Neighborhood

.

.

.

.

Ting..Tong...

Bel apartemen berbunyi. Jongin baru saja memandikan baby Lu. Sementara ia tengah memakaikan baju untuk bayi manis itu. Ia menyerukan nama Oh Sehun untuk segera membuka pintu dan menyuruh tamu itu masuk.

Cklek..

"Hallo"

Sehun membulatkan kedua matanya ketika melihat namja jangkung yang tempo hari bertemu dengan keluarga kecilnya itu, tengah berdiri di depan pintu apartemennya.

"Hallo" sahutnya.

"Wah..Aku sama sekali tidak menyangka jika kita bertetangga" kata namja itu.

"Sehun-ssi, kenalkan. Ini istriku, Kyungsoo namanya"

Keduanya bersalaman dengan senyum ramah yang terulas di wajah masing-masing.

"Siapa yang datang, Hun?"

Jongin tiba sambil menggendong baby Lu.

"Oh, Chanyeol-ssi dan?"

"Aku Kyungsoo, mamanya Baby Min"

"Ohahaha..Salam kenal, aku Kim Jongin. Mari masuk!"

"Tidak usah, Jongin-ssi. Kami hendak pergi" Kyungsoo menolak halus. "Kami kemari ingin memberikan ini" Kyungsoo menyorongkan seloyang skotel ke arah Sehun.

"Aduh, repot-repot. Terimakasih ya, Kyungsoo-ssi" Ucap Jongin.

"Terimakasih, keluarga Park" Sehun ikut mengucapkan terimakasih. Ia pun mengungkapkan harapannya agar ke depan nanti mereka bisa menjadi tetangga yang baik dan saling membantu. Apalagi mereka sama-sama punya bayi. Semoga Baby Lu dan Baby Min bisa bermain bersama.

Tapi kalau dilihat dari ekpresi jutek Luhan saat melihat baby Min. Sepertinya itu mustahil terjadi. Hah, pasti bayi itu masih marah pada Baby Min gara-gara Baby Min menyusu di dada mama Jongin. Sepele sekali kan ya?

.

.

"Kau sudah memberikan ramuan untuk mengatur kekuatan baby Lu kan?" Tanya Chanyeol.

Kyungsoo mengangguk pelan. Kemarin ibunya tiba di apartemen mereka untuk mengantar ramuan pengatur kekuatan Baby Lu saat bayi itu menyusu.

Well, Setiap baby Lu menyusu di dada ibu kandungnya. Baekhyun sering merasa lemas karena tanpa disengaja Baby Lu bukan hanya menghisap susunya, tapi juga tenaganya. Itulah yang dikhawatirkan Baekhyun pada Kim Jongin yang selama ini mengasuh putranya.

"Pantas saja Kim Jongin sering terlihat pucat" gumam Chanyeol.

Kyungsoo yang tengah menyusui Baby Min menoleh. "Kau tampak perhatian sekali padanya" Kyungsoo berkomentar.

Ini aneh..Chanyeol memang bawel, tapi memperhatikan seseorang itu bagi Chanyeol hanya untuk yang ia sukai saja. Selebihnya ya tidak. Buktinya setelah ia putus dengan Kim Jongdae, Chanyeol sudah tidak lagi perhatian pada yeoja itu.

"Kau menyukainya ya?"

Namja Jangkung itu gelagapan. Wajahnya merona pertanda ia malu.

"Yeol"

"Hm?"

"Jongin tidak akan menyukaimu" celoteh Kyungsoo.

"Kenapa? Memangnya aku jelek ya?"

Kyungsoo menggeleng. "Dia bukan tipe orang yang tega merusak rumah tangga orang lain"

"Rumah tangga?"

Ibu susu Baby Min itu tertawa. "Kau lupa bagaimana kita memperkenalkan diri?"

Park Chanyeol menepuk pelan keningnya. "Hoahaha..aku tahu. ah, aku tidak tahu akan sesulit ini"

"Kalau begitu kita kembalikan saja Baby Min ke panti asuhan" Kyungsoo berkata pelan. Ia menatap Baby Min yang juga tengah menatapnya.

"Kok begitu sih, soo?"

Penyihir hermafrodit itu tersenyum. "Dengan begitu kita bisa merubah missi awal kita. Bukan berpura-pura menjadi suami istri. Tapi kakak beradik, dengan begitu kau bisa menjadi pacarnya Jongin. Oh, kau juga harus menyamar agar dia tidak menyadarimu"

Chanyeol berdehem pelan. Ia melirik baby Min. Ia ingin menyetujui usul Kyungsoo. Tapi entah kenapa ia tidak tega untuk mengembalikan Baby Min ke panti.

Baby Min menangis ketika menatap maniks bulat mamanya. Seolah ia tahu apa yang sedang dipikirkan sang mama.

"Atau kalau tidak kau saja yang menyamar. Dan aku tetap jadi Kyungsoo mamanya Minseok"

Chanyeol menggeleng pelan. Tidak! Dia yang memulai semua ini. Maka dia tidak akan membiarkan Kyungsoo melaluinya seorang diri.

Namja berparas manis itu bangun dari posisi rebahnya. Dengan penuh kasih sayang ia menimang tubuh mungil baby Min dan menyenandungkan lullaby untuk bayi itu.

"Tapi Soo-"

"Ssst, aku tak mau membahasnya lagi, yeol. lakukan saja apa yang ingin kau lakukan" ujar Kyungsoo.

Berdiri dan melangkah meninggalkan Park Chanyeol seorang diri.

.

.

.

.

"Skotelnya enak ya" kata Sehun.

Jongin mengangguk membenarkan.

"Sehun suka skotel ya?"

Oh Sehun berhenti mengunyah. "Aku suka apa saja. apalagi kalau itu kau yang masak"

O.. ..ada yang merona di sini. Jongin berusaha menyembunyikan wajahnya. Tapi Oh Sehun tahu apa yang terjadi. Dasar tukang modus!

"bubububu~"

Sedangkan baby Lu nampak memakan biskuit bayinya hingga kedua pipi bulatnya itu menggembung lucu.

"Baby, jangan banyak-banyak! Kau bisa muntah nanti" Kata sang papa.

Namun Baby Lu menggeleng. Tidak menggubris ucapan sang ayah.

'Dasar bayi ajaib' pikir Oh Sehun.

.

.

.

.

.

"Hallo, my dear" Lord Caius Menyapa permaisuri bangsa moores sambil memeluk erat pinggang ramping sang ratu.

"Eunghh"

Wu Baekhyun nyaris mendesah ketika Raja Demons itu menjilat tengkuknya.

Sang Ratu ingin memberontak. Tapi tidak bisa. tubuhnya seperti patung dan sulit sekali digerakan.

Tangan Raja Demons itu mulai menggerayangi perut dan pinggang rampingnya. Dan berkata, "Kau masih terlihat cantik meski sudah melahirkan"

"L..lord" Ucap sang Ratu Moores terbata-bata. "A..aku sudah menikah"

"Aku tahu..Aku tahu" Ucap Sang raja.

Raja Demons membalik tubuh sang Ratu dan merangkum wajah mantan penyandang marga Byun itu.

"Tapi aku masih sangat mencintaimu"

Baekhyun menggeleng. Dia sudah tidak merasakan perasaan itu lagi. Yang ia cintai saat ini hanya satu dan selamanya pun hanya Kris Wu yang akan ia cintai.

"T..Tidak..Ku mohon. L..lepaskan aku"

Sang Raja mendorong tubuh itu cepat ke dinding dan menahannya. "Dengarkan aku, Byun Baekhyun! Peperangan ini semata ku lakukan hanya untuk dirimu. Kau hanya harus pilih keluarga dan orang-orangmu atau menikah denganku"

Air mata menetes membasahi pipi Baekhyun. Ia tak kuasa dengan pilihan itu. Ia mencintai keluarganya serta Rakyatnya. Tapi ia pun juga tak mau menjadi seorang Ratu dari Raja para demons yang bengis itu.

Ia butuh Kris, tapi jika Kris datang ia hanya akan membuat namja itu kecewa dengan apa yang dilihatnya saat ini.

"Hanya kau yang aku inginkan, My queen" bisik Lord Caius.

.

.

.

Siang ini Jongin tidak fokus latihan. Maka latihan hari ini hanya berjalan 3 jam saja dan itu membuat beberapa juniornya menatap heran ke arahnya.

Ini tidak seperti biasanya. Ia memikirkan sesuatu mengenai mimpinya semalam. Mimpi yang terasa nyata dan membuat Jongin yakin jika itu bukan hanya sekedar mimpi.

"Hyung"

Ia menoleh dan mendapati Jimin berjalan ke arahnya.

"Hey, Jimin"

Jimin mendudukan bokongnya di samping Jongin.

"Apa yang terjadi? Hyung tampak aneh hari ini"

Yang lebih tua menggigit bibir bawahnya. Dan mulai menceritakan hal-hal aneh yang terjadi padanya akhir-akhir ini.

Mulai dari kehadiran baby Lu, dadanya yang mengeluarkan asi, dan mimpinya tentang sebuah dunia bernama Moores dan seorang namja cantik yang meminta tolong padanya untuk menjaga baby lu dengan baik.

"Sulit sekali dimengerti ya, hyung" Jimin bergumam.

Baru saja Jongin ingin menyahut. Tapi suara Jungkook mengintrupsi dan memberitahukan padanya jika Sehun dikeroyok oleh beberapa orang remaja sekolah lain yang dendam padanya.

.

.

"Pa~"

Baby Lu berada di gendongan ala piggy back dengan baby Carier yang selalu digunakan kedua orangtua asuhnya saat menggendong tubuh mungilnya itu.

"Jangan khawatir, Baby! Papamu tidak akan kalah dari orang-orang pengecut ini"

Tawa kelima orang itu pecah saat mendengar Sehun berbicara dengan seorang bayi.

"Jadi ini siswa terkuat di sekolah elit ini? Halah, rasanya aku ingin tertawa"

"Kita habisi saja, bos"

Baby Lu menepuk pelan bahu sang ayah.

Sehun membulatkan kedua matanya ketika merasakan sesuatu yang merasuki tubuhnya. seperti kekuatan yang besar dan membuat tubuhnya bersemangat untuk menghajar orang-orang tak berguna itu.

Brak..

Brukk..

pukul..

tendang..

brak..

brukk..

Bergerak begitu cepat, menghajar dengan pasti. Tak ada yang ingat kapan Oh Sehun bergerak. Gerakannya yang cepat seperti angin. Tahu-tahu Sehun sudah berdiri saja di hadapan mereka dan melayangkan tinjuan yang membuat mereka meringis kesakitan.

"Hihihi..Paaa..hihhih" Baby Lu tertawa sambil bertepuk tangan.

"Apa kau senang, baby?"

"Hihihi..paa~"

"Kau harus jadi namja yang kuat! Tidak boleh lemah seperti mereka. Kau mengerti?"

Baby Lu mengangguk lucu.

Sehun menepuk pelan tangannya, pertanda dia sudah selesai menghajar preman-preman sekolah menjengkelkan itu.

.

.

"Jongin"

Wonshik berseru.

"Wonshik?"

Namja itu tersenyum. Si ketua kedisiplinan itu memang naksir Kim Jongin sejak kelas 1 SMA. Tapi Jongin nya saja yang kurang peka.

"Buru-buru sekali. Mau kemana?"

"Sehun dikeroyok anak sekolah lain. Aku harus-"

"Biarkan saja dia mati dihajar orang-orang itu!" Wonshik berseru, ia menahan lengan Jongin.

Tatapannya tak suka ketika namja manis itu lebih memilih Sehun dibandingkan dirinya.

"Apa?" Jongin menatap jengkel namja di depannya itu.

"Kau bicara apa?"

Nah loh..Kok Jongin jadi sensi begini ya?

"Aku tidak suka dengan namja barbar seperti dia"

"Kim Wonshik" Jongin sebut nama itu dengan nada dingin.

Glup..

"Kau membenci orang yang tidak pernah ingin tahu tentang dirimu. Lucu sekali"

Apa maksudnya?

"Mengapa kau selalu membela Oh Sehun. Apa kau menyukai berandal itu?"

"BERHENTI MEMANGGILNYA BERANDAL!" Jongin berseru. "Aku menyukainya. Kenapa? Apa itu masalah? Apa aku tak boleh menyukai Oh Sehun? Berhentilah bersikap seolah tahu tentang aku, Wonshik. Aku tak suka"

Namja itu melenggang pergi. Meninggalkan Kim Wonshik yang mengepalkan kedua tangannya erat-erat. Oh Sehun keparat, Wonshik benci sekali padanya.

...

"Sehun"

Beberapa orang yang tengah duduk-duduk menoleh.

Begitu pun dengan Sehun yang tengah menyelimuti tubuh mungil baby Lu dengan blazer miliknya.

Jongin berjalan ke arah namja yang akrap disapa Pucat itu. Tak ada yang menyangka jika Jongin akan melayangkan satu tamparan dan memarahi Oh Sehun.

Teman-teman tongkrongan Sehun dibuat speechless melihat pertengkaran suami istri gadungan di hadapan mereka saat ini.

"Kau membuatku cemas, Sehunie..Hiks"

Jongin berhenti memukuli dada Sehun dan menangis.

Mengabaikan tatapan bingung teman-teman Sehun yang semakin tidak mengerti dengan ulah Jongin. Marah-marah kemudian menangis tak jelas seperti itu.

Sehun pun membawa Jongin ke dalam pelukannya. "Jangan khawatir, ya" hibur Sehun. "Aku tidak apa-apa. Baby Lu pun juga"

Jongin menjauhkan tubuhnya sedikit. Menatap namja tampan itu dengan tatapan cemas.

"See? Baby Lu hanya kelelahan saja dan tertidur" kata Sehun.

Dengan lembut ia hapus airmata di pipi gembil Jongin.

Kim Jongin tertawa kecil. Membuat Oh Sehun gemas mencubit kedua pipinya. aigoo, ibu putranya ini manis sekali.

.

.

"Sehun jadi dewasa sekali" Ujar Namjoon.

Song Mino yang tengah memakan keripik kentangnya mengangguk setuju.

Keempat namja itu melihat ke arah Sehun dan Jongin yang pamit untuk segera pulang.

"Aku tidak menyangka dia bisa jadi ayah yang baik diusia muda" kata Moonkyu

"Ya, aku juga" sahut Daehyun. "Apalagi dia berhasil mendapatkan Kim Jongin. astaga, apa aku harus jadi si biang onar ya supaya bisa dapat pacar seperti Jongin"

"Hah, semoga saja dengan begitu Sehun bisa berubah jadi anak yang baik" ucap Namjoon, mengharapkan yang terbaik untuk teman karibnya itu.

"Tapi sulit dipercaya ya. Sehun bisa menang dari komplotan-komplotan itu" Celoteh Daehyun.

Namjoon menoleh ke arahnya, begitu pun dengan Moonkyu.

"Apa jangan-jangan"

"Jangan-jangan apa?" Tanya Mino, kepo.

Daehyun melirik kedua sahabatnya yang menggeleng. Seolah meminta dirinya untuk tidak mengatakan sesuatu yang menjadi rahasia Oh Sehun.

"Jangan-jangan Sehun itu Saitama lagi. hahaha..lucu sekali ya kalau membayangkan Sehun botak" Daehyun berkata, garing sekali.

.

.

.

Kris terbangun ketika mendengar suara isakan di balkon kamarnya.

Sebagai seorang ksatria pendengarannya cukup terlatih untuk mendengar suara pelan sekalipun.

Ia melangkah pelan, dan mendapati ratunya tengah duduk sambil memeluk kedua kakinya yang ditekuk dan menangis seorang diri.

"Sayang"

Wu Baekhyun terkejut mendengar suara berat suaminya yang menyapanya.

Kris mendudukan dirinya di samping sang istri. Dan bertanya mengapa Baekhyun menangis seorang diri.

Tetapi namja cantik itu tak mau berbicara. Melainkan hanya memeluk suaminya dan menyembunyikan wajah sembabnya di dada bidang itu.

"Katakan padaku apa yang terjadi?"

Baekhyun menggeleng. "T..Tidak ada" sahutnya. "A...aku hanya merindukan Lulu"

Raja para moores itu mengulum senyum. "Apa kau ingin mengunjunginya?"

"A..apa boleh?"

"Biar Taemin noona yang membantumu" ujar Kris.

"A..aku"

"Sayang" Dengan lembut Kris merangkum wajah Baekhyun. "Aku mengerti. Kau ibunya, wajar saja jika kau merindukan Luhan"

.

.

.

.

Menghadapi Kyungsoo yang mengomel? Sudah biasa!

Tapi kali ini Chanyeol harus menghadapi Kyungsoo yang jadi pendiam paska pembicaraan mereka mengenai perasaan Chanyeol terhadap Kim Jongin.

Setiap kali ingin menggendong Baby Min. Pasti Kyungsoo langsung mendahuluinya. Seolah tidak membiarkan Chanyeol menyentuh bayi mungil itu seujung kuku pun.

Kyungsoo cerewet? Ya! Sayangnya Kyungsoo bukan seorang pemarah.

Tapi sekarang apa yang terjadi? Sudah 2 hari ini tak ada perdebatan tidak penting diantara mereka. Dan itu cukup membuat Chanyeol merasa jenuh.

"Hey"

"Hm"

Namja hermafrodit itu terlalu sibuk mengganti popok bayi mungilnya tanpa mempedulikan sosok jangkung yang sedang berdiri di sampingnya.

"Biar aku saja"

"Tidak usah"

Kenapa? Biasanya Kyungsoo akan memaksa Chanyeol untuk menggantikan popok baby Min. Alasannya Chanyeol harus belajar untuk menjadi ayah yang baik.

"Soo"

Kyungsoo mengangkat tubuh baby Min dan mengecup kecil pipi bulat itu. Baby Min berceloteh, kedua tangannya berusaha menggapai wajah sang mama.

Tanpa disuruh Chanyeol segera meletakan pakaian kotor baby Min ke dalam ember yang biasa digunakan Kyungsoo untuk mencuci pakaian bayi itu.

"Ku rasa ada yang harus kita bicarakan" Kata Chanyeol.

"Main di sini dulu ya, baby" Satu kecupan ia berikan di kening sang bayi seraya meletakannya di atas kursi bayinya.

...

"Apa?"

Menatap Chanyeol dengan tatapan datar.

Tak ada yang bisa dilakukan Chanyeol kecuali balas menatap maniks bulat Kyungsoo. Sambil menerka-nerka apa yang terjadi pada namja bertubuh mungil itu.

"Kau marah padaku ya?" Tanya Chanyeol. Langsung ke inti dan tidak mau bertele-tele.

Mungkin Kyungsoo marah, pikir Chanyeol. Tapi marah karena apa?

"Tidak" sahutnya.

"Kau jadi pendiam belakangan ini. Ada apa?"

Jadi?

"Aku hanya ingin fokus menjalankan missiku dan merawat baby Min"

"Merawat baby Min?"

Kyungsoo mengangguk pelan. "Kau tak akan percaya. Aku sangat menyayanginya, yeol" Kata Kyungsoo, diselingi tawa.

Tawa yang membuat hati Chanyeol bergemuruh hebat.

"Setidaknya aku harus bertanggung jawab telah melibatkan baby Min dalam tugas ini"

Ini berat! Sangat berat, dan tidak semudah yang diperkirakan oleh dua orang itu.

Chanyeol berdehem pelan. "Aku hanya ingin mengatakan jika kau lupa memberikan baby Min vitamin" ujarnya. Salah tingkah dengan apa yang Kyungsoo katakan.

.

.

.

.

"Kekuatan?" Jongin menatap Sehun seolah takjub atau malah tidak percaya dengan ucapan namja itu.

Sehun masih menceritakan kisah diluar nalarnya mengenai kekuatan asing yang ia rasakan saat adu jotos dengan para preman itu. Hal aneh dan mustahil di terima akal sehat. Namun bukan berarti Jongin menganggap Sehun mengada-ada.

Baby Lu mengoceh lucu. Membuat sang 'ibu' mengecup puncak kepalanya. "Baby Lu, apa yang kau lakukan pada papamu, hm?" tanya Jongin.

Mengundang tawa Sehun yang tak kuasa menahan gemas ketika melihat keduanya. Bahkan mereka juga tidak tahu status apa yang cocok untuk menamai hubungan mereka saat ini.

"Tapi berkat kau, aku selamat" Sehun berkata, seraya mencubit pelan pipi bayi imut itu.

"Pa..ma, mi~" Baby Lu menguap. Tangan mungil itu menggosok mata kanannya yang berair. Baby Lu ngantuk rupannya.

Jongin nyaris saja lupa untuk memberi bayi itu asupan favoritnya sebelum tidur.

"Apa kau sudah mengerjakan tugas dari Mrs Violet?"

"Sudah" Sehun mengangguk pelan.

Jongin beranjak dari duduknya, hendak melenggang pergi ke kamar. "Aku ngantuk. Sepertinya baby lu pun juga"

"Ya, ku rasa aku juga. Selamat malam" ucap Sehun.

Jongin berhenti melangkah saat ia teringat sesuatu. "Kau yakin mau tidur di sofa?"

Pertanyaan yang sama seperti saat pertama kali mereka pindah kemari.

"Ya..Kenapa memangnya?"

"Kau bisa sakit. Ku rasa ranjang Taeyeon noona terlalu besar dan..hmm dan..aku rasa.."

Sehun mengulum senyuman ketika melihat Jongin malu-malu seperti itu. "Baiklah" Ia berdiri dan meletakan remot tv setelan menekan tombol off.

"Aku disebelah kanan, mencegah baby Lu jatuh"

.

.

.

.

Tbc

.

.

.

.

Omake

Jung Krystal berhenti melangkah di depan seorang siswa sekolah menengah atas engan senyum menawan yang ia dapatkan dari sang ibu.

"Kim Wonshik" bibir bergincu merah itu menyebutkan sebuah nama.

"Anda siapa? Mengapa anda tahu namaku?" Tanya namja bernama Wonshik itu.

Gadis dari bangsa demons itu terkekeh pelan. "Kau tak perlu tahu siapa aku" ujarnya.

Wonshik menyipitkan kedua matanya. Ia harus segera pulang ke rumah karena ibunya yang tiran itu mulai mengkhawatirkannya.

Tetapi seorang gadis cantik malah menghalangi jalannya dan berkata jika ia terlalu mengenali dirinya hingga Wonshik terpilih menjadi partner dalam menyelesaikan missinya.

"Aku tidak mengenalmu. Maaf, aku harus segera pergi" kata Wonshik. Ia hendak melangkah. Namun sulur-sulur mulai mengikat kedua kakinya dan membuat penyandang siswa terbaik di sekolah itu terjatuh.

Krystal tertawa dan berkata jika tak ada seorang pun yang bisa melepaskan sulur-sulur itu selain dirinya.

"Siapa kau sebenarnya?"

"Aku? Sesuatu yang tak pernah ingin kau dengar"

Wonshik bergidik ngeri mendengarnya.

Yeoja cantik itu melangkah pasti dan berjongkok di hadapan Wonshik. "Aku tahu jika kau sangat menginginkan Kim Jongin"

"K..kau"

"Aku bisa membantumu mendapatkan dirinya dan menyingkirkan Oh Sehun"

Wonshik menutup matanya ketika jari-jari lentik Krystal menelusuri wajahnya.

"Asal kau membantuku mendapatkan baby Lu"

"Baby Lu?"

"Bayi yang selalu bersama Sehun akhir-akhir ini"

.

.

.

.

TBC

.

.

..

.

A/n : Halloo..I'm coming back. And i'm so happy to see what i've got. Mungkin buat sebagian org ataupun senior terlalu berlebihan ya. But, i cant keep it by myself anymore. Aku bener2 seneng bgt dengan respect kalian yang besar sekali. Why? Karena aku rasa ff ku tuh gak bgt ya. Bahasanya, penggunaan katanya, alurnya, it's all bout weird! WEIRDO! tapi apa? kalian memberikan respect yang aku sendiri gak nyangka akan seperti ini. Pertahankan ya? Support kalian bener2 membuat hatiku doki-doki~

A : siapa yg nabrak anjing laut Joy?

Me: Anjing laut? Krystal? Kok anjing laut sihT.T

A: Baby Min itu siapa?

Me: Dia itu anak yatim piatu yg diasuh sama mama Kyung and papa yeol.

A: Apa asinya Jongin itu eternal?

Me: Maybe..hehehe

A: Ini sampe brp chapter?

Me: Tidak tahu ya..

A: Joyie enaenanya kpn?

Me: kapan yaaa~~

A: Joyie..Kayaknya harus diganti rating deh.

Me: Bolehlah..bolehlah..haha..percuma juga sih ya. pasti ada readers di bawah umur yang bakalan tetep baca. Btw thx ya sarannya. Aku ganti kok, tenang aja.

A: Konflik nya berat gak Joy?

Me: Jangan berat2 lah yaa..Aku org yg cepet bosan soalnya.

A:Lanjut?

Me: Review harus di atas 20 ya, say^^