Hai all HunKai Shipper! Akhirnya saya kembali dengan FF Hot Night! Yey!

Oh iya, aku mau tanya.. ni FF kok lama banget gak sampe intinya padahal dah sampe Ch7.. ada gak yang mau FF ini cepet END? Ato malah pengen diperpanjang biar ceritanya lama? Mohon dijawab ya biar aku tahu keinginan kalian ^_^

Aku mau balas review kalian di Ch6:

JongIn: Udah lanjut kok nih.. hehe

Y. S. N: Ini udah lanjut bro

Kaiya: Mian udah bikin kamu nunggu, this is for you

Melizwufan: Hhe, jawabanmu nyerempet bener kok ^_^

Fanoy5: aku dendam… hehe, enggak-enggak, aku seneng kok malahan kamu akhirnya review :D

Snowy07: Chanyeol anak pemilik sekolah? Hm.. ide yang bagus!

Xxchancimit: Kamu ngacoo tapi kok bener(?) hehe

Volturi6: Mian aku gak sengaja update lama T_T

FriederichOfficial: Ini HunKai lo..

Afranabilah19: Hehe

Askasufa: Mencurigakan? Thanks for support

Kaihunhan: Thanks, eh aku harap kita bisa berteman

Jongin48: Ih kamu kok tahu sih inti cerita ini? Daebak..

Miszshanty05: This is next chap

Putrifibrianti96: Di ch7 ini fokus ke Kai dulu, hehe

Ardian. aiyul: Kurang panjang? Tenang, yang sekarang 2k+ loh..

Sherry dark jewel: wow-wow-wow..

Kamong Jjong: Ini udah lebih panjang bro, hehe

Novisaputri09: Kenapa astajim?

Safira: Panjangin lagi? Entar banyak typonya gimana dek?

Maya han: Karena Jongin adalah anak yang tegar, hehe #ngacoo

Adilia. taruni. 7: maybe kau benar ^_^ Thanks

Thanks for all yang udah review.

Eh ngomong-ngomong.. kalian kok kalo review sering bener ya? Apa ide semua FF ku terlalu mainstream jadi idenya kalian pada tahu semua.. Beneran serius aku penasaran kenapa kalian bisa tau inti ceritanya gitu..

Kalian memang readers yang hebat yach..

Ok, Let's Read..

Our FF HunKai

.

Hot Night

Kim Jongin (Yeoja) x Oh Sehun (namja)

/

.

.

-Just For You..-

,,,

,

..

"Baiklah" Sehun akhirnya berkata. Perlahan melepaskan genggamannya dari pergelangan tangan halus yeoja sempurna itu.

Apapun itu. Katakan saja Oh Sehun adalah seorang pria brengsek.

Ia membiarkan Kai pergi begitusaja dengan air mata yang berlinang.

-Hot Night-

Kai menutup setengah wajahnya menggunakan slayer hitam pemberian appanya sehingga hanya matanya yang terlihat. Sedikit ia tutupi mata sembab itu sebisa mungkin dengan poni panjang rambut halusnya.

Sedikit risih dengan lift yang tak kunjung berhenti di lantai yang ia inginkan. Lantai 5, tentusaja, handphonenya tertinggal.. ah, bisa dibilang sengaja Sehun tahan di ruang OSIS agar Kai bisa fokus dengan hukumannya tadi. Tak khayal Kai menggerutu sebal disepanjang koridor karena bosan dengan tugasnya mengangkut banyaknya modul itu.

Ting~

Lift terbuka dan Kai keluar dengan tergesa.

Kaki jenjangnya terayun dengan sangat luwes membuat semua namja maupun yeoja yang bertugas sebagai staff, termasuk beberapa siswa yang sedang menjalankan kinerja OSIS mengamatinya. Ini adalah lantai 5.. Lantai khusus OSIS. OSIS memiliki satu lantai sendiri untuk kinerjanya? Sungguh mewah dan hebat. Hanya diisi oleh anak-anak elit yang cerdas.. yah, tentusaja kalian bisa lihat? Karpet merah memanjang disetiap koridor dan lantai ruangan yang ada. Fasilitas lengkap dengan ruang pribadi para Dewan Asrama.

Piip..

Dewan Asrama segera datang untuk pertemuan rutin di ruangan Utama lantai OSIS.. diulangi.. Dewan Asrama-

Kai enggan mendengar pengumuman yang pastinya ditujukan untuk Sehun juga, mengingat Hyuna tadi bicara bahwa Sehun adalah Presiden Dewan.

Cklek..

Kai membuka ruang OSIS dan menemukan ruangan itu kosong. Ia melihat handphonenya ditaruh rapih dalam sebuah kotak kaca. Ya.. rapih sekali.

"Hiks.. rapih sekali kau menaruhnya.. Tuan Oh yang kejam-hiks-" Kai memandangi hanphonenya itu dengan air mata yang tak kuasa ia bendung lagi.

Oh Sehun dengan sangat rapih menaruh hanphonenya dalam warna merah berlindung kotak kaca yang kuat dan tahan air.

Rapih? Tentusaja, lihat.. hanphone Kai sudah hancur berkeping-keping dengan pecahan paling besar sepanjang 2cm, batterynya saja bisa remuk begitu.

Dengan wadah yang tahan air? Handphone mahalnya ada dalam warna merah? tenggelam dalam red wine berkelas hingga hampir memenuhi kotak kaca itu.

Kai kemudian membaca note yang tertempel disamping kotak itu.

'Kim Jongin tidak diijinkan mendengarkan lagu disepanjang koridor'-peraturan no.1 khusus dari Oh Sehun.

"Pfft.. hiks-peraturan apa itu? cih" Kai bahkan hanya bisa menyindir lirih tetap dengan isakannya. Kai tentusaja hanya berusaha tegar. Handphone itu hadiah ulangtahun ibunya lima tahun yang lalu. Kuno? Kai bahkan masih menyimpan pakaian bayinya dengan amat rapih. Kai adalah anak yang sangat menyayangi kedua orang tuanya.

-Hot Night-

"Siapa disitu?" sebuah suara namja yang halus terdengar dari meja depan Kai. Ruangan ini sedikit unik karena berbentuk lingkaran dan mejanya juga melingkar, jadi tepatnya suara namja itu terdengar dari seberang belakang Kai yang kini menghadap meja kosong Sehun.

Kai sedikit terlonjak mendengar suara itu. Jantungnya terpompa lebih cepat. Kai baru sadar jika ruangan ini amat gelap. Hanya meja Sehun yang lampunya menyala, selebihnya gelap sekali.

Meja Sehun menyala berwarna gold indah dan terkesan mewah. Kai bahkan berasumsi bahwa meja itu dilapisi emas. Diatas meja gold itu terdapat ukiran nama 'Kingka Gold : Oh Sehun' dengan emas murni.

Klik!

Lampu meja dimana suara itu berasal menyala tiba-tiba.

Kai segera membalik tubuhnya dan sedikit berjaga. Meja didepannya itu berwarna silver.. tak kalah mewah dari meja Sehun.

"Siapa kau?" Kai melihat siluet rambut namja yang berwarna keunguan diterpa cahaya remang-remang ruangan itu.

"Aku? Oh my.. mata-mata dari sekolah lainkah? Hingga tak mengenaliku.." suara namja itu sedikit serak menandakan ia terbangun paksa dari tidurnya. Dan Kai tahu, namja itu sedari tadi tertidur pulas di kursi nyaman silver itu sejak selesai upacara, bahkan sebelum Sehun menyuruhnya melakukan hukuman hari ini.

"Aku siswa baru kelas XA.. dari asrama Gold, mianhae" Kai sedikit membungkukkan tubuhnya hingga rambut brown panjangnya yang indah itu menggerai menutupi wajahnya yang bahkan masih menggunakan masker. Kai harus hormat karena ia melihat tulisan di meja itu.. Kingka asrama Silver.. dan diikuti nama dengan huruf Hanja.

"Okelah, aku tak peduli. Kau bukan Dewan, dilarang masuk. Kau mengganggu tidurku" namja itu kembali merebahkan tubuhnya di kursi nyaman silver itu.

Kai yang tak mau ambil pusing segera berlalu, tak lupa dengan memberi sedikit hadiah..

Prang!

"Itu untukmu! Kingka Gold yang jahat!" Kai melempar kotak kaca itu hingga pecah dan membanjiri meja gold Sehun dan membanjiri lantai keramik ukiran indah dibawahnya.

"Slow, girl.. dia memang playboy dingin dengan julukan Prince Ice.. hhha" namja yang tertidur itu malah tertawa kecil melihat adegan mengerikan didepannya.

Mengerikan? Tentu.. Kai sudah membuat berkas-berkas penting di meja Oh Sehun menjadi sebuah kain pel yang tak mampu menampung air red wine. Menjadi merah dengan beberapa tinta huruf yang tercetak disana meluber hingga tak lagi dapat dibaca.

"Aku yakin dia Prince Ice, tapi aku menyangkal jika dia seorang playboy, Kau yang playboy!" Kai segera berlari keluar ruangan itu dengan membanting pintu cukup keras.

"Lho? Kok dia tahu ya kalau aku playboy? Padahal 103 pacarku sudah aku bungkam mulutnya dengan uang.." namja yang duduk di meja silver itu mengacak pelan rambut silver-purplenya kemudian melanjutkan tidurnya seolah pertanyaannya tadi adalah hal sekecil neutron.

-Hot Night-

"Sehun jahat.. hiks" Kai berjalan lunglai meratapi nasibnya, ah, nasib handphonenya. Wajahnya sudah tidak ditutupi masker lagi, tetap cantik meski mata sembab itu terpatri.

Rambut brown panjangnya itu sedikit kusut dan terlihat menggoda.. kenapa? Karena dengan bibir merah merekahnya dan mata sembab berair serta jalan lunglai plus pakaiannya yang sedikit kusut dan kotor ditendang Hyuna tadi membuatnya terlihat seperti habis diperkosa.

Kai mendudukkan tubuhnya di kursi taman yang sepi. Taman ini berbentuk rumah kaca yang ada di balkon lantai lima. Indah dengan berbagai bunga mekar disana-sini. Tak lupa sebuah pohon buatan yang dirambati mawar merah liar serta anggur yang daun-daun kecilnya menjadi atap untuk rumah pohon diatasnya. Kai tak habis pikir dengan biaya yang dihabiskan untuk lantai lima khusus OSIS ini.

Kehangatan menjalar di rumah kaca itu membuat pikiran Kai sedikit rileks.

Kai berkeliling sesaat di rumah kaca itu dan berhenti dipinggir pintu masuk. Matanya menangkap tulisan yang tak sempat ia baca tadi.

Dilarang Keras Masuk. Kingka Area.

Tulisan itu tercetak besar-besar dengan front warna merah bold.

Kai menelan ludahnya susah payah. Kai melanggar lagi, jujur Kai takut hukumannya bertambah.. bisa-bisa ia kena hukum hingga tiga tahun kedepan dan hell no!

Gbrugh!

Kai segera menoleh kebelakang ketika mendengar suara benda berat yang jatuh. Matanya menatap siluet namja berambut hitam cepak dengan blazer biru terbujur kaku di rumput terawat dibawah pohon.

Kai berlari kecil dan menepuk pundak namja yang kini duduk membelakanginya.

"G-gwenchana?" Kai ingin menolong namja itu, sifat bawaan Tiffany yang penolong itu menurun pada Kai.

"Siapa kau?" namja itu malah membalas tajam perkataan Kai.

"A-apa kau Chanyeol?" Kai kenal suara bass itu.

Namja itu berbalik dan benar, itu Chanyeol.

"Kai? Apa yang kau lakukan disini?" Chanyeol berdiri tegap seolah jatuh dari ketinggian tiga meter dengan posisi terlentang itu tidak sakit sama sekali.

"A-aku.." Kai bingung mau menjawab apa.

"Kenapa bajumu kotor sepatu high heels dan matamu sembab?" Chanyeol menangkup wajah manis Kai.

"I-itu.. a-aku.. tadi-hiks-" Kai langsung menangis lagi begitu teringat kejadian tadi.

Grep!

Chanyeol melindungi Kai dalam rengkuhan hangatnya.

"Tak usah bicarakan" Chanyeol mengelus pelan pundak Kai yang naik turun sekuat tenaga menahan isakannya.

"Chanyeol.. hiks-" Kai meremat blazer biru itu.

"Baiklah, ceritakan" Chanyeol membimbing tubuh Kai sehingga mereka kini duduk di kursi taman tadi. Chanyeol dengan setia menunggu Kai lebih tenang sambil menyisir rambut halus brown Kai dengan jemarinya. Beberapa kali Chanyeol mengecup dahi Kai dan mencari kesempatan menghirup wangi rambut indah itu.

"Chanyeol.." Kai sudah lebih baik setelah mengeluarkan seluruh tangisannya pada pundak tegap namja itu.

"Ne.." Chanyeol membersihkan jejak air mata dipipi Kai.

"Ini hari pertama aku masuk, begitupula dengan hari pertama skorsingku.." Kai memainkan blue blank couple ring di jari manis tangan kanan Chanyeol.

Mendengar skorsing, wajah Chanyeol sedikit menahan amarah begitu ia ingat betapa dinginnya Oh Sehun berkata pada Kai. Sehun memang berkata dingin pada semua orang, tapi Chanyeol rasa, Kai harus diperlakukan istimewa oleh semua orang.

"Sehun menyuruhku membawa 200 buku modul dari ruang OSIS ke Perpustakaan.." Kai sedikit merengek saat bicara seolah mengadu dan itu terlihat kawaii sekali.

Chanyeol masih mendengarkan dengan sesekali menyisir rambut panjang Kai.

"Ia menghancurkan handphone kesayanganku lalu membuatnya menjadi sup buah red wine.." Kai mulai kembik-kembik lagi.

"Aku lelah.. –hiks- dia jahat!" Kai menendang angin didepannya.

"Dia keterlaluan, biar aku beri pelajaran.." suara bass Chanyeol terdengar mengerikan.

"Maksudmu?" Kai menjauhkan kepalanya dari pundak Chanyeol untuk melihat namja tampan itu.

"Aku akan menghajarnya" Chanyeol beranjak dari kursi taman dan berjalan cepat.

"Hey, wait! Tidak usah Chanyeol" Kai memblokir jalan dengan merentangkan kedua tangannya didepan Chanyeol.

"Aku harus melakukan ini agar ia jera untuk menyiksamu" Chanyeol dengan mudah menampik tangan kanan Kai.

"Chanyeol! Jangan! Sehun seorang kingka! Chanyeol cukup!" Kai menarik blazer biru bagian belakang Chanyeol.

"Lepas Kai, aku harus melakukannya" Chanyeol menatap tajam kedalam lorong lantai lima itu.

"Tapi, dia seorang Ketua Dewan! Bagaimana jika kau diskorsing lebih berat dariku? Bagaimana jika dia menghanguskan semua kekayaan keluargamu! Bagaimana jika dia mencabut status siswa Ezodrevo mu? Bagaimana jik-"

"STOP! Jangan bicara lagi! Aku akan membawanya dengan babak belur dihadapanmu! Tunggu disini! Mengerti?!" Chanyeol membentak Kai dengan keras dan langsung berjalan cepat menghilang dengan lift.

"Yak! Chanyeol tunggu!" Kai menyusul mengejar namja tinggi tampan itu namun hanya lorong sepi yang ia tangkap dari retinanya.

-Hot Night-

Kai kehilangan jejak Chanyeol.

Entah mengapa feelingnya mengatakan bahwa Chanyeol ada di sekitar lantai dua gedung olahraga, padahal itu bukan fakta, tapi perasaannya amat kuat bahwa sesuatu yang besar akan terjadi di tempat kini kaki jenjangnya sedang melangkah.

Piip!

Attention.. Kingka Gold mendapat tantangan judo dengan lawan berat siang ini. Siswa unggulan olahraga judo Ezodrevo, MEREKA KINI SUDAH SIAP DI LAPANGAN INDOOR BASKET. Lantai dua gedung Olahraga. Kami ulangi, Attention.. Kingka Gold mendapat tantangan-

Dan benar apa yang Kai firasatkan. Tapi Kai berfirasat Chanyeol, kenapa kakinya malah tetap berjalan menuju lapangan indoor basket di lantai dua ini? Padahal yang ada disana jelas-jelas hanya Sehun beserta lawannya yang mengajaknya berduel maut.

Kai sedikit tersungkur ketika banyak sekali namja dan yeoja yang mendorong tubuhnya berjejalan untuk sekedar masuk dan menduduki kursi penonton.

Kai akhirnya sampai juga ke pintu megah lapangan indoor basket yang ada di lantai dua gedung olahraga.

"Kingka Gold akan bertanding dengan lawan yang cukup serius" seseorang siswi yang duduk disebelah Kai berbisik-bisik dengan teman-temannya.

"Aku tidak pernah berfikir mereka berdua akan berduel seperti ini" siswi lain berkomentar seolah Sehun dan lawannya adalah orang dekat.

Kai yang amat penasaran segera duduk di kursi paling depan yang masih kosong.

Puk..

Kai berhasil duduk di deretan terdepan dan dapat melihat dengan jelas arena yang sudah disediakan dengan sangat mewah.

"Kalian tahu? Aula judo sendiri cukup luas, kenapa penantang Kingka Gold malah merekomendasikan lapangan basket sebagai tempat turnamen ya?" seorang namja berlencana XI Silver berbicara dengan teman-temannya.

"Kau ini seperti tidak tahu saja, aula judo itu tempat yang sakral, emosi buruk dilarang masuk ke ruangan megah itu" teman namjanya menjitak namja tadi.

"Aww sakit pabbo, aku juga tahu. Tapi kan lawan Kingka Gold itu kan ketua judo, kupikir bertanding di rumah sendiri merupakan suatu kebanggaan" namja tadi mengelus bekas jitakan yang masih sakit.

"Seorang Master harus bisa bertarung dimanapun termasuk diluar teritorialnya" namja yang lain menyahuti dan diangguki kedua temannya.

Tep,

Kai menepuk pelan pundak namja disampingnya yang sedaritadi mengobrol dengan ketiga teman-temannya.

"Em.. Excuse me.. Boleh aku bertanya, siapa sebenarnya penantang Kingka Gold yang merupakan ketua judo itu?" Kai akhirnya bertanya karena terlalu penasaran. Keempat namja itu blank untuk beberapa waktu melihat betapa cantik wajah Kai. Tentu, Kai tetap cantik meski matanya sembab. Mungkin jika Kai berdandan habis-habisan maka semua namja akan bertekuk lutut padanya.

"Ehem" Kai berdehem pelan dan keempat namja itu segera sadar.

"O-oh, kau bertanya tentang dia ya noona cantik. Hm.. dia itu memiliki julukan terkenal yaitu Dobi" namja itu menerangkan.

"Dobi?" Kai menautkan alisnya bingung.

"Ah, kau tidak tahu? Kau murid baru itu kah?" namja lain antusias bertanya.

"N-ne.." Kai sedikit canggung karena dikerubungi empat namja yang menatapnya lapar.

"Kau si Sexy Kim?!" langsung menyahuti dengan sedikit berteriak. Seketika beberapa namja disekeliling Kai memandangi tubuh Kai.

Glup..

Kai merutuki nasibnya yang begitu malang memiliki tubuh yang terlalu sexy.

"He-hey! Apa-apaan julukan itu? Kalian terlalu seenak- Kya! Siapa kau?!" Kai berhenti mengomel ketika seseorang menutup matanya dari belakang.

"Ini aku chagiya.." suara seseorang yang sedikit berat namun Kai kenal suara ini.

"Lu-Luhan?" Kai menebak sebisanya dan memegangi lengan kokoh yang ada dikanan kirinya.

"Aha, kau benar manis, ini aku.." Luhan sudah duduk tepat disamping Kai, begitu Kai membuka matanya, ia melihat namja-namja yang menatap nafsu tubuhnya tadi sudah pergi entah kemana.

"Kemana namja-namja tadi?" Kai mengrenyit heran.

"Entah" Luhan menjawab asal. Tentusaja dengan deathglare Luhan, semua namja tadi langsung menyingkir takut.

"Luhan oppa~ kenapa kau ada disini? Seharusnya kau duduk di kursi utama" seorang yeoja berblazer merah bersama gerombolannya histeris melihat Luhan dari dekat.

"Luhan oppa sungguh tampan! Kyaaa!" beberapa yeoja dibelakang HanKai juga berteriak.

"Tidak apa-apa, biarkan aku disini, jangan mendekat kurang dari 2 meter" Luhan duduk dengan posisi angkuh yang keren. Kai mengedipkan matanya berulang kali, Luhan sungguh tampan bagai pangeran saat ini.

Attention.. pertandingan akan segera dimulai, penonton berdiri untuk menyambut Kingka Gold.. Oh Sehun..

"KYAAAA! SEHUN OPPA!" semua siswa berteriak riuh melihat Sehun masuk kedalam lapangan basket dengan pakaian judo kebanggaannya yang terlihat mewah.

Kai ikut berdiri menyambut Sehun yang datang.

"Huh, sombongnya.. memakai sabuk merah bergaris putihnya" Luhan tersenyum remeh melihat Sehun yang sedang duduk bersila angkuh disana. Tentusaja Luhan tetap stay cool di kursinya tanpa ada niatan menyambut namja es itu.

"What? Sehun pakai sabuk merah garis putih?" Kai tercengang sadar setelah duduk. Luhan hanya memandang malas.

"Luhan, apa Sehun sehebat itu?" Kai menatap penuh tanya.

"Iya, dia sudah sampai dan " Luhan menjawab enteng. Semua siswa mulai duduk kembali.

"dan ke 9?" Kai menebak.

Attention.. pertandingan akan segera dimulai, penonton berdiri untuk menyambut Master Judo Ezodrevo SHS..-

Kai tidak menggubris dan masih duduk menemani Luhan. Kai tak ambil pusing siapa penantang Sehun.

"No.. dan keenam sampai ke Sembilan motif sabuknya kotak-kotak merah putih" Luhan menjawab.

"Jadi.." Kai berfikir keras untuk itu.

"Sehun sudah di dan ke-15" Luhan menjawab enteng.

"M-MWO?!" Kai shock. Tingkat teratas Judo..

Master Judo Ezodrevo SHS.. Park Chanyeol..

"What?!" Kai langsung berdiri untuk melihat apakah benar namja penantang Sehun adalah Chanyeol yang itu. Dan selang tak lama tubuh tinggi memasuki lapangan menuju depan Sehun. Pakaian berwarna putih sama seperti milik Sehun.

Sabuknya..

"Oh My God! Luhan! Jangan bilang jika Chanyeol juga sampai dan ke-15.." Kai terduduk lemas dikursinya semula. Tepuk tangan dan teriakan riuh siswa yang menonton memenuhi ruangan basket indoor ini. Sungguh pertandingan yang menegangkan bukan? Reputasi Kingka Gold dan reputasi Master Judo ada ditangan masing-masing petarung sekarang.

Semua siswa menjadi tegang dan ribut memihak Kingka atau Master yang sama-sama tampan sekaligus berreputasi tinggi.

"Ahaha.. Kau benar soal yang satu itu. Mereka berdua idiot sejati, Haha.." Luhan dengan blazer silvernya hanya tertawa seakan pertandingan ini merupakan perkelahian semut.

"Otokhae.." Kai memandang cemas Sehun dan Chanyeol yang saling menatap tajam.

TBC

-BocahLanang-

!HunKai!

Yey!

FF ch kali ini cukup panjang!

Akhirnya aku dah kasi tau kenapa Chanyeol ditakuti siswa-siswa di Ezodrevo SHS!

Jawabannya adalah karena.. Park Chanyeol adalah Master Judo yang memiliki tingkat dan ke 15! Wow! Sehun juga dan ke 15.. jadi apanya yang menakjubkan?

Ternyata Chanyeol masih punya rahasia lain lo selain reputasinya sebagai Master Judo.. apa hayo? Silakan tebak ^_^

Oh iya! Siapa yang tau orang yg duduk di kursi tahta meja mewah Silver ruang OSIS (yg lagi tidur) berambut keunguan? Dia Kingka Asrama Silver loh.. (Dari luar grup EXO kah? Entah..)

Review ya? Jangan jadi silent readers ya all Terimakasih!