~oOo~ { READ MY BIO FIRST BEFORE YOU READ MY OWN FANFICT } ~oOo~
"Hiks Umma.. maafkan aku" ucap Baekhyun yang sudah meneteskan airmatanya sambil memeluk erat tubuh sang Umma.
"Kenapa kau berada disini? Umma tau jika kau takut dengan Rumah Sakit. Cepat pergi darisini nak" ucap Umma Baekhyun dengan lemah.
"Bukan saatnya untuk membicarakan hal itu Umma.. hiks! Kenapa Umma tidak pernah mengatakan padaku jika Umma merasa kesulitan?" isak Baekhyun.
"Umma akan sulit jika melihatmu harus terus merasa ketakutan jika kau berada di dekat Umma, Baek"
Baekhyun menggeleng kuat.
"Maafkan aku, dan kenapa Umma tidak mengatakan padaku jika Umma mengalami penyakit jantung? Hiks!"
"Umma hanya ingin yang terbaik untukmu dan Umma ingin kau fokus dengan kuliahmu.." lirih sang Umma yang juga sudah meneteskan airmatanya.
"Tidak Umma.. mulai saat ini aku akan berhenti kuliah dan mencari pekerjaan. Aku akan kembali kerumah dan membantu Umma untuk mencari uang.."
Sang Umma terdiam dan menatap Kai yang sedari tadi berdiri disana berusaha untuk memberitahu Kai jika sang Umma baik-baik saja. Kai yang mengerti akan permintaan Umma Baekhyun langsung menghampiri Baekhyun dengan mengusap-usap punggung Baekhyun dengan lembut.
"Baekhyun.. Umma mu tidak akan senang jika kau berhenti kuliah"
Baekhyun melepaskan pelukannya pada sang Umma dan berganti menatap Kai.
"Tapi maafkan aku Kai. Aku rasa aku telah banyak menyusahkanmu, dan kali ini saja aku mohon.. aku ingin kembali kerumahku yang dulu dan hidup bersama Ummaku" ucap Baekhyun dengan pandangan memohonnya.
Kai tersenyum maklum lalu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah jika itu keputusanmu. Aku pun merasa tidak tega meninggalkanmu sendirian di apartemen itu, tetapi jangan pernah kau berhenti kuliah"
Baekhyun tersenyum dan meraih kedua tangan Kai.
"Terima kasih, Kai. Kau adalah malaikat pelindungku.."
.
.
.
~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~
.
.
.
Author:
Yuta CBKSHH
Tittle:
100 SECONDS (CHANBAEK)
Main Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Support cast:
Kim Jong In a.k.a Kai
Do Kyungsoo a.k.a Kyungsoo
Others cast (EXO's members)
Rating:
M ++
Genre:
Angst, Romance, Drama, Hurt/Comfort
Length:
Chaptered
Disclaimer:
Fanfict yang terinspirasi dari film Taiwan yang berjudul "MARS", tapi untuk beberapa scene dan adegan sangat jauh berbeda dengan film tersebut. Bisa dibilang ini adalah hasil remake dari film tersebut. Yuta bikin ChanBaek versionnya. Di tulis oleh Yuta sendiri dan di bantu oleh overdose6104 (ig : selirnyaparkchanyeol). PLAGIARISM ISN'T MY STYLE! NO COPAST! NO PLAGIAT! Semoga kalian suka dan bisa menerima cerita ini dengan baik ^^
Warning:
BL-BoysLove / YAOI / SHOUNEN-AI / HUBUNGAN SESAMA JENIS. MATURE CONTENT INSIDE! NC-21! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN. ENJOY IT!
Summary:
ChanBaek True Love Story. Perjalanan cinta Chanyeol dan Baekhyun. "Dengan alasan mencintaimu, tidak ada hari dimana aku tidak mencintaimu" (CHANBAEK) Slight Official Pairing! RnR!
Backsong:
Navi ft. Kebee of Eluphant - Incurable Disease
~~ HAPPY READING ~~
.
.
.
"Chanyeol.. kenapa kau mengajakku kesini?" lirih Baekhyun ketika ia menyadari jika Chanyeol membawanya ke atap kampus yang merupakan tempat favorite Chanyeol untuk membolos mata pelajaran kuliah.
Baekhyun mendudukkan dirinya disamping Chanyeol yang sudah membaringkan tubuhnya menatap awan yang sedikit mendung tersebut. Baekhyun saat ini hanya mampu menuruti apa yang Chanyeol lakukan padanya dan tidak pernah melayangkan protes sedikitpun, karena ia yakin jika selama ia bersama lelaki tampan ini, ia akan selalu aman.
"Aku ingin menunjukkanmu tempat yang indah untuk berbagi cinta" goda Chanyeol sambil tertawa kecil. Membuat Baekhyun sedikit merengut karena Chanyeol selalu saja berhasil membuat pipinya merona. Kemudian Baekhyun ikut membaringkan tubuhnya disamping Chanyeol dengan menyandarkan kepalanya pada lengan Chanyeol. Baekhyun meringkuk disana sambil memeluk tubuh Chanyeol.
Baekhyun memejamkan matanya sejenak dan menghela nafasnya. Ternyata benar, ini memang terasa sangat menyenangkan dan menenangkan. Begitu indah dan ini adalah pengalaman pertamanya berbaring di atap sekolah sambil memandangi langit yang berjalan dengan perlahan diatas sana. Juga..
Bersama seseorang yang dikasihinya berada disampingnya, membuatnya ingin selalu seperti ini dan berharap ia mampu menghentikan waktu lebih lama lagi menikmati ketenangan ini.
"Kau selalu berhasil membuatku nyaman, Chanyeol" ucap Baekhyun lemah.
Chanyeol tersenyum dan ia memeluk tubuh Baekhyun di bagian lengan agar ia bisa mendekap tubuh mungil kekasih cantiknya tersebut dalam posisi berbaring seperti ini. Kemudian ia kecup puncak kepala Baekhyun dengan sayang sambil sedikit mengusap-usapnya.
"Aku tidak pernah bertemu dengan seseorang yang sangat amat cantik seperti dirimu, Baek. Dan aku akan selalu menjaga seorang yang amat aku cintai itu dengan seluruh tenaga yang aku miliki hingga aku mati sekalipun. Terima kasih kau telah hadir didalam hidupku, Baekhyun"
Baekhyun tertawa kecil mendengar kalimat romantis yang baru saja di ucapkan oleh Chanyeol. Kemudian ia mengeratkan pelukannya dan menggesek-gesekkan wajahnya pada dada Chanyeol.
"Kau yang pertama untukku. Dan aku harap tidak ada orang lain yang mampu menggantikanmu di hatiku" balas Baekhyun tak kalah manis.
Chanyeol tiba-tiba bangkit menjadi posisi terduduk dan itu membuat Baekhyun mau tidak mau bangkit terduduk juga.
"Yasudah, jika begitu kita menikah saja" ucap Chanyeol sangat antusias.
Baekhyun menunduk lemah. Sebenarnya ia memang ingin sekali menikah dengan Chanyeol dan hidup bahagia selamanya, namun bukankah ini terlalu cepat? Dan juga mereka bahkan belum mengenal keluarga masing-masing. Baekhyun takut jika ia tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Chanyeol yang notabenenya berasal dari keluarga yang kaya raya. Walaupun Ayah Chanyeol mengatakannya sendiri padanya jika ia senang Chanyeol menjalin hubungan dengannya, tetapi siapa yang akan sangka jika nanti akan ada hal buruk terjadi padanya jika ia terus mempertahankan hubungannya dengan Chanyeol?
"Menikah tidak semudah yang kau bayangkan, Chan. Aku belum mengenal keluargamu dan kau belum mengenal keluargaku. Aku ingin mengatakan hubungan kita pada Umma, tetapi aku tidak mampu mengatakannya.."
Chanyeol menangkup wajah cantik Baekhyun menyuruh Baekhyun untuk menatap matanya, dan dituruti oleh Baekhyun.
"Kau sudah kembali ke rumahmu yang dulu bersama Umma mu bukan? Aku bisa datang kesana dan berbicara pada Ummamu jika aku sangat mencintai putranya"
"Mungkin Umma akan menerima. Tetapi aku tidak yakin jika keluargamu bisa menerimaku"
"Jadi apa kau ragu padaku sekarang?"
Baekhyun menggeleng dengan cepat.
"Bukan itu maksudku.."
"Jadi?"
"Hanya saja.. aku tidak memiliki kepercayaan diri"
Baekhyun kembali menunduk dan terpaksa membuat Chanyeol menarik dagu Baekhyun untuk kembali menatapnya.
"Sepertinya aku harus menunjukkan jika aku benar-benar mencintaimu, Baek"
Kemudian Chanyeol memiringkan kepalanya mendekati wajah Baekhyun dan mengecup bibir Baekhyun dengan lembut. Sontak Baekhyun membulatkan matanya dan tiba-tiba jantungnya berdegup dengan sangat keras. Namun tidak beberapa lama kemudian, perlahan ia memejamkan kedua matanya untuk merasakan kelembutan yang Chanyeol berikan padanya. Ini sangat mendebarkan dan juga menyenangkan. Ia sangat menyukainya.
Cpkh
Akhirnya tautan itu terlepas ketika Chanyeol merasa nafas Baekhyun mulai menipis. Lalu Chanyeol ingin melayangkan satu pertanyaan lagi pada Baekhyun agar Baekhyun tidak meragukan cintanya lagi.
"Apa kau merasakannya? Apa kau tau jika aku mencintaimu?"
Baekhyun mengangguk kecil dan Chanyeol tersenyum mendapatkan respon baik dari Baekhyun.
"Um.. Chan"
"Iya?"
"Aku akan menunjukkanmu alamat rumah ku setelah kita pulang kuliah nanti" cicit Baekhyun.
"Baiklah. Tetapi setelah kau ikut bersamaku ke suatu tempat"
"Kemana?" tanya Baekhyun.
"Ketempat dimana kau menciumku lebih dulu" ucap Chanyeol sambil mencubit kecil hidung mungil Baekhyun.
Blush!
Baekhyun langsung merona hebat ketika ia menyadari apa yang ia lakukan beberapa waktu lalu saat dirinya dan Chanyeol berada di tepi pantai. Baekhyun mencium Chanyeol lebih dulu dan ia tidak akan mungkin melupakan moment itu sampai kapanpun.
.
.
.
~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~
.
.
.
"Entah kenapa aku lebih suka melihatmu tersenyum daripada berdiam diri seperti itu" ucap Kai saat dirinya baru saja menjemput Kyungsoo di bandara.
Ya, Kyungsoo memutuskan untuk kembali ke Korea karena ia tidak ingin Kai menyusulnya ke Amerika. Menurutnya itu terlalu beresiko dan lebih baik ia mempercepat kepulangannya kembali ke tanah kelahirannya. Kyungsoo bahkan baru menyadari jika Kai adalah orang yang pemaksa, terbukti saat ini Kai memaksa untuk menjemputnya dibandara padahal ia bisa meminta supir untuk menjemputnya. Tetapi sepertinya Kai bukan orang yang mudah menyerah karena terus mendesaknya untuk pulang bersama.
"Tetapi aku berterimakasih padamu karena kau mau menerima tawaranku" lanjut Kai karena tidak kunjung mendapat respon dari Kyungsoo.
Akhirnya Kyungsoo menolehkan kepalanya pada Kai dan memandang Kai yang masih fokus mengemudi.
"Sebenarnya apa alasanmu sehingga begitu antusias ingin cepat-cepat bertemu denganku, Kai?" tanya Kyungsoo karena ia mulai merasakan ada sesuatu yang tumbuh didalam hatinya.
"Bukankah kita sering melakukan komukasi melalui skype? Aku kira aku sudah menjadi temanmu sekarang" jawab Kai masih dengan senyuman menawannya.
"Ya, kau adalah temanku. Tetapi aku merasa jika aku terlalu merepotkanmu"
"Aku tidak pernah merasa keberatan"
Kyungsoo yang sedari tadi memperhatikan jalanan, tiba-tiba mengernyitkan wajahnya karena ini bukanlah arah menuju rumahnya. Kyungsoo langsung menatap Kai dengan pandangan bertanyanya.
"Kau ingin mengajakku kemana?" tanya Kyungsoo.
"Bukankah aku sudah mengatakan padamu jika aku ingin berbicara sesuatu denganmu?" bukannya menjawab, Kai justru melayangkan sebuah pertanyaan balik pada Kyungsoo.
"Sedari tadi kita sudah bicara, Kai"
"Tetapi aku ingin berbicara berdua saja denganmu di tempat yang indah"
Deg!
Jantung Kyungsoo tiba-tiba berdetak dengan keras ketika ia teringat dengan percakapan telepon mereka saat Kai mengatakan padanya ingin mengatakan sesuatu secara langsung. Jadi.. apakah yang dikatakan oleh Kai pada waktu itu adalah serius?
Kyungsoo hanya mampu menundukkan kepalanya memikirkan apa yang akan terjadi padanya nanti. Namun ketika ia mengangkat kepalanya kembali, ia langsung tercengang karena pemandangan yang sangat indah sudah tertangkap oleh indera penglihatannya.
Pantai.
Wow~ Kyungsoo langsung membulatkan matanya terpukau ketika mereka sudah hampir mendekati pantai tersebut. Kyungsoo bahkan sedikit menganga karena rasa takjub melihat pantai yang ternyata akan sangat indah jika ia nikmati pada waktu sore hari seperti ini. Hingga akhirnya Kai menepikan mobilnya di bawah pohon kelapa yang besar dan berhenti disana.
Baru saja Kyungsoo ingin menolehkan kepalanya kembali, tubuhnya tiba-tiba terasa kaku karena wajah Kai sudah berada dekat sekali dengan wajahnya. Pipi Kyungsoo langsung merona hebat dan Kai tersenyum lalu menunduk untuk melepaskan sabuk pengaman milik Kyungsoo.
Ugh! Kenapa kau bersikap aneh seperti ini hanya karena senyuman seorang Kim Jong In, Kyung?
Klik
"Jja, kita turun"
Dengan kaku Kyungsoo turun dari mobil Kai dan mengikuti arah langkah Kai yang sudah mendekati bibir pantai. Kyungsoo sempat mengembangkan senyumannya ketika ia merasakan hembusan angin membelai wajahnya dengan lembut. Begitu menyegarkan dan Kyungsoo serasa tengah berada di atas awan saat ini.
Tanpa Kyungsoo ketahui, Kai terus saja memperhatikan wajah Kyungsoo dan menatapnya dengan intens. Membuat Kai semakin yakin untuk memiliki lelaki mungil bermata bulat tersebut. Kai berjalan mendekati Kyungsoo dan berdiri tepat di hadapannya.
"Kyungsoo. Tetaplah tersenyum seperti itu.."
".. untukku"
Deg!
Kyungsoo segera membuka matanya dan betapa terkejutnya ia ketika Kai ternyata sudah berdiri di hadapannya.
Grep
Dengan cepat Kai meraih kedua tangan Kyungsoo lalu menggenggamnya cukup erat.
"Kau menyukainya? Kau menyukai pantai ini" tanya Kai karena ia menyadari jika Kyungsoo sedikit kurang nyaman dengan perkataannya tadi.
Kyungsoo mengangguk kecil dan berusaha untuk menyembunyikan degupan di jantungnya.
"Ne. Tempat ini begitu cantik" lirih Kyungsoo.
"Dan aku rasa ini adalah saatnya aku mengatakan padamu apa yang belakangan ini terus menganggu pikiranku"
Kyungsoo menatap mata Kai yang juga menatap matanya. Entah kenapa ia begitu terpaku dengan tatapan mata tajam Kai yang begitu menariknya untuk menatap dalam waktu yang lama seperti ini.
"Sekarang kau sudah berada di hadapanku dan aku mohon kau mendengarkan semua yang aku katakan padamu. Mungkin kau akan terkejut setelah mendengar ini, tetapi aku memang tidak mampu membohongi perasaanku lagi jika aku begitu tertarik padamu. Saat malam itu, aku merasakan hal lain yang tak normal didadaku ketika kau menangis di pelukanku. Dan aku begitu menyesal ketika dengan cepat kau pergi meninggalkanku.."
".. dan saat ini, tidak ada alasan untuk menundanya lagi. Aku.. menyukaimu Do Kyungsoo dan mau kah kau menjadi kekasihku?"
Kyungsoo langsung memutuskan kontak mata mereka dan menunduk dalam.
Inilah yang paling di takutkan oleh Kyungsoo. Ia yakin jika Kai akan mengatakan hal ini padanya. Jujur saja ia memang menyukai Kai pada saat itu. Tetapi ia memiliki alasan lain untuk menyangkal ini semua..
Ia bukanlah orang yang baik dan bersih. Bahkan Kyungsoo sudah menyerahkan harga dirinya pada Chanyeol, dan apakah itu terdengar pantas jika ia bersanding dengan Kai?
Kai adalah lelaki yang sangat baik dan begitu sempurna. Dan juga, Kai pasti mampu mendapatkan yang lebih baik daripada dirinya.
"Aku tidak perduli jika kau adalah mantan kekasih Chanyeol dan akupun tidak tau apa kau masih mencintainya atau tidak. Saat ini aku ingin mengatakan padamu jika aku mencintaimu. Dan aku siap menerima apapun jawaban yang akan kau berikan padaku nanti" ucap Kai dengan penuh keyakinan.
Kyungsoo terdiam sejenak memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan pada Kai. Jujur saja ia pun merasakan hal yang sama pada Kai, tetapi entah kenapa masih ada sedikit keraguan di dalam hatinya untuk mengatakan 'iya' dan menjadi kekasih Kai. Kyungsoo merasa bingung saat ini, tetapi kemudian ia berpikir sekali lagi jika kesempatan ini belum tentu akan datang untuk yang kedua kalinya. Jadi, ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.
'Kumohon lakukan sesuatu agar aku mampu menjawab iya' batin Kyungsoo.
"Kyungsoo.. jadilah kekasihku hingga kita menikah dan jadilah pendamping hidupku selamanya"
Deg
Deg
Deg
Jantung Kyungsoo semakin berdebar dengan keras ketika Kai mendekatkan wajah mereka. Kyungsoo kira Kai akan segera menciumnya tepat dibibir, tetapi di luar dugaan, Kai justru hanya mengecup dahinya singkat dan itu membuat hati Kyungsoo terasa menghangat seketika karena mendapatkan perlakuan romantis dari seorang lelaki untuk yang pertama kalinya.
Di tepi pantai dengan hembusan angin laut yang menenangkan dan juga suasana yang membuat Kyungsoo merasa seperti berada di surga saat ini.
Bersama lelaki yang mampu membuat jantungnya berdebar begitu keras tanpa henti seperti ini dan juga..
Kecupan lembut yang Kai daratkan di dahinya begitu jelas membuktikan betapa besar rasa sayang Kai terhadapnya.
Cukup lama Kai mengecup dahi Kyungsoo, hingga akhirnya Kai memutuskan untuk melepaskan kecupannya dan beralih menatap Kyungsoo kembali untuk meminta jawaban.
"Kai.."
Tes
Kyungsoo menteskan airmatanya dan menundukkan kepalanya dalam-dalam karena ia merasa begitu bingung saat ini.
"Kenapa kau menangis?" tanya Kai begitu khawatir sambil menangkup wajah Kyungsoo.
"Aku juga mencintaimu Kai. Tetapi aku tidak yakin jika aku mampu membuatmu bahagia. Aku tidak ingin membuatmu kecewa.. hiks!" ucap Kyungsoo sambil terisak masih enggan menatap Kai.
"Jika aku sudah menyatakan cintaku seperti ini pada seseorang, itu berarti aku sudah siap menerima apapun resiko yang akan kuterima nanti. Aku sudah memikirkan hal ini dan aku memang tidak bisa untuk membohongi diriku sendiri jika aku sangat-sangat mencintaimu" jelas Kai.
"Aku hanya tidak ingin mengecewakanmu. Aku bukanlah orang baik dan aku tidaklah pantas untukmu.. hiks! Kau adalah lelaki yang terlalu baik Kai"
"Kyungsoo. Aku mengajakmu kesini bukan untuk melihatmu menangis. Aku ingin kau terus tersenyum padaku seperti yang kau lakukan tadi. Jika kau memang tidak bisa menerimaku, kau tidak perlu menangis seperti ini. Aku bisa memahaminya, Kyung-"
Srek
Grep
CUP!
Kai membelalakkan matanya ketika Kyungsoo tiba-tiba menarik lehernya dan mengecup bibirnya dengan kuat. Kyungsoo harus melakukan hal ini untuk menghentikan ucapan Kai dan ia hanya ingin Kai tau jika ia juga mencintainya. Kyungsoo juga mencintai Kai. Mereka saling mencintai. Lalu apa yang salah dengan kondisi ini?
Kyungsoo terus menyesap kuat bibir Kai sambil memejamkan matanya menikmati degupan yang menyenangkan didada bagian kirinya. Airmata masih mengalir dari mata owl itu tidak peduli jika Kai sudah menghapusnya berkali-kali. Bahkan Kai sedikit membalas lumatan Kyungsoo dan tidak munafik jika Kai juga menikmati penyatuan bibir mereka.
'Saranghae Kai..'
Ciuman Kyungsoo melemah dan kemudian menurunkan kedua tangannya menggantung di sisi kanan dan kiri tubuhnya hingga ciuman itu terlepas. Lalu ia kembali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Kumohon katakan sesuatu.." ucap Kai.
"Aku juga mencintaimu dan aku ingin hidup bersama denganmu selamanya.."
"..tetapi maafkan aku karena aku tidak bisa menyerahkan diriku untuk yang pertama kalinya bagimu" lirih Kyungsoo.
Demi Tuhan Kai sudah memikirkan hal itu selama ini. Jujur saja ia amat sangat kecewa karena Kyungsoo sudah menyerahkan dirinya pada orang lain, tetapi menurut Kai itu tidak akan menjadi penghalang untuk cintanya yang begitu besar terhadap Kyungsoo.
Ia bisa menerima kondisi Kyungsoo saat ini, berarti ia juga harus bisa menerima masa lalu Kyungsoo. Tetapi setidaknya peluangnya saat ini begitu besar untuk menjadi yang terakhir bagi Kyungsoo.
"Aku menerima apapun kondisimu saat ini karena aku ingin menjadikanmu satu-satunya didalam hidupku"
Blush
Baekhyun merona di balik tubuh tinggi Chanyeol ketika ia menyaksikan Kai dan Kyungsoo berciuman disana. Ya, Chanyeol membawanya kembali ke pantai ini karena Kai yang menyuruhnya untuk datang kesini. Dan dengan apa yang dilihatnya saat ini , Chanyeol mulai bisa mengerti jika tujuan Kai sebenarnya adalah ingin menunjukkan padanya jika ia tidak akan merebut Baekhyun darinya dan membuktikan jika ia telah mencintai orang lain yaitu Kyungsoo.
Entah kenapa Chanyeol merasa lega jika Kyungsoo menjadi kekasih Kai, karena ia pikir Kai akan membawa Kyungsoo pada kehidupan yang lebih baik agar tidak mengulangi kesalahannya dimasa lalu. Kyungsoo begitu serasi ketika berada di dekat Kai, dan Chanyeol berharap Kai akan menjaga Kyungsoo dengan baik seperti yang ia lakukan selama ini terhadap Baekhyun.
Sedangkan Baekhyun disana merasa senang sekaligus terharu karena Kai ternyata memiliki seseorang yang ia cintai. Dan ia juga merasa senang jika orang itu adalah Kyungsoo. Ia yakin Kyungsoo adalah orang yang baik, dan Kai memang sangat tepat untuk Kyungsoo.
Jadi?
"Hey cantik, kenapa terus merona seperti itu eoh? Apa kau tidak ingin kita melakukan hal seperti yang di lakukan oleh Kai dan Kyungsoo juga hm?" ucapan Chanyeol membuat Baekhyun sedikit terlonjak kaget. Kali ini pipi Baekhyun bertambah merona dan jantungnya kembali berdetak ketika Chanyeol menarik tangannya menuruni motor besar itu untuk menghampiri pasangan yang masih hangat tersebut.
Apakah ini akan menjadi kencan ganda?
"Lama tidak berjumpa denganmu, Kyung"
Kyungsoo langsung menolehkan kepalanya ketika mendengar suara Chanyeol yang tengah berjalan ke arahnya, dan Kyungsoo seketika membulatkan matanya ketika melihat Baekhyun juga berada disana. Dengan cepat Kyungsoo berlari dan memeluk tubuh Baekhyun dengan sangat erat. Airmata yang sempat terhenti kembali mengalir dan membasahi wajahnya dengan sangat cepat. Membuat Baekhyun hampir saja terhuyung kebelakang namun akhirnya ia membalas pelukan Kyungsoo tak kalah erat.
"Maafkan aku Baekhyun. Aku benar-benar menyesal telah melakukan hal itu terhadapmu. Kumohon maafkan aku.." ucap Kyungsoo sambil terisak.
Baekhyun sedikit melirik kearah Chanyeol dan Kai, lalu Baekhyun menganggukkan kepalanya mendapatkan respon berupa senyuman dari dua lelaki tinggi yang sedari tadi memperhatikan mereka. Tangan Baekhyun terangkat untuk mengusap punggung Kyungsoo dan perlahan mengeluarkan suaranya.
"Aku sudah memaafkanmu. Berkatmu, aku bisa menghilangkan rasa traumaku. Aku harap kita bisa menjadi sahabat karena kekasihmu adalah malaikat pelindungku" lirih Baekhyun dengan sangat lembut.
Kyungsoo mengangguk cepat.
"Aku akan menjadi sahabatmu. Dan kau tidak perlu khawatir karena aku sudah memiliki Kai dan aku tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu lagi. Aku sungguh menyesalinya"
Baekhyun mengangguk.
"Hiduplah menjadi lebih orang yang lebih baik lagi"
"Tentu"
.
.
.
~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~
.
.
.
Ting tong~
Umma Baekhyun menolehkan kepalanya ketika mendengar suara seseorang yang menekan bel rumahnya. Sejenak ia menghentikan aktivitasnya memasak dan berjalan untuk membukakan pintu. Ah, mungkin saja itu adalah Baekhyun yang baru saja pulang dari kampusnya.
Ting tong~
"Tunggu sebentar"
Cklek
Deg!
"Selamat malam. Bagaimana kabarmu?"
"C-choi Seunghoon?"
"Iya ini aku. Kau masih mengingatku bukan?"
"U-untuk apa kau datang kesini?"
Dengan cepat Seunghoon meraih kedua tangan Umma Baekhyun dan menatapnya dengan pandangan yang memohon.
"Aku ingin meminta maaf atas kesalahanku di masa lalu. Kumohon izinkan aku kembali kerumah ini dan menjadi bagian dari keluarga ini lagi"
"Semudah itu kau mengatakan maaf? Tidakkah kau tau bagaimana terguncangnya Baekhyun setelah kau memperkosanya?"
"Maka dari itu aku ingin meminta maaf padanya. Aku benar-benar menyesal"
Umma Baekhyun menunduk dan sedikit terisak karena ia bingung dengan apa yang harus ia lakukan sekarang. Jujur saja ia sangat mempercayai Seunghoon, tetapi ia tidak bisa menjamin jika Baekhyun akan baik-baik saja ketika ia kembali bertemu dengan Ayah tirinya. Mungkin ini adalah pilihan yang terbaik, ia akan memberi satu kali kesempatan lagi untuk Seunghoon dan berharap agar ia bisa kembali rujuk karena jujur saja ia sudah tidak sanggup bekerja seorang diri untuk memenuhi kebutuhannya dan juga Baekhyun.
"Baiklah. Aku mengizinkanmu untuk meminta maaf padanya, tetapi kau tidak boleh menyakiti Baekhyun sedikitpun"
.
.
.
~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~
.
.
.
"Kau ingin mampir?" tanya Baekhyun pada Chanyeol saat ia sudah turun dari motor besar Chanyeol.
Setelah sedikit mengobrol dan membicarakan tentang hubungan mereka berempat di pantai tadi, mereka sudah merasa jika masalah yang pernah terjadi di antara mereka di masa lalu sudah selesai. Tidak ada yang perlu di bahas lagi dan mereka saat ini bersahabat. Chanyeol memutuskan untuk mengantar Baekhyun hingga kerumahnya seperti yang Baekhyun katakan tadi jika Baekhyun akan menunjukkan rumahnya yang sekarang. Dan kini Chanyeol sudah mengetahuinya dan ia merasa senang karena bisa mengantarkan Baekhyun sampai kerumah dalam keadaan selamat.
"Masuklah dan segera istirahat. Kita akan bertemu lagi besok" ucap Chanyeol sambil mengusap lembut pipi Baekhyun. Membuat Baekhyun sedikit merona dan mengembangkan senyuman manisnya.
"Terima kasih untuk hari ini, Chanyeol.. aku begitu bahagia" cicit Baekhyun.
"Aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena kau selalu berada disampingku"
Baekhyun mengangguk dan ia terlihat sedang berpikir. Mungkin ia harus melakukan hal ini agar Chanyeol semakin mencintainya. Ya, ia harus melakukannya.
"Um.. Chanyeol.."
"Ya?"
CUP!
Baekhyun mengecup singkat bibir Chanyeol dan tentu saja membuat Chanyeol sangat terkejut ketika merasakan bibir tipis nan lembut itu mendarat dibibirnya secara tiba-tiba. Kemudian Chanyeol sedikit tertawa kecil karena wajah Baekhyun begitu merona saat ini. Malaikat cantiknya ini begitu menggemaskan dan itulah yang membuatnya semakin jatuh cinta pada makhluk mungil yang pandai melukis tersebut.
"Masuklah, dan kau harus ingat jika aku tidak akan melupakan ciuman manis ini. Selamat malam Byun Baekhyun.."
Baekhyun mengangguk dan membalikkan tubuhnya untuk memasuki rumahnya. Baekhyun benar-benar menutup pintu rumahnya setelah ia memastikan Chanyeol telah beranjak dari sana.
Baekhyun mengernyitkan wajahnya ketika ia melihat ada sepasang sepatu yang begitu asing menurutnya, mungkin ini adalah sepatu milik teman sang Umma. Tidak ingin memikirkan hal yang negatif, akhirnya Baekhyun memasuki ruang tengah. Disana terlihat sang Umma sedang duduk di sofa, dan baru saja Baekhyun ingin mendekati sang Umma, tiba-tiba Baekhyun menghentikan langkahnya karena melihat sosok lain yang berada disana. Tubuh Baekhyun mendadak kaku dan dadanya seketika terasa amat sesak.
Deg!
'A-appa..'
"Baekhyun, kau sudah kembali nak?" ucap sang Umma yang sudah berdiri untuk menghampiri Baekhyun.
"Sedang apa dia disini?" ucap Baekhyun dengan datar. Lebih tepatnya saat ini ia tengah menahan emosinya yang tiba-tiba memuncak hanya karena melihat sosok sang Ayah tiri.
"Maafkan Appa.. Appa tidak akan mengulangi perbuatan keji itu lagi padamu, Baekhyun" Seunghoon menghampiri sang putra tiri namun Baekhyun justru mundur beberapa langkah.
"UNTUK APA KAU DATANG LAGI DI KEHIDUPANKU?!" Baekhyun tiba-tiba berteriak dan airmata bahkan sudah menetes membasahi wajah cantiknya.
"Baekhyun! Appamu datang hanya ingin meminta maaf" ucap sang Umma sambil memegang lengan Baekhyun.
"TIDAK! DIA BUKAN APPA KU! DIA LELAKI BRENGSEK UMMA!"
"Baekhyun, Appa sudah berubah nak. Maafkan Appa.."
Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya jika lelaki brengsek ini datang lagi dikehidupannya.
Tubuh Baekhyun bergetar dengan hebat dan nafasnya tersengal-sengal. Ia sudah tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri karena bayangan gelap itu tiba-tiba muncul kembali di pikirannya. Ia sungguh tidak ingin melihat wajah brengsek Ayah tirinya lagi. Ini begitu menakutkan dan ia tidak mampu untuk menghadapi ini semua.
Grep
"Baekhyun.. Umma mohon padamu hiks! Umma tidak memiliki pilihan lain.. Umma mohon maafkan Appamu hiks"
Baekhyun menolehkan kepalanya melihat sang Umma yang tiba-tiba memeluknya dan menangis seperti dirinya. Baekhyun sungguh merasakan kebingungan saat ini. Ia ketakutan, tetapi ia juga tidak ingin melihat sang Umma menangis seperti ini karenanya. Jadi..
Apa yang harus ia lakukan saat ini?
"Umma tidak mampu untuk bekerja karena penyakit Umma, dan Appa mu sudah meminta maaf atas kejadian masa lalu.. Hiks! Umma mohon padamu.."
Baekhyun menundukkan kepalanya dalam dan memikirkan perkataan sang Umma. Apakah ia mampu membuat sang Umma tersenyum dengan membiarkan Ayah tirinya kembali datang di kehidupan mereka? Dan bukankah saat ini Baekhyun tidak memiliki pilihan lain?
Tes
Tes
Tes
Baekhyun memejamkan kedua matanya dengan sangat erat bersamaan dengan airmata yang kembali mengalir membanjiri wajahnya. Dadanya terasa amat sesak dan dengan terpaksa ia menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan sang Umma yang sangat ia sayangi selama hidupnya.
"Terima kasih Baekhyun.." ucap Seunghoon sambil memeluk tubuh Baekhyun dengan erat dan hangat.
'Maafkan aku Chanyeol..'
.
.
.
~oOo~ 100 SECONDS ~oOo~
.
.
.
"Baekhyun.. sebenarnya apa yang terjadi? Kau bisa menceritakannya pada kami" ucap Kyungsoo saat mereka tengah berada di sebuah restoran karena Baekhyun meminta Kyungsoo dan Kai untuk datang kesini mengenai masalahnya dengan sang Ayah tiri yang datang kembali ke kehidupannya.
Baekhyun menghela nafasnya sambil menundukkan kepalanya merasa bingung apakah pilihannya untuk menerima kembali sang Ayah tiri adalah benar atau justru sebaliknya. Setelah ia rasa ia siap membuka suaranya, Baekhyun mengangkat kepalanya dan menatap dua orang yang tengah berada di hadapannya. Kai dan Kyungsoo.
"Ayah tiriku kembali kerumahku dan Umma menerimanya. Aku pun sudah memaafkan Ayahku dan aku membiarkannya kembali menjadi pelindung bagiku dan Ummaku" ucap Baekhyun dengan lemah.
Grep
Kai menggenggam erat kedua tangan Baekhyun di atas meja dan membuat Baekhyun menatap ke arah Kai.
Untuk masalah ini, Kai memang yang paling mengerti akan diri Baekhyun. Walaupun Kyungsoo sedikit merasa cemburu, tetapi ia tau jika perlakuan Kai terhadap Baekhyun tidak lebih dari perhatian seorang kakak terhadap adiknya. Kyungsoo berusaha untuk mengembangkan senyumannya dan mengerti akan kondisi ini.
"Bagaimana kau bisa menerima Ayahmu kembali? Bukankah itu sangat sulit bagimu Baek?" ucap Kai dengan hati-hati.
Baekhyun sedikit menyunggingkan senyumannya dan kembali membuka suaranya.
"Akupun tidak mengerti kenapa aku mampu menerimanya kembali. Mungkin karena aku tidak ingin melihat Ummaku sakit dan menangis karena merasa kelelahan mencari nafkah untuk kehidupan kami berdua" ucap Baekhyun.
"Jika Ayahmu memang sudah tersadar dengan kelakuan brengseknya dulu, aku akan melakukan hal yang sama denganmu. Dan aku berharap Chanyeol bisa mengerti akan hal ini. Walaupun ia pernah mengatakan padaku jika ia akan membunuh Ayah tirimu yang sudah memberikan trauma begitu besar terhadapmu"
Baekhyun sedikit terlonjak mendengar perkataan Kai. Ternyata perasaannya selama ini benar jika Chanyeol memang amat sangat membenci Ayah tirinya.
"Apa menurut kalian aku mampu mengatakan hal ini pada Chanyeol?" ucap Baekhyun putus asa.
"Kau masih memiliki kami berdua, Baek. Tentu saja kami akan membantumu menjelaskan semuanya pada Chanyeol" ucap Kyungsoo.
"Bagaimana jika ia menjauhiku? Demi Tuhan aku sangat mencintai Chanyeol" lirih Baekhyun.
"Chanyeol pasti akan mengerti. Kau harus mempercayai Chanyeol" ucap Kai.
"Aku sangat mempercayai Chanyeol, tetapi aku merasakan hal yang buruk akan terjadi selanjutnya. Dan juga.."
Baekhyun menjeda kalimatnya untuk menyeka airmatanya yang menetes tiba-tiba.
"..aku merasa jika Chanyeol tidak akan suka bila Ayah tiriku tinggal satu atap denganku"
"Baekhyun.."
Deg!
Baekhyun langsung menegakkan kepalanya ketika ia mendengar suara Chanyeol yang memanggil namanya. Dan betapa terkejutnya Baekhyun jika ternyata Chanyeol sudah berdiri di belakangnya dengan ekspresi yang tidak terbaca. Dengan cepat Baekhyun bangkit dari duduknya dan meraih tangan Chanyeol.
"Chanyeol.."
"Ayahmu kembali ke kehidupanmu?" tanya Chanyeol dengan datar.
"Chanyeol, maafkan aku.. Ummaku membutuhkan Ayah tiriku. Juga Ayah tiriku sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi padaku. Kumohon mengertilah Chanyeol. Ayahku sudah berubah.. hiks!"
Srek!
Dengan kasar Chanyeol menghempaskan tangan Baekhyun dan menatap Baekhyun dengan pandangan marahnya. Sedangkan Baekhyun hanya meringis dengan airmata yang sudah membasahi wajahnya.
"Aku kira kau mencintaiku Baek. Ternyata aku salah! Kau lebih mementingkannya dan lebih memilih tinggal bersama lelaki bajingan yang jelas-jelas sudah menghancurkanmu!"
Chanyeol benar-benar berbeda dimata Baekhyun saat ini. Chanyeol terlihat begitu marah dan Baekhyun bisa melihat ada kebencian dimata Chanyeol ketika Chanyeol menatapnya. Sungguh ia tidak menginginkan hal ini terjadi. Ia tidak ingin Chanyeol marah seperti ini. Ia merasa amat kebingungan saat ini, dan ia tidak mampu melakukan apapun lagi selain kembali meraih tangan Chanyeol agar Chanyeol mau mendengarkan penjelasannya.
"Hiks Chanyeol.. dengarkan aku. Appaku hanya ingin meminta ma-"
"Terserah!"
Chanyeol kembali menghempaskan tangan Baekhyun lebih keras dari sebelumnya sehingga membuat Baekhyun tersungkur disana.
"Dan dengar baik-baik.. hubungan kita berakhir sampai disini, Byun Baekhyun"
"Hiks Chan.."
"Chanyeol apa yang kau lakukan?!"
Kai berteriak ketika Chanyeol sudah membalikkan tubuhnya meninggalkan tempat tersebut. Sedangkan Kyungsoo menghampiri Baekhyun dan membantunya berdiri.
Chanyeol pergi begitu saja darisana mengabaikan Baekhyun yang meraung-raung memanggil namanya. Sungguh ia tidak perduli dengan airmata yang terus mengalir dari mata indah Baekhyun. Ia sudah merasa amat kecewa dengan sikap Baekhyun yang lebih memilih lelaki brengsek itu daripada dirinya. Pikiran Chanyeol saat ini kacau dan ia sama sekali tidak sadar akan tindakan kasarnya pada Baekhyun barusan. Ia begitu marah dan tidak ingin melihat Baekhyun menangis. Ia sungguh muak dan ia pikir dengan mengakhiri hubungannya bersama Baekhyun adalah pilihan yang terbaik.
"Park Chanyeol!" Kai berlari mengejar Chanyeol untuk memberikan Chanyeol pengertian karena tidak seharusnya Chanyeol melakukan hal ini terhadap Baekhyun. Namun Kai terlambat, Chanyeol sudah melesat begitu saja menggunakan motor balapnya tidak menghiraukan teriakan darinya.
Baekhyun yang masih menangis sambil terduduk, hanya mampu meremas dada bagian kirinya karena merasa sesak akan penyataan yang Chanyeol ucapkan barusan. Ia tidak ingin hubungannya dengan Chanyeol berakhir, tetapi semuanya sudah terjadi dan ia tidak mampu mengulang kembali waktu.
Chanyeol..
Sudah pergi meninggalkannya..
'Kai.. kumohon bantu aku. Apa yang harus aku lakukan?'
Baekhyun menatap Kai yang masih berdiri disana karena tidak berhasil mengejar Chanyeol. Lalu tidak lama kemudian kepala Baekhyun terasa sakit dan akhirnya ia ambruk di dalam pelukan Kyungsoo yang sedari tadi menopang tubuhnya.
'Maafkan aku Chanyeol..'
'Aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin..'
'..hubungan ini berakhir'
.
.
.
.
.
.
TBC!
.
.
.
.
.
.
Huweeeeeeeeee baper! ToT
KENAPA CHANYEOL EGOIS?! KENAPA CHANYEOL MUTUSIN BAEKHYUN BEGITU AJA HUWEEEEE! T.T *nangis sekebon/?
Ahhh Yuta gabisa ngomong apa-apa lagi! Intinya entah kenapa Yuta emosi banget pas nulis bagian ini! Chanyeol kamvret syekaleeee! *GAMPAR CHANYEOL
AYO DONG SEMUANYA, BANTU YUTA GAMPAR CHANYEOL BIAR CHANYEOL SADAR! T.T *digampar Yuni* Yuni be like : "WOYY LAKI GUE JANGAN DI GAMPAR WOY!" Ahelahh abaikah T.T
OK, LAST!
YANG MAU LANJUT, JANGAN LUPA REVIEWNYA YAA~
YUTA TUNGGU OK ;)
SARANGHAE BBUING!
A/N : Jangan baper ya err elelelelele~ *digampar lagi* :'v
