Four season's
Chapter 7
Sungmin membuka matanya, dapat dia rasakan ada sesuatu yang menganjal diperutnya. Ditolehkannya wajahnya kesamping dan terlihatlah sesosok namja yang rupawan dalam manic matanya. Dengan cepat dia menyibakkan selimut yang menyelimutinya dan bernapas lega melihat seragam yang ia kenakan lengkap.
Sungmin pun menyingkirkan tangan namja itu, namun ketika dia mau beranjak, "mau kemana?" tanya suara bass yang dilontarkan namja itu.
Sungmin meliriknya, "pergi ke tempat yang bisa membuat perutku kenyang." Jawabnya singkat.
"kau mau memasak?" tanya Kyuhyun dengan polosnya.
Sungmin kembali menatap Kyuhyun, " apa aku pergi ke dapur untuk mandi?" dan setelah mengucapkan kata-kata itu, Ia menghilang dari pintu.
Sungmin berjalan menuju dapur dan membuka isi kulkas namja itu. Dilirknya sekilas dan menutupnya, "tidak sehat, bagaimana bisa isinya hanyalah mie instan dan beberapa minuman kaleng?"
Sungmin menatap isi dapur itu intens, dia tidak menyangka jika di dalam dapur tersebut tidak ada satupun sesuatu yang tidak bisa di masak. Ia menghela napasnya sebentar, dibukanya kembali lemari es itu dan mengambil dua cup mie instan.
"aku tidak cukup jika hanya makan satu cup saja." Celetuk Kyuhyun tiba-tiba.
Sungmin tersentak, tiba-tiba saja suatu kenangan berputar kembali dalam otaknya.
Flashback On
"lagi-lagi kau menculikku!" teriak Sungmin sambil berkacak pinggang menatap sesorang di sampingnya kesal.
Namja itu tertawa, dia tidak menolehkan wajahnya ke arah yeojachingunya tersebut. Jalanan telah menjadi fokusnya yang saat ini sedang menyetir. Dengan sebelah tangannya dia mengelus rambut Sungmin dengan lembut.
"hehehe, kau akan terbiasa chagi-ah~ lagipula aku saat ini benar-benar membutuhkan pertolonganmu~" bujuk namja itu dengan wajah yang dibuat semelas mungkin.
"huh, paling juga di suruh memanjakan perut karetmu itu!" dengus Sungmin.
Namja itu tersenyum salah tingkah, diberhentikannya mobil keluaran Lamborghini tersebut di sebuah kawasan rumah elite. Diapun keluar dan berlari-lari kecil untuk membuka pintu mobil yeojachingunya itu. Sungmin tersentuh, ia memberikan kecupan kecil di pipi namja tampan itu.
"kau ingin ku masakkan apa, yeobo?~" goda Sungmin sambil mengedipkan matanya nakal.
Namja itu tersenyum, "apapun yang kau masak pasti akan ku makan chagi~" dia mencium pipi Sungmin gemas.
"baiklah, aku akan memasakkan tteokbokki dan gimbap, ne?" Sungmin memeriksa kembali bahan-bahan masakan yang baru dia beli tadi.
"ne, terserah kau saja chagi asal kau masak yang banyak. Tahu sendiri kan dirimu jika aku tidak bisa hanya memakan hanya satu macam saja." Dan itu membuat Sungmin tertawa lebar.
Flashback Off
"min, baby… baby ming? Apakah kau masih bernapas? Hey… sadarlah, air matamu udah menetes tuh, min… baby ming." Kyuhyun melambai-lambaikan tangannya ke arah wajah yeoja manis itu. Sesekali, dia menghapus tetesan yang jatuh dari mata yeoja itu.
Sungmin tersadar , dia tidak mengatakan apapun dan mengambil satu cup mie instan lagi. Ditutupnya lemari es itu dengan wajah yang tertunduk. Dia tidak suka jika ada orang yang melihat wajahnya yang dia anggap lemah itu.
'kenapa kau tidak mau memperlihatkan kesedihanmu itu Ming? Kenapa kau suka sekali memendamnya sendiri?'batin Kyuhyun menatap punggung Sungmin dengan sendu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"aku minta tambah Teuki ahjumma!" teriak Eunhyuk sambil memamerkan gummy smile-nya, mengundang kekehan dari Donghae dan Leeteuk. Leeteuk mengambil mangkuk nasi Eunhyuk yang kosong menjadi penuh kembali dan memberikannya kembali pada Eunhyuk.
"nah, bisakah kau jelaskan padaku Hyuk kenapa kau bisa berada disini?" tanya Ryeowook menatap Eunhyuk tajam.
Eunhyuk menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu, dia tersenyum salah tingkah, "hehehe, habis aku kan masih ingin bersama Donghae, Wokkie~" ujarnya.
Donghae tersenyum, dia meletakkak sumpit makannya dan mengelus kepala Eunhyuk lembut. Eunhyuk yang diperlakukan seperti itu memberikan sebuah kecupan di pipi Donghae. Donghae yang mendapat serangan tiba-tiba itu hanya merona membuat Ryeowook dan Leeteuk ahjumma menggeleng-gelengkan kepalanya.
"kalian seperti sepasang kekasih saja jika seperti itu~" celetuk Ryeowook.
Eunhyuk tersedak, "uhuk… uhuk.. uhukkkkk…. Ahhh~ air… air Donghae~" dengan cepat Donghae memberikan air putih kepada Eunhyuk yang langsung diambil Eunhyuk dan meneguknya. Donghae mengelus-elus punggung Eunhyuk.
"aisshhh, kau ini Hyukkie, makannya pelan-pelan saja~" kata Leeteuk lembut.
Eunhyuk tersenyum canggung, kali ini dia memakannya dengan pelan-pelan. Entah hilang kemana nafsu makannya yang besar tadi. Mendengar ucapan Ryeowook tadi membuat Eunhyuk menjadi sedih, 'andai itu benar, tapi bagaimana jika mereka tahu jika aku sudah berpacaran dengan Yesung sunbae? Ottokhae?'
Donghae menatap Eunhyuk intens, dia tahu jika yeoja-nya itu sedang memiliki masalah. Dia tidak tahu kenapa wajah Eunhyuk langsung berubah drastis seperti itu. 'apakah karena kata-kata Wokkie nonna? Tapi bukankah biasanya Eunhyukkie selalu cuek jika membicarakan tentang hubungan mereka? Apa telah terjadi sesuatu?'
Ia harus mencari tahu, dan Donghae tahu kepada siapa dia harus bertanya. Seorang yeoja yang juga merupakan sahabat mereka. Yang tahu semuanya dan yang paling tidak bisa ditebak, Lee Sungmin. Yah, yeoja manis bergigi kelinci itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"apakah telah terjadi sesuatu? Kenapa sedari tadi kau terus tersenyum chagi? Apakah ada sesuatu yang menyenangkan?" tanya seorang yeoja paruh baya berparas manis kepada namja tampan bermata sipit yang diwariskannya.
"hehehe, eomma tahu Ryeowook?"
"yeoja yang kau sukai itu bukan, Sungie?"sahut seorang namja tampan bersuara husky berjidat lebar.
Yesung mengangguk, dia menatap eomma dan appanya dengan antusias, "tahukah kalian jika aku semalam bertemu dengannya? Dan aku berhasil mengajaknya makan eskrim hehehe…"
"wah, anak eomma hebat, nanti pulang dari kencan kalian bawa ke rumah ya chagi. Kenalkan pada eomma dan appa yeoja beruntung itu." sahut eommanya.
Yesung tersenyum miris, dia lupa mengatakan pada eomma dan appa nya mengenai hubungannya dengan Eunhyuk. Namun, dia hanya diam saja membiarkan hal tersebut. Entah kenapa, dia merasa sulit untuk mengungkapkan perihal hubungannya itu. Padahal kekasihnya itu adalah Eunhyuk tapi mengapa wajah Ryeowook yang selalu terbayang di benaknya.
'apakah aku harus mengubur rasa cinta ku ini padamu, Wokkie? Apakah aku harus menerima Eunhyuk dalam hidupku? Apa yang harus kulakukan?'
.
.
.
.
.
.
.
.
"eungggghhhhhh…." Siwon membuka matanya, ia merasakan pusing yang luar biasa. Ditolehkannya wajahnya kesamping dan melihat siluet wajah cantik dari seorang Kim Ki Bum. "cantik." Lirih Siwon. Dengan cepat Siwon mengambil handphonenya dan memotret wajah Kibum yang sedang tertidur itu.
Tiba-tiba, terdengar suara erangan dari mulut yeoja itu. Siwon dengan terburu-buru memasukkan kembali handphonenya tersebut kedalam kantongnya dan kembali memejamkan matanya, pura-pura tertidur. "ehm, sudah bangun?"tanya Kibum saat melihat wajah Siwon. Dirabanya dahi namja itu, "tidak panas lagi." Lalu dia pun menarik selimut dan menutupi tubuh namja itu. dia pun beranjak pergi sambil menenteng kompres semalam.
Setelah memastikan Kibum pergi, Siwon pun membuka matanya. Dirabanya dahi yang sempat dipegang Kibum tadi, "apakah dia yang merawatku semalam?" tanya Siwon entah dengan siapa. Dan bibir joker itu pun tertarik keatas membuat senyuman. "gomapta, my snow white."
"kau sudah bangun?" tanya seseorang di balik pintu, Kibum.
Siwon salah tingkah, rasanya ia seperti sedang disidang saat itu juga, "ne? ah, ye gomawo Bummie sudah merawatku tadi malam."
Kibum menatap Siwon datar, "sudahlah, ayo ikut aku, eommaku sedang pergi dan kau sejak malam tadi belum makan kan?" tanyanya.
"ah, kriukkkkkkkkk…" bunyi perut Siwon berbunyi, wajah Siwon langsung memerah seketika. Kibum masih menatapnya datar. Ia menghela napasnya pendek, dia pergi tanpa menolehkan wajahnya sedikitpun kea rah Siwon.
Siwon yang melihat siluet tubuh Kibum yang mulai menghilang langsung beranjak dari tidurnya, "dasar perut sialan." Umpatnya melirik perutnya yang tidak bisa di ajak kompromi.
Siwon menatap punggung Kibum, tubuhnya tidak bisa di ajak kompromi saat ini. Tiba-tiba saja tangannya memeluk pinggang ramping yeoja itu dan menyerukkan wajahnya ke tengkuk Kibum. Menyesap aroma yang menenangkan.
Kibum memutar bola matanya jengah dengan kelakuan namja di belakangnya ini. 'sepertinya mulai ngelunjak nih orang. Udah di rawat, di masakin, eh ngelakuin pelecehan lagi.'
Tak butuh waktu lama untuk melihat spatula yang di pegang Kibum saat ini ke wajah Siwon. Kibum tersenyum puas menatap korban KDRT nya itu meraung tidak jelas di lantai rumahnya. Wajar, Kibum memukulnya tidak pelan. Membuat jiplakan spatula terlihat jelas di wajah Siwon.
"hahahaha… mukamu, lihatlah wajahmu itu Siwon-ah~ hahahaha." Kibum tertawa lepas. Tanpa sadar dia tersenyum di depan Siwon. Dan Siwon terpana, dia tidak menyangka jika wajah yeoja ini saat tertawa lebih cantik dari biasanya.
"kau sangat cantik jika tertawa seperti itu, Bummie." Celetuk Siwon tiba-tiba, Kibum terdiam. Dia menatap Siwon dengan tatapan yang sulit diartikan dan itu membuat Siwon menjadi salah tingkah, "w.. wae?"
Kibum melengos, dia lebih memilih untuk memasak buat sarapan mereka. Tidak tahukah kau Siwon jika saat ini Kibum merona merah mendengar ucapanmu tadi? Dan bukanlah Kibum jika dia lebih memilih untuk tidak mengakuinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Saat ini Donghae dan Eunhyuk sedang berjalan di sebuah taman di dekat rumah Eunhyuk. Donghae mengantar Eunhyuk pulang. Suasana hening terjadi. Donghae merasa jika saat ini Eunhyuk berbeda dari biasanya. Biasanya yeoja manis ini akan membuat suatu percakapan seru membuat mereka akan lupa waktu. Tapi ini malah sebaliknya, yeoja ini terus saja diam sedari tadi.
Plukkk… Donghae memeluk Eunhyuk dari belakang membuat yeoja itu tersentak kaget dan menatap Donghae bingung, " ada apa Hae?"
Donghae menggelengkan kepalanya, rambut Donghae membuat Eunhyuk merasa geli karena posisinya tersebut membuat rambut itu menggelitik tengkuknya. "harusnya aku yang bertanya padamu, Hyukkie. Ada apa? Tak biasanya kau murung seperti itu?"
Eunhyuk terhenyak, dia membalikkan badannya dan menatap mata Donghae-nya yang juga menatapnya teduh. Pertahanan Eunhyuk pecah, dia menghamburkan badannya memeluk balik Donghae dan mengucapkan 'mianhe' berkali-kali.
Butuh waktu lama buat Donghae untuk membujuk Eunhyuk untuk berhenti menangis. Sudah ribuan kali dia menanyakan alasannya, namun Eunhyuk hanya mengucapkan maaf dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Donghae bingung, tapi akhirnya dia menyerah dan membiarkan Eunhyuk untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Biarlah nanti Eunhyuk sendiri yang akan menceritakannya. Saat ini Donghae hanya bisa diam menunggu.
Donghae mengelus-elus kepala Eunhyuk lembut, "sudah baikan?"tanyanya. Eunhyuk mengangguk, dia merebahkan kepalanya di paha Donghae. Benar-benar nyaman, Eunhyuk suka itu. Dia menatap wajah Donghae dari bawah. Dilihatnya wajah itu yang sedang melihat sesuatu. Merasa pernasaran, dia pun mengikut arah pandangan Donghae, dimana tempat anak kecil sedang bermain.
"terkadang aku merasa iri pada mereka." Sahut Eunhyuk.
"wae?"
"mereka bisa menikmati kehidupan anak-anak sebagaimana semestinya. Sedangkan aku?" Eunhyuk memejamkan matanya.
Flashback Onn
Disebuah taman, terlihatlah sosok namja kecil bersama ketiga yeoja kecil namun terlihat lebih tua daripada namja itu. Mereka asyik bermain tanpa menyadari sosok lain yang menatap mereka dari balik pagar rumah yang begitu besar. Sosok itu menatap mereka dengan intens.
"siapa dia? Sedari tadi menatap kita sejak tadi."tanya yeoja kecil dengan mata kelamnya.
"entahlah Bummie, tapi kurasa dia ingin bermain dengan kita." Sahut yeoja kecil nan imut lainnya.
Namja kecil a. Ka Donghae menatap sosok itu, dia dan sosok itu saling bertatapan. Dapat Donghae liat ada perasaan antusias dan sedih di manik matanya. Diapun menarik salah satu nonna nya yang paling berani di antara mereka, "Minnie nonna, cepeltinya dia ingin belmain belcama kita, ayo ajak dia nonna~" bujuk Donghae kepada yeoja kecil berparas manis yang sedang mengemut lolipopnya itu.
"Donghae-ah~ jangan minta sesuatu yang mustahil kepada Minnie. Kau tidak lihat pagar besar itu? Pasti yeoja itu tidak diperbolehkan bermain sama orangtuanya. Sudahlah, biarkan saja dia sendirian seperti itu." Ujar Ryeowook tanpa menyadari jika ucapannya itu menyakiti hati sosok itu.
"iya, yang dikatakan Wokkie itu benar~" sahut Kibum.
Donghae menatap Sungmin dengan berkaca-kaca, dia berharap jika nonna-nya satu ini mau memenuhi keinginannya itu. entah kenapa, Donghae kecil ingin sekali bermain dengan sosok manis itu.
Krekkk… Sungmin menggigit lolipopnya itu dengan keras dan melumatnya habis, dia menyeringai kearah dua temannya itu, "apa yang kalian bicarakan, huh? Apa sekecil itu nyali kalian hingga tak sadar telah berkata menyakitkan hati seseorang?"
"apa maksudmu Minnie?" tanya Kibum yang sedikit tersulut emosinya.
"apa kalian pikir jika yeoja itu mau berdiri diam di situ saja, huh? Bagaimana bisa kalian mengucapkan hal-hal yang tidak bertanggung jawab seperti itu?" ucap Sungmin santai.
Wajah Ryeowook berkaca-kaca, Kibum yang melihat itu langsung saja memeluknya. Dia menatap Sungmin tajam, "karena itulah aku benci anak chaebol sepertimu yang bisanya menyakiti hati kami."
Sungmin menatap Kibum tak kalah tajamnya, "karena itu juga aku benci anak miskin yang sok sepertimu, selalu membuat prepepsi sendiri dan menganggap jika dialah yang selalu tersakiti."
"apa maksudmu, huh?" kali ini Kibum benar-benar marah dan mendorong Sungmin. Itu berhasil membuat Donghae, Ryeowook dan sosok itu sedikit takut melihat mereka yang sepertinya akan berkelahi.
"maksudku? Harusnya aku yang bertanya apa maksud kalian tadi? Kenapa kalian mengucapkan seakan-akan kalian tidak peduli dengan nasib anak itu. dia itu sama seperti kita, dia ingin bermain seperti kita. Dan kalian yang tidak tahu apa-apa malah membuatnya semakin sedih. Apakah kalian pikir dia mau begitu saja berdiri diam disana melihat kita, huh?" terang Sungmin menatap Kibum dingin. Dia mencekram baju Kibum hingga tubuh yeoja itu sedikit terangkat keatas.
Kibum sedikit gemetar, dia tidak pernah menyangka jika sosok yang selalu dia kenal tenang dan dewasa di antara mereka ternyata bisa menjadi menakutkan seperti ini. dia melihat kilat mata marah dalam manic mata Sungmin. Kibum terdiam merenungkan kata-kata Sungmin tadi.
Sungmin berjalan menghampiri sosok itu, namun ujung bajunya ditarik oleh Ryeowook. Dia menolehkan kepalanya dan meliriknya, "apa yang mau kau lakukan, Minnie?" tanya Ryeowook sedikit takut.
Sungmin menyeringai, dia terus berjalan tanpa menghiraukan pertanyaan Ryeowook. Dia kini berdiri dekat sekali dengan sosok itu yang terhalangi oleh pagar rumahnya.
"siapa namamu?" tanya Sungmin.
Sosok itu menatap Sungmin dengan takut-takut, " E.. Eunhyuk imnida."
Sungmin menyeringai, "hey apakah kau mau bermain bersama kami?" tanyanya.
Eunhyuk mengangguk, dengan mata yang berkaca-kaca dia menatap Sungmin, "aku ingin bermain bersama kalian. Tapi, Hiks… jangan berkelahi gara-gara aku."
Sungmin menatap Eunhyuk lembut, di usapnya kepala Eunhyuk sayang, "kalau kau ingin bermain dengan kami maka kau sendirilah yang harus menghancurkan dinding itu, jangan lemah. Kami ada disini bersamamu." Ucapnya menyeringai.
Flashback Off
Eunhyuk tersenyum, " aku sangat beruntung saat itu ada Sungmin. Dia seakan-akan menghancurkan dinding yang membelenggu kehidupanku dalam satu kalimat saja. Entah kenapa, aku merasakan semangat untuk keluar saat itu mendengar ucapannya, seakan-akan terhinoptis dalam kharismanya. Untuk pertama kalinya aku membakang perintah eommaku dan keluar dari rumah bermain bersama kalian."
Donghae mengangguk membenarkan, "terkadang aku berpikir dia tidak seperti anak biasanya, dia istimewa. Dia benar-benar menganggumkan. Dan aku bangga pernah mengenalnya dan menjadi dongsaengnya."
Tiba-tiba saja raut muka wajah Eunhyuk menjadi sendu, "tapi sayang, kejadian itu benar-benar menghancurkannya, bukan fisik melainkan psikisnya."
Donghae pun ikutan sendu, "ne, jika tidak ada kejadian itu. Mungkin, sampai sekarang… ahhh, sudahlah tidak usah kita bicarakan itu lagi… ayo, kita ganti topic yang lebih ceria." Ujar Donghae mengalihkan pembicaraan.
"tapi Hae, apakah kau masih ingat dengan pesan terakhir yang pernah 'dia' sampaikan padamu?" tanya Eunhyuk.
Donghae mengangguk, " tentu saja, dia memintaku untuk menjaga Sungmin. Dia juga bilang jika ada satu lagi namja yang akan melindungi Sungmin, tapi dia tidak bilang siapa namja itu. Tidak masalah, aku sampai sekarang bersumpah akan menjadi kaki kanan Sungmin. Dan aku akan mengekori nonna kesayangan ku itu, meski harus memasuki dunia hitam tersebut."
Eunhyuk menatap Donghae bangga, "aku sangat bangga denganmu Hae." Dan Donghae hanya tertawa mendengarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sungmin menatap Kyuhyun yang memakan makanannya seakan-akan tidak pernah dikasih makan selama seminggu, "hey, pelan-pelan makannya. Makananmu itu tidak akan pergi kemana~"
Kyuhyun acuh, dia tetap memakannya dengan lahap membuat Sungmin berdecak. Dia tidak suka di acuhkan seperti itu, " aku penasaran dengan kaki kananmu itu Ming~" celetuk Kyuhyun membuat Sungmin menoleh kepadanya.
"wae?" tanya Sungmin.
"tidak, hanya saja aku begitu kagum dengan kepintarannya. Bahkan, aku sendiri tidak bisa menembus dinding pertahanan yang dia buat. Padahal aku termasuk hacker yang cukup handal loh." Ucap Kyuhyun santai.
"ahh, jadi hacker yang selama ini menganggu kinerja kerja kami itu dirimu, hmm?" Sungmin menatap Kyuhyun tajam.
Kyuhyun terkekeh, "ayolah Ming, kau tidak akan marah hanya karena itu kan?" Ujar Kyuhyun menyebalkan.
Sungmin berdecak, "cih, harusnya tadi kuberikan racun saja dalam makananmu itu." Sungmin mengerucutkan bibirnya sebal, "namanya Kim Donghae, dia adik dari temanku, Kim Ryeowook." Ucap Sungmin tiba-tiba.
Kyuhyun terkejut, "kenapa kau memberikan informasi serahasia itu kepadaku?" tanyanya.
"entahlah, aku tidak tahu. Tiba-tiba saja keluar dari mulutku." Sungmin mengedikkan bahunya tidak peduli.
"apa kau tidak takut jika sebenarnya aku ini adalah mata-mata dari sainganmu?"
"kalau begitu maka aku akan menghacurkan perusahaan sainganku itu." ujarnya enteng.
"kau memang tidak bisa ditebak Ming~"
"aku anggap itu sebagai pujian~" Sungmin memadang Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.
To be continued
Hehehe… apakah romance-nya udah kerasa? Kok aku nggak ya? Hehehe… maaf ya buat review-review nya belom saya bales-bales heheh… udah ah, daripada ngomong gak jelas kaya gini lebih baik saya balas ya review kalian :
Niisaa9 : wah, itu masih dirahasiakan hehehe… Yups, pria misterius itu adalah Kyuhyun. Nanti saya ceritakan asal muasal Kyuhyun tersebut. Yah, sebenarnya sih Siwon itu udah dijodohkan dari kecil tapi sayang Kibumnya terlanjur miskin duluan… yah, baca ajalah hehehe…
Wonnie : hehehe, ini udah lanjut
Choi Yui Chan : *ngangguk-ngangguk… thanks buat sarannya chingu… memang sih awalnya aku banyak banget typo-nya… nanti saya kembangkan lagi fanfic ini supaya tidak terlalu datar, jjang!
Park Ha Woo : tenang chingu, ada alasannya kok kenapa Eunhyuk ngelakuin hal tersebut… nanti secara perlahan-lahan aku akan menceritakan masa lalu mereka semuanya masing-masing. Iya, yang ditemui Ryeowook di perpustakaan itu Kyuhyun hehehe
Lyndaariez : ne, mereka pacaran hehehe
UmeWokkie : ne, mianhe ya… tapi udah diperbaiki kok :"))
: ne, mian… udah dibaiki kok.. sekali lagi mian :"
Elizabeth Kim : gimana chingu? menarik nggak? Hehehe makasih ya chingu udah mau baca… tahu gak kalau aku nunggu review-mu dari chapter per chapter hehehe..
Minhyunni1318 : wah, aku tahu banget nih siapa chingu satu ini… makasih udah mau merivew fanfic satu ini sama yang lainnya.. aku suka kata-katamu itu, ' simple tapi rumit.. jadi intinya aku pengen ff nya lanjut.' Benarkah? Wah, aku harap itu bisa menjadi style ku dalam menulis fanfic ini agar membedakanku dengan author-author lainnya ^^~ gomapta chingu
Dwiihae : wah, readers lama ini, saya ingat loh, hehehe… maaf ya kalau postingnya lama.. makasih udah mau mereview fanfic saya ini
