusap air matanya, "Ayo."

Mereka lalu bekerja sama membuat kue yang dimaksud Momoko tadi.

Seperti apa yang dikatakan Doremi sebelumnya, Hazuki dan yang lainnya mengerti akan keputusan Momoko yang akan kembali ke New York, dan itu membuat Momoko merasa lega...

Setidaknya, sampai apa yang terjadi menjelang upacara kelulusan mereka dari SD Misora. Doremi tidak datang ke upacara itu. Bahkan, ia malah mengurung diri di Maho-dou.

Majorika datang dan menghentikan waktu, juga memberitahu Hazuki, Aiko, Onpu, Momoko dan Hana-chan tentang Doremi. Atas izin dari Yuki-sensei yang ternyata adalah Jou-sama, mereka lalu menyusul Doremi ke Maho-dou.

Di dalam Maho-dou, Doremi membayangkan kalau upacara kelulusan akan berlangsung tanpanya. Ia merasa bahwa itu lebih baik daripada ia disana, tapi kemudian tahu kalau para sahabatnya akan pergi meninggalkannya sendiri.

"Tamaki pasti akan berpidato..." isaknya, "Setelah itu, Momo-chan akan jadi yang pertama yang mendapatkan ijazahnya..."

"Aku nggak akan menerima ijazahku kalau kamu nggak ada, Doremi-chan," sahut Momoko yang sudah berada di halaman depan Maho-dou bersama Hazuki, Aiko, Onpu dan Hana-chan, "Apa yang kaulakukan disini?"

"Kalian pikir aku tidak tahu apa yang akan kalian lakukan? Kalian mau meninggalkan aku sendiri kan?"

"Tidak."

"Lalu kenapa kalian sama-sama berencana untuk pergi? Untuk meninggalkan aku sendiri disini? Sahabat macam apa kalian itu?"

"Doremi-chan, kenapa kau bicara begitu?" balas Momoko, "Kau sendiri bilang kalau dimanapun kita berada, kita akan tetap jadi sahabat baik. Ada apa denganmu?"

"Ini sudah lebih dari cukup! Aku masih bisa terima kalau tidak semua diantara kalian yang pergi, tapi kenyataannya? Kalian pasti melakukan ini karena kalian membenciku kan?"

"Kami tidak bermaksud begitu. Kami..."

"Tinggalkan saja aku sendiri disini!"

"Mou, baiklah kalau Doremi masih ingin disana..." Hana-chan lalu mengeluarkan bola kristalnya, tapi kemudian Aiko mendorongnya sampai jatuh, karena ia tahu bahwa teman seangkatan mereka yang lain juga para guru mereka sudah berada disana.

Mereka semua berusaha supaya Doremi mau keluar, dan terus meyakinkannya kalau mereka tidak membencinya, sampai pada akhirnya...

"Doremi-chan, kalau tidak ada kau, aku akan membenci Jepang," ujar Momoko, "Sejujurnya, dulu aku tak ingin pindah kemari, tapi karena ada kau, semuanya berubah. Aku merasa beruntung pindah kemari dan memiliki sahabat yang baik sepertimu. Kau sahabat terdekatku disini... Thank you, Doremi-chan."

"Momo-chan..."

Onpu, Aiko dan Hazuki juga mengatakan hal yang kurang lebih sama seperti apa yang Momoko katakan, bahwa mereka beruntung memiliki sahabat seperti Doremi. Hazuki bahkan mengancam kalau ia juga tidak akan mengikuti upacara kelulusan kalau Doremi masih tidak mau keluar juga dari sana.

Doremi baru mau keluar saat Hana-chan mengancam akan menggunakan sihirnya didepan semua orang yang ada disana. Ia lalu disambut oleh Hana-chan dengan sebuah pelukan hangat.


Setelah kejadian itu, semua terjadi sesuai rencana. Tentunya, Momoko kembali ke New York bersama kedua orangtuanya. Doremi, Hazuki, Aiko dan Onpu mengantar keluarga Momoko sampai ke bandara internasional Tokyo.

"Momo-chan," kata Doremi, "Jangan lupakan kami ya?"

Momoko mengangguk, "Pasti."

Momoko lalu pergi, kembali menuju New York bersama orangtuanya.


Catatan Author: Oke, kelihatannya saya disini banyak melakukan pengulangan kata ya? Yah, bisa dibilang, saya nggak tahu lagi kata-kata lain yang bisa saya pakai disini. :P

Disini kurang lebih saya nulis apa yang terjadi di Ojamajo Doremi Dokkan episode 47 dan 51 (tapi, berhubung saya baru nonton kedua episode itu di youtube, saya masih belum terlalu yakin kalau ceritanya tepat seperti itu atau nggak, jadi saya minta tolong, kalau ada yang tahu tentang kedua episode itu dan menemukan sesuatu yang salah dari apa yang saya tulis, dimohon untuk kasih tahu saya lewat review ya?).

Saya juga tahu, kalau disini, kayaknya saya juga nambahin banyak banget perannya Doremi disini, tapi kalau diperhatikan lebih baik lagi, sebenarnya saya nulisnya tentang hubungan persahabatannya Doremi & Momoko juga.

Chapter depan adalah chapter terakhir, dimana Momoko akan meraih impiannya membuka toko kue untuk mengenang Majomonroe. Tunggu saja ya?

Masih mau ngingetin aja, kalau bentar lagi akan ada event yang spesial dan spektakuler (lebai) untuk semua karya fanfiksi berbahasa Indonesia juga para authornya. Apalagi kalau bukan Indonesian Fanfiction Awards 2011! Ikut berpartisipasi ya?

Kali ini, sampai disini dulu ya? Jangan lupa RnR.